Jabodetabek

BogorJabodetabek

Wabah DBD Hantui Warga Cigombong

050114900_1447215891-dbd

BERIMBANG.COM, Bogor – Wabah Demam Berdarah (DBD) di wilayah Selatan Kabupaten Bogor kembali memakan korban jiwa. Kali ini, virus yang ditularkan oleh nyamuk ini membawa duka bagi warga Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Kamis (25/02/16), Asep (20) warga Kampung Babakan RT 1 RW 11 Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, meninggal dunia akibat tertular virus DBD.

Menurut keluarga korban, sebelumnya Asep sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi selama satu malam. Namun, karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, pihak RSUD Ciawi merujuknya ke Rumah Sakit Cibeurum, Cisarua.  Namun malang, belum sempat dirawat di Rumah Sakit tersebut, nyawa Asep tak tertolong lagi.

“Saat kami sampai di rumah sakit cibeureum, ruang perawatan disana katanya sudah penuh sampai akhirnya asep meninggal sebelum dirawat oleh dokter”, ungkap salah satu keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya kepada sejumlah awak media.

Suasana dukapun menyelimuti keluarga korban saat ambulan yang membawa jenazah Asep dari Rs Cibeureum tiba dirumah duka. Setelah disemayamkan, jenazah Asep dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Upt Puskesmas Cigombong, belum bisa dimintai keterangan.

Sebagai tambahan informasi, seperti dilansir dalam pemberitaan di sejumlah media, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr Camelia W. Sumaryana mengatakan bahwa jumlah pasien DB akibat gigitan nyamuk yang terjadi di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kasus DB memang terus meningkat. Tercatat sebanyak 81 penderita meninggal dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Dia mengatakan peningkatan jumlah penderita DB akibat serangan gigitan nyamuk mulai terpantau pada 2013, dengan jumlah penderita 1.324 orang dan korban meninggal 25 orang. Pada 2014, jumlahnya mengalami peningkatan cukup tinggi, yakni 1.834 orang. “Jumlah korban meninggal penderita DB pun mengalami peningkatan, yakni 29 orang,” tuturnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Bangunan Kelas Nyaris Roboh, Siswa SD Negeri Ciadeg 5 Terancam

IMG-20160225-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan siswa kelas 4, 5 dan 6 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Ciadeg 5 di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terpaksa harus mempertaruhkan keselamatannya dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pasalnya, tiga ruang kelas yang selama ini digunakan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan rawan ambruk.

Sungguh miris kondisi bangunan di sekolah ini. Tampak jelas dari sisi luar bangunan, atap sekolah ini sudah miring karena kuda – kuda kayu penahan atap gentingnya rapuh dan patah di beberapa bagian. Kondisi itu lebih jelas terlihat di bagian dalam ruangan.  Karena plafond ruang kelas sudah roboh tak tertahan oleh kasau penahan yang lapuk.

Menurut Wakil Kepala SD Negeri Ciadeg 5, Sumiati, kondisi ini sudah berlangsung selama setahun terakhir. Sehingga, saat hujan turun, pihak sekolah terpaksa mengalihkan KBM ke lokal ruang kelas lain yang kondisinya layak secara bergantian.

“Kondisi ini sudah berlangsung selama setahun. Kami terpaksa mengalihkan KBM secara bergantian karena saat hujan turun ruang kelas ini banjir”, tutur Sumiati, wakil Kepala Sekolah bergelar S. Pd itu kepada berimbang.com.

Lebih lanjut, Sumiati mengatakan, kepala sekolah sebelumnya sudah mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi bangunan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor. Namun hingga kini belum juga ada realisasinya.

“Kepala Sekolah yang sebelumnya sudah mengajukan bantuan tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Tapi Kepala Sekolah yang baru juga sedang melakukan upaya yang sama”, tambah Sumiati.

Pihak sekolah berharap, Pemerintah segera memberikan bantuan rehabilitasi bangunan, sebelum terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tehnis Pendidikan (UPT P) 38 Kecamatan Cigombong, Jenudin, mengatakan sudah berkoordinasi dengan anggota DPRD Dapil III agar mendorong permohonan bantuan yang diajukan jajarannya. “Saya sudah berkoordinasi dengan anggota dewan agar membantu mendorong aspirasi dari warga terutama di bidang pendidikan”, tandas kepala UPT Pendidikan Cigombong. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Warga Kecamatan Cijeruk Inginkan Pos Pelayanan Polisi

IMG-20160217-WA0013BERIMBANG.COM, Bogor – Sejak dimekarkan dari wilayah Kecamatan Cigombong pada tahun 2006 silam, hingga kini wilayah Kecamatan Cijeruk belum juga memiliki fasilitas pelayanan Sektor Kepolisian (Polsek).  Untuk mendapatkan pelayanan dari Kepolisian, warga sejumlah desa di Kecamatan Cijeruk terpaksa harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) yang berada di Kecamatan Cigombong. Warga meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan Polsek di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan sejumlah Kepala Desa (Kades) Cijeruk kepada Kepala Unit Reserse dan Kriminal (kanit Reskrim) Polsek Cijeruk-Cigombong, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ma’ruf Murdianto yang hadir mewakili Kapolsek, dalam forum rapat Minggon yang dilaksanakan di aula kantor desa Palasari, Rabu (16/02/16) siang.

Menanggapi aspirasi warga yang disampaikan para Kades di Kecamatan Cijeruk itu, Kanit Reskrim Polsek Cijeruk-Cigombong AKP Ma’ruf Murdianto, mengatakan, akan melaporkan aspirasi masyarakat tersebut kepada Kapolsek. “Saya akan sampaikan aspirasi masyarakat ini kepada Komandan saya”, kata AKP Ma’ruf dalam sambutannya dihadapan para Kepala Desa, Camat Cijeruk, Kepala Upt Pendidikan dan Upt Puskesmas yang hadir dalam rapat Minggon.

Lebih lanjut, Ma’ruf mengakui bahwa wilayah tugas Polsek Cijeruk-Cigombong terlalu luas, karena meliputi dua wilayah kecamatan.  Yakni Kecamatan Cigombong dan Kecamatan Cijeruk. Terlebih, dengan keterbatasan personel yang ada. “Bayangkan saja, wilayah tugas kami sangat luas, Cigombong dan Cijeruk, sementara anggota kami saat ini hanya 39 personel”, imbuh Ma’ruf.

Dalam kesempatan itu juga Kanit Reskrim Polsek Cijeruk memberikan berbagai arahan dan pemahaman kepada para Kepala Desa. Salah satunya tentang antisipasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Sementara itu, Camat Cijeruk, Hidayat mengatakan, pihaknya akan menggandeng para pengusaha maupun investor di Cijeruk untuk turut andil dalam merealisasikan harapan masyarakat untuk lahan bakal kantor Polisi dan Koramil. “Kami akan menggandeng CSR dari para investor di Cijeruk untuk pengadaan lahannya. Sambil melihat lihat dimana lokasi yang strategis untuk pembangunan kantor Polisi dan Koramil”, tandas Camat Hidayat alias Kang Ibing, kepada berimbang.com. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Tabrakan Beruntun Terjadi Di Puncak, 1 Orang Tewas

IMG-20160214-WA0010

BERIMBANG.COM, Bogor – Diduga mengalami rem blong, sebuah bus pariwisata bernomor polisi F 7575 MW, yang meluncur dari arah Puncak menuju Bogor kehilangan kendali di Tanjakan Selarong, Cipayung, Puncak Bogor, hingga memicu terjadinya tabrakan beruntun, Minggu (14/02/2016). Satu orang korban dilaporkan tewas dan tiga korban lainnya mengalami luka berat.

Kecelakaan beruntun yang terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat itu melibatkan lima unit mobil dan dua unit sepeda motor. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, bus pariwisata Mulya Sari Pratama yang mengangkut rombongan santri itu diduga mengalami rem blong hingga tak terkendali saat memasuki jalan menurun di Selarong, lalu menabrak mobil Honda City dengan no polisi F 1078 KU, kemudian menabrak mobil Kijang Inova bernomor polisi B 1132 CGY, kemudian menabrak mobil Kijang Grand bernomor polisi 1569 EMH.

“Setelah menabrak beberapa mobil, bus itu oleng ke kanan lalu menabrak motor beat yang sedang parkir, kemudian nabrak lagi motor supra yang dari arah bawah. Kemudian bus itu nabrak lagi truk yang dari arah bawah”, Kata alek, warga setempat yang mengaku menyaksikan saat kecelakaan terjadi.

Pasca kecelakaan, Aparat Kepolisian menutup sementara jalur lalu lintas dikawasan ini hingga kemacetan panjangpun terjadi.  Kecelakaan di kawasan ini bukan pertama kali terjadi, namun kerap terjadi karena kondisi jalan yang cukup curam untuk dilalui. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Pemda Tutup Mata, Galian Liar di Cijeruk dan Cigombong Makin Menjamur

IMG-20160212-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor dituntut bertindak tegas terhadap keberadaan galian C di wilayah Cijeruk dan Cigombong. Pasalnya, aktivitas para pelaku ekplorasi alam secara liar tersebut semakin merajalela, tanpa memperhitungkan dampak yang ditimbulkannya, bahkan terhadap keselamatan jiwa sekalipun.

Sudah bukan rahasia umum lagi, di wilayah Kecamatan Cijeruk dan Cigombong, banyak dijumpai lokasi tambang liar dari berbagai jenis bahan material alam seperti batu, pasir dan teras (cadas, sunda – red) yang dieksplorasi dengan cara tradisional oleh para oknum pengusaha nakal. Para pelaku usaha tersebut mengatasnamakan kepentingan hajat hidup masyarakat, demi keuntungan pribadinya. Rimbunnya hutan di perbukitan Gunung Salak pun akhirnya makin terkikis dan alamnya pun porak poranda.

“Usaha yang kami lakukan ini bukan untuk mencari keuntungan pribadi, tapi demi mensejahterakan warga setempat yang selama ini penghasilan pokok dan keahliannya hanya menambang”, kilah salah salah satu pengusaha tambang batu di kawasan Cigombong yang enggan menyebutkan namanya itu kepada berimbang.com, beberapa waktu lalu.

Sudah tidak terhitung lagi jumlah korban yang jatuh akibat pola penambangan yang dilakukan tanpa aturan di kawasan itu. Korban terakhir jatuh saat galian C milik Haji Damiri di Kampung Panyarang RT 1 RW 7, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, longsor pada Jum’at (15/1/16) lalu, dan menewaskan pekerjanya yang bernama Uyeh (47) warga Kampung Panyarang RT 3 RW 7 Desa Ciburayut. Namun,  seperti kejadian – kejadian sebelumnya, peristiwa inipun ditutupi dari perhatian publik.

Sungguh ironis, keadaan ekonomi para penambang dengan para pemilik galian sangat berbanding terbalik. Si penambang yang telah menggeluti profesinya selama bertahun – tahun hidup dalam segala keterbatasannya. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya.  “Pekerjaan ini sudah saya lakukan hampir lima belas tahun.  Hasilnya cukup buat makan sehari – hari keluarga saya”, tutur seorang penambang, warga Panyarang, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan Cigombong, Somantri, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa seluruh lokasi galian C di Cigombong itu tidak memiliki ijin alias bodong. Karena berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor, wilayah Gunung Salak merupakan kawasan resapan air.

“Tidak satupun dari sembilan lokasi galian C di Cigombong yang memiliki ijin,  karena kawasan itu merupakan daerah resapan air.  Saya nyatakan galian C di Cigombong berstatus liar alias bodong”, kata Kanit Pol PP Cigombong.

Somantri juga mengatakan,  jika terjadi sesuatu di lokasi galian C pihaknya tidak akan ikut campur. “Kalo terjadi sesuatu di lokasi galian seperti kejadian di galian milik Haji Damiri, kami tidak mau tau dan tidak akan ikut campur.  Karena selama ini kami sudah melakukan pelarangan dan sosialisasi melalui pemerintah desa”, Tegasnya.

Menanggapi isu adanya “koordinasi” yang selama ini terjalin antara para pengusaha galian C dengan aparat setempat, menurut Somantri hal itu mungkin saja terjadi dibatas pemberitahuan saja. Namun demikian,  menurutnya hal itu tidak mengurangi kenyataannya bahwa galian C tersebut tetap ilegal. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

BogorJabodetabek

Antisipasi Bencana Susulan, Pemdes Srogol Buka Posko Tanggap Darurat

IMG-20160205-WA0004

BERIMBANG.COM, Bogor – Proses evakuasi di lokasi bencana tanah longsor di Desa Srogol dilakukan aparat gabungan. Satu Unit mobil Pemadam Kebakaran Ciawi, diterjunkan ke lokasi membantu operator alat berat milik MNC Line serta aparat dari BPBD Kabupaten Bogor. Penanganan bencana juga melibatkan Jajaran Polsek dan Koramil Cijeruk-Cigombong,  aparat Pemerintah Desa dan Sat Pol PP Kecamatan Cigombong.

“Evakuasi di lokasi bencana serta perbaikan akses jalan dimaksimalkan bisa selesai malam ini juga.  Karena jalur ini merupakan satu satunya akses jalan yang dipergunakan masyarakat di beberapa kampung”, kata Kepala Desa Srogol ditengah proses evakuasi.

Sementara itu, sebagai antisipasi terjadinya bencana susulan, Kades Srogol juga membuka Posko Tanggap Darurat Bencana dengan mensiagakan anggota Linmas yang dikomandoi langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes). “Kami mensiagakan enam orang personil Linmas untuk berjaga jaga jika terjadi bencana susulan”, tandas Sekdes Srogol, Muhamad Suharna, kepada berimbang.com. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

BogorJabodetabek

Terjebak Tawuran Pelajar, Kakek Ini Kena Bacok

Sohi, Korban Pembacokan.    (Foto: Raden Supriyadi)
Sohi, Korban Pembacokan. (Foto: Raden Supriyadi)

BERIMBANG.COM, Bogor – Seorang kakek berusia 75 tahun menjadi korban sasaran pembacokan saat terjadi perkelahian antar pelajar di kawasan Cisempur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jum’at (5/2/16), siang. Korban mengalami luka bacok di bagian dada sebelah kiri dan dilarikan warga ke klinik terdekat.

Sohi, warga Kampung Ranji RT 2 RW 6, yang menjadi korban pembacokan, menuturkan, saat kejadian dirinya tengah menunggu angkutan umum untuk menuju pulang. Saat angkutan umum yang distopnya berhenti tiba – tiba sekelompok pelajar SMK Bhakti Taruna yang sedang nongkrong langsung merangsak masuk kedalam angkutan dan bermaksud menyerang pelajar SMK YZA 2 yang berada di dalam angkutan dengan menggunakan senjata tajam. Namun naas, sabetan senjata tajam pelajar Smk tersebut malah mengenai Sohi yang hendak naik angkutan.

“Saya kaget waktu anak sekolah yang lagi pada nongkrong itu tiba tiba menyerang dan membacok saya”, tutur Korban, saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, dikediamanya sambil menahan sakit di lukanya yang mendapat lima jahitan itu.

Identitas pelaku pembacokan yang melarikan diri diketahui warga berasal dari SMK Bhakti Taruna. Bertempat tinggal di wilayah Tajur, dan saat ini dalam pengejaran petugas. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

BogorJabodetabek

Proyek Perataan Tanah MNC Line Picu Bencana Longsor

IMG-20160205-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras yang mengguyur kawasan Cigombong dan sekitarnya memicu terjadinya bencana alam.  Jum’at (5/2/16), sekitar pukul 15.30 sore tadi,  telah terjadi bencana alam tanah longsor di Kampung Sungapan RT 3 RW 1, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong yang mengakibatkan jalan menuju Kampung Sungapan dan Lengkong terputus.

Akses jalan di lokasi ini lumpuh total, tidak bisa dilewati oleh orang maupun kendaraan karena tertimbun longsoran tanah dan lumpur sepanjang 20 meter dengan ketebalan sekitar 1 meter. Selain memutuskan akses jalan, bencana ini juga memporak porandakan tanaman padi di lahan pesawahan milik warga Kampung Srogol RT 14 RW 5, Desa Srogol.

Menurut warga,  longsoran tanah dan lumpur itu berasal  berasal dari Proyek MNC Line yang tengah melaksanakan pemerataan tanah. Saat hujan turun deras, luapan air disertai tanah lumpur dan material lainnya menghantam tanggul penahan tanah hingga akhirnya ambrol.

“Sebelum ada proyek MNC tidak pernah ada kejadian seperti ini. Bencana ini yang kedua kalinya dan paling parah”, ungkap Kus, warga setempat kepada berimbang.com di lokasi bencana.

Sementara itu, Wawan, perwakilan MNC Line mengatakan, setelah mengetahui terjadinya bencana, pihaknya seger meninjau ke lokasi dan berupaya melakukan penanganan dengan menurunkan alat berat. “Kami tidak menyangka hujan akan turun sangat deras hingga berakibat seperti ini.  Kami akan berupaya memulihkan akses jalan malam ini juga”, kata Ujar Wawan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat Pemerintah Desa, jajaran Muspika dan warga masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Selain alat berat milik MNC Line, pemerintah daerah juga menerjunkan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciawi. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang).

BogorJabodetabek

FPI Dan LPI Caringin Serahkan Ribuan Obat Sitaan Ke Polsek

IMG-20160201-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wilayah Caringin, menyerahkan ribuan butir  obat keras yang disita dari toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 Cisempur, Desa Cinagara, kepada Unit Reskrim Polsek Caringin, Senin (01/02/16).

Barang bukti obat obatan tersebut diserahkan Ketua DPC FPI Wilayah Caringin, Kabupaten Bogor, Jamaludin. Diterima oleh Kepala Tim (Katim) Unit 1 Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Caringin, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) M Arifin dalam Berita Acara (BA) penerimaan, Nomor : STP/30/II/Sektor.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan (STP) Polsek Caringin tersebut, DPC FPI dan LPI Wilayah Caringin menyerahkan sebanyak 1381 butir obat dari empat jenis. Diantaranya, Hexymer 455 butir, Trihexyphenidyl 884 butir, Alprazolam 12 butir dan Mersi Merlopam Lorazepam 4 butir.

Kepada awak media Jamaludin mengatakan, hal yang dilakukannya itu sebagai tindak lanjut dari laporan  masyarakat tentang adanya penjualan bebas obat obatan keras kepada anak remaja. Walhasil, saat jajarannya melakukan monitoring ke toko obat Sasaka 2, Kamis (28/01/16) lalu, didapati ribuan obat dari berbagai jenis yang selanjutnya dijadikan barang bukti.

“Kami akan terus melakukan monitoring sebagai antisipasi peredaran dan penyalah gunaan obat obatan, miras dan penyakit masyarakat lainnya di wilayah kami, sesuai dengan agenda monitoring kami yang sudah ditetapkan,  yakni mingguan, bulanan,  dan tiga bulanan”, kata Ketua DPC FPI Wilayah Caringin yang juga Sekjen DPW FPI itu, kepada Wartawan.

Sementara itu, Katim Unit 1 Reskrim Polsek Caringin, Aiptu M Arifin, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena batasan kewenangannya. “Saya hanya menerima obat obatan yang diserahkan oleh FPI dan membuatkan berita acara penerimaannya. Kalo untuk keterangan lebih lanjutnya nanti saja ke Kanit Reskrim atau Kapolsek”, tandasnya.  (Raden Supriyadi/Nana)

BogorJabodetabek

Peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat Mulai Praktek Lapangan

IMG-20160131-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Usai dibekali materi pelatihan di hotel  Duta Berlian, Sabtu (30/01/16), para peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 22 tahun 2016 yang diselenggarakan PT Sidat Indonesia melanjutkan praktek lapangan di lokasi budidaya di Kampung Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (31/01/16) siang. Di lokasi ini, para peserta diberikan pembekalan praktek secara langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Sidat Indonesia, Hery.

Para peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu antusias mengikuti pelatihan tahap kedua yang digelar panitia. Dirut PT. Sidat Indonesia, Hery,  menjelaskan, dipelatihan tahap ke dua ini, para peserta mengikuti tahapan kegiatan pengenalan ikan sidat kedua, pendederan 1, persiapan media budidaya, persiapan kebutuhan pendederan tahap 2 dan 3, praktek perawatan dan penanggulangan penyakit pada ikan Sidat. Kegiatan diakhiri dengan Ishoma sambil mencicipi Shirayaki dan cara pengemasan ikan Sidat. “Usai pelatihan, seluruh peserta kami berikan sertifikat pelatihan, kartu anggota dan surat pernyataan membeli dari perusahaan kami”, ujar Hery.

Sementara itu, I Gede Sarjana, salah satu peserta dari Denpasar Bali, kepada berimbang.com mengatakan, motivasinya dalam mengikuti pelatihan untuk menimba ilmu tentang budidaya dan pengolahan ikan Sidat. “Saya mengetahui usaha ikan sidat dari internet. Setelah membaca artikelnya saya tertarik sehingga mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Sidat Indonesia, dengan harapan ketika saya sudah mendapatkan ilmu dan bisa mempraktekan,  saya akan mengembangkan usaha tersebut di kampung halaman saya untuk mensejahterakan masyarakat”, Pungkas I Gede Sarjana, yang juga seorang pengusaha jasa Tourism di daerahnya itu. (Raden Supriyadi/Nana)