Bogor

BogorJabodetabek

Pilkades Warung Menteng Sudah Mulai Disosialisasikan Kepada Masyarakat

img-20161209-wa0081

BERIMBANG.COM, Bogor- Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (pilkades) tingkat Desa Warung Wenteng Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang akan di gelar pada bulan maret 2017 mendatang, sudah mulai di sosialisasikan kepada warga melalui Rt/Rw dan serta para Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat setempat, dengan menggelara rapat sosialisasi Pemilihan Kepala Desa (pilkades) di kantor Desa Warung Menteng. Kamis (8/12/16) kemarin.

Pemerintah Desa (pemdes) yang di dampingi muspika Kecamatan Cijeruk mensosialisasikan pedoman teknis mengenai tata cara dan peraturan pemilihan Kepala Desa, dari pembentukan panitia hingga terpilihnya kepala desa di ulas tuntas oleh pihak kecamatan yang di wakili oleh Rudy mulyana, sekcam Kecamatan Cijeruk.

Pantauan berimbang.com,  saat sambutannya, Maman Patulloh Kepala Desa Warung Menteng mengatakan, gelaran pilkades yang akan di langsungkan pada bulan maret mendatang akan menjadi hajat warga warung menteng maka ia meminta kepada semua pihak baik warga, rt/rw, tokoh pemuda dan tokoh masyarkat ikut mensukseskan pilkades ini, karena nantinya kades yang akan menentukan masa depan warga Desa Warung Menteng ini.

" Ini baru tahapan sosialisasi, untuk pembentukan panitia dan pelantikan panitianya nanti tanggal 17 januari 2017, segala macam teknis lainya Badan Pemusyawaran Desa (BPD) yang menentukan gelaran pilkades ini, saya hanya berharap banyaknya masyarakat yang ikut meramaikan pilkades ini dengan mencalonkan diri, lebih banyak lebih demokrasi, dan saya harap juga nanti adanya pemilihan kades ini masyarakat warung menteng tetap menjaga persatuan, dan kondusif, ujar Maman.

Sementara itu, Gunawan Kasie pemerintahan Kecamatan Cijeruk berharap adanya gelaran pilkades pada bulan maret 2017 nanti Kepada pengurus dan anggota BPD untuk melaksanakan tugas sebaik baiknya, menetapkan panitia dan memantau pelaksanaan Pilkades sampai terpilihnya Kepala Desa dengan sebaik-baiknya. Panitia Pilkades juga nantinya harus dapat bekerja secara optimal dan profesional sehingga Pilkades bisa berjalan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

" Semoga pilkades nanti berjalan sukses tanpa ekses, warga tetap bersatu walau berbeda dukungan, jangan terprovokasi dan jangan saling intimidasi karena perbedaan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, kita jadikan pilkades ini jujur dan bersih agar nantiya terpilih kepala desa yang amanah dan dapat memajukan desanya," pungkasnya. (Nana/Yosef)

 

BogorJabodetabek

Aktivis LSM Mendesak Bupati Bogor Segera Mengusulkan Wakil Bupati

photo_20161209_154945BERIMBANG.COM, Bogor – Koalisi LSM masyarakat Bogor bersatu dan Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bogor melakukan pertemuan di Restoran Padang Lembah Inay di Jalan Air Bersih, Kelurahan Tengah Kabupaten Bogor. Jum'at (9/12/2016).

Dalam pertemuan tersebut Koalisi LSM mendesak kepada Bupati Bogor agar segera mimilih Wakil Bupati sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2014 tentang tata cara pengusulan dan pengangkatan Wakil Gubernur, Wakil Bupati dan Wakil Walikota.

Sekjen LSM Government Of Transformation, Bram Kusuma mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor belum memiliki Wakil Bupati semenjak bulan Desember 2014 sampai dengan sekarang. Kendati kedudukan Wakil Kepala Daerah terakomodir dalam struktur Pemerintah daerah, namun keberadaannya sampai saat ini memang masih menjadi polemik dengan asumsi bahwa jabatan Wakil Kepala Daerah merupakan jabatan inkonstitusional karena tidak disebutkan secara eksplisit dalam Undang-undang Dasar Negara.

Bram mendesak dengan belum adanya Wakil Kepala Daerah diperkirakan hampir dua tahun ini belum ada realisasi dari Bupati Kabupaten Bogor.

" Kami mendesak agar bupati bogor sesegera mungkin mengusulkan Wakil Bupati kepada DPRD Kabupaten Bogor agar tidak terjadi polemik di masyarakat karena pentingnya tugas dan wewenang Wakil Kepala Daerah dalam penyelenggaraan pemerintah," terang Bram.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Forum Komunikasi Peduli Pendidikan Anak Bangsa, Mediana mengatakan Kabupaten Bogor adalah salah satu kabupaten yang memiliki populasi penduduk sangat padat dengan jumlah penduduk pada tahun 2014 telah mencapai 5.331.149 jiwa.

Dengan fakta bahwa jumlah penduduk yang paday hampir 6 juta jiwa di tahun 2016 serta luas wilayah hukum pemerintahannya sekitar 298.838.304 meter persegi.

" Sebagai pamungkas statemen pilar-pilar kerakyatan Kabupaten Bogor ini, kami dari jajaran Koalisi LSM Masyarakat Bogor Bersatu menghimbau, mendesak dan menuntut kepada pemangku Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera melaksanakan perintah dalam peraturan pemerintah nomor 102 Tahun 2014 tersebut," Pungkasnya. (Iik).

 

BogorJabodetabek

ABKI Ingkar Janji, Warga Geram.

img-20161208-wa0149

BERIMBANG.COM  Bogor –  Warga Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor kembali menagih janji Asosiasi Bahan Kontruksi Indonesia (ABKI) atas perjanjian yang telah disepakati pada hasil rapat, untuk melakukan perawatan jalan.

Salah satu Warga Desa Sukasari Aang pada hasil rapat sudah di sepakati, ABKI akan melakukan perawatan jalan di empat desa, yaitu, Desa Cipinang, Sukasari, Tamansari Mekarsar. 

Namun kata Aang, ABKI ingkar janji karena, buktinya hingga saat ini masyarakat tidak melihat adanya aktivitas perawatan  jalan.

"Disini sudah jelas masyarakat di bohongi oleh ABKI, satu bulan diberikan waktu, ternyata ini sudah hampir tahun baru, perawatan masih belum dilaksanakan, tadi pagi ada seorang murid terjatuh karena melewati jalan berlubang, sampai kapan warga dibohongi terus," kata Aang, ke berimbang.com

Diakuinya, kesepakatan dari hasil rapat setelah demo di kantor kecamatan, pihak ABKI dipanggil untuk membuat kesepakatan bersama warga, dan menyanggupi untuk ABKI merawat jalan tersebut.

"Kesanggupan itu direspon warga, sehingga membuka blokir jalan, tetapi ternyata janjinya hanya omong kosong," jelasnya.

Hal senada dikatakan Imron (49) warga Serpong yang biasa melintas jalan tersebut, dirinya mengeluhkan kondisi jalan yang seperti tempat mandi kerbau.

Menurut Imron, jalan yang menjadi akses Tangerang ke Kabupaten Bogor tersebut sangat mengenaskan.

"Sebenarnya terpaksa lewat sini, soalnya kendaraan saya lagi di bengkel, kalau jalan jelas jauh dengan Tangerang dan BSD, saya tadi ngobrol dengan ibu warung katanya kabupaten mau jadi kabupaten termaju di Indonesia, saya senyum aja mendengarnya," tandasnya.(Oloan/nn/wawan).

 

BogorJabodetabek

Sekdes Cibalung Prioritaskan Sarana Infrastruktur

img-20161207-wa0027

BERIMBANG.COM, Bogor – Pembangunan sarana infrastruktur menjadi prioritas dalam program Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Dalam prioritas tersebut  masyarakatnya sangat memerlukan sarana infrastruktur yang lebih baik dari sebelumnya

Seperti pembangunan jalan lingkungan(Jaling), membuka akses jalan. Karena diakuinya, hal tersebut merupakan kebutuhan yang sangat diharapkan oleh masyarakat," ungkap Sekertaris Desa (Sekdes) Cibalung, Saepul Rahman, kepada berimbang.com beberapa hari yang lalu.

Saat ini pihaknya sedang melanjutkan pembangunan jalan Desa, pembangunan tersebut realisasikan Dana Desa (DD) termin kedua pada tahun 2016, yang berlokasi di Dua titik, diantaranya, kampung Pangloban Pangerasan Rt 02, Rw 05, dengan volume pekerjaan 407×2,5meter dan kampung jonggol Rt 01, Rw 04 dengan volume pekerjaan 220x3meter. Pengerjaan di  laksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan(TPK) dan bekerjasama dengan masyarakat. (Nana/Oloan)

 

BogorJabodetabek

Pekerja Proyek Drainase Tewas Saat Menurunkan Beton

img-20161206-wa0069

BERIMBANG.COM, Bogor- Pengerjaan drainase yang di kerjakan pada malam hari oleh PT. Javasibdo mitra lestari, di kampung lenggis Rt 03 Rw 09 Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor menelan korban jiwa,

Korban bernama  Jenal arifin yang beralamat Kampung Dusun Kaler, RT 29 RW 09 Desa munjul, Kecamatan, Clari, Kabupaten karawang telah meninggal seketika saat bekerja menurunkan beton drainase milik PT. Sarana Beton menggunakan crane diproyek pembuatan drainase PT. Restu Ibu, crane yang digunakannya mengenai kabel listrik bertegangan tinggi sehingga korban tersengat lisrtik dan meninggal dunia, selasa (6/12/12)

Engkos warga Kampung Campaka Desa Campaka Mekar Kabupaten Bandung Barat, beserta rekan kerjanya bernama Ade korban selamat walau ia juga ikut merasakan sengatan listrik dan sempat terpental hingga beberapa meter," Kami sedang menurunkan beton drainase menggunakan Crane, korban pada waktu itu sedang mengerjakan alat mesin Crane, karena keadaan gelap dirinya tidak melihat kabel listrik di atasnya, pas ngangkat crane ternyata selingnya nyentuh kabel, kami bertiga kaget dan melihat kabel mengeluarkan api, lalu korban berteriak, jatuh dan langsung meninggal ditempat" ungkap Engkos kepada berimbang.com, siang tadi

Kejadian ini langsung ditangani aparat kepolisan Polsek Cijeruk, untuk di lakukan cek TKP, identifikasi sidik jari korban, mengintrogasi saksi-saksi dan mengamankan beberapa kendaraan yang di gunakan, dalam terjadinya kecelakaan tersebut. (Nana)

 

BogorJabodetabek

Pihak Sekolah Di Kabupaten Bogor Persiapkan Ujian Semester Akhir Tahun

img-20161205-wa0042BERIMBANG.COM, Bogor- Pelaksanaan Ujian Semester Ganjil di Kabupaten Bogor, Tahun Ajaran (TA) 2016/2017 yang dilaksanakan pada Senin (5/12/2016) selama seminggu. Berbagai persiapan terus dilakukan setiap pihak sekolah untuk menyambut ujian semester akhir tahun 2016, seperti yang dilakukan sekolah-sekolah di kecamatan cigombong.

" Dalam smester tersebut, ada 46 Sekolah Negeri dan 3 Sekolah Swasta yang ikut melaksanakan, materi yang di ambil sesuai kopetisi dasar(kD) dan hasilnya untuk pengisian raport smester (1) atau ganjil," ungkap, H. Jaenujin Hasan Kepala (UPT) Pendidikan Cigombong Kepada berimbang.com, pagi tadi.

" Kelas (1)-4 segugus Kecamatan Cigombong yang berjumlah 6 sekolah dengan menggunakan Kurikulum 13, dan yang lainnya menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan(KTSP) tahun 2006," pungkasnya.

 Pihaknya berharap dalam pelaksanaan Smester Ganjil selama seminggu ini berjalan dengan lancar.  (Nana)

 

BogorJabodetabek

Kota Bogor Akan Miliki RS Deteksi Dini KankerĀ 

img-20161204-wa0016BERIMBANG.COM, Bogor – Sebentar lagi Kota Bogor akan mempunyai Rumah Sakit Deteksi Kangker yang akan di bangun Awal 2017,   Rumah Sakit Swasta dengan type C. Rumah sakit yang akan dinamakan Karlinah, istri Wakil Presiden RI Umar Wirahadikusumah ini akan difokuskan untuk deteksi dini kasus kanker.

Demikian terungkap dalam audiensi Wali Kota  Bogor Bima Arya dengan pihak RS Karlinah dan Bogor Senior Hospital, kepada awak media,di Balaikota Bogor, Jalan Juanda 10 Bogor.

“Kita  akan membangun rumah sakit tipe c, namanya Rumah Sakit Karlinah. Itu diambil dari nama istri Umar wirahadikusumah. Kebetulan Ibu Karlinah ini aktif dengan yayasan kanker. Jadi, kami ingin membantu supaya masyarakat Bogor dapat mendeteksi dini kasus-kasus kanker,” terang Direktur RS Karlinah Irwan Heriyanto saat ditemui usai beraudiesi dengan orang nomor satu di Bogor.

Irwan menjelaskan, pada awalnya rumah sakit ini akan dibangun sebagai rumah sakit khusus ibu dan anak. Namun dengan beberapa pertimbangan, rumah sakit ini berganti menjadi RS umum. Salah satu pertimbangannya adalah, jika nantinya ada pasien laki-laki dewasa yang ingin berobat, rumah sakit akan sulit karena tak memiliki izin untuk itu.

Irwan juga menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut akan dibangun empat lantai dengan kapasitas awal empat puluh tempat tidur. Sedangkan untuk fasilitas parkiran, pihaknya akan menyediakan di basement.

“Yang terpenting, dibangunnya rumah sakit baru ini jangan sampai mengganggu rumah sakit yang sudah ada,” pesan Bima.(Oloan)

 

BogorJabodetabek

APBD Belum Disyahkan, DPRD Kota Bogor Tuding Walikota Lambat

img-20161203-wa0056

BERIMBANG.COM, Bogor – Ritual APBD 2017 tak berjalan mulus. Memasuki bulan Desember tahun ini tak ada tanda-tanda akan penetapan APBD melalui Paripurna. Padahal, kepala daerah dan DPRD wajib menyetujui bersama RAPBD paling lambat satu bulan sebelum dimulainya tahun anggaran

Desas-desus tarik ulur berujung perseteruan antara DPRD dan Pemerintah (Pemkot) Bogor ditengarai menjadi penyebab proses APBD 2017 menjadi ruyam dan memanas, Kedua kubu tetap bertahan pada pendapatnya masing-masing

Ketua Banggar DPRD Kota Bogor Untung W. Maryono menyebut, belum ditetapkan APBD 2017 melalui Paripurna hingga akhir November kemarin disebabkan adanya keterlambatan laporan dari Pemkot Bogor,

Disamping hal tersebut, dia mengaku pada pembahasan APBD 2017 agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya pada tahun ini betul-betul mengkaji dan lebih selektif terhadap usulan anggaran,

“Kita sekarang sangat, sangat selektif betul, terutama untuk kegiatan pembebasan lahan. Selain itu, pada biaya pegawai dimana selama ini nilainya sangat besar. Inilah yang akan dirasionalisasikan,” terangnya, belum lama ini

Biaya pegawai dimaksud, dicontohkan Untung seperti pada kegiatan-kegiatan di Dinas Bina Marga dan SDA atau Dinas Wasbangkim, dimana terdapat alokasi anggaran untuk honor pegawai.  “Jadi, buat apa ada tunjangan,” cetus Untung,kepada awak media.

Politisi PDI Perjuangan ini tak menampik atas molornya penetapan APBD akan terkena sanksi administratif berupa tidak dibayarkan hak-hak keuangan selama enam bulan. Namun demikian, dia menyebut sanksi itu hanya bagi kepala daerah.

“Dari ketentuan yang ada, kepada walikota tidak akan mendapatkan gaji selama enam bulan,” ujarnya.

Lebih jauh Untung berujar untuk jadwal pelaksanaan Paripurna sendiri terserah dirinya saat ditanya wartawan seputar pelaksanaan penetapan APBD 2017.

Sebelumnya, Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman mengakui telah terjadi tarik ulur soal pelaksanaan Paripurna. Bahkan ia khawatir jangan sampai penetapan terlambat. Sebab, bisa dikenakan sanksi meski tak menyebutkan secara detail sanksi dimaksud.

Usmar dalam kesempatan itu, memastikan sudah tidak terjadi defisit sebesar Rp125 miliar di APBD 2017. Kondisi itu diyakininya setelah mendapat laporan dari Ketua TAPD ada beberapa mata anggaran yang dipangkas.

“Porsi bantuan untuk RSUD sudah dipotong sebesar Rp25 miliar, lalu rasionalisasi diangka 6,8 persen rata di semua SKPD. Jadi, posisi defisit sekarang sudah nol,” tukas politisi Partai Demokrat itu.

Untuk diketahui, merujuk UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah Pasal 312 ayat (2), menyebutkan.

“DPRD dan kepala daerah yang tidak menyetujui bersama rancangan Perda tentang APBD sebelum dimulainya tahun anggaran setiap tahun sebagaimana dimaksud ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa tidak dibayarkan hak-hak keuangan yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan selama 6 (enam) bulan”. (Oloan/Wawan.H/Nn)

 

BogorJabodetabek

Revitalisasi Pasar Jambu Dua Telan Biaya 5 Milyar

img-20161203-wa0031BERIMBANG.COM, Bogor – Awal tahun 2017 PD Pasar Pakuan Jaya akan merevitalisasi Pasar Jambu Dua. Revitalisasi dilakukan khusus di blok A dengan menelan biaya sekitar Rp 5 Milyar.

Andri Latif A. Mansjoer, Direktur Utama PD. Pasar Pakuan Jaya mengemukakan hal tersebut disela diskusi terbuka diselenggarakan Radio Republik Indonesia (RRI) di area Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, sabtu (03/12/16).

Dalam diskusinya juga, Andri mengulas berbagai permasalahan-permasalahan yang ada di kawasan pasar. Sedangkan untuk revitalisasi diperkirakan dapat dilaksanakan awal tahun 2017.

Diulur-ulurnya jadwal pelaksanaan revitalisasi, diakuinya lantaran terkendala dalam perencanaan dan prosedur di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Pihaknya sendiri berharap segera mendapatkan calon kontraktor yang mampu berkerja pada revitalisasi tersebut.

Dengan hal ini, dia mengharapkan masyarakat bisa semakin tertarik untuk berbelanja di pasar tradisional karena adanya suasana baru.(oloan.nana.yosep).

 

BogorJabodetabek

PWRI Kabupaten Bogor Gelar HUT Ke 1

photo_20161201_113325BERIMBANG.COM, Cibinong – Persatuan Wartawan Republik Indonesia  (PWRI) Kabupaten Bogor menggelar HUT pertamanya yang diadakan di sekretariat, Jalan Raya Pondok Rajeg Ruko No.4 Cibinong Kabupaten Bogor. Acara berlangsung dengan hikmat dengan menyantuni puluhan anak yatim yang ada diwilayah setempat. Kamis (1/12/2016).

Ketua PWRI Kabupaten bogor, Maskam,  menyampaikan dalam sambutannya, di era berkembangnya zaman modern, wartawan diharuskan lebih profesional dan berkualitas.

" Kita wajib mengikuti perkembangan yang ada sekarang ini dimana zaman begitu pesat berkembangnya, maka dari itu para wartawan khususnya di PWRI Kabupaten Bogor harus profesional dan berkualitas dalam mencari informasi, mengolah berita serta mempublikasikan kepada masyarakat," ujar Maskam.

Maskam juga berharap agar PWRI dapat bersinergi dengan Muspida Kabupaten Bogor agar terjalin kerjasama untuk membangun Pemerintahan yang lebih baik.

Lanjutnya, Wartawan yang tergabung di dalam organisasi PWRI jangan keluar dari tupoksi sebagai jurnalis karena dapat merendahkan wartawan itu sendiri.

" Banyak saya lihat wartawan sekarang ini keluar dari tugasnya dengan melakukan perbuatan tercela, untuk itu wartawan yang tergabung PWRI jangan melakukan hal-hal seperti itu," Pungkasnya (Iik).