Rabu, April 29, 2026
Beranda blog Halaman 308

Parkir Berbayar Di Ruko Kirana Gading Jakarta, Belum Mendapat Izin UPT Parkir


BERIMBANG.COM, Jakarta – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya menjadi skala prioritas pemerintah. Menjadi kendala di RW 08, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hal itu disampaikan ketua RW 08, WJM. Sutjipto MBA, dikantornya beberapa waktu lalu. Yang akan memberlakukan parkir berbayar dikawasan Ruko Gading Kirana, dengan tujuan kenyamanan, keamanan dan menambah PAD DKI Jakarta.

Ia menjelaskan kronologi kejadian mulai dari rapat persetujuan warga hingga kehilangan kendaraan warganya dilengkapi dengan dokumentasinya.

Menurut dokumen yang diterima redaksi, serta penjelasan verbal ketua RW 08 Sutjipto menjelaskan, bahwa ketua RW 08 telah melakukan sosialisasi dan pembahasan melalui rapat-rapat kepada seluruh RT di RW 08, yang telah dimulai 17 juli 2017, dengan surat nomor: 016/RW-08/VII/2017 dan beberapa surat lainnya.

Dalam beberapa kali rapat, menurut Sutjipto, sudah ada yang disepakati oleh para ketua RT yang mewakilkan warganya, bahwa akan dikenakan parkir berbayar untuk kawasan ruko di RW 08.

Selaku ketua RW, Sutjipto yang bertanggungjawab dalam melaksanakan Tugas Pokok dan fungsinya, semua prosedur telah dilalui,

Ia telah melayangkan surat kepada UPT perparkiran Jakarta pada 11 april 2019, dengan surat nomor: 008/RW-08/IV/2018, sifat: Penting. Dan pada 5 desember 2018 dengan surat nomor: 026/RW-08/XII/2018, untuk mendapatkan izin gate akses dengan tujuan mencegah terjadinya pencurian kendaraan, serta parkir lebih teratur. Hingga saat ini pada maret 2019 masih dalam proses.

Lalu, ia memberikan contoh kasus warganya yang melayangkan surat komplainnya kepada ketua RW 08, pada tanggal 15 januari 2019, atas kehilangan yang terjadi diarea ruko kantor warga di wilayah RW 08.

Dalam surat warga yang komplain, merinci kejadian kehilangan, diantaranya 1. Spedo meter Mobil terjadi pada tahun 2010, 2. Ban serep mobil kejadian pada tajun 2011, 3. Satu unit motor karyaean kejadian pada tahun 2013, 4, satu unit motor kejadian pada tahun 2015, 5. Aki mobil kejadian pada tahun 2015. 6. Kaca spion kejadian pada rahun 2016, 7. Helm tamu.

Atas dasar menjaga keamanan dan ketertiban parkir, kata ketua RW 08, serta komplain warga yang kehilangan, gate akses akan diterapkan diwilayah Ruko RW 08, dengan maksud memberi rasa nyaman dan aman terhadap warga RW 08, sekaligus menjadi PAD DKI.

Namun menurut Sutjipto, terjadi pro dan hanya beberapa warga yang kontra, hingga akhirnya menunggu surat izin dari UPT perparkiran untuk merealisasikan parkir berbayar yang akan menjadi PAD. (TYr)

Antisipasi Penggunaan Narkoba, Satbrimob Polda Banten Lakukan Tes Urine

0

BERIMBANG.COM, Serang – Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Provinsi Banten (Satbrimob Polda Banten) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten (BNNP Banten) melakukan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba, bertempat di Markas Satbrimob Polda Banten, Rabu, 6 Maret 2019. Tidak kurang dari 245 personil anggota Satbrimob Polda Banten mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir memberikan materi penyuluhan, Kepala Seksi Pencegahan BNNP Banten, Ainul Mardhiah, S.K.M, dibantu oleh petugas tes urine, Asti Maulidiati, S.Pd dan Hapiki David. Dalam paparannya, Ainul Mardhiah yang berlatar-belakang Ilmu Kesehatan Masyarakat ini menyampaikan bahwa dalam rangka mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat, setiap anggota polisi harus mengetahui dan memahami bentuk-bentuk barang haram tersebut, dan dampaknya bagi penggunanya. “Setiap anggota polisi harus tahu bentuk narkoba dan dampaknya bagi penggunanya,” jelas Ibu Ainul, demikian ia sering disapa.

Polisi sebagai mitra BNN, tambah Ainul, semestinya steril dari praktek peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Polisi harus bersih dulu dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba, baru kemudian kita bisa bersama-sama BNN melakukan pemberantasan narkoba di masyarakat,” imbuh mantan bidan ini.

Oleh karena itu, dalam acara penyuluhan tersebut, dirangkaikan sekaligus dengan pemeriksaan urine peserta. “Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan Satbrimob Polda Banten,  dilaksanakan tes urine bagi peserta, siap?” tanya Ainul yang dijawab serempak, “Siap!” oleh para peserta.

Selanjutnya, seusai penyuluhan, sebanyak 54 orang anggota Brimob peserta acara yang diambil secara acak mengikuti tes urine. Alhasil, dari pengetesan urine peserta yang menjadi sampel, tidak terdapat seorangpun yang terindikasi pengguna narkoba alias semuanya negatif.

Kegiatan yang bertujuan untuk penyebarluasan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan Mako Satbrimob Polda Banten itu berlangsung lancar sesuai rencana. (TEAM/Red)

Lurah Cinangka Resmikan Bank Sampah, Ajak Warga Peduli Lingkungan

0

BERIMBANG.COM, Sawangan – Untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah sampah dan bebas dari tumpukan sampah, maka perlu adanya sosialisasi program Pilah Sampah dengan harapan di Kelurahan Cinangka menjadi wilayah yang bersih sehat dan nyaman.

“Kami sangat apresiasi terhadap inisiator Ketua RW 02 dengan di canangkan di area Puskesmas Kelurahan Cinangka. Kamis, 03/02/19. Pembentukan Bank Sampah induk kelurahan Cinangka ini sebagai langkah awal memanfaatkan sampah menjadi nilai ekonomi bagi warga kami,” kata Lurah Cinangka Rizal Farhan pada wartawan berimbang.com di ruang kerjanya. (3/03/19).

Rizal mengatakan gerakan budaya pemilahan sampah tidaklah mudah, sebagai aplikasi bentuk kerja nyata dalam menjalankan program Pe
merintah Kota Depok yang salah salah satunya Zero Waste City, untuk melestarikan lingkungan dan kebersihan lingkungan bebas dari sampah.

“Kami akan terus mensosialisasikan dan mengajak warga kelurahan Cinangka, agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama pemilahan sampah an organik dan organik, untuk di daur ulang di RT, RW dan warga yang ingin sampah menjadi nilai ekonomi yang tinggi,” kata Rizal.

Koordinator Bank Sampah Agus Asrul Sani mengungkapkan, dalam pelayanan sampah bagi warga di sediakan bak pengangkut sampah. Hal ini akan mempernudah warga untuk langsung menerima pembayaran di tempat.

“Kami sudah siapkan armadanya jadi warga yang memilah sampahnya langsung kami ambil dan di bayar dengan tunai hasil penimbangan, jadi warga dapat merasakan hasilnya secara ekonomi,” ungkap Agus.

Sementara Kasie Pemerintahan Kecamatan Sawangan Hendra, memberikan apresiasi dan mendukung dengan di bentuknya Bank Sampah Kelurahan Cinangka, sebab masalah sampah perlu ada akses kemudahan bagi warga.

“Kami sangat mengapresiasi gerakan memilah sampah, ini bisa jadi percontohan di kecamatan Sawangan, untuk itu kami mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan serta memilah sampah yang bernilai ekonomis,” tutur Hendra.

Hadir dalam acara peresmian bank sampah dari unsur Muspika, para ketua RT, RW Kelurahan Cinangka, LPM, BKM, KTNA Kelurahan Cinangka, Karang Taruna dan Kader PKK Pokja IV, perwakilan unit Bank Sampah se-Kecamatan Sawangan dan kasi Pemerintahan Kecamatan Sawangan.(Adi).

Walikota Depok Himbau Masyarakat Ganti Penggunaan Kantong Plastik

0

BERIMBANG.COM, Depok – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengimbau masyarakat Kota Depok untuk mengganti kantong plastik dengan kantong yang ramah lingkungan. Penggunaan kantong alternatif tersebut, dilakukan untuk mengurangi pemakaian kantong plastik yang limbahnya sulit diurai.

“Penggunaan kantong alternatif seperti tas anyaman dan tote bag bisa jadi solusi. Selain itu, tas tersebut juga lebih efisien, karena ramah lingkungan dan bisa digunakan berkali kali,” ujar Mohammad Idris, di Balai Kota, Senin (04/03/19).

Orang nomor satu di Kota Depok tersebut juga menambahkan, setelah adanya deklarasi pengurangan plastik, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan retail modern, diminta untuk mempersiapkan tas alternatif.

“Pelaku usaha bisa sediakan kantong yang ramah lingkungan. Kalaupun berbayar, tidak jadi masalah, karena itu untuk mengganti biaya produksi. Yang penting jangan mahal-mahal,” tambahnya.

Diakuinya, kantong ramah lingkungan tidak jauh berbeda dengan kantong plastik pada umumnya. Namun, plastik ramah lingkungan sebaiknya tidak digunakan untuk barang basah, karena bisa merusak kualitas wadah yang tidak tahan air.

“Kami meminta masyarakat agar bisa melakukan diet plastik secara serentak. Demi lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Di Acara MBI, Pradi Berharap Jalin Sinergi Dengan Pemkot Depok

0

BERIMBANG.COM, Depok – Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna berpesan kepada Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) Kota Depok untuk turut menjalin sinergitas dengan pemerintah dalam bidang sosial. Hal tersebut dilakukan untuk bersama membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Depok.

“Kami selalu mengingatkan kepada seluruh komunitas, termasuk juga MBI untuk melakukan berbagai kegiatan sosial,” tuturnya saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Pengurus MBI Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, belum lama ini.

Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan terus mendukung semua kegiatan positif yang dilakukan MBI Kota Depok. Tentunya yang sejalan dalam mendukung Depok yang unggul, nyaman, dan religius.

Sementara itu, Ketua MBI Kota Depok Makmur Saputra menuturkan, pihaknya akan rutin melalukan kegiatan sosial. Kegiatan yang akan dilakukan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami akan selalu melakukan kegiatan positif untuk kebersamaan dan silaturahmi antar anggota. Selain juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Depok,” pungkasnya.

HPSN, Walikota Depok Ajak seluruh Masyarakat Ikut Peduli Sampah

0

BERIMBANG.COM, Depok – Walikota Depok Muhammad Idris, memimpin langsung apel Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada Tanggal 21 Februari itu di yakini Keberadaan sampah tidak hanya menjadi sumber penyakit, tapi juga bisa menjadi sumber bencana jika tidak dikelola dengan benar. Sebagai warga untuk lebih peduli terhadap sampah hasil produksi rumah tangga selama ini.

“Sampah itu sebagai problem utama di sebuah Kota jika mengelolanya tidak baik tentunya akan menjadi sebuah bencana bagi manusia, seperti apa yang tejadi di TPA Leuwi Gajah tahun 2006 yang lalu. Sampai 157 jiwa meninggal akibat robohnya TPA dan menghapus dua perkampungan di sekitarnya,” ujar Idris di acara HPSN yang di pusatkan di TPA Cipayung, Duren Mekar, Bojongsari, Depok, Selasa (21/02/2017).

Idris mengajak seluruh komponen masyarakat Depok untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pengelolaan sampah. Karena kepedulian pada lingkungan hidup akan berpengaruh terhadap besar kecilnya bencana dan kumuhnya di suatu wilayah.

“Geraka memilah sampah dan mengurangi sampah plastik harus kita mulai dari dirinya sendiri, jika peduli dengan lingkungan hidup, maka kita akan hidup bersih, sehat ” ucap Idris.

menurut Idris jika tidak peduli dengan pelestarian lingkungan hidup, terutama sampah akan berdampak buruk pada kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat dan bersama-sama kita menjaga lingkungan kita agar tidak terjadi bencana yang sama-sama tidak kita kehendaki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Etty Suryahati mengatakan, jika masyarakat Depok tidak peduli mulai dari sekarang dengan sampah di sekitarnya dengan mulai memilah sampah, maka bukan tidak mungkin Kota Depok bisa mengalami hal yang sama seperti di Leuwi Gajah.

“Tentu kalau sampai terjadi tragedi ini, tidak kita kehendaki sama sekali. Karena untuk mengembangkan sebuah TPA, saat ini lahannya sudah sangat sulit sekali. Bahkan, tidak ada,” tuturnya.

Eti menambahkan, semua orang butuh membuang sampah. Untuk membuang sampah ke TPA Cipayung saja, pihaknya harus melakukan pemilahan terlebih dahulu. Karena itu, pihaknya sangat terbantu dengan semakin besarnya kepedulian masyarakat yang ikut memilah sampah sendiri.

“Inilah masalah yang kita hadapi saat ini dalam penanganan sampah. Mari kita bersama-sama, bergandengan tangan mulai memilah sampah dari rumah. Agar kuota sampah di TPA Cipayung kita tidak sampai overload,” ajaknya.(adi).

BKPSDM Kota Depok Berkomitmen Meningkatkan Kinerja ASN

0

BERIMBANG.COM, Depok – Pemerintah Kota Depok melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, telah melakukan penandatanganan komitmen bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) tentang pengembangan dan kinerja berbasis elektronik. Penandatanganan tersebut, sebagai upaya BKPSDM Depok untuk menerapkan Kinerja Mobile (K-MOB).

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Karier (Bangrir) BKD Provinsi Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, K-MOB merupakan hasil penyempurnaan dari pengembangan sistem Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Online. Dikatakannya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2011, menjadi landasan dari proses aplikasi SKP Online yang dimodifikasi sesuai kondisi, kebutuhan, dan target kerja instansi.
“K-MOB merupakan aplikasi realtime mengukur kinerja pegawai, meliputi sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja. Dua aspek ini kemudian disinkronkan dengan data presensi (kehadiran) pegawai, data penyerapan anggaran, dan data output kinerja pegawai yang tersedia,” kata Dedi kepada wartawan, Kamis (28/02/2019).

Kepala BKPSDM Kota Depon Sopian Suri mengatakan, dalam K-MOB para Aparatur Sipil Negara (ASN) diharuskan melaporkan capaian kinerja sesuai dengan rincian tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) setiap harinya. Capaian kinerja tersebut, kemudian dikonversikan ke dalam nilai rupiah.

Jika dalam hari tertentu jelas Sopian, salah seorang ASN tidak dapat bekerja, maka tidak akan ada nilai rupiah yang didapat. Sebaliknya, semakin banyak ASN itu berkarya dan berinovasi maka akan lebih besar nilai rupiah yang akan didapat.

Supian Suri lebih lanjut menjelaskan, bila hal ini dapat merespons positif keberadaan aplikasi K-MOB untuk diterapkan di Kota Depok. Aplikasi sederhana berbasis ponsel pintar (smartphone) ini, katanya, memiliki penyempurnaan yang lebih luas.
“Ke depan, pengembangan aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) yang kita punya, akan kita integrasikan dengan K-MOB. Mudah-mudahan nanti bisa kita terapkan,” jelas Sopian pada wartawan berimbang.com di Forum OPD BKPSDM, di Hotel Bumi Wiyata kemaren (28/02/19). (adi).

Sehari, TPSS Merdeka Mampu Kelola Sampah Tiga Ton

0

BERIMBANG.com, Depok – Kini Pemerintah Kota Depok memiliki alat modern pengelola sampah, tempat Pembuangan Akhir Sampah Sementara (TPSS) hanggar 3 yang terletak di Jalan Merdeka. Alat berupa 13 mesin yang mayoritas buatan lokal tersebut, terdiri dari mesin pemilah, mesin pencacah organik, dan pencetak pelet, dengan kemampuan mengolah sampah hingga tiga ton per hari.
“Alhamdulillah, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memiliki alat modern pengolah sampah yang memiliki banyak kelebihan,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, usai meresmikan TPSS Hanggar 3, di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (01/03/19).

Idris menjelaskan, alat pengolah sampah itu, masih dalam tahap uji coba, sampah yang diolah masih sebatas sampah daun kering, ranting maupun dahan. Nantinya, olahan sampah akan lebih beragam jenisnya. Olahan sampah menghasilkan tenaga listrik, digunakan untuk menghidupi mesin. Ini akan
menghasilkan briket yang bisa berfungsi sebagai bahan bakar pengganti arang.
“Untuk sementara hasilnya akan kita gunakan sendiri. Jika sudah efektif, ke depan mungkin bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ety Suryahati, mengaku alat tersebut merupakan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) untuk Pemkot Depok dengan nilai anggaran mencapai Rp 1,4 miliar.
“Sebagai salah satu solusi untuk mengelola sampah. Kami juga dibantu oleh petugas yang berjumlah enam orang. Mudah-mudahan alat ini dapat mengurangi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan,” tuturnya.(adi).

Wakil Walikota Depok Resmikan Instalasi Bank Darah RSUD Depok

0

BERIMBANG COM, Depok – Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna meresmikan Bank Darah di gedung RSUD Depok, dalam sambutannya Wakil Walikota Depok memberikan apresiasi kepada pihak RSUD Depok yang telah membuka Instalasi Bank Darah guna melayani masyarakat dalam hal ketersediaan stok darah. Jum’at (1/3).

” Dengan adanya Bank Darah, mudah2 dapat membantu pasien yang membutuhkan darah sesuai dengan kebutuhan ,” ucap Pradi.

Pradi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak RSUD Depok untuk lebih melayani masyarakat Kota Depok kedepannya karena menurutnya, dengan pelayanan yang prima dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Dengan adanya Bank Darah, target utamanya adalah bagi ibu – ibu yang mengalami pendarahan saat melahirkan karena menurut Pradi, angka kematiannya cukup serius di Kota Depok.

” Didirikannya Instalasi Bank Darah kita upayakan membantu meminimalkan pasien kekurangan darah, ini sangat membantu sekali,” harapnya.

Hal yang sama dikatakan, Dirut RSUD, Asloe’ah Madjri bahwa dengan kebutuhan darah bagi masyarakat Kota Depok sangat menjadi prioritas karena dapat meminimalkan angka kematian bagi ibu dan balita.

” Kami berharap kepada Wakil Walikota Depok untuk memberikan arahan kepada kami dan sekaligus meresmikan Instalasi Bank Darah,” imbuhnya. (Iik ).

2021 Target Pembangunan Taman di Kota Depok Terealisasikan

0

BERIMBANG.COM, Balaikota – Pemerjntah Kota Depok selama kurun waktu kepimpinan Walikota Muhamnad Idris dan Wakil Walikota Pradi Supriatna, hampir menyelesaikan janjinya terlihat dari program programnya, seperti pembangunan Taman Kota, taman taman di setiap kecamatan dan kelurahan belum program yang lainnya.

Guna menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di area publik, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menambah pembangunan taman terpadu kelurahan. Total sebanyak 15 taman terpadu akan dibangun di tahun 2019.
“Saat ini kita sudah memiliki 29 taman terpadu kelurahan. Tahun ini ditambah 15 taman lagi, sehingga totalnya menjadi 44 taman,” tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris kepada berimbang.com seusai konferensi pers di Aula Teratai Gedung Balai Kota Depok, Kamis (28/02/2019).

Idris mengatakan, pengadaan taman terpadu akan dilakukan secara bertahap. Dengan target penyelesaiannya di tahun 2021.
“Tahun 2020 kita akan bangun lagi 11 taman, sehingga menjadi 55 taman. Sementara sisanya 8 taman akan kita realisasikan di tahun 2021,” kata Idris.

Mohammad Idris mengakui, dalam pengadaan lahan untuk pembangunan taman, pihaknya dihadapkan dengan sejumlah kondisi di lapangan. Salah satunya, harga tanah yang mahal.
“Ada masyarakat juga yang lebih memilih lapangan sepak bola,” tuturnya. (adi).