Bogor

BogorJabodetabek

Korban Longsor Cihateuri Ciburuy Butuh Penanganan Cepat

IMG-20160302-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Supardi (48) dan Irah (43) pasangan suami istri warga tidak mampu di Kampung Cihateuri RT 3 RW 9 Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, hanya bisa pasrah setelah sebagian bangunan rumah sederhananya ambruk tergerus longsor, yang terjadi Selasa (1/3/16). Hujan deras yang mengguyur sepekan terakhir, diduga menjadi pemicu utama terjadinya bencana.

Korban longsor menuturkan, bencana terjadi Selasa pagi, sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Saat itu dirinya bersama sang istri tengah berada di halaman belakang rumahnya yang kini amblas.

“Saat kejadian saya sedang membetulkan kandang ayam dan istri saya sedang mencuci baju. Tiba – tiba tanah yang kami pijak longsor dan menarik tubuh istri saya ke dasar tebingan. Untungnya istri saya selamat meskipun tangannya patah dan luka luka”, tutur lelaki setengah baya, yang kesehariannya menjadi pengurus mesjid di Perumahan Lido Permai itu.

Karena terbentur kondisi ekonominya yang pas pasan, keluarga Supardi hanya bisa pasrah dengan bencana yang dialaminya. Meskipun kondisi rumahnya saat ini rusak dan rawan terjadinya longsor susulan, Supardi terpaksa harus bertahan di tempat tinggalnya, meski diakuinya dihantui perasaan was was.

Sementara itu, Ida, Ketua RT setempat, mengatakan, paska bencana pihaknya sudah melaporkan ke pemerintah desa, yang langsung melakukan peninjauan ke lokasi.  Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penanganan dan bantuan dalam bentuk apapun yang diterima korban.

“Staf desa kemarin sudah ada yang meninjau lokasi, tapi sampai hari ini belum ada bantuan yang datang”, kata ketua RT.

Saat dikonfirmasi, pemerintah kecamatan setempat melalui Kepala Unit Polisi Pamong Praja (Kanit Pol PP) Kecamatan Cigombong, mengaku telah melakukan penanganan di lokasi bencana. “Kami sudah melakukan evakuasi korban, mengadakan gotong royong memperbaiki rumah korban dan telah melaporkannya ke BPBD”, kilah Kanit Pol PP, Somantri, dalam pesan singkatnya.

Ironisnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengaku belum menerima laporan. “Waduh, kami belum ada laporan. Tar dicek via pemerintah desa”, tandas Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Polri Kejar Target Perekrutan Anggota Polwan

IMG-20160301-WA0006

BERIMBANG.COM, Bogor – Jumlah Anggota Kepolisian Wanita (Polwan) Republik Indonesia masih belum mencapai angka ideal. Menurut Karo Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Asep Suhendar M.Si, saat ini, jumlah Polwan di Indonesia baru mencapai Sepuluh Persen dari total anggota Polri.

“Saat ini, jumlah Polwan di Indonesia baru sekitar 45.000 personil dari total 420.000 personil Polri”, Ujar Brigjen Pol Asep Suhendar M.Si, saat dijumpai di Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ) Lido, Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/02/16).

Lebih lanjut, Brigjen Pol Asep Suhendar, menjelaskan, bahwa kebutuhan anggota Polri setiap tahunnya selalu bertambah. Terlebih, banyak anggota Polri yang pensiun. Sehingga perekrutan dilakukan secara berlanjut. Menurutnya, target perekrutan minimal mengembalikan jumlah anggota, bahkan kalau mungkin bisa lebih.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami mengejar perekrutan anggota Polwan di tiga SPN, dengan harapan bisa mencapai target, minimalnya tiga puluh persen dari total jumlah anggota Polri saat ini”, ujar Karo Kurikulum Lemdiklat Polri.

Disinggung soal komitmen Polri dalam memerangi Narkoba, Jenderal Bintang Satu itu menegaskan bahwa dalam perekrutan anggota Polri telah menerapkan seleksi ketat untuk antisipasi adanya indikasi pengguna Narkoba. “Dalam perekrutan anggota Polri, kami melakukan berbagai tes. Mulai dari tes urine, tes darah, bahkan jika mungkin kami melakukan tes rambut. Karena kandungan narkoba dalam rambut pengguna bisa bertahan lama, hingga mencapai lima belas tahun meskipun si pengguna sudah tidak aktif mengkonsumsi lagi”, tandasnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

SD Negeri Campedak Cijeruk Minim Ruang Kelas dan Sarana Air Bersih

IMG-20160301-WA0005

BERIMBANG.COM, Bogor – Selama puluhan tahun, peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Campedak di Kampung Babakan RT 1 RW 7, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggabungkan dua Rombongan Belajar (Rombel) dalam satu ruang kelas.

Menurut Kepala Sekolah, hal itu terpaksa dilakukan karena terbatasnya ruang kelas yang dimilikinya. Selain itu, Sekolah ini juga tidak memiliki sarana air bersih. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air, setiap hari para siswa dan guru disekolah ini terpaksa membawa air dari rumah masing – masing.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Campedak, Yati Maryati S.Pd, mengatakan, bahwa pihaknya terpaksa menggabungkan dua Rombel dalam satu ruangan, dengan memberi dinding penyekat dari kayu diantaranya. Hal itu terpaksa dilakukan, karena sekolahnya hanya memiliki tiga ruang kelas bagi enam Rombel.

“Ya, sebenarnya kondisi ini membuat tidak kondusif kegiatan belajar mengajar. Tapi apa boleh buat terpaksa kami lakukan agar hak didik para peserta didik di sekolah kami terlayani”, Ujar Yati Maryati, kepada Berimbang.com.

Lebih lanjut Kepala Sekolah itu menjelaskan, sebenarnya lahan SD Negeri Campedak masih cukup luas untuk membangun ruang kelas baru. Namun, entah kenapa hingga kini bantuan yang diharapkan belum juga kunjung datang ke sekolah ini.

“Luas tanah yang dimiliki sekolah kami mencapai dua ribu meter lebih dengan tiga ruang kelas, satu kantor guru dan wc. Dalam menyelenggarakan KBM, Kami memiliki enam orang guru,tiga orang PNS termasuk saya dan empat guru honorer. Sementara jumlah peserta didik kami sebanyak delapan puluh delapan orang”, jelas Kepala Sekolah.

Sementara itu, Apit Dahniar S.Pd, salah satu guru senior di SD Negeri Campedak menambahkan, sejak berdiri pada tahun 1983, sekolah ini tidak memiliki sarana air bersih. “Setiap hari kami bersama para siswa membawa air bersih dari rumah masing – masing. Kalo anak – anak bawa di botol kecil, kalo kami kadang bawa di dalam jerigen air. Selain itu, selama musim penghujan ini kami juga terpaksa menampung air hujan, untuk memenuhi kebutuhan cuci kakus”, tambah Apit.

Pihak sekolah berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah untuk dua point kesulitan yang dihadapinya selama ini. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Ka SPN PMJ Bangun Komitmen Kemitraan

IMG-20160229-WA0012

BERIMBANG.COM, Bogor – Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ), berkomitmen untuk membangun Program kemitraan dengan Stakeholder penampu pimpinan. Hal tersebut ditegaskan Kepala SPN PMJ Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M.Si, saat dijumpai usai Upaca Penutupan Diktuk Polwan Tahun Ajaran 2015, Senin (29/02/16).

Kombes Pol Ruslan Efendi mengatakan, bahwa program strategis membangun kemitraan dengan para stakeholder merupakan salah satu dari program percepatan dalam program kerjanya sebagai Kepala SPN Polda Metro Jaya.

“Ada beberapa program yang harus mendapat percepatan dari saya, diantaranya program strategis membangun kemitraan saya dengan stakeholder terutama Icitap melaui e learning dan lebrerinya”, kata Ka SPN PMJM

Selain itu, lanjut Ka SPN PMJ, dirinya juga akan mengembangkan program pendidikan non Polri. Karena menurutnya, SPN PMJ selain mendidik dan melatih anggota Kepolisian Republik Indonesia, juga mendidik dan melatih para staf Kementrian dan Lembaga. Seperti yang saat ini sedang berlangsung yakni pendidikan dan pelatihan bagi staf Kantor Imigrasi, KKP dan Karantina. Minggu depan, masih kata Ka SPN PMJ, pihaknya akan melatih para siswa dan siswi yang terlibat tawuran di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Minggu depan, kami akan mendidik sekitar tiga ratus orang siswa siswi jakarta yang terlibat tawuran. Mereka akan menjadi duta anti tawuran”, jelasnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Ruslan Efendi menjelaskan, SPN PMJ juga menjalin kemitraan dengan Perbankan di wilayah DKI Jakarta yang mengikut sertakan tenaga keamanannya dalam berbagai pelatihan. Kombes Pol Ruslan Efendi menambahkan, melalui revitalisasinya SPN PMJ juga membuat program Kreatif Briptu, yakni ijin bertanya. “Para alumni SPN Polda Metro Jaya diperkenankan mengikuti program belajar jarak jauh, melalui program Ijin Bertanya”, Tandas Ka SPN PMJ. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

713 Brigadir Polwan Remaja Diktuk SPN PMJ Tahun Ajaran 2015 Dilantik

IMG-20160229-WA0010

BERIMBANG.COM, Bogor – Ratusan Siswi Didik Pembentukan Brigadir Polisi Wanita (Diktuk Polwan) di Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ) Lido, Bogor, Jawa Barat, tahun ajaran 2015, telah selesai mengikuti masa pendidikan selama tujuh bulan.

Ke tujuh ratus tiga belas orang siswi itu dinyatakan telah lulus dan dilantik oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Drs Nandang Jumantara SH dan Kepala (Ka) SPN PMJ Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Drs. Ruslan Efendi, M. Si, Minggu (28/02/16) kemarin.

Masa pendidikan para Brigadir Polisi Wanita itu ditutup pada Senin (29/02/16), dengan rangkaian Upacara Penutupan yang dipimpin oleh Karo Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Brigjen Pol Drs. Asep Suhendar M.Si, selaku Inspektur Upacara.

Menurut Ka SPN PMJ, Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M. Si, pendidikan para Brigadir Polwan yang berasal dari berbagai daerah ini berjalan lancar hingga bisa diwisuda di tahun ajaran ini. Setelah dilantik, para Brigadir remaja ini akan dikembalikan ke Poldanya masing – masing untuk siap mengabdikan dirinya kepada masyarakat, sesuai penempatan tugasnya. Sementara Sepuluh Brigadir itu telah diseleksi oleh Korlantas Polri dan akan ditempatkan di National Traffic Management Centre (NTMC)

“Para Brigadir remaja ini berasal dari Polda Aceh, Polda Bengkulu, Polda Kalimantan Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, Polda Bali, dan Polda Batam. Mereka akan dikembalikan ke wilayahnya masing – masing untuk menerima penempatan tugas, kecuali yang sepuluh orang yang terseleksi oleh Korlantas Polri untuk ditempatkan di NTMC”, kata Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M. Si, kepada awak media.

Usai dilaksanakan rangkaian giat sibolis, Rangkaian Upacara Penutupan Diktuk Polwan SPN PMJ Tahun Ajaran 2015 ini dimeriahkan juga oleh berbagai atraksi memukau yang ditampilkan oleh Brigade Sepeda Motor Polwan Polda Metro Jaya, Antraksi devile pasukan bersenjata, beladiri, pasukan borgol dan berbagai antraksi menarik lainnya. Usai melaksanakan perhelatan Upacara Penutupan, para Brigadir Polwan remaja ini dijemput oleh kedua orang tua dan keluarganya. (Raden Supriyadi/Joay)

BogorJabodetabek

Wabah DBD Hantui Warga Cigombong

050114900_1447215891-dbd

BERIMBANG.COM, Bogor – Wabah Demam Berdarah (DBD) di wilayah Selatan Kabupaten Bogor kembali memakan korban jiwa. Kali ini, virus yang ditularkan oleh nyamuk ini membawa duka bagi warga Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Kamis (25/02/16), Asep (20) warga Kampung Babakan RT 1 RW 11 Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, meninggal dunia akibat tertular virus DBD.

Menurut keluarga korban, sebelumnya Asep sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi selama satu malam. Namun, karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, pihak RSUD Ciawi merujuknya ke Rumah Sakit Cibeurum, Cisarua.  Namun malang, belum sempat dirawat di Rumah Sakit tersebut, nyawa Asep tak tertolong lagi.

“Saat kami sampai di rumah sakit cibeureum, ruang perawatan disana katanya sudah penuh sampai akhirnya asep meninggal sebelum dirawat oleh dokter”, ungkap salah satu keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya kepada sejumlah awak media.

Suasana dukapun menyelimuti keluarga korban saat ambulan yang membawa jenazah Asep dari Rs Cibeureum tiba dirumah duka. Setelah disemayamkan, jenazah Asep dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Upt Puskesmas Cigombong, belum bisa dimintai keterangan.

Sebagai tambahan informasi, seperti dilansir dalam pemberitaan di sejumlah media, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr Camelia W. Sumaryana mengatakan bahwa jumlah pasien DB akibat gigitan nyamuk yang terjadi di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kasus DB memang terus meningkat. Tercatat sebanyak 81 penderita meninggal dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Dia mengatakan peningkatan jumlah penderita DB akibat serangan gigitan nyamuk mulai terpantau pada 2013, dengan jumlah penderita 1.324 orang dan korban meninggal 25 orang. Pada 2014, jumlahnya mengalami peningkatan cukup tinggi, yakni 1.834 orang. “Jumlah korban meninggal penderita DB pun mengalami peningkatan, yakni 29 orang,” tuturnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Bangunan Kelas Nyaris Roboh, Siswa SD Negeri Ciadeg 5 Terancam

IMG-20160225-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan siswa kelas 4, 5 dan 6 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Ciadeg 5 di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terpaksa harus mempertaruhkan keselamatannya dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pasalnya, tiga ruang kelas yang selama ini digunakan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan rawan ambruk.

Sungguh miris kondisi bangunan di sekolah ini. Tampak jelas dari sisi luar bangunan, atap sekolah ini sudah miring karena kuda – kuda kayu penahan atap gentingnya rapuh dan patah di beberapa bagian. Kondisi itu lebih jelas terlihat di bagian dalam ruangan.  Karena plafond ruang kelas sudah roboh tak tertahan oleh kasau penahan yang lapuk.

Menurut Wakil Kepala SD Negeri Ciadeg 5, Sumiati, kondisi ini sudah berlangsung selama setahun terakhir. Sehingga, saat hujan turun, pihak sekolah terpaksa mengalihkan KBM ke lokal ruang kelas lain yang kondisinya layak secara bergantian.

“Kondisi ini sudah berlangsung selama setahun. Kami terpaksa mengalihkan KBM secara bergantian karena saat hujan turun ruang kelas ini banjir”, tutur Sumiati, wakil Kepala Sekolah bergelar S. Pd itu kepada berimbang.com.

Lebih lanjut, Sumiati mengatakan, kepala sekolah sebelumnya sudah mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi bangunan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor. Namun hingga kini belum juga ada realisasinya.

“Kepala Sekolah yang sebelumnya sudah mengajukan bantuan tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Tapi Kepala Sekolah yang baru juga sedang melakukan upaya yang sama”, tambah Sumiati.

Pihak sekolah berharap, Pemerintah segera memberikan bantuan rehabilitasi bangunan, sebelum terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tehnis Pendidikan (UPT P) 38 Kecamatan Cigombong, Jenudin, mengatakan sudah berkoordinasi dengan anggota DPRD Dapil III agar mendorong permohonan bantuan yang diajukan jajarannya. “Saya sudah berkoordinasi dengan anggota dewan agar membantu mendorong aspirasi dari warga terutama di bidang pendidikan”, tandas kepala UPT Pendidikan Cigombong. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Warga Kecamatan Cijeruk Inginkan Pos Pelayanan Polisi

IMG-20160217-WA0013BERIMBANG.COM, Bogor – Sejak dimekarkan dari wilayah Kecamatan Cigombong pada tahun 2006 silam, hingga kini wilayah Kecamatan Cijeruk belum juga memiliki fasilitas pelayanan Sektor Kepolisian (Polsek).  Untuk mendapatkan pelayanan dari Kepolisian, warga sejumlah desa di Kecamatan Cijeruk terpaksa harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) yang berada di Kecamatan Cigombong. Warga meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan Polsek di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan sejumlah Kepala Desa (Kades) Cijeruk kepada Kepala Unit Reserse dan Kriminal (kanit Reskrim) Polsek Cijeruk-Cigombong, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ma’ruf Murdianto yang hadir mewakili Kapolsek, dalam forum rapat Minggon yang dilaksanakan di aula kantor desa Palasari, Rabu (16/02/16) siang.

Menanggapi aspirasi warga yang disampaikan para Kades di Kecamatan Cijeruk itu, Kanit Reskrim Polsek Cijeruk-Cigombong AKP Ma’ruf Murdianto, mengatakan, akan melaporkan aspirasi masyarakat tersebut kepada Kapolsek. “Saya akan sampaikan aspirasi masyarakat ini kepada Komandan saya”, kata AKP Ma’ruf dalam sambutannya dihadapan para Kepala Desa, Camat Cijeruk, Kepala Upt Pendidikan dan Upt Puskesmas yang hadir dalam rapat Minggon.

Lebih lanjut, Ma’ruf mengakui bahwa wilayah tugas Polsek Cijeruk-Cigombong terlalu luas, karena meliputi dua wilayah kecamatan.  Yakni Kecamatan Cigombong dan Kecamatan Cijeruk. Terlebih, dengan keterbatasan personel yang ada. “Bayangkan saja, wilayah tugas kami sangat luas, Cigombong dan Cijeruk, sementara anggota kami saat ini hanya 39 personel”, imbuh Ma’ruf.

Dalam kesempatan itu juga Kanit Reskrim Polsek Cijeruk memberikan berbagai arahan dan pemahaman kepada para Kepala Desa. Salah satunya tentang antisipasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Sementara itu, Camat Cijeruk, Hidayat mengatakan, pihaknya akan menggandeng para pengusaha maupun investor di Cijeruk untuk turut andil dalam merealisasikan harapan masyarakat untuk lahan bakal kantor Polisi dan Koramil. “Kami akan menggandeng CSR dari para investor di Cijeruk untuk pengadaan lahannya. Sambil melihat lihat dimana lokasi yang strategis untuk pembangunan kantor Polisi dan Koramil”, tandas Camat Hidayat alias Kang Ibing, kepada berimbang.com. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Tabrakan Beruntun Terjadi Di Puncak, 1 Orang Tewas

IMG-20160214-WA0010

BERIMBANG.COM, Bogor – Diduga mengalami rem blong, sebuah bus pariwisata bernomor polisi F 7575 MW, yang meluncur dari arah Puncak menuju Bogor kehilangan kendali di Tanjakan Selarong, Cipayung, Puncak Bogor, hingga memicu terjadinya tabrakan beruntun, Minggu (14/02/2016). Satu orang korban dilaporkan tewas dan tiga korban lainnya mengalami luka berat.

Kecelakaan beruntun yang terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat itu melibatkan lima unit mobil dan dua unit sepeda motor. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, bus pariwisata Mulya Sari Pratama yang mengangkut rombongan santri itu diduga mengalami rem blong hingga tak terkendali saat memasuki jalan menurun di Selarong, lalu menabrak mobil Honda City dengan no polisi F 1078 KU, kemudian menabrak mobil Kijang Inova bernomor polisi B 1132 CGY, kemudian menabrak mobil Kijang Grand bernomor polisi 1569 EMH.

“Setelah menabrak beberapa mobil, bus itu oleng ke kanan lalu menabrak motor beat yang sedang parkir, kemudian nabrak lagi motor supra yang dari arah bawah. Kemudian bus itu nabrak lagi truk yang dari arah bawah”, Kata alek, warga setempat yang mengaku menyaksikan saat kecelakaan terjadi.

Pasca kecelakaan, Aparat Kepolisian menutup sementara jalur lalu lintas dikawasan ini hingga kemacetan panjangpun terjadi.  Kecelakaan di kawasan ini bukan pertama kali terjadi, namun kerap terjadi karena kondisi jalan yang cukup curam untuk dilalui. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Pemda Tutup Mata, Galian Liar di Cijeruk dan Cigombong Makin Menjamur

IMG-20160212-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor dituntut bertindak tegas terhadap keberadaan galian C di wilayah Cijeruk dan Cigombong. Pasalnya, aktivitas para pelaku ekplorasi alam secara liar tersebut semakin merajalela, tanpa memperhitungkan dampak yang ditimbulkannya, bahkan terhadap keselamatan jiwa sekalipun.

Sudah bukan rahasia umum lagi, di wilayah Kecamatan Cijeruk dan Cigombong, banyak dijumpai lokasi tambang liar dari berbagai jenis bahan material alam seperti batu, pasir dan teras (cadas, sunda – red) yang dieksplorasi dengan cara tradisional oleh para oknum pengusaha nakal. Para pelaku usaha tersebut mengatasnamakan kepentingan hajat hidup masyarakat, demi keuntungan pribadinya. Rimbunnya hutan di perbukitan Gunung Salak pun akhirnya makin terkikis dan alamnya pun porak poranda.

“Usaha yang kami lakukan ini bukan untuk mencari keuntungan pribadi, tapi demi mensejahterakan warga setempat yang selama ini penghasilan pokok dan keahliannya hanya menambang”, kilah salah salah satu pengusaha tambang batu di kawasan Cigombong yang enggan menyebutkan namanya itu kepada berimbang.com, beberapa waktu lalu.

Sudah tidak terhitung lagi jumlah korban yang jatuh akibat pola penambangan yang dilakukan tanpa aturan di kawasan itu. Korban terakhir jatuh saat galian C milik Haji Damiri di Kampung Panyarang RT 1 RW 7, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, longsor pada Jum’at (15/1/16) lalu, dan menewaskan pekerjanya yang bernama Uyeh (47) warga Kampung Panyarang RT 3 RW 7 Desa Ciburayut. Namun,  seperti kejadian – kejadian sebelumnya, peristiwa inipun ditutupi dari perhatian publik.

Sungguh ironis, keadaan ekonomi para penambang dengan para pemilik galian sangat berbanding terbalik. Si penambang yang telah menggeluti profesinya selama bertahun – tahun hidup dalam segala keterbatasannya. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya.  “Pekerjaan ini sudah saya lakukan hampir lima belas tahun.  Hasilnya cukup buat makan sehari – hari keluarga saya”, tutur seorang penambang, warga Panyarang, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan Cigombong, Somantri, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa seluruh lokasi galian C di Cigombong itu tidak memiliki ijin alias bodong. Karena berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor, wilayah Gunung Salak merupakan kawasan resapan air.

“Tidak satupun dari sembilan lokasi galian C di Cigombong yang memiliki ijin,  karena kawasan itu merupakan daerah resapan air.  Saya nyatakan galian C di Cigombong berstatus liar alias bodong”, kata Kanit Pol PP Cigombong.

Somantri juga mengatakan,  jika terjadi sesuatu di lokasi galian C pihaknya tidak akan ikut campur. “Kalo terjadi sesuatu di lokasi galian seperti kejadian di galian milik Haji Damiri, kami tidak mau tau dan tidak akan ikut campur.  Karena selama ini kami sudah melakukan pelarangan dan sosialisasi melalui pemerintah desa”, Tegasnya.

Menanggapi isu adanya “koordinasi” yang selama ini terjalin antara para pengusaha galian C dengan aparat setempat, menurut Somantri hal itu mungkin saja terjadi dibatas pemberitahuan saja. Namun demikian,  menurutnya hal itu tidak mengurangi kenyataannya bahwa galian C tersebut tetap ilegal. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)