Beranda blog Halaman 369

Polres Bogor Terus Dalami Praktik Pungli Proyek Tol Bocimi

0

IMG-20170213-WA0051

BERIMBANG.COM, Bogor – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor terus mendalami kasus dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pembebasan lahan untuk pembangunan proyek jalan Tol Bogor – Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Senin (13/02/2017) 

Penyidik dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor direncanakan akan memanggil sejumlah warga penerima Uang Ganti Rugi (UGR) alias korban pungli untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Kasubbag Humas Polres Bogor, AKP, Ita Puspita Lena menuturkan, kasus dugaan pungli dalam pembebasan lahan untuk proyek Tol Bocimi di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong  awalnya ditangani Satreskrim Polsek Cigombong kini diambil alih Satreskrim Polres Bogor dan proses penyidikan sedang berjalan. Untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, menurutnya, membutuhkan keterangan saksi dan alat bukti sehingga dibutuhkan proses waktu.

" Kasus dugaan pungli dalam proyek tol Bocimi, kini ditangani Satreskrim Polres Bogor dan penyidik sedang melakukan penyidikan dengan memanggil sejumlah saksi," Ujar AKP Ita Puspita saat dihubungi via selulernya. Minggu (12/2/17)

Sementara itu, fakta mengejutkan terjadi dilapangan. Sejumlah warga penerima UGR gelombang 1 (satu) korban praktik pungli mengaku diancam bakal dituntut balik oleh pihak yang  melakukan pemotongan jika memberikan kesaksian dalam kasus tersebut sehingga mereka meminta perlindungan dari aparat hukum.

" Kalau memberikan kesaksian kami akan dituntut balik. Kami siap membantu aparat hukum dengan menjadi saksi agar kasus ini bisa diungkap, tapi perlu juga perlindungan pemerintah supaya merasa aman," ungkap DN (47) warga asal Kampung Pangatian, Desa Wates Jaya.

Upaya pengancaman terhadap warga penerima UGR yang menjadi korban pungli ini langsung mendapat reaksi dari Anggota Dewan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan meminta agar warga yang menjadi korban agar tidak terpengaruhi ancaman dari pihak yang diduga terlibat pungli, karena akan ada perlindungan dari pemerintah maupun lembaga terkait. Ia juga mendesak jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, turun tangan membantu penyidik dari Polres Bogor agar kasus itu segera terungkap.

" Jangan takut diancam. Kesaksian warga yang menjadi korban dibutuhkan aparat hukum dalam membongkar kasus ini. Semua elemen masyarakat harus ikut mengawasi proses penanganan atau penyidikan yang sedang dilakukan Polres Bogor, termasuk anggota dewan," ujarnya.

Politis partai Gerinda itu berharap ada keseriusan aparat hukum dalam membongkar kasus pungli tersebut. Pasalnya, nominal pemotongan yang dilakukan oknum terhadap penerima UGR sangat tinggi sehingga merugikan masyarakat.

" Saya sudah menerima laporan adanya pungli tersebut saat menghadiri rapat Musrembang di wilayah Cijeruk dan Cigombong. Bahkan ada warga penerima yang dipotong hingga puluhan juta, jadi kasus ini harus diusut tuntas," tegasnya. (Na)

 

Rawan Bentrok, Bukit Alisano Cipelang Ditutup

0

IMG-20170213-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cijeruk melaksanakan Patroli di sekitaran Bukit Alisano dalam rangka mengantisipasi kerawanan bentroknya para pengunjung dengan Warga Desa Cijeruk dan Desa Cipelang yang sering melakukan Sweping di lokasi Bukit Alisano di Wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Belum lama ini.

Pasalnya setelah di tutupnya Bukit Alisano oleh pihak Muspika Kecamtan Cijeruk beberapa minggu lalu, masih saja banyak para pengunjung yang datang kelokasi untuk melaksanakan kemah.

Kepada berimbang.com, Rony Komandan Regu (Danru) Pol PP mengatakan, Patroli di laksanakan selama 24 jam, dari pukul 8.00 (sabtu) pagi, sampai pukul 11.00 (minggu) siang. " Di laksanakannya Patroli ini, karena Ratusan Warga Kawung Luwuk Desa Cijeruk sering melakukan Sweping ke Bukit Alisano setiap hari sabtu malam minggu," ujar Rony.

Lebih lanjut Rony menjelaskan, anggotanya jaga 24 jam dari sabtu pagi hingga minggu siang, karena para pengunjung yang datang ke bukit ini paling banyak hari sabtu sampai minggu, sebelum adanya sweping dari warga seperti minggu-minggu kemarin maka instasinya melakukan antisipasi sebelumnya. 

" Masyarakat mempercayakan kepada kami mengenai keamanan bukit ini. Setelah di laksanakannya Patroli tidak ada satu orang pun warga yang datang kelokasi untuk melakukan sweping. Kami juga sebagai Petugas Trantibum, karena Bukit ini sudah di tutup maka yang datang ke sini kami berikan pengertian dan arahan agar mereka balik lagi untuk tidak mengadakan kegiatan Kemping di Bukit Alisano ini," ucap Rony.

"Alhamdulilah semalaman jaga situasi aman terkendali, karena masyarakat sudah mempercayakan kepada kami, dan tugas ini sudah sesuai kesepakatan hasil rapat di Desa Cijeruk sebelumnya", Pungkas  Rony. Minggu (12/2/17)

Wahyu, Warga Desa Cipelang mendukung dengan ada Patroli di sekitar Bukit Alisano sehingga tidak ada lagi pengunjung yang melaksanakan kemah di Bukit Alisano. 

Sebelumnya Wahyu sering terganggu  karena rumahnya yang menjadi lintasan pintu masuk, dirinya dan warga lainnya mempercayai sepenuhnya Trantibum di kawasan Bukit Alisano kepada Satpol pp, karena selama ini menurutnya, kawasan alisano sudah sangat meresahkan, dan mengganggu kenyamanan warga.

" Kami percaya kepada Satpol PP dengan Tupoksinya sebagai petugas trantibum, kami serahkan sepenuhnya kepada mereka, jadi ketika Wisatawan mau kemping akan mengerti bahwa bukit alisano ditutup untuk umum, karena kami khawatir terjadi hal yang tidak di inginkan antara pengunjung dan warga, kami berharap ini ditutup seterusnya kalau pun ini akan di buka kembali harus ada alternatif yang terbaik, kita bangun Agro Wisata di Kecamatan Cijeruk dengan benar dan profesinal, untuk kesejahtraan warga," ujarnya. (Na/Wan).

 

Tanda Baricode, Kebijakan Dewan Pers Terkesan Membatasi Ruang Gerak media

0

IMG-20170211-WA0004

BERIMBANG.COM, Jakarta – Sedikitnya di tahun ini, menurut Ismanto ada 43.000 media berkembang dari Sabang sampai merauke, hal itu menandakan masyarakat Indonesia sudah mulai cerdas.Jakarta, 10/2.

Sebagian besar publik menyayangkan dewan pers terkesan terburu buru ambil kebijakan verifikasi dan rencana Barcode kepada media media yang dianggap lulus administrasi berbadan hukum. 

Didepan awak media, Ismanto yang mewakili Dewan Pers menyatakan, itu bukan utk mendiskriminasi temen temen wartawan, tapi lebih terfokus pada penataan dalam industri pers. 

"Masalah verifikasi sudah sejak dari tahun 2001 kita infokan ke temen temen media, kalau dibilang kami kurang sosialisi permasalahan verifikasi, itu bukan satu alasan, karena kami sudah memberikan informasi tersebut setiap tahunnya." ucap Ismanto di gedung dewan pers, Jum'at (10/2).

Polemik verifikasi dan tanda Barcode distiap media, dirasakan para insan pers di Indonesia sangat mengekang kemerdekaan pers. 

Dengan sikap tegas, para insan pers sepakat membentuk forum yang menjadi langkah awal petisi bersama. Surat petisi utk Rapat Dengar pendapat (RDP) yang baru dimulai 2 hari ini sudah terdata sedikitnya 126 jurnalis dan 76 media yang mewakili insan pers se Indonesia. 

"Kami adalah pekerja pers dan ini adalah profesi kami, tapi kami sangat menyayangkan kebijakan Dewan Pers yang menyalah artikan keberadaan kami tidak dianggap." kata opan salah satu penggagas berdirinya Forum Pers Independen Indonesia (FPII).

Ketika ditanyakan langkah langkah kedepannya, kata ia, Petisi untuk RDP sudah masuk ke komisi I DPR RI.

Tantowi Yahya, Anggota Komisi I DPR RI saat ditemui di gedung Nusantara III DPR RI mengatakan, permasalahan ini memang harus disikapi dengan serius dan bijak.

Ini memang menjadi permasalahan nasional dalam dunia jurnalis. Kebijakan dewan pers dianggap tidak objectif dan terkesan membatasi ruang gerak pers yang tidak sesuai UU Pers No. 40 tahun 1999. Bahkan menurutnya, kebijakan yang yang dikeluarkan dewan pers terkait verifikasi dan kode barcode itu ada asumsi pesanan politik dan bisnis di dalamnya untuk menekan gejolak yang telah menjadi viral dengan sebutan HOAX.

Para utusan FPII ke dewan pers bukan hanya membawa misi untuk meminta verifikasi dan barcode untuk dikaji lagi, dan belum saatnya untuk diumumkan di publik saat ini. 

"Yaaa, terlalu cepat kebijakan itu dikeluarkan dewan pers, sedangkan di UU Pers tidak ada perintah barcode. Dewan pers hanya pelaksana UU pers dan bukan utk mengambil keputusan sepihak, kan ada DPR komisi I yang memiliki hak dan kewenangan dalam hal itu," ujar opan.

Untuk itu Forum Pers Independen Indonesia (FPII) meminta komisi I DPR RI segera menggelar RDP yang dihadiri pengurus inti dewan pers dengan kami hingga terbentuk komunikasi sehat guna menyelesaikan konflik nasional yang melibatkan insan pers diseluruh Indonesia, sehingga tidak menimbulkan aspek sosial ekonomi. Opan juga mengatakan, jika itu terjadi maka hal itu akan menambahkan prosentase kriminalisasi, karena menyangkut permasalahan karya anak bangsa. (Red).

 

Akibat Angin Kencang, Rumah Warga Desa Warung Menteng Roboh

0

IMG-20170209-WA0065

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Bogor hingga mengakibatkan Bencana Alam. Hujan deras mulai mengguyur sekitar pukul 05:00 hingga pukul 12.00 dini hari.

Kali ini Bencana terjadi menimpa rumah milik Herman (40),Warga Kampung Malingping Rt 03 Rw 04, Desa Warung Menteng, rumahnya roboh akibat angin kencang sehingga bagian atap dapur dan kamar ambruk, selain itu rumah Oman Sudarja(53) rusak bagian Dapur karena tertimpa pepohonan, Warga Kampung Lenggis Kidul Rt 03 Rw 06, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kamis (9/2/17) pagi tadi

Herman pemilik rumah mengatakan, sepulang dari pasar dirinya bersama istrinya melihat rumah sudah dalam keadaan roboh dan bagian atap dapur dan kamar dengan kondisi ambruk, terjadinya rumah roboh pada waktu hujan deras dan disertai angin kencang, sekitar pukul 9:00 dini hari saat dirinya tidak ada di rumah.

" Masih untung pas terjadinya rumah roboh saya dan anak istri tidak ada di dalam rumah, jadi kami selamat dengan adanya musibah ini, hanya perabotan rumah yang pada rusak akibat tertimpa genteng dan kayu-kayu, kami berharap pihak pemerintah Desa maupun Kabupaten capat tanggap dengan musibah yang kami alami saat ini, dan segera memberikan bantuan karena dengan kejadian ini kami mengalami kerugian puluhan juta rupiah", Ungkap Herman kepada berimbang.com 

Di tempat yang sama, Kepala Desa Warung Menteng Maman Patulloh mengatakan, Dirinya bersama  Babinkamtibmas langsung tanggap darurat mengenai Bencana Alam yang menimpa rumah warganya yang roboh sehingga rusak parah akibat Bencana tersebut.

" Kami akan bantu berupa alat material kepada korban Bencana yang rumahnya rusak, supaya rumah tersebut ada perbaikan sementara dan bisa langsung di tempati lagi, dan kami akan mengajukan bantuan kepada pihak pemerintah tingkat Kabupaten sesuai dengan peratutan yang ada" Ujar Maman. (Na/Wan)

 

Lagi, Sesosok Mayat Ditemukan Di Kabupaten Bogor

0

IMG-20170209-WA0019

BERIMBANG.COM, Bogor- lagi – lagi ditemukan sesosok mayat di Kabupaten Bogor, mayat tanpa berpakaian berjenis kelamin laki-laki berada di kampung Cipare, tepatnya di area Perkebunan dekat kawasan lahan Perhutani, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Rabu (8/2/17) sore 

Kepada berimbang.com, Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Caringin, AKP Fitra Zuanda mengatakan, setelah menerima laporan  adanya penemuan mayat oleh sodara Ida (22) yang merupakan salah satu personil Polisi Kehutanan (Polhut) yang berlokasi di area perkebunan dekat lahan perhutani, Desa Pancawati pada pukul 16.00, maka pihak Polsek Caringin langsung berkordinasi dengan perangkat Desa, Warga , Polhut, Karang Taruna dan Tim Kesehatan Puskesmas Kecamatan Caringin untuk meminta bantuan mengevakuasi korban, karena Jarak tempuh menuju TKP jauh dan medan perjalanan yang sangat licin.

Lebih lanjut Fitra menerangkan, Dari hasil olah TKP, korban sudah tidak menggunakan pakaian. Diperkirakan menurut Fitra,  Korban meninggal sudah lebih dari 1×24 jam sehingga keadaan korban sudah mengembang dan mengeluarkan belatung. 

"Ditemukan juga pakaian yang dikenakan tidak jauh dari korban, berjarak sekitar 500 meter dipinggir tempat air tak jauh dari tempat korban melepas pakaiannya. Tidak di temukan benda-benda atau alat yang mencurigakan di sekitar lokasi kejadian," ungkap Fitra.

Informasi yang didapat dari saksi , masih Fitra, pada hari minggu sebelumnya, warga yang bernama Asep dan Tatang pernah melihat korban di area perkebunan dekat kawasan Perhutani,  pada saat itu korban diminta turun dari area perkebunan tetapi  tidak mau mengikuti kata warga. Beberapa minggu kemudian  korban diketemukan sudah meninggal dunia,  kemungkinan korban meninggal akibat kelaparan. Korban juga diketahui mengalami gangguan jiwa.

" Setelah dilakukan evakuasi , kami beserta perangkat desa langsung membawanya ke RSUD Ciawi untuk dilakukan visum mayat", tutupnya. (Na/Wan)

 

Kecamatan Cigombong Gelar Musrenbang Tahun 2018

0

IMG-20170208-WA0053

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemerintah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor gelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2018, Musrenbang di laksanakan di ruang aula DKM Al-azim, Kecamtan Cigombong, Kabupaten Bogor. Musrenbang tersebut di hadiari oleh SKPD Kabupaten bogor, Kepala UPT Kesehatan, Anggota DPRD komisi 3 Edwin Sumarga, serta Kepala Desa Sekecamatan Cigombong. Rabu (8/2/17) pagi tadi

Kepada berimbang.com, Camat Cigombong, Basrowi mengatakan, untuk rencana pembangunan skala Prioritas masih berfokus mengenai pembangunan Infrastruktur, Perekonomian, Pendidikan, dan Kesehatan.

 "Pada hari ini kecamatan Cigombong telah selesai melaksanakan Musrembang, dengan lancar dan tertib, untuk  tahun dua ribu delapan belas nanti masih menitik beratkan pada infrastruktur, namun selain infrstuktur non fisik juga kita masukan, seperti pelatihan keterampilan, peternakan dan pertanian, dan desa wisata juga kita masukan, jadi tidak bangunan fisik saja yang kita ajukan", ujar Basrowi.

Basrowi menambahkan, serapan pembangunan infrastruktur dari anggaran Dana Desa (ADD), dan Dana Desa (DD).  infrastruktur, aspirasi, dan dana Bantuan Propinsi telah berjalan dengan baik dan selesai di kerjakan oleh Pemerintah Desa.

" Kami berharap pembagunan yang di danai oleh pemerintah ini berjalan lebih baik lagi sesuai dengan ketentuan yang ada sedangkan indikatif Kecamatan Cigombong sebesar 12,5 milyar yang sudah di distribusiakn  ke sembilan perangkat daerah, sedangkan yang lain-lainnya ada yang di desa," tutupnya.

Sementara itu, , Kepala Desa Pasir Jaya, Gina Garmina mengatakan, untuk tahun 2018 masih memprioritaskan infrastruktur, pendidikan, serta pemberdayaan peternakan, dan mengajukan pemindahan salah satu sekolah di Desa Pasir Jaya.

" Kita ajukan pemindahan sekolah kalau tidak ke SD pasir jaya, kemungkinan bisa ke SD lemah duhur supaya anak sekolah lebih nyaman lagi, saya berharap untuk ajuan ini segera di realisasikan untuk kemajuan desa," harapnya. (Na/Wan)

 

Polres Bogor Bongkar Kasus Praktik Pungli Pembangunan Tol Bocimi

0

IMG-20170208-WA0047BERIMBANG.COM, Bogor – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor berupaya membongkar kasus dugaan praktik Pungutan Liar (pungli) pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong,Kabupaten Bogor.

Dengan memanggil kembali ES Ketua RT 03 Rw 03, Kampung Pangatian, dan IT bendahara Desa Wates Jaya,  Kecamtan Cigombong, serta menyiapkan upaya paksa jika kedua orang yang diduga terlibat pungli tersebut tidak juga memenuhi panggilan untuk proses pemeriksaan. 

Selain ES dan IT, Polisi pun didesak agar juga menyelidiki praktik pungli di Desa-Desa yang terkena jalur pembebasan dan mendalami keterlibatan sejumlah oknum pejabat daerah hingga instansi terkait.

Kanit Reskrim Polsek Cigombong, AKP Ma'rup mengatakan, saat ini telah dilakukan gelar perkara kasus dugaan pungli pembebasan lahan tol Bocimi guna melengkapi berkas penyelidikan di Mapolres Bogor dan surat pemanggilan kedua sudah dilayangkan kepada ES dan IT. Pengungkapan kasus ini, ini menjadi skala prioritas sehingga melibatkan tim gabungan dari Polsek Cigombong dan Polres Bogor.

" Surat pemanggilan kedua sudah dilayangkan, dan alasan ES dan IT tidak memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan dikarenakan sakit," ungkap Ma'rup kepada berimbang.com,  belum lama ini

Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH Keadilan Bogor Raya, Fatiatulo Lazira meminta aparat kepolisian untuk konsisten dan transparan dalam penanganan kasus tersebut, karena keberhasilan dalam membongkar dugaan pungli tol Bocimi akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja jajaran kepolisian dalam menerapkan supremasi hukum.

" Jika kasus ini berhasil diungkap, maka kepercayaan publik terhadap aparat hukum yang selama ini rendah akan meningkat. Apalagi, pemberantasan pungli mendapat perhatian serius dari masyarakat," Ujar Fatiatulo

Menurutnya, kasus yang terjadi dalam pembebasan lahan untuk pembangunan tol Bocimi tidak hanya praktik pungli saja, tapi juga ada indikasi mark up harga tanah dengan cara menaikan harga Nilai Jual Objek Tanah (NJOP). Untuk itu, diminta jangan hanya memeriksa ES dan IT, tapi periksa juga pejabat tingkat kecamatan dan dinas terkait hingga pejabat daerah.

" Telusuri juga keterlibatan pejabat daerah dalam pembangunan jalan tol Bocimi. Kami akan mengawal pengungkapan kasus ini, agar semua oknum yang terlibat dan mencicipi uang haram pembangunan tol Bocimi diproses hukum," tegas Fatiatulo.

Ia juga mendesak agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Selain di Desa Wates Jaya, sambungnya, harus juga dilakukan penyelidikan di desa-desa yang terkena jalur pembebasan baik yang berkaitan dengan pembebasan lahan ataupun proses pemindahan ribuan makam warga yang sempat menimbulkan kecurigaan publik.

" Banyak persoalan yang timbul dari proyek pembangunan tol Bocimi. Selain proses pembebasan lahan, proses pemindahan ribuan makam warga juga perlu ditelusuri," tutupnya. (Na)

 

Sesosok Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Di Ciomas Bogor

0

Ilustrasi
Ilustrasi

 

BERIMBANG.COM, Bogor – Ditemukan sesosok mayat tak di kenal berjenis kelamin laki-laki di jalan H.Mansyur Haminteu Rt 04 /Rw 15, Desa Kota Batu, kecamatan Ciomas, kabupaten Bogor. selasa ( 07/02/2017 )

Salah satu warga, Rika (30) kepada berimbang.com  mengatakan, tiga hari yang lalu dirinya mencium bau yang tidak sedap, ia mengira itu hanya bangkai binatang. namun setelah mendapat laporan dari salah seorang pemulung dirinya beserta suami langsung melihat ke lokasi tempat kejadian dan menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas, dirinyapun langsung melaporkan ke Rt dan Rw dan pihak berwajib.

Sementara itu, Kepala Desa Kota Batu, Abdul Rahman Firdaus menerangkan, setelah mendapatkan laporan dari RW setempat dirinya langsung datang ke lokasi. Berhubung mayat tersebut sudah tidak bisa untuk di lakukan identifikasi, maka mayat tersebut di mandikan dan langsung di bawa ke pemakaman umun untuk langsung di makamkan, dugaan sementara mayat tersebut dibunuh karena terdapat luka memar di sekujur tubuhnya. (Na/Wan)

 

Meninggalnya Ujang , Aktivis Mahasiswa Pertanyakan Anggaran Gizi Buruk

0

IMG-20170207-WA0033

BERIMBANG.COM, Sukabumi- Meninggalnya Ujang Nurjani (13) di  menderita gizi buruk, nampaknya jadi permasalahan yang berkepanjangan. Pasalnya, para aktivis Mahasiswa kini mempertanyakan anggaran yang telah di gelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi pada setiap tahun, anggaran tersebut untuk penanggulangan masalah gizi buruk di Kabupaten Sukabumi.

“ Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi telah menyatakan, bahwa setiap tahun ada anggaran untuk penanganan gizi buruk. Kami ingin tahu realisasinya, setelah adanya kasus yang menimpa Ujang yang menurut kami hal tersebut akibat dari lambannya penanganan,” ungkap Ronal Saepul selaku Presidium Solidaritas Mahasiswa Sukabumi (Somasi), kepada  Awak belum lama ini.

Lanjut Ronal , diketahui bahwa pada tahun anggaran 2014 lalu, dalam APBD Kabupaten Sukabumi terdapat dana anggaran untuk penanggulangan permasalahan gizi buruk dan gizi kurang sebesar Rp.500 juta pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi. Sementara Ujang, belakangan diketahui mengidap gizi buruk sudah sejak tahun 2013 yang lalu. 

“Seharusnya Ujang ini menjadi prioritas program itu. Tapi kenapa..? jangankan Ujang, realisasinya pun belum kami dengar,” keluh Ronal.

Dengan adanya kasus yang menimpa Ujang, selain mempertanyakan anggaran yang di alokasikan untuk penanggulangan gizi buruk, dirinya  juga mencium dugaan adanya praktek korupsi dalam kegiatan tersebut. Untuk itu pula, Somasi berharap kepada penegak hukum agar melakukan proses penyelidikan sesuai hukum.

“Selama ini, kasus gizi buruk jarang terjadi. Sementara itu anggarannya terus-terusan ada. Kami tentunya pertanyakan penggunaan anggaran itu. Bila perlu, pihak yang berwenang turun tangan mengaudit penggunaan anggarannya,” tegasnya 

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono saat di temui usai kegiatan di Lapas Kelas III Warungkiara mengatakan, secara khusus anggaran untuk penanganan masalah gizi buruk itu tidak ada kejadian yang menimpa Ujang, Adjo menyarankan meminta penjelasan terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi. Ia telah menginstruksikan, supaya harus ada evaluasi kinerja ke depan.
 
“Kami tekankan juga, kalau ada yang berobat terlebih dari masyarakat tidak mampu, harus di bantu sampai tuntas. Jangan di biarkan. Tidak boleh ada keterlambatan dalam penanganan,” tegas Adjo. (Na/loan)

 

O2SN Dan FLS2N Tingkat SD Se Kecamatan Cigombong Resmi Dibuka

0

IMG-20170206-WA0061

BERIMBANG.COM, Bogor- Olimpiade Olahraga Siswa Dan Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD se-Kecamatan resmi dibuka, acara yang bertempat di Lapangan Bola Bojong Kiharib, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. senin (06/02/2017) pagi tadi

Acara tersebut di awali dengan melaksanakan upacara dan dihadiri oleh Muspika Kecamatan Cigombong, Para Staf Guru se Kecamatan Cigombong, Camat Cigombong, Kapolsek Cigombong, Danramil, Kepala UPT Dan jajaran Polisi Pamong Praja

" Lomba tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan dan apresiasi terhadap bidang olahraga, menggali dan melestarikan seni budaya Indonesia serta meningkatkan persatuan dan kesatuan antara siswa seluruh indonesia," ungkap Ade Suryana yang mewakili Disdik kepada berimbang.com

" Digelarnya acara ini semoga kita bisa tingkatkan lagi untuk di bidang olah raga, siswa siswi untuk lebih semangat lagi, dan siswa yang ikut lomba ini sehingga betul-betul berkompetensi dengan baik,” harapnya. (Na/Wan)