Beranda blog Halaman 411

FPI Dapatkan Bukti, Ketua MWC NU Caringin : “Tutup Toko Obat Sasaka 2 Si Penjual Obat Terlarang !!!”

0

IMG-20160129-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Belasan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) DPC Caringin, Kamis (28/01/16) sore, mendatangi toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 di kampung Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Menurut ketua FPI Wilayah Caringin,  aksi yang dilakukannya ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat akan adanya penjualan obat terlarang. Walhasil, ratusan butir berbagai jenis obat-obatan terlarang ditemukan di toko itu.

“Ternyata informasi yang kami dapatkan bukan hisapan jempol belaka.  Kami temukan berbagai jenis obat terlarang yang dijual bebas di toko ini”, kata Ketua DPC FPI Wilayah Caringin, Jamal, kepada wartawan.

Lebih lanjut Jamal mengatakan, obat terlarang yang didapati itu selanjutnya disita sebagai barang bukti untuk ditindak lanjut. FPI meminta kepada pengelola toko tersebut untuk tidak menjual lagi obat obatan yang sama.  “Kami minta kepada pengelola toko agar tidak menjual lagi obat terlarang. Jika masih melakukan,  jangan salahkan kami dan masyarakat jika terpaksa menutup paksa toko ini dengan tindakan tegas”, ujar Jamal dengan tegasnya.

Nasir,  si penjaga toko, tidak bisa berbuat banyak ketika massa FPI dan LPI memintanya menunjukan obat – obatan terlarang yang selama ini diperjual belikan secara bebas di toko yang dijaganya. Satu persatu obat – obatan jenis penenang seperti alprazolam, hexymer dan trihexyphenidyl diserahkan Nasir kepada massa FPI dan LPI. Seperti saat dikonfirmasi wartawan, kepada FPI dan LPI juga, Nasir mengaku bahwa pemilik toko sudah berkoordinasi dengan aparat polsek, polres dan polda

“Ya saya cuma penjaga toko saja, soal koordinasi kata pemilik udah berkoordinasi dengan pihak aparat mulai dari kanit dan polsek, polres dan polda, ” ujar Nasir

Aktifitas toko obat itu pun memancing reaksi keras jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Caringin. Ketua MWC NU Caringin, Sarif Hidayat, S. Ag mendesak agar aparat berwenang segera bertindak dan menutup toko tersebut. “Sudah banyak Buktinya Klo memang toko obat itu menjual obat terlarang. sy dan kami sebagai masyarakat Cisempur Desa Cinagara meminta kepada aparat yg berwenang untuk segera menutup toko tersebut. Kami bersama masyarakat akan melakukan pengawasan terhadap toko itu,  jika masih ada aktifitas,  kami akan bertindak tegas”, tandas Ketua MWC NU Caringin,  yang akrab disapa Kang Endud ini. (Raden Supriyadi)

Desa Pasir Jaya Realisasikan Kantor BPD, LPM Dan PKK

0

IMG-20160128-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Akhirnya pemerintah desa Pasirjaya, kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dapat bernafas lega setelah berhasil menyelesaikan pembangunan kantor Badan Permusyawarahan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Program Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Menurut Kepala Desa (Kades) Pasirjaya Gina Garmina, fasilitas bangunan tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak aspirasi masyarakatnya yang direalisasikan melalui program Bantuan Provinsi Jawa Barat pada tahun lalu.

“Pembangunan kantor BPD, LPM dan PKK ini merupakan aspirasi masyarakat yang baru kami realisasikan setelah kami mendapat bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2015“, kata Kades Pasir Jaya Gina Garmina, saat dijumpai berimbang.com diruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Gina menjelaskan, pembangunan kantor yang dimulai pada 15 desember 2015 lalu itu menghabiskan dana sebesar seratus dua puluh juta rupiah, dengan waktu penyelesaian selama satu bulan. “Dana bantuan provinsi yang kami terima sebesar seratus juta rupiah.  Sisanya yang dua puluh juta kami himpun dari dana swadaya”, jelasnya.

Gina menambahkan, ditahun 2016 ini pemerintah desanya masih berkonsentrasi pada pembangunan sarana infrastruktur. “Tahun ini kami akan melaksanakan pembangunan jalan lingkungan di wilayah rw 05,06,07 dan 08”, tandasnya.

Reporter  : Nana Suryana

Editor       : Raden Supriyadi

Razia Kendaraan Di Lingkungan Kampus, Pihak UI Gandeng Polsek Beji

0
Petugas sedang memberikan arahan.  (Foto : Rahmat Budianto)
Petugas sedang memberikan arahan. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Guna menertibkan pengendara roda dua di lingkungan Kampus UI Kota Depok , Unit Pelayanan Terpadu Pengelola Lingkungan Kampus (UPT PLK ) Universitas Indonesia Depok gelar rapat Koordinasi bersama Polsek Beji dan Koramil Beji di lingkungan Kampus UI.

Polsek Beji menggandeng PLK UI dan Koramil beji untuk melakukan Razia gabungan dalam rangka penertibkan pengendara roda dua yang tidak mentaati aturan di Lingkungan Kampus UI Depok .Rabu (27/1/2016) tadi pagi.

Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya kendaraan yang tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  dan yang tidak menggunakan Helm.

Menurut Kapolsek Beji melalui Seifo Humas Kapolsek Beji AKP, Asaeli Bate’e di lokasi kepada berimbang.com mengatakan, pihak UI berencana akan melaksanakan Razia Gabungan ini 2 bulan sekali dan rencananya akan di laksanakan pada tanggal 3 setiap bulannya pukul 16.00 WIB.

” Hal ini di lakukan sebagai Shockteraphy bagi pengendara roda dua, dari kalangan Mahasiswa dan masyarakat umum yang masuk di lingkungan kampus UI,” ujar Asaeli

” Untuk lokasi, sasarannya adalah Fakultas Tekhnik , Fakultas Ekonomi dan Pintu Keluar Fakultas Tekhnik. Jadwal nya akan di sesuaikan, terang Asaeli .

Hadir dalam rapat koordinasi yaitu Kapolsek Beji Kompol, Gusti Ayu Supiati, Pelda Edi W mewakili Koramil beji Serta Prof. Dr Ir Anondo Wijanarko. M. Eng, kepala UPT PLK Kampus UI. (Rahmat Budianto)

Laskar Pembela Islam Caringin : Perang Untuk Narkoba dan Miras

0

 IMG-20160127-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Penjualan bebas obat terlarang di toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 yang berlokasi di pertokoan kawasan Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, memancing reaksi sejumlah pihak. Laskar Pembela Islam (Lpi) Wilayah Caringin dalam waktu dekat akan melakukan tindakan tegas.  Hal itu dikatakan oleh ketua Lpi (Qo’id) Wilayah Caringin, Deden, saat ditemui berimbang.com dikediamanya, Selasa (26/01/16) kemarin.

“Kami akan pantau dan mencari buktinya.  Kalau sudah terbukti,  kami akan berkoordinasi dengan muspika dan akan mengambil langkah tegas! “, kata Deden, Qo’id Lpi Wilayah Caringin, kemarin.

Lebih lanjut, Deden mengatakan, apa yang dilakukan oleh pengusaha Toko Obat Sasaka 2 sudah tidak dapat ditolerir.  Karena menurutnya,  secara langsung sudah merusak generasi bangsa. Dalam hal ini  masih kata Deden, aparat penegak hukum harus segera mengambil tindakan.

“Kondisi ini harus segera disikapi oleh aparat penegak hukum, karena mental generasi penerus bangsa sudah dirusak mentalnya.  Apalagi pelanggaran hukum yang dilakukan penjual sudah sangat jelas.  Jangan sampai publik beropini adanya pembiaran”, tandas Deden.

Seperti diberitakan sebelumnya, Toko Obat Sasaka 2 menjual bebas obat terlarang jenis alfazolam, trihexyphenidyl, hexymer dan megadon pada anak dibawah umur. Ironisnya, saat dikonfirmasi, penjaga toko yang diketahui bernama Nasir mengatakan bahwa usahanya itu sudah dikoordinasikan dengan Polsek, Polres hingga Polda Jabar. (Raden/Nana/Yosef)

Kapolri Berikan Penghargaan Kepada 16 Anggota Polri

0

IMG_20160127_014337

BERIMBANG.COM, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan penghargaan kepada 16 anggota Polri di sela-sela Rapim Polri 2016.

Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota Polri yang berjasa saat peristiwa teror bom dan penembakan di Jalan MH.Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) yang lalu.

Penghargaan tersebut diberikan setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Kapolri No: KEP/68/1/2016 tanggal 24 Januari 2016 terkait pemberian penghargaan pada 16 anggota Polri yang berjasa di kasus bom Thamrin.

Penghargaan yang diberikan kepada ke 16 anggota Polri ini berupa kenaikan pangkat satu tingkat, selain itu juga pin perak dan pin emas.

Berikut nama ke-16 anggota Polri yang mendapat penghargaan:

1. Aiptu Deni Mahieu, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

2. Aiptu Suhadi, anggota Satgatur Ditlantas Polda Meto Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

3. Aiptu Dodi Maryadi, anggota Satlantas Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

4. Aiptu Budiono, anggota Propam Polres Jakarta Pusat mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

5. Brigadir Suminto, anggota Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Bripka.

6. Kombes Martuani Sormin, Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

7. AKBP Ahmad Untung S, Pamen Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

8. AKBP Dedi Tabrani, Kapolsek Menteng mendapat pin emas.

9. IPDA Tamat Suryani, Gadik Penyelia Pusdikpolair Lemdiklat Polri mendapat pin emas.

10. Bripda Wiliyansyah, driver Karoops Polda Metro Jaya mendapat pin emas.

11. Aiptu Purwanto, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

12. Brigadir Fery Aldunan Afriandi, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

13. Brigadir Heryanto Panjaitan, Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

14. Brigadir Tris Haryono anggota Polsek Menteng mendapat pin perak.

15. Briptu Muhammad Mustaqim, Ba satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

16. Briptu Andrian Nurdiawan, Ba Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

14. Brigadir Tris Haryono anggota Polsek Menteng mendapat pin perak.

15. Briptu Muhammad Mustaqim, Ba satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

16. Briptu Andrian Nurdiawan, Ba Satsabhara Polres Jakarta Pusat mendapat pin perak.

Serta Kombes Martuani, AKBP Untung, dan IPDA Tamat masing masing mendapat penghargaan Pin Emas dari Kapolri. (Rahmat Budianto)

SDN Beji Timur 03 Salurkan Bantuan Program Indonesia Pintar

0
Kepala SDN Beji Timur 3, Jaenudin.   (Foto : Rahmat Budianto)
Kepala SDN Beji Timur 3, Jaenudin. (Foto : Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Sebanyak 419 Siswa SDN 03 Beji Timur Kecamatan Beji Depok menerima bantuan dana Program Indonesia Pintar tahun 2015.

Program PIP adalah program bantuan dari Kementrian Pendidikan untuk Operasional Siswa SD, SMP dan SMA termasuk juga Kelas Paket A, B Dan Kelas Paket C .

Program ini sebagai Pengganti BSM (Bantuan Siswa Miskin) yang di gulirkan serentak secara nasional.

Program ini telah di gulirkan sejak beberapa bulan lalu di akhir tahun 2015 untuk seluruh siswa SD, SMP Dan SMA termasuk kelas paket dan di rencanakan bulan februari mendatang pencairan dana PIP selesai seluruhnya.

Menurut Jaenudin Kepala Sekolah SDN 3 Beji Timur di kantornya Usai Melakukan Pencairan Dana PIP untuk peserta didiknya kepada  berimbang.com menjelaskan, seluruh siswa yang terdaftar di Dapodik ( Daftar Induk Peserta Didik) sejumlah 419 siswa seluruhnya sudah dapat menerima dari pencairan PIP secara kolektif ataupun Individu.

” Terakhir jum’at kemarin tgl 22- januari 2016, semua siswa yang datanya belum lengkap juga sudah mendapatkan,saya berharap saat pensiun nanti bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan tidak ada permasalahan berkaitan dengan masa kepemimpinan saya di sekolah ini,” ujar Jaenudin belum lama ini.

Ditempat terpisah kepala Unit Pelayan Pembantu BRI, Amri Firdaus kepada berimbang.com di ruang kerjanya mengatakan, berkaitan dengan adanya beberapa nama peserta didik dari SDN 03 beji timur yang tertunda pencairannya di sebabkan adanya data siswa belum lengkap dikarenakan harus mencocokan data siswa dengan persyaratan administrasi yang sudah di tentukan.

” Bahkan kami harus lembur kerja supaya data siswa yang sudah masuk secepatnya bisa mencairkan dana program tersebut, tugas kami hanya sebatas membayarkan lebih dari 3000 siswa yang dilayani dan kami juga melayani program sertifikasi untuk guru,” Terangnya (Rahmat Budianto)

Diduga Dibekingi Oknum Aparat, Toko Obat Sasaka 2 Jual Bebas Obat Terlarang

0

IMG-20160126-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Peredaran obat – obatan terlarang di kalangan anak dibawah umur di wilayah selatan Kabupaten Bogor kian mengkhawatirkan.  Betapa tidak, obat – obatan jenis penenang itu bisa diperoleh dengan mudah dan dijual bebas di sejumlah toko obat.

Berdasarkan hasil investigasi tim berimbang.com di wilayah Caringin, sebuah toko obat bernama Sasaka 2 yang berlokasi di pertokoan kawasan Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin,  menjual bebas obat – obatan yang masuk kategori psycotropica golongan empat, diantaranya alprazolam, trihexypenidil, hexymer dan megadon, kepada anak dibawah umur.

Berdasarkan pantauan berimbang.com di lokasi, dalam satu hari puluhan anak dibawah umur terlihat silih berganti mendatangi  toko obat tersebut. Awalnya, tim investigasi berimbang.com kesulitan saat mencoba mewawancarai bocah bocah belia yang diantaranya wanita itu, karena mereka ketakutan dan langsung melarikan diri dengan memacu sepeda motornya.

Namun setelah beberapa lama akhirnya tim berhasil mewawancarai diantaranya. Saat ditanya, bocah bocah belia itu mengaku sudah biasa membeli obat di toko Sasaka 2.

“Hampir setiap hari saya beli obat hexymer di toko obat ini, karena sudah langganan. Satu paket hexymer isinya 15butir, harganya 20 ribu”, ungkap bocah laki – laki,  yang mengaku masih bersekolah di kawasan Caringin itu, sambil menunjukan obat yang baru saja dibelinya di toko obat Sasaka 2, kepada berimbang.com, kemarin.

Ironisnya, saat awak media mengkonfirmasi ke toko obat Sasaka 2, penjaga toko yang diketahui bernama Nasir, menyangkal telah menjual bebas obat tersebut kepada anak dibawah umur.

Namun setelah wartawan menunjukan bukti, Nurdin pun mengakuinya. “Ya, memang kami menjual obat alprazolam, hexymer, trihexypenidil dan megadon. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Caringin melalui kanit reskrim, Polres Bogor bahkan Polda Jabar”, kata Nasir kepada sejumlah awak media, Senin (24/01/16) malam kemarin.

Nasir juga mengatakan, bahwa dirinya sudah diarahkan Kanit Reskrim Polsek Caringin untuk tidak menanggapi wartawan yang meminta keterangan kepadanya. “Barusan saya telpon Kanit, dan kata Kanit wartawan yang datang tidak usah ditanggapi”, ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Caringin, Iptu Suseno, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penggerebegan ke toko obat Sasaka 2. “O itu pernah kita gerebeg dan diarahkan untuk urus legalitasnya. Cuma kita belum cek lagi perkembangannya”, kata Kanit Reskrim Polsek Caringin dalam pesan singkatnya.

Ketika ditanya terkait pernyataan penjaga toko soal koordinasi,  Suseno menepisnya. “Kanit yang mana?”, jawab Suseno dengan singkatnya.

Hingga Senin (25/01/16) siang kemarin,  masih terpantau anak – anak dibawah umur yang hilir mudik ke toko obat dan kosmetik Sasaka 2.

Sebagai tambahan informasi, dilansir dalam pemberitaan sejumlah media, Jum’at (22/01/16) lalu, jajaran Satnarkoba Polres Bogor Kota berhasil membongkar peredaran pil alprazolam di wilayah Kota Bogor. Pil itu dijual bebas dari toko obat Intan di kawasan Cilebut, dimana sebelumnya Satnarkoba juga berhasil menangkap seorang pengedar di kios pasar. Hasilnya, ratusan butir pil alprazolam diamankan oleh Satnarkoba Polres Bogor Kota. (Raden Supriyadi/Nana)

Kinerja Camat Caringin Dikritisi Organisasi Kepemudaan

0

IMG-20160125-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Kinerja Camat Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rumambi,  mendapat kritikan pedas dari kalangan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di wilayahnya. Kritikan tersebut menyusul tidak ditanggapinya layangan surat dari OKP yang meminta audensi dengan camat Caringin beberapa waktu lalu.

“Jujur saja kami kalangan pemuda Kecamatan Caringin merasa sangat kecewa dengan sikap camat yang tidak kooperatif. Padahal apa susahnya memenuhi permintaan kami selaku warga yang ingin mempertanyakan kinerjanya,” ujar Ipan Sopandi, Penasehat OKP wilayah Kecamatan Caringin, kepada sejumlah awak media, Jumat (22/01/2016).

Menurutnya, selama menjabat, Camat Rumambi dianggap tidak proaktif terhadap masyarakat, kalangan pemuda, Organisasi Sosial (Orsos) hingga Kepanduan (Pramuka) dan berbagai kalangan lainnya.

Salah satu yang dikritisi pihaknya yakni tentang kejelasan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) atau gedung serbagunan Caringin.

“Ya itu salah satu hal yang ingin kita pertanyakan. Kami ingin tahu seperti apa kejelasan tentang Gor,” tegasnya.

Mantan Kepala Desa Pancawati ini pun menilai, penempatan Rumambi menjadi Camat Caringin merupakan kesalahan  Sekretaris Daerah (Sekda) serta Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Bogor.

“Sebelum mendelegasikan, harusnya pertimbangkan dulu apa pantas orang tersebut memimpin wilayah, jangan asal menempatkan saja. Yang ada Caringin kini bukan makin berkembang, tapi sebaliknya malah stagnan setelah dipimpin camat itu,” cetusnya.

Seharusnya, lanjut Ipan, camat bisa membangun sinergitas dengan melibatkan peranan pemuda dalam berbagai program sebagai bentuk dukungan terhadap misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi kabupaten termaju di Indonesia. Tak hanya itu pihaknya juga mendesak para anggota legislatif daerah pemilihan (dapil) 3 turut mengevaluasi pendelegasian Rumambi sebagai Camat Caringin.

“Ya makanya jangan salahkan warga ataupun kami kalangan pemuda, jika berbagai program kecamatan tidak berjalan, karena camat tidak mau membangun sinergitas dengan masyarakat,” pungkasnya.

Dia menambahkan, karena tidak bisa menjalin sinergitas dengan berbagai kalangan, maka hal itu akan menjadi hambatan terhadap misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi kabupaten termaju.

“Kalau camatnya aja seperti itu, bisa-bisa yang ada harapan kabupaten termaju hanya jadi jargon belaka dan malah sebaliknya menjadi kabupaten termundur,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan,  Camat Rumambi belum bisa dimintai tanggapan terkait hal tersebut. (Raden Supriyadi)

Kelompok Bersenjata Sandera 2 Anggota TNI

0

MERIAM HOWITZER KH 179 TNI AD

BERIMBANG.COM, Papua – Kelompok bersenjata menyandera dua anggota TNI di Enarotali, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua. Kedua anggota TNI yang disandera itu adalah Serda Lery, anggota Koramil Komopa dan Prada Sholeh, anggota Kostrad 303/Raider yang bertugas di Pos Komopa.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan mengakui jika dua anggota TNI yang bertugas di Enarotali sejak Selasa (26/5) malam disandera oleh kelompok bersenjata.

“Saya sudah mendapat laporan tentang dua anggota TNI yang disandera kelompok bersenjata di Enarotali,” ujar Pangdam seperti dikutip dari Antara, Rabu (27/5).

Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian itu berawal saat kedua anggota itu bersama warga lainnya berbelanja dengan menggunakan perahu motor (speed boat). Awalnya ada satu warga sipil yang ikut disandera bersama anggota TNI, yakni Elda Sanadi yang bekerja sebagai guru di SD Inpres Kamopa namun saat ini sudah dibebaskan.

“Informasi dilepasnya guru SD itu dari keluarganya yang mendapat telepon dari kelompok bersenjata,” kata Siahaan.

Ia menjelaskan sesaat setelah menerima laporan itu komandan koramil setempat kembali menelepon ke nomor itu yang kemudian dijawab, “Kedua anggota TNI sudah dimasak”.

“Jawaban kelompok bersenjata itu seakan mereka tidak memiliki iman”, kata Pangdam.

Jenderal bintang dua itu berharap, penyandera segera melepas kedua anggota TNI yang saat insiden tidak membawa senjata api.

Merdeka.com

Konser Amal, GPS Al-Mawaddah Gandeng Group Musik Debu

0

imageContent

BERIMBANG.COM, Jakarta – Sejak muncul istilah GPS dari ponsel pintar (smartphone), alumni Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur mendirikan organisasi dengan singkatan ini. GPS (global positioning system) merupakan sistem untuk melacak suatu letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit. Namun, GPS ala santri ini merupakan singkatan “Gerakan Peduli Santri”.

Menurut Ketua GPS Al-Mawaddah Muhammad Haikal Haniful Fuad, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar Konser Amal bekerja sama dengan Grup Musik Debu. Acara bertema “Debu Peduli Pesantren” ini bakal digelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, 6 Februari 2016 mendatang.

“Konser dimulai pukul 7 malam. Tiket masuk sebesar 500 ribu rupiah. Hasil konser amal tersebut 100 persen akan disumbangkan untuk pembangunan Pesantren Al-Mawaddah. Acara ini merupakan rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul KH Muhammad Saalih, pendiri Pesantren Al-Mawaddah,” ujarnya.

Pada saat hadir pada perayaan Maulid Nabi di Al-Mawaddah, lanjut Haikal, Mustafa Kumayl bersama grup nasyid Debu juga tampil di hadapan hadirin. Dalam kesempatan tersebut, Mustafa mengajak hadirin untuk menonton konser amal yang digelar hasil kerjasama Grup Debu dan Pesantren Al-Mawaddah. “Soal tiket nanti hubungi panitia,” ujar Haikal menirukan Mustafa.

Menurut Haikal, organisasi yang dipimpinnya itu lahir atas keinginan alumni dan simpatisan Pesantren Al Mawaddah. Sebagai organisasi resmi, GPS berada di bawah naungan Yayasan Baitul Rahim Ciganjur. “GPS juga telah direstui kiai kembar, KH Abdullah Hasani dan KH Abdillah Hasani, selaku pengasuh Pesantren Al Mawaddah,” ungkapnya.

Maksud dan tujuan berdirinya GPS, lanjut Haikal, adalah membantu segala sesuatu yg bisa diupayakan demi perkembangan dan kemajuan Pesantren Al Mawaddah, antara lain di bidang kegiatan, bantuan sosial, dan pembangunan asrama pesantren.

Haikal menambahkan, alasan lainnya adalah karena di Al Mawaddah banyak memiliki santri yatim piatu dan dari keluarga kurang mampu secara ekonomi yang tentunya membutuhkan bantuan baik moril maupun materiil.

“GPS kini dikelola 35 pengurus yang siap kerja cepat, tepat dan tanggap demi kemajuan pesantren. Untuk kegiatan harian, saya dibantu Fajar Shodiq (sekretaris) dan Sapingudin (bendahara),” ujarnya.

Haikal berharap, ke depan pihaknya bisa merangkul dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama membantu pembanguna pesantren, baik dari kalangan pemerintah, pengusaha, pegawai, wiraswasta, dan berbagai pihak yang cinta pendidikan Islam. “Ini kami lakukan demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah dan gemilang,” pungkasnya.

NU.online