Beranda blog Halaman 410

Proyek Perataan Tanah MNC Line Picu Bencana Longsor

0

IMG-20160205-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras yang mengguyur kawasan Cigombong dan sekitarnya memicu terjadinya bencana alam.  Jum’at (5/2/16), sekitar pukul 15.30 sore tadi,  telah terjadi bencana alam tanah longsor di Kampung Sungapan RT 3 RW 1, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong yang mengakibatkan jalan menuju Kampung Sungapan dan Lengkong terputus.

Akses jalan di lokasi ini lumpuh total, tidak bisa dilewati oleh orang maupun kendaraan karena tertimbun longsoran tanah dan lumpur sepanjang 20 meter dengan ketebalan sekitar 1 meter. Selain memutuskan akses jalan, bencana ini juga memporak porandakan tanaman padi di lahan pesawahan milik warga Kampung Srogol RT 14 RW 5, Desa Srogol.

Menurut warga,  longsoran tanah dan lumpur itu berasal  berasal dari Proyek MNC Line yang tengah melaksanakan pemerataan tanah. Saat hujan turun deras, luapan air disertai tanah lumpur dan material lainnya menghantam tanggul penahan tanah hingga akhirnya ambrol.

“Sebelum ada proyek MNC tidak pernah ada kejadian seperti ini. Bencana ini yang kedua kalinya dan paling parah”, ungkap Kus, warga setempat kepada berimbang.com di lokasi bencana.

Sementara itu, Wawan, perwakilan MNC Line mengatakan, setelah mengetahui terjadinya bencana, pihaknya seger meninjau ke lokasi dan berupaya melakukan penanganan dengan menurunkan alat berat. “Kami tidak menyangka hujan akan turun sangat deras hingga berakibat seperti ini.  Kami akan berupaya memulihkan akses jalan malam ini juga”, kata Ujar Wawan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat Pemerintah Desa, jajaran Muspika dan warga masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Selain alat berat milik MNC Line, pemerintah daerah juga menerjunkan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciawi. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang).

Implementasikan Program Nawacita, Pemdes Srogol Bangun Sarana Air Bersih

0

IMG-20160204-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Dalam waktu dekat, warga Kampung Pangkalan, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong akan memiliki sarana air bersih, setelah difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Srogol.

Menurut Kepala Desa Srogol, Hendra Muhammad Wildan, kegiatannya tersebut merupakan jawaban atas aspirasi masyarakatnya tentang pengadaan sarana air bersih dan juga sebagai implementasi dari Program Nawacita.

Saat ditemui berimbang.com, Kades Srogol, Hendra M. W, mengatakan, saat ini pembangunan sarana air bersih melalui “Program Pipanisasi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat” itu baru dimulai pada tahap pengeboran sumber air di Kampung Pangkalan Rt 3 Rw 1.

“Rencananya kedalaman sumur ini sekitar 104 meter. Saat ini baru mencapai kedalaman 60 meter lebih.  Tapi kita lihat nanti perkembangannya bagaimana”, kata Hendra, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan, air dari sumber tersebut akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di wilayah setempat. Pendistribusiannya akan dikelola oleh tim pengelola sarana air bersih yang dibentuk dalam sebuah kepengurusan. Kedepan,  Hendra berencana membangun sarana air bersih di tiap wilayah.

“Jika sarana air bersih di wilayah ini sudah selesai, maka kami akan membangun lagi sarana serupa di wilayah lainnya,  tentunya disesuaikan dengan skala prioritas dalam rencana pembangunan desa”, tandas Kades yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan itu. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

Arifin Harun Kertasaputra Resmi Sebagai Penjabat Walikota Depok

0

IMG-20160201-WA0004

BERIMBANG.COM, Depok – Serah terima jabatan (Sertijab) Wali Kota Depok kepada Penjabat (PJ) Wali Kota, Arifin Harun Kertasaputra sudah diselenggarakan. Kegiatan yang diselenggarakan di aula lantai 5, Gedung Balai Kota Depok ini dihadiri oleh Kepala DPRD Kota Depok, Sekda Kota Depok, kepala OPD, Dandim, dan Polres Kota Depok.Senin (1/2/2016)

Pada Sertijab kali ini ditandai dengan pemberian berkas secara simbolis oleh mantan Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad kepada Arifin Harun Kertasaputra. Hal tersebut dikarenakan mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi sedang berhalangan hadir karena sedang sakit.

Arifin mengatakan, dirinya akan menjalankan yang sudah direncanakan dan juga akan langsung berkoordinasi dengan lurah, camat serta kepala OPD. Arifin juga berharap dalam masa transisi ini seluruh unsur OPD bisa terus memberikan palayanan kepada masyarakat dengan baik.

“Sebagai penjabat sementara tidak ada perbedaan, saya harus mengawal program yang sudah direncanakan sebelumnya,” ujar Arifin.

Arifin yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat nantinya selama menjabat akan memberikan laporan kinerja OPD kepada wali kota definitif yang akan dilantik. Laporan tersebut akan menjadi bahan masukan untuk dievaluasi kembali oleh wali kota terpilih.

“Tidak masalah jika saya menjabat sebagai PJ hanya seminggu atau dua minggu, laporan dinas tetap akan saya berikan. Itu kan sebagai masukan dan bahan evaluasi terhadap wali kota terpilih yang akan dilantik nantinya,” tambahnya.

Penjabat Wali Kota Depok ini berlaku sampai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terpilih periode 2016-2021 segera dilantik. Pelantikan sendiri hingga saat ini masih menunggu instruksi dari Pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Alo kepada berimbang.com menjelaskan, fungsi PJS Walikota adalah Sama seperti Walikota Definitif, hanya PJS tidak Bisa melakukan mutasi kepada perangkat OPD, seandainya mutasi di lakukan harus persetujuan Menteri Dalam Negeri.(Rahmat/Adi)

FPI Dan LPI Caringin Serahkan Ribuan Obat Sitaan Ke Polsek

0

IMG-20160201-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wilayah Caringin, menyerahkan ribuan butir  obat keras yang disita dari toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 Cisempur, Desa Cinagara, kepada Unit Reskrim Polsek Caringin, Senin (01/02/16).

Barang bukti obat obatan tersebut diserahkan Ketua DPC FPI Wilayah Caringin, Kabupaten Bogor, Jamaludin. Diterima oleh Kepala Tim (Katim) Unit 1 Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Caringin, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) M Arifin dalam Berita Acara (BA) penerimaan, Nomor : STP/30/II/Sektor.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan (STP) Polsek Caringin tersebut, DPC FPI dan LPI Wilayah Caringin menyerahkan sebanyak 1381 butir obat dari empat jenis. Diantaranya, Hexymer 455 butir, Trihexyphenidyl 884 butir, Alprazolam 12 butir dan Mersi Merlopam Lorazepam 4 butir.

Kepada awak media Jamaludin mengatakan, hal yang dilakukannya itu sebagai tindak lanjut dari laporan  masyarakat tentang adanya penjualan bebas obat obatan keras kepada anak remaja. Walhasil, saat jajarannya melakukan monitoring ke toko obat Sasaka 2, Kamis (28/01/16) lalu, didapati ribuan obat dari berbagai jenis yang selanjutnya dijadikan barang bukti.

“Kami akan terus melakukan monitoring sebagai antisipasi peredaran dan penyalah gunaan obat obatan, miras dan penyakit masyarakat lainnya di wilayah kami, sesuai dengan agenda monitoring kami yang sudah ditetapkan,  yakni mingguan, bulanan,  dan tiga bulanan”, kata Ketua DPC FPI Wilayah Caringin yang juga Sekjen DPW FPI itu, kepada Wartawan.

Sementara itu, Katim Unit 1 Reskrim Polsek Caringin, Aiptu M Arifin, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena batasan kewenangannya. “Saya hanya menerima obat obatan yang diserahkan oleh FPI dan membuatkan berita acara penerimaannya. Kalo untuk keterangan lebih lanjutnya nanti saja ke Kanit Reskrim atau Kapolsek”, tandasnya.  (Raden Supriyadi/Nana)

Peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat Mulai Praktek Lapangan

0

IMG-20160131-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Usai dibekali materi pelatihan di hotel  Duta Berlian, Sabtu (30/01/16), para peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 22 tahun 2016 yang diselenggarakan PT Sidat Indonesia melanjutkan praktek lapangan di lokasi budidaya di Kampung Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (31/01/16) siang. Di lokasi ini, para peserta diberikan pembekalan praktek secara langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Sidat Indonesia, Hery.

Para peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu antusias mengikuti pelatihan tahap kedua yang digelar panitia. Dirut PT. Sidat Indonesia, Hery,  menjelaskan, dipelatihan tahap ke dua ini, para peserta mengikuti tahapan kegiatan pengenalan ikan sidat kedua, pendederan 1, persiapan media budidaya, persiapan kebutuhan pendederan tahap 2 dan 3, praktek perawatan dan penanggulangan penyakit pada ikan Sidat. Kegiatan diakhiri dengan Ishoma sambil mencicipi Shirayaki dan cara pengemasan ikan Sidat. “Usai pelatihan, seluruh peserta kami berikan sertifikat pelatihan, kartu anggota dan surat pernyataan membeli dari perusahaan kami”, ujar Hery.

Sementara itu, I Gede Sarjana, salah satu peserta dari Denpasar Bali, kepada berimbang.com mengatakan, motivasinya dalam mengikuti pelatihan untuk menimba ilmu tentang budidaya dan pengolahan ikan Sidat. “Saya mengetahui usaha ikan sidat dari internet. Setelah membaca artikelnya saya tertarik sehingga mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Sidat Indonesia, dengan harapan ketika saya sudah mendapatkan ilmu dan bisa mempraktekan,  saya akan mengembangkan usaha tersebut di kampung halaman saya untuk mensejahterakan masyarakat”, Pungkas I Gede Sarjana, yang juga seorang pengusaha jasa Tourism di daerahnya itu. (Raden Supriyadi/Nana)

Tiga Pengunjung Curug Hejo Sukamakmur Tertimpa Longsor

0
Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Bogor – Tiga orang pengunjung obyek wisata Curug Hejo, di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor mengalami luka – luka setelah tertimpa tebingan batu yang longsor di area wisata, Sabtu (30/01/16). Salah satu korban diantaranya mengalami luka serius di bagian kepala.

Ogi (35) warga asal Desa Gunungsari Kecamatan Citeureup dan Ayu (25) warga perumahan Kenari asal Desa Puspasari, Citeureup Bogor, mengalami Cedera dibagian tangan dan kaki setelah tertimpa runtuhan tebing. Sementara Siska (30) Warga Bantar Gebang Bekasi, mengalami cedera yang cukup serius dibagian kepala karena tertimpa material bebatuan di lokasi yang sama.

Menurut Rusnandi, anggota Jaringan Komunikasi Udara (JKU) Puspasari Citeureup, peristiwa terjadi sekitar  pukul 15.30 WIB. “Saat kejadian, hujan mengguyur deras. Naas, ketiga pengunjung itu tertimpa tebingan batu yang longsor,” kata Rusnandi, yang mengaku mendapat informasi peristiwa itu dari anggota JKU sukamakmur.

Rusnandi menambahkan, setelah dievakuasi, ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Husada Cibinong dan Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta.

“Guna mendapat penanganan medis,  para korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Dua orang korban warga Citeureup yang mengalami luka ringan dilarikan ke RS Husada Cibinong, dan 1 orang korban lagi warga Bantargebang Bekasi yang mengalami luka serius dj bagian kepala dibawa ke RS Gatot Subroto Jakarta”, pungkasnya. (Raden Supriyadi)

Setelah Gafatar, Muncul Ormas PETA, Ini Tanggapan Menteri Agama

1

images (24)

BERIMBANG.COM, Jakarta – Pada Kamis (29/1/2016), kemarin muncul isu berdirinya ormas Peta yang mewadahi berbagai organisasi.

Salah satu organisasi yang dinaunginya yakni Liga muslim Indonesia (LMI)‎ yang mendukung gerakan ISIS.

Salah satu tokohnya yakni Alfian yang menjabat sekretaris LMI dan menjadi pengurus Peta.

Ormas ini muncul setelah heboh ormas Gafatar.

Menaggapi isu munculnya ormas tersebut, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pihaknya telah melakukan tindakan pencegahan.

Pihaknya tidak bisa melakukan penindakan lantaran hal tersebut merupakan ranah penegak hukum.

“Jadi yang terkait hal itu, kita pada posisi preventif, kecuali yang bersangkutan sudah melakukan tindakan pidana,” ujar Menag di Balaikota DKI, jumat (29/1/2016).

Tindak preventif yang dimaksud yakni dengan penyuluhan untuk mengintensifkan peran keluarga . Keluarga sebagai kelompok inti mempunya dua tanggung jawab terhadap paham keagamaan.

“Setiap keluarga bertangjawab terhadap dua hal. Satu yakni apa dan bagaimana paham yang dimiliki anggota keluarga itu. Orang tua harus mengetahui bagaiman dan seperti apa paham masing masing anggota keluarga itu. Apakah ada ajaran Sholat tidak wajib atau ajaran macam macam lainnya,” katanya.

“Kedua dari mana paham tersebut di dapat, karena belajar agama itu harus dari pihak pihak otoritatif, dari ulama yang teruji, yang punya sejarah panjang, bukan hanya dari web internet atau lainnya.,” katanya.

Sebelumnya pada beberapa waktu lalu, beredar informasi berdirinya Organisasi Kemasyarakatan Pembela Tanah Air.

Mantan anggota TNI AD dengan pangkat terakhir Mayor Infanteri, Muhammad Saleh menproklamirkan diri sebagai Panglima Besar organisasi yang tujuannya memperjuangkan hak-hak pribumi dan hegemoni asing.

Seperti diberitakan Kepala BIN Sutiyoso membenarkan hal tersebut. Muhammad saleh merupakan eks parjurit TNI AD dengan jabatan terakhir wakil koman Yonif 754‎.

Namun menurutnya Muhammad Saleh yang mundur menjadi prajurit pada tahun 2012 tersebut, memiliki reputasi buruk selama menjadi Anggota TNI.

Sementara itu untuk Organisasi Peta, menurut Sutiyoso belum terdaftar di Kesbangpol dan Kemendagri.

Tribunews

Sidat Indonesia Berikan Pelatihan Budidaya Ikan Sidat

0

IMG-20160130-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Budidaya Ikan Sidat tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Sidat Indonesia di Hotel Duta Berlian,  Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/01/16).

Menurut Direktur Utama Sidat Indonesia, pelatihan ini bertujuan untuk membangun usaha kerakyatan yang membagi keuntungan usaha untuk rakyat indonesia.

Heri, Direktur Utama PT Sidat Indonesia mengatakan, Sidat Indonesia merupakan strategi alternatif yang dapat diandalkan. Selain tahan terhadap gempuran krisis ekonomi yang menyerang bertubi-tubi, Sidat Indonesia juga menyerap tenaga kerja yang minim pendidikan namun memiliki keahlian di bidang tertentu.

“PT Sidat Indonesia adalah perusahaan di bidang perikanan budidaya ikan sidat, yang saat ini kebutuhannya cukup tinggi, terutama untuk negara Jepang. Kami mengajak kepada investor untuk bersama-sama membangun usaha ini. Dengan sistem usaha bersama, kita tidak harus mengeluarkan modal cukup tinggi dan tidak perlu repot untuk mengelola usaha tersebut. Usaha ini sudah berjalan dan memiliki pasar tetap yaitu negara Jepang dan negara maju lainnya”, kata Heri, kepada berimbang.com,  disela pelatihan.

Lebih lanjut Heri menjelaskan, perusahaannya didirikan pada 19 Agustus 2013 dengan satu jenis usaha, berlokasi di Jl. Raya KH. Abdul Hamid KM. 17, Kp. Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Kabupaten Bogor. Saat ini telah memiliki anggota sebanyak 250 orang, dan telah mengekspor Sidat sebanyak 10 ton per bulan. “Usaha ini saya rintis dari nol. Saat ini kami memiliki kolam pembesaran seluas 500m2 dan rumah pendederan  seluas 100m2. Hari ini peserta akan kami beri pelatihan teori dan dilanjutkan besok untuk pelatihan praktek secara langsung di lapangan”, jelasnya.

Peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 4 tahun 2016 dari berbagai kalangan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya dari Bogor, Bekasi, Tanggerang, Bandung, Bengkulu, Makasar, Sidoarjo, dan sejumlah daerah lainnya. Para peserta diberikan materi pelatihan seputar pembudidayaan, pemberdayaan Budidaya Ikan Sidat, produk olahan, pelayanan turunan dan dan materi penunjang lainnya. Dengan tujuan utama memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan bagi pemilik, karyawan, mitra usaha dan masyarakat. Hadir juga dalam kesempatan ini narasumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI). (Raden Supriyadi)

DBMP Minta Pemdes Waspada Dalam Melaksanakan Pembangunan

0

DBMP-KAB-BOGOR

BERIMBANG.COM, Bogor – Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor mewanti-wanti agar seluruh Pemerintah Desa (Pemdes) waspada dalam melaksanakan pembangunan. Pemdes diminta berhati-hati khususnya dalam membangun infrastruktur jalan, jembatan, drainase, tembok penahan tebing (TPT), dan saluran irigasi khususnya yang menggunakan anggaran dari pusat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknik Jalan dan Jembatan (TJJ) DBMP Wilayah II Ciawi, Eko Sulistyo, mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Pemdes memiliki kewenangan membangun Desanya sendiri menggunakan Dana Desa yang tercatat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Sehingga, jalan atau infrastruktur milik Desa tidak bisa lagi dibiayai oleh APBD.

“Nah, Pemdes harus hati-hati misalnya ketika melakukan pengaspalan jalan desa. Karena sampai sekarang juklak juknisnya belum jelas. Sedangkan anggaran Dana Desa kan dari APBN yang dipantau KPK dan BPK,” katanya kepada PAKAR (29/1)

Eko menegaskan, DBMP juga bakal menolak kalau diminta oleh Pemdes untuk melaksanakan pengaspalan jalan desa. “Maka solusinya pihak Pemdes harus rajin berkonsultasi dengan DBMP, kami selalu siap dan welcome. Kami sudah memiliki acuan harga satuan pekerjaan. Jadi bisa diketahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengaspal jalan dengan panjang 200 atau 300 meter kali lebar empat meter misalnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Tata usaha, Karlan Affendi sangat menyayangkan, dari  delapan Kecamatan di bawah kewenangan UPT TJJ Ciawi, baru Desa-desa di Kecamatan Caringin dan Cisarua yang sudah intens berkonsultasi.

Sekadar informasi, sejumlah desa sedang berupaya menyerahterimakan jalan desa agar menjadi milik Kabupaten Bogor sehingga bisa dibiayai oleh APBD.

Terkait hal ini, pihak UPT DBMP menegaskan bahwa hal ini bisa dilakukan, namun harus menempuh prosedur yang bisa diserahterimakan ke Pemkab Bogor

“Itu hanya jalan desa yang pernah dibangun dengan APBD. Kualifikasinya pun jalan yang kapasitas lebarnya minimal tujuh meter. Empat meter badan jalan, dua meter bahu jalan di kanan-kiri dan satu meter drainase di kanan-kiri,” ujarnya.

Usulan tersebut harus diusulkan oleh Pemdes ke Gubernur melalui Bupati dan ditembuskan melalui persetujuan dan rekomendasi UPT, DBMP, dan Bappeda.(Raden Supriyadi)

Antisipasi Peredaran Obat Terlarang, Kalangan Pendidikan Perketat Pengawasan

0

IMG-20160129-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyikapi maraknya peredaran obat terlarang dikalangan pelajar, kalangan pendidikan di wilayah Selatan Kabupaten Bogor perketat pengawasan terhadap peserta didik. Menurut Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  Nuansa Cigombong, pengawasan terhadap peserta didik butuh peran serta aktif dari orang tua dan masyarakat.

Kepala SMK Nuansa Cigombong, Lean Munuk Soblely S.E, mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada para peserta didik di sekolahnya. “Dalam setiap kesempatan,  kami selalu memberikan penyuluhan kepada para peserta didik tentang banyak hal.  Salah satunya tentang bahaya mengkonsumsi obat – obatan terlarang. Selain itu  kami juga melakukan pengawasan secara langsung melalui sikap para peserra didik”, kata Kepala SMK Nuansa yang juga menjabat selaku Sekretaris Komisariat 10 SMK Wilayah Caringin itu,  saat ditemui berimbang.com diruang kerjanya Jum’at (29/01/16) siang tadi.

Lean juga mengatakan, terkait rumor maraknya peredaran obat terlarang dikalangan pelajar akan menjadi bahasan dalam rapat komisariat. “Rumor itu akan kami bahas dalam rapat komisariat,  agar disikapi juga oleh para kepala sekolah lainya”, tambah Lean.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala SMP Negeri Caringin H Yusuf Maksudi mengatakan, bahwa dampak mengkonsumsi obat terlarang berpengaruh besar terhadap mental siswa, yang memicu terjadknya penyimpangan prilaku.  Sehingga perlu disikapi serius dengan berbagai upaya.

“Kami akan terus melakukan pengawasan bahkan pemeriksaan terhadap siswa. Termasuk isi dalam handphone yang dibawa siswa, sebagai antisipasi berbagai penyimpangan prilaku para siswa”, tandas Yusuf. (Raden Supriyadi/Nana Suryana)