Depok

Depok

Walikota Depok : Masalah Pembangunan Jalan Dan Kemacetan Akan Tuntas Di Tahun 2020

BERIMBANG.COM, Depok – Walikota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan,  kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan cukup berat selama tiga tahun kepemimpinan Idris-Pradi di Kota Depok. 

Kemacetan Jl JuandaKemacetan Jl Dewi SartikaHal itu diungkapkan Walikota di acara Ngopi Bareng bersama wartawan yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Kota Depok di kawasan Kota Kembang, Jumat petang (8/3/19).

Menurut Idris, permasalahan kemacetan lalu lintas ini karena terjadi ketidakseimbangan antara pertumbuhan ruas jalan dengan petumbuhan kendaraan bermotor jauh lebih banyak jumlahnya dari pada pembangunan ruas jalan.
Walikota Depok, Mohammad Idris di acara ngopi bareng Sekber Wartawan Depok 

“Pembangunan jaringan ruas jalan memang agak lamban karena membutuhkan anggaran yang cukup besar, apalagi harga tanah di Depok sekarang ini cukup mahal,” kata Idris.

Selain itu, titik permasalahan dari kemacetan ini, menurut dia, pelebaran jalan yang belum terlaksana, namun sudah dibangun jalan tol tanpa diiringi pembangunan jalan pendamping.

“Kami bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah pusat dengan adanya jalan tol, namun konsekuensi kemacetan lalu lintas jadi masalah di Depok karena tidak dibarengi dengan pembangunan jalan pendampingnya,” ujarnya.

Permasalahan lain kemacetan lalu lintas ini, lanjutnya, pembangunan untuk jalan jalan protokol ataupun jalan tol selama ini masih dikelola oleh pemerintah pusat atau pemerintah provinsi.

“Sedangkan pembangunan jalan pengganti diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah,” ucap Idris.

Walikota Depok berharap, untuk permasalahan pembangunan jalan dan kemacetan lalu lintas ini bisa dituntaskan pada tahun 2020. *

Depok

DCC Gelar Turnamen Liga Catur Depok

BERIMBANG.COM, Depok – Dalam rangka menggalakan olahraga catur di Kota Depok, Depok Chess Comunity (DCC) gelar Tournamen Liga Catur Depok yang diselanggarakan di SMP IT Rahmania pada Sabtu (9/3/2019) Cilodong.

Komunitas catur yang menamakan dirinya DCC ini terdiri dari 3 club catur ternama di Kota Depok. Diantarannya, Pion Baja Chess Club (PBCC) Benteng Tapos (BENTAP) dan Benteng Remaja Mampang (BRM).

Ketua DCC, Lili Sudjana mengatakan, tournamen Liga Catur Depok ini sengaja kita adakan demi membangkitkan Atmosfir olahraga catur depok yang saat ini dinilai turun prestasinya.

” Liga Catur Depok ini sengaja kami adakan demi menggalakan dan membangkitkan atmosfir para pecinta catur,” kata Lili, kepada inidepok.com

Ia menuturkan, Liga Catur Depok merupakan tournamen tingkat kota. Dimana, para peserta tournamen tersebut hampir di ikuti oleh semua club catur yang ada di Kota Depok.

” Liga ini tingkat kota, karena peserta tournamen diikuti oleh seluruh club catur Depok,” tuturnya.

Hal yang sama juga di katakan oleh Ketua PBCC, Hendri .Y. Kelmanutu saat ditemui inidepok.com dilokasi tournament. Menurutnya, Liga Catur Depok ini untuk mendobrak prestasi catur Depok dan mencari bibit bertalenta di cabang olahraga catur Depok.

” Liga ini untuk mendobrak prestasi catur Depok yang saat ini turun, selain itu kami juga mencari bibit untuk kita promosikan atau rekomendasikan ke tingkat lebih tinggi,” pungkas Hendri.

Pantauan inidepok.com di lokasi, terlihat para master catur depok yang pernah mengharumkan nama Kota Depok. Diantaranya, Hany Marentek, Jamalludin, Eko Supriyono, Sudung Tampubolon, Maruntung. (Guntur)

Depok

Capaian 10 Program Walikota Depok Sudah Mencapai 90 Persen

BERIMBANG.COM, Depok – Walikota Depok, KH Muhammad Idris bersama Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna hingga tahun 2019 menargetkan capaian 10 program dalam janji kampanye, capaian program sudah hampir mencapai 90 persen.

Diantaranya termasuk pembangunan RSUD diwilayah timur , untuk konstruksinya akan dilaksanakan ditahun 2020, dan alun-alun kota ditahun 2020 sudah dapat digunakan, termasuk juga penyelesaian persoalan guru Honor.

“Untuk gaji guru honor SMPN yang sudah 10 tahun dan S1, ditahun 2019 sudah mendekati 4 juta yang sebelumnya hanya 1 sampai 2 juta, dan untuk guru honor SDN masih dibawah 4 juta. Persoalan itu bisa selesai namun yang belum selesai terus kita selesaikan”, ungkap Idris saat menjadi Nara sumber acara Ngopi Bareng bersama Sekber Wartawan Depok dikantor Sekber Wartawan GDC (8/3).

Selain itu lanjut Idris, pemerintah akan menyelesaikan taman terpadu disetiap Kelurahan, termasuk penyediaan kios los UMKM. kedua hal ini mudah-mudahan bisa diselesaikan ditahun 2021, ini target 10 persen yang belum sepenuhnya terealisasi,

“saat ini baru hampir sekitar 80 persen dan ditahun 2019 mudah -mudahan bisa meningkat”,lanjut Idris.

Dikatakan Idris selain program unggulan, pemerintah kota Depok semasa kepemimpinannya terus berupaya menyelesaikan setiap permasalahan yang ada dikota Depok ,seperti permasalahan kemacetan, permasalahan sampah dan permasalahan kependudukan, menurut Idris migrasi saat ini relatif lebih tinggi dibanding DKI.

“hal ini permasalahan yang akan kita ungkapkan ditahun 2020 dan diharapkan bisa kita selesaikan semua permasalah ini, ujar Idris.

Menurut Idris yang paling berat adalah permasalahan kemacetan, karena pertumbuhan kepadatan kendaraan dan kepadatan penduduk lebih tinggi, tidak seimbang dengan perbaikan perencanaan pembangunan jalan saat ini.

“Titik permasalahan dari kemacetan ini adalah pelebaran jalan yang belum terlaksana namun sudah dibangun jalan tol tanpa diiringi pembangunan jalan pendamping”,kata Idris.

Untuk sementara hal ini masih menjadi kendala, karena pembangunan untuk jalan jalan protokol ataupun jalan tol dikelola oleh pemerintah pusat atau pemerintah provinsi , sementara pembangunan jalan pengganti diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.

“Belum selesai rekayasa untuk pembangunan jalan pendamping ini,jalur tol sudah dibuka”, ungkap Idris.

Idris Berharap di tahun 2020 mendatang untuk permasalahan pembangunan jalan yang mengakibatkan kemacetan saat ini dapat tuntas dan sudah dapat digunakan oleh masyarakat Depok, papar Idris. (Iik).

Depok

PBB dan BPHTB 2019 terus di Genjot Pendapatan Pajaknya

BERIMBANG.COM, Depok – pertumbuhan dan Perkembangan kota Depok sangat pesat, di lihat dari sisi semakin tergeliat para Investor terus membangun Apartemen, hotel hotel dan perdagangan yang lainnya. Hal itu tentunya akan meningkatnya perolehan pajak yang terus meningkat, terutama dari capaian realisasi target Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018 sudah melebih target pada bulan Oktober 2018.

Pada tahun 2018, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok menargetkan penerimaan asli daerah (PAD) dari sektor PBB sebesar Rp. 250.840.000.000. Di akhir Oktober 2018, mencapai target menjadi Rp. 269.888.858.879.

Kepala Bidang II Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Muhammad Reza mengatakan, di Tahun 2019 pajak di sektor PBB mengalami kenaikan yaitu berkisar Rp. 286.119.219.140. Sedang fi sektor BPHTB juga naik menjadi Rp. 288.500.000.000. Target penerimaan pajak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti Para wajib pajak (WP) sudah dengan mudah memperoleh informasi biaya pajak terutang melalui aplikasi E-PBB Depok Mobile.

Kemudian terkait pembayaran menurut Reza, WP dapat melakukan pembayaran tagihan pajak melalui Bank BJB, BNI, Indomart dan Kantor Pos.
“Wajib Pajak di berikan kemudahan dapat langsung mengecek melalui E-PBB Depok Mobile. Siapa tahu Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) tidak sampai kerumah,” kata Reza saat di temui berimbang.com di Kantor Pelayanan PBB dan BPHTB Kota Depok, Selasa (05/03/2019.

Kemudian pihaknya tidak memberatkan WP dalam hal tagihan. Hal ini ada upaya untuk terus memberikan pelayanan yang dilakukan oleh WP apabila tunggakan tagihan pajak sudah besar.
“WP dapat mengajukan keringanan. Intinya kita ingin menjaring seluruh potensi bagi para wajib pajak sebanyak-banyaknya,” jelas Reza.

Kemudian faktor lainnya ungkap Reza, akan berupaya meningkatnya penetapan Zona Nilai Tanah (ZNT) sebagai dampak dari pesatnya perkembangan perumahan di wilayah Depok. Dengan peningkatan akses dan fasilitas di suatu wilayah maka nilai NJOP akan naik.
“Kalau NJOP naik, maka otomatis nilai PBB juga akan ikut naik. Itulah kenapa penerimaan asli daerah dari sektor PBB di Depok tiap tahun naik. Animo masyarakat sekitar untuk tinggal di Depok belakangan ini meningkat,” tuturnya. (Adi)

Depok

Wakil Walikota Depok Santuni Anak Yatim Di RW 06 Pasir Putih

BERIMBANG.COM, Depok – Wakil walikota Depok Pradi Supriatna dalam kesempatannya melakukan kegiatan pemberian Satunan kepada anak Yatim RW 06 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Sawangan, beliau berpesan semoga bermanfaat bagi anak dan keluarga yang menerimanya.

“Jangan dilihat dari besar kecilnya nilai rupiahnya tetapi hendaknya dilihat dari keikhlasan dan niat pemberian hanya untuk ibadah kepada Allah Swt,” ujarnya, Selasa(06/03/2019)

Lebih lanjut Pradi Supriatna mengatakan, ungkapan syukur kepada sang Khalik Allah SWT memang seyogyanya dapat diwujudkan dengan sebuah perbuatan yang bermanfaat bagi masyarakat, terlebih lagi kepada anak yatim piatu.

Menurut ketua RW 06 setempat, Syafrudin, mengatakan, kegiatan yang dilakukan merupakan satu dari rangkaian kegiatan peringatan Ulang Tahun Grub Dangdut Arya Musik ke 3 yang dipimpinnya.

Dikatakannya, sebagai orang yang bergerak di bidang hiburan musik tentunya berharap keberkahan dan kelancaran usaha, dengan doa dan syukuran ini, diharapkan dapat berjalan lancar usaha yang musik yang dikerjakannya.

Sementara itu seorang ibu lanjut usia Asih (78) yang mewakili cucunya mengaku sangat senang dengan menerima pemberian santunan ini.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan tidak hanya kali ini saja tetapi terus setiap tahunnya,” ucapnya dengan suara bergetar. (Iik).

Depok

Antisipasi Penggunaan Narkoba, Satbrimob Polda Banten Lakukan Tes Urine

BERIMBANG.COM, Serang – Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Provinsi Banten (Satbrimob Polda Banten) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten (BNNP Banten) melakukan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba, bertempat di Markas Satbrimob Polda Banten, Rabu, 6 Maret 2019. Tidak kurang dari 245 personil anggota Satbrimob Polda Banten mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir memberikan materi penyuluhan, Kepala Seksi Pencegahan BNNP Banten, Ainul Mardhiah, S.K.M, dibantu oleh petugas tes urine, Asti Maulidiati, S.Pd dan Hapiki David. Dalam paparannya, Ainul Mardhiah yang berlatar-belakang Ilmu Kesehatan Masyarakat ini menyampaikan bahwa dalam rangka mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat, setiap anggota polisi harus mengetahui dan memahami bentuk-bentuk barang haram tersebut, dan dampaknya bagi penggunanya. “Setiap anggota polisi harus tahu bentuk narkoba dan dampaknya bagi penggunanya,” jelas Ibu Ainul, demikian ia sering disapa.

Polisi sebagai mitra BNN, tambah Ainul, semestinya steril dari praktek peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Polisi harus bersih dulu dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba, baru kemudian kita bisa bersama-sama BNN melakukan pemberantasan narkoba di masyarakat,” imbuh mantan bidan ini.

Oleh karena itu, dalam acara penyuluhan tersebut, dirangkaikan sekaligus dengan pemeriksaan urine peserta. “Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan Satbrimob Polda Banten,  dilaksanakan tes urine bagi peserta, siap?” tanya Ainul yang dijawab serempak, “Siap!” oleh para peserta.

Selanjutnya, seusai penyuluhan, sebanyak 54 orang anggota Brimob peserta acara yang diambil secara acak mengikuti tes urine. Alhasil, dari pengetesan urine peserta yang menjadi sampel, tidak terdapat seorangpun yang terindikasi pengguna narkoba alias semuanya negatif.

Kegiatan yang bertujuan untuk penyebarluasan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan Mako Satbrimob Polda Banten itu berlangsung lancar sesuai rencana. (TEAM/Red)

Depok

Lurah Cinangka Resmikan Bank Sampah, Ajak Warga Peduli Lingkungan

BERIMBANG.COM, Sawangan – Untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah sampah dan bebas dari tumpukan sampah, maka perlu adanya sosialisasi program Pilah Sampah dengan harapan di Kelurahan Cinangka menjadi wilayah yang bersih sehat dan nyaman.

“Kami sangat apresiasi terhadap inisiator Ketua RW 02 dengan di canangkan di area Puskesmas Kelurahan Cinangka. Kamis, 03/02/19. Pembentukan Bank Sampah induk kelurahan Cinangka ini sebagai langkah awal memanfaatkan sampah menjadi nilai ekonomi bagi warga kami,” kata Lurah Cinangka Rizal Farhan pada wartawan berimbang.com di ruang kerjanya. (3/03/19).

Rizal mengatakan gerakan budaya pemilahan sampah tidaklah mudah, sebagai aplikasi bentuk kerja nyata dalam menjalankan program Pe
merintah Kota Depok yang salah salah satunya Zero Waste City, untuk melestarikan lingkungan dan kebersihan lingkungan bebas dari sampah.

“Kami akan terus mensosialisasikan dan mengajak warga kelurahan Cinangka, agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama pemilahan sampah an organik dan organik, untuk di daur ulang di RT, RW dan warga yang ingin sampah menjadi nilai ekonomi yang tinggi,” kata Rizal.

Koordinator Bank Sampah Agus Asrul Sani mengungkapkan, dalam pelayanan sampah bagi warga di sediakan bak pengangkut sampah. Hal ini akan mempernudah warga untuk langsung menerima pembayaran di tempat.

“Kami sudah siapkan armadanya jadi warga yang memilah sampahnya langsung kami ambil dan di bayar dengan tunai hasil penimbangan, jadi warga dapat merasakan hasilnya secara ekonomi,” ungkap Agus.

Sementara Kasie Pemerintahan Kecamatan Sawangan Hendra, memberikan apresiasi dan mendukung dengan di bentuknya Bank Sampah Kelurahan Cinangka, sebab masalah sampah perlu ada akses kemudahan bagi warga.

“Kami sangat mengapresiasi gerakan memilah sampah, ini bisa jadi percontohan di kecamatan Sawangan, untuk itu kami mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan serta memilah sampah yang bernilai ekonomis,” tutur Hendra.

Hadir dalam acara peresmian bank sampah dari unsur Muspika, para ketua RT, RW Kelurahan Cinangka, LPM, BKM, KTNA Kelurahan Cinangka, Karang Taruna dan Kader PKK Pokja IV, perwakilan unit Bank Sampah se-Kecamatan Sawangan dan kasi Pemerintahan Kecamatan Sawangan.(Adi).

Depok

Walikota Depok Himbau Masyarakat Ganti Penggunaan Kantong Plastik

BERIMBANG.COM, Depok – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengimbau masyarakat Kota Depok untuk mengganti kantong plastik dengan kantong yang ramah lingkungan. Penggunaan kantong alternatif tersebut, dilakukan untuk mengurangi pemakaian kantong plastik yang limbahnya sulit diurai.

“Penggunaan kantong alternatif seperti tas anyaman dan tote bag bisa jadi solusi. Selain itu, tas tersebut juga lebih efisien, karena ramah lingkungan dan bisa digunakan berkali kali,” ujar Mohammad Idris, di Balai Kota, Senin (04/03/19).

Orang nomor satu di Kota Depok tersebut juga menambahkan, setelah adanya deklarasi pengurangan plastik, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan retail modern, diminta untuk mempersiapkan tas alternatif.

“Pelaku usaha bisa sediakan kantong yang ramah lingkungan. Kalaupun berbayar, tidak jadi masalah, karena itu untuk mengganti biaya produksi. Yang penting jangan mahal-mahal,” tambahnya.

Diakuinya, kantong ramah lingkungan tidak jauh berbeda dengan kantong plastik pada umumnya. Namun, plastik ramah lingkungan sebaiknya tidak digunakan untuk barang basah, karena bisa merusak kualitas wadah yang tidak tahan air.

“Kami meminta masyarakat agar bisa melakukan diet plastik secara serentak. Demi lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Depok

Di Acara MBI, Pradi Berharap Jalin Sinergi Dengan Pemkot Depok

BERIMBANG.COM, Depok – Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna berpesan kepada Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) Kota Depok untuk turut menjalin sinergitas dengan pemerintah dalam bidang sosial. Hal tersebut dilakukan untuk bersama membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Depok.

“Kami selalu mengingatkan kepada seluruh komunitas, termasuk juga MBI untuk melakukan berbagai kegiatan sosial,” tuturnya saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Pengurus MBI Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, belum lama ini.

Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan terus mendukung semua kegiatan positif yang dilakukan MBI Kota Depok. Tentunya yang sejalan dalam mendukung Depok yang unggul, nyaman, dan religius.

Sementara itu, Ketua MBI Kota Depok Makmur Saputra menuturkan, pihaknya akan rutin melalukan kegiatan sosial. Kegiatan yang akan dilakukan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami akan selalu melakukan kegiatan positif untuk kebersamaan dan silaturahmi antar anggota. Selain juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Depok,” pungkasnya.

Depok

HPSN, Walikota Depok Ajak seluruh Masyarakat Ikut Peduli Sampah

BERIMBANG.COM, Depok – Walikota Depok Muhammad Idris, memimpin langsung apel Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada Tanggal 21 Februari itu di yakini Keberadaan sampah tidak hanya menjadi sumber penyakit, tapi juga bisa menjadi sumber bencana jika tidak dikelola dengan benar. Sebagai warga untuk lebih peduli terhadap sampah hasil produksi rumah tangga selama ini.

“Sampah itu sebagai problem utama di sebuah Kota jika mengelolanya tidak baik tentunya akan menjadi sebuah bencana bagi manusia, seperti apa yang tejadi di TPA Leuwi Gajah tahun 2006 yang lalu. Sampai 157 jiwa meninggal akibat robohnya TPA dan menghapus dua perkampungan di sekitarnya,” ujar Idris di acara HPSN yang di pusatkan di TPA Cipayung, Duren Mekar, Bojongsari, Depok, Selasa (21/02/2017).

Idris mengajak seluruh komponen masyarakat Depok untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pengelolaan sampah. Karena kepedulian pada lingkungan hidup akan berpengaruh terhadap besar kecilnya bencana dan kumuhnya di suatu wilayah.

“Geraka memilah sampah dan mengurangi sampah plastik harus kita mulai dari dirinya sendiri, jika peduli dengan lingkungan hidup, maka kita akan hidup bersih, sehat ” ucap Idris.

menurut Idris jika tidak peduli dengan pelestarian lingkungan hidup, terutama sampah akan berdampak buruk pada kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat dan bersama-sama kita menjaga lingkungan kita agar tidak terjadi bencana yang sama-sama tidak kita kehendaki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Etty Suryahati mengatakan, jika masyarakat Depok tidak peduli mulai dari sekarang dengan sampah di sekitarnya dengan mulai memilah sampah, maka bukan tidak mungkin Kota Depok bisa mengalami hal yang sama seperti di Leuwi Gajah.

“Tentu kalau sampai terjadi tragedi ini, tidak kita kehendaki sama sekali. Karena untuk mengembangkan sebuah TPA, saat ini lahannya sudah sangat sulit sekali. Bahkan, tidak ada,” tuturnya.

Eti menambahkan, semua orang butuh membuang sampah. Untuk membuang sampah ke TPA Cipayung saja, pihaknya harus melakukan pemilahan terlebih dahulu. Karena itu, pihaknya sangat terbantu dengan semakin besarnya kepedulian masyarakat yang ikut memilah sampah sendiri.

“Inilah masalah yang kita hadapi saat ini dalam penanganan sampah. Mari kita bersama-sama, bergandengan tangan mulai memilah sampah dari rumah. Agar kuota sampah di TPA Cipayung kita tidak sampai overload,” ajaknya.(adi).