Beranda blog Halaman 370

Pemilihan Ketua RW 05 Desa Srogol Akan Segera Digelar

0

IMG-20170116-WA0007

BERIMBANG.COM, Bogor –  Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua RW 05   Sebanyak 400 kepala keluarga ( KK) menjadi hak pilih meliputi tiga RT yaitu RT 13, 14, 15, kampung Srogol, Desa Srogol, kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Bakri selaku Ketua Panitia mengatakan, untuk pemilihan ini hak pilih di ambil dari Per Kepala Keluarga, Dari tiga RT terdata ada 400 (KK) yang berhak ikut memilih, itupun menurutnya dari hasil kesepakatan dari para Calon, Ketua RW baru yang terpilih akan memimpin kampung Srogol stelama tiga tahun kedepan, 2017 sampai 2020.

"Kami mulai pemilihan ini pukul 8:30 Wib, agar pemilihan tidak terlalu siang, dengan dua calon ketua Rw diantaranya, Ape Syapei No urut (1), dan Atang Santana No urut (2), saya berharap apa bila salah satu calon terpilih dapat menjadi pemimpin yang amanah untuk kemajua wilayahnya" Ujar Bakri kepada berimbang.com, Minggu (15/1/17)

Hendra Muhamad Wildan Kepala Desa Srogol menambahkan, ia mendukung  kepada panitia dalam pelaksanaan pemilihan Ketua RW tersebut, karena panitia dalam  pemilihan ini ada pendidikan demokrasi dan kejujuran, maka panitia sengaja mengemasnya seperti Pemilu untuk memberikan pembelajaran dan kesadaran akan demokrasi yang benar terhadap warga. Dan warga pun menyambut antusias bahkan sangat mendukung pelaksanaan acara ini. 

"Saya akan dukung penuh siapapun yang terpilih menjadi ketua RW,  untuk Ketua RW baru harus bermasyarkat dan bijaksana, apa bila ada kekurang nyamanan di masyarakat ketua RW harus bisa menenangkan warganya" tegasnya.

Pada pukul 12:00 Wib panitia menutup pemilihan sesuai kesepakatan kedua Calon, lanjut untuk penghitungan suara, dari 400 kk yang memilih suara yang masuk hanya 204 suara, 105 suara di dapatkan Calon No urut (1) yaitu Ape Syapei, 83 suara di dapatkan No urut (2) yaitu Atang Santana, dan suara tidak sah 16. maka dengan demikian Ape Sapei berhak menjadi ketua Rw 05 di kampung Srogol, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong tiga tahun kedepan. (Nana/Wawan)

 

Warga Cipamulaan Resmikan Masjid Attaqwa

0

IMG-20170115-WA0091

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Warga Kampung Cipamulaan Resmikan Mesjid AT-TAQWA yang baru selesai di bangun beberapa waktu lalu. Sekaligus mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad  SAW. 1438 H. 

Sementara itu, terselenggaranya acara tersebut berkat dukungan warga masyarakat di lingkungan sekitar, beserta para pemuda yang tergabung dalam organisasi remaja mesjid AT-TAQWA, Tepatnya di Kampung Cipamulaan Rt. 07/03 Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu 15/01/2017.

"Alhamdulilah berkat kerjasamanya kami dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat yaitu meresmikan mesjid yang baru selesai dibangun, Sekaligus memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. yang bertujuan mempersatukan masyarakat khususnya yang ada di lingkungan Mesjid Jami AT-TAQWA ini," ungkap Ketua Panitia Ato Nurwanto Kepada Berimbang.com di Sela acara. Minggu 15/01.

lanjut dia, meskipun persiapan waktunya cukup mendesak hanya satu bulan dari awal perencanaan, tapi alhamdulilah berkat dukungan serta partisipasi masyarakat yang begitu antusias.

" Dan tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada warga masyarakat Rt. 07/03, khususnya kepada para pemuda yang terbagi kepada be-berapa bagian di antaranya Pemuda Bank Sampah Karya Mandiri Cipamulaan yang berkolaborasi dengan Pemuda Remaja Mesjid Jami AT-TAQWA. Berkat kerja keras mereka Alhamdulilah Acara ini bisa terlaksana," tuturnya.

Tambah dia, untuk puncak acaranya akan selenggarakan nanti malam, yaitu Tablig Akbar dengan penceramah Habib Zaki serta KH. Muhajir Muhammad Apandi dari Bogor. " mudah-mudahan dengan terselenggaranya acara tersebut dapat meningkatkan ketaqwaan kita yang paling utama,serta mempersatukan umat," pesan Ato..

" Disamping itu, kami ucapkan terimakasih kepada para dermawan-dermawan yang ikut andil berdirinya masjid ini, sampai dengan Terselenggaranya acara tersebut," tutupnya.(Oloan/yosep).

 

Kapolri Berhalangan Hadir Untuk Temui Pengunjuk Rasa 161

0

813d808a487cc8182967096073374dc2

BERIMBANG.COM, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian berhalangan hadir untuk menemui perwakilan massa dari Laskar Pembela Islam (LPI) yang akan berunjuk rasa di Mabes Polri, Senin (16/1/2017).

Namun, menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan, ada perwakilan pejabat dari Mabes Polri yang akan menemui pihak pengunjuk rasa tersebut.

Rencananya, para pengunjuk rasa itu akan berkumpul di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Setelah itu, mereka dijadwalkan melakukan longmarch dari Masjid Al-Azhar ke Mabes Polri.

"Mereka berkumpul misalnya di Masjid Al-Azhar, perwakilan bisa audiensi. Nanti ada pejabat mabes yang ditunjuk untuk audiensi," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan, kepada wartawan, Minggu (15/1/2017).

Massa LPI terdiri dari berbagai ormas Islam termasuk Front Pembela Islam (FPI).

Mantan Kapolda Metro Jaya itu berhalangan hadir karena akan menghadiri rapat. Namun, kata Iwan, aspirasi dari para pengunjuk rasa itu juga tetap akan diterima oleh Kapolri.

Menurut dia, Kapolri telah menunjuk salah satu pejabat di Mabes Polri yang akan menerima pengunjuk rasa.

Nantinya, aspirasi itu akan disampaikan langsung kepada orang nomor satu di instansi Polri.

"Kami sediakan pejabat yang menerima. Kalau maksa ini kan rapat penting. Kan yang penting aspirasi bisa sampai. Nanti juga sampai ke pimpinan Polri. Jadi tak ada alasan untuk tetap bertemu beliau. Aspirasi bakal sampai kan," ujarnya.

Tuntutan aksi 161 ada dua.

Pertama menuntut dan meminta kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar segera mencopot Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan, yang telah melakukan pembiaran dan mengakibatkan terjadinya insiden penyerangan dan penganiayaan terhadap massa ormas Islam FPI oleh massa ormas LSM GMBI.

Kedua, menuntut kepada Mabes Polri agar mencari dan menangkap aktor intelektual dan pelaku lapangan terhadap penyerangan dan penganiayaan massa ormas Islam FPI oleh massa ormas LSM GMBI.

Sumber : Tribunews.com

 

Bantuan Kades Pabuaran Kurang Maksimal, Warga Cari Donatur Sendiri

0
Pemuda dan Masyarakat Desa Pabuaran sedang melaksanakan kerja bakti ( Foto : Ist)
Pemuda dan Masyarakat Desa Pabuaran sedang melaksanakan kerja bakti ( Foto : Ist)

BERIMBANG.COM, Bogor – Warga RT 01, 02, 03, 04, RW 06 Kampung Ciherang Lame, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, beramai ramai melakukan swadaya betonisasi jalan lingkungan di jalan lalapenta belum lama ini.

Ketua RW 06, Empe mengatakan, pekerjaan yg dilakukan melibatkan warga RT 01, 02, 03, 04 dan ada salah satu Ormas Pemuda Pancasila yang ikut membantu dengan panjang jalan 180m, lebar 3m, dan ketebalan antara 8cm s/d 10cm tanpa ada yang tidak di cor.

Hal yang sama dikatakan ketua RT 02, Muslim, jumlah molen yang ada sebanyak 60 kubik yang didapat dari hasil kerja keras aparat RT, RW, dan Warga setempat kesana kemari mencari donatur alhasil ada beberapa para donatur yang bisa ikut membantu, warga  sangat  bersyukur masih ada yang bisa membantu dan kami sangat berterima kasih kepada para donatur yang dermawan.

Kepala Desa pabuaran, Atika Fauji hanya membantu memberikan sejumlah dana rp 500.000 saja untuk beli kopi, itupun diterima  pedahal aparat RT dan RW sudah beberapa kali meminta bantuan untuk beli sebagian betonnya saja soalnya anggaran dana untuk beli beton ini sangat besar, tetapi aparat RT, RW dan Warga tidak putus asa mencari bantuan dari yang lain, "ujar Empe kepada berimbang.com.

"Alhamdulillah untuk makan dan minum pekerja saja, kami dapatkan dari warga yang membantu secara swadaya, kami semua Warga disini benar-benar kompak dan sanget antusias mengerjakannya demi membangun kampungnya, ujar Empe.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat setempat, bapak KH. Zaenal Abidin, yang akrab dipanggil H Iding mengatakan, Kepala Desa sebagai pejabat pemerintah seharusnya benar- benar ikut terjun dan berjuang untuk masyarakat supaya masyarakat itu tidak bertanya tanya dan tidak ada hal-hal yang menjurus ke arah negatif, di harapkan Kepala Desa lebih mengerti ke depannya.(Red)

Warga Kampung Cisolok Digegerkan Dengan Penemuan Mayat

0

IMG-20170114-WA0071

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Warga Kampung Cisolok Geger dengan penemuan sosok mayat tanpa identitas,Tepatnya  di Pantai Nambo     
belakang Vila Gurilap Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sekitar pukul 11.00 Wib, Sabtu (14/01/2017)

"Awalnya kami berniat main-main saja ke Pantai  Nambo, namun sesampainya dilokasi saat hendak main ke pinggir Pantai kami di kagetkan dengan Sesosok Mayat tergeletak, tanpa berpikir panjang kami langsung berteriak mminta tolong kepada warga yang ada di sekitar pinggiran Pantai, tidak lama kemudian warga berdatangan, dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak polsek setempat, lalu selang beberapa lama pihak Anggota dari polsek Cisolokpun tiba di lokasi," ungkap Ridwan (25) Saksi mata Kepada awak media di loksi,

Menurut Kapolsek Cisolok, AKP. Hotmen Situmorang, memang benar kami dari pihak Kepolisian mendapatkan laporan dari warga terkait penemuan Mayat tanpa identitas, dan kami langsung menuju kelokasi untuk melakukan evakuasi Mayat tersebut, serta belum diketahui sebab akibat terjadi kematiannya, kendati ditemukannya sudah dalam keadaan meninggal Dunia,

"Tindakan yang kami lakukan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), membungkus mayat dengan kantong jenazah dan langsung membawanya ke RSUD palabuhanratu untuk dilakukan otopsi, dan membuat surat pengantar otopsi dan melaporkan kejadian tersebut ke Kapolres Sukabumi," terangnya. (Oloan/Nn)

 

Geram, Massa FPI Bakar Posko GMBI Di Ciampea

0

IMG-20170113-WA0040BERIMBANG.COM, Bogor – Massa organisasi Front Pembela Islam (FPI) membakar markas organisasi masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang berada di Tegalwaru, RT05/03 Desa Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 13 Januari 2017. Peristiwa terjadi sekitar pukul 03 00 WIB.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi, Yusri Yunus mengatakan bahwa jumlah diperkirakan massa 150 orang. Mereka dari FPI Ciampea Jamaah Majelis Arasyafaat yang dipimpin oleh Basyit dari Pondok Pesantren At-Taqwa Cikampak Ciampea, Bogor.

Yusri menjelaskan, penyebab kejadian itu dipicu berkembangnya isu bahwa ada anggota FPI atas nama Syarief menjadi korban penusukan dan perusakan mobil akibat bentrok yang terjadi kemarin, Kamis, 12 Januari 2017. Sehingga memicu kemarahan massa FPI di Ciampea, Bogor.

"Atas kejadian tersebut mengakibatkan kerugian satu buah rumah dan sekretariat GMBI dibakar. Tidak ada korban jiwa," kata Yusri Yunus dalam keterangan persnya, Jumat, 13 Januari 2017.

Menurut Yusri, sebelum kejadian itu anggota kepolisian telah melakukan pengamanan agar tidak terjadi aksi pengerusakan dan pembakaran.
Pengamanan itu terbagi menjadi dua yaitu, di lokasi Markas GMBI yang dipimpin oleh Kapolsek Ciampea sebanyak 15 anggota polisi. Kemudian di Markas FPI Majelis Arasyafat Jembatan Cinangneg, Ciampea berjumlah 5 orang anggota polisi.

"Kapolsek Ciampea Kompol Nyoman Yudana sebelumnya telah melakukan imbauan dan negosiasi terhadap massa yang ingin mengetahui keberadaan markas GMBI, namun tidak bisa dihalau karena kalah jumlah," ujar Yusri Yunus. (Red).

Pemdes Pasir Jaya Wujudkan Pembangunan Posyandu

0

IMG-20170113-WA0023

BERIMBANG.COM, Bogor- Posyandu merupakan pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana, pembangunan Posyandu yang menjadi salah satu kebutuhan warga masyarakat.

Kini pemerintah Desa wujudkan pembangunan Posyandu yang dilaksanakan di kampung Loji Rw 05 dan kampung Pasir Jawa Rw 07, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Dikatakan Ina Suryati Ketua Rw 05 kepada berimbang.com, Kegiatan Pembangunan Posyandu ini bukti nyata perhatian dari pemerintah Desa terhadap masyarakat, selama ini kegiatan pelayanan di laksanakan di rumah Kader, dirinya berharap dengan adanya bangunan Posyandu di wilayah Rw nya, masyarakat lebih Semangat dan menjaga kesehatannya terutama kepada Ibu hamil dan Balita Untuk rutin mendatangi pelayanan Posyandu pada setiap bulan yang sudah di tentukan.

Sementara itu, Kepada Desa (Kades) Pasir Jaya Gina Garmina mengatakan, berdasarkan aspirasi dari masyarakat dan para Kader kami bangun Posyandu, pembangunan pada awal tahun ini yang berlokasi di dua titik diantaranya Rw 05 dan Rw 07. Pembangunan ini bentuk realisasi dari Dana Aspirasi. 

"Sebelumnya sudah beberapa Posyandu yang kami bangun di setiap Rw, insha allah untuk pembangunan Posyandu di Rw lainnya akan kami bangun dengan bertahap. Karena Posyandu adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas kesehatan,"terangnya. (Nana/Wawan)

 

Gonjang Ganjing Partai Pengusung Walikota Depok, Wakil Walikota Lebih Pentingkan Kerja Dan Kerja

0

photo_20170111_182834BERIMBANG.COM, Depok – Wakil Walikota Depok sekaligus Ketua Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna tak mau ambil pusing terkait isu pengunduran partainya sebagai pengusung Walikota dan Wakil Walikota Depok periode 2015 sampai dengan 2020, pasalnya Wakil Walikota Depok lebih fokus kepada kerja sebagai Wakil Walikota yang diembannya sekarang bersama Walikota Depok.

" Saya tidak mau ambil pusing dengan isu yang beredar dimasyarakat karena dengan terpilihnya saya sebagai Wakil Walikota Depok merupakan amanah yang harus saya emban agar masyarakat lebih sejahtera kedepannya, jadi saya tidak mau tergganggu dengan hal yang seperti itu" ujar Pradi diruang kerjanya di Balaikota Depok. Rabu (11/1/2017).

Pradi Supriatna menerangkan, Pemerintahan yang sekarang dipimpinnya bersama Walikota Depok lebih maju dari sebelumnya, angka Sisa Lebih Anggaran (SILPA)  yang sempat melonjak hampir 30 persen dari APBD Kota Depok ditahun 2015 sekarang ini drastis menurun.

" Silpa yang terbesar adalah di dunia pendidikan, untuk itu kami dapat mengurangi Silpa yang ada lebih berkurang sebelumnya jadi kami sudah atasi semaksimal mungkin untuk lebih membangun Kota Depok lebih maju dan lebih fokus untuk kepentingan masyarakat," Pungkasnya. (Iik). 

 

Hasbulllah Rahmad : Bersitegang Partai Pendukung Walikota Depok, Rakyat Yang Dirugikan

0

photo

BERIMBANG.COM, Depok – Anggota DPRD Jawa Barat daerah pemilihan Depok dan Bekasi, Hasbullah Rahmad menyikapi terkait isu ditariknya dukungan Partai Gerindra terhadap Walikota Depok, Muhammad Idris, pasalnya dengan  ditarik dukungan tidak terlalu berdampak bagi partai pengusung kecuali bilamana masih jadi calon walikota efeknya Walikota yang sekarang tidak akan jadi Walikota Depok.

Tetapi bila menarik dukungan sudah menjadi walikota dan sudah dilantik, partai pengusung tidak bisa berbuat apa -apa karena sebagai Kepala Daerah mempunyai kewenangan serta kebijakan yang dapat diambil langsung oleh Kepala Daerah tanpa harus melibatkan Wakil Kepala Daerah.

" Memang untuk secara kewenangan, Kepala Daerah mempunyai hak untuk melakukan segala kebijakan seperti contoh tidak dilibatkannya Wakil Walikota bila ada mutasi pejabat dilingkungan Pemerintahan Kota Depok," ucap Hasbullah belum lama ini di Jalan KSU, Kalimulya Depok.

Tetapi menurutnya, seyogyanya Wakil Kepala Daerah diajak komunikasi atau diskusi bila mana ada kebijakan-kebijakan yang diambil karena tanpa ada saling dukung mendukung akan tidak harmonis untuk keduanya dan dampaknya masyarakat Depok yang nantinya dirugikan.

Lanjut Hasbullah, Didalam pengesahan APBD oleh DPRD Depok akan menjadi terkendala bilamana tidak adanya pro ke pemerintah dan mengakibatkan pembangunan pastinya akan terhambat yang dirugikan masyarakat juga karena keputusan DPRD adalah collective colegial yang wajib diputuskan bersama-sama, bilamana didalam keputusannya itu tidak pro ke pemerintah apalagi Partai Gerindra bisa menggalang dukungan untuk tidak mendukung pemerintah.

" Masyarakat yang jadi imbasnya bila terjadi bersitegang dengan partai pengusung, kita harus mementingkan rakyat daripada kepentingan partai apalagi sudah menjabat kepala daerah, publik yang harus dipentingkan," jelas Hasbullah.

Untuk itu, masih Hasbullah, bila terjadi permasalahan diantara pejabat pimpinan daerah harus cepat diselesaikan dengan komunikasi yang baik agar segala permasalahan miskomunikasi atau apapun yang terjadi sekarang ini dapat diselesaikan.(iik)

 

Warga Keluhkan Jalan Alternatif Cigombong Belum Ada Perbaikan

0

img-20170106-wa0095

BERIMBAMG.COM, Bogor – Jalan Alternatif Cigombong tepatnya di kampung Cilembar, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kini menjadi keluhan warga dan para pengendara. Pasalnya jalan yang rusak dan berlubang sering memakan korban kecelakaan, dan tidak menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Bogor.

Dikatakan Kepala Desa Pasir Jaya Gina Garmina kepada berimbang.com, Jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang harus menjadi perhatiaan dari Dinas Bina Marga. Jalan yang rusak akibat selokan air yang tidak tersalurkan ketika saat hujan turun air naik ke ruas jalan sehingga menyebabkan rusaknya jalan tersebut.

"Akibat jalan rusak sering terjadinya kecelakan di jalan tersebut sehingga banyaknya keluhan dari warga dan para pengendara, dirinya meninta kepada Bina Marga untuk segara memperbaikinya sebelum banyak lagi korban kecalakaan lainnya, apalagi jalan tersebut rusaknya pas pada tingungan," ujar Gina.

Saat Wartawan Berimbang.com mengkompirmasi Kusnadi, Pengamat jalan yang bertugas di  UPT Bina Marga Ciomas, mengatakan, pihaknya sudah mengajukan untuk perbaikn jalan dan memasang yudit sepanjang kurang lebih 100 meter, pengajuan tersebut pada tahun 2016 kemaren namun tidak terlaksana dan pihaknya akan mengajukan kembali pada tahun. (Nana/Wawan)