Beranda blog Halaman 362

Rumah Warga Kampung Panyarang Dilalap Sijago Merah

0

IMG-20170314-WA0028

BERIMBANG.COM, Bogor-Kebakaran rumah milik Ujang Hidayat (27) Warga Kampung Panyarang, Rt 04 Rw 07, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Babupaten Bogor, Berhasil di padamkan oleh puluhan warga. Terjadinya kebakaran tersebut akibat konsleting listrik dan mengeluarkan Api sehingga terjadinya kebakaran rumah korban. Senin (13/3/17)

Duloh (30) salah satu warga yang pertama milihat kejadian mengatakan, awal mulanya ketika dirinya hendak akan ke rumah tetangganya sekitar Jam 13:00 wib, yang melewati rumah korban yang pada saat kejadian rumah korban dalam keadaan kosong / ditinggal bekerja. Kemudian dirinya juga melihat pada bagian kamar depan milik korban terlihat ada asap tebal mengepul dan mengeluarkan api, melihat hal tersebut ia memanggil warga dan membantu untuk memadamkan api. 

" Setelah melihat asap dan api yang bertambah besar saya langsung memberitahukan kepada warga lainnya dengan meminta bantuan untuk memadamkan api tersebut," ujarnya.

Sementat itu, Aiptu Rohmat Bhabinmas Desa Ciburayut menjelaskan, Setelah menerima laporan dari warga mengenai adanya musibah kebakaran rumah. Dirinya dan Bhabinsa beserta jajaran pemerintah Desa langsung ke lokasi, untuk mengambil tindakan seperti, langsung mendatangi TKP, meminta keterangan saksi, membuat laporan, dan membantu epaluasi korban." kami langsung mandatangi lokasi bersam Bhabinsa, dan sekdes untuk mengecek kelengkapan surat- surat penting dan membantu pamadaman," jelasnya

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, adapun barang-barang isi dalam rumah habis terbakar dan alat material, akibat Musibah ini korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah. (Na/Wan)

 

Maman Fatuloh Kembali Memenangkan Pilkades Warung Menteng

0

IMG-20170313-WA0057

BERIMBANG.COM, Bogor- Sebanyak 36 Desa dari 26 Kecamatan di Kabupaten Bogor melaksanakan Pemilihan Kepala Desa(Pilkades) serentak, minggu (12/3/17). Sama halnya, Ribuan warga Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, mendatangi tempat pemilihan suara untuk menyalurkan hak suaranya kepada masing-masing dukunganya.

Pemilihan di laksanakan di halaman SDN Lengis, tiga calon yang akan di pilih masyarakat untuk memimpin Desa Warung Menteng enam tahun kedepan adalah Maman Fatulloh, Ade Supriyadi, dan Entin Janatin.

Camat Cijeruk Hidayat Saputra Dinata mengatakan, pada tanggal 12 maret ini Desa Warung Menteng mengikuti pilkades serentak sebanyak 36 desa yang berada di kabupaten bogor, di Desa Warung Menteng ini di ikuti tiga calon kepala desa.

"Pemilihan di desa warung menteng ini masih secara manual, saya harap pada hari ini(minggu 12/03/17) baik laki-laki maupun perempuanya hadir ke TPS ini, untuk memberikan hak suaranya yang akan menentukan kepala desa enam tahun kedepan," ujarnya

ia meminta dan menghimbau apa bila calon kepala desa telah terpilih agar tidak evoria berlebihan, dan bagi yang tidak terpilih harus menerima kekalahanya dengan legowo, agar pemilihan yang telah kondusif dapat terus berlanjut,"kalo sudah terpilih jangan bergembira yang berlebihan hargai calon kepala desa yang lain, dan persiapakan diri untuk bertugas di desa, bangun desa ini agar pembangunan  merata demi kesejahtraan warganya," tutupnya.

Munjib Hermawan ketua pilkades menerangkan, ada 5.596 hak pilih dari dpt yang telah di tetapkan, peningkatan dua puluh persen pada pemilihan kepala desa pada tahun 2011 lalu," alhamdulilah pada pilkades tahun ini meningkat di banding enam tahun lalu, masyarakat pada pilkades ini sangat antusias di mana ada peningkatan sekitar dua puluh persen, ini berkat kerja keras panitia yang terus mensosialisasikan pilkades ini," ujarnya.

Dalam pemilihan tersebut calon petahan no 1 Maman Fatuloh menang telah ungguli lawan-lawanya dengan perolehan suara sebanyak 2931, sedangkan no 2 Ade Supriyadi mendapt suara 169, dan no 3 Entin Janatin 1252 suara, suara blangko sebanyak 140 suara, maka Maman Fatuloh kembali memimpin Desa Warung Menteng, terangnya. (Na/Sef)

 

Omardani Menangkan Pilkades Wates Jaya

0

IMG-20170313-WA0015

BERIMBANG.COM, Bogor – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa(Pilkades) Desa Wates Jaya usai dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola, Kampung Ciletuh Girang, Rt 04 Rw 04, Desa Wates Jaya, Kecamtan Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (12/3/17).

Proses pemungutan suara berjalan lancar dan kondusif. Untuk menjaga keamanan, selama pemilihan berlangsung dijaga ketat oleh pasukan BKO Brimob dan Polsek Cijeruk-Cigombong serta Koramil.

Dari lima calon Kepala Desa yang ada, Omardani No urut 3 telah memenangkan dalam Pilkades tersebut dengan meraih 1.918 suara pendukung, dari total Daftar Pemilih Tetap(DPT) sebanyak 6.192

Saat ditemui berimbang.com, Omardani Kepala Desa yang baru saja terpilih mengatakan, Ucapan terimakasih kepada Warga Masyaraka Desa Wates Jaya yang sudah memilih dan memberikan kepercayaan kepada dirinya sebagai Kepala Desa untuk priode 2017/2023.

" Atas dukungan dari Tokoh dan masyarakat sehingga saya terpilih menjdi Kepala Desa, saya bersiap mengabdikan diri untuk masyarakat wates jaya dengan moto Bangkit Bersama Wujudkan Perubahan," ucapnya

Awal dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kades, ia akan menciptakan pemerintahan desa wates jaya yang jujur dan transparasi, menata kelola pemdes sesuai peraturan yang ada, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

"Kita wujudkan dan tingkatkan desa Wates Jaya untuk lebih baik lagi, kerja dan program di berbagai kegiatan harus dapat dirasakan oleh lapisan masyarakat, serta mengikutksertakan peran serta masyarakat dalam berbagai kegiatan," pungkasnya.

Yusuf salah satu warga wates jaya sangat senang ketika orang pilihannya menang dalam Pemilihan Kepala Desa, sebagai masyarakat dirinya ingin ada perubahan untuk pemerintahan desa wates jaya. " semoga kepala desa yang baru ini menjadi pemimpin yang amanah, jujur, transparan, dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakatnya," ujarnya. (Na/Wan)

 

Kades Pasir Muncir Gelar Tablig Akbar

0

IMG-20170312-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Pemerintah Desa Pasir Buncir Gelar Tablig Akbar  dalam memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW sekaligus menyambut Isra Mi'raj, acara berlangsung di kantor Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Sabtu (11/3/17) pagi tadi
 
Acara Tablig Akbar tersebut dimulai dengan pagelaran Dong Dang dan Tausiah yang di sampaikan oleh Penceramah kondang, Prof. Dr. KH. Jujun Junaidi, dari Garut. Serta di hadiri oleh Bupati Purwakarta yang juga Calon Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Kab Bogor yang juga Calon Bupati Kab Bogor  Ade Rohandi (Jaro Ade) beserta dengan jajaran DPD Partai Golkar Kab Bogor, Camat Caringin, Para Alim Ulama, serta Tokoh dan Warga Desa Pasir Buncir.

Kades Pasir Buncir Komarudin Zaelani dalam sambutannya, mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh warga yang telah ikut mensukseskan acara Tablig Akbar ini, dan telah banyak mengorbankan materi dan tenaga, Selain itu dirinya juga mengucapkan banyak berterimakasih kepada ketua DPRD yang mau meluangkan waktunya untuk hadir di Desa ini.

 " Saya ucapkan terimakasih banyak kepada yang hadir pada hari ini, dalam acara memperingati Maulid Nabi Muhamad Saw, serta menyambut Isra Miraz ini, semoga Iman Islam kita diterima Allah SWT dan di beri rizki yang berlipat ganda," ucapnya.

Sementara itu, Ade Rohandi(Jaro Ade) Calon Bupati Bogor memberikan sambutan dan memperkenalkan satu persatu Anggota Dewan yang hadir dalam acara tablig akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pasir Buncir ini.

Di singgung mengenai Pilkada, Jaro Ade Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor ini mengatakan, dalam menghadapi Pilkada mendatang Partai Golkar sudah dan sedang melakukan penjajakan komunikasi politik dengan semua partai politik (parpol). “Partai Golkar sudah membentuk tim untuk berkomunikasi dengan partai lain dengan baik,” ujarnya. (Na/Wan)

 

Ormas Dan Debt Collector ( Matel) Bentrok Di Bogor

0

IMG-20170310-WA0047

BERIMBANG.COM, Bogor-  Bentrokan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Debt Collector (Matel) di Jalan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (9/3/2017) sekitar pukul 18:00 wib.

Terjadinya bentrokan berawal dari salah satu warga yang diambil paksa kendaraanya oleh Debt Collector di jalanan, atas kejadian Tersebut kelompok Ormas Melakukan Sweeping Ke Sejumlah Jalan dimana Para Debt Collector sering mangkal, didalam perjalanan Sweeping Kelompok Ormas menjumpai para Debt Collector yang diduga sering merampas kendaraan secara paksa.

Salah satu anggota Ormas, Ajid menerangkan, Setelah mengetahui salah satu warga yang di ambil paksa kendaraannya oleh Debt Collector kami langsung melakukan sweeping sepanjang jalan dimana para Debt Collector tersebut mangkal, setelah menjumpai beberapa Debt Collector dan berniat untuk mengkonfirmasi atas kejadian penarikan kendaraan, namun para Debt Collector tersebut tidak menerimanya.

“ Saat kami mengkomfirmasi Salah satu Debt Collector tidak terima dan malah mereka menantang kami untuk berkelahi, adu mulutpun tak terhindarkan akhirnya bentrokpun terjadi di lokasi,” terangnya. Kamis(9/3/17) 

Kasat Reskrim Polresta Bogor, Kompol Condro Sasongko mengatakan, Pihaknya langsung mengamankan sembilan belas orang yang terlibat dalam bentrokan antara Ormas dengan Debt Collector. “kami sudah mengamankan Sekitar 19 orang untuk menjalani Pemeriksaan, selain itu kami juga mengamankan barang bukti yang disita berupa senjata tajam, telepon genggam, dan beberapa unit kendaraan yang rusak," ujarnya
(Na/Wan)

 

Kecamatan Caringin Mendata UMKM Sekaligus Pendataan Ijin

0

IMG-20170309-WA0110

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemerintah Kecamatan Caringin adakan pendataaan Usaha mikro kecil menengah (UMKM) sekaligus pendataan izin, acara yang di laksanakan di gedung Kantor Kecamtan Caringin, Kabupaten Bogor.

Bagas jonathan, ketua UMKM kecamatan Caringin, menerangkan, bahwa kegiatan sekarang pembahasan izin umkm sekaligus pendataan. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman terhadap pengusaha mikro agar pemasaran lebih tumbuh pesat dengan baik.

Selain itu, setiap umkm harus memiliki izin usaha umkm. Dengan adanya kegiatan ini maka, semua koperasi untuk mengenai perizinannya akan diurus oleh pengurus koperasi kecamatan.

" Karena semua ini sudah aturan kementrian agar usaha umkm disarankan memiliki izin, maka izinnya semuanya akan kami urus", ungkap Bagas kepada berimbang.com, Kamis (9/3/17)

Bagas yang biasa disapa Joe, menjelaskan, untuk pemasaran setiap umkm tentunya akan lebih pesat, karena setiap produk umkm biasa dijual ke perorangan sekarang pemasarannya sudah ditambah melalui on line.
terhadap umkm khususnya diwilayah Caringin.

"Pemasarannya akan lebih pesat, karena sudah dibantu dengan pemasaran melalui on line, umkm kecamatan caringin sekarang sudah memiliki website pribadi untuk membantu market", jelasnya.

Sementara itu, Dedi sunardi kasie Ekbang kecamatan Caringin menambahkan, kegiatan ini semuanya untuk membantu pengusaha umkm atau usaha mikro. " pihak kecamatan hanya sebatas membantu pasilitas dan mengarahkan apa yang dibicarakan oleh orang dinas koperasi", imbuhnya.

Bubung, salah satu pengusaha jaket kye kye produk bogor, sangat bahagia dengan adanya kegiatan seperti sekarang, karena pemasaran produksi nya akan lebih bertambah.

" Pemasaran selain ke perorangan, namun setelah adanya website umkm tentunya kedepan pesanan jaket akan lebih bertambah", ucapnya. (Na/Wan)

 

Tidak Ada Kepastian Hukum, Warga Desa Wates : Pak Jokowi.. Tersangka Pungli Tol Bocimi Kok Kebal Hukum

0

IMG-20170306-WA0015

BERIMBANG.COM, Bogor- Keinginan warga Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang menjadi korban pungutan liar (pungli) saat menerima Uang Ganti Rugi (UGR) pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Bocimi agar pihak yang terlibat melakukan pungli baik secara langsung ataupun tidak langsung segera diseret ke penjara, masih jauh panggang dari api. Pasalnya, semenjak mengambil alih penanganan kasus dari unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Cigombong pada Senin (06/02/2017) lalu, hingga saat ini Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor belum menahan satupun tersangka kasus yang mendapat sorotan dan menjadi isu Nasional itu.

Fakta lain, para korban pungli bukannya mendapat keadilan dan kepastian hukum, tapi justru mendapat ancaman maupun intimidasi dari pihak yang terlibat pungli agar tidak memberikan kesaksian. Sementara itu, meskipun telah menyita buku tabungan milik penerima UGR untuk dijadikan alat bukti serta memintai keterangan puluhan saksi baik saksi korban, terduga pelaku hingga saksi kejadian, penyidik Satreskrim Polres Bogor malah asyik berkutat dalam proses penyidikan tanpa ada perkembangan sehingga menimbulkan asumsi bahwa penanganan kasus pungli tol Bocimi jalan ditempat atau sengaja diambangkan.

" Saya sudah berulang kali dipanggil untuk dimintai keterangan. Materi pertanyaan dari polisi saat menjalani pemeriksaan pertama kali, ditanyakan kembali saat pemeriksaan lanjutan yakni seputar pencairan UGR dan modus pemotongan yang dilakukan IT selaku bendahara desa kepada para penerima UGR," ungkap Asep warga penerima UGR yang jadi korban pungli.

Yang lebih saya tidak mengerti, kata dia lagi, aparat kepolisian belum juga menahan pihak yang telah melakukan pemotongan padahal sudah jelas sangat merugikan dan para korban pun mengalami upaya intimidasi berupa teror atau ancaman. 

" Berlarut-larutnya penanganan kasus ini membuat kami menjadi ragu dengan janji Bapak Presiden Jokowi yang akan memberantas segala bentuk pungli. Buktinya, pelaku seolah tidak tersentuh alias kebal hukum," keluhnya.

Senada dilontarkan SDN (53) korban pungli lainnya. Sebagai warga biasa, ia hanya bisa pasrah dengan Ketidakadilan yang dialaminya. Meski begitu, dirinya tetap berharap polisi  mengungkap kasus tersebut dan menyeret para pelakunya ke penjara. 

" Yah gimana lagi Mas, kami hanya orang kecil yang berharap ada keadilan. Harusnya, ada perhatian serius dari pemerintah maupun petinggi polisi karena yang menjadi korban adalah warga miskin," imbuhnya.

Pengamat hukum Hafidz berpendapat, ada dugaan keterlibatan pejabat dan oknum lainnya dalam kasus pungli tol Bocimi. Maka dari itu, penyidik Satreskrim Polres Bogor harus segera menahan tersangka lalu mengusut aliran dana hasil pungli tersebut.

" Penanganan sebuah perkara akan sulit jika ada keterliban pejabat maupun oknum lainnya. Agar tidak terjadi pembiaran kasus, semua pihak musti mengawal penanganannya," papar  Sekjen Bina Generasi Bangsa itu.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, bahkan menuding adanya dugaan pembiaran oleh jajaran kepolisian Resort Bogor sehingga kasus yang ditanganinya mengambang. Harusnya, dengan adanya dua alat bukti yakni keterangan saksi korban dan buku tabungan rekening penyidik sudah bisa menetapkan tersangka.

“ Kalau sudah ada bukti dan keterangan saksi, kenapa tidak juga ada tersangka? Mabes Polri musti turun tangan dengan menurunkan Tim Propam untuk mengusut apakah ada keterlibatan oknum dalam kasus ini sehingga proses hukum tidak berjalan alias mandeg, terlebih pemberantasan pungli adalah agenda Kapolri,” ujarnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan mengaku hingga saat ini  masih melakukan penyidikan dengan memintai keterangan  saksi-saksi karena kasus dugaan pungli yang ditangani jajarannya bukan hasil Operasi Tangkap Tangan(OTT) tapi karena adanya aduan warga yang menjadi korban sehingga mengalami kendala dalam mengungkapnya dan belum bisa menentukan tersangka kasus tersebut.

" Kasus ini bukan OTT tapi adanya aduan. Artinya, kasus ini sudah terjadi lama, dan sampai saat ini belum bisa di tetapkan tersangka karena masih tahap penyidikan dan butuh waktu untuk mengungkapanya," jelas AKP Bimantoro. (Na)

 

Pelantikan PAC dan Pengurus Ranting PP Sukamakmur Berjalan Sukses

0

IMG-20170308-WA0068

BERIMBANG.COM, Bogor – Pelantikan PAC dan pengurus ranting Pemuda Pancasila Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor di lapangan bola pasir gadung tepatnya di Jalan Raya Sukamakmur, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor berjalan sukses. Selasa (07/03/2017).

Instruktur Pelatih PP, Robi mengatakan, acara ini dihadiri oleh Ketua MPO, Ketua MPC, Ketua Srikandi, ketua Sapma, Kotimahatidana Kabupaten Bogor, Kapolsek, Danpos, Camat, Ketua KNPI Kabupaten Bogor, Kepala Desa, Ketua Apdesi, MUI, Tokoh Agama, serta pengurus PAC Pemuda Pancasila dari Jonggol, Gunung Putri, Kelapa Nunggal, Citeureup, Cibinong, Cariu, Tanjungsari, Darmaga, Jakarta Timur, Tangerang Selatan dan warga masyarakat Kecamatan Sukamakmur.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Sukamakmur masa bakti 2016-2019 terpilih, Ringgi Zaeni Ikbal mengatakan, acara berjalan sukses, meriah dan tidak ada kendala.

"Sungguh luar biasa, inilah yang diharapkan, ini momen yang tidak bisa dilupakan dan untuk bahan cerita generasi yang akan datang," ucap Ringgi.

" Dengan terpilihnya saya disini, saya menghimbau kepada seluruh anggota pemuda pancasila yang ada di kecamatan sukamakmur khususnya, untuk bekerja sama dan bahu membahu guna menjalankan organisasi agar tetap berputar demi mencapai target kesuksesan," ujar Ringgi.

" Mudah-mudahan kepemimpinan PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Sukamakmur yang baru ini, selalu berkarya dan selalu bersinergi baik dilingkungan masyarakat maupun aparatur pemeritah yang ada di wilayah kecamatan sukamakmur khususnya dan umumnya diluar wilayah, '' harapnya. ( Ahmad )

 

Kepala BPN Depok Himbau Masyarakat Urus Sertifikat Tanpa Jasa Perantara

0

Kepala Kantor BPN Depok, Almaini
Kepala Kantor BPN Depok, Almaini

BERIMBANG.COM, Depok – Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Almaini menghimbau kepada masyarakat yang akan mengurus pelayanan di Kantor BPN untuk mengurus sendiri kepengurusan sertifikat tanah, hal ini dikatakan Almaini, masyarakat harus bisa mengurus sendiri supaya masyarakat tidak terlalu mengeluarkan dana lebih untuk menggunakan pelayanan yang sudah ditetapkan sesuai Standar Operasional Prosedure (SOP).

" Pengurusan sertifikat tanah tidak sulit, kalau semua persyaratan sudah dipenuhi, sertifikat pasti cepat selesai," terang Almaini kepada berimbang.com diruang kerjanya. Selasa (7/3/2017).

Yang menjadi kendala, menurut Almaini adalah berkas yang tidak komplit, sehingga berkas semakin menumpuk di kantor selama bertahun – tahuh karena masyarakat tidak mau melengkapinya.

" Jadi jangan salahkan BPN kalau pengurusan sertifikatnya tidak selesai – selesai hingga bertahun – tahun dan kami tidak menyulitkan pemohon pelayanan," ujar Almaini.

Terkait kepengurusan PPAT oleh  Notaris, Almaini mengatakan pelayanan yang dilakukannya juga sama dengan masyarakat yang datang, mereka tetap mendaftar ke loket dan tidak ada yang menjadi prioritas dalam hal pelayanan dan tetap mengantri.

" Siapapun yang akan mengurusnya, kami perlakukan sama dan tidak membeda -bedakan semua mempunyai hak yang sama dalam menggunakan pelayanan," ucapnya.

" Memang sebelum pengurusan sertifikat ke BPN wajib melalui PPAT Notaris atau Kecamatan setempat setelah itu PPAT memberikan surat pengantar ke BPN dan perubahan Akte Jual Beli," tambah Almaini. (Iik).

 

Dirut RSUD Ciawi Terancam Pidana

0

IMG-20170307-WA0100

BERIMBANG.COM, Bogor- Managemen RSUD Ciawi terancam dipidanakan lantaran salah seorang keluarga pasien bernama Marjuki merasa janggal dengan sistem pembayaran biaya berobat yang tidak sesuai antara jumlah tagihan dengan pemotongan BPJS. Upaya mediasi dengan pihak direksi rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu pun tidak membuahkan hasil karena Direktur RSUD Ciawi Dr Hesty tidak hadir dengan alasan sedang melangsungkan pertemuan dengan jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, padahal sehari sebelumnya Direktur RSUD mengundang dirinya untuk membahas persoalan tersebut.

" Kemarin saya diundang direktur RSUD Ciawi untuk bertemu dan membahas masalah ini, tapi nyatanya dia (Dr Hesty, red) tidak ada," kesalnya usai menyambangi RSUD Ciawi,  Selasa (07/03/2017).

Karena tidak hadir, kata dia lagi, maka akan dilakukan pertemuan kembali pada Sabtu mendatang. Namun apabila Direktur RSUD tetap tidak hadir, kata dia lagi, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

" Direktur RSUD Ciawi juga telah melakukan pencemaran nama baik dengan mengatakan saya belum bayar tagihan biaya. Lah, ini bukti pembayarannya," imbuh dia.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Ciawi bagian Administrasi, Dr Sri Wulantari menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Direktur RSUD karena ada tugas luar yakni melakukan pertemuan dengan jajaran Kemenkes. Ia juga mengaku, akan segera melakukan koreksi atas tagihan keluarga pasien.

"Mewakili Dirut, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Dirut disini. Beliau saat ini sedang ada pertemuan dengan Kemenkes hingga hari Kamis Besok. Saya selaku Wakil Direktur Administrasi akan segera melakukan koreksi atas Tagihan yang sudah dibuat" papar Sri Wulantari.

Kesalahan Dirut menyampaikan pasien belum membayar, jelasnya, ada pada anak buah karena sudah memberikan informasi yang salah Sehingga Dirut menyampaikan hal demikian.

" Ada kesalahan penyampaian informasi dari bawahan kepada Direktur, jadi terjadi salah persepsi," jelasnya.

Koordinator Pengawas Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor, Adi Prabowo merasa prihatin atas persoalan yang terjadi sehingga merugikan pasien. Ia menegaskan, selain berhak mendapat pelayanan medis, pasien pun memiliki hak mendapatkan pelayanan administrasi yang benar.

" Jangan sampai pasien merasa dirugikan, ini harus jadi pembelajaran bagi managemen RSUD Ciawi," tandasnya. (Na/Yos)