Kabid SMP Disdik Kab. Bogor Bantah Pencairan Uang Pekerjaan Kontruksi Lamban

 276 Views

BERIMBANG.com Bogor – Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Ridwan Said membantah pernyataan pemborong yang merasa sulit dalam pencairan uang dan bertele-tele dalam pemberkasan pencairan kontruksi pembangunan SMP,

“Biar jelas, yang mau di cairkan yang mana? mana yang mau di cairkan?” tanya Ridwan, dikantornya, saat hendak melakukan sholat, “Pencairan apa, ngapain harus dipersulit,” terang Ridwan, dijalan nyaman, komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada senin sore (02/12/2019).

Ridwan menjelaskan belum ada pencairan untuk pembangunan kontruksi di SMP, “Sudah ada yang dicairkan belum?” tanyanya, kepada kepala seksi yang mendampinginya, “belum ada, masih proses,” jawab Kepala Seksi yang mendampingi Ridwan.

“Semuanya juga baru proses… semuanya ada SOP (Standar Operasional Prosedur) ada persyaratan,” lanjut Ridwan, “selama ini gak ada kendala,”

“semua juga ada persyaratan,” katanya, “persyaratan kerja dilapangan sudah beres semua, adminstrasinya sudah sesuai dengan Spek (Spesifikasi),” ujar Ridwan .

Namun Ridwan tidak menjelaskan proses spesifikasi pemberkasan persyaratan untuk pencairan uang yang akan ditempuh oleh para pemborong,

“Kalau mereka ngeluh, tanya aja mereka pekerjaannya sudah selesai belum, kalau pekerjaan mereka selesai ngapain kita perlambat,” kata Ridwan.

Sebelumnya pemborong yang enggan disebutkan namanya disebabkan khawatir tidak diberi proyek ditahun berikutnya, mengeluh terkait pencairan pekerjaan kontruksi di bidang SMP. Yang berbeda dengan pembayaran pencairan uang pekerjaan kontruksi di bidang SD yang cepat yang hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja.

Sebut kontraktor yang mengerjakan bangunan SMP, “Ada berkas yang kurang,” katanya, “Hampir mau gantung diri saya,” ujar sumber pemborong yang tidak mau disebutkan namanya.

“Saya sangat kesal seharusnya dipermudah dalam pemberkasan untuk penagihan,” katanya, “sampai sekarang saja masih sulit dengan alasan masih sibuk,” keluh pemborong, yang hendak menemui pejabat yang menandatangi berkas.

(TYr)