Meninggalnya Ujang , Aktivis Mahasiswa Pertanyakan Anggaran Gizi Buruk

 39 Views

IMG-20170207-WA0033

BERIMBANG.COM, Sukabumi- Meninggalnya Ujang Nurjani (13) di  menderita gizi buruk, nampaknya jadi permasalahan yang berkepanjangan. Pasalnya, para aktivis Mahasiswa kini mempertanyakan anggaran yang telah di gelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi pada setiap tahun, anggaran tersebut untuk penanggulangan masalah gizi buruk di Kabupaten Sukabumi.

“ Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi telah menyatakan, bahwa setiap tahun ada anggaran untuk penanganan gizi buruk. Kami ingin tahu realisasinya, setelah adanya kasus yang menimpa Ujang yang menurut kami hal tersebut akibat dari lambannya penanganan,” ungkap Ronal Saepul selaku Presidium Solidaritas Mahasiswa Sukabumi (Somasi), kepada  Awak belum lama ini.

Lanjut Ronal , diketahui bahwa pada tahun anggaran 2014 lalu, dalam APBD Kabupaten Sukabumi terdapat dana anggaran untuk penanggulangan permasalahan gizi buruk dan gizi kurang sebesar Rp.500 juta pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi. Sementara Ujang, belakangan diketahui mengidap gizi buruk sudah sejak tahun 2013 yang lalu. 

“Seharusnya Ujang ini menjadi prioritas program itu. Tapi kenapa..? jangankan Ujang, realisasinya pun belum kami dengar,” keluh Ronal.

Dengan adanya kasus yang menimpa Ujang, selain mempertanyakan anggaran yang di alokasikan untuk penanggulangan gizi buruk, dirinya  juga mencium dugaan adanya praktek korupsi dalam kegiatan tersebut. Untuk itu pula, Somasi berharap kepada penegak hukum agar melakukan proses penyelidikan sesuai hukum.

“Selama ini, kasus gizi buruk jarang terjadi. Sementara itu anggarannya terus-terusan ada. Kami tentunya pertanyakan penggunaan anggaran itu. Bila perlu, pihak yang berwenang turun tangan mengaudit penggunaan anggarannya,” tegasnya 

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono saat di temui usai kegiatan di Lapas Kelas III Warungkiara mengatakan, secara khusus anggaran untuk penanganan masalah gizi buruk itu tidak ada kejadian yang menimpa Ujang, Adjo menyarankan meminta penjelasan terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi. Ia telah menginstruksikan, supaya harus ada evaluasi kinerja ke depan.
 
“Kami tekankan juga, kalau ada yang berobat terlebih dari masyarakat tidak mampu, harus di bantu sampai tuntas. Jangan di biarkan. Tidak boleh ada keterlambatan dalam penanganan,” tegas Adjo. (Na/loan)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: