Bogor

BogorJabodetabek

Dua Kelompok Imigran Timur Tengah Terlibat Tawuran Di Puncak

images (23)

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan pemuda imigran asal Afghanistan dan Pakistan terlibat tawuran di depan Hotel Grand Safari, Cisarua, Kabupaten Bogor, pukul 19.00 wib, Senin (21/12/15), malam tadi.

Kejadian berawal ketika beberapa imigran terlibat adu mulut dalam bahasa mereka, di depan pintu masuk Hotel Grand Royal Safari. Melihat hal itu, keamanan hotel mencoba melerai dan mengusir mereka untuk tidak membuat kericuhan di depan hotel, hingga akhirnya para imigran itu bergeser ke depan sebuah mini market, tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

Saat tiba di area parkir mini market, keributan memuncak hingga dua orang diantara imigran itu dikeroyok, sementara yang lainya mencoba melerai. Para pengunjung mini marketpun berteriak dan menghalau mereka untuk pergi dari area parkir. Akhirnya mereka lari kearah villa di samping sebuah bank pemerintah. Mereka kembali saling adu pukul hingga diteriaki tukang ojek setempat. Setelah diteriaki warga, akhirnya mereka membubarkan diri dan membawa teman mereka yang terlibat tawuran.

Ali, salah satu imigran asal Afghanistan yang berhasil dimintai keterangan oleh awak media di lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi pemicu keributan.” Saya tidak tahu kenapa mereka saling serang. Mereka yang terlibat perkelahian itu berasal dari Pakistan dan Afghanistan”. Paparnya kepada wartawan.

Ali menuturkan,  mereka baru saja menghadiri acara konser di Hotel Grand Royal Safari. Acara tersebut dihadiri lebih dari 1000 orang pengungsi asal Timur Tengah. Belum jelas acara apa yang dihadiri mereka di hotel tersebut. Dari beberapa Imigran yang di wawancarai, mereka mengaku tidak bisa berbahasa Inggris maupun Indonesia. (Raden)

BogorJabodetabek

Diduga Korban Perampokan, Petani Ditemukan Tewas Mengenaskan

IMG-20151221-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor  – Warga Kampung Kubang, RT 08/ 02, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki – laki di area pesawahan, Senin (21/12/15) dini hari tadi. Menurut Kapolsek Cileungsi, mayat lelaki yang ditemukan warga itu diduga merupakan korban perampokan.

Saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, Kapolsek Cileungsi Ajun Komisaris Polisi (AKP) Eko menjelaskan, berdasarkan penuturan warga, mayat lelaki itu ditemukan warga sekitar pukul 4.00 WIB, dini hari tadi. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat terlihat menonton hiburan layar tancap di kampung sebelah.

“Kata warga, usai nonton layar tancap, korban langsung ke sawah untuk menjaga traktornya,” tutur Eko menirukan keterangan warga setempat.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut Kapolsek, korban yang ditemukan tidak bernyawa di tengah sawah dalam kondisi tangan dan kaki terikat, dengan kondisi lehernya yang nyaris putus diduga digorok menggunakan senjata tajam itu diketahui bernama Aca Bin Samin (55), warga Kampung Kubang Rt 09/04, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi.

Dugaan sementara, masih kata Kapolsek, Aca merupakan korban perampokan, yang pelakunya diperkirakan lebih dari satu orang, karena  traktor pembajak sawah yang tengah dijaganya hilang, dan yang tersisa hanya banya saja.

“Kami masih memperdalam kasus ini, dan menunggu hasil otopsi jasad korban dari pihak RS Kramat Jati Jakarta. Untuk sementara, dalam kasus ini kami gunakan Pasal 365 ayat 3 tentang pencurian dengan kekerasan”, Pungkasnya. (Raden/Nana)

BogorJabodetabek

Aparat Gabungan Tertibkan PKL Disepanjang Jalan Raya Bogor

IMG-20151221-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Ratusan tempat usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang bantaran Kali Baru Jalan Raya Bogor – Depok Kabupaten Bogor, Senin (21/12/15) pagi tadi, dibongkar aparat gabungan.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Operasi (Kabid Dalop) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bogor, sebelumnya para PKL sudah diberi surat peringatan, namun tetap membandel, hingga akhirnya aparat bertindak tegas.

“Sebelumnya, kami sudah melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan, namun tidak digubris. Hingga akhirnya pada hari ini kami mengambil tindakan tegas dengan melakukan pembongkaran dan mengamankan barang – barang yang ada di lokasi,” kata Kabid Dalop Pol PP Kabupaten Bogor Asnan, kepada sejumlah awak media di lokasi penertiban.

Lebih lanjut, Asnan menjelaskan, eksekusi bangunan liar milik Pkl di kawasan tersebut dimulai pada pukul 10.30 tadi pagi. Dilakukan oleh aparat gabungan dari Pol PP Kabupaten Bogor dan Kota Depok, dibantu juga oleh Aparat TNI dan Polri.

Asnan menyebutkan, pasukan terdiri atas 415 personel gabungan dari Sat Pol PP kota Depok dengan Kabupaten Bogor, enam personel Polisi Militer (PM), 15 personel Polresta Depok, 15 personel TNI, dan puluhan Satgas Banjir Kota Depok. “Masing-masing pasukan dipimpin oleh perwiranya,” tambah Asnan.

Masih kata Asnan, pada tahun 2010 lalu, lapak – lapak para PKL di kawasan itu sudah pernah ditertibkan.  Saat itu, lapak Pkl di sepanjang Jalan Raya Cilangkap, Cimanggis hingga Jalan Raya Mayor Oking Cibinong, mencapai 173 lapak dan jumlah itu semakin baertambah banyak hingga akhirnya Sat Pol PP melakukan pembongkaran paksa.

“Untuk antisipasi bermunculannya kembali lapak – lapak Pkl di kawasan ini, kami akan terus berkoordinasi dengan sat pol pp kota depok, dengan melakukan patroli bersama secara rutin”, Pungkas Asnan. (Raden/Nana

BogorJabodetabek

Truk Pengangkut BBM Meledak, Sopir Dan kernet Hangus Terbakar

IMG-20151216-WA0001

BERIMBANG.COM,  Bogor – Evakuasi jasad sopir dan kernet truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbakar hebat di kawasan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, Rabu, (16/12/2015) siang tadi, berlangsung dramatis. Jasad kedua korban ditemukan warga dalam keadaan mengenaskan, diantara puing kendaraan yang terbakar.

Kecelakaan maut yang terjadi di tikungan Kampung Cilame RT 02/RW 12 Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor ini berawal saat Truk PT Pertamina pengangkut ribuan liter bahan bakar jenis premium yang diduga mengalami rem blong dan kehilangan kendali hingga terperosok ke dalam jurang, dan akhirnya terbakar.

Kapolsek Cigudeg Kompol M. Imam S kepada sejumlah awak media mengatakan,  sekitar pukul 9.00 waktu setempat, truk naas bermuatan bahan bakar premium sebanyak 24.000 liter melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bogor menuju Jasinga. Ditikungan maut ini sang sopir tidak dapat mengendalikan kemudinya, hingga truk terbalik dan masuk jurang, meledak dan terbakar hebat.

“Sopir dan kernet tidak dapat diselamatkan karena saat truk terbakar keduanya terhimpit diantara bodi Truk yang ringsek”, kata Kapolsek Cigudeg, di lokasi kejadian.

Kapolsek menambahkan, api baru bisa dipadamkan setelah empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, diterjunkan ke lokasi.  Sopir dan kernet dievakuasi warga dibantu petugas pemadam kebakaran serta aparat kepolisian.

“Untuk sementara, identitas kedua korban dalam kecelakaan ini belum Diketahui”, Pungkas Imam. (na/rad/yos)

BogorJabodetabek

Makam Gerombolan Pemberontak Di Tanjakan Sebelas Caringin Direlokasi

IMG_20151214_161441

BERIMBANG.COM, Bogor – Sejumlah tulang – belulang kerangka manusia ditemukan warga dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Caringin Kabupaten Bogor, saat melakukan pembongkaran makam tua di Tanjakan Sebelas, kampung Caringin rt 1 rw 2, Desa Caringin, Senin (14/12/15) siang tadi. Menurut warga, kerangka  manusia itu merupakan jasad dari para pemberontak yang tewas dalam pertempuran melawan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Makam tua yang lokasinya berada persis di pinggir jalan alternatif Caringin – Bogor itu dibongkar karena terkena jalur proyek pembangunan jalan Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi (Bocimi).

Pantauan berimbang.com, disaksikan oleh Muspika Caringin, Kepala Desa, Pemuka Agama, serta masyarakat, sekitar pukul 10.00 waktu setempat, operator alat berat milik Sub Kontraktor proyek jalan Tol mulai membongkar lahan pemakaman yang sudah nyaris tidak kelihatan seperti pemakaman ini.

Saat alat berat membongkar tanah, dikedalaman yang relatif dangkal, ditemukan sejumlah kerangka manusia diantara bongkahan material tanah yang padat.

Haji Ahmad Yani (73) warga setempat mengaku menyaksikan saat  anggota TNI dan pejuang yang pada saat itu dikenal dengan Barisan Rakyat (BR) memakamkan ke sebelas jenazah pemberontak yang tergabung dalam kelompok Darul Islam – Tentara Islam Indonesia (DI TII) pada masa itu.

Haji Ahmad Yani menceritakan, jenazah para pemberontak dimakamkan secara massal ke dalam dua buah lubang besar. Para pemberontak itu tewas saat baku tembak dalam pertempuran di Gunung Pangrango, tepatnya di bukit Nanggeleng, Desa Cimande Jaya, Caringin, Jawa Barat, sekitar tahun 1957 silam.

“Waktu itu gerombolan Darul Islam yang dikubur disini sebelas orang. Tapi dua mayat dipindahkan sama keluarganya ke daerah cimande. Sisanya yang sembilan orang masih terkubur disini karena gak jelas asalnya, katanya sih mereka orang garut”, tutur Ahmad kepada berimbang.com di lokasi penggalian makam.

Sementara itu, Kepala Desa Caringin, Fahrudin mengatakan, bahwa tidak ada data akuarat yang dimiliki Pemerintah Desa tentang siapa yang dikuburkan dalam makam tua tersebut. Namun, berdasarkan keterangan para pelaku sejarah di wilayahnya, makam tersebut merupakan kuburan masal dari anggota gerombolan pemberontak yang jumlahnya sebelas orang, sehingga nama tempat tersebut dikenal warga sebagai tanjakan sebelas.

Sejak rencana pembangunan jalan Tol Bocimi disosialisasikan, lanjut kades, pihaknya langsung melaporkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor dalam hal ini melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) tentang keberadaan makam tersebut. Kades menambahkan, setelah disempurnakan, kerangka – kerangka manusia itu akan dimakamkan kembali.

“Siapapun dan apapun latar belakang di masa lalunya, kerangka yang ditemukan ini berasal dari manusia seperti kita. Setelah semua kerangka kami temukan, kami akan sempurnakan sesuai haknya sebagai manusia dan akan kami makamkan kembali di lahan pemakaman milik desa cimande hilir”, Pungkas Kades Caringin. (Raden/Nana)

BogorJabodetabek

Terkait Pembelian Kendaraan Operasional, PT. Duta Cendana Catut Nama Sekda Kab.Bogor

IMG_20151211_154748

BERIMBANG.COM, Bogor – PT. Duta Cendana Adimandiri sebagai Perusahaan Autorhized dealer resmi Suzuki membagikan surat kepada camat dan lurah Kabupaten Bogor, keterangan dalam surat menyebutkan mendapatkan arahan dari Sekda Kabupaten Bogor untuk melakukan pembelian sebuah kendaraan operasional Desa guna memudahkan  pelayanana kepada masyarakat.

Dalam surat tersebut jelas tertera ditujukan kepada Camat dan Lurah agar pembelian kendaraan operasional Desa sesuai yang diinginkan PT. Duta Cendana Adimandiri yaitu jenis mobil APV 1500 CC.

PT. Duta Cendana Adimandiri juga meng iming-imingi bahwa kendaraan yang di rekomendasikan mempunyai keuntungan hemat bahan bakar dan lainnya serta cocok buat.kendaraan di pedesaan.

Sekda Kabupaten Bogor, Adang Suptandar ketika di konfirmasi berimbang.com sudah mendapat laporan dari bagian Asset terkait surat yang beredar atas pencatutan nama sekda oleh PT. Duta Cendana Adimandiri, pihaknya meminta kepada perusahaan untuk segera meluruskan surat tersebut.

Lanjutnya, Adang juga sudah menugaskan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) untuk segera memanggil PT. Duta Cendana Adimandiri serta diminta untuk memberikan penjelasan.

Ketika di konfirmasi berimbang.com terkait apakah pencatutan nama sekda akan diproses secara hukum.

” Untuk langkah selanjutnya, kita lihat nanti,” tulis Adang melalui pesan singkat telepon sesulernya kepada berimbang.com. Jum’at ( 11/12/2015). (Yuli Efendi)

BogorJabodetabek

Camat Cijeruk Siap Antisipasi Kerawanan Masyarakat Menjelang Tahun Baru

IMG-20151210-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemerintah Kecamatan Cijeruk siap melakukan antisipasi kerawanan sosial, penyakit masyarakat, siaga bencana alam, pengamanan  natal dan tahun baru. Hal itu ditegaskan Camat Cijeruk usai menggelar apel siaga bersama jajaran Polsek dan Koramil Cigombong – Cijeruk, kamis (10/12/15) pagi tadi.

Saat ditemui berimbang.com siang tadi, Camat Cijeruk, Hidayat, menjelaskan pentingnya dilakukan berbagai antisipasi, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

“Dikondisi ekstrimnya cuaca saat ini, kami unsur muspika Cijeruk berkomitmen untuk melakukan berbagai antisipasi dan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, apel siaga ini juga menjadi momentum dalam komitmen kami dalam melakukan antisipasi terhadap kerawanan sosial, penyakit masyarakat dan berbagai antisipasi jelang natal dan tahun baru, khususnya di wilayah Cijeruk”, jelas Hidayat.

Lebih lanjut, camat yang lebih akrab disapa Kang Ibing ini, mengatakan, dalam mengimplementasikan komitmentnya, Pemerintah Kecamatan juga memerlukan dukungan dan peran serta masyarakat.

“Program kami tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya dukungan dan peran serta dari masyarakat”, tambahnya.

Sementara itu, masih kata Hidayat dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, jumat (11/12/15) besok, Pemerintah Kecamatan Cijeruk akan melaksanakan program internal “Sinergitas” selama satu hari di Jogjakarta.

Menurut Hidayat, kegiatan tersebut sesuai Permendagri no 4 tahun 2010 tentang Pelayanan Terpadu (Paten) dan Perpub tentang pendelegasian kewenangan penandatanganan perijinan yang diberikan kepada camat.

 “Dalam kegiatan ini kami akan memberikan pelatihan kepada jajaran kaitan dengan standar operasional prosedur  pelayanan terpadu, struktur organisasi tata kerja kecamatan, sebagai salah satu persiapan kedepan kecamatan akan menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  eselon dua. Yang terpenting lagi bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan kami kepada masyarakat”, pungkasnya. (Red)

BogorJabodetabek

Banprov Desa Ciadeg Di Realisasikan

Kantor Desa Ciadeg sedang di renovasi.   (Foto ; Red)
Kantor Desa Ciadeg sedang di renovasi. (Foto ; Red)

BERIMBANG.COM,  Bogor – Bangunan Kantor Desa Ciadeg porak poranda. Namun, kondisi ini terjadi bukan diakibatkan oleh bencana, akan tetapi, pemerintah desa setempat tengah melaksanakan rehabilitasi bangunan kantor desa yang merupakan realisasi dari dana bantuan provinsi Jawa Barat.

Bendahara Desa Ciadeg, Ujang Munawar, mengatakan, kantor desa Ciadeg direhab terakhir pada tahun 2013 lalu, pada masa kepemimpinan kepala desa yang sebelumnya. Maka, saat bantuan dari provinsi diterima, pemerintah desa Ciadeg segera melaksanakan rehabilitasi bangunan.

“Kami mulai melaksanakan perbaikan kantor sejak satu minggu yang lalu. Karena memang kondisi bangunan kantor kami sudah layak untuk diperbaiki”, tutur Bendahara desa yang lebih akrab dipanggil kang Doyok ini kepada berimbang.com. Kamis (10/12/2015) siang tadi.

Lebih lanjut, Doyok menjelaskan, target perbaikan dikonsentrasikan pada bagian atap kantor. Karena kondisi atap sebagian besar sudah dalam keadaan rapuh dimakan usia. Ditargetkan, pekerjaan akan dapat diselesaikan dalam waktu 30 hari.

“Jika dana nya memungkinkan, kami juga akan melakukan perbaikan di ruang ruang kerja staf pada tahap selanjutnya, setelah pekerjaan atap selesai”, tambah Doyok.

Sebagai tambahan informasi, dana bantuan provinsi Jawa Barat di wilayah kecamatan Cigombong baru diterima oleh empat desa, yakni desa Srogol, Ciadeg, Wates Jaya dan Cisalada. Sementara lima desa lainnya yakni, Cigombong, Ciburuy, Tugu Jaya, Pasir Jaya dan Ciburayut terpaksa masih mengisap jempol dan harus menunggu pencairan, karena terganjal kendala administrasi. (Red)

BogorJabodetabek

Kompetisi Sepak Bola Cijeruk Cup Berakhir Damai

Kisruh kompetisi sepak bola Camat Cijeruk Cup berakhir damai.    (Foto: Yosep Bonang )
Kisruh kompetisi sepak bola Camat Cijeruk Cup berakhir damai. (Foto: Yosep Bonang )

BERIMBANG.COM, Bogor – Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya kisruh di pelaksanaan turnamen sepak bola “Camat Cijeruk Cup 2015” berakhir dengan perdamaian. Manajemen Ps desa Cijeruk dan Panitia sepakat melanjutkan sesi akhir turnamen ini dengan menjunjung motto sport membangun sportifitas bersama, tanpa mempermasalahkan lagi kendala yang sebelumnya terjadi.

Kata sepakat kedua belah pihak ini dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, disaksikan oleh kepala desa Cijeruk serta Camat setempat, usai mediasi akhir yang membuahkan kata mufakat.

“Kami telah sepakat untuk menerima keputusan bersama ini, demi menjaga kondusifitas wilayah kecamatan Cijeruk. Namun, kejadian ini tetap harus menjadi catatan besar bersama untuk peningkatan mutu kegiatan mendatang”, ujar manajer PS Desa Cijeruk, Manta kepada berimbang.com. (8/12/2015).

Sementara itu, camat Cijeruk mengatakan, ini merupakan keputusan bersama yang dilahirkan melalui musyawarah karena dirinya akan mengambil opsi tegas jika musyawarah tidak mencapai kata sepakat.

“Dua opsi yang saya berikan dalam permasalahan ini, lanjutkan kompetisi atau bubarkan saja kalo gak ada penyelesaian”, tegas camat Ibing kepada awak media.

Ditempat terpisah, sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk menilai, kondisi yang terjadi dalam turnamen tersebut akibat minimnya kordinasi panitia dengan jajaran kepala desa.

“Kalau saja panitia rajin berkordinasi dengan kami, permasalahan ini tidak akan terjadi. Karena kegiatan ini merupakan hajat kami para kepala desa dengan camat”, pungkas salah satu kepala desa di kecamatan Cijeruk yang diamini oleh beberapa staf kecamatan setempat kepada berimbang.com.

Sebagai tambahan informasi, paska konflik, panitia menjadwal ulangkan tahapan final dalam turnamen. Final ke tiga antara Ps desa Cijeruk dengan PS Desa Palasari memperebutkan juara 3 dan 4 yang sebelumnya akan dilaksanakan hari ini diundur pada hari sabtu (12/12/15) dan grand final memperebutkan juara 1 dan 2 antara PS Desa Tanjungsari melawan PS Desa Warung Menteng akan dilaksanakan pada minggu (13/12/15) mendatang. (Red)

BogorJabodetabek

Kisruh Turnamen Bola ” Camat Cijeruk Cup ” Masih Berlanjut

Mediasi PS Cijeruk dengan panitia.     ( Foto : Yosep Bonang )
Mediasi PS Cijeruk dengan panitia. ( Foto : Yosep Bonang )

BERIMBANG.COM, Bogor – Kisruh dalam pelaksanaan kompetisi sepak bola antar desa “Camat Cijeruk Cup” di kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, makin memanas. Mediasi antara manajemen Ps Cijeruk dengan jajaran panitia turnamen, selasa (08/12/15) pagi tadi berlangsung alot dan belum juga mencapai kata sepakat.

Manajemen PS Desa Cijeruk mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap panitia turnamen yang dinilai tidak tegas dalam menyikapi permasalahan. “Dari jadwal pertemuan hari ini saja panitia udah gak sportif, kami sudah datang ke sekretariat panitia sejak jam 10, tapi sampai sekarang pemain yang keabsahan datanya kami pertanyakan cuma satu orang yang dihadirkan”, ujar Fahad, salah satu official PS Desa Cijeruk kepada berimbang.com usai pertemuan dengan panitia.

Lebih lanjut Fahad mengatakan, bahwa pihaknya semakin mencium adanya indikasi permainan di tubuh panitia yang ditunjukan melalui sikapnya yang tidak profesional. Pertemuan yang awalnya disepakati bahwa panitia akan menghadirkan kedua pemain PS Desa Tanjungsari pada kenyataannya panitia hanya menghadirkan satu orang pemain saja. Sementara pemain lainnya hanya menitipkan berkas identitasnya kepada panitia. PS Desa Cijeruk tetap bersikeras meminta kepada panitia agar menyelesaikan permasalahan sebelum melaksanakan pertandingan Final ketiga yang diagendakan siang ini.

“Kalau masalah ini belum selesai, hari ini tim kami akan hadir ke lapangan namun bukan untuk bermain, tapi kami akan kembali mempertanyakan penyelesaian masalah”, tegas Fahad.

Sementara itu, ketua panitia turnamen menepis dugaan kecurangan manipulasi data yang ditujukan kepada panitia. Pasalnya, pada hari ini panitia sudah memenuhi tuntutan pihak PS Desa Cijeruk dengan menghadirkan pemain yang dicurigai beserta data asli identitas kedua pemain. “Kami kira dengan dihadirkannya data asli dari kedua pemain yang dicurigai itu sudah cukup sebagai jawaban dari permasalahan yang bergulir namun pihak cijeruk tetap bersikeras meminta agar pemain yang satu lagi dihadirkan”, jelas ketua panitia turnamen sepak bola camat Cijeruk Cup, Supriyatna, saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media.

Dengan berbagai pertimbangan, panitia akan tetap melaksanakan pertandingan final ke tiga memperebutkan juara 3 dan 4, antara PS Desa Cijeruk dengan PS Desa Palasari, sesuai jadwal pada pukul 13.00 siang hari ini. “Kami akan tetap melaksanakan pertandingan final ke tiga siang ini”, tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan suporter dan official PS Desa Cijeruk sejak pagi hingga siang ini masih bertahan di area kantor Kecamatan Cijeruk, menunggu keputusan tegas dari panitia. (Red)