Bulan: Februari 2017

Jelajah Desa

Akibat Angin Kencang, Rumah Warga Desa Warung Menteng Roboh

IMG-20170209-WA0065

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Bogor hingga mengakibatkan Bencana Alam. Hujan deras mulai mengguyur sekitar pukul 05:00 hingga pukul 12.00 dini hari.

Kali ini Bencana terjadi menimpa rumah milik Herman (40),Warga Kampung Malingping Rt 03 Rw 04, Desa Warung Menteng, rumahnya roboh akibat angin kencang sehingga bagian atap dapur dan kamar ambruk, selain itu rumah Oman Sudarja(53) rusak bagian Dapur karena tertimpa pepohonan, Warga Kampung Lenggis Kidul Rt 03 Rw 06, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kamis (9/2/17) pagi tadi

Herman pemilik rumah mengatakan, sepulang dari pasar dirinya bersama istrinya melihat rumah sudah dalam keadaan roboh dan bagian atap dapur dan kamar dengan kondisi ambruk, terjadinya rumah roboh pada waktu hujan deras dan disertai angin kencang, sekitar pukul 9:00 dini hari saat dirinya tidak ada di rumah.

" Masih untung pas terjadinya rumah roboh saya dan anak istri tidak ada di dalam rumah, jadi kami selamat dengan adanya musibah ini, hanya perabotan rumah yang pada rusak akibat tertimpa genteng dan kayu-kayu, kami berharap pihak pemerintah Desa maupun Kabupaten capat tanggap dengan musibah yang kami alami saat ini, dan segera memberikan bantuan karena dengan kejadian ini kami mengalami kerugian puluhan juta rupiah", Ungkap Herman kepada berimbang.com 

Di tempat yang sama, Kepala Desa Warung Menteng Maman Patulloh mengatakan, Dirinya bersama  Babinkamtibmas langsung tanggap darurat mengenai Bencana Alam yang menimpa rumah warganya yang roboh sehingga rusak parah akibat Bencana tersebut.

" Kami akan bantu berupa alat material kepada korban Bencana yang rumahnya rusak, supaya rumah tersebut ada perbaikan sementara dan bisa langsung di tempati lagi, dan kami akan mengajukan bantuan kepada pihak pemerintah tingkat Kabupaten sesuai dengan peratutan yang ada" Ujar Maman. (Na/Wan)

 

BogorJabodetabek

Lagi, Sesosok Mayat Ditemukan Di Kabupaten Bogor

IMG-20170209-WA0019

BERIMBANG.COM, Bogor- lagi – lagi ditemukan sesosok mayat di Kabupaten Bogor, mayat tanpa berpakaian berjenis kelamin laki-laki berada di kampung Cipare, tepatnya di area Perkebunan dekat kawasan lahan Perhutani, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Rabu (8/2/17) sore 

Kepada berimbang.com, Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Caringin, AKP Fitra Zuanda mengatakan, setelah menerima laporan  adanya penemuan mayat oleh sodara Ida (22) yang merupakan salah satu personil Polisi Kehutanan (Polhut) yang berlokasi di area perkebunan dekat lahan perhutani, Desa Pancawati pada pukul 16.00, maka pihak Polsek Caringin langsung berkordinasi dengan perangkat Desa, Warga , Polhut, Karang Taruna dan Tim Kesehatan Puskesmas Kecamatan Caringin untuk meminta bantuan mengevakuasi korban, karena Jarak tempuh menuju TKP jauh dan medan perjalanan yang sangat licin.

Lebih lanjut Fitra menerangkan, Dari hasil olah TKP, korban sudah tidak menggunakan pakaian. Diperkirakan menurut Fitra,  Korban meninggal sudah lebih dari 1×24 jam sehingga keadaan korban sudah mengembang dan mengeluarkan belatung. 

"Ditemukan juga pakaian yang dikenakan tidak jauh dari korban, berjarak sekitar 500 meter dipinggir tempat air tak jauh dari tempat korban melepas pakaiannya. Tidak di temukan benda-benda atau alat yang mencurigakan di sekitar lokasi kejadian," ungkap Fitra.

Informasi yang didapat dari saksi , masih Fitra, pada hari minggu sebelumnya, warga yang bernama Asep dan Tatang pernah melihat korban di area perkebunan dekat kawasan Perhutani,  pada saat itu korban diminta turun dari area perkebunan tetapi  tidak mau mengikuti kata warga. Beberapa minggu kemudian  korban diketemukan sudah meninggal dunia,  kemungkinan korban meninggal akibat kelaparan. Korban juga diketahui mengalami gangguan jiwa.

" Setelah dilakukan evakuasi , kami beserta perangkat desa langsung membawanya ke RSUD Ciawi untuk dilakukan visum mayat", tutupnya. (Na/Wan)

 

BogorJabodetabek

Kecamatan Cigombong Gelar Musrenbang Tahun 2018

IMG-20170208-WA0053

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemerintah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor gelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2018, Musrenbang di laksanakan di ruang aula DKM Al-azim, Kecamtan Cigombong, Kabupaten Bogor. Musrenbang tersebut di hadiari oleh SKPD Kabupaten bogor, Kepala UPT Kesehatan, Anggota DPRD komisi 3 Edwin Sumarga, serta Kepala Desa Sekecamatan Cigombong. Rabu (8/2/17) pagi tadi

Kepada berimbang.com, Camat Cigombong, Basrowi mengatakan, untuk rencana pembangunan skala Prioritas masih berfokus mengenai pembangunan Infrastruktur, Perekonomian, Pendidikan, dan Kesehatan.

 "Pada hari ini kecamatan Cigombong telah selesai melaksanakan Musrembang, dengan lancar dan tertib, untuk  tahun dua ribu delapan belas nanti masih menitik beratkan pada infrastruktur, namun selain infrstuktur non fisik juga kita masukan, seperti pelatihan keterampilan, peternakan dan pertanian, dan desa wisata juga kita masukan, jadi tidak bangunan fisik saja yang kita ajukan", ujar Basrowi.

Basrowi menambahkan, serapan pembangunan infrastruktur dari anggaran Dana Desa (ADD), dan Dana Desa (DD).  infrastruktur, aspirasi, dan dana Bantuan Propinsi telah berjalan dengan baik dan selesai di kerjakan oleh Pemerintah Desa.

" Kami berharap pembagunan yang di danai oleh pemerintah ini berjalan lebih baik lagi sesuai dengan ketentuan yang ada sedangkan indikatif Kecamatan Cigombong sebesar 12,5 milyar yang sudah di distribusiakn  ke sembilan perangkat daerah, sedangkan yang lain-lainnya ada yang di desa," tutupnya.

Sementara itu, , Kepala Desa Pasir Jaya, Gina Garmina mengatakan, untuk tahun 2018 masih memprioritaskan infrastruktur, pendidikan, serta pemberdayaan peternakan, dan mengajukan pemindahan salah satu sekolah di Desa Pasir Jaya.

" Kita ajukan pemindahan sekolah kalau tidak ke SD pasir jaya, kemungkinan bisa ke SD lemah duhur supaya anak sekolah lebih nyaman lagi, saya berharap untuk ajuan ini segera di realisasikan untuk kemajuan desa," harapnya. (Na/Wan)

 

BogorJabodetabek

Polres Bogor Bongkar Kasus Praktik Pungli Pembangunan Tol Bocimi

IMG-20170208-WA0047BERIMBANG.COM, Bogor – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor berupaya membongkar kasus dugaan praktik Pungutan Liar (pungli) pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong,Kabupaten Bogor.

Dengan memanggil kembali ES Ketua RT 03 Rw 03, Kampung Pangatian, dan IT bendahara Desa Wates Jaya,  Kecamtan Cigombong, serta menyiapkan upaya paksa jika kedua orang yang diduga terlibat pungli tersebut tidak juga memenuhi panggilan untuk proses pemeriksaan. 

Selain ES dan IT, Polisi pun didesak agar juga menyelidiki praktik pungli di Desa-Desa yang terkena jalur pembebasan dan mendalami keterlibatan sejumlah oknum pejabat daerah hingga instansi terkait.

Kanit Reskrim Polsek Cigombong, AKP Ma'rup mengatakan, saat ini telah dilakukan gelar perkara kasus dugaan pungli pembebasan lahan tol Bocimi guna melengkapi berkas penyelidikan di Mapolres Bogor dan surat pemanggilan kedua sudah dilayangkan kepada ES dan IT. Pengungkapan kasus ini, ini menjadi skala prioritas sehingga melibatkan tim gabungan dari Polsek Cigombong dan Polres Bogor.

" Surat pemanggilan kedua sudah dilayangkan, dan alasan ES dan IT tidak memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan dikarenakan sakit," ungkap Ma'rup kepada berimbang.com,  belum lama ini

Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH Keadilan Bogor Raya, Fatiatulo Lazira meminta aparat kepolisian untuk konsisten dan transparan dalam penanganan kasus tersebut, karena keberhasilan dalam membongkar dugaan pungli tol Bocimi akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja jajaran kepolisian dalam menerapkan supremasi hukum.

" Jika kasus ini berhasil diungkap, maka kepercayaan publik terhadap aparat hukum yang selama ini rendah akan meningkat. Apalagi, pemberantasan pungli mendapat perhatian serius dari masyarakat," Ujar Fatiatulo

Menurutnya, kasus yang terjadi dalam pembebasan lahan untuk pembangunan tol Bocimi tidak hanya praktik pungli saja, tapi juga ada indikasi mark up harga tanah dengan cara menaikan harga Nilai Jual Objek Tanah (NJOP). Untuk itu, diminta jangan hanya memeriksa ES dan IT, tapi periksa juga pejabat tingkat kecamatan dan dinas terkait hingga pejabat daerah.

" Telusuri juga keterlibatan pejabat daerah dalam pembangunan jalan tol Bocimi. Kami akan mengawal pengungkapan kasus ini, agar semua oknum yang terlibat dan mencicipi uang haram pembangunan tol Bocimi diproses hukum," tegas Fatiatulo.

Ia juga mendesak agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Selain di Desa Wates Jaya, sambungnya, harus juga dilakukan penyelidikan di desa-desa yang terkena jalur pembebasan baik yang berkaitan dengan pembebasan lahan ataupun proses pemindahan ribuan makam warga yang sempat menimbulkan kecurigaan publik.

" Banyak persoalan yang timbul dari proyek pembangunan tol Bocimi. Selain proses pembebasan lahan, proses pemindahan ribuan makam warga juga perlu ditelusuri," tutupnya. (Na)

 

BogorJabodetabek

Sesosok Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Di Ciomas Bogor

Ilustrasi
Ilustrasi

 

BERIMBANG.COM, Bogor – Ditemukan sesosok mayat tak di kenal berjenis kelamin laki-laki di jalan H.Mansyur Haminteu Rt 04 /Rw 15, Desa Kota Batu, kecamatan Ciomas, kabupaten Bogor. selasa ( 07/02/2017 )

Salah satu warga, Rika (30) kepada berimbang.com  mengatakan, tiga hari yang lalu dirinya mencium bau yang tidak sedap, ia mengira itu hanya bangkai binatang. namun setelah mendapat laporan dari salah seorang pemulung dirinya beserta suami langsung melihat ke lokasi tempat kejadian dan menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas, dirinyapun langsung melaporkan ke Rt dan Rw dan pihak berwajib.

Sementara itu, Kepala Desa Kota Batu, Abdul Rahman Firdaus menerangkan, setelah mendapatkan laporan dari RW setempat dirinya langsung datang ke lokasi. Berhubung mayat tersebut sudah tidak bisa untuk di lakukan identifikasi, maka mayat tersebut di mandikan dan langsung di bawa ke pemakaman umun untuk langsung di makamkan, dugaan sementara mayat tersebut dibunuh karena terdapat luka memar di sekujur tubuhnya. (Na/Wan)

 

Daerah

Meninggalnya Ujang , Aktivis Mahasiswa Pertanyakan Anggaran Gizi Buruk

IMG-20170207-WA0033

BERIMBANG.COM, Sukabumi- Meninggalnya Ujang Nurjani (13) di  menderita gizi buruk, nampaknya jadi permasalahan yang berkepanjangan. Pasalnya, para aktivis Mahasiswa kini mempertanyakan anggaran yang telah di gelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi pada setiap tahun, anggaran tersebut untuk penanggulangan masalah gizi buruk di Kabupaten Sukabumi.

“ Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi telah menyatakan, bahwa setiap tahun ada anggaran untuk penanganan gizi buruk. Kami ingin tahu realisasinya, setelah adanya kasus yang menimpa Ujang yang menurut kami hal tersebut akibat dari lambannya penanganan,” ungkap Ronal Saepul selaku Presidium Solidaritas Mahasiswa Sukabumi (Somasi), kepada  Awak belum lama ini.

Lanjut Ronal , diketahui bahwa pada tahun anggaran 2014 lalu, dalam APBD Kabupaten Sukabumi terdapat dana anggaran untuk penanggulangan permasalahan gizi buruk dan gizi kurang sebesar Rp.500 juta pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi. Sementara Ujang, belakangan diketahui mengidap gizi buruk sudah sejak tahun 2013 yang lalu. 

“Seharusnya Ujang ini menjadi prioritas program itu. Tapi kenapa..? jangankan Ujang, realisasinya pun belum kami dengar,” keluh Ronal.

Dengan adanya kasus yang menimpa Ujang, selain mempertanyakan anggaran yang di alokasikan untuk penanggulangan gizi buruk, dirinya  juga mencium dugaan adanya praktek korupsi dalam kegiatan tersebut. Untuk itu pula, Somasi berharap kepada penegak hukum agar melakukan proses penyelidikan sesuai hukum.

“Selama ini, kasus gizi buruk jarang terjadi. Sementara itu anggarannya terus-terusan ada. Kami tentunya pertanyakan penggunaan anggaran itu. Bila perlu, pihak yang berwenang turun tangan mengaudit penggunaan anggarannya,” tegasnya 

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono saat di temui usai kegiatan di Lapas Kelas III Warungkiara mengatakan, secara khusus anggaran untuk penanganan masalah gizi buruk itu tidak ada kejadian yang menimpa Ujang, Adjo menyarankan meminta penjelasan terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi. Ia telah menginstruksikan, supaya harus ada evaluasi kinerja ke depan.
 
“Kami tekankan juga, kalau ada yang berobat terlebih dari masyarakat tidak mampu, harus di bantu sampai tuntas. Jangan di biarkan. Tidak boleh ada keterlambatan dalam penanganan,” tegas Adjo. (Na/loan)

 

BogorJabodetabek

O2SN Dan FLS2N Tingkat SD Se Kecamatan Cigombong Resmi Dibuka

IMG-20170206-WA0061

BERIMBANG.COM, Bogor- Olimpiade Olahraga Siswa Dan Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD se-Kecamatan resmi dibuka, acara yang bertempat di Lapangan Bola Bojong Kiharib, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. senin (06/02/2017) pagi tadi

Acara tersebut di awali dengan melaksanakan upacara dan dihadiri oleh Muspika Kecamatan Cigombong, Para Staf Guru se Kecamatan Cigombong, Camat Cigombong, Kapolsek Cigombong, Danramil, Kepala UPT Dan jajaran Polisi Pamong Praja

" Lomba tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan dan apresiasi terhadap bidang olahraga, menggali dan melestarikan seni budaya Indonesia serta meningkatkan persatuan dan kesatuan antara siswa seluruh indonesia," ungkap Ade Suryana yang mewakili Disdik kepada berimbang.com

" Digelarnya acara ini semoga kita bisa tingkatkan lagi untuk di bidang olah raga, siswa siswi untuk lebih semangat lagi, dan siswa yang ikut lomba ini sehingga betul-betul berkompetensi dengan baik,” harapnya. (Na/Wan)

 

Daerah

Kyai Jombang Resah, Wakil MPR Mempertanyakan Polda Jatim Mendata Kyai

images

BERIMBANG.COM, Jombang – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mempertanyakan sikap Polda Jatim yang mendata Kiai di Jawa Timur, khususnya Jombang. Menurutnya, sikap polisi tersebut membuat resah kiai-kiai di Jombang.

"Karena kyai di Jombang resah, dan mereka diingatkan kaya jaman PKI. Kalau ulama di Jombang saja resah, bisa dibayangkan tempat lainnya," kata Hidayat, saat dihubungi, Sabtu (4/2).

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu ada klarifikasi secara terbuka dan jujur dari Polri, untuk apa dilakukan pendataan, karena hal tersebut menimbulkan keresahan. Klarifikasi juga agar langkah polisi itu tidak menimbulkan kontroversi dan ditunggangi pihak ketiga yang ingin memecah belah, mengadu domba, dan menimbulkan kecurigaan ulama dengan Polri. 

"Saya kira segera Kapolri memberi klarifikasi yang jujur dan terbuka. Kalau tidak ada perlunya, untuk apa pendataan ini?" ujar dia.

Hidayat menjelaskan, pendataan dilakukan oleh Kemendagri jika terkait kependudukan, sementara soal -soal agama, termasuk pesantren, menjadi ranah dari Kemenag. Ia menyatakan, para kiai jangan dikriminalisasi dan diskriminasi. Apalagi, sebelumnya seorang terdakwa berani mempermalukan Rais aam NU dan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin. 

"Jadi tanda tanya besar untuk apa pendataan kiai. Para kiai tidak perlu didata, kiai sudah jelas sejarah dan kiprahnya di Indonesia amat berjasa bagi Indonesia, dan Indonesia belum cukup membalas jasa," ujarnya. (Abd).

Jelajah Desa

Kades Cibadak Gelar Tablig Akbar, Ormas PP Amankan Acara

IMG-20170205-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor –  Kepala Desa Cibadak bersama tokoh masyarakat setempat mengadakan Tablig Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1438H, acara ini diisi tausyiah oleh K.H Akri Patrio dari Jakarta dan Qori dari Cianjur  bertempat di kantor Desa Cibadak, tepatnya di Kampung Rasamala Desa Cibadak Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Sabtu ( 4/2/2017).

Kepala Desa Cibadak, Ulung Saputra mengatakan, tablig akbar ini di hadiri oleh para ulama, Kiyai, Ustad, Muspika, Koramil, Anggota Polsek, Ketua Satpol PP, warga Desa setempat dan luar desa serta yang sering eksis di masyarakat yaitu ormas pemuda pancasila se kecamatan Sukamakmur ikut hadir, acara di hadiri ribuan jama'ah.

Hal yang sama dikatakan mantan Kades,  Muin mengatakan, acara Tablig Akbar ini rutin tiap tahun di adakan di Desa, dan mengenai  semua anggaran Kepala Desalah yang bertanggunga jawab.

" Kami hanya di tunjuk oleh beliau sebagai panitia saja, dan tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada ormas pemuda pancasila yang ikut partisipasi pengamanan di acara ini," ujar Muin.

Bendahara 2 PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Sukamakmur Cecep mengatakan, meminta maaf Ketua PAC tidak hadir dikarnakan ada kepentingan mendadak.

" Padahal beliau diharapkan untuk hadir di acara ini, tapi beliau membeikan tugas kepada kami untuk ikut terjun berpartisipasi dalam pengamanan ini. Kami dan anggota lainnya berjumlah 45 orang ikut untuk mengamankan dari mulai pengaturan lalu lintas, mengondisikan kendaraan dan lain sebagainya. Alhasil acara tablig akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1438H ini kondusif aman," terang Cecep.( Ahmad)

 

BogorJabodetabek

Tim 7 FBR Depok Bogor Raya Gelar Rapat Akbar Dengan Para Ketua Gardu

IMG-20170203-WA0043

BERIMBANG.COM, Bogor – Demi meningkatkan kebersamaan serta meningkatkan kinerja Koordinator Wilayah ( Korwil) dengan para ketua Gardu se Depok Bogor Raya, Tim 7 beserta jajarannya gelar rapat kerja dan konsolidasi di Cisarua, Taman Safari Kabupaten Bogor. Jum'at ( 3/2/2017).

Dalam pertemuan tersebut membahas keluhan- keluhan yang ada di gardu wilayah masing – masing serta meningkatkan kinerja gardu agar lebih baik kedepannya. Pembahasan juga membentuk Tim Khusus ( Timsus ) Korwil dan merevisi kepengurusan jajaran Korwil.

Ketua Tim 7, Abdul Rohim menyampaikan, dengan adanya rapat kerja antara Korwil dan Para Ketua Gardu akan lebih meningkatkan komunikasi dan mencari solusi permasalahan – permasalahan yang ada Di Korwil maupun ditingkat Gardu.

" Korwil dan para ketua gardu sudah lama tidak ada pertemuan akbar seperti ini, mudah – mudahan kedepannya FBR Korwil Depok Bogor Depok Raya akan tambah rempug sehingga dapat menjalin komunikasi kearah yang lebih baik," tutur Rohim.

Lanjutnya, Kerempugan dapat dijalin dari diri masing – masing anggota dengan penuh keikhalasan, untuk itu, Rohim menghimbau kepada para anggota FBR untuk saling memaafkan bilamana sesama anggota FBR mempunyai kesalahan.

Sementara itu, Korwil Depok Bogor Raya, Nawi mengatakan, dengan adanya Tim 7 sangat membantu kinerja Korwil untuk meningkatkan kinerja para ketua Gardu dengan permasalaha – permasalahan yang ada di Gardu serta dapat mengkritik kinerja Korwil kearah yang lebih baik.

" Saya bersyukur dengan adanya Tim 7 melakukan pertemuan akbar seperti ini, dari pertemuan per gardu sampai pertemuan semua gardu yang sekarang ini kita laksanakan," ucap Nawi. (Iik).