Beranda blog Halaman 383

Pesta Narkoba, Kapolresta Depok Grebek Kantor Damkar

0

479956_620

BERIMBANG.COM, Depok – Kapolresta Depok mengamankan oknum  tiga pegawai negeri sipil Kota Depok yang sedang menggelar pesta narkoba di Unit Pelayanan Teknis Terpadu Dinas Pemadam Kebakaran Cipayung, Rabu, 12 Oktober 2016. Kantor yang berada di Jalan TPA Kampung Benda Barat RT 5 RW 6, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, itu diduga kerap dipakai untuk berpesta narkoba. 

Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Putu Kholis mengatakan total tersangka empat orang dan tiga di antaranya PNS di Depok. Ketiga PNS tersebut adalah Musa Al Asyari, 43 tahun, Purwandi (37), dan Cucun (42). 

"Mereka ditangkap tadi malam pukul 23.00. Satu lagi karyawan swasta bernama M. Nur, usianya 41 tahun," kata Putu, Kamis, 13 Oktober 2016.

Keempat tersangka sedang berpesta sabu dan ganja saat digerebek. Adapun barang bukti yang ditemukan adalah 3 paket sabu ukuran hemat, 4 linting ganja, 1 bong, dan 1 korek api.

Putu mengatakan polisi mendapatkan informasi dari warga bahwa lokasi tersebut sering digunakan untuk berpesta narkoba. Setelah polisi melakukan pemantauan dan penggerebekan di lokasi, ditemukan mereka sedang berpesta narkoba.

"Mereka berpesta di lantai atas. Saat digeledah, Musa mengantongi ganja empat linting," ucapnya.

Keempat tersangka ditahan di Kepolisian Sektor Pancoran Mas. Hari ini, kata dia, keempat tersangka bakal menjalani tes urine. "Kami sayangkan PNS memberi contoh buruk dan berpesta narkoba di kantor mereka," ujarnya. (Far)

Gara – Gara Makelar Tanah, Pengusaha Ikan Muara Baru Protes Keputusan Menteri

0

546037_620

BERIMBANG.COM, Jakarta – Pengusaha ikan Muara Baru mogok kerja sejak Senin lalu. Mereka memprotes keputusan Menteri Keuangan menaikkan tarif sewa lahan di pelabuhan di Jakarta Utara itu menjadi Rp 61.500 per meter persegi mulai Agustus lalu.

Tarif ini hanya sekali naik pada 2013 menjadi Rp 41.318 per meter persegi dari tarif yang tak berubah sejak 1989 sebesar Rp 865 per meter. “Kami sudah mensosialisasikan tarif baru ini berkali-kali,” kata Sekretaris Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perindo) Agung Pamujo seperti dikutip Koran Tempo edisi 12 Oktober 2016. Perindo merupakan pemilik lahan tersebut.

Agung menduga penolakan pengusaha itu dipengaruhi makelar tanah. Selama ini, menurut dia, pengusaha ikan banyak yang mencari untung tambahan dengan menyewakan lagi tanah ke pihak lain dengan harga mahal. "Kami pernah mendengar ada penawaran Rp 1 juta per tahun. Padahal harga dari kami hanya Rp 60 ribu," kata Agung.

Dari 70 hektare lahan kawasan pelabuhan itu, 26 hektare di antaranya disewakan untuk 20 perusahaan perikanan swasta. Mulai dari perusahaan penyewaan ruang pendingin, industri pengolahan ikan, dan perusahaan ekspor-impor ikan. Dari jumlah itu hanya lima perusahaan yang menguasai sepertiga lahan di sana.

Sebanyak 15 pengusaha bahkan memiliki kavling yang diisi perusahaan lain dan sebagian kavling kosong menunggu penyewa baru. "Mereka tidak mengoptimalkan pemakaian lahannya karena mau disewakan ke pihak ketiga," kata Agung.

Setelah mogok itu, kawasan industri perikanan di Muara Baru sepi. Tak ada bongkar muat hasil laut seperti biasanya. Kapal nelayan juga terparkir di pelabuhan.

Akibat mogok pekerja dan pengusaha perikanan ini, Komisi Pangan Dewan Perwakilan Rakyat mengunjungi Muara Baru, kemarin. Wakil Ketua Komisi Daniel Johan dan anggota Ono Surono mendatangi direksi Perum Perikanan untuk meminta penjelasan. Salah satunya perihal makelar tanah tersebut. "Kenapa Perum Perindo tidak mengawasi peralihan penggunaan lahan ke pihak ketiga?" tanya Ono.

Direktur Usaha Pelabuhan dan Pengembangan Usaha Dendi Anggi Gumilang mengakui makelar tanah pengusaha bekerjasama dengan pejabat di perusahaannya. Soalnya, peralihan hak guna bangunan harus atas persetujuan direksi. "Kami mengakui ini kesalahan praktik zaman dulu. Makanya kami sekarang mau menata dengan baik," katanya.

Selain itu, kata Dendi, aturan direksi lama memperbolehkan sewa maksimal 30 tahun tanpa perpanjangan. Harusnya, menurut dia, sewa tanah diperpanjang setiap lima tahun sehingga harga bisa mengikuti perkembangan pasar.

Di depan Daniel dan Ono, Dendi meyakinkan kenaikan harga sewa akan memberantas makelar tanah dengan tak lagi menerbitkan hak guna bangunan baru. Agung menjelaskan kenaikan harga sewa lahan penting karena Perum memiliki rencana memperbarui kawasan Muara Baru. "Kalau uang sewanya hanya segini, untuk operasional saja tidak cukup," kata Agung.

Seharusnya, kata Agung, sewa lahan di kawasan itu adalah Rp 351 ribu per tahun. Ini sesuai aturan Menteri Keuangan bahwa sewa wajar tanah negara adalah 3,3 persen dari nilai aset. Untuk Muara Baru, berdasarkan aturan itu adalah Rp 241 ribu. Sedangkan berdasarkan penilaian lembaga appraisal adalah Rp 351 ribu.

Ketua Umum Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru Tachmid Ridiasto adalah satu pengusaha yang disebut Perindo sebagai makelar tanah. Ia menyewa lima kavling seluas 20.177 meter persegi sejak 1989. Hanya setengahnya yang digunakan untuk usaha. "Saya siapkan lahan untuk ekspansi pengolahan ikan," kata pemilik PT Indo Thai Fishery Value itu. "Apakah itu salah?"

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai kenaikan harga sewa wajar agar pelabuhan bisa untuk orang banyak. “Bukan lima atau sepuluh orang yang menguasai hampir 80 persen tanah negara," ujar dia. (Abd)

Menggunakan Golok Dan Bambu, Warga serang Karyawan PT. Pertiwi Lestari

0

151722_620

BERIMBANG.COM, Karawang – Bentrokan terjadi antara sekelompok warga dengan PT Pertiwi Lestari di dusun Cisadang, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang Selasa, 11 Oktober 2016. Ratusan warga, aparat dan sejumlah sekuriti Pertiwi Lestari terlibat perkelahian pada Selasa siang.

Agus Prijanto, Pegawai bagian Humas PT Pertiwi Lestari mengatakan, peristiwa bermula ketika perusahaan pengembang itu sedang melakukan pengerasan jalan dari arah dusun Cisadang ke Kiara Hayam. Jalan konsorium itu rencananya akan diproyeksikan sebagai penghubung kawasan industri baru di Karawang.

“Dalam proses itu, kita dihadang oleh warga.kemudian tiba – tiba dari samping semak belukar keluar puluhan orang membawa golok, kayu dan potongan bambu,” kata Agus kepada wartawan di Rumah Sakit Rosela, Selasa, 11 Oktober 2016.

Ratusan warga kemudian menghadang backhoe dan buldozer milik Pertiwi Lestari. Terlihat warga bergerombol memukuli backhoe dan alat berat yang sedang meratakan tanah. “Mereka menyerang sekuriti kita dan beberapa karyawan pengawas menjadi korban penyerangan liar itu,” kata Agus.

Seorang sekuriti Pertiwi Lestari bernama Adi kena bacok di bagian belakang kepalanya. Ia mengaku kaget ketika tiba-tiba diserang dari arah belakang. Massa yang keluar dari semak-semak tiba-tiba mengejar Adi dan kawan-kawannya.  Ia mengaku tiga kali kena pukul senjata tajam di bagian belakang kepala. Adi pun tersungkur di pukulan ke tiga. “Saya pikir saya sudah mati waktu itu. Untung saya ditarik kawan saya,” kata Adi. “Ini seperti sudah direncanain, banyak sekali. Kita seperti terlingkar, dikepung,”

Kepala Kepolsian Sektor Telukjambe Barat, Hasanudin mengatakan, setelah situasi dapat dikendalikan pihaknya segera mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Rosela dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). “Saat ini lokasi dijaga dua pleton anggota polisi dari Brimob Polda Jabar dan Dalmas Polres Karawang,” ujarnya.

Ia menambahkan,  di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam dan bambu runcing yang diduga sudah disiapkan sebelumnya. Selain itu, polisi mengamankan tiga orang sekuriti Pertiwi Lestari untuk dimintai keterangan.

Sementara itu Kepala Bagian Operasi Polres Karawang, Dikdik Purwanto
mengatakan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan mencari
penyebab pasti bentrokan yang melibatkan warga dengan petugas Pertiwi Lestari.

Namun polisi masih kesulitan memintai keterangan warga karena mereka
menggunakan penutup wajah hingga sulit dikenali. “Saat ini di lokasi
bentrokan sudah kondusif,” katanya. (His)

Pengecer Elpiji 3 Kg Di Kelurahan Tugu Tertipu Beli Tabung Gas Isinya Air

0

168169_620

BERIMBANG.COM, Depok – Pengecer elpiji di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Yana Langsar, mengaku tertipu karena membeli tabung gas yang ternyata berisi air. Penjual menawarkan tabung berisi air itu ke  ke warungnya di RT1 RW6 Kelurahan Tugu, Sabtu sore, 8 Oktober 2016.

“Sabtu kemarin ada yang datang menawarkan. Kebetulan sedang langka dan saya beli,” kata Yana, Senin, 10 Oktober 2016.

Ia menuturkan elpiji berisi air diantar seorang pemuda yang mendatangi warungnya. Pemuda tersebut langsung datang menggunakan motor dan membandrol dengan harga yang sama dengan harga di pangkalan elpiji seharga Rp16 ribu pertabung elpiji melon.

Biasanya, Yana membeli elpiji bersubsidi tersebut di pangkalan resmi di kawasan PAL Cimanggis. “Karena harganya sama seperti di pangkalan resmi yang saya beli, jadi saya mau saja ditawari epiji 3 kg itu. Sebab, memang langka,” ujarnya.

Yana membeli 20 tabung si Melon dari pemuda yang menggunakan motor bebek ke warungnya. Pemuda tersebut, baru satu kali menawari tabung ke warungnya.

Penjual tabung berisi air tersebut mengaku dari pangkalan yang berada di kawasan Rumah Tahanan Militer Cimanggis. Tapi, kejanggalan muncul ketika para pembeli mengembalikan gas ke warung miliknya.

“Ada enam orang yang kembalikan elpiji dengan keluhan yang sama. Tabung berisi air. Sisanya masih ada di warung,” ujarnya.

Ia menuturkan tabung yang berisi air beratnya melebihi berat elpiji 3 kg yang biasanya. Yana mengaku tertipu karena banyak pembeli yang komplain ke warungnya. “Saya juga ketipu,” ucapnya.

Yana mengungkapkan selain dirinya, warung tegal di depan rumahnya juga tertipu membeli elpiji berisi air dari pemuda yang sama. “Banyak warung didatangi oleh penjual itu. Sampai sekarang saya juga tidak tahu identitas pemuda yang menjual dengan motor tersebut,” ujarnya.

Ahzar, pemilik warung di RT1 RW6 Kelurahan Tugu, menuturkan tertipu dengan pemuda yang menjual elpiji 3 kg berisi air. Ahzar membeli sebanyak lima tabung dari pemuda tersebut. “Sekarang sedang langka. Jadi, pas ditawari saya mau saja,” ujarnya.

Penjual tabung elpigi 3 kg, Daryani, 35 tahun, mengatakan mendapatkan tabung tersebut dari warung pengecer milik Yana. Daryani saat itu, membeli sebanyak empat tabung dari bernama Yana, seharga Rp18.500.

“Saya biasa beli gas di sana, tapi baru kali ini berisi air,” katanya.

Daryani biasa membeli tabung untuk dijual kembali. Ia telah menjual empat tabung yang berisi air. Tiga orang mengembalikan tabung tersebut, dengan keluhan api hanya menyala beberapa menit dan mati. “Dua tabung saya kembalikan ke bu Yana,” katanya.

Satu tabung berisi air masih ada di rumahnya. Dan satu tabung lainya, masih ada di pembeli lainnya. Daryani menjual tabung ke warga Rp22 ribu. “Pas saya tanya bu Yana dapat dari agen lain, yang mengantar ke rumahnya,” ujarnya.

Ia menuturkan biasa membeli sebanyak 10 tabung ke pengecer di rumahnya. Namun, karena sudah lebih dari sebulan elpigi 3 kg langka di wilayahnya, Daryani hanya mendapatkan empat tabung. “Baru kali ini bermasalah,” ucapnya.

Sejauh ini, kasus gas berisi air belum ditangani kepolisian. (Saf)

Pengusaha Ikan Laut Protes Kenaikan Sewa 450 Persen

0

546037_620

BERIMBANG.COM, Yogyakarta – Pengusaha ikan laut yang berbasis di kawasan pelabuhan perikanan Muara Baru dan Muara Angke menggelar mogok kerja, Senin, 10 oktober 2016. Aksi ini untuk memprotes kenaikan uang sewa sebesar 450 persen dan pengurangan masa sewa dari 10 tahun menjadi 5 tahun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, kebijakan itu telah sesuai dengan peraturan dari Menteri Keuangan. “Bukan saya yang bikin. Mereka minta sepuluh tahun ya eggak bisalah kan sudah sesuai undang-undang,” ujar Susi di Hotel Grand Hyatt Yogyakarta.

Menurut Susi, sekarang sudah saatnya menata ulang pengelolaan Muara Baru yang telah lama dikuasai oleh beberapa orang saja. “Kan hanya lima sampai sepuluh orang yang menguasai hampir 80 persen tanah negara,” ujar dia. Dengan pembatasan masa sewa itu diharapkan Muara Baru dapat dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak bukan segelintir kelompok.

Mengenai harga uang sewa yang dinaikkan hampir 450 persen, menurut Susi, sudah sangat wajar. “Mereka nyewa Rp 10 juta per hektare per tahun berpuluh-puluh tahun,” kata dia. Namun lahan yang disewa itu ternyata disewakan lagi kepada pihak lain dengan harga sekitar Rp 500 ribu per meternya. “Kan enggak bener lagi ini.”

Susi mengatakan, seharus aksi mogok kerja itu tidak perlu dilakukan. Apalagi pengusaha telah menyetujui kebijakan itu melalui tanda tangan kontrak dua tahun lalu. “Saya bilang, kalau tidak setuju dengan ini silakan bawa ke pengadilan, saya siap,” kata dia.

Susi menyatakan siap menyelesaikan masalah ini di pengadilan karena dia tidak membawa kepentingan pribadi. Selain itu, upaya pengosongan paksa tetap akan dilakukan jika pengusaha yang ada sekarang tidak segera mengosongkan lokasi. “Kalau perlu buldoser ya enggak apa-apa,” kata dia.

Susi yakin kebijakan pemerintah ini tidak akan merugikan nelayan. Bahkan sebaliknya, nelayan justru akan diuntungkan dengan kebijakan itu. “Mereka saja yang bawa-bawa nama nelayan,” ujar dia.

Melalui kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Susi berharap agar laut Indonesia menjadi lebih baik dan dapat diandalkan. Walau pun untuk mewujudkan harapan itu, kata Susi, Kementrian Kelautan dan Perikanan harus menghadapi masalah-maslaah yang tidak mudah untuk diselesaikan. (Isw/Abd)

Kekerasan Terhadap Wartawan, Dewan Pers Dan TNI Akan Tandatangani MOU

0

images

BERIMBANG.COM, Yogyakarta – Dewan Pers bersama TNI akan menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap wartawan yang melibatkan oknum prajurit TNI.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, saat ini poin-poin yang akan dimasukkan dalam nota kesepahaman Dewan Pers-TNI masih dalam pembahasan.

MoU itu akan ditandatangani di hadapan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2017 di Ambon.

“Tiga minggu yang lalu saya bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan setuju membuat MoU,” kata Yosep seusai menjadi pembicara dalam Jambore Media dan PR Indonesia di Yogyakarta, Selasa (4/10).

Menurut dia, salah satu poin yang direncanakan masuk dalam MoU Dewan Pers-TNI itu adalah pencegahan kekerasan terhadap wartawan dan peningkatakan sosialisasi Undang-Undang (UU) Pers di jajaran TNI.

“Yang jelas kalau terjadi kembali kekerasan terhadap wartawan dua institusi ini harus sama-sama mendorong supaya pelakunya diproses,” kata Yosep.

Menurut Yosep, kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah anggota Batalyon Infanteri Lintas Udara 501 Bajra Yudha, Madiun, terhadap jurnalis Net TV Soni Misdiananto pada Minggu (2/10), menambah daftar panjang kekerasan serupa yang dilakukan oknum institusi itu terhadap wartawan.

“Di tengah upaya Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengusut dan membawa ini (kekerasan TNI terhadap wartawan) ke ranah hukum, justru terjadi lagi di Madiun,” kata dia.

Dalam kasus itu, dia mempertanyakan pemahaman oknum prajurit TNI tentang hak wartawan dalam menjalankan tugasnya yang telah dijamin Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 8 yang menyatakan bahwa dalam menjalankan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.

“Yang jadi pertanyaan Soni sudah memperlihatkan kartu pers, tetapi kemudian masih diintimidasi. Ini memperlihatkan jajaran prajurit TNI belum memahami tugas wartawan,” kata Yosep.

Menurut dia, oknum TNI yang melakukan kekerasan terhadap wartawan harus diadili di Pengadilan Militer dan dapat dijerat dengan ancaman hukuman dua tahun penjara atau denda Rp 500 juta sesuai Pasal 18 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. (Abd)

Ribuan Warga Hadiri Seren Tahun Sidekah Bumi Di Girijaya

0

img-20161007-wa0012

BERIMBANG.COM, Sukabumi– Seren tahun sidekah bumi adalah upacara adat sebagai syukuran masyarakat agraris khas masyarakat Sunda yang dilakukan tiap tahun. Upacara tersebut berlangsung khidmat dan semarak di berbagai desa adat Sunda. Ribuan masyarakat sekitar dan bahkan dari beberapa daerah di Jawa Barat turut dalam kemeriahannya.

Acara sidekah bumi juga digelar di Kampung Girijaya Desa Girijaya Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, berlangsung selama dua hari pada hari Kamis dan Jumat (6-7/10/2016) atau 10 Muharam 1438 Hijriah dihadiri ribuan warga setempat dan dari luar diantaranya Tangerang, Serang Banten, Lebak, Pandeglang, Karawang, Cikarang, Bekasi, Bogor, Sukabumi dan daerah di Jawa Barat lainnya.

Menurut kang Mardi yang saat ini menjadi generasi penerus melestarikan budaya adat yang sebelumnya sudah ada, makna sidekah bumi sendiri adalah syukuran dan wujud dari rasa terima kasih dan menghargai bumi alam agar selalu dalam keberkahan.

“Selain tempat kita berpijak, bumi juga adalah tempat kita pulang. Asal ti bumi balik ka bumi,” kata kang Mardi yang merupakan putra bungsu Bapak RD Neneng Ruyat (alm) ketua sesepuh padepokan Girijaya.

Dalam acara tersebut digelar berbagai kesenian diantaranya pementasan wayang golek, pencak silat, debus, dan kesenian lainnya. Dan acara puncaknya upacara adat budaya, yakni sidekah bumi yaitu membawa gotongan dongdang atau warga setempat menyebutnya jampana, yang di isi berbagai hasil bumi.

“Saya hanya meneruskan dan melestarikan tradisi budaya, Penerus budaya adat kebiasaan peninggalan karuhun yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya. (Andy/yosep)

Smooking Room Dibongkar, Kepala DPPKA ; Gak Ada Aturannya Gedung Publik Harus Memiliki Smooking Room

0

img-20161005-wa0040

BERIMBANG.COM, Sejumlah warga Kota Depok kecewa, Lantaran Smooking Room yang berada di lantai 1 Dibaleka II di bongkar, Pasalnya tempat tersebut biasa di gunakan untuk menghilangkan lelah, dan ruang khusus bagi para perokok dan di peruntukkan bagi warga masyarakat Kota Depok.

Menurut Ucok (52thn) seorang warga Kota Depok yang sering memanfaatkan ruangan tersebut untuk beristirahat di sela sela kegiatannya sambil melakukan Obrolan ringan sesama warga depok yang sedang mengurus administrasi atau sekedar berkunjung sembari menunggu rekan atau sekedar menikmati sebatang Rokok.

” Saya merasa heran, adanya pembongkaran smoking room tersebut, tempat itu di buat berdasarkan acuan dari perda kenapa pihak Bank Jabar membongkarnya,” tanya Ucok kepada wartawan. Senin (3/10/2016) belum lama ini.

Informasi yang didapat berimbang.com, rencananya lokasi Smoking Room itu akan di jadikan tempat mesin ATM bersama.

Di tambah kan Ucok, bahwa lokasi itu aset pemda dan tidak ada kaitannya dengan Bank Jabar. “Kalau mau buat tempat mesin ATM mestinya di ruang terbuka dan lahan hijau di luar gedung, jangan di dalam ruangan ini, Kan ada Undang- undangnya,” ujar Ucok.

” Saya sudah minta penjelasan melalui Riko di bagian umum , bahwa hal tersebut bukan kewenangan nya tetapi terkait dengan Smooking Room adanya kerja sama Pemkot Kota Depok melalui dinas DPPKA dan Bank jabar,” Tandasnya.

Terpisah Nina Zusana S sos. Kepala dinas PPKA Kota Depok ketika dikonfirmasi terkait pembongkaran ruangan tersebut mengatakan, tidak ada aturannya, gedung publik harus memiliki Smooking room, Kalau dulu Kita harus menyediakan Smoking Area, ada di perda nomor 3 thn 2014 terkait tentang kawasan tanpa rokok.

” Beda antara smooking room dengan smoking area, Smooking Room sudah tidak ada lagi karna kita punya perda yg baru. smooking room tersedia di Mall perkantoran dan lainnya , akan tetapi untuk smoking area memang kita sediakan di luar ruangan terbuka dan harus berhubungan langsung dengan alam terbuka dan udara bebas,” ujar Nina.

Lanjut Nina, bahwa pihak pemkot telah melakukan kerja sama dengan pihak Bank BJB , sedangkan penggunaan lokasi bekas ruangan tersebut akan di pakai penempatan mesin ATM, sebab mesin ATM di lantai atas akan di pindah kelokasi tersebut untuk kepentingan ASN (Aparatur Sipil Begara)dan Masyarakat.

Masih menurut Nina, Smoking Room yang telah di bongkar merupakan bantuan dari pusat bersumber dari dana bagi hasil cukai tembakau yang di berikan untuk beberapa dinas , seperti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Disperindag, Kominfo , Polisi pamong praja, dan dinas dinas tertentu.

Anggaran di gunakan untik belanja terkait kesehatan dan sebagian untuk sosialisasi tentang bahaya merokok.

Kita sudah siapkan di antara dua gedung , jadi Smooking room yang di lantai dua juga akan di bongkar , pasalnya perda thn 2011 tentang Keberadaan Smooking Room sudah tidak seauai lagi dengan perda nomor 3 thn 2014 tentang kawasan tanpa asap rokok.

” Saya menghimbau agar semua mematuhi Aturan tersebut dan untuk teman teman media jik ingin memiliki tempat untuk basecamp atau kumpul, Insya Allah Nanti akan saya usulkan kepada pimpinan. Pungkas Nina Zusana. (Rahmat).

Editor : Redaksi

Survei LSI Menunjukan Elektabilitas Ahok Menurun

0

ahok2

BERIMBANG.COM, Jakarta – Survei yang dilakukan LSI pimpinan Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan cagub dan cawagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat merosot hingga hanya 31,4 persen. Hasil ini jadi pengingat bagi tim pemenangan untuk terus menggenjot kinerja.

“Kami menghormati hasil survei LSI itu. Tentu hasil survei ini kita gunakan sebagai warning buat kami untuk menjadi pedoman untuk strategi pemenangan,” kata Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily saat dihubungi, Rabu (5/10/2016).

Ace menuturkan bahwa masih akan ada banyak survei terkait di Pilgub DKI, bukan hanya dari LSI pimpinan Denny JA. Ahok-Djarot diyakini masih bisa menang di persaingan pada tahun 2017 ini.

“Di bagian akhir survei Denny JA dikatakan juga bahwa potensi kemenangan Ahok juga sangat tinggi. Jadi bagi kami survei itu bisa dimaknai berbeda dari sudut pandang kita,” ungkap Wasekjen Golkar ini.

Sebelumnya diberitakan, Dari hasil survei LSI pimpinan Denny JA, pasangan Ahok-Djarot memuncaki peringkat dengan elektabilitas 31,4 persen. Peringkat kedua diisi oleh Anies-Sandiaga dengan elektabilitas 21,1 persen. Kemudian di posisi ketiga ada Agus-Sylviana dengan elektabilitas 19,3 persen. Responden yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2 persen.

“Jadi, hal ini menunjukkan Ahok sebagai incumbent masih menjadi nomor satu pada hasil survei. Namun survei ini sebagai wake up call bagi incumbent bagi Ahok. Karena posisinya incumbent elektabilitasnya terus merosot bahkan di survei kami hanya 31,4 persen,” ujar peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Graha Dua Rajawali – Lingkaran Survei Indonesia Jl. Pemuda No. 70 Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016).

Ahok sendiri tak khawatir dengan hasil survei tersebut. Dia justru berterimakasih karena tak perlu repot-repot membayar survei untuk mengetahui elektabilitasnya.

“Terima kasih ya. Artinya saya enggak perlu keluar duit, sudah ada hasil survei,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2016).

Sumber : Detikcom

Kedatangan Ketua DPD Golkar Jabar Bikin Heboh Masyarakat Cigombong

0

img-20161004-wa0047

BERIMBANG.COM, Bogor – Pagelaran wayang golek dan bodoran ohang yang di persembahkan untuk menghibur masyarakat kecamatan cigombong oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi nampak meriah, acara yang di selenggarakan di lapangan Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, senin (03/10/16).

Meskipun tidak naik panggung Dedi telah hadir di tengah-tengah lapangan ikut menyaksikan pagelaran woyang golek dan bodoran ohang dengan memakai pakaian sederhana sehingga banyak masyarakat yang tidak mengenalinya.

salah satu warga, acun(40) mengatakan kepada Berimbang.com, dirinya tidak mengenali Dedi Mulyadi sebagai ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat yang telah menghadiri acara di tengah lapang.

” Bahkan saya mendapatkan door prize dari patinia pelaksan acara dan banyak juga masyarakat lainnya yang mendapatkan door prize, dengan adanya acara pagelaran wayang golek dan bodoran ohang ini saya dan banyak masyarakat lainnya sangat terhibur”. Ungkapnya. (Nana/yosep bonang).

Editor : Redaksi