Beranda blog Halaman 408

SD Negeri Campedak Cijeruk Minim Ruang Kelas dan Sarana Air Bersih

0

IMG-20160301-WA0005

BERIMBANG.COM, Bogor – Selama puluhan tahun, peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Campedak di Kampung Babakan RT 1 RW 7, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggabungkan dua Rombongan Belajar (Rombel) dalam satu ruang kelas.

Menurut Kepala Sekolah, hal itu terpaksa dilakukan karena terbatasnya ruang kelas yang dimilikinya. Selain itu, Sekolah ini juga tidak memiliki sarana air bersih. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air, setiap hari para siswa dan guru disekolah ini terpaksa membawa air dari rumah masing – masing.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Campedak, Yati Maryati S.Pd, mengatakan, bahwa pihaknya terpaksa menggabungkan dua Rombel dalam satu ruangan, dengan memberi dinding penyekat dari kayu diantaranya. Hal itu terpaksa dilakukan, karena sekolahnya hanya memiliki tiga ruang kelas bagi enam Rombel.

“Ya, sebenarnya kondisi ini membuat tidak kondusif kegiatan belajar mengajar. Tapi apa boleh buat terpaksa kami lakukan agar hak didik para peserta didik di sekolah kami terlayani”, Ujar Yati Maryati, kepada Berimbang.com.

Lebih lanjut Kepala Sekolah itu menjelaskan, sebenarnya lahan SD Negeri Campedak masih cukup luas untuk membangun ruang kelas baru. Namun, entah kenapa hingga kini bantuan yang diharapkan belum juga kunjung datang ke sekolah ini.

“Luas tanah yang dimiliki sekolah kami mencapai dua ribu meter lebih dengan tiga ruang kelas, satu kantor guru dan wc. Dalam menyelenggarakan KBM, Kami memiliki enam orang guru,tiga orang PNS termasuk saya dan empat guru honorer. Sementara jumlah peserta didik kami sebanyak delapan puluh delapan orang”, jelas Kepala Sekolah.

Sementara itu, Apit Dahniar S.Pd, salah satu guru senior di SD Negeri Campedak menambahkan, sejak berdiri pada tahun 1983, sekolah ini tidak memiliki sarana air bersih. “Setiap hari kami bersama para siswa membawa air bersih dari rumah masing – masing. Kalo anak – anak bawa di botol kecil, kalo kami kadang bawa di dalam jerigen air. Selain itu, selama musim penghujan ini kami juga terpaksa menampung air hujan, untuk memenuhi kebutuhan cuci kakus”, tambah Apit.

Pihak sekolah berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah untuk dua point kesulitan yang dihadapinya selama ini. (Raden Supriyadi)

Ka SPN PMJ Bangun Komitmen Kemitraan

0

IMG-20160229-WA0012

BERIMBANG.COM, Bogor – Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ), berkomitmen untuk membangun Program kemitraan dengan Stakeholder penampu pimpinan. Hal tersebut ditegaskan Kepala SPN PMJ Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M.Si, saat dijumpai usai Upaca Penutupan Diktuk Polwan Tahun Ajaran 2015, Senin (29/02/16).

Kombes Pol Ruslan Efendi mengatakan, bahwa program strategis membangun kemitraan dengan para stakeholder merupakan salah satu dari program percepatan dalam program kerjanya sebagai Kepala SPN Polda Metro Jaya.

“Ada beberapa program yang harus mendapat percepatan dari saya, diantaranya program strategis membangun kemitraan saya dengan stakeholder terutama Icitap melaui e learning dan lebrerinya”, kata Ka SPN PMJM

Selain itu, lanjut Ka SPN PMJ, dirinya juga akan mengembangkan program pendidikan non Polri. Karena menurutnya, SPN PMJ selain mendidik dan melatih anggota Kepolisian Republik Indonesia, juga mendidik dan melatih para staf Kementrian dan Lembaga. Seperti yang saat ini sedang berlangsung yakni pendidikan dan pelatihan bagi staf Kantor Imigrasi, KKP dan Karantina. Minggu depan, masih kata Ka SPN PMJ, pihaknya akan melatih para siswa dan siswi yang terlibat tawuran di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Minggu depan, kami akan mendidik sekitar tiga ratus orang siswa siswi jakarta yang terlibat tawuran. Mereka akan menjadi duta anti tawuran”, jelasnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Ruslan Efendi menjelaskan, SPN PMJ juga menjalin kemitraan dengan Perbankan di wilayah DKI Jakarta yang mengikut sertakan tenaga keamanannya dalam berbagai pelatihan. Kombes Pol Ruslan Efendi menambahkan, melalui revitalisasinya SPN PMJ juga membuat program Kreatif Briptu, yakni ijin bertanya. “Para alumni SPN Polda Metro Jaya diperkenankan mengikuti program belajar jarak jauh, melalui program Ijin Bertanya”, Tandas Ka SPN PMJ. (Raden Supriyadi)

713 Brigadir Polwan Remaja Diktuk SPN PMJ Tahun Ajaran 2015 Dilantik

0

IMG-20160229-WA0010

BERIMBANG.COM, Bogor – Ratusan Siswi Didik Pembentukan Brigadir Polisi Wanita (Diktuk Polwan) di Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ) Lido, Bogor, Jawa Barat, tahun ajaran 2015, telah selesai mengikuti masa pendidikan selama tujuh bulan.

Ke tujuh ratus tiga belas orang siswi itu dinyatakan telah lulus dan dilantik oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Drs Nandang Jumantara SH dan Kepala (Ka) SPN PMJ Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Drs. Ruslan Efendi, M. Si, Minggu (28/02/16) kemarin.

Masa pendidikan para Brigadir Polisi Wanita itu ditutup pada Senin (29/02/16), dengan rangkaian Upacara Penutupan yang dipimpin oleh Karo Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Brigjen Pol Drs. Asep Suhendar M.Si, selaku Inspektur Upacara.

Menurut Ka SPN PMJ, Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M. Si, pendidikan para Brigadir Polwan yang berasal dari berbagai daerah ini berjalan lancar hingga bisa diwisuda di tahun ajaran ini. Setelah dilantik, para Brigadir remaja ini akan dikembalikan ke Poldanya masing – masing untuk siap mengabdikan dirinya kepada masyarakat, sesuai penempatan tugasnya. Sementara Sepuluh Brigadir itu telah diseleksi oleh Korlantas Polri dan akan ditempatkan di National Traffic Management Centre (NTMC)

“Para Brigadir remaja ini berasal dari Polda Aceh, Polda Bengkulu, Polda Kalimantan Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, Polda Bali, dan Polda Batam. Mereka akan dikembalikan ke wilayahnya masing – masing untuk menerima penempatan tugas, kecuali yang sepuluh orang yang terseleksi oleh Korlantas Polri untuk ditempatkan di NTMC”, kata Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M. Si, kepada awak media.

Usai dilaksanakan rangkaian giat sibolis, Rangkaian Upacara Penutupan Diktuk Polwan SPN PMJ Tahun Ajaran 2015 ini dimeriahkan juga oleh berbagai atraksi memukau yang ditampilkan oleh Brigade Sepeda Motor Polwan Polda Metro Jaya, Antraksi devile pasukan bersenjata, beladiri, pasukan borgol dan berbagai antraksi menarik lainnya. Usai melaksanakan perhelatan Upacara Penutupan, para Brigadir Polwan remaja ini dijemput oleh kedua orang tua dan keluarganya. (Raden Supriyadi/Joay)

SMPN 3 Situbondo Dan SMPN 3 Besuki Study Banding di SMPN 19 Depok

0
Kepala Sekolah SMPN 19 menerima kenang-kenangan dari SMPN 3 Situbondo.     (Foto: Rahmat Budianto)
Kepala Sekolah SMPN 19 menerima kenang-kenangan dari SMPN 3 Situbondo. (Foto: Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Alasan Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo memilih SMPN 19 Kota Depok menurut Mu’awanah kepada berimbang.com di sela kegiatan mengatakan, program pertukaran kepala sekolah dari Kementerian Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu yang menjadi acuan SMPN 19 Depok menjadi tujuan study banding bidang pelajaran IT. Karena itu masih Mu’awanah, SMPN 19 adalah salah satu dari sekolah SMPN di Depok yang mempunyai kelas IT dan proses belajar mengajarnya sudah berjalan.Jum’at (26/2/2016).

Lanjutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur melalui surat dinas yang di keluarkan tanggal 17 Februari 2016 meminta kepada SMPN 19  untuk memfasilitasi dua sekolah negeri asal  Kabupaten tersebut dalam rangka Study Banding guna meningkatkan kemampuan dibidang pendidikan IT.

“Proses Belajar Mengajar berbasis perangkat Tablet di dua Sekolah Menengah Pertama Negeri yakni SMPN 3 Situbondo dan SMPN 3 Besuki, jumlah peserta terdiri dari dua orang Kepala Sekolah dan empat orang guru,” ujar Mu’awanah.

Mu’awanah juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada SMPN 3 Situbondo dan SMPN 3 Besuki atas kunjungannya ke SMPN 19.

“Kami merasa bangga, sekaligus terharu atas kepercayaan yg telah di berikan oleh Dinas Kabupaten Situbondo, SMPN 3 Situbondo dan SMPN 3 Besuki kepada SMPN 19 Depok untuk menjadi tutor dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis IT .

“Kami juga membuka layanan untuk tanya jawab seputar IT , penggunaan Tab atau Komputer untuk pembelajaran melalui kelas via Internet dan kelas maya,” tuturnya.

Kedepan, Mu’awanah berharap lebih banyak lagi sekolah berbasis IT dan meminta Pemerintah mendukung agar mampu menghasilkan Gmgenerasi muda Indonesia yang pintar IT sehingga mampu bersaing dengan generasi lain di Era Gloubal. (Rahmat Budianto)

Jelang RAT Tahun 2015-2016 Koperasi KPPD Depok Jaya Digugat Anggota

0

sistem-managementkoperasi

BERIMBANG.COM, Depok – Menjelang Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2015/2016 KPPD (Koperasi Pedagang Pasar Depok Jaya) , pengurus dan pengawas Koperasi pasar di gugat oleh  anggota, hal ini terjadi di duga adanya kepentingan .

Menurut seorang anggota koperasi KPPD yang namanya tak mau di sebutkan kepada berimbang.com mengatakan, dua minggu Setelah pelaksanaan RAT, masa bakti kepengurusan habis dan akan di lakukan pemilihan ketua dan pengawas baru.

“Bisa saja gugatan perdata yg di tujukan kepada pengawas dan ketua di lakukan untuk menjegal pengurus dan pengawas mencalonkan diri maju pada Pemilihan Ketua Koperasi KPPD yang akan datang, rapat anggota tahunan di laksanakan dalam beberapa hari kedepan,” ucapnya.Selasa (23/2/2016).

Berkaitan dengan gugatan yang di lakukan  anggota koperasi KPPD, Nasrih Shaleh (53thn) Pengawas KPPD ketika di konfirmasi berimbang. com di ruang kerjanya menyampaikan, gugatan perdata dan pidana sudah pernah di lakukan dan dinyatakan oleh Pengadilan Negeri bahwa pihak tergugat secara seluruhnya  bebas dari segala tuntutan berdasarkan putusan perkara perdata nomor : 182 /Pdt.G/2014/PN. Dpk , dan Perkara  Pidana no 231/ pid/B/2014/PN Dpk .

Di tempat yg sama Ketua KPPD, Abdul wahab mengatakan, akan melakukan yang terbaik.

Seperti diketahui, laporan pengurus Koperasi berkaitan dengan seluruh kegiatan dan aktifitas Koperasi akan dilaporkan dan dipertanggung jawabkan pada rapat tahunan anggota seperti yang telah di atur dalm UU no 25 tahun 1992 tentang koperasi dan berdasarkan AD/ART yg telah di di bakukan yang  menjadi pedoman dasar dalam pelaksanaan Koperasi

Sebagaimana tersebut di dalam peraturan Mentri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia nomor 10/PER/M.KUKM/XII/2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rapat Anggota bab II tentang tujauan dan sasaran, Pasal 2 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rapat Anggota Koperasi adalah untuk memberikan panduan kepada pejabat pemerintah, Pemerintah Propinsi/ Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan partisipasi dan pengawasan atas pengelolaan Koperasi.(Rahmat budianto)

Wabah DBD Hantui Warga Cigombong

0

050114900_1447215891-dbd

BERIMBANG.COM, Bogor – Wabah Demam Berdarah (DBD) di wilayah Selatan Kabupaten Bogor kembali memakan korban jiwa. Kali ini, virus yang ditularkan oleh nyamuk ini membawa duka bagi warga Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Kamis (25/02/16), Asep (20) warga Kampung Babakan RT 1 RW 11 Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, meninggal dunia akibat tertular virus DBD.

Menurut keluarga korban, sebelumnya Asep sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi selama satu malam. Namun, karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, pihak RSUD Ciawi merujuknya ke Rumah Sakit Cibeurum, Cisarua.  Namun malang, belum sempat dirawat di Rumah Sakit tersebut, nyawa Asep tak tertolong lagi.

“Saat kami sampai di rumah sakit cibeureum, ruang perawatan disana katanya sudah penuh sampai akhirnya asep meninggal sebelum dirawat oleh dokter”, ungkap salah satu keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya kepada sejumlah awak media.

Suasana dukapun menyelimuti keluarga korban saat ambulan yang membawa jenazah Asep dari Rs Cibeureum tiba dirumah duka. Setelah disemayamkan, jenazah Asep dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Upt Puskesmas Cigombong, belum bisa dimintai keterangan.

Sebagai tambahan informasi, seperti dilansir dalam pemberitaan di sejumlah media, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr Camelia W. Sumaryana mengatakan bahwa jumlah pasien DB akibat gigitan nyamuk yang terjadi di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kasus DB memang terus meningkat. Tercatat sebanyak 81 penderita meninggal dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Dia mengatakan peningkatan jumlah penderita DB akibat serangan gigitan nyamuk mulai terpantau pada 2013, dengan jumlah penderita 1.324 orang dan korban meninggal 25 orang. Pada 2014, jumlahnya mengalami peningkatan cukup tinggi, yakni 1.834 orang. “Jumlah korban meninggal penderita DB pun mengalami peningkatan, yakni 29 orang,” tuturnya. (Raden Supriyadi)

Bangunan Kelas Nyaris Roboh, Siswa SD Negeri Ciadeg 5 Terancam

0

IMG-20160225-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan siswa kelas 4, 5 dan 6 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Ciadeg 5 di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terpaksa harus mempertaruhkan keselamatannya dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pasalnya, tiga ruang kelas yang selama ini digunakan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan rawan ambruk.

Sungguh miris kondisi bangunan di sekolah ini. Tampak jelas dari sisi luar bangunan, atap sekolah ini sudah miring karena kuda – kuda kayu penahan atap gentingnya rapuh dan patah di beberapa bagian. Kondisi itu lebih jelas terlihat di bagian dalam ruangan.  Karena plafond ruang kelas sudah roboh tak tertahan oleh kasau penahan yang lapuk.

Menurut Wakil Kepala SD Negeri Ciadeg 5, Sumiati, kondisi ini sudah berlangsung selama setahun terakhir. Sehingga, saat hujan turun, pihak sekolah terpaksa mengalihkan KBM ke lokal ruang kelas lain yang kondisinya layak secara bergantian.

“Kondisi ini sudah berlangsung selama setahun. Kami terpaksa mengalihkan KBM secara bergantian karena saat hujan turun ruang kelas ini banjir”, tutur Sumiati, wakil Kepala Sekolah bergelar S. Pd itu kepada berimbang.com.

Lebih lanjut, Sumiati mengatakan, kepala sekolah sebelumnya sudah mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi bangunan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor. Namun hingga kini belum juga ada realisasinya.

“Kepala Sekolah yang sebelumnya sudah mengajukan bantuan tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Tapi Kepala Sekolah yang baru juga sedang melakukan upaya yang sama”, tambah Sumiati.

Pihak sekolah berharap, Pemerintah segera memberikan bantuan rehabilitasi bangunan, sebelum terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tehnis Pendidikan (UPT P) 38 Kecamatan Cigombong, Jenudin, mengatakan sudah berkoordinasi dengan anggota DPRD Dapil III agar mendorong permohonan bantuan yang diajukan jajarannya. “Saya sudah berkoordinasi dengan anggota dewan agar membantu mendorong aspirasi dari warga terutama di bidang pendidikan”, tandas kepala UPT Pendidikan Cigombong. (Raden Supriyadi)

Baru Sehari Menjabat, Walikota Depok Cabut Program ODNR Dan ODNC

0

IMG-20160223-WA0000

BERIMBANG COM, Depok – Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad yang baru sehari menjabat Wali Kota Depok mencabut program One Day No Rice (ODNR) dan One Day No Car (ODNC). Alasan pencabutan program yang diusung wali kota terdahulu itu karena dinilai tak efektif.

“Mulai besok, Selasa (23/2), program ONDR dan ODNC tidak berlaku lagi, itu program menurut sudah tidak efektif lagi, ” kata Idris pada awak media, usai serahterima jabatan Wali Kota Depok dari Pj Wali Kota Depok, Arifin Harun Kertasaputra ke Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok terpilih Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna di Balaikota Depok, Senin (22/2).

Program ODNR dan ODNC yang diberlakukan di Balaikota Depok setiap hari Selasa merupakan salah satu program yang diandalkan Wali Kota Depok sebelumnya, Nur Mahmudi Ismail. Menurut Idris, pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap program ODNR dan ODNC dan ternyata tidak efektif. “Kami mendukung program Ketahanan Pagan, tapi bukan melarang orang makan nasi. Kami juga mengajak masyarakat untuk mempertahankan lahan pertanian,” tutur Idris.

Selanjutnya, Idris mengungkapkan program ODNC juga tak efektif. “Banyak masyarakat yang ada keperluan ke Balaikota Depok merasa kesulitan karena tak boleh membawa mobil dan akhirnya parkir di badan jalan di depan Balaikota Depok sehingga menimbulkan kemacetan,” katanya.

Dengan Program ODNR dan ODNC di berlakukan setiap hari Selasa kendaran tidak boleh masuk ke dalam lingkungan Balaikota Depok. Untuk mendukung program ODNC, Nur Mahmudi beberapa kali naik angkutan umum ke kantor Balaikota Depok. Kadang naik motor dan naik sepeda.

Pada setiap Selasa, juga di dalam lingkungan Balaikota Depok dilarang makan nasi dan diganti dengan paganan singkong dan nasi jagung yang di jual di Kantin Balaikota Depok. Karena program ODNR itu pula, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pernah meraih sertifikat atau piagam Ketahanan Pangan oleh Pemprov Jawa Barat (Jabar).

Kabar dicabutnya aturan program ODNR dan ODNC mendapat sambutan dan dukungan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Depok. Ini terdengar saat pembacaan sambutan Idris mengenai pencabutan aturan ODNR dan ODNC disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan yang sebagian besar dihadiri pejabat Pemkot Depok. “Tak lagi efektif, memang lebih baik di cabut aja,” tuturnya (Adi)

Tak Mau Pindah Ke TPS, Pedagang Daging Sapi Pasar Cisalak Diambil Paksa Dagangannya

0
Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Depok – Baru saja buka jualan daging sapi tiba – tiba sekelompok orang datang menghampiri tempat dagangan yang langsung mengambil paksa daging sapi  seberat satu kwintal didepan umum disaksikan para pedagang lainnya dan pembeli dipasar koja Cisalak pada Kamis dini hari (18/2/2016) pukul 03:30 belum lama ini.

Kejadian tersebut berlalu tanpa perlawanan demi mempertahankan daging sapi yang digondol gerombolan orang.

Korban yang bernama Jatu Kusuma Ningrum membeberkan peristiwa usai melapor ke Polres Depok

”Saya sudah laporkan kepada pihak kepolisian dengan tuduhan  pencurian dengan pemberatan sesuai pasal 363 KUHP dimana salah satu unsurnya pencurian dua orang atau lebih bersama –sama dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Karena itu menurut Ningrum, para pelaku yang diperkirakan hampir dua puluh orang pantas dihukum sesuai aturan yang berlaku.

”Mereka mengambil paksa dagangan daging sapi yang siap dijual, dilakukan dengan berkelompok tanpa saya bisa berbuat apa – apa begitupun para pedagang lain yang menyaksikan kejadian tersebut merasa takut untuk membela saya,”tukas Ningrum dengan nada kesal saat dijumpai dikantor Polres kota Depok sore harinya.

Ia berharap dengan melapor kepihak kepolisian dapat ditindak lanjuti secepatnya agar komplotan yang dianggapnya mencuri tidak melakukan perbuatan sewenang –wenang.

” Kita sudah lengkapi lapor sekaligus alat bukti berupa foto dan rekaman saat mereka beraksi, dan semoga dapat secepatnya ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang,”harap ningrum.

Informasi lain yang berhasil dihimpun para pelaku yang berkomplot itu merupakan para pedagang daging sapi pasar cisalak yang berasal dari gedung A yang ditempatkan dipenampungan AURI, diduga merasa terganggu kepentingan penjualan sapinya, sehingga mereka para pedagang sapi berkomplot itu melakukan intimidasi dengan pengambilan paksa dagangan daging sapi milik Ningrum. Padahal penjualan daging sapi dipasar koja Cisalak baru dimulai 3 hari yang lalu, dan hanya Ningrum seorang yang berjualan daging sapi.

Sementara itu kerugian dagangan daging sapi yang diambil paksa tersebut diperkirakan seberat 1 kwintal bila dirupiahkan diperkirakan hampir 10 juta rupiah. (Sy)

Warga Kecamatan Cijeruk Inginkan Pos Pelayanan Polisi

0

IMG-20160217-WA0013BERIMBANG.COM, Bogor – Sejak dimekarkan dari wilayah Kecamatan Cigombong pada tahun 2006 silam, hingga kini wilayah Kecamatan Cijeruk belum juga memiliki fasilitas pelayanan Sektor Kepolisian (Polsek).  Untuk mendapatkan pelayanan dari Kepolisian, warga sejumlah desa di Kecamatan Cijeruk terpaksa harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) yang berada di Kecamatan Cigombong. Warga meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan Polsek di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan sejumlah Kepala Desa (Kades) Cijeruk kepada Kepala Unit Reserse dan Kriminal (kanit Reskrim) Polsek Cijeruk-Cigombong, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ma’ruf Murdianto yang hadir mewakili Kapolsek, dalam forum rapat Minggon yang dilaksanakan di aula kantor desa Palasari, Rabu (16/02/16) siang.

Menanggapi aspirasi warga yang disampaikan para Kades di Kecamatan Cijeruk itu, Kanit Reskrim Polsek Cijeruk-Cigombong AKP Ma’ruf Murdianto, mengatakan, akan melaporkan aspirasi masyarakat tersebut kepada Kapolsek. “Saya akan sampaikan aspirasi masyarakat ini kepada Komandan saya”, kata AKP Ma’ruf dalam sambutannya dihadapan para Kepala Desa, Camat Cijeruk, Kepala Upt Pendidikan dan Upt Puskesmas yang hadir dalam rapat Minggon.

Lebih lanjut, Ma’ruf mengakui bahwa wilayah tugas Polsek Cijeruk-Cigombong terlalu luas, karena meliputi dua wilayah kecamatan.  Yakni Kecamatan Cigombong dan Kecamatan Cijeruk. Terlebih, dengan keterbatasan personel yang ada. “Bayangkan saja, wilayah tugas kami sangat luas, Cigombong dan Cijeruk, sementara anggota kami saat ini hanya 39 personel”, imbuh Ma’ruf.

Dalam kesempatan itu juga Kanit Reskrim Polsek Cijeruk memberikan berbagai arahan dan pemahaman kepada para Kepala Desa. Salah satunya tentang antisipasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Sementara itu, Camat Cijeruk, Hidayat mengatakan, pihaknya akan menggandeng para pengusaha maupun investor di Cijeruk untuk turut andil dalam merealisasikan harapan masyarakat untuk lahan bakal kantor Polisi dan Koramil. “Kami akan menggandeng CSR dari para investor di Cijeruk untuk pengadaan lahannya. Sambil melihat lihat dimana lokasi yang strategis untuk pembangunan kantor Polisi dan Koramil”, tandas Camat Hidayat alias Kang Ibing, kepada berimbang.com. (Raden Supriyadi)