Beranda blog Halaman 416

SMPN 1 Cicurug Capai Tahun Emas

0

IMG_20151220_133543

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Diusianya yang genap mencapai Lima Puluh Tahun, Ikatan Alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cicurug, Sukabumi, berkomitmen untuk memperkuat ikatan tali silaturahmi antar alumni serta meningkatkan peran aktifnya dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

Hal itu ditegaskan Ketua Pelaksana kegiatan Jalan Sehat dan Santai (Fun Walk) dan Aksi Penanaman Pohon dalam rangka Tahun Emas dan Reuni Akbar Smp Negeri 1 Cicurug Tahun 2015, Minggu (20/12/15) pagi tadi.

Ketua Pelaksana Reuni Akbar Smp Negeri 1 Cicurug Syaeful Tavif mengatakan, kegiatan yang digelarnya pada hari ini merupakan bagian dari sekian banyak rangkaian acara dalam memeriahkan Reuni Akbar, sebagai momentum untuk memupuk kebersamaan antar alumi semua angkatan, agar dapat saling memberikan manfaat. Tavif menyebutkan, kegiatan diawali dengan penampilan Marching Band yang dibawakan oleh siswa siswi sekolah setempat. Dilanjutkan dengan kegiatan olah raga jalan sehat, serta bhakti sosial.

“Sekolah kami berdiri sejak tahun 1965, dan sudah tidak terhitung banyaknya sumber daya manusia berkualitas yang telah dilahirkannya. Aksi penanaman pohon dan donor darah yang kami laksanakan bersama pada hari ini sebagai bentuk nyata kepedulian kami terhadap lingkungan dan sesama”, kata Tavif kepada Berimbang.com, disela kegiatan, pagi tadi.

Pada hari Sabtu (26/12/15) yang akan datang, lanjut Tavif, Ikatan Alumni Smp Negeri 1 Cicurug, akan menggelar seminar Pendidikan dengan menghadirkan narasumber dari Kementrian Pendidikan Republik Indonesia, yang rencananya akan dilaksanakan di Aula Smp Negeri 1 Cicurug.

“Masih dalam rangkaian Reuni, sabtu depan kami akan menggelar seminar pendidikan, kalo tidak ada halangan kami akan menghadirkan mentri pendidikan. Dan puncak acaranya kami laksanakan pada hari minggu tanggal 27 desember”, tambah Tavif.

Usai kegiatan jalan sehat dan santai serta penanaman pohon, ratusan peserta kegiatan dari seluruh alumni Smp Negeri 1 Cicurug, berkumpul di lapangan komplek sekolah, mengikuti kegiatan hiburan musik yang dimeriahkan dengan pembagian hadiah door prize. (Raden/Nana)

Ini Kronologis Bentrokan Aremania Tewaskan 1 Orang

0

8be1232a354a9a4cb79e8f9dd0f291a5f

BERIMBANG.COM, Sragen – Bentrokan antar suporter fanatik yakni Bonek Surabaya dengan Arema Malang terjadi di Sragen, Jawa Tengah Bentrokan itu terjadi Sabtu (19/12/2015) sekitar pukul 04.30 dini hari WIB. Dalam insiden tersebut, dua suporter dikabarkan tewas dalam bentrokan di dua lokasi yang berbeda.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Okezone, Sabtu (19/12/2015, kerusuhan antara dua suporter berawal saat kedua kelompok bertemu di sebuah SPBU di wilayah Jatisuma Sambung Macan, Sragen, Jawa Tengah. Saat itu, bus pariwisata yang mengangkut suporter Arema tengah mengisi bahan bakar di SBPU tersebut.

Saat berhenti, bus yang ditumpangi sekitar 34 orang termasuk satu sopir dan satu kenek berniat mengisi bahan bakar sekaligus istirahat dan menunaikan Salat Subuh.

Saat tengah beristirahat, tiba-tiba rombongan suporter Arema Malang ini justru dikepung oleh rombongan Bonek suporter Surabaya yang juga tiba di SPBU tersebut dengan menggunakan empat unit truk.

“Iki Arema, Iki Arema,” teriak para bonek saat melihat rombongan suporter Arema Malang seperti yang ditirukan petugas SPBU Jatikusuma, Sambung Macan Sragen yang menolak menyebutkan namannya.

Tak hanya berteriak, para Bonek langsung melakukan penganiayaan, pengrusakan dan penjarahan barang milik rombongan Arema.

Para Bonek langsung masuk dalam bus rombongan pendukung Arema kemudian dengan paksa meminta dompet dan handphone tim pendukung Arema. Bahkan salah satu anggota dari pendukung Arema mendapatkan tindakan penganiayaan hingga meninggal dunia.

Kerusuhan tersebut baru bisa dihentikan setelah pihak kepolisian dari Polres Sragen tiba di lokasi kejadian.

Selain di SPBU Sambung Macan, kerusuhan serupa juga terjadi di wilayah Nglorog, Sragen sekitar pukul 05.00 WIB, saat satu mobil bak terbuka dengan Nopol AG 1275 KA yang berisi tujuh orang dan semuanya semuanya warga Blitar menambal bannya karena bocor. Kemudian melintas tiga truk berisikan suporter Bonek dengan jumlah sekitar 500 orang, lalu melakukan pengeroyokan, merusak dan menjarah barang milik suporter Arema yang ada di mobil. Saat itu juga satu suporter dikabarkan tewas.

Salah satu korban tewas bernama Slamet yang sempat dilarikan ke RSUD Sragen. Namun saat dalam perjalanan nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Okezone

Mayat Lelaki Tanpa Identitas Tergeletak Di Rumah Warga

0

fe7fbef209a091b74760ae5dfd5ecd45f

BERIMBANG.COM, Makasar- Seorang laki-laki ditemukan tewas tergeletak di depan rumah warga Jl Mesjid Raya Lr 108 A Kecamatan Bontoala Makassar, Sabtu (19/12/2015) sekitar pukul 06.00 Wita.

Mayat laki-laki tanpa identitas tersebut ditemukan pertama kali oleh salah satu warga sekitar, Hasmawati (53).

Hasmawati yang bertempat tinggal di Jl Mesjid Raya Lr 108 No 16 melihat mayat tersebut saat sedang melintas.

Adapun posisi mayat saat pertama ditemukan dalam posisi telentang dan hanya menggunakan sarung.

Atas dasar laporan Hasmawati, petugas Polsek Bontoala tiba di TKP sekitar pukul 06.30 Wita lalu memasang garis polisi.

Petugas kemudian menghubungi petugas piket identifikasi Polrestabes Makassar.

Pukul 07.30 Wita petugas dari Polrestabes Makassar tiba dan langsung melakukan proses identifikasi.

Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemui tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hingga saat ini mayat laki-laki tanpa identitas itu masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara dan berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” ujar Humas Polrestabes Makassar, Kompol Andi Husnaeni.

Tribunews

Program Indonesia Pintar Tidak Merata Di Kota Depok

0

IMG_20151219_102424

BERIMBANG.COM, Depok – Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2015 dari Kementrian Pendidikan yang disalurkan kepada seluruh siswa SD, SMP dan SMA di Kota Depok tidak merata, pasalnya hanya siswa yang datanya terdata  di Kantor Kementrian Pendidikan yang bisa mendapatkan dana bantuan kementrian tersebut, sedangkan yang namanya tidak terdata tidak dapat.

Seperti yang di katakan Jaenudin , Kepala sekolah SDN O3 Beji timur, dirinya menyambut baik program dari Kementerian Pendidikan, sejumlah 426 siswa dari 500 siswa mendapatkan bantuan.

” Sebenarnya kami tidak mengetahui program tersebut tetapi dengan adanya bantuan PIP, siswa dapat terbantu contohnya, dengan dana tersebut bisa untuk dibelikan perlengkapan sekolah, harapan saya, program ini bisa berkelanjutan” ujar Jaenudin kepada berimbang.com diruang kerjanya. Jum’at (18/12/2015).

Hal yang sama dikatakan Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Kota Depok, Tugino mengatakan, Pihaknya tidak mengetahui program PIP dari Kementrian Pendidikan, siswa yang mendapatkan bantuan tidak semua mendapatkannya sedangkan, masih menurut Tugino, pihak sekolah juga tidak mengetahui seperti apa prosedurnya untuk mendapatkan bantuan tersebut.

” Akibatnya banyak siswa tidak mendapatkan bantuan, SMAN 11 hanya 10 siswa yang mendapatkan bantuan tersebut, kami selalu update data siswa ke Dinas Pendidikan Depok karena setiap hari jika ada perbaikan selalu kami laporkan dengan cepat,” ucap Tugino.

Sementara itu, salah satu wali murid di Kecamatan Beji, Ruslan (41) mengatakan, sangat menyayangkan anaknya tidak mendapatkan bantuan, padahal anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah.

” Anak saya dua-duanya tidak mendapatkan bantuan padahal kami sangat sekali membutuhkannya untuk membeli segala perlengkapan sekolah, saya menanyakan, kenapa saya tidak mendapatkan sedangkan yang lain dapat bantuan,” Ujar Ruslan dengan nada kesal. (Rahmat Budianto).

Menhub Larang Angkutan Berbasis Online

0

a5b1a6d27db8f850d66f4016be069721f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Kementerian Perhubungan melarang ojek maupun taksi yang berbasis daring (online) beroperasi. Layanan itu dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/12) mengatakan pelarangan beroperasi tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, tertanggal 9 November 2015.

“Sehubungan dengan maraknya kendaraan bermotor bukan angkutan umum dengan menggunakan aplikasi internet untuk mengangkut orang dan/atau barang, perlu diambil langkah bahwa pengoperasiannya dilarang,” katanya.

Djoko mengatakan surat tersebut juga ditujukan untuk Korps Lalu Lintas Polri, para Kapolda dan Gubernur di seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan pengoperasian ojek dan uber taksi tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan.

“Ketentuan angkutan umum adalah harus minimal beroda tiga, berbadan hukum dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum,” katanya.

Djoko mengaku pihaknya tidak masalah dengan bisnis “start-up” (pemula) namun menjadi bermasalah apabila menggunakan angkutan pribadi untuk angkutan umum yang tidak berizin dan tidak memenuhi ketentuan hukum.

“Apapun namanya, pengoperasian sejenis, Go-Jek, Go-Box, Grab Bike, Grab Car, Blue Jek, Lady-Jek, dilarang,” katanya.

Kementerian Perhubungan melarang ojek berbasis online seperti Go-Jek Cs untuk beroperasi. Hal tersebut dinilai tidak memenuhi ketentuan operasional sebagai angkutan umum.

Epin, seorang pengemudi Grab Bike mengeluhkan keputusan tersebut. Menurutnya, keputusan itu akan berdampak pada sulitnya para pengemudi ojek online cs memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya kalau bisa jangan lah, itu pekerjanya udah ribuan. Nanti gimana kita bisa makan,” kata Epin di Pondok Bambu Jakarta Timur, Jumat (18/12/2015).

Ia menambahkan, sebelum ada tindakan dari aparatur maka dirinya akan tetap beroperasi. Pasalnya, hanya ini yang menjadi mata pencaharian bagi keluarganya.

“Ya mau gimana lagi, kita mah tetep narik aja. Kalau keputusan itu keluar apa menteri mau tanggung jawab sama makan kita?,” pungkasnya.

Okezone

Gedung Serba guna Kelurahan Kemirimuka Hampir Rampung

0
Lurah Kemirimuka, Ramdani.       (Foto : Rahmat Budianto )
Lurah Kemirimuka, Ramdani. (Foto : Rahmat Budianto )

BERIMBANG.COM, Depok – Pembangunan gedung Serba Guna Kelurahan Kemirimuka hampir rampung, Hasil pantauan wartawan berimbang.com di lokasi terlihat pengerjaan fisik sudah mencapai 100%.

Lurah Kemirimuka, Ramdani mengatakan, jika tidak ada halangan di perkirakan sekitar 2 minggu lagi selesai, gedung serba guna ini nantinya akan di peruntukan untuk Ruangan PKK,LPM dan  kesekretariatan LKM.

Lanjut Ramdani, kegiatan pembangunan ini bersumber dari APBD tahun 2015 dengan nilai Rp180 juta. Lurah berharap dengan adanya gedung baru serba guna ini, pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal lagi nantinya,

” Dengan adanya gedung yang baru dapat meningkatkan pelayanan, termasuk segala kegiatan bisa dipergunakan, karena selama ini, kegiatan kita lakukan dengan  meminjam gedung dari Putra bangsa dan gedung lainnya yg ada di sekitar. Setelah gedung ini jadi, kami persilahkan kepada karang taruna dan generasi muda untuk mempergunakan gedung ini sebaik baiknya,” tutur Ramdani kepada berimbang.com di ruang kerjanya belum lama ini.

” Walaupun sebelumnya gedung belum rampung tetapi di setiap kegiatan OPD masih dibilang layak dipergunakan seperti contoh dengan adanya setiap rapat kegiatan Pilkada baru-baru ini,” terangnya.

Sementara itu viktor Pelaksana Pembangunan gedung kelurahan di lokasi mengatakan, sebenarnya SPK turun tanggal 28 Nopember 2015 karena berkaitan dengan pilkada harus ditunda dan baru bisa di laksanakan sekarang.

“Kita hanya melaksanakan pengerjaan proyek ini dengan sebaik baiknya, kalau tidak ada hambatan akhir Desember selesai,” Ujar Viktor.(Rahmat budianto)

Truk Pengangkut BBM Meledak, Sopir Dan kernet Hangus Terbakar

0

IMG-20151216-WA0001

BERIMBANG.COM,  Bogor – Evakuasi jasad sopir dan kernet truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbakar hebat di kawasan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, Rabu, (16/12/2015) siang tadi, berlangsung dramatis. Jasad kedua korban ditemukan warga dalam keadaan mengenaskan, diantara puing kendaraan yang terbakar.

Kecelakaan maut yang terjadi di tikungan Kampung Cilame RT 02/RW 12 Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor ini berawal saat Truk PT Pertamina pengangkut ribuan liter bahan bakar jenis premium yang diduga mengalami rem blong dan kehilangan kendali hingga terperosok ke dalam jurang, dan akhirnya terbakar.

Kapolsek Cigudeg Kompol M. Imam S kepada sejumlah awak media mengatakan,  sekitar pukul 9.00 waktu setempat, truk naas bermuatan bahan bakar premium sebanyak 24.000 liter melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bogor menuju Jasinga. Ditikungan maut ini sang sopir tidak dapat mengendalikan kemudinya, hingga truk terbalik dan masuk jurang, meledak dan terbakar hebat.

“Sopir dan kernet tidak dapat diselamatkan karena saat truk terbakar keduanya terhimpit diantara bodi Truk yang ringsek”, kata Kapolsek Cigudeg, di lokasi kejadian.

Kapolsek menambahkan, api baru bisa dipadamkan setelah empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, diterjunkan ke lokasi.  Sopir dan kernet dievakuasi warga dibantu petugas pemadam kebakaran serta aparat kepolisian.

“Untuk sementara, identitas kedua korban dalam kecelakaan ini belum Diketahui”, Pungkas Imam. (na/rad/yos)

Ratusan PKL Pasar Cibinong Ditertibkan

0
Penertiban PKL di pasar cibinong.   (Foto : Raden)
Penertiban PKL di pasar cibinong. (Foto : Raden)

BERIMBANG.COM, Bogor, – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) disepanjang jalan di kawasan Pasar Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (15/12/15) siang tadi ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan ini, aparat Penegak Peraturan Daerah (Gakperda) juga membongkar Pos pantau miliknya yang selama ini disalah gunakan oleh para PKL.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi (Kabid Dalop) Satpol PP Kabupaten Bogor, Asnan mengatakan, bahwa penertiban yang dilakukan jajarannya berdasarkan Peraturan Daerah (Perda).

“Penertiban ini dilakukan berdasarkan peraturan daerah nomor empat tahun dua ribu lima belas tentang ketertiban umun,” ujar Kasi Dalop kepada sejumlah awak media di lokasi penertiban.

Lebih lanjut, Asnan mengatakan, pada hari ini jajarannya menertibkan sekitar lima ratus PKL yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Raya Jakarta – Bogor, dan akan dilanjutkan esok hari. Pada penertiban kali ini, sejumlah pedagang sudah membongkar bangunannya sendiri. Sementara yang masih bertahan terpaksa ditertibkan secara paksa.

“Kami akan terus melakukan penertiban agar kawasan Cibinong yang masuk sebagai zona satu harus tetap steril,” pungkas Asnan. (Raden/Nana)

Jalan Desa Cibalung Rusak Berat, Pemkab Bogor Tutup Mata

0

IMG_20151215_123848

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemerintah Desa Cibalung di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat nyaris putus asa memperjuangkan aspirasi masyarakatnya terkait akses jalan di wilayahnya yang saat ini kondisinya sudah rusak berat, pasalnya permohonan peningkatan jalan yang diajukan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor selama beberapa tahun terakhir hingga kini masih juga belum terealisasi.

Saat ditemui berimbang.com di ruang kerjanya, Sekretaris Desa (Sekdes) Cibalung Saeful Rahman mengatakan, bahwa Pemdes Cibalung sudah mengajukan permohonan perbaikan jalan ke Pemda Kabupaten Bogor sejak tahun 2011 lalu dan diajukan kembali pada tahun tahun berikutnya melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang).

Bahkan, pada tahun 2014, petugas dari UPT Bina Marga wilayah Ciomas sudah melakukan peninjauan ke lokasi namun Pemda Kabupaten Bogor hingga kini belum juga merealisasikan permohonan peningkatan jalan di wilayahnya. Padahal, pada tahun 2014 lalu, petugas dari dinas terkait sudah melakukan peninjauan ke lokasi.

“Tahun 2014 lalu kepala UPT Bina Marga mengatakan bahwa jalan di wilayah kami sudah masuk dalam listing, tinggal menunggu waktu pelaksanaan pekerjaannya, tapi sampai sekarang belum juga ada pelaksanaannya”, imbuh Saiful.

Lebih lanjut, Saeful menjelaskan, pada tahun 2008, jalan dengan panjang sekitar 4 kilo meter dengan lebar 3 meter itu dibangun oleh TNI dari Komando Resort Militer (Korem) Provinsi Jawa Barat melalui Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Yang makin bikin kami bingung, saat TMMD jalan ini masuk dalam kategori jalan kabupaten, tapi belakangan ini ketika kami mempertanyakan permohonan, pemda malah menyatakan bahwa jalan ini masuk kategori jalan desa. Kalo kami harus membiayai perbaikan jalan ini, dana yang mana yang harus kami alokasikan, karena nilai pekerjaannya sangat fantastis sekitar satu milyar lebih”, tambah Saeful.

Sebagai tambahan informasi, jalan di Desa Cibalung ini dimanfaatkan oleh warga di empat wilayah Rukun Warga (Rw), yakni meliputi Kampung Cibalung, Cipaok, Jonggol, Muara Cideung, Pakaladen, Lengo, Kerenceng, Pangerasan dan Kampung Ciomas.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala UPT Bina Marga Wilayah Ciomas belum bisa dimintai keterangan, saat berimbang.com mendatangi kantornya di Kawasan Ciomas, diketahui Kepala UPT tersebut sedang tidak berada ditempat dan dihubungi melalui pesawat telepon genggamnya, sedang tidak aktif. (Raden/Nana)

Pimpinan KPK Belum Terpilih, Semua Kasus Bakal lepas Demi Hukum

0

Busro Mukoddas

BERIMBANG.COM, Jakarta – Bekas Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengingatkan Komisi III DPR RI agar segera memilih lima dari sepuluh calon yang ikut seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK).

Busyro menegaskan pentingnya ada pimpinan baru di lembaga antirasuah sebelum 16 Desember nanti. Jika pada hari tersebut pimpinan baru belum disumpah, maka ada kekosongan kewenangan. Akibatnya, semua tersangka yang kasusnya sedang ditangani KPK bisa lepas demi hukum.

“Misal ada perpanjangan masa tahanan, harus tanda tangan pimpinan. Tidak ada pimpinan, ya lepas demi hukum,” kata Busyro, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Lebih lanjut, Busyro geram dengan kerja Komisi III DPR RI yang dianggap mengulur-ulur waktu dalam seleksi calon pimpinan KPK. Padahal, kata dia, Presiden Joko Widodo sudah jauh hari menyerahkan delapan nama ditambah dua nama yang sudah diseleksi sebelumnya kepada Komisi III.

“DPR melakukan langkah yang lambat sejak awal. Jokowi kan sudah serahkan, mengapa prosesnya diperlambat? Mestinya sekarang sudah selesai, tapi kenapa seperti ini?” tandas salah satu dari 10 calon pimpinan KPK yang kini namanya sedang diseleksi Komisi III DPR itu.(*)