Beranda blog Halaman 364

Warga Klaim Saluran Air Depan Perumahan Permata Depok Regency Sebabkan Banjir

0

Saluran air berada di pintu masuk perumahan Permata Depok Regency (Foto : Iik).
Saluran air berada di pintu masuk perumahan Permata Depok Regency (Foto : Iik).

BERIMBANG.COM, Depok – Warga RT 01 RW 5 Kelurahan Pondok Jaya, Pancoranmas Kota Depok Keluhkan saluran air di depan Perumahan Permata Depok Regency di Jalan Raya Citayam, pasalnya pihak perumahan tidak bertanggung jawab atas terjadinya banjir yang menimpa rumah warga akibat pendangkalan saluran air, sedangkan saluran air yang ada di depan perumahan masih tanggung jawab pengembang perumahan.

Ketua RT 01, Rudi Heryanto mengatakan semenjak belum ada perumahan Permata Depok Regency, warga tidak pernah mengalami kebanjiran walaupun intensitas hujan tinggi ditambah lagi, masih Rudi, dangkalnya saluran air dan menyempitnya saluran air menjadi penyebabnya sehingga air yang mengalir ke arah Depok berbalik arus ke rumah warga.

" Saya menyayangkan pihak perumahan tidak peduli sama sekali terhadap tuntutan warga atas masalah yang selama ini terjadi, pihak perumahan terkesan masa bodoh dan tidak membantu, akhirnya kami warga bersama – sama melakukan kerja bakti tanpa melibatkan pihak perumahan," ucap Rudi Kepada berimbang.com. Sabtu (25/2/2017).

Hal yang sama dikatakan salah satu warga, Ngadenan, pihak perumahan diminta tanggung jawab untuk segera memperbaiki saluran air dikarenakan saluran air yang berada tepat di depan perumahan sebabkan rumah warga kebanjiran adalah masih menjadi tanggung jawab perumahan.

" Pihak Perumahan memang ada unsur sengaja melakukan pendangkalan saluran air agar air yang mengalir kearah Depok berbalik kerumah warga sehingga warga perumahan aman dari banjir, jadi warga yang dikorbankan," ujar Ngadenan.

Pihak pengembang, Awal ketika dikonfirmasi berimbang.com mengatakan, setiap setahun sekali saluran di depan perumahan selalu di keruk dan diambil sampahnya oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang sekarang Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. 

" Kami selalu mengerjakan sendiri setiap tahunnya, kita panggil Dinas Kebersihan untuk mengeruk dan membuang sampah tanpa melibatkan warga dan petugas kebersihan kita yang bayar," Ujar Awal.

Awal juga menuturkan, penyebab banjir dikarenakan pembuangan sampah yang dilakukan warga dan pihak developer juga sudah melakukan sodetan agar air yang mengalir tidak begitu deras ke arah Depok tetapi warga kadang menutupnya.

Lanjut Awal, Pihak Developer membantah menolak bertemu dengan warga, pihaknya membuka lebar untuk bertemu dengan warga bilamana warga ingin melakukan komunikasi untuk mencari solusi. (Iik).

 

 

PT Aneka Tambang Tanam 6000 Bibit Durian Di Desa Pasirmuncang

0

IMG-20170223-WA0128

BERIMBANG.COM, Bogor – Untuk kesekian kalinya, PT Aneka Tambang (Antam) menunjukan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan. Hal itu dilakukan dengan menebar sebanyak 6000 bibit pohon durian di Kampung Cipopokol, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. 

Kegiatan penanaman pohon kali ini, PT Antam bekerjasama dengan Pemuda Lingkungan Hidup Indonesia (PULIH) serta Pemerintah Desa (Pemdes) Pasirmuncang, dan di hadiri oleh Kapolsek Caringin AKP Fitra  Zuanda bersam Bhabinmas, Bhabinsa, Desa Pasir Muncang. 

"Ini merupakan kegiatan tahun ketiga yang sudah dilakukan dibeberapa wilayah. Ada dua jenis bibit pohon durian yang kami sebar diantaranya jenis durian Montong dan Matahari,"ujar Yuyu, pihak PT Antam kepda berimbang.com, kamis (23/2/17)

Yuyu menjelaskan, kegiatan penanaman tersebut merupakan bagian dari penerapan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Antam. Alasan pihaknya memilih jenis pohon durian yakni agar bisa dimanfaatkan oleh warga dan hasilnya nanti untuk kesejahteraan para pengelola, baik yang tergabung dalam komunitas PULIH maupun warga lainnya yang terlibat aksi penanaman pohon.

"Ya tujuannya seperti itu, hasilnya selain bisa dinikmati, juga bisa menjadi lumbung penghasilan warga nantinya," terang yuyu.

Kepala Desa Pasirmuncang, Yudi Wahyudin menambahkan, pihaknya secara antusias mendukung kegiatan penanaman yang digagas oleh kalangan muda pecinta lingkungan hidup yang berada di wilayahnya.

"Pastinya kami sangat mendukung gagasan mereka yang telah menunjukan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan di wilayahnya. Dan ini layak diapresiasi," ujar Yudi.

" Hal ini pun harus menjadi pemicu bagi elemen kemasyarakatan lainnya untuk lebih meningkatkan kepedulian mereka terhadap pelestarian alam.

"Pelestarian alam tak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Apalagi jenis bibit pohon yang ditanam ini menghasilkan buah dengan harga yang tergolong tinggi dan nanti hasilnya bisa dinikmati oleh warga atau pengelola,"pungkasnya. (Na/Wan)

 

Askonas Kota Depok Adakan Evaluasi Kerja Tahun 2017

0

IMG_20170223_110423

 

BERIMBANG.COM, Sebanyak 54 perusahaan anggota Asosiasi Kontraktor Nasional ( Askonas )  yang berdomisili Di Kota Depok adakan evaluasi kerja guna meningkatkan kinerja serta pembenahan di kepengurusan internal organisasi bertempat di Saung Gubug Bambu,  Jalan Tole Iskandar.Kamis (23/2/2017).

Pembahasan rapat internal kepengurusan adalah Pembuatan Anggota, registrasi pembuata Surat Badan Usaha (SBU), perpanjangan leges SBU dan penambahan kepengurusan.

Ketua DPC Askonas, Rijal Rustam mengatakan dengan berkembangkan Organisasi Kontraktor Kota Depok, Askonas  sidah memiliki 54 anggota, Rijal menargetkan ditahun 2017 sebanyak 100 anggota.

" Alhamdulillah sejak berdirinya Askonas Di Kota Depok 15 maret 2015, sudah menjadi Asosiasi Kontraktor kedua dari Gapensi dan kami terus melakukan upaya peningkatan kinerja kepengurusan..

Sementara itu Wakil Ketua Askonas, Jhon Biduan Sagala berharap Askonas lebih maju lagi kedepannya dan dapat bersaing sehat dalam mencari pekerjaan serta menjaga kualitas pekerjaan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan yang didapat dari Pemerintah Kota Depok.

" Sudah saatnya kami bekerja dengan hati dalam melaksanakan pekerjaan proyek  disetiap wilayah demi  pembangunan di Kota Depok, jadi kita tidak asal-asalan mengerjakannya. (Iik).

 

Bank Sampah Salah Satu Program Penanganan Depok Bebas Sampah Di Tahun 2020

0

images

BERIMBANG.COM, Depok – Pemerintah Kota Depok terus melakukan berbagai cara dalam hal Penanganan Sampah disetiap kecamatan, mulai dari melakukan sosialisasi kepada warga dan pembinaan kepada para komunitas peduli lingkungan.

Salah satu penanganan sampah yang dilakukan Pemerintah Kota Depok adalah berdirinya Bank Sampah dimana dengan adanya Bank Sampah dari tahun ketahun mengalami pengurangan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir diwilayah Cipayung setiap harinya. 

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kusumo mengatakan dengan adanya Bank Sampah mampu mengurangi sampah setiap harinya karena dengan Bank Sampah dapat memilah sampah organik dan non organik untuk dilakukan pengolahan oleh petugas Bank Sampah.

" Seperti contoh  sampah non organik atau sampah kering bisa dimanfaatkan untuk kerajinan atau dapat dijual kembali seperti berbahan plastik, besi dan yang lainnya tetapi kalau yang residu kita angkut ketempat pembuangan sampah akhir," ujar Kusumo kepada berimbang.com di acara Forum OPD Dinas LHK Di Wisma Hijau, Mekarsari. Senin ( 20/2/2017).

Kusumo juga sedang melakukan pembinaan kepada petugas Bank Sampah dengan  beberapa komunitas peduli lingkungan untuk memanfaatkan pengelolaan sampah dengan Maggot ( belatung) dengan cara sisa bekas makanan seperti tulang bisa habis dimakan oleh belatung.

" Maggot sudah mulai berjalan dibeberapa kecamatan di Depok. Selain sampah organik dengan melakukan  proses pengolahan sampahnya di Unit Pengolahan Sampah (UPS) untuk dijadikan kompos ada juga cara lain untuk mengolah  sampah yaitu dengan menggunakan Maggot.

" Sasaran sampah dengan menggunakan Maggot yaitu restoran restoran yang lebih banyak melakukan pembuangan sisa makanan," ucap Kusumo.

Lanjutnya, Bank Sampah yang aktif di Kota  Depok sebanyak 483 lokasi dari 500 Bank Sampah di setiap kecamatan, pihaknya terus melakukan pembinaan agar lebih efektif lagi setiap tahunnya dan sampah terus berkurang setiap harinya agar Program Pemerintah Kota Depok bebas sampah di tahun 2020 dapat tercapai.

Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK Kota Depok, Etty Suharyati berharap agar masukan – masukan dari beberapa komunitas peduli lingkungan dan masyarakat sangat diperlukan untuk melakukan pembenahan dalam hal pengelolaan serta penanganan sampah di Program Dinas LHK ke depannya.

" Kami berharap kepada  masyarakat mempunyai kesadaran untuk membantu program kami dengan cara tidak membuang sampah di sembarang tempat dan juga dapat memilah sampah organik dan non organik untuk dapat di manfaatkan kembali," ujar Etty.

Dalam hal pengelolaan sampah, Etty Suryati juga mengakui masih ada kekurangan dalam penanganan sampah, untuk itu pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih berperan aktif membantu program pemerintah agar tujuan bebas sampah yang dicanangkan Walikota Depok di Tahun 2020 dapat terlaksana dengan baik.

" Tanpa masyarakat dan beberapa komunitas peduli lingkungan yang ada di Kota Depok, program yang kami jalankan tidak akan maksimal tanpa adanya peran serta masyarakat.(Iik)

 

 

Pilkades Serentak Diwilayah Kecamatan Cigombong Memanas

0

IMG-20170222-WA0096

BERIMBANG.COM, Bogor- Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, kabupaten Bogor yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa(pilkades) Serentak pada tanggal 12 maret 2017 nampaknya semakin memanas, 5 calon Kepala Desa sudah menunjukan taringnya dengan banyaknya sosialisasi memperkenalkan jati dirinya terhadap masyarakat.

Salah satu calon No urut 3 Umardani, Melihat keadaan dan niat yang tulus sebagai warga Desa Wates Jaya, dengan dorongan Tokoh dan Masyarakat akhirnya dengan tekad bulat gigih dan kesederhanaan maju untuk mencalonkan menjadi Kepala Desa Wates Jaya sehingga mengambil cuti sebagai  anggota Polri, ketika terpilih menjadi Kepala Desa nanti akan mengajukan untuk pensiun dini, dirinya yang sudah mengabdi ke Bangsa dan Negara selama 36 tahun ini.

Tujuan Mencalonkan Kepala Desa(kades), Umardani sebagai masyarakat ia ingin mengabdikan diri untuk masyarakat Desa Wates Jaya, melaksanakan tugas yang jujur transparasi, menata kelola pemdes yang lebih baik sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta pelayanan bagi masyarakat tanpa membedakan status sosial, ucap Umardani kepada berimbang.com, Rabu (22/2/17) 

Dikatakanya Umardani, Visi yang akan diterapkan sebagai kepala Desa bila terpilih nanti yaitu, mewujudkan Masyarakat Desa Wates Jaya yang lebih baik mandiri, sehat, dan sejahtera. Serta dengan Misi mengoptimalkan kinerja perangkat sesuai tufoksi, melaksanakan koordinasi antara mitra kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kapasitas kelembagaan yang meningkat, kualitas kesehatan masyarakat lebih meningkat, melibatkan masyarakat dalam berbagai hal kegiata  Desa, utama meningkatkan kejujuran transparansi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Program yang akan dijalankan dan prioritas ketika terpilih nanti, Umardani menyampaikan, pelayanan bidang pemerintahan yang lebih baik, peningkatan pembanguna  di segala bidang dengan melibatkan masyarakat desa, peningkatan pemberdayaan masyarakat sesuai skala prioritas, juga peningkatan pembinaan masyarakat dengan melibatkan lembaga masyarakat yang ada dari unsur pemuka agama, tokmas, dan pemuda.

Dengan harapan bila terpilih nanti sebagai kepala Desa, dapat mewujudkan desa Wates Jaya lebih baik, tercapainya sasaran kerja dan progran di berbagai kegiatan dan dapat dirasakan oleh lapisan masyarakat, serta mengikutksertakan peran serta masyarakat dalam berbagai kegiatan. ” saya akan meningkatkan kerjasama yang lebih baik, menjalin mitra kerja dengan BPD, membahas rencana program dan yang sudah terjalin dengan yang ada yakni Bpd, Lpm, Pkk, Rt, Rw, MUI, danTokmas," Paparnya. (Yosef/Nana)

 

Pol PP Cijeruk Adakan Pembinaan Linmas

0

IMG-20170221-WA0163

BERIMBANG.COM, Bogor- Polisi Pamong Praja(pol pp) Kabupaten Bogor adakan pembinaan linmas Sekecamatan Cijeruk, kegiatan di laksanakan satu hari di ruang aula Kecamatan Cijeruk, dalam acara tersebut di hadiri oleh Camat Cijeruk, Instriktur Kodim 0621 Serma Suryanto, Kasie Kesiap Siagaan (bpbd) Budi Aksomo, Kepala Desa, serta Satpol pp Babupaten. Selasa (21/2/17)

Maksud dan tujuan pembinaan Kelinmasan ini agar linmas mengerti Tugas Kokok dan Fungsi, maka dari itu selain memberikan materi juga di beri pelatihan dasar mengenai baris berbaris, supaya ketika ditugaskan di lapangan mereka sudah siap dan bisa diandalakan, ujar Supendi Kabid Kelinmasan

Dia menambahkan, pembinaan ini juga sebagai persiapan Pemilihan Bupati, Gubernur, yang akan dilaksanakan tahun depan, karena Limas sangat di perlukan sebagai anggota pengamanan maka di persiapakan sejak dini, agar kedepanya mereka telah siap karena sudah di berikan pelatiahan dan pembinaan. " mereka sangat di butuhkan oleh pemerintah karena dengan adanya Linmas ini sangat membantu dalam pengamanan baik di lingkungannya maupun tugas dari pemerintah yaitu pengaman Pilkades, Pilbup, sehingga Pikada. harus kita bina sejak dini agar sudah siap ketika mereka bertugas nanti," tutupnya.

Ditempat yang sama, Budi Aksomo  menambahkan, Linmas adalah anggota satuan pengaman lingkungan di mana orang lain belum tentu ada yang mau, namun mereka masih aktif sampai saat ini. Segala bentuk bencana alam yang terjadi di wilahnya akan terpatau berkat adanya laporan Linmas.

" siang malam mereka berjaga tanpa kenal lelah walau honornya tidak seberapa namun mereka tetap bertugas. Apadahal tugas mereka itu berat, namun mereka tetap menjalankan tugas tanpa pamrih, maka saya beri apresiasi kepada Linmas ini, kalo tidak ada mereka bencana tidak terpantau," ujarnya. (Na/Wan)

 

Sudah Kantongi Alat Bukti, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Praktik Pungli Pembebasan Lahan Tol Bocimi

0

IMG-20170221-WA0059

BERIMBANG.COM, Bogor- Intruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) agar segala bentuk praktik Pungutan Liar (Pungli) di negeri ini diberantas, nampaknya sulit untuk dilaksanakan. Buktinya, meskipun telah memeriksa sejumlah saksi dan mengantongi alat bukti berupa buku tabungan milik warga penerima Uang Ganti Rugi (UGR) alias korban pungli, tapi jajaran kepolisian Resort Bogor belum menetapkan tersangka kasus dugaan pungli dalam pembebasan lahan untuk pembangunan proyek jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Pakar Hukum Pidana dari Universitas Pakuan Bogor, Bintatar Sinaga mengaku aneh dengan penanganan kasus tersebut mengingat desakan agar pelaku ditangkap dan dugaan pungli itu diusut tuntas makin deras mengalir baik dari elemen masyarakat, angggota dewan hingga Bupati Bogor Nurhayanti sebagai orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman. 

Menurut dia, harusnya aparat penegak hukum menjadikan pengungkapan kasus pungli sebagai skala prioritas karena selain menjadi komitmen Presiden Jokowi dengan membentuk Satgas Saber Pungli dan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016 yang kemudian diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM, juga menjadi sorotan publik dalam pemberantasannya namun juga tidak mengesampingkan pelanggaran hukum lainnya. 

“ Adanya saksi korban pada sebuah pelanggaran hukum dalam hal ini kasus dugaan praktik pungli, sudah tentu ada pelakunya. Jadi tidak ada alasan bagi polisi untuk tidak segera menetapkan status tersangka bagi pihak ataupun orang yang diduga berbuat pungli, setelah dilakukan proses pemeriksaan dan menyita buku rekening tabungan milik korban sebagai barang bukti,” ungkapnya, Senin (20/02/2017).

Pengumpulan alat bukti dalam proses penyidikan sebuah perkara, kata dia lagi, menjadi tugas polisi guna melengkapi berkas penyidikan sehingga bisa menetapkan tersangka. Siapapun orangnya bila ditemukan alat bukti dan telah memintai keterangan saksi korban (pelapor,red), terduga pelaku dan pihak-pihak yang dianggap mengetahui (saksi kejadian,red) maka harus segera ditahan. Hal itu bertujuan agar pelaku tidak kabur,menghilangkan sesuatu hal yang bisa dijadikan bukti dan pencegahan terjadinya upaya intimidasi terhadap saksi maupun korban sehingga bisa menghambat proses hukum. 

“ Upaya intimidasi berupa teror kepada korban oleh pelaku sudah terjadi,sehingga jadi pemberitaan disejumlah media masa baik media lokal maupun nasional. Atas dasar itu, penetapan tersangka lalu tindakan penahanan pelaku harus segera dilakukan,” imbuhnya. 

Senada dilontarkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Bahkan, Neta menuding adanya dugaan pembiaran oleh jajaran kepolisian Resort Bogor sehingga kasus yang ditanganinya mengambang. Harusnya, dengan adanya dua alat bukti yakni keterangan saksi korban dan buku tabungan rekening penyidik sudah bisa menetapkan tersangka. 

“ Kalau sudah ada bukti dan keterangan saksi, kenapa tidak juga ada tersangka? Mabes Polri musti turun tangan dengan menurunkan Tim Propam untuk mengusut apakah ada keterlibatan oknum dalam kasus ini sehingga proses hukum tidak berjalan alias mandeg, terlebih pemberantasan pungli adalah agenda Kapolri,” ujarnya. 

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan mengaku hingga saat ini masih melaporkan penyidikan dengan memintai keterangan saksi-saksi karena kasus dugaan pungli yang ditangani jajarannya bukan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) tapi karena adanya aduan warga yang menjadi korban sehingga mengalami kendala dalam mengungkapnya dan belum bisa menentukan tersangka kasus tersebut. 

“ Kasus ini bukan OTT tapi adanya aduan. Artinya, kasus tersebut sudah terjadi lama, dan sampai saat ini belum bisa ditetapkan tersangka karena masih tahap penyidikan dan butuh waktu untuk mengungkapnya,” jelas AKP Bimantoro. (Na)

 

Pilkades Kecamatan Cijeruk Diadakan Serentak

0

IMG-20170220-WA0094

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak yang akan diadakan pada tanggal 12 maret mendatang, sudah memasuki tahapan penetapan Bakal Calon (balon) menjadi calon Kades, panitia pilkades Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor melaksanakan undian nomor urut bagi masing masing calon Kades, maka dari itu di ruang aula Kecamatan Cijeruk panitia menggelar rapat Pleno penetapan nama calon dan pengundian nomor calon, pengundian nomor calon di saksikan oleh muspika Kecamatan, tim sukses, Tokoh Masyarakat, dan para Ketua Rt dan Rw setempat.

Hasil pengundian tersebut, Maman Fatulloh mendapat nomor urut satu (1), Ade Supriyadi mendapat nomor urut dua (2), dan Entin Janatin mendapat nomor urut tiga (3).

" Alhamdulilah penetapan calon dan pengundian nomor urut calon sudah selesai dilaksanakan selanjutnya kami akan menetapkan daftar pemilih tetap (DPT), pendataan Daftar Pemilih Sementara(DPS) untuk sementara yang belum di tetapkan menjadi DPT sebanyak 5.490, nanti tim pemutahiran data akan menetapkan DPS menjadi DPT," ujar Munjib Hermawan Ketua Panitia Pilkades kepada Wartawan. Minggu (19/2/17)

Selanjut pada hari selasa kemarin juga mengadakan rapat penetapan  tahapan kampaye dan aturannya, hal itu akan di sepakati aturan dan tata tertib kampanye yang harus di patuhi para kandidat, kampaye para calon akan di mulai dari nomor urut satu yaitu tanggal enam maret, dilanjutkan keseokan hari nomor dua dan terakhir nomor urut tiga. tanggal delapan maret, sehingga ada jeda masa tenang tiga hari tanggal sembilan hingga tanggal sebelas, dan tanggal dua belas pada pelaksanaan pilkakdes yang bertempat di halaman kantor desa.

" Saya harap kedepannya para calon kades bisa mematuhi peraturan dan tata tertib yang telah di sepakati, serta panitia bisa bekerja lebih baik lagi hingga hari H nanti ," harap Munjib.

Maman fatulloh calon petahana yang kembali mencalonkan diri kembali, bertekad memenangkan dalam pilkades nanti. Sebab masih ada pembangunan yang masih harus ia teruskan.

" Saya siap bertarung kembali pada pilkades tahun ini, dan apabila masyarakat mempercayai saya kembali, maka saya akan lebih meningkatkan demi kemajuan desa ini, yang mana masih banyak pembangunan yang harus saya lanjutkan kembali demi kesejahteraan masyarakat, Insya Allah dari dukungan masyarkat, saya bisa memenangkan pilkades nanti," paparnya. (Na/Wan).

 

Tersangka Pungli Pembebasan Lahan Tol Bocimi Belum Terungkap, Forpublik Desak Polisi Lebih Transparan

0

IMG-20170220-WA0071

BERIMBAMG.COM, Bogor – Belum ditetapkannya tersangka Kasus dugaan Pungutan liar (Pungli) dalam pembebasan lahan untuk pembangunan proyek jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor oleh jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor meskipun telah memeriksa para saksi dan menyita sejumlah alat bukti diantaranya buku rekening milik warga penerima Uang Ganti Rugi (UGR) alias korban pungli,  kembali menuai sorotan.

Direktur Forum Studi Layanan Publik (Forpublik), Rico Pasaribu, mendesak agar aparat kepolisian lebih transparan dalam proses penyidikan serta menunjukan keseriusan dalam mengungkap kasus yang ditanganinya itu, sehingga tidak menimbulkan asumsi publik khususnya warga yang menjadi korban bahwa para pelakunya kebal hukum. Jika itu sudah terjadi, maka tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan supremasi hukum akan hilang.

" Belum adanya penetapan tersangka dalam kasus tersebut bisa menimbulkan asumsi negatif di masyarakat. Polisi sebaiknya transparan dalam setiap perkembangan dari proses penyidikan, agar kepercayaan publik tetap terjaga," ungkap Rico, Minggu (19/02/2017).

Lebih lanjut Rico menjelaskan, upaya pemberantasan pungli oleh pemerintah dengan membentuk satuan tugas sapu bersih pungutan liar alias Satgas Saber Pungli dengan  dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli kemudian diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM,  mendapat respon positif dari masyarakat luas. Harusnya, hal itu dijadikan tolak ukur serta acuan oleh penyidik Polres Bogor sehingga pengungkapan kasus dugaan pungli dalam pembangunan proyek Tol Bocimi jadi skala prioritas.

" Pemberantasan pungli menjadi sorotan publik, apalagi Presiden Joko Widodo sudah menyatakan perang terhadap hal itu. Penetapan tersangka kasus dugaan pungli dalam proyek tol Bocimi, bisa diartikan sebagai  bentuk komitmen pihak kepolisian dari Polres Bogor bahwa mereka akan mengusut tuntas kasus tersebut jadi harus secepatnya dilakukan," jelasnya

Suwandi (42) salah seorang warga Desa Wates Jaya yang terdaftar sebagai penerima UGR alias korban pungli, mengaku telah menjalani proses pemeriksaan pada Kamis (09/02/2017) lalu. Saat itu, dia bersama warga lainnya dimintai keterangan oleh penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor di Mapolsek Cigombong sebagai saksi korban. 

" Saya sudah diperiksa, dan buku rekening tabungan diambil petugas polisi sebagai barang bukti. Memang ada pemotongan sebesar 10 persen saat pencairan UGR gelombang pertama," ujarnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan menuturkan pihaknya masih melakukan penyidikan kasus dugaan pungli dalam proyek tol Bocimi dengan memanggil sejumlah saksi, baik yang diduga terlibat maupun saksi korban. Namun hingga saat ini belum ada penetapan satu pun tersangka dari kasus tersebut. (Na)

 

Panitia Pilkades Cigombong Resmikan 5 Calon Kades

0

IMG-20170220-WA0043

BERIMBANG.COM, Bogor – Lima Bakal Calon Kepala Desa(Kades)Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Resmi menjadi Calon Kades, Panitia Pemilihan telah menetapkan Lima Calon tersebut. Selain itu Panitia juga mengundi Nomor urut Calon Kades, hasil undian tersebut yaitu, Endang Rahmat No 1, Budi Rahayu No 2, Omar Dhani No 3, Enjah Sonjaya No 4, dan Wawan Setiawan No 5. Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Wates Jaya, dengan di hadiri oleh Muspika Kecamatan Cigombong, Kapolsek, Danramil serta Tokoh Masyarakat Desa Wates Jaya.belum lama ini.

Nurjaman panitia Pilkades mengatakan, Sesudah pengocokan nomor urut, Panitia juga menetapkan Tempat Pemilihan Suara(TPS) serta ada penambahan waktu kampanye, selain itu penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) telah selesai di laksanakan panitia. Maka Panitia tinggal menyelesaikan tahapan-tahapan selanjutnya mengenai pemilihan.

" Untuk persiapan Pilkades kami sudah siap 90 persen, nantinya tinggal lebih mempersiapkan lagi tahapan selanjutnya, dan untuk DPT di Desa Wates Jaya sebanyak 6.190 pemilih tetap, karena pada tanggal 9  sudah di tetapakn hak pilih, saya harap pada waktuny Pilkades di Desa Wates Jaya ini, aman dan sukses tanpa ekses," Ucap Nurjaman kepada berimbang.com, Minggu (19/2/17) pagi tadi.

Di tempat yang sama, Wawan Calon Kades No urut 5 mengatakan, Dirinya benar-benar siap dengan mencalonkan sebagai Kades, di tambah banyak dorongan-dorongan dari Para Tokoh dan Masyarakat. Apapun yang terjadi dirinya siap untuk berjuang demi kemenangan dalam Pilkades mendatang, ia berharap adanya perubahan kearah yang lebih baik lagi di Desa Wates Jaya ini,.

" Saya harap kedepanya desa wates jaya lebih baik lagi, dan itu tekad saya mencalonkan diri menjadi Kades. Saya akan berjuang semaksimal mungkin tentunya dengan tim sukses saya, insya Allah apa bila terpilih saya akan berbuat yang terbaik bagi kemajuan Desa ini" Ujarnya. (Na/Wan)