Bulan: April 2026

Depok

Retribusi “Siluman” Bongkar Muat di Pasar Kemirimuka, Disdagin Kota Depok Tegaskan Bukan Pungutan Resmi

BERIMBANG.com, Depok – Beredarnya pungutan retribusi bongkar muat yang mengatasnamakan PTBMP di Pasar Kemirimuka, wilayah Beji, menuai sorotan. Pemerintah Kota Depok memastikan pungutan tersebut tidak masuk ke kas daerah dan bukan retribusi resmi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Widyati Riyandani menegaskan, retribusi yang beredar di lingkungan Pasar Kemirimuka tidak dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Depok.

Menurutnya, kebijakan retribusi bongkar muat di pasar tersebut sudah lama dihapus, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kemirimuka juga tidak pernah mengeluarkan pungutan serupa.

“Kalau retribusi resmi dari Pemkot Depok pasti ada logo Pemkot Depok,” tegas Widyati saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Rabu (22/4).

Ia menambahkan, perlu adanya penelusuran,  retribusi itu dikeluarkan oleh siapa.

Sejumlah pedagang di Pasar Kemirimuka sebelumnya mengeluhkan adanya pungutan yang mengatasnamakan pihak tertentu, namun tidak disertai bukti resmi atau kejelasan peruntukan dana.

Pemkot Depok mengimbau agar setiap bentuk retribusi yang sah harus memiliki identitas resmi, termasuk logo pemerintah daerah serta dasar hukum yang jelas, guna menghindari praktik pungutan liar di lingkungan pasar.

Iik

 

Jakarta

KBIHU Tarbis Usung Motto “Melayani Sepenuh Hati”, Hadirkan Pendampingan Haji dari Tanah Air hingga Tanah Suci

Jakarta  – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Tarbiyatul Islamiyah (Tarbis) terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji melalui motto “Melayani Sepenuh Hati.”

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai layanan terpadu yang dirancang untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan sesuai tuntunan syariat, mulai dari persiapan di tanah air hingga kembali ke Indonesia.

Ketua KBIHU Tarbis menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada bimbingan manasik, tetapi juga memberikan pendampingan menyeluruh, termasuk bagi jamaah lanjut usia (lansia).

“Pendampingan ini kami lakukan secara intensif agar seluruh jamaah, termasuk lansia, dapat menjalankan ibadah dengan baik dan khusyuk,” ujarnya.

Layanan Komprehensif untuk Jamaah

Adapun layanan yang diberikan KBIHU Tarbis meliputi:

  • Penyiapan administrasi haji prioritas, khususnya gelombang pertama (Madinah lebih dahulu)
  • Pendampingan pemeriksaan kesehatan (MCU) hingga memperoleh status istithaah
  • Pendampingan pembuatan paspor dan administrasi foto
  • Penyiapan pramanivest untuk kloter awal
  • Penyediaan seragam dan pakaian ihram
  • Bimbingan manasik haji di Aula Tarbis
  • Praktik manasik di Asrama Haji Pondok Gede
  • Penyiapan atribut, perlengkapan, dan koper haji
  • Pendampingan dan pengawasan jamaah, termasuk layanan kursi roda bagi lansia di Madinah dan Makkah
  • Manasik tambahan di Tanah Suci
  • Pendampingan prosesi inti haji (Armuzna):
    • Wukuf di Arafah
    • Mabit di Muzdalifah
    • Mina
    • Melontar jumrah
    • Tawaf Ifadah dan Wada
  • Memastikan seluruh rukun dan wajib haji terlaksana dengan baik
  • Kegiatan ziarah di Madinah dan Makkah
  • Pendampingan lanjutan sesuai kebijakan Kementerian Agama dan BPH RI

Selain itu, KBIHU Tarbis juga mengadakan pelatihan fisik berupa senam kebugaran secara rutin setiap dua minggu sekali selama masa manasik, guna menjaga kondisi kesehatan jamaah.

Informasi Terkini dan Persiapan Lebih Awal

Sebagai bagian dari pelayanan, KBIHU Tarbis juga aktif memberikan informasi terbaru terkait penyelenggaraan haji, sehingga jamaah dapat mempersiapkan diri lebih awal dan lebih matang.

Dengan pendekatan pelayanan yang menyeluruh ini, KBIHU Tarbis berharap seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar serta meraih haji yang mabrur.

Iik

Jakarta

148 Jamaah KBIH TARBIS Berangkat Haji 2026, Pesan Tegas Pembimbing: Ikuti Arahan dan Jaga Kekhusyukan

Berimbang.com | Jakarta — Sebanyak 148 jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) TARBIS di bawah naungan Yayasan Tarbiyatul Islamiyah resmi diberangkatkan pukul 09.00 menuju Asrama Haji Pondok Gede dalam rangka pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Hadir dalam pelepasan tersebut dan jamaah diberikan bekal oleh KH Fachrudin Al Bantani, juga dihadiri para ulama lainnya

Prosesi pemberangkatan berlangsung khidmat, diiringi doa dan harapan dari keluarga serta para pembimbing. Momentum ini menjadi awal perjalanan spiritual yang dinantikan para jamaah setelah melalui berbagai tahapan persiapan, baik administrasi maupun pembinaan manasik.

Dalam sambutannya, pembimbing KBIH TARBIS, Abdul Kholik, menegaskan pentingnya kedisiplinan jamaah dalam mengikuti arahan selama berada di Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga ujian kesabaran, keikhlasan, dan ketundukan kepada Allah SWT.

“Seluruh jamaah diharapkan mematuhi bimbingan yang telah diberikan. Ini penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan sesuai tuntunan,” ujarnya di Masjid Jami  Al- Musabbihin Jakarta Selatan.Selasa (21/4/2026).

Selain itu, ia juga mengimbau jamaah untuk tidak melupakan doa bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, momentum haji adalah waktu mustajab untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan kemakmuran bagi tanah air.

“Doakan Indonesia agar senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari bencana, dan menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Kholik menyampaikan bahwa pihak KBIH telah menyiapkan mekanisme penjemputan bagi jamaah sepulang dari Tanah Suci. Para jamaah nantinya akan kembali disambut di Asrama Haji Pondok Gede sebagai titik akhir perjalanan.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah haji. Menurutnya, kondisi fisik yang prima harus diimbangi dengan niat yang tulus serta pemahaman ibadah yang benar agar seluruh rangkaian haji dapat dijalankan dengan khusyuk.

“Ibadah haji adalah panggilan Allah. Maka luruskan niat, jaga kesehatan, dan fokus beribadah agar mendapatkan haji yang mabrur,” tegasnya.

Pemberangkatan ini menjadi bagian dari gelombang keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 2026, yang kembali menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat dalam menunaikan rukun Islam kelima.

Iik

Daerah

Bangunan Liar di Bantaran Kali Kemirimuka Hambat Proyek Turap, Warga Desak Penertiban Segera

BERIMBANG.com, Depok  – Keberadaan bangunan di bantaran kali cabang timur Pasar Kemirimuka, Beji, Depok, dikeluhkan warga karena dinilai menghambat rencana pekerjaan turap yang akan segera dilaksanakan.

Baca juga : Warga Depok Tantang Wakil Wali Kota: Berani Bongkar Bangunan Liar Pasar Kemirimuka

Ketua RW 15 Kemirimuka, Arif Afifullah, menyampaikan bahwa bangunan-bangunan tersebut menyulitkan para pekerja dalam melakukan aktivitas di lapangan. Ia menegaskan, kondisi ini perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah agar proyek penataan kali tidak terhambat.

“Beberapa bulan lalu, Wakil Wali Kota Depok sempat menyampaikan rencana pembongkaran bangunan di atas kali. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” ujar Arif, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, pekerjaan turap yang akan segera dimulai berpotensi terganggu jika bangunan di bantaran kali tidak segera ditertibkan. Selain menghambat akses kerja, kondisi tersebut juga dinilai berisiko terhadap keselamatan dan efektivitas proyek.

Arif menambahkan, warga juga menginginkan kawasan Pasar Kemirimuka terlihat lebih tertata dan tidak kumuh. Hal ini penting meskipun status lahan pasar masih dalam sengketa dengan Pemerintah Kota Depok.

“Kami berharap ada langkah tegas dari pemerintah untuk menertibkan bangunan tersebut agar proses pembangunan berjalan lancar dan lingkungan menjadi lebih rapi,” pungkasnya.

Iik

Sukabumi

Anniversary Pandawa 16 Ke-17 Sekaligus Halal Bihalal Guna Perkuat Soliditas Dan Kepedulian Sosial

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pandawa 16 menggelar kegiatan halal bihalal sekaligus memperingati hari jadi (anniversary) ke-17 yang berlangsung meriah di Lapang Perjuangan Bojong Kokosan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (19/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh penasehat pandawa 16 TEDDY SETIADI, kapolsek parungkuda, kesbangpol,jajaran pengurus, anggota, serta perwakilan DPAC Pandawa 16 dari wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi sekaligus penyerahan SK kepengurusan DPAC, Acara berlangsung dengan penuh kebersamaan, menampilkan beragam rangkaian kegiatan yang sarat makna sosial dan budaya.

Ketua Umum Pandawa 16, Agus Salim yang akrab disapa Abah Akek, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Ia mengatakan bahwa momentum anniversary ke-17 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk penguatan solidaritas antar anggota.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Dalam rangkaian anniversary ini, kami menggelar berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni budaya dan santunan kepada anak yatim. Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, halal bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan hari jadi organisasi menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar pengurus dan anggota, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, Abah Akek juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus, panitia, serta anggota yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara tersebut dengan sukses dan meriah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mensupport kegiatan ini. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama Pandawa 16,” tambahnya.

Ia berharap ke depan Pandawa 16 dapat terus berkembang, semakin solid, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

“Insya Allah Pandawa bangkit, kompak, maju, dan satu komando. Kami juga akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder demi kemajuan bersama,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, Pandawa 16 diharapkan mampu terus menjadi organisasi yang aktif, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sukabumi. (NA)

Bogor

Tiang Provider Roboh Diterjang Angin, Hantam Rumah Warga Ciadeg: Seorang Anak Terluka

Berimbang.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kampung Lenggis, RT 02/RW 09, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jumat (10/4/2026) siang, berujung insiden yang mengejutkan warga. Sebuah tiang milik salah satu provider dilaporkan roboh dan menimpa rumah warga sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, seorang anak laki-laki berusia belasan tahun mengalami luka-luka setelah tertimpa puing bangunan dan reruntuhan genteng di dalam rumahnya. Korban langsung dievakuasi oleh warga sekitar sebelum dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saat hujan deras dan angin kencang, tiba-tiba tiang itu roboh dan langsung menimpa rumah,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi saat kejadian.

Selain menimbulkan korban luka, insiden ini juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada bagian atap rumah warga. Material tiang yang jatuh menghantam struktur bangunan hingga merusak genteng dan rangka atap.

Warga yang panik segera berupaya menolong korban dan mengamankan lokasi. Tak lama berselang, aparat pemerintah desa bersama pihak kecamatan, Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta pendataan kerusakan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak provider pemilik tiang tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab robohnya tiang maupun bentuk tanggung jawab atas kejadian ini.

Dugaan Kelalaian dan Tanggung Jawab

Secara hukum, peristiwa ini berpotensi mengarah pada dugaan kelalaian apabila terbukti bahwa tiang tidak terawat atau pemasangannya tidak memenuhi standar keselamatan. Hal tersebut merujuk pada Pasal 1365 dan 1366 KUHPerdata tentang perbuatan melawan hukum dan kelalaian yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

Pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban antara lain perusahaan provider sebagai pemilik infrastruktur, serta kontraktor pelaksana jika pemasangan dilakukan oleh pihak ketiga. Semua akan bergantung pada hasil investigasi di lapangan.

Saat ini, aparat terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti robohnya tiang. Warga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan tiang jaringan di kawasan permukiman guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Yosep Bonang

Depok

Saluran Air Terbuka di Kemiri Muka Picu Bau Menyengat, Warga Desak Pemkot Depok Segera Bertindak

Depok, Berimbang.com – Kondisi saluran air terbuka di kawasan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, menuai keluhan warga. Pasalnya, sejak dilakukan penertiban dan pembongkaran bangunan liar pada akhir tahun 2025, hingga kini belum ada tindak lanjut penataan dari pemerintah setempat.

Ketua RW 015 Kemiri Muka, Arif Afifullah, mengungkapkan bahwa saluran air yang dibiarkan terbuka tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu aktivitas warga.

“Bau yang muncul didominasi oleh limbah bulu dan darah hasil pemotongan ayam dari pasar Kemiri Muka,” ujarnya, Jumat (10/4).

Selain persoalan bau, kondisi saluran yang terbuka juga dinilai membahayakan. Arif menyebut sudah beberapa kali kendaraan terperosok ke dalam saluran air yang berada di samping rel tersebut.

“Sudah berkali-kali mobil terperosok karena saluran tidak ditutup atau dirapikan,” tambahnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Depok segera mengambil langkah konkret untuk menutup dan menata ulang saluran air tersebut. Hal ini dinilai penting, tidak hanya untuk kenyamanan lingkungan, tetapi juga untuk keselamatan pengguna jalan.

Arif juga menekankan bahwa penataan yang baik dapat mencegah munculnya kembali bangunan liar di sepanjang saluran tersebut.

“Kami berharap segera ada tindakan, agar lingkungan lebih tertata dan tidak ada lagi bangunan liar yang berdiri di lokasi tersebut,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Depok terkait rencana penanganan saluran air di kawasan tersebut.

Iik

Depok

Gudang Online di Sukmajaya Diduga Berdiri di Lahan Fasos-Fasum, Warga Keluhkan Aktivitas Truk

BERIMBANG.com, Depok – Sebuah bangunan gudang yang digunakan untuk aktivitas jual beli online di Jalan Pertanian RT 01 RW 04, Sukmajaya, , menjadi sorotan warga. Gudang tersebut diduga berdiri di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak pengelola (GDC) disebut telah melayangkan surat kepada pemilik bangunan agar segera melakukan pembongkaran. Namun, pemilik gudang dikabarkan meminta toleransi atau kebijakan agar bangunan tersebut tidak dibongkar.

Gudang Online di Sukmajaya Diprotes Warga, Diduga Tak Kantongi Izin Lingkungan

Di sisi lain, keberadaan gudang tersebut juga menuai keluhan dari warga sekitar. Sejumlah warga mengaku tidak pernah dimintai persetujuan atau izin lingkungan terkait pembangunan gudang yang lokasinya berdekatan dengan permukiman mereka.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keberatannya. Ia menilai aktivitas keluar-masuk kendaraan, khususnya truk, telah mengganggu kenyamanan lingkungan.

“Sejak berdiri bangunan tersebut tidak ada izin dari kami, padahal lokasinya bersebelahan dengan rumah. Kami terganggu dengan lalu lalang mobil truk di depan rumah,” ujarnya.

Ketika di konfirmasi , Kabid Pengawasan. Dan Pengaduan ( Wasdu), Maryadi mengatakan , sudah kami perintahkan orang lapangan untuk mengecek dan sudah melayangkan surat untuk klarifikasi.

” Kami sudah minta kepada pemilik gudang untuk klarifikasi, ” jelas Maryadi diruang kerjanya belum lama ini.

Selain persoalan izin lingkungan, warga juga menduga bangunan tersebut belum mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kota Depok. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik bangunan maupun instansi terkait mengenai status legalitas gudang tersebut.

Kasus ini menambah daftar persoalan pemanfaatan lahan di kawasan permukiman, terutama terkait penggunaan fasos-fasum yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan bersama warga.

Iik

Sukabumi

PWOB – CS Akan Menggelar Rakor Dan Pengukuhan, Perkuat Soliditas Wartawan Online Bogor –Cianjur –Sukabimi

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Persaudaraan Wartawan Online Bogor, Cianjur, dan Sukabumi (PWOB-CS) akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus pengukuhan kepengurusan sebagai langkah strategis dalam memperkuat soliditas dan profesionalisme insan pers di wilayah Bogor, Cianjur, dan Sukabumi.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, bertempat di Café N’Doy, Jalan Alternatif Tenjoayu, Desa Nanggerang, Cicurug Sukabumi. Acara ini menjadi momentum penting dalam menyatukan visi dan misi para jurnalis online yang tergabung dalam PWOB-CS.

Rakor dan pengukuhan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar wartawan lintas daerah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kerja jurnalistik yang profesional, akurat, dan berimbang di tengah derasnya arus informasi digital.

Sejumlah media turut memberikan dukungan dalam kegiatan ini, di antaranya berbagai platform lokal dan regional yang selama ini aktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dukungan tersebut mencerminkan sinergi kuat antar media dalam membangun ekosistem pemberitaan yang sehat dan kredibel.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini akan diisi dengan diskusi, koordinasi program kerja, serta penegasan struktur kepengurusan baru. Dengan adanya pengukuhan ini, diharapkan organisasi PWOB-CS semakin solid dan mampu berkontribusi nyata dalam menyajikan informasi yang edukatif serta terpercaya bagi publik.

Melalui kegiatan ini, PWOB-CS menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah bagi para jurnalis online dalam menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang faktual dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

(NA)

Bogor

Komisi II DPRD Kab.Bogor Soroti Pengambilan Air Sumur Bor PT. Tirta Investama Di Cigombong

BERIMBANG.COM, Bogor – Anggota komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Edwin Sumarga, menanggapi bahwa pihaknya menerima berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait aktivitas pengambilan air sumur bor oleh PT Tirta Investama yang beroperasi di Wilayah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, hingga saat ini dinilai belum ada transparansi terkait volume air yang diambil setiap hari, batas eksploitasi, serta kontribusi pajak terhadap pendapatan daerah. Kini perusahaan tersebut telah menjadi sorotan. Ia menilai, keterbukaan informasi menjadi hal penting agar tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.

Menurut Edwin, selama ini publik tidak pernah mendapatkan data pasti mengenai berapa besar volume air yang diangkut setiap harinya dari sumur tersebut. Selain itu, batas maksimal eksploitasi air tanah juga dinilai belum pernah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat maupun DPRD.

“Ini menyangkut sumber daya alam yang sangat vital. Kami mempertanyakan berapa volume air yang diambil setiap hari, apakah sesuai dengan izin, serta berapa kontribusi pajaknya untuk Kabupaten Bogor,” ujar Edwin kepada media, selasa (7/ 2026).

Lebih lanjut, ia juga menyoroti lokasi sumur bor yang berada tidak jauh dari Danau Lido. Jarak yang hanya ratusan meter tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap keseimbangan ekosistem dan debit air danau.

“Dengan jarak yang sangat dekat, sangat mustahil jika tidak ada dampak terhadap Danau Lido. Ini harus dikaji secara ilmiah dan transparan,” tegasnya.

Komisi II DPRD, lanjut Edwin, berencana akan memanggil pihak perusahaan serta instansi terkait untuk meminta penjelasan secara komprehensif. Pemanggilan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh aktivitas pengambilan air telah sesuai dengan regulasi dan tidak merugikan lingkungan maupun masyarakat sekitar.

” DPRD juga ingin memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor mendapatkan pemasukan yang layak dari aktivitas tersebut melalui pajak dan retribusi yang sesuai,” ucapnya.

Di sisi lain, masyarakat sekitar berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas perusahaan, terutama terkait dampak lingkungan seperti potensi penurunan muka air tanah, kekeringan sumur warga, hingga perubahan kondisi Danau Lido.

Komisi II menegaskan, pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara bijak, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar aktivitas industri tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.

(NA)