Depok

SMPN 2 Depok Rutin Lakukan Pengurangan Sampah Plastik

Spread the love

BERIMBANG.COM, Depok Jaya – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Depok Jaya, Kota Depok melalui Kepala Sekolahnya melakukan gerakan memilah sampah dan pengurangan volume sampah plastik di Kota Depok. Kepala Sekolah SMP Negeri 02 Drs.Purnomo sudah menghimbau kepada siswa untuk mengharuskan siswa membawa wadah makanan, sehingga saat jajan di kantin sekolah, siswa tidak perlu lagi diberikan styrofoam atau plastik pembungkus makanan. Bahkan, Purnomo sudah menerapkan cara ini sejak dirinya masih menjabat sebagai kepala Sekolah di SMPN 05 Beji Timur, Depok.

Tidak hanya itu, pedagang di kantinpun diharuskan untuk tidak menyajikan jajanannya kepada siswa dengan menggunakan bungkus plastik atau Styrofoam.
“Semua pedagang di kantin saya kumpulkan, saya bimbing, kalau kalian dagang di sini pure, murni hanya kepentingan ekonomi, silahkan kalian dagang di pasar, di pasar saja ada aturannya apalagi di sekolah”, tegas Purnomo saat diwawancarai berimbang.com, Senin, (18/03/2019) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Purnomo menyampaikan, setiap hari saat lakukan apel pagi dan Jum’at dirinya lakukan bimbingan dan sekaligus melakukan pembersihan di sekolahan serta di sekitar lingkungan sekolah.
“Setiap lima hari terakhir kita lakukan evaluasi, supaya di hari Senin kedepannya kita tidak melakukan kesalahan yang sama”, tandasnya.

Menariknya lagi, Purnomo juga memberikan sertifikat kejujuran kepada siswa yang menemukan barang hilang dan mau mengembalikannya.
“Siswa yang jujur menemukan uang aja saya kasih sertifikat, selama ini kan kalo ada uang yang hilang pas diumumkan ada yang mengaku dan benar kronologisnya lalu dikasihkan selesai, kalo ga ketemu paling masuk kotak amal masjid”, jelasnya.

Diceritakannya, dulu, sekolah yang juara itu satu sampai tiga, juara rangking kelas, tapi anak yang sopan santun, yang bicara lemah lembut, memakmurkan masjid, anak yang rajin ke perpustakaan anak yang meninggalkan kelas untuk shalat Dhuha itu tidak diberi penghargaan.

Intinya, Sekolah itu tidak hanya kompetensi akademis, tapi nilai – kehidupan juga diterapkan agar siswa selalu menerapkan pola hidup yang baik.
“Mutiara yang hilang, jadi yang dapat sertifikat bukan hanya siswa/siswi yang punya rengking di kelas atau juara di luar sekolah itu sudah umum, tapi yang rajin sholat, sopan santun, menemukan barang di kembalikan, itulah pembinaan karakter yang sebenarnya,” tuturnya. (adi).