Beranda blog Halaman 381

Jadi Cagub DKI, Agus Harus Mundur Dari TNI

0

images

BERIMBANG COM, Jakarta – Agus Harimutri Yudhoyono resmi diusung Koalisi Cikeas di Pilgub Jakarta. Putra sulung Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono itu harus segera mundur dari keanggotannya sebagai TNI apabila ingin berkecimpung di dunia politik.

Seperti diketahui, Agus merupakan perwira aktif TNI AD berpangkat Mayor. Ia pun masih menjabat sebagai Komandan Batalyon 203/Arya Kamuning di bawah jajaran Kodam Jaya.

Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa mengingatkan apabila ingin di Pilgub DKI, Agus harus segera mengundurkan diri.

“Iya dong mundur. Ada mekanismenya untuk anggota TNI yang ingin ikut pilkada,” ujar Heri saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (23/9/2016).

Sementara itu Kadispen TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi soal pengajuan pengunduran diri Agus. Ia juga mengetahui rencana Agus ikut pertarungan Pilkada dari media.

“Sampai saat ini saya belum dengar. Belum ada (pengajuan pengunduran diri),” ucap Sabrar saat dikonfirmasi secara terpisah.

Ia pun menegaskan seorang personel TNI tidak boleh terlibat politik. Untuk itu jika ingin maju di Pilkada, maka prajurit yang dimaksud harus melepaskan keanggotannya dari TNI.

“Aturannya kan tidak boleh. Harus mundur. Tapi untuk itu kan perlu ada mekanisme. Sehingga paling tidak bisa dengan lisan dulu,” jelas Sabrar.

Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni akan mengundurkan diri dari posisinya saat ini. Agus dan Sylviana segera mengurus administrasi pengunduran diri dari institusi masing-masing setelah ditetapkan maju di Pilgub DKI Jakarta.

“Mas Agus dan Ibu Sylviana akan berpamitan dengan atasan langsung, dan setelah itu akan menghadirkan diri ke warga DKI,” ujar Ketum PPP Romahurmuziy dalam jumpa pers di Puri Cikeas, Bogor, Jumat (23/9).

Sumber : detik.com

Ortusis Pertanyakan Kepsek SMKN 3 Depok Terkait Sumbangan Siswa Setiap Bulannya

0
Kepala Sekolah SMKN 3, Lusiana.    (Foto : Tengku)
Kepala Sekolah SMKN 3, Lusiana. (Foto : Tengku)

BERIMBANG.COM, Depok – Sekolah yang mendapat dana BOS berkewajiban mengumumkan  besar  dana  yang  diterima  dan  dikelola  oleh sekolah  dan  rencana  penggunaan  dana  BOS  atau RKAS  di  papan pengumuman  sekolah  yang  ditandatangani  oleh  Kepala  Sekolah.

Tujuan pembentukan Komite Sekolah, satu diantaranya, Menciptakan kondisi transparan tentang kebutuhan anggaran dan akuntabel, berbeda yang terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Depok.

Tanggapan Kepsek SMKN 3 Depok, terkait sumbangan yang mirip dengan kartu bayaran bulanan, padahal banyak anggaran pemerintah untuk sekolah BOS, DAK, CSR perusahaan, serta tidak adanya keterbukaan Info SMKN 3 Depok, sesuai dengan Undang-undang Keterbukaan Informasi publik.

Awak berimbang.com mengkomfirmasi dan meminta data sumbangan, berapa banyak murid yang menyumbang per bulannya, Kepala sekolah (Kepsek) SKMN 3 Depok, terlihat grogi Dengan nada suara bergetar, kepsek Lusiana, menjelaskan “Memang Disini ada yang disebut dengan sumbangan praktik, pada prinsipnya kerjasama orang tua dengan sekolah,” ucapnya, kepada berimbang.com, 21 September 2016.

“Mohon maaf pak, kalo data seperti itu kami tidak berikan kepada siapa-siapa, karena  itu intern komunikasi kita (SMKN 3 & orang tua) saja menjaga privasi orangtua, menjaga privasi Sekolah, hal seperti itu gak lah, gak akan kita sampaikan. Ya sudahlah itu ini kita aja,” terangnya.

Tidak ada papan pengumuman RKS dan RKAS, yang menjadi rencana beban biaya sekolah sehingga sekolah meminta sumbangan kepada orang tua murid, Lusiana mengakui “memang gak ada, ya memang tidak kami publish,” katanya.

“Alasan saya untuk melindungi siswa aja, saya tidak menyebarkan informasi (banyaknya pembayaran nominal dan kebutuhan sekolah) itu pak. Plis deh,” cetusnya.

“Bapak pernah berhitung gak, kebutuhan SMK itu seperti apa ? ” Tanya lusiana.

Beberapa waktu lalu, Keterangan, wakil kepsek, H. Makmun menjelaskan, total murid yang bersekolah di SMKN 3 Depok, bahwa ada 1100 lebih murid. Dengan Hitungan tersebut, terilustrasi pembayaran Rp 100.000,- dikali 1100 murid sama dengan Rp 110.000.000,- perbulannya, jika semua murid membayar sumbangan tersebut.

Untuk diketahui, Pengertian Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Berdasarkan Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan, setiap sekolah pada semua jenjang pendidikan, harus menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)

RKS adalah gambaran umum rencana pengembangan sekolah empat tahunan dan RKAS adalah jabaran rinci program sekolah tahunan yang disusun oleh sekolah untuk memenuhi Standar Nasional Pedidikan (SNP). RKS dan RKAS merupakan satu kesatuan.

Tugas Tim Manajemen BOS juga berkewajiban mengumumkan  besar  dana  yang  diterima  dan  dikelola  oleh sekolah  dan  rencana  penggunaan  dana  BOS  atau RKAS  di  papan pengumuman  sekolah  yang  ditandatangani  oleh  Kepala  Sekolah, (Tengku YusRizal)

Razia Kendaraan Bermotor Kerumah , Buat Warga Resah

0

img-20160922-wa0020

BERIMBANG.COM, Bogor – Sepekan terakhir ini beberapa warga di Kabupaten Bogor dibuat was-was lantaran beredar isu adanya razia kendaraan bermotor di rumah-rumah pada malam hari.

Beberapa warga yang merasa resah dengan kabar tersebut, diantaranya ada di wilayah Kecamatan cigombong, Kecamatan Caringin.

Hal itu seperti yang dialami oleh Al, warga Kampung Loji , Desa Pasir Jaya , Kecamatan Cigombong , Kabupaten Bogor.

Dia mengaku setiap kali pulang rumah malam hari merasa was-was. Itu karena adanya kabar razia motor bermasalah ke rumah-rumah warga di desanya.

Santer beredar kabar kalau ada razia motor ke rumah-rumah. Jadi rada was-was juga. Kalau mau pulang mampir ke rumah saudara dulu. Nanti kalau sudah malam, sekiranya sudah tidak ada razia, baru pulang ke rumah,” ujar Al, Baru-baru ini.

Isu razia polisi ke rumah-rumah warga pada malam hari itu beredar di tengah-tengah masyarakat dari cerita berantai mulut ke mulut, serta di jejaring sosial. Isu yang beredar, razia dilakukan untuk menindak kendaraan yang bermasalah.

Sejak dua hari terakhir, warga yang merasa sepeda motornya bermasalah, seperti belum membayar pajak atau tak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan, memilih untuk tidak di rumah.

“Isu itu memang beredar luas. Bahkan sebagian warga mulai jam 9 malam sampai tengah malam, ada yang memilih tidak di rumah.Mereka kemudian nongkrong di jalan atau ke rumah saudara. Itu karena adanya isu razia tersebut,” katanya (Oloan/Surya)

Kontraktor Proyek Peningkatan Jalan Pamoyanan – Palasari Diduga Tak Memiliki modal

0

img-20160920-wa0057

BERIMBANG.COM , Bogor – Pembangunan proyek peningkatan jalan yang meliputi wilayah pamoyanan – palasari oleh penyedia jasa PT.Gapura Mandiri dengan nominal sebesar Rp. 2.538.966.00 diduga tak memiliki modal.

Hal tersebut dikatakan Asep Kepala Unit Pelayanan Tekhnis (UPT) Ciomas saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. “seharusnya proyek pengerjaan di mulai dengan No . dan tanggal SPMK , 620/A – 085.15.1209/Ting – Jln/SPMK/DI3NIP Tanggal 16 Agustus 2016. Akan tetapi sesuai fakta dilapangan, pengerjaan jalan tersebut baru berjalan 10 persen,” ujar Asep.

Saat akan mengkonfirmasi pengusaha/pelaksana lapangan , yang bersangkutan tidak ada ditempat dan jarang turun ke lokasi pengerjaan.( Irwan/Oloan/Surya)

Merugikan Para Atlet, DPD KNPI DKI : Hentikan Kecurangan PON XIX Di Jabar

0

img-20160920-wa0046BERIMBANG.COM, Jakarta – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi DKI Jakarta meminta agar semua bentuk kecurangan dalam pelaksaaan pekan olahraga nasional (PON), XIX di Jawa Barat agar segera dihentikan.

Pasalnya, bila dugaan kecurangan tersebut akan merugikan para atlet serta jauh dari semangat fair play, yang berujung Indonesia tak bisa melahirkan atlet yang berkualitas dan tidak siap bersaing.

“ini ajang bergengsi dan event nasional jangan kecewakan dan jangan sia-siakan keringat atlet yang sudah bersusah payah berlatih, mereka adalah bibit bibit atlet kita yg akan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia” ujar Lintang Fisutama, Wakil Ketua KNPI DKI yang turut mengawal kontingen DKI bertanding, dalam keterangannya pada rmoljakarta, Selasa (20/9).

Sementara Ketua KNPI DKI Gusti Arief menilai, banyak terjadi kejadian yang mencederai pagelaran olahraga nasional ini, seperti adanya atlet cabang olahraga Polo Air dari kontingen DKI yang terkena aksi pengeroyokan oleh supporter dan oknum TNI.

“Ini adalah tindakan memalukan yang sangat merusak sportifitas olahraga, dimana seharusnya keamanan para atlet mendapatkan jaminan. Oleh karenanya KNPI dengan tegas ikut melayangkan surat protes kepada PB PON Jabar XIX terkait peristiwa tersebut. Kami meminta untuk menjamin keamanan para atlet terlebih dari kontingen DKI Jakarta,” ujar Gusti Arief.

KNPI DKI, lanjut Gusti meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok segera mengambil keputusan menarik seluruh kontingen DKI Jakarta dalam pekan olahraga nasional jika kecurangan itu masih terus berlangsung dan terjadi pembiaran.

“Saya berkomunikasi dengan juga Ketua FORKI DKI Dodi Amar, jika terus terjadi kecurangan mereka (FORKI) akan walk out dalam pertandingan. PB PON harus jeli menyikapi hal ini, telah banyak terjadi kekacauan dalam pelaksanaan dan harus ada evaluasi nantinya,” kata Gusti. (*)

Rizieq : Bubarkan Saja KPK, Bila Kasus Sumber Waras Yang Melibatkan Ahok Tidak Diusut

0

images-5

BERIMBANG.COM, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq ‎Shihab menyerang Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), antara lain dengan menyebut kata-kata kafir dan mengait-ngaitkannya dengan sejumlah kasus dugaan korupsi. Dia juga menyerukan kepada umat Islam untuk tidak memilih Ahok di pilkada Jakarta periode 2017-2022.

‎”Ahok (diduga) terlibat korupsi dalam kasus Sumber Waras, KPK harusnya mengusut itu,” kata Rizieq dalam acara tabligh akbar di Mesjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (18/9/2019).

Jika KPK tidak menuntaskan kasus tersebut, Rizieq menginginkan lembaga antikorupsi ini dibubarkan.

“Jika tidak mau, maka lebih baik KPK dibubarkan. Tidak peduli dia (Ahok) dibela Presiden, tidak peduli dibela polisi, dibela KPK,” ujar dia.

Di acara tersebut, Riziek berkali-kali mengimbau masyarakat untuk memilih gubernur yang berlatarbelakang muslim dan antikorupsi.

‎”Pilihlah pemimpin muslim yang baik dan tidak ‎korupsi,” tutur dia.

Lalu, dia menyebutkan sejumlah nama kandidat yang menurutnya layak dipilih.

“Kita masih banyak stock pemimpin muslim yang baik, ada Pak Yusril di sini, ada Sandiaga Uno pengusaha muda yang sukses, ada Pak Sjafrie Sjamsoeddin purnawirawan TNI dan lainnya,” kata dia.

Pembukaan Turnamen Sepak Bola Karang Taruna Cup Berlangsung Sangat Meriah

0

img-20160919-wa0016

BERIMBANG.COM, Bogor- Pembukaan Turnamen sepak bola karang taruna CUP 2016 tingkat desa tugu jaya kecamatan cigombong, Kabupaten bogor berlangsung sangat meriah.

Turnamen yang dikuti 23 tim dari pemuda karang taruna tugu jaya ini dibuka secara resmi oleh kepala desa(kades) tugu jaya sugandi sigit, Minggu (18/09/16) di lapangan sepak bola tugu jaya

Acara pembukaan yang di hadiri oleh muspika kecamatan cigombong dan ribuan penonton yang sengaja hadir untuk menyaksikan acara pertandingan sepak bola.

Saat di jumpai berimbang.com, kepala desa(kades) sugandi sigit di tengah keramaian mengatakan, turnamen yang diselenggarakan merupakan kegiatan tahunan selama dirinya menjabat sebagai kepala desa.

“Saya berharap, kegiatan Turnamen karang taruna CUP ini dapat melahirkan pemain-pemain muda handal yang nantinya dapat mengangkat prestasi sepak bola desa tugu jaya Kecamatan cigombong di tingkat Kabupaten, Provinsi dan bahkan di tingkat nasional,” ujar Sugandi

“Momentum turnamen ini sebagai ajang pencarian bakat-bakat pemain sepak bola pemuda Ke depan dari hasil pantauan bakat dari turnamen ini yang akan dibina untuk memperkuat tim sepak bola pemuda karang taruna desa tugu jaya” ucap sugandi.

“Kegiatan ini sendiri, tidak kalah meriahnya dengan turnamen sepak bola lainnya. Hal ini menjadi tekat untuk menjadikan kegiatan ini agenda tahunan, sehingga menjadi wadah generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat khususnya olahraga sepak bola.

Tambahnya, sugandi sigit berharap turnamen yang ditaja selama 20 hari ini bisa berjalan lancar dan sukses hingga akhir kompetisi nanti. “Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang solid panitia pelaksana, insyaallah turnamen ini berjalan lancar dan sukses. Itu harapan kita,” ungkapnya. (Nana/Yosep Bonang)

Editor : Redaksi

Betawi Akan Jegal Ahok Di KPUD

0

3686c670f935683f1d032837862fe505_l

BERIMBANG.COM, Jakarta – Jakarte punye Gue, itulah yang tertanam di generasi masyarakat Betawi. Ocehan Ahok ‘Betawi itu tidak boleh berpolitik…’ spontan bangunkan warga Betawi dan membuat geram, ini dinilai, Ahok dengan sengaja merendahkan harga diri kaum Betawi dimata publik.

Masyarakat Betawi KOMPAK dan akan menggelar unjuk rasa di Gedung KPUD Jakarta Pusat, Rabu, 21 September 2016 nanti. Aksi itu akan digelar ketika petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendaftarkan dirinya sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Tokoh muda Betawi, Zulfikar aliat Mat Peci mengatakan, aksi tersebut digelar karena mereka tersinggung dengan ucapan Ahok.

“Kita akan lakukan konsolidasi internal dengan teman-teman di Betawi bahwa memang kita lebih menekankan kepada Ahok yang bicara rasis itu. Ahok bilang Betawi itu tidak boleh berpolitik, itu menjatuhkan kaum Betawi, kita akan jegal Ahok di pencalonannya nanti.” kata Zulfikar di pelataran Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (18/9).

Menurutnya, dalam undang-undang jelas diatur setiap warga negara Indonesia berhak untuk dipilih maupun memilih dalam kontestasi pilkada.

“Ini murni komponen masyarakat Betawi yang sering terdzalimi dengan kebijakan Ahok,” katanya.

Ketika diwawancarai terpisah, Topan Hadi, aktifis 98 yang selama ini tidak pernah mau tampil dimedia dalam sejarah pergerakan grassrotnya, ia mengecam tindakan Ahok sudah sangat prontal dan diluar jalur kepemimpinan yang bijak. Sebagai anak Betawi, sudah saatnya harus bertindak. “ini kampung kite, bertahan atau melawan.” Tegasnya, saat ditemui di tenda warga korban penggusuran Rawajati, (19/9).

“saya katakan, Ahoklah pemicu pecahnya SARA, ia mengadu domba antar umat beragama di kampung Betawi ini, ia juga yang harus bertanggungjawab atas tindakan penggusuran penggusuran diluar batas kemanusiaan, dan sudah saatnya Ahok harus mundur.” Ancam Hadi.

Secara Adab, Hadi mengatakan bahwa Ahok gak punya agama, “yaaa…. emang kenyataannya begitu, kalau ia punya agama, ia punya hati nurani dong….. Dalam agama manapun diajarkan sopan santun, sikap bijak, bertoleransi, bahkan saling menghormati satu sama lainnya. “ ujarnya. (z/m/sb).

Berita terkait menyebar dari rumah Lembang, Pendukung Ahok batal kawal ke KPUD akibat Betawi Marah

Berikut informasi yang diterima redaksi:

Sehubungan dengan acara tanggal 21 September 2016, mengantar Pak Ahok daftar ke KPUD, setelah berkoordinasi final bersama Pak Ahok malam ini, dengan sangat menyesal saya informasikan kepada rekan-rekan sekalian bahwa acara pada tanggal 21 tersebut *dibatalkan* dengan pertimbangan keramaian pada hari kerja.

Kiranya persiapan yang sudah kita siapkan ini menjadi satu langkah lebih maju bagi kita semua pendukung Ahok agar ke depan sudah siap dalam menghadapi pertempuran politik pilkada DKI 2017 ini.

Akhir kata mohon maaf atas segala kekurangannya, komunikasi antara Rumah Lembang dan seluruh relawan akan tetap kita jaga dan terjalin dengan baik.

Salam hormat,

*Rendy Reinhart*

KORLAP Relawan Rumah Lembang

Mengetahui,

*Dono Prasetyo*

Wakabid Jaringan Relawan dan Komunitas Rumah Lembang.

Sumber : vocal_A1

Disangka Babi Ngepet, Warga Ramai – Ramai Menangkapnya

0

img-20160918-wa0061

BERIMBANG.COM, Bogor – Di kampung padurenan RT04/01 Desa ciburayut kecamatan cigombong, puluhan warga berbondong-bondong mengejar Babi yang tiba-tiba ada di sekitaran rumah warga, awalnya salah satu warga kaget melihat seekor babi yang keluyuran disekitar kampung, yang akhirnya puluhan wargapun kompak menangkap seekor babi itu.

Kepada Berimbang.com, Ujang (45) salah satu warga menjelaskan  bersama banyak warga, awalnya ujang sangat kaget tiba-tiba ada babi keluyuran dikampungnya. “memang disini banyak kejadian warga kehilangan uang yang diisukan diambil Babi ngepet,” ujar Ujang.

” Maka dengan adanya seekor babi yang di duga babi ngepet puluhan warga disinipun semangat untuk menangkapnya, nyampai seekor babi itu ketangkap di sekitaran kolam dan digebugin sama banyak warga nyampai mati” jelasnya.

Babi yang diduga babi jadi-jadian tersebut ternyata hanya seekor babi biasa jadi kalau menurut kami yang diisukan adanya babi ngepet dikampung kami itu tidak benar karena dengan ketangkapnya seekor babi jelas-jelas itu babi biasa” tambahnya.(nana/suherman)

Sebanyak 1.043 Siswa Jalani Pendidikan Di SPN Lido

0

img-20160918-wa0062

BERIMBANG.COM, Bogor – Sekolah Polisi Negara ( SPN ) Polda Metrojaya yang berlokasi di Desa Srogol, Kec Cigombong Kab.Bogor saat ini sedang mendidik siswa siswi angkatan 39 sebanyak 1.043 siswa

Siwa di bagi menjadi dua bagian diantaranya, 605 siswa menjadi bintara umum, dan 438 menjadi penyidik pembantu sedangkan dari sekian ribu siswa 47 adalah Polisi Wanita (Polwan) yang nantinya akan menjadi penegak hukum, pelindung dan pengayom masyarakat.

Menurut Kepala SPN Kombes Pol Irwan Anwar saat di temui Berimbang.com mengatakan, dalam pelatihan ini akan ditanamkan jiwa empati yang artinya senasib sepenanggungan dan memiliki jiwa kesederhanaan yang mana jiwa kesederhanaan ini di dasari dari Fasilitas yang di berikan oleh negara dan tidak ada menggunakan fasilitas pribadi, semua menggunakan Fasilitas negara, Fasilitas yang di berikan oleh rakyat dari baju kopel helm dan perlengkapan lainnya.

” Sedangkan lamanya pendidikan sekitar 7 bulan dan disini pentingnya revolusi mental bagi siswa agar mnjadi bhayangkara yang mempunyai integritas dan peduli kepada masyarakat,” ungkapnya. Minggu (18/9/2016).

” Harapan kami kepada para siswa siswi agar menjadi sosok suri tauladan dan menjadi Polisi yang berguna bagi bangsa dan agama,” Pungkasnya. (Suherman/nana/yosep)