Beranda blog Halaman 371

Pemdes Srogol Buat Sumur Bor Dan Instalasi Air Bersih

0

img-20170103-wa0132

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemerintah Desa Srogol bersama Warga membuat
Sumur Bor dan instalasi air bersih yang di peruntukan bagi warga kampung Srogol, Rw 05 mencakup Rt 13 dan 14, masalah air pada setiap musim kemarau di kampung Srogol, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, kabupaten Bogor. Kini sudah teratasi

Menurut Hendra Wildan, Kepala Desa Srogol, Sumur Bor yang sedang di kerjakan oleh warga adalah dana bantuan dari Desa.

"Ini akan mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat ketika musim kemarau yang akan datang, sebagian swadaya dan pemerintah desa hanya bantu peralatan dan pipa paralon untuk mengaliri air bersih ke rumah warga, agar pada musim kemarau nanti warga tidak ada yang teriak kekurangan air bersih," ucapnya Hendra kepada berimbang.com

Dirinya mengakui di saat ini memang warga Kampung Srogol tidak mengalami kekeringan dan masih bisa menggunakan air dari sungai dan sumur artesis, namun pada saat musim kemarau air tesebut mengalami kekeringan dan menjadi masalah yang tak kunjung selesai.

" Bantuan ini mudah-mudahan bisa mengatasi kesulitan air bersih yang selama ini jadi persoalan warga saya, maka pemerintah desa bermusyawarah dahulu bagai mana mengatasi kekeringan yang selama ini menjadi keluhan warga, maka Ketua Rt/Rw sepakat untuk membuat Sumur Bor bagi warga sekitar," pungkasnya

Sementara itu, Suryana warga Rt 13 mengatakan, ia bersyukur bahwa pemerintah Desa sudah memperhatikan warganya yang selama musim kemarau selalu kekurangan air bersih ia yakin setelah di buatkanya sumur bor kekeringan yang menjadi masalah selama kemarau akan teratasi, akhirnya sumur bor yang di harapkan warga dapat di kabulkan oleh pemerintah desa, saya tidak perlu repot lagi beli air galon buat kebutuhan sehari-hari. . (Nn/Wawan)

 

Longsor Menimpa Bangunan Warga Desa Ciadeg

0

img-20170102-wa0027

BERIMBANG.COM, Bogor – Akibat hujan yang begitu deras sehingga menyebabkan Bencana Alam longsor dan menimpa bangunan rumah milik Arben (55) warga kampung Gemrong Rt 03 Rw 08, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (01/01/17) Sekitar jam 15:00 Wib, sore kemaren.

Tebingan yang tingginya kurang lebih 3 meter berhasil menjebol rumah milik Arben yang berada di bawah tebingan tersebut, sehingga merusak bagian Dapur, kamara mandi, dan kamar tidur, akibat tertimpa tanah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, Kini Arben mengalami kerugian material sekitar puluhan juta rupiah.

Warga setempat dan di bantu Babinsa, Babinmas serta Pol PP Kecamatan untuk membersihkan tanah longsoran yang berada di dalam rumah tersebut.

Kepala Desa Ciadeg, Azis Muslim, memgatakan, langsung berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk melaporkan kejadian bencana tersebut ke Kabupaten. Sementara itu Dirinya juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Desa Ciadeg Agar barhati-hati dan antisipasi di takutkan adanya bencana susulan, karena sering turunnya hujan yang begitu deras di tambah angin yang kencang. (Nana/Wawan)

 

Politisi Gerindra Tewas Diduga Dibunuh

0

b0a01e41ae7717dad59d41ef698e0e97

BERIMBANG.COM, Pamekasan – Polres Pamekasan masih kesulitan mengungkap motif tewasnya Ketua PAC Partai Gerindra Pakong Moh Hakim (47) yang diduga menjadi korban pembunuhan, Jumat (30/12).

Apalagi petugas hanya memiliki bagian kecil barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), itupun hanya motor jenis Honda Beat milik korban."Saat ini masih dalam tahap penyelidikan tim Satreskrim dan Polsek Pakong," kata Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki, Sabtu (31/12), seperti dikutip dari Berita Jatim.

"Kami kesulitan mengungkap kasus ini karena minim barang bukti, bahkan tidak ditemukan alat digunakan untuk melukai korban setelah dilakukan olah TKP. Hanya BB motor Beat milik korban," ungkapnya.

Namun pihaknya komitmen untuk terus berupaya mengungkap motif pembunuhan yang sempat menggegerkan partai. "Saat ini kita masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif kasus ini," tegasnya.

"Apalagi hingga saat ini, kami belum mendapat laporan lanjutan persoalan motif kasus ini dari tim yang berada di TKP," pungkasnya.(Rk).

 

Bambang Tri, Penulis Buku ” Jokowi Undercover” Ditangkap Polisi

0

0479c62c97e508d04c1c0e1589a54769

BERIMBANG.COM, Jateng – Kurang dari 24 jam setelah diamankan di daerah Blora, Jawa Tengah, Jumat malam (30/12), Bambang Tri ditetapkan sebagai tersangka, Sabtu (31/12).

Penetapan tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Bareskrim Polri, terkait buku berjudul "Jokowi Undercover" yang ditulisnya.

"Benar, telah dilakukan penahanan setelah pemeriksaan pasca-penangkapan terhadap saudara Bambang Tri," kata Karo Penmas Div Humas Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto kepada wartawan, Sabtu siang.

Dalam bukunya, Bambang menyebutkan jika Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan anak dari WIDJIATNO alias "Nyoto", salah satu tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Berdasarkan hasil gelar perkara, kata Rikwanto, penyidik Bareskrim menyimpulkan bahwa buku ditulis Bambang hanya untuk menarik perhatian masyarakat.

Selain itu, Bambang juga tidak memiliki dokumen pendukung terkait tuduhan pemalsuan data Jokowi yang ditulis dalam bukunya.

"Perbuatan tersangka juga menebarkan kebencian kepada keturunan PKI yang tidak tahu menahu tentang peristiwa G30S PKI Madiun 1948 dan 1965," terangnya.

Atas perbuatan tersangka, penyidik menjeratnya Pasal 16 UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman pidana lima tahun penjara. (Red)

 

DPD Gempa Bogor Gelar Khitanan Massal

0

img-20161231-wa0122

BERIMBANG.COM, Bogor- Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW, Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (GEMPA) DPD Bogor gelar Khitanan Massal terhadap 35 anak yatim dan dhuafa yang di jaring dari wilayah Kecamatan Cigombong,

Acara di hadiri oleh, Ketua Dewan Syuro DPP Pusat Gempa, Ketua umun Gempa, Ketua Gempa Kab.bogor, Anggota Gempa Kab.Bogor dan perwakilan Dari kab Cianjur, Kab .Sukabumi ,kab Pekalongan dan Surabaya, serta Perwakilan Pemerintahan Desa termasuk Babinsa, Babinkamtibmas, Pemuka Masyarakat, dan para keluarga anak-anak yatim itu sendiri, acara yang di gelar di komplek pesantren Islam Al Azhar yang berlokasi di kampung Pasir Menjul, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Sabtu (31/12/16) pagi tadi

"Khitanan masal ini akan menjadi agenda rutin dari Ormas GEMPA yang insya Allah akan dilaksanakan setiap tahun terhadap anak yatim berasal dari wilayah terdekat, Hal ini merupakan Bhakti Sosial dari Ormas GEMPA yang menunjukan keberadaan Ormas GEMPA, selain dibutuhkan juga dirasakan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Ungkap Ust Al Haidar, Ketua DPD Gempa Bogor kepada Berimbang.com.

"Pengennya dalam acara bhakti Sosial kali ini kami menjaring calon pengantin khitanan dari Yatim dan dhuafa se kabupaten Bogor, Namun karena keterbatasan anggaran dan faktor lainnya, maka baru bisa menjaring dari satu Kecamatan, itupun dengan jumlah terbatas.Namun saya harap tidak dilihat dari jumlahnya, namun tekat dan keikhlasan panitia yang didukung oleh donatur termasuk para pengurus Al Azhar, itu yang perlu dihargai dan di Doa'kan semoga ditambahkan rizqinya, disehatkan dan dipanjangkan umurnya serta senantiasa mendapatkan ridho dan perlindungan dari Allah SWT," Harap Alhaidir.

Haidir menambahkan, Acara khitanan masal yang direncanakan dari satu kecamatan Cigombong tersebut kenyataannya diikuti oleh pengantin khitanan dari luar Kecamatan Cigombong, bahkan terdapat pengantin khitanan dari Sukabumi. Hal ini dimaklumi karena Geografis Cigombong yang bertetanggaan dengan Kabupaten Sukabumi, dan khitanan tersebut dilaksanakan dengan seksama, oleh 5 Orang Dokter Spesialis dari klinik Al Azhar dan kemudian mereka mendapatkan bingkisan diantaranya kain sarung, baju koko, peci dan bingkisan lainnya.  (Nana/Wawan)

 

Kades Ciwaru : PT. Bio Farma Dinilai Tidak Ada Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan

0

img-20161230-wa0056

BERIMBANG.COM, Sukabumi– Perusahaan PT. Bio Farma yang berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, kabupaten Sukabumi, tidak ada kontribusi terhadapa lingkungan setempat, sementara perusahaan tersebut sudah berjalan bertahun-tahun.

Menurut Kades Ciwaru, Opik, kepada berimbang.com belum lama ini mengatakan, seharusnya perusahaan yang berada di wilayah desa harus membangun Desa tersebut, dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tidak hanya mengenai kegiatan yang dilakukan perusahaan dimana perusahaan ikut serta dalam pembangunan ekonomi masyarakat setempat, tetapi juga terkait kewajiban perusahaan dalam melestarikan lingkungan.

Jika penanaman modal yang tidak melakukan kewajiban untuk melaksanakan CSR atau TJSL maka berdasarkan pasal 34 UU 25/2007 penanaman modal dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal, atau, pencabutan kegiatan usaha. Selain dikenakan sanksi administratif, penanaman modal juga dapat dikenakan sanksi lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pasal 3 ayat 3 UU 25/2007, Tegasnya (Nn/Wwn)

 

Jembatan Gantung Penghubung Rumpin Dan Lewiliang Tak Kunjung Diperbaiki

0

img-20161229-wa0082

BERIMBANG.COM, Bogor – Sebuah jembatan gantung yang menjadi penghubung dua Kecamatan, yakni Rumpin dan Leuwiliang, yang kondisinya sangat memperhatinkan. Namun jembatan reot itu terpaksa harus dilalui warga untuk keperluan mereka seperti untuk mencapai ke Pasar Leuwiliang dan melakukan aktifitas sehari-hari.

Jembatan yang dirakit menggunakan plat besi ini dulunya merupakan jembatan kayu, yang kemudian direnovasi pada tahun 2007, tepatnya di Kampung Parung Singa RT 02 RW 08, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Masnah (45) salah satu warga setempat mengatakan, jembatan Rawayan dulu terbuat dari rakitan bambu, setelah Rahmat Yasin menjadi Bupati Kabupaten Bogor jembatan ini langsung direnovasi menggunakan plat besi,

“Jembatan Rawayan ini penghubung dua Desa, Desa Leuwibatu dan Desa Karehkel. Kalau ngojek ke pasar Leuwiliang itu 30 ribu. Tapi kalau lewat jembatan ini cukup jalan kaki menuju Desa Karehkel dan pasar Leuwiliang, kami harap jembatan tersebut segera di perhatikan", ungkap Masnah kepada Berimbang. com, belum lama ini

Sementara itu, H. Daen, Sekretaris Desa Leuwibatu mengatakan, bahwa perbaikan jembatan penghubung dua kecamatan itu sudah diajukan setiap Musrembang Kecamatan pada tiap tahunnya, Tapi sampai saat ini belum ada kabar terkait tindak lanjutnya.

"Setiap tahun malah saya selalu mengajukan soal jembatan gantung Rawayan ke Dinas terkait bahkan setiap Rapat Musrembang juga selalu saya ajukan,” ujarnya. (Nana/Wawan)

 

Pemdes Ciburayut Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan

0

img-20161228-wa0013

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemerintah Desa Ciburayut gelar acara Deklarasi ODF, Stop Buang Air Besar Sembarangan, sanitasi total barbasis masyarakat (STBM).

Acara tersebut di hadiri oleh Muspika Kecamatan Cigombang, Dinas Kesehatan Kabupaten yang di wakili oleh P2PKL, Kepala UPT Kesehatan Kecamatan Cigombong, Para Kepala Desa Sekecamtan Cigombong, Rt/Rw, dan Tokoh Masyarakat Setempat, acaya yang berlangsung di depan kantor Kepala Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Rabu (28/12/16) pagi Tadi

Dalam sambutannya Kepala Desa Ciburayut, Candralena mengatakan, dalam rangka mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan bagi masyarakat  Desa Ciburayut Kecamatan Cigombong, Secara Geografis  Desa Ciburayut  merupakan dataran tinggi maka desa ciburayut banyak di jumpai mata air yang di manfaatkan  sebagai  sumber air bersih, sungai serta kolam dari limpahan air yang mengalir dari mata air.

" Dengan kondisi tersebut merupakan tantangan yang besar  bagi program STBM karena sebagian besar masyarakat adalah pekerja buruh tani dan buruh pabrik hingga susah di temui pada siang hari untuk dilakukan pemicuan, Banyak masyarakat yang menggunakan sebagai sarana MCK, dan ditemukan BECA diatas kolam sebagai tempat buang air besar, sosial ekonomi masyarakat yang rendah sehingga susah untuk membuat sarana jamban," ungkapnya

" Kami di tingkat desa dengan dukungan penuh dari tim Stbm tingkat kecamatan  yang setiap minggu kami turun bersama-sama untuk melakukan pemicuan Monev ke masyarakat, alhamdulilah tahap demi tahap masyarakat dapat merubah perilaku untuk tidak buang air besar sembarangan, jelas Candralena.

" Ucapan terimaksih yang besar kami sampaikan kepada bapak Camat dan kepala UPT puskesmas Cigombong yang setiap saat turut serta  ke masyarakat untuk mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang di jumpai masyarakat diantaranya adalah memimpin musyawarah  untuk membongkar Beca yang di pakai masyarakat  sebagai sarana umum untuk buang air besar di atas kolam, disampaing itu upaya pencarian donatur untuk membantu masyarakat ekonomi lemah yang telah berubah perilakunya hingga bisa membangun sarana jamban sederhana", Pungkasnya. (Nana/ Wawan)

 

Penemuan Anak Kambing Mirip Manusia Hebohkan Warga

0

11ba4d6a03478528a44318c8ed142409

BERIMBANG.COM, Ogan Ilir  – Warga yang berada di Desa Arisan Deras Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) dihebohkan dengan penemuan ada anak kambing yang menyerupai manusai, Selasa (27/12/2016), sekitar pukul 17.00 WIB. 

Dan sontak hal tersebut jadi perhatian dan tontonan warga sekitar yang ingin melihat secara langsung penemuan tersebut. 

"Anak kambing tersebut milik Anang yang merupakan warga Dusun 2 RT 03, Desa Arisan Deras, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten OI. Yang dalam kondisi mati dan kini telah dikuburkan oleh sang pemilik disaksikan kades dan warga sekitar" Kata Ardi salah seorang warga sekitar. 

Sementara itu, Kades Arisan Deras, Syawaludin mengatakan bahwa berdasarkan keterangan pemilik kambing, jika induk kambing sudah dua hari ini susah melahirkan dan mati tanpa sebab.

“Kata Anang selaku pemilik kambing, kambingnya mau lahir, tapi sudah dua hari ini susah lahir dan tiba-tiba mati,” Katanya.

Dijelaskannya, "Pemilik kambing lalu berinisiatif untuk membedah isi perut kambing tersebut dan terkejut jika anak kambing menyerupai manusia dan menghubungi saya selaku kades. Kepala, badan lengan mirip manusia. Kondisinya pucat dan sama dengan manusia, tapi kaki dan ujung kaki mirip kambing. Dan sekarang anak kambing itu sudah dikubur,” Paparnya. (Abd).

 

Ugal – Ugalan Dijalan, Pengendara Mobil Dihajar massa

1

 

img-20161227-wa0095

BERIMBANG.COM, Bogor –  Tiga pria pengguna  mobil Honda Jazz Warna putih ber No Polisi F 1721 S ugal-ugalan di jalan alternatif Cihideng-Cigombong akibatnya mobil tersebut menabrak beberapa kendaraan roda hingga pelaku melakukan tabrak lari, setelah berhasil di kepung warga, sopir dan temannya langsung di hakimi oleh ratusan warga sampai babak belur, tepatnya di kampung Cimenteng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Selasa (27/12/16) sore tadi.

Informasi yang dihimpun berimbang.com, pelaku tabrak lari diantaranya, Yana Sumiaji (20) beralamat Cimahi Cibaraja Sukabumi, Aras (19) beralamat Tipar kota Sukabumi, dan yang satunya tidak di ketahui identitasnya karna berhasil melarikan diri, kedua pelaku langsung di amankam Polsek Cijeruk-Cigombong.

Kepada Berimbang.com, Bayu (27) saksi kejadian mengatakan, Awalnya mobil sejenis honda jazz warna putih dengan No polisi F 1721 S, melaju kencang dari arah Bogor sehingga menabrak motor yang sedang berjalan di kampung Warung Kupa, Desa Cipelang, mobil tersebut tidak berhenti malah tambah ngebut lalu warga mengejarnya sampai perumahan Lido Permai cigombong,

" Berhubung jembatan Cigombong yang sedang di bangun mobil itu masuk perumahan dan keluar lagi sehinggag menabrak lagi tiga motor dan langsung lari kembali ke arah Cijeruk, melihat mobil tersebut sudah tidak terkendali dan melaju sangat kencang di pertengahan tepatnya di kampung Citiis Desa Ciburayat lagi-lagi menabrak motor yang sedang berjalan sehingga korban luka parah dan langsung di bawa ke Rumah Sakit Ciawi," terang bayu.

" Terakhir mobil tersebut berhasil di kepung oleh ratusan warga di kampung Cimenteng Desa Warung Menteng, tanpa basa basi pengemudi dan temannya langsung di keroyok sampai babak belur, di temukan dalam mobil tersebut ada minuman keras," ungkap bayu.

Hingga berita ini di turunkan belum di ketahui Motif kejadian tabrak lari ini terjadi, sehingga mengakibatkan banyak memakan korban jiwa. (Nana/Wawan).

Editor : Redaksi