Beranda blog Halaman 366

Polres Bogor Bongkar Kasus Praktik Pungli Pembangunan Tol Bocimi

0

IMG-20170208-WA0047BERIMBANG.COM, Bogor – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor berupaya membongkar kasus dugaan praktik Pungutan Liar (pungli) pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong,Kabupaten Bogor.

Dengan memanggil kembali ES Ketua RT 03 Rw 03, Kampung Pangatian, dan IT bendahara Desa Wates Jaya,  Kecamtan Cigombong, serta menyiapkan upaya paksa jika kedua orang yang diduga terlibat pungli tersebut tidak juga memenuhi panggilan untuk proses pemeriksaan. 

Selain ES dan IT, Polisi pun didesak agar juga menyelidiki praktik pungli di Desa-Desa yang terkena jalur pembebasan dan mendalami keterlibatan sejumlah oknum pejabat daerah hingga instansi terkait.

Kanit Reskrim Polsek Cigombong, AKP Ma'rup mengatakan, saat ini telah dilakukan gelar perkara kasus dugaan pungli pembebasan lahan tol Bocimi guna melengkapi berkas penyelidikan di Mapolres Bogor dan surat pemanggilan kedua sudah dilayangkan kepada ES dan IT. Pengungkapan kasus ini, ini menjadi skala prioritas sehingga melibatkan tim gabungan dari Polsek Cigombong dan Polres Bogor.

" Surat pemanggilan kedua sudah dilayangkan, dan alasan ES dan IT tidak memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan dikarenakan sakit," ungkap Ma'rup kepada berimbang.com,  belum lama ini

Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH Keadilan Bogor Raya, Fatiatulo Lazira meminta aparat kepolisian untuk konsisten dan transparan dalam penanganan kasus tersebut, karena keberhasilan dalam membongkar dugaan pungli tol Bocimi akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja jajaran kepolisian dalam menerapkan supremasi hukum.

" Jika kasus ini berhasil diungkap, maka kepercayaan publik terhadap aparat hukum yang selama ini rendah akan meningkat. Apalagi, pemberantasan pungli mendapat perhatian serius dari masyarakat," Ujar Fatiatulo

Menurutnya, kasus yang terjadi dalam pembebasan lahan untuk pembangunan tol Bocimi tidak hanya praktik pungli saja, tapi juga ada indikasi mark up harga tanah dengan cara menaikan harga Nilai Jual Objek Tanah (NJOP). Untuk itu, diminta jangan hanya memeriksa ES dan IT, tapi periksa juga pejabat tingkat kecamatan dan dinas terkait hingga pejabat daerah.

" Telusuri juga keterlibatan pejabat daerah dalam pembangunan jalan tol Bocimi. Kami akan mengawal pengungkapan kasus ini, agar semua oknum yang terlibat dan mencicipi uang haram pembangunan tol Bocimi diproses hukum," tegas Fatiatulo.

Ia juga mendesak agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Selain di Desa Wates Jaya, sambungnya, harus juga dilakukan penyelidikan di desa-desa yang terkena jalur pembebasan baik yang berkaitan dengan pembebasan lahan ataupun proses pemindahan ribuan makam warga yang sempat menimbulkan kecurigaan publik.

" Banyak persoalan yang timbul dari proyek pembangunan tol Bocimi. Selain proses pembebasan lahan, proses pemindahan ribuan makam warga juga perlu ditelusuri," tutupnya. (Na)

 

Sesosok Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Di Ciomas Bogor

0

Ilustrasi
Ilustrasi

 

BERIMBANG.COM, Bogor – Ditemukan sesosok mayat tak di kenal berjenis kelamin laki-laki di jalan H.Mansyur Haminteu Rt 04 /Rw 15, Desa Kota Batu, kecamatan Ciomas, kabupaten Bogor. selasa ( 07/02/2017 )

Salah satu warga, Rika (30) kepada berimbang.com  mengatakan, tiga hari yang lalu dirinya mencium bau yang tidak sedap, ia mengira itu hanya bangkai binatang. namun setelah mendapat laporan dari salah seorang pemulung dirinya beserta suami langsung melihat ke lokasi tempat kejadian dan menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas, dirinyapun langsung melaporkan ke Rt dan Rw dan pihak berwajib.

Sementara itu, Kepala Desa Kota Batu, Abdul Rahman Firdaus menerangkan, setelah mendapatkan laporan dari RW setempat dirinya langsung datang ke lokasi. Berhubung mayat tersebut sudah tidak bisa untuk di lakukan identifikasi, maka mayat tersebut di mandikan dan langsung di bawa ke pemakaman umun untuk langsung di makamkan, dugaan sementara mayat tersebut dibunuh karena terdapat luka memar di sekujur tubuhnya. (Na/Wan)

 

Meninggalnya Ujang , Aktivis Mahasiswa Pertanyakan Anggaran Gizi Buruk

0

IMG-20170207-WA0033

BERIMBANG.COM, Sukabumi- Meninggalnya Ujang Nurjani (13) di  menderita gizi buruk, nampaknya jadi permasalahan yang berkepanjangan. Pasalnya, para aktivis Mahasiswa kini mempertanyakan anggaran yang telah di gelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi pada setiap tahun, anggaran tersebut untuk penanggulangan masalah gizi buruk di Kabupaten Sukabumi.

“ Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi telah menyatakan, bahwa setiap tahun ada anggaran untuk penanganan gizi buruk. Kami ingin tahu realisasinya, setelah adanya kasus yang menimpa Ujang yang menurut kami hal tersebut akibat dari lambannya penanganan,” ungkap Ronal Saepul selaku Presidium Solidaritas Mahasiswa Sukabumi (Somasi), kepada  Awak belum lama ini.

Lanjut Ronal , diketahui bahwa pada tahun anggaran 2014 lalu, dalam APBD Kabupaten Sukabumi terdapat dana anggaran untuk penanggulangan permasalahan gizi buruk dan gizi kurang sebesar Rp.500 juta pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi. Sementara Ujang, belakangan diketahui mengidap gizi buruk sudah sejak tahun 2013 yang lalu. 

“Seharusnya Ujang ini menjadi prioritas program itu. Tapi kenapa..? jangankan Ujang, realisasinya pun belum kami dengar,” keluh Ronal.

Dengan adanya kasus yang menimpa Ujang, selain mempertanyakan anggaran yang di alokasikan untuk penanggulangan gizi buruk, dirinya  juga mencium dugaan adanya praktek korupsi dalam kegiatan tersebut. Untuk itu pula, Somasi berharap kepada penegak hukum agar melakukan proses penyelidikan sesuai hukum.

“Selama ini, kasus gizi buruk jarang terjadi. Sementara itu anggarannya terus-terusan ada. Kami tentunya pertanyakan penggunaan anggaran itu. Bila perlu, pihak yang berwenang turun tangan mengaudit penggunaan anggarannya,” tegasnya 

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono saat di temui usai kegiatan di Lapas Kelas III Warungkiara mengatakan, secara khusus anggaran untuk penanganan masalah gizi buruk itu tidak ada kejadian yang menimpa Ujang, Adjo menyarankan meminta penjelasan terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi. Ia telah menginstruksikan, supaya harus ada evaluasi kinerja ke depan.
 
“Kami tekankan juga, kalau ada yang berobat terlebih dari masyarakat tidak mampu, harus di bantu sampai tuntas. Jangan di biarkan. Tidak boleh ada keterlambatan dalam penanganan,” tegas Adjo. (Na/loan)

 

O2SN Dan FLS2N Tingkat SD Se Kecamatan Cigombong Resmi Dibuka

0

IMG-20170206-WA0061

BERIMBANG.COM, Bogor- Olimpiade Olahraga Siswa Dan Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD se-Kecamatan resmi dibuka, acara yang bertempat di Lapangan Bola Bojong Kiharib, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. senin (06/02/2017) pagi tadi

Acara tersebut di awali dengan melaksanakan upacara dan dihadiri oleh Muspika Kecamatan Cigombong, Para Staf Guru se Kecamatan Cigombong, Camat Cigombong, Kapolsek Cigombong, Danramil, Kepala UPT Dan jajaran Polisi Pamong Praja

" Lomba tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan dan apresiasi terhadap bidang olahraga, menggali dan melestarikan seni budaya Indonesia serta meningkatkan persatuan dan kesatuan antara siswa seluruh indonesia," ungkap Ade Suryana yang mewakili Disdik kepada berimbang.com

" Digelarnya acara ini semoga kita bisa tingkatkan lagi untuk di bidang olah raga, siswa siswi untuk lebih semangat lagi, dan siswa yang ikut lomba ini sehingga betul-betul berkompetensi dengan baik,” harapnya. (Na/Wan)

 

Kyai Jombang Resah, Wakil MPR Mempertanyakan Polda Jatim Mendata Kyai

0

images

BERIMBANG.COM, Jombang – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mempertanyakan sikap Polda Jatim yang mendata Kiai di Jawa Timur, khususnya Jombang. Menurutnya, sikap polisi tersebut membuat resah kiai-kiai di Jombang.

"Karena kyai di Jombang resah, dan mereka diingatkan kaya jaman PKI. Kalau ulama di Jombang saja resah, bisa dibayangkan tempat lainnya," kata Hidayat, saat dihubungi, Sabtu (4/2).

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu ada klarifikasi secara terbuka dan jujur dari Polri, untuk apa dilakukan pendataan, karena hal tersebut menimbulkan keresahan. Klarifikasi juga agar langkah polisi itu tidak menimbulkan kontroversi dan ditunggangi pihak ketiga yang ingin memecah belah, mengadu domba, dan menimbulkan kecurigaan ulama dengan Polri. 

"Saya kira segera Kapolri memberi klarifikasi yang jujur dan terbuka. Kalau tidak ada perlunya, untuk apa pendataan ini?" ujar dia.

Hidayat menjelaskan, pendataan dilakukan oleh Kemendagri jika terkait kependudukan, sementara soal -soal agama, termasuk pesantren, menjadi ranah dari Kemenag. Ia menyatakan, para kiai jangan dikriminalisasi dan diskriminasi. Apalagi, sebelumnya seorang terdakwa berani mempermalukan Rais aam NU dan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin. 

"Jadi tanda tanya besar untuk apa pendataan kiai. Para kiai tidak perlu didata, kiai sudah jelas sejarah dan kiprahnya di Indonesia amat berjasa bagi Indonesia, dan Indonesia belum cukup membalas jasa," ujarnya. (Abd).

Kades Cibadak Gelar Tablig Akbar, Ormas PP Amankan Acara

0

IMG-20170205-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor –  Kepala Desa Cibadak bersama tokoh masyarakat setempat mengadakan Tablig Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1438H, acara ini diisi tausyiah oleh K.H Akri Patrio dari Jakarta dan Qori dari Cianjur  bertempat di kantor Desa Cibadak, tepatnya di Kampung Rasamala Desa Cibadak Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Sabtu ( 4/2/2017).

Kepala Desa Cibadak, Ulung Saputra mengatakan, tablig akbar ini di hadiri oleh para ulama, Kiyai, Ustad, Muspika, Koramil, Anggota Polsek, Ketua Satpol PP, warga Desa setempat dan luar desa serta yang sering eksis di masyarakat yaitu ormas pemuda pancasila se kecamatan Sukamakmur ikut hadir, acara di hadiri ribuan jama'ah.

Hal yang sama dikatakan mantan Kades,  Muin mengatakan, acara Tablig Akbar ini rutin tiap tahun di adakan di Desa, dan mengenai  semua anggaran Kepala Desalah yang bertanggunga jawab.

" Kami hanya di tunjuk oleh beliau sebagai panitia saja, dan tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada ormas pemuda pancasila yang ikut partisipasi pengamanan di acara ini," ujar Muin.

Bendahara 2 PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Sukamakmur Cecep mengatakan, meminta maaf Ketua PAC tidak hadir dikarnakan ada kepentingan mendadak.

" Padahal beliau diharapkan untuk hadir di acara ini, tapi beliau membeikan tugas kepada kami untuk ikut terjun berpartisipasi dalam pengamanan ini. Kami dan anggota lainnya berjumlah 45 orang ikut untuk mengamankan dari mulai pengaturan lalu lintas, mengondisikan kendaraan dan lain sebagainya. Alhasil acara tablig akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1438H ini kondusif aman," terang Cecep.( Ahmad)

 

Tim 7 FBR Depok Bogor Raya Gelar Rapat Akbar Dengan Para Ketua Gardu

0

IMG-20170203-WA0043

BERIMBANG.COM, Bogor – Demi meningkatkan kebersamaan serta meningkatkan kinerja Koordinator Wilayah ( Korwil) dengan para ketua Gardu se Depok Bogor Raya, Tim 7 beserta jajarannya gelar rapat kerja dan konsolidasi di Cisarua, Taman Safari Kabupaten Bogor. Jum'at ( 3/2/2017).

Dalam pertemuan tersebut membahas keluhan- keluhan yang ada di gardu wilayah masing – masing serta meningkatkan kinerja gardu agar lebih baik kedepannya. Pembahasan juga membentuk Tim Khusus ( Timsus ) Korwil dan merevisi kepengurusan jajaran Korwil.

Ketua Tim 7, Abdul Rohim menyampaikan, dengan adanya rapat kerja antara Korwil dan Para Ketua Gardu akan lebih meningkatkan komunikasi dan mencari solusi permasalahan – permasalahan yang ada Di Korwil maupun ditingkat Gardu.

" Korwil dan para ketua gardu sudah lama tidak ada pertemuan akbar seperti ini, mudah – mudahan kedepannya FBR Korwil Depok Bogor Depok Raya akan tambah rempug sehingga dapat menjalin komunikasi kearah yang lebih baik," tutur Rohim.

Lanjutnya, Kerempugan dapat dijalin dari diri masing – masing anggota dengan penuh keikhalasan, untuk itu, Rohim menghimbau kepada para anggota FBR untuk saling memaafkan bilamana sesama anggota FBR mempunyai kesalahan.

Sementara itu, Korwil Depok Bogor Raya, Nawi mengatakan, dengan adanya Tim 7 sangat membantu kinerja Korwil untuk meningkatkan kinerja para ketua Gardu dengan permasalaha – permasalahan yang ada di Gardu serta dapat mengkritik kinerja Korwil kearah yang lebih baik.

" Saya bersyukur dengan adanya Tim 7 melakukan pertemuan akbar seperti ini, dari pertemuan per gardu sampai pertemuan semua gardu yang sekarang ini kita laksanakan," ucap Nawi. (Iik).

 

Terkait Penjualan Benur, Ratusan Nelayan Rusak Mapolsek Cisolok

0

IMG-20170204-WA0012

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Ratusan massa nelayan rusak Markas Kepolisan Sektor Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sekitar pukul 16.00 WIB. Jumat (3/2/17) kemarin.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, Pengrusakan Mapolsek Cisolok berawal ketika anggota Satuan Reskrim Polres Sukabumi mendapatkan informasi penjualan benur (bibit udang) di wilayah Kecamatan Cisolok. 

" Setelah mendapatkan informasi sebanyak tujuh anggota kepolisian melakukan pengecekan adanya informasi tersebut, Sesampainya di wilayah Kampung Pajagan, Desa Cikahuripan, Kecamatan, Cisolok Sukabumi, anggota yang melakukan pengecekan mendapat perlawanan dan hadangan oleh warga nelayan sekitar," terang Yusri.

Polisi dan warga sempat melakukan mediasi di salah satu rumah makan di sekitar wilayah tersebut. Namun beberapa warga lainnya melakukan provokasi. Pada saat ada mediasi, ada warga yang sengaja mengajak warga lain melalui pengeras suara masjid untuk datang ke rumah makan tempat di mana anggota sedang musyawarah.

Yusri menambahkan, kurang lebih 500 orang warga masyarakat melakukan aksi nekat merusak mobil anggota Sat Reskrim Polres Sukabumi yang sedang melakukan mediasi, Sebagian kurang lebih 200 orang menuju ke Polsek Cisolok melakukan perusakan,

"Dengan adanya perusakan, pihak kepolisian mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan saksi dan selanjutnya mencari orang-orang yang diduga terlibat dalam perusakan tersebut", tutupnya. (Na/Wan)

 

Bos Pandawa Group Dan Para Leader Dilaporkan Ratusan Nasabah Ke Polisi

0

images

BERIMBANG.COM, Jakarta – Ratusan korban penipuan berkedok investasi bodong Pandawa Group melapor ke Polda Metro Jaya, Jumat, 3 Februari 2017. Mikael Marut, kuasa hukum para korban mengatakan, dari 173 orang yang menjadi korban dengan kerugian mencalai Rp 20 miliar.

"Kerugian tiap korban berbeda. Ada yang Rp 15 juta, ada yang paling tinggi Rp 1,2 miliar. Kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah karena masih ada teman-teman yang komunikasi untuk ikut dalam grup ini," kata Mikael di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Mikael menjelaskan, dalam laporan kali ini mereka melaporkan bos Pandawa Nuryanto dan beberapa anak buahnya, Agustinus Budi, Yenny Selva, Vita Lestari, dan lainnya. "Yang kami laporkan adalah bos Pandawa Group dan para leader," katanya.

Mikael menambahkan, para korban sebelumnya juga sempat menyambangi rumah Nuryanto di Depok, namun tidak bertemu dengan Nuryanto.

Sementara itu, salah satu korban bernama Diana Ambarsari, 39 tahun mengaku merugi sekitar Rp 293 juta. Kerugian itu ia dapat sejak berinvestasi pada Februari 2016.

Diana menuturkan, investasi ini menawarkan keuntungan sebesar 10 persen tiap bulannya. Namun tiba-tiba diturunkan menjadi 5 persen dan pada Desember 2016, dan kemudian  berhenti.

"Awalnya menguntungkan, tapi sejak Desember lalu mulai agak aneh dan saya tak lagi dapat," katanya. Diana baru sadar tertipu setelah adanya pemberitahuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyatakan bahwa investasi yang ditawarkan Pandawa Group ilegal.

"Jadi tidak ada pembayaran profit, tidak ada in dan out. Dijanjikan 8 Januari 2017 sudah normal kembali, tapi tidak ada realisasinya sampai mundur hingga 1 Februari dan sampai sekarang sudah tidak ada orangnya," kata Diana.

Berdasarkan Lp bernomor LP/593/II/2017/PMJ/Ditreskrimsus, Nuryanto dan karyawannya dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan atau Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (Abd)

Kematian Arum Mahasiswi Esa Unggul Belum Terungkap

0

IMG-20170203-WA0033BERIMBANG.COM, Jakarta – Kematian Arum mahasiswi  dari Universitas Esa Unggul Jakarta Barat masih menjadi tanda tanya, pasalnya sampai saat ini pelaku pembunuh Arum masih belum bisa diungkap oleh pihak kepolisian, Minggu (29/1/17).

Pembunuhan sadis di rumah kost daerah Jakarta barat terhadap mahasiswi  bernama lengkap Tri Ari Puspon Arum (22 Tahun) masih menjadi misteri,  Arum meninggal dengan tragis di dalam kamar kost di daerah Kebun Jeruk  Jakarta barat dengan tubuh penuh luka tusuk di leher dan punggung.

Kejadian pembunuhan terhadap Arum belum menemui titik terang, hingga hari ke 20 dari kejadian pembunuhan Arum, pihak kepolisian masih belum menemukan pelaku dari pembunuhan tersebut.

Keluarga korban mengharapkan pihak kepolisian bisa bekerja lebih keras lagi agar pelaku pembunuh anaknya terungkap.

Kasim orangtua korban menuturkan,  sudah mengikhlaskan kepergian Arumi, karena merupakan takdir, tapi ia sangat berharap pihak kepolisian bisa bekerja lebih keras lagi, agar pelaku pembunuh anak saya cepat terungkap.

“ Saya mengetahui Arum meninggal dari pihak kepolisian, karena memang sudah dibawa ke rumah sakit, Jadi yang melapor ke polsek dari pihak rumah sakit “, tutur Kasim

” Untuk setiap penghuni kost saya memberitahukan untuk selalu menjaga keamanan lingkungan kost, dan saya juga memberikan dua kunci, pertama kunci kamar, kedua kunci gerbang, fungsi kunci gerbang itu memudahkan untuk membuka dan menutup gerbang ”, terangnya.

Pembunuhan Arum didalam kamar kostnya menjadi tanda tanya besar, pasalnya tidak sembarang orang yang bisa keluar masuk rumah kost tempat Arum tinggal, bagaimana pelaku bisa memasuki kamar kost.

Keterangan dari pemilik kost menyatakan bahwa Arum dibawa kerumah sakit  oleh temannya yang bernama   Zainal dan Herlina, kemudian pihak rumah sakit melaporkan kepada pihak kepolisian.
Mungkin terlalu rumit kasus pembunuhan Arum sehingga Pihak kepolisian masih belum bisa menetapkan tersangka dari pembunuhan sadis tersebut.

Namun pihak keluarga korban masih berharap besar pada pihak kepolisian untuk bisa mengungkap pelaku pembunuh Arum, pasalnya kejadian pembunuhan dari  berbagai kasus biasanya cepat terungkap oleh pihak kepolisian.
(SB/Ismail)