Beranda blog Halaman 412

Kapolres Depok : Perketat Ruang Gerak Teroris

0
Kapolres Depok dalam sambutannya di Balaikota.    (Foto : Rahmat Budianto)
Kapolres Depok dalam sambutannya di Balaikota. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Dalam rangka antisipasi dan mempersempit ruang gerak terhadap pelaku aksi teroris Kapolres Depok, Kombes Pol Dwiyono S.IKA, MSi  mengajak 3 Pilar Kamtibmas  samakan persepsi dan satukan langkah dalam menghadapi aksi teroris dengan cara membangun komunikasi kepada seluruh elemen masyarakat seperti tokoh pemuda tokoh agama, dan tokoh masyarakat serta elemen masyarakat lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Kapolres depok dalam paparannya saat pertemuan dengan 3 pilar kamtibmas di gedung walikota belum lama ini menyampaikan aksi teroris yang terjadi di sarinah Jakarta Pusat beberapa hari yang lalu merupakan suatu kegagalan karena tidak dapat mendeteksi aksi bom bunuh diri.

Untuk itu menurut Dwiyono, semua harus berperan untuk menjaga keamanan, 3 pilar merupakan garda terdepan masyarakat.

” Sebagai aparat keamanan kita harus deteksi dini agar tidak terulang lagi, jika kejadian pengeboman terulang lagi maka kepercayaan masyarakat akan hilang,” ujar Dwiyono.

” Oleh karena itu, mari kita bergerak dengan unsur 3 pilar kamtibnas dengan persempit ruang gerak aksi teror,” himbau Dwiyono.

Lanjut Dwiyono, seperti pengalaman yang sudah pernah ada dengan penangkapan jaringan mereka di wilayag Cimanggis dan pengeboman di ITC tahun lalu. Kejadian bom bunuh diri di Jalan Thamrin minggu yang lalu merupakan kejadian yang pertama kali menggunakan bom dan senjata laras panjang.

” Kita harus memahami bahwa kejadian tersebut sudah bentukan Jaringan mereka yaitu, Dody (cirebon), Arif Hamka Gondrong (medan) yang menjembatani teror di Indonesia dan Dwi. Yang menjadi sasarannya adalah Obyek vital,” ucap Dwiyono.

” Babinkamtibmas dan Binmas lakukan pendataan kepada warga di wilayah masing masing, pengontrak dan pemilik kontrakan wajib lapor kepada aparat RT RW setempat, pastikan dan di cek betul betul secara langsung jangan mudah percaya dengan data atau daftar nama yang di ajukan,” Tambah Dwiyono. ( Rahmat Budianto )

Buruh VS Manajemen PT Deltapack Belum Sepakat

0

IMG-20160121-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Proses mediasi antara buruh dengan manajemen PT Deltapack, perusahaan yang memproduksi botol air minum merk Club di Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, masih belum menemui kesepakatan. Mediasi ini dilangsungkan pada Senin 18 Januari 2016 pukul 11.00 WIB di ruang rapat PT. Deltapack.

Manajemen PT Deltapack diwakili Hendarin Nurendra (manager), Ivan (HRD), Sabariman dan Bedjo (Disnakertrans Kabupaten Bogor), Kapolsek Cijeruk Kompol Suhartono dan jajaran, Ade (Ketua PUK PT. Deltapack), dan dua orang buruh perwakilan DPC FSPMI Kabupaten Bogor.

Dalam mediasi itu terungkap akan ada unjukrasa buruh pada Selasa 19 Januari 2016 lalu, terkait kebijakan yang diambil managemen.

Kapolsek Cijeruk Kompol Suhartono menjelaskan, dalam mediasi itu pihak manajemen menganggap bahwa perjanjian bersama pada 21 Oktober 2014 tidak sah karena adanya intimidasi dari pihak buruh yang menghentikan produksi selama satu jam. Apabila karyawan melaksanakan mogok kerja tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku maka menajemen akan memberikan sanksi.

“Sedangkan pihak buruh menuntut agar perusahaan menjalankan perjanjian bersama yang telah disepakati terhadap 11 orang karyawan. Buruh juga menuding adanya intimidasi dari pihak manajemen kepada karyawan yang akan melakukan demo akan di PHK,” jelasnya.

Sementara pihak Disnakertrans, menyarankan untuk melakukan perundingan terlebih dahulu dan tidak melakukan mogok kerja, selain itu agar permasalahan perjanjian bersama ini dilanjutkan ke PHI.Ketua PUK FSPMI, Ade, berharap 11 karyawan yang di-PHK agar bisa dipekerjakan kembali dan buruh siap ditempatkan di mana saja.

“Buruh tidak akan melaksanakan aksi unjuk rasa sampai dengan hari Kamis pukul 15.00 wib sore ini serta akan ada perundingan kembali,” ujarnya. (Raden Supriyadi)

Polsek Beji Gelar Operasi Cipta Kondisi

0
Polsek Beji gelar Operasi Cipta Kondisi di pertigaan PLN Beji.  (Foto : Rahmat Budianto)
Polsek Beji gelar Operasi Cipta Kondisi di pertigaan PLN Beji. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Dalam rangka Antisipasi dan menciptakan Suasana keamanan di wilayah   kepolisian Sektor Beji, beserta jajaran Melakukan razia terhadap kendaraan bermotor yang melintas di perempatan lampu merah Arief Rahman Hakim Kecamatan Beji. (19/01/2016).

Kapolsek Beji, Kompol Ni Gusti Ayu kepada berimbang.com mengatakan, razia yang dilakukan rutin dilakukan guna mengantisipasi pengendara membawa barang terlarang seperti senjata api, alat peledak, Narkoba, kelengkapan surat berkendara dan yang lainnya sehingga dapat membahayakan masyarakat umum.

Dalam razia yang dilakukan, Polsek Beji berhasil mengamankan pengendara kedapatan membawa narkoba dan senjata tajam.

” Memang tidak terlalu besar, tapi dapat membuat efek jera bagi pengendara yang kedapatan membawa barang terlarang,” ujar Ayu diruang kerjanya.

Disamping itu, Ayu juga menyampaikan kepada pengendara kendaraan bermotor agar mempunyai kesadaran untuk melengkapi surat-surat kendaraan supaya tidak ada hambatan di jalan dan menjaga keamanan diwilayah masing-masing agar tetap kondusif.

Terpisah Kanit Lantas Polsek beji, Suhardi di lokasi Razia mengatakan razia di laksanakan sebagai kegiatan rutin cipta kondisi dan sebagai antisipasi, sasarannya kendaraan roda dua dengan melakukan pemeriksaan STNK dan KTP pengemudi.

Sementara itu titik yg mendapat pantauan antara lain, Kelurahan Tanah Baru, Perempatan Kukusan, depan jalan kampus UI, PLN  dan titik yang di anggap rawan.  (Rahmat Budianto)

Diguyur Hujan, 2 Rumah Desa Ciadeg Dihantam Longsor

0

IMG-20160120-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Masyarakat hendaknya lebih waspada saat menghadapi musim penghujan saat ini.  Karena tanpa bisa diprediksi,  setiap saat bencana alam selalu mengancam. Seperti yang dialami warga Kampung Dukuh Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong,  yang tertimpa bencana longsor, akibat hujan deras yang mengguyur, Senin (19/01/16) lalu.

Rumah milik Ikah (62) dan Empud (56) yang berlokasi di Kampung Dukuh rt 02/14 Desa Ciadeg itu porak poranda dihantam longsoran tanah hingga salah satunya nyaris roboh. Meski tidak ada korban jiwa,  namun kerugian yang ditimbulkannya mencapai puluhan juta rupiah.

“Saat kejadian saya sedang berada di dalam rumah.  Tapi alhamdulillah keluarga saya selamat,  hanya motor anak saya rusak tertimpa bangunan yang roboh”, tutur Ikah, salah satu korban saat ditemui Berimbang.com dikediamannya.

Paska bencana, warga secara bahu membahu bersama aparat membantu memperbaiki rumah korban,  dan mengevakuasi puing –  bangunan yang tertimpa longsor. Sementara, pemerintah setempat memberikan bantuan tanggap darurat bencana.

“Kami sudah melaporkan kejadian bencana ini kepada pemerintah daerah melalui desa dan kecamatan.  Kami berharap pemerintah daera segera turun tangan dan memberikan bantuan kepada para korban”, kata Buyung, ketua Rw setempat kepada Berimbang.com, kemarin.

Reporter : Nana Suryana

Editor      : Raden Supriyadi

Cina Kekurangan Wanita, Profesor Ini Mengusulkan Hal Yang Ekstrim

0

903acf558582752c9a73abf165e7f508f

BERIMBANG.COM – Tampaknya politik satu anak satu keluarga ditambah dengan prinsip anak lelaki penerus marga telah menyebabkan angka kesenjangan antara jumlah pria dan wanita di Cina.

Saat ini ada kelebihan sekitar 30 juta pria dibanding wanita di Cina. Akibatnya, sekitar 30 juta pria tersebut terancam tak punya istri. Hingga profesor ekonomi Xie Zuoshi dari Universitas Zhejiang mencoba memberikan solusi, yang terdengar ekstrim. Menurutnya, “berbagi adalah peduli”, jadi berbagi istri atau pernikahan sejenis bisa jadi solusi.

Menurut BBC, Profesor Xie mengusulkan menganggap perkawinan sebagai masalah kekayaan dan keinginan, memungkinkan orang berpenghasilan tinggi untuk mendapatkan istri-istri mereka, sementara pria berpenghasilan rendah hanya bisa berbagi istri yang tersisa.

Dia menulis: “Pria dengan pendapatan yang tinggi akan memiliki keuntungan dalam mencari wanita, karena mereka mampu membayar harga tinggi. Dan bagaimana dengan orang-orang berpenghasilan rendah? Salah satu cara adalah untuk beberapa orang bersatu untuk menemukan seorang istri. Ini bukan ide tak masuk akal saya. Di beberapa daerah, terpencil dan miskin ada kasus di mana saudara bersama-sama menikahi satu istri, dan mereka bisa hidup bahagia dan harmonis.”

Jelas, tidak semua orang bisa menerima usulan Xie. Ide-idenya telah menciptakan kegemparan di kalangan feminis yang berpikir proposalnya tidak adil dan secara moral menjijikkan.

Namun, Profesor Xie tampaknya tidak terganggu dengan tingkat perdebatan sepele tersebut:

“Jangan bicara padaku tentang moral. Jika kita tidak membiarkan 30 jutaan bujangan memiliki wanita, kehidupan mereka akan tak punya harapan dan kemudian mereka dapat pergi memperkosa, membunuh, mengadakan pemboman… (Saya tekankan bahwa ini adalah suatu kemungkinan, aku tidak mengatakan mereka pasti akan melakukan itu). Jangan bilang bahwa ini adalah moralitas Anda?”

Seiring dengan poliandri, Profesor Xie mengedepankan beberapa solusi termasuk penerimaan yang lebih luas dari homoseksualitas dan mengimpor istri dari negara-negara tetangga lainnya.

Nasional Biro Statistik percaya bahwa pada tahun 2020, Cina akan memiliki antara 30 dan 40 juta bujangan mencari istri, karena kekurangan perempuan yang disebabkan oleh kebijakan satu anak dan keinginan pasangan China untuk anak laki-laki.

Namun, usulan sederhana Profesor Xie sebenarnya memiliki dasar sejarah. Awal bulan ini, Quartz menerbitkan sebuah artikel yang menjelaskan bagaimana pada abad ke-18 dan ke-19 di Cina pedesaan, perempuan mengambil dua (atau kadang-kadang lebih) suami. Ini dipraktekkan di setiap provinsi Cina, dan untuk sebagian besar, itu ditoleransi oleh masyarakat setempat.

FYI aja nih, dalam kisah Mahabarata, Dewi Drupadi juga menikah dengan 5 bersaudara Pandawa. Jadi poliandri memang bukan hal baru.

Mungkin… para pria lajang di Cina lebih baik mendaftar di Tantan ( semacam aplikasi pencari jodoh di Cina, Tan sendiri berarti lajang) atau menghasilkan lebih banyak duit buat dapetin istri idaman mereka!

Antisipasi Teror, Muspika Cijeruk Sisir Rumah Kontrakan

0

IMG-20160119-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyusul giat operasi Cipta Kondisi (Cipkon) pemeriksaan kendaraan roda empat dan penumpangnya di jalur alternatif Cigombong – Cijeruk – Batu Tulis kemarin, guna mengantisipasi pergerakan para pelaku teror,  jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cijeruk, Kabupaten Bogor, menyisir rumah – rumah kontrakan di Desa Sukaharja dan Desa Palasari, Selasa (19/01/16).

Dalam giat ini, para warga pendatang yang tinggal di rumah rumah kontrakan diperiksa kelengkapan identitasnya oleh aparat gabungan.

Kapolsek Cijeruk – Cigombong Kompol Suhartono, mengatakan giat ini melibatkan personil gabungan dari tiga unsur yang dibagi menjadi dua tim.

“Giat ini melibatkan unsur Polri dari Polsek setempat, TNI dari Koramil Cijeruk – Cigombong, dan unsur pemerintahan dari kecamatan juga desa”, kata Kompol Suhartono kepada berimbang.com disela kegiatan siang tadi.

Lebih lanjut Kaposek Suhartono menjelaskan, tim 1 yang dipimpinnya berjumlah 18 personil, terdiri dari 8 anggota Polsek, 3 anggota Koramil,  4 anggota Unit Pol PP Cijeruk dan 3 orang aparat pemerintah desa.  Tim 1 menyisir rumah kontrakan di Kampung Pondok Bitung Rw 03 dan Rw 02 Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk.

Sementara itu, lanjut Kapolsek, Tim 2 dibawah pimpinan Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Cijeruk – Cigombong, Ma’ruf Murdianto, berjumlah 10 personil. Yakni, 5 anggota Polsek, 1 anggota Koramil dan 4 orang staf desa. Tim ini melakukan pemeriksaan warga pendatang yang tinggal di rumah kontrakan di Kampung Geblug Rt 02/01 dan Kampung Cijeruk Rt 03/03 Desa Palasari.

“Pemeriksaan berjalan lancar dan tidak ditemukan warga pendatang yang mencurigakan. Namun demikian,  kami beserta jajaran akan terus melaksanakan operasi Cipkon ini secara berkala”,  Pungkas Kapolsek Cijeruk – Cigombong Kompol Suhartono. (Yosef Bonang)

Polsek Cijeruk-Cigombong Gelar Operasi Cipta Kondisi

0

IMG-20160118-WA0007

BERIMBANG.COM,  Bogor – Sepekan terakhir, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cijeruk – Cigombong menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di sejumlah titik di wilayah tugasnya.  Menurut Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Cijeruk –  Cigombong, Komisaris Polisi (Kompol) Suhartono, giat yang dilaksanakannya itu sebagai langkah antisipasi pergerakan para pelaku teroris.

Kompol Suhartono mengatakan, operasi dikonsentrasikan pada pemeriksaan kendaraan roda empat dan penumpangnya yang diduga pelaku teror. “Setiap kendaraan kami periksa.  Mulai dari kelengkapan kendaraan, identitas penumpang, serta barang bawaan dalam kendaraannya”, kata Kapolsek Cijeruk – Cigombong usai memimpin Operasi Cipkon di jalur alternatif Cigombong – Batu Tulis, tepatnya di depan kantor Pemerintah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/01/16).

Dalam giat yang dimulai pada pukul 9.30 hingga pukul 11.00 waktu setempat ini,  jajaran Kepolisian menerjunkan lima belas personilnya, dibantu tiga personil TNI dan lima personil Pol PP Kecamatan Cijeruk. Hingga Operasi usai,  tidak ditemukan barang atau orang yang diduga pelaku teror. Usai giat tersebut,  aparat gabungan melanjutkan operasi penyisiran rumah kontrakan di wilayah desa Palasari dan Sukaharja.

Reporter : Nana Suryana

Editor      : Raden Supriyadi

Dijadikan Budak Seks, ISIS Culik 7000 Perempuan Yazidi

0

8179f1a7f4cbb155713a139f508599e2f

BERIMBANG.COM, Sebuah organisasi non-pemerintah di wilayah Kurdi, Irak utara, tengah bekerja sama dengan dokter kandungan lokal untuk mengembalikan keperawanan para perempuan yang telah melarikan diri dari kelompok teroris ISIS.

Sudah lebih dari setahun sejak kelompok militan ISIS menduduki Irak utara, menculik sebanyak 7.000 perempuan etnis Yazidi, dan memaksa mereka ke dalam perbudakan seksual.

Sejak saat itu, banyak perempuan melarikan diri dan sebagian besar menjadi sangat trauma dengan pemerkosaan dan penganiayaan yang mereka derita selama penyekapan.

Seiring dengan trauma akibat penderitaan yang mereka alami, banyak dari perempuan ini yang dijauhi oleh komunitas mereka sendiri –yang sangat konservatif– karena kehilangan keperawanan mereka di luar pernikahan.

Organisasi non-pemerintah bernama “Wadi” telah mengambil pendekatan yang kontroversial untuk mencoba bantu para perempuan yang berhasil melarikan diri ini, mengembalikan keperawanan mereka.

Staf Wadi bernama Cheman Rashid Abdul Aziz mengatakan, selain menyediakan konseling trauma bagi para perempuan itu, mereka berpasangan dengan ginekolog lokal yang mengembalikan keperawanan mereka dengan menempelkan kembali sisa-sisa selaput dara mereka, atau mengambil cangkok kulit dari dinding vagina mereka.

“Salah satu hal yang paling penting adalah bahwa para gadis itu tak boleh kehilangan keperawanan mereka sampai mereka menikah, mereka harus menyerahkan keperawanan mereka kepada suami,” kata Cheman.

Ia menjelaskan, “Jika mereka kehilangan keperawanan sebelumnya, mereka bisa dibunuh oleh keluarga mereka sendiri. Jadi gadis-gadis yang pernah diperkosa oleh ISIS ini, mereka kembali dengan pikiran seperti, ‘OK saya telah kehilangan keperawanan saya sehingga keluarga akan membunuh saya’.”

Kelompok Wadi mulai bekerja pada tahun 1992 di Timur Tengah dan melobi untuk hak-hak warga negara di Timur tengah termasuk Israel, Yordania dan Irak.

Cheman Rashid mengatakan, tujuan Wadi adalah untuk membantu para perempuan yang telah melarikan diri dari ISIS mengatasi dampak mental akibat penangkapan dan menjadi budak seks.

“Ketika gadis-gadis itu melarikan diri, kondisi psikologis mereka sangat buruk, beberapa dari mereka bahkan tak bisa bicara. Kebanyakan gadis-gadis ini telah mengalami pelecehan seksual, dan dipukuli –lainnya dipukuli sampai mati,” tuturnya.

Ia mengatakan, organisasinya telah membantu sekitar 660 anak perempuan, serta keluarga mereka.

“Adapun kisaran usianya, kami telah membantu semua orang, tua dan muda, bahkan ada gadis berusia satu tahun,” akunya.

Tak bisa hidup tanpa keperawanan

Cheman Rashid mengatakan, mereka memiliki kasus dari seorang gadis bernama Sabrine, yang berusia 14 tahun ketika ia ditawan oleh ISIS dan ditahan selama lima bulan.

“Kondisi psikologisnya sangat buruk dan kami mencoba untuk mengembalikan keperawanannya, tapi kami tidak bisa,” utaranya.

Ia melanjutkan, “Ia terlalu banyak diperkosa sehingga susah diperbaiki.”

Sejak melarikan diri pada bulan Januari, Sabrine telah mencoba bunuh diri sebanyak 6 kali.

Sabrine mengaku, kecuali ia bisa menemukan seseorang untuk mengembalikan keperawanannya, ia akan terus berusaha bunuh diri sampai ia berhasil.

Situasi Sabrine memiliki dampak besar pada Cheman Rashid dan konselor trauma.

Cheman Rashid mengatakan, walau Wadi telah mengalami banyak keberhasilan, mereka masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan anak perempuan dengan luka psikologis dan fisik yang lebih parah.

“Apa yang saya inginkan adalah untuk benar-benar dapat membantu gadis-gadis ini, tak hanya menulis laporan dan kembali dan duduk,” ungkapnya.

Ia menekankan, “Kami benar-benar ingin bekerja untuk mereka dan, misalnya, mengembalikan keperawanan mereka.”

“Dunia ini begitu berkembang dan harus ada organisasi yang bisa melakukan itu, tapi kami tak memiliknya di sini, seseorang harus benar-benar melakukan sesuatu untuk gadis-gadis ini,” lanjutnya.(tbn)

Kalah Perang Dan Mencoba Melarikan Diri, ISIS Bakar Anggotanya

0

Islamic_State_(IS)_insurgents,_Anbar_Province,_Iraq

BERIMBANG.COM, Baghdad – Kekejaman kelompok teror ISIS ternyata juga berlaku bagi anggotanya sendiri. Kelompok ISIS membakar beberapa pengikutnya hidup-hidup.

Hal ini mereka lakukan terhadap sejumlah pasukan. Beberapa pasukan ISIS yang kalah dalam perang di Kota Ramadi dan coba melarikan diri ke Mosul ditangkap lalu dibakar hidup-hidup.

Para anggota ISIS ini bahkan dibakar di tengah kota Mosul. Parahnya lagi, eksekusi itu dipertontonkan langsung di depan publik.

Menurut sejumlah media di Irak, eksekusi sadis itu merupakan peringatan keras agar para tentara ISIS mempertahankan Kota Mosul mati-matian.

Selain sebagai peringatan hal itu merupakan hukuman mati karena anggota ISIS tersebut tak mempertaruhkan nyawanya dalam mempertahankan Ramadi. Saat ini Kota Ramadi berhasil kembali ke tangan pemerintah Irak.

Eksekusi sadis ini dikomentari oleh salah seorang pengamat terorisme tersohor, Michael Pregent. Dia mengatakan eksekusi bukan hal aneh bagi ISIS.

“Saya tidak terkejut, ISIS mengeksekusi pengikutnya di Ramadi,” ucap Pregent seperti dikutip dari Fox Jumat (15/1/2016).

“Ini sudah pernah mereka lakukan beberapa kali. Mereka melakukan hal serupa kepada anggotanya di setelah pertempuran di Tikrit,” sambung dia.

Ramadi adalah salah satu kota kunci di Irak. Ibu kota Provinsi Anbar itu direbut ISIS, Mei tahun lalu.

Oleh sebab itu, kala Tentara Irak berhasil memukul mundur  ISIS di Ramadi maka kejadian tersebut merupakan pukulan telak bagi kelompok teror itu.*

Kejadian Teror Sarinah, Ini Harga Mobil Anti Peluru

0

a5538fd551e98e27362973ebccf06ca7f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Menilik kejadian teror Sarinah (14/1) tampak beberapa mobil tahan peluru dengan spesifikasi khusus diterjunkan guna membantu penanganan.

Sebenarnya berapa harga mobil antipeluru tersebut?

Hadirnya mobil antipeluru patut diapresiasi, mengingat ancaman teror kian nekat, sehingga diperlukan teknologi yang modern guna menghadapi ancaman.

Salah satunya adalah Toyota Land Cruiser 100 terlihat menjadi tameng bagi polisi ketika berhadapan dengan kelompok teroris.

Sebagai gambaran sebetulnya mobil sejenis Toyota Land Cruiser 100 merupakan mobil sipil yang dijual bebas.

Bedanya mobil yang digunakan aparat kepolisian telah dimodifikasi untuk kebutuhan khusus, yakni dilengkapi material anti peluru.

Berapa harga mobil yang telah dimodifikasi dengan fitur anti peluru?

Menurut arsip OTOMOTIFNET, yang merujuk pada sebuah situs untuk satu unit Mercedes-Benz S600 Guard bisa ditebus sekitar Rp 5-6 miliar (ditahun 2004).

Sementara Toyota LC pada tahun 2004 dijual seharga Rp 1,9 miliar alias lebih mahal Rp 700 juta dari yang biasa.

Nah, kalau mengadopsi Armormax pada Toyota Kijang Innova, harga bahannya saja bisa 3-4 kali harga baru mobilnya.

Artinya kalau diproyeksikan harga saat ini nilainya bisa lebih mahal lagi mengingat materialnya yang harus impor.

Menurut data dari salah satu situs penjual mobil armored dari Amerika Serikat.

Tampak dijual Toyota Land Cruiser 106 armored dipasarkan seharga 150 ribu dolar Amerika Serikat atau setara Rp 2,1 miliar.

Harga tersebut belum termasuk biaya shipping, dengan estimasi tambahan 15 ribu dolar Amerika atau Rp 210 juta.

Bahkan bisa lebih setelah dihitung dengan pajak-pajak yang berlaku di Indonesia.

Tribunews