Jabodetabek

JabodetabekJakarta

Gara – Gara Makelar Tanah, Pengusaha Ikan Muara Baru Protes Keputusan Menteri

546037_620

BERIMBANG.COM, Jakarta – Pengusaha ikan Muara Baru mogok kerja sejak Senin lalu. Mereka memprotes keputusan Menteri Keuangan menaikkan tarif sewa lahan di pelabuhan di Jakarta Utara itu menjadi Rp 61.500 per meter persegi mulai Agustus lalu.

Tarif ini hanya sekali naik pada 2013 menjadi Rp 41.318 per meter persegi dari tarif yang tak berubah sejak 1989 sebesar Rp 865 per meter. “Kami sudah mensosialisasikan tarif baru ini berkali-kali,” kata Sekretaris Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perindo) Agung Pamujo seperti dikutip Koran Tempo edisi 12 Oktober 2016. Perindo merupakan pemilik lahan tersebut.

Agung menduga penolakan pengusaha itu dipengaruhi makelar tanah. Selama ini, menurut dia, pengusaha ikan banyak yang mencari untung tambahan dengan menyewakan lagi tanah ke pihak lain dengan harga mahal. "Kami pernah mendengar ada penawaran Rp 1 juta per tahun. Padahal harga dari kami hanya Rp 60 ribu," kata Agung.

Dari 70 hektare lahan kawasan pelabuhan itu, 26 hektare di antaranya disewakan untuk 20 perusahaan perikanan swasta. Mulai dari perusahaan penyewaan ruang pendingin, industri pengolahan ikan, dan perusahaan ekspor-impor ikan. Dari jumlah itu hanya lima perusahaan yang menguasai sepertiga lahan di sana.

Sebanyak 15 pengusaha bahkan memiliki kavling yang diisi perusahaan lain dan sebagian kavling kosong menunggu penyewa baru. "Mereka tidak mengoptimalkan pemakaian lahannya karena mau disewakan ke pihak ketiga," kata Agung.

Setelah mogok itu, kawasan industri perikanan di Muara Baru sepi. Tak ada bongkar muat hasil laut seperti biasanya. Kapal nelayan juga terparkir di pelabuhan.

Akibat mogok pekerja dan pengusaha perikanan ini, Komisi Pangan Dewan Perwakilan Rakyat mengunjungi Muara Baru, kemarin. Wakil Ketua Komisi Daniel Johan dan anggota Ono Surono mendatangi direksi Perum Perikanan untuk meminta penjelasan. Salah satunya perihal makelar tanah tersebut. "Kenapa Perum Perindo tidak mengawasi peralihan penggunaan lahan ke pihak ketiga?" tanya Ono.

Direktur Usaha Pelabuhan dan Pengembangan Usaha Dendi Anggi Gumilang mengakui makelar tanah pengusaha bekerjasama dengan pejabat di perusahaannya. Soalnya, peralihan hak guna bangunan harus atas persetujuan direksi. "Kami mengakui ini kesalahan praktik zaman dulu. Makanya kami sekarang mau menata dengan baik," katanya.

Selain itu, kata Dendi, aturan direksi lama memperbolehkan sewa maksimal 30 tahun tanpa perpanjangan. Harusnya, menurut dia, sewa tanah diperpanjang setiap lima tahun sehingga harga bisa mengikuti perkembangan pasar.

Di depan Daniel dan Ono, Dendi meyakinkan kenaikan harga sewa akan memberantas makelar tanah dengan tak lagi menerbitkan hak guna bangunan baru. Agung menjelaskan kenaikan harga sewa lahan penting karena Perum memiliki rencana memperbarui kawasan Muara Baru. "Kalau uang sewanya hanya segini, untuk operasional saja tidak cukup," kata Agung.

Seharusnya, kata Agung, sewa lahan di kawasan itu adalah Rp 351 ribu per tahun. Ini sesuai aturan Menteri Keuangan bahwa sewa wajar tanah negara adalah 3,3 persen dari nilai aset. Untuk Muara Baru, berdasarkan aturan itu adalah Rp 241 ribu. Sedangkan berdasarkan penilaian lembaga appraisal adalah Rp 351 ribu.

Ketua Umum Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru Tachmid Ridiasto adalah satu pengusaha yang disebut Perindo sebagai makelar tanah. Ia menyewa lima kavling seluas 20.177 meter persegi sejak 1989. Hanya setengahnya yang digunakan untuk usaha. "Saya siapkan lahan untuk ekspansi pengolahan ikan," kata pemilik PT Indo Thai Fishery Value itu. "Apakah itu salah?"

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai kenaikan harga sewa wajar agar pelabuhan bisa untuk orang banyak. “Bukan lima atau sepuluh orang yang menguasai hampir 80 persen tanah negara," ujar dia. (Abd)

JabodetabekJakarta

Survei LSI Menunjukan Elektabilitas Ahok Menurun

ahok2

BERIMBANG.COM, Jakarta – Survei yang dilakukan LSI pimpinan Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan cagub dan cawagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat merosot hingga hanya 31,4 persen. Hasil ini jadi pengingat bagi tim pemenangan untuk terus menggenjot kinerja.

“Kami menghormati hasil survei LSI itu. Tentu hasil survei ini kita gunakan sebagai warning buat kami untuk menjadi pedoman untuk strategi pemenangan,” kata Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily saat dihubungi, Rabu (5/10/2016).

Ace menuturkan bahwa masih akan ada banyak survei terkait di Pilgub DKI, bukan hanya dari LSI pimpinan Denny JA. Ahok-Djarot diyakini masih bisa menang di persaingan pada tahun 2017 ini.

“Di bagian akhir survei Denny JA dikatakan juga bahwa potensi kemenangan Ahok juga sangat tinggi. Jadi bagi kami survei itu bisa dimaknai berbeda dari sudut pandang kita,” ungkap Wasekjen Golkar ini.

Sebelumnya diberitakan, Dari hasil survei LSI pimpinan Denny JA, pasangan Ahok-Djarot memuncaki peringkat dengan elektabilitas 31,4 persen. Peringkat kedua diisi oleh Anies-Sandiaga dengan elektabilitas 21,1 persen. Kemudian di posisi ketiga ada Agus-Sylviana dengan elektabilitas 19,3 persen. Responden yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2 persen.

“Jadi, hal ini menunjukkan Ahok sebagai incumbent masih menjadi nomor satu pada hasil survei. Namun survei ini sebagai wake up call bagi incumbent bagi Ahok. Karena posisinya incumbent elektabilitasnya terus merosot bahkan di survei kami hanya 31,4 persen,” ujar peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Graha Dua Rajawali – Lingkaran Survei Indonesia Jl. Pemuda No. 70 Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016).

Ahok sendiri tak khawatir dengan hasil survei tersebut. Dia justru berterimakasih karena tak perlu repot-repot membayar survei untuk mengetahui elektabilitasnya.

“Terima kasih ya. Artinya saya enggak perlu keluar duit, sudah ada hasil survei,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2016).

Sumber : Detikcom

BogorJabodetabek

Kedatangan Ketua DPD Golkar Jabar Bikin Heboh Masyarakat Cigombong

img-20161004-wa0047

BERIMBANG.COM, Bogor – Pagelaran wayang golek dan bodoran ohang yang di persembahkan untuk menghibur masyarakat kecamatan cigombong oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi nampak meriah, acara yang di selenggarakan di lapangan Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, senin (03/10/16).

Meskipun tidak naik panggung Dedi telah hadir di tengah-tengah lapangan ikut menyaksikan pagelaran woyang golek dan bodoran ohang dengan memakai pakaian sederhana sehingga banyak masyarakat yang tidak mengenalinya.

salah satu warga, acun(40) mengatakan kepada Berimbang.com, dirinya tidak mengenali Dedi Mulyadi sebagai ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat yang telah menghadiri acara di tengah lapang.

” Bahkan saya mendapatkan door prize dari patinia pelaksan acara dan banyak juga masyarakat lainnya yang mendapatkan door prize, dengan adanya acara pagelaran wayang golek dan bodoran ohang ini saya dan banyak masyarakat lainnya sangat terhibur”. Ungkapnya. (Nana/yosep bonang).

Editor : Redaksi

JabodetabekJakarta

Milad Ke 15, Ratusan Ribu Anggota FBR Tumpah Ruah Di Lapangan Semper

fbr

BERIMBANG.COM, Jakarta – Lapangan simpang lima Semper, Jakarta Utara dipenuhi ratusan ribu anggota Forum Betawi Rempug (FBR) dari berbagai wilayah Se jabodetabek, massa terus berdatangan dari pagi sampai sore tadi dengan mengenakan atribut khas FBR. Milad kali ini bertemakan Kuburkan Takabur, Suburkan Tasyakur.  Minggu. (2/10/2016).

Acara di hadiri seluruh Korwil FBR SEJABODETABEK beserta anggotanya serta undangan lainnya, ada juga seperti Ketua Majlis Tinggi BAMUS BETAWI Babe Haji Eddi Nalapraya,Babe H Effendi yusuf,ketua umum Bamus Betawi H.Zainuddin yang akrab di sapa H.Oding, Sekjend Bamus Betawi H.Zamakh Sari, Ketua Umum Forkabi Babe H.Nachrowi Ramli, Sylviana Murni yang saat ini mencalonkan Wagub DKI Jakarta berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono, K.H Fahrurozi ishak, Sandiaga Uno, Cawagub DKI Jakarta serta hadir juga pentolan band DEWA Ahmad Dani.

fbr2

Dalam sambutannya, Ketua Umum FBR, K.H Luthfi Hakim menyampaikan kepada seluruh anggota yang hadir untuk terus menjaga kerempugan terhadap sesama anggota FBR di seluruh wilayah kerjanya masing – masing.

“ Dengan kerempugan mari kita tingkatkan persaudaran antar anggota di seluruh wilayah Jabodetabek, Ujar Luthfi

Lutfi juga mengatakan, setiap acara Milad sedikitnya 500 anak yatim disantuni untuk berbagi kepada sesama.

“ Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap anak yatim, anak yatim harus dijaga dan diperhatikan, siapa lagi kalo bukan kita yang perhatikan,” Ucapnya.

Terkait sedang ramainya pemilihan Gubernur DKI jakarta, Luthfi tidak sama sekali menyinggung kandidat yang akan diusung nanti.

“ Dengan Milad yang sekarang dilaksanakan tidak ada urusannya dengan politik yaitu pemilihan Gubernur DKI yang sekarang ini sedang ramai , acara Milad ini semata – mata murni untuk kerempugan tidak ada yang lain,” pungkasnya. (Iik)

BogorJabodetabek

Hujan Deras Mengakibatkan Bencana Longsor Di Kampung Pasir Jaya

img-20160930-wa0060

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya, kamis 29-09-16. Hujan deras mengakibatkan bencana longsor di kampung pasir jawa rt/03/06, Desa Pasir Jaya, Kecamatan cigombong, Kabupaten Bogor.

Ketua RW, 06 sumardi mengatakan “terjadinya Longsor jam 20:00 wib tidak ada korban dalam bencana ini hanya kandang ayam milik ujang abdulah ketua rt setempat yang tertipa tanah dan satu rumah warga, atapnya rusak dan dinding rumah retak.

” Alhamdulilah kepala desa (kades) gina garmina, antusias, dan langsung mendatangi ke lokasi bencana longsor, untuk melaporkannya ke tingkat kabupaten. “ujar sumardi.

Saat tim Berimbang.com meliput tempat kejadian longsor. hadir pula Bhabinkamtibmas desa pasir jaya, Brigadir Yudi Kohar Saputra sedang cek kejadian serta tidak lupa juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat khususnya Desa pasir jaya agar berhati-hati dan waspada karena tingkat curah hujan sangat tinggi dan lama dan apabila terjadi bencana alam agar semua pihak bekerja sama dan kordinasi antar intansi terkait karena tidak menutup kemungkinan ada bencana alam berikutnya yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. (Nana/suherman)

Editor : Redaksi

BogorJabodetabek

Wartawan Online Dikeroyok Puluhan Oknum Mata Elang Leasing

img-20160929-wa0010

BERIMBANG.COM, bogor- telah terjadi pengeroyokan terhadap Wartawan di wilayah kecamatan cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (28/09/16) sekitar pukul 01:20 WIB.

Korban, Egi Firmansyah (30)wartawan kabarpasundan.com di keroyokan oleh puluhan oknum Matel (Mata Elang) leasing di Taman Gajah Villa Mutiara Lido – Cigombong, Kabupaten Bogor, korban langsung di bawa ke rumah sakit terdekat cigombong.

Awal mulanya dari Jalan Raya Cijeruk sampai jalan raya Cigombong, Kabupaten Bogor. Dalam perjalanannya Egy melihat sekelompok orang yang diduga Mata Elang sedang berkumpul di Jalan Warung Kupa Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Menurut keterangan warga Diduga Mata Elang tersebut akan melakukan razia motor yang hanya berbekal STNK saja,” Kata warga yang enggan disebutkan namanya.

Dengan penasaran Egi dan rekannya herman alias uling memantau di sekitaran lokasi, tak lama kemudian Egi menerima kabar dari mertuanya bahwa motornya dirampas oleh oknum yang diduga mengatas namakan Matel (Mata Elang)

Mendapat kabar bahwa motor yang dirampas itu ada di Mutiara Lido Cigombong, akhirnya Egi mendatangi ke lokasi dimana ormas sedang berkumpul, ternyata di lokasi sedang terjadi perkelahian Ormas Gempa dengan pihak Matel (Mata Elang). Egi langsung meliputnya, ketika mengambil Foto, lalu Egi dipukuli oleh matel dan Id Card miliknya di rampas.

Ketua Perkumpulan Masyarakat Pemerhati Pembangunan Pasundan Raya (PMP3R) Anwar Resa Mengatakan, “Tindakan tersebut merupakan tindakan kriminal, Diminta kepada pihak aparat hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum Mata Elang (Matel) tersebut.

“Bahkan diduga pula oknum mata elang tersebut yang meresahkan masyarakat dengan penyitaan motor tengah malam pada setiap-tiap kampung. Inilah kesempatan bagi kepolisian untuk mengungkap adanya keresahan penyitaan motor yang mengaku-ngaku anggota,” Tutur Anwar.

Terpisah, Kapolsek Cijeruk – Cigombong Komisaris Polisi Suhartono mengatakan, sementara ini kita akan mengumpulkan saksi-saksi dulu dibantu oleh tim buser Polres, peristiwa yang menimpa saudara Egi dikenakan Pasal 351 Junto 170 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Terjadinya pemukulan terhadap seorang Wartawan yang secara hukum di lindungi Undang-Undang. Pada pasal 8 Bab III Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999, tentang Pers, dalam melaksanakan profesinya WARTAWAN mendapat perlindungan hukum.

Pada Bab ketentuan pidana VIII pasal 18 (1) Setiap orang yang secara hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah), (Nana/suherman/yosep)

BogorJabodetabek

Kapolres Bogor : Tidak Benar Adanya Razia Door yo Door

img-20160928-wa0056

BERIMBANG.COM, Bogor – Menanggapi terkait isu informasi yang beredar di masyarakat tentang pelaksanaan Razia Motor Bodong Door to Door di wilayah Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky P.G. S.Sos, SIK, MH. “Menyatakan Tidak benar adanya kegiatan Razia Motor Bodong Door to Door Tersebut, karna dengan razia/ operasi dijalan saja sudah terjaring banyak motor , buat apa razia dirumah”

Kapolres Bogor menegaskan bahwa tidak ada anggota Polres Bogor yang melakukan hal seperti itu,. ” Saat ini Polres Bogor memang sedang melaksanakan operasi terhadap curanmor termasuk motor – motor bodong. Tidak ada yang melakukan door to door untuk merazia motor bodong”.

Kami menilai bahwa isu yang tidak bertanggung jawab tersebut, sengaja di setting oleh pihak tertentu yang ingin mencari-cari kesalahan polisi atau terganggu dengan upaya polisi memerangi curanmor. Dari gambar yang tersebar tersebut semuanya berada di jalan dan tidak berada di rumah, Bakan berada di beberapa tempat operasi yang berbeda sehingga diduga membuat berita ini memang berniat untuk menjatuhkan Citra polisi.

Hasil penelusuran kami terhadap akun yg awal menyebarkan isu tersebut sudah tidak ada lagi, sehingga kami anggap itikadnya tidak baik. Polres bogor mengundang para pihak yg mungkin ingin konfirmasi atau mengetahui terkait masalah curanmor atau motor bodong, kami akan senang sekali bila ada masukan yg bertanggung jawab apalagi sekarang jamannya transparansi.

Polres Bogor sudah melakukan sosialisasi selama sebulan terkait operasi motor bodong baik melalui spanduk, media massa dan tatap muka.

Setelah sosialisasi terbut, Setiap hari Polres dan Polsek jajaran melakukan razia lalu lintas sesuai dengan prosedur. Apabila dalam pelaksanaan razia terdapat motor yang tidak dilengkapi surat – surat kendaraan. (*)

JabodetabekJakarta

Ahok Ancam Pecat Ketua RT dan RW Pasar Minggu

932b3f3e1cf57455c9e37caf7e59dca2_l

BERIMBANG.COM, Depok – Lagi lagi Ahok memperlihatkan tindakan mirip dengan seorang mafia tanah, bahkan kasus yang sedang naik perkara di Pengadilan Jakarta Selatan, oleh Ahok dianggap hanyalah angin lalu. Karena pihak Pemprov yang merasa sudah membeli dari Japto S. Soerjosoemarno, mewakili Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina (YKPP). Panggilan dari pihak pengadilan untuk menghadiri sidang perkara tanah di daerah Rawa Minyak, Pasar Minggu, oleh Ahok tidak diindahkan sama sekali, bahkan tanpa alasan apapun.

Pihak penggugat yang diwakili pengacaranya dari Firma, Carlos and Partners, Advocates & Conselors At Law. Mengatakan jika sidang hari ini, Selasa (27/9/2016) sudah memasuki sidang yang kesekian kalinya. Namun harus kembali terjadi deadlock, karena pihak tergugat, Nizar selaku ahli waris, kemudian Yayasan Kesejahteraan Tabungan dan Pensiun Pegawai Pertamina (Yaktapena), sebelumnya bernama YKPP, dan juga Japto S. Soerjosoemarno (Ketua Umum Pemuda Pancasila dan juga Pendiri Partai Patriot). Japto ketika itu terlibat sebagai pengacara dari YKPP (Yaktapena) yang menjual tanah kepada Pemprov DKI.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, turut serta digugat, dikarenakan Ahok yang sudah mendapatkan peringatan pada pertemuan pembebasan tanah Rawa Minyak, di Balaikota sekitar pertengahan Bulan Desember 2015 lalu.

Saat itu Lurah Pasar Minggu, sudah mencoba untuk tidak mau menandatangani surat tanah yang dianggap bebas dari sengketa, namun pihak dari Biro Hukum memaksa Lurah untuk menandatangi, disaksikan oleh Ahok sendiri. Akhirnya Lurah bersedia, namun harus dilaksanakan di kantor Kelurahan dan atas persetujuan dari RT dan RW setempat. Bahkan Ahok mengeluarkan ultimatum kepada Lurah jika RT dan RW menolak dipecat. Ternyata rapat pertemuan itu ditemukan di salah satu video yang diunggah di Youtube oleh Pemprov DKI dengan judul : “Ahok Rapat Dengan Japto Soal Tanah Lokasi Pembangunan Waduk Rawa Minyak”

“Kami tidak pernah tahu alasan apa pihak Pemprov tidak pernah mau memenuhi panggilan pihak pengadilan,” ujar pria berkacamata selaku pengacara dari empat orang ahli waris yang dijadikan perwakilan dari 172 orang ahli waris lainnya. Menurutnya, pihak Pemprov seakan menganggap enteng surat yang mereka layangkan agar, Pemprov menghentikan kegiatan pembangunan waduk di lokasi tersebut, karena saat ini, tanah tersebut sedang diperkarakan di pengadilan.

Kasus ini mirip dengan kejadiann salah beli tanah tahun 2014 lalu, untuk pembangunan flyover di wilayah Pramuka Jakarta Timur, dimana pria bernama Tatang menjual tanah kepada pemprov yang ternyata tanah tersebut dimiliki oleh warga bernama Masorah, yang akhirnya mengantarkan Tatang menghuni jeruji penjara. Kali ini Ahok mengulangi kejadian tahun 2014 lalu, karena sepengetahuan pihak tergugat, Lurah Pasar Minggu sudah menyarankan agar lebih teliti lagi, dikarenakan Lurah Pasar Minggu sudah tahu jika tanah tersebut sedang bersengketa.

(Jall/opan/sb)

BogorJabodetabek

Kurangnya Pengawasan, Anggaran RTLH Pemkab Bogor Tidak Tepat Sasaran

img-20160928-wa0046

BERIMBANG.COM, Bogor-Kurangnya pengawasan ketat dari pemkab Bogor dengan adanya bantuan anggaran Rumah Tidak Layak Huni yang sudah terealisasikan tidak tepat sasaran,karena masih ada rumah warga yang sudah tidak layak Huni.

Pantauan berimbang.com dilapangan,Jajang (55) salah seorang warga kampung Kubang RT05/03 berharap kepada Pemerintah Desa (Pemdes) agar merealisasikan anggaran Rumah tidak layak huni (RTLH) Untuk membangun rumahnya yang sudah rusak.

” Saya berharap kepada pemerintah Desa memperhatikan keadaan rumah saya yang sudah rusak parah, karena saya bersama keluarga saya tidak mampu memperbaiki rumah, dengan keadaan saya kerja sebagai pengamen bisa nyari untuk makan sehari-hari juga udah Alhamdulilah,” harap jajang.

Harapan saya kepada pemerintah Desa maupun pemerintah Pemkab Bogor Minta Agar Merealisasikan Anggaran Rumah Tidak Layak Huni buat rumah saya yang sudah rusak parah, karena sudah bertahun- tahun saya belum mampu untuk membangun rumah yang sudah rusak” keluhnya. (Suherman/NN)

BogorJabodetabek

Kompak, Barisan Cimande Bersatu Rutin Adakan Silaturahmi

img-20160925-wa0060

BERIMBANG.COM, Caringin – untuk lebih mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan dengan sesama anggotanya, Barisan Cimande Bersatu (BCB) rutin mengadakan silaturahmi ke tiap-tiap ranting, seperti yang dilakukan tadi malam Sabtu, (24/9/2016) ketua umum dan jajaran pengurus serta puluhan anggota perwakilan tiap ranting menggelar pertemuan silaturahmi dirumah salah satu pengurus yang bertempat di Kampung Legoknyenang Desa Pancawati Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

Silaturahmi tadi malam yang penuh dengan suasana kebersamaan, kekeluargaan dan terlihat sangat kompak terjalin dengan sesama anggota pengurus lainnya, baik dari tingkat pusat maupun ranting wilayah masing-masing sangat bersinergi, itu semua berkat adanya jalinan silaturahmi kuat diantaranya mereka dalam membawa amanah nama besar Cimande.

“Kita lebih kepada menjalin silaturahmi dan kekompakan dengan semua anggota,” kata Jack Danials selaku ketua umum BCB

Dalam acara pertemuan silaturahmi itu juga, sekaligus turut disampaikan struktur kepengurusan dari jajaran tingkat pusat sampai dengan ranting di wilayah.

“Roda organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya kekompakan diantara kita baik dari tingkat pusat maupun ranting,” ujarnya.

Jack Danials, yang biasa dipanggil kang Jack juga lebih menekankan ke semua jajaran pengurus dan anggota, yakni perlu adanyanya kekompakan silturahmi yang terus terjalin.

“Barisan Cimande Bersatu, harus terus mempertahankan pencak silat Cimande warisan dari leluhur,” tegasnya

Dia juga menambahkan, semua anggota BCB harus lebih sungguh-sungguh jangan sampai masuk hanya untuk jadi tameng atau berbuat tindakan anarkis, amanat yang kita pegang sangat berat karena bawa nama Cimande.

“Jagalah nama cimande seperti kita menjaga nama orang tua kita sendiri, ketika kita diarahkan ke hal yang positif insyaallah hasilnya akan baik” pungkasnya.(andi/yosep)