Selasa, April 28, 2026
Beranda blog Halaman 361

Sudah Kantongi Alat Bukti, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Praktik Pungli Pembebasan Lahan Tol Bocimi

IMG-20170221-WA0059

BERIMBANG.COM, Bogor- Intruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) agar segala bentuk praktik Pungutan Liar (Pungli) di negeri ini diberantas, nampaknya sulit untuk dilaksanakan. Buktinya, meskipun telah memeriksa sejumlah saksi dan mengantongi alat bukti berupa buku tabungan milik warga penerima Uang Ganti Rugi (UGR) alias korban pungli, tapi jajaran kepolisian Resort Bogor belum menetapkan tersangka kasus dugaan pungli dalam pembebasan lahan untuk pembangunan proyek jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Pakar Hukum Pidana dari Universitas Pakuan Bogor, Bintatar Sinaga mengaku aneh dengan penanganan kasus tersebut mengingat desakan agar pelaku ditangkap dan dugaan pungli itu diusut tuntas makin deras mengalir baik dari elemen masyarakat, angggota dewan hingga Bupati Bogor Nurhayanti sebagai orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman. 

Menurut dia, harusnya aparat penegak hukum menjadikan pengungkapan kasus pungli sebagai skala prioritas karena selain menjadi komitmen Presiden Jokowi dengan membentuk Satgas Saber Pungli dan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016 yang kemudian diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM, juga menjadi sorotan publik dalam pemberantasannya namun juga tidak mengesampingkan pelanggaran hukum lainnya. 

“ Adanya saksi korban pada sebuah pelanggaran hukum dalam hal ini kasus dugaan praktik pungli, sudah tentu ada pelakunya. Jadi tidak ada alasan bagi polisi untuk tidak segera menetapkan status tersangka bagi pihak ataupun orang yang diduga berbuat pungli, setelah dilakukan proses pemeriksaan dan menyita buku rekening tabungan milik korban sebagai barang bukti,” ungkapnya, Senin (20/02/2017).

Pengumpulan alat bukti dalam proses penyidikan sebuah perkara, kata dia lagi, menjadi tugas polisi guna melengkapi berkas penyidikan sehingga bisa menetapkan tersangka. Siapapun orangnya bila ditemukan alat bukti dan telah memintai keterangan saksi korban (pelapor,red), terduga pelaku dan pihak-pihak yang dianggap mengetahui (saksi kejadian,red) maka harus segera ditahan. Hal itu bertujuan agar pelaku tidak kabur,menghilangkan sesuatu hal yang bisa dijadikan bukti dan pencegahan terjadinya upaya intimidasi terhadap saksi maupun korban sehingga bisa menghambat proses hukum. 

“ Upaya intimidasi berupa teror kepada korban oleh pelaku sudah terjadi,sehingga jadi pemberitaan disejumlah media masa baik media lokal maupun nasional. Atas dasar itu, penetapan tersangka lalu tindakan penahanan pelaku harus segera dilakukan,” imbuhnya. 

Senada dilontarkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Bahkan, Neta menuding adanya dugaan pembiaran oleh jajaran kepolisian Resort Bogor sehingga kasus yang ditanganinya mengambang. Harusnya, dengan adanya dua alat bukti yakni keterangan saksi korban dan buku tabungan rekening penyidik sudah bisa menetapkan tersangka. 

“ Kalau sudah ada bukti dan keterangan saksi, kenapa tidak juga ada tersangka? Mabes Polri musti turun tangan dengan menurunkan Tim Propam untuk mengusut apakah ada keterlibatan oknum dalam kasus ini sehingga proses hukum tidak berjalan alias mandeg, terlebih pemberantasan pungli adalah agenda Kapolri,” ujarnya. 

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan mengaku hingga saat ini masih melaporkan penyidikan dengan memintai keterangan saksi-saksi karena kasus dugaan pungli yang ditangani jajarannya bukan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) tapi karena adanya aduan warga yang menjadi korban sehingga mengalami kendala dalam mengungkapnya dan belum bisa menentukan tersangka kasus tersebut. 

“ Kasus ini bukan OTT tapi adanya aduan. Artinya, kasus tersebut sudah terjadi lama, dan sampai saat ini belum bisa ditetapkan tersangka karena masih tahap penyidikan dan butuh waktu untuk mengungkapnya,” jelas AKP Bimantoro. (Na)

 

Pilkades Kecamatan Cijeruk Diadakan Serentak

0

IMG-20170220-WA0094

BERIMBANG.COM, Bogor- Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak yang akan diadakan pada tanggal 12 maret mendatang, sudah memasuki tahapan penetapan Bakal Calon (balon) menjadi calon Kades, panitia pilkades Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor melaksanakan undian nomor urut bagi masing masing calon Kades, maka dari itu di ruang aula Kecamatan Cijeruk panitia menggelar rapat Pleno penetapan nama calon dan pengundian nomor calon, pengundian nomor calon di saksikan oleh muspika Kecamatan, tim sukses, Tokoh Masyarakat, dan para Ketua Rt dan Rw setempat.

Hasil pengundian tersebut, Maman Fatulloh mendapat nomor urut satu (1), Ade Supriyadi mendapat nomor urut dua (2), dan Entin Janatin mendapat nomor urut tiga (3).

" Alhamdulilah penetapan calon dan pengundian nomor urut calon sudah selesai dilaksanakan selanjutnya kami akan menetapkan daftar pemilih tetap (DPT), pendataan Daftar Pemilih Sementara(DPS) untuk sementara yang belum di tetapkan menjadi DPT sebanyak 5.490, nanti tim pemutahiran data akan menetapkan DPS menjadi DPT," ujar Munjib Hermawan Ketua Panitia Pilkades kepada Wartawan. Minggu (19/2/17)

Selanjut pada hari selasa kemarin juga mengadakan rapat penetapan  tahapan kampaye dan aturannya, hal itu akan di sepakati aturan dan tata tertib kampanye yang harus di patuhi para kandidat, kampaye para calon akan di mulai dari nomor urut satu yaitu tanggal enam maret, dilanjutkan keseokan hari nomor dua dan terakhir nomor urut tiga. tanggal delapan maret, sehingga ada jeda masa tenang tiga hari tanggal sembilan hingga tanggal sebelas, dan tanggal dua belas pada pelaksanaan pilkakdes yang bertempat di halaman kantor desa.

" Saya harap kedepannya para calon kades bisa mematuhi peraturan dan tata tertib yang telah di sepakati, serta panitia bisa bekerja lebih baik lagi hingga hari H nanti ," harap Munjib.

Maman fatulloh calon petahana yang kembali mencalonkan diri kembali, bertekad memenangkan dalam pilkades nanti. Sebab masih ada pembangunan yang masih harus ia teruskan.

" Saya siap bertarung kembali pada pilkades tahun ini, dan apabila masyarakat mempercayai saya kembali, maka saya akan lebih meningkatkan demi kemajuan desa ini, yang mana masih banyak pembangunan yang harus saya lanjutkan kembali demi kesejahteraan masyarakat, Insya Allah dari dukungan masyarkat, saya bisa memenangkan pilkades nanti," paparnya. (Na/Wan).

 

Tersangka Pungli Pembebasan Lahan Tol Bocimi Belum Terungkap, Forpublik Desak Polisi Lebih Transparan

IMG-20170220-WA0071

BERIMBAMG.COM, Bogor – Belum ditetapkannya tersangka Kasus dugaan Pungutan liar (Pungli) dalam pembebasan lahan untuk pembangunan proyek jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor oleh jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor meskipun telah memeriksa para saksi dan menyita sejumlah alat bukti diantaranya buku rekening milik warga penerima Uang Ganti Rugi (UGR) alias korban pungli,  kembali menuai sorotan.

Direktur Forum Studi Layanan Publik (Forpublik), Rico Pasaribu, mendesak agar aparat kepolisian lebih transparan dalam proses penyidikan serta menunjukan keseriusan dalam mengungkap kasus yang ditanganinya itu, sehingga tidak menimbulkan asumsi publik khususnya warga yang menjadi korban bahwa para pelakunya kebal hukum. Jika itu sudah terjadi, maka tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan supremasi hukum akan hilang.

" Belum adanya penetapan tersangka dalam kasus tersebut bisa menimbulkan asumsi negatif di masyarakat. Polisi sebaiknya transparan dalam setiap perkembangan dari proses penyidikan, agar kepercayaan publik tetap terjaga," ungkap Rico, Minggu (19/02/2017).

Lebih lanjut Rico menjelaskan, upaya pemberantasan pungli oleh pemerintah dengan membentuk satuan tugas sapu bersih pungutan liar alias Satgas Saber Pungli dengan  dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli kemudian diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM,  mendapat respon positif dari masyarakat luas. Harusnya, hal itu dijadikan tolak ukur serta acuan oleh penyidik Polres Bogor sehingga pengungkapan kasus dugaan pungli dalam pembangunan proyek Tol Bocimi jadi skala prioritas.

" Pemberantasan pungli menjadi sorotan publik, apalagi Presiden Joko Widodo sudah menyatakan perang terhadap hal itu. Penetapan tersangka kasus dugaan pungli dalam proyek tol Bocimi, bisa diartikan sebagai  bentuk komitmen pihak kepolisian dari Polres Bogor bahwa mereka akan mengusut tuntas kasus tersebut jadi harus secepatnya dilakukan," jelasnya

Suwandi (42) salah seorang warga Desa Wates Jaya yang terdaftar sebagai penerima UGR alias korban pungli, mengaku telah menjalani proses pemeriksaan pada Kamis (09/02/2017) lalu. Saat itu, dia bersama warga lainnya dimintai keterangan oleh penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor di Mapolsek Cigombong sebagai saksi korban. 

" Saya sudah diperiksa, dan buku rekening tabungan diambil petugas polisi sebagai barang bukti. Memang ada pemotongan sebesar 10 persen saat pencairan UGR gelombang pertama," ujarnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan menuturkan pihaknya masih melakukan penyidikan kasus dugaan pungli dalam proyek tol Bocimi dengan memanggil sejumlah saksi, baik yang diduga terlibat maupun saksi korban. Namun hingga saat ini belum ada penetapan satu pun tersangka dari kasus tersebut. (Na)

 

Panitia Pilkades Cigombong Resmikan 5 Calon Kades

0

IMG-20170220-WA0043

BERIMBANG.COM, Bogor – Lima Bakal Calon Kepala Desa(Kades)Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Resmi menjadi Calon Kades, Panitia Pemilihan telah menetapkan Lima Calon tersebut. Selain itu Panitia juga mengundi Nomor urut Calon Kades, hasil undian tersebut yaitu, Endang Rahmat No 1, Budi Rahayu No 2, Omar Dhani No 3, Enjah Sonjaya No 4, dan Wawan Setiawan No 5. Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Wates Jaya, dengan di hadiri oleh Muspika Kecamatan Cigombong, Kapolsek, Danramil serta Tokoh Masyarakat Desa Wates Jaya.belum lama ini.

Nurjaman panitia Pilkades mengatakan, Sesudah pengocokan nomor urut, Panitia juga menetapkan Tempat Pemilihan Suara(TPS) serta ada penambahan waktu kampanye, selain itu penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) telah selesai di laksanakan panitia. Maka Panitia tinggal menyelesaikan tahapan-tahapan selanjutnya mengenai pemilihan.

" Untuk persiapan Pilkades kami sudah siap 90 persen, nantinya tinggal lebih mempersiapkan lagi tahapan selanjutnya, dan untuk DPT di Desa Wates Jaya sebanyak 6.190 pemilih tetap, karena pada tanggal 9  sudah di tetapakn hak pilih, saya harap pada waktuny Pilkades di Desa Wates Jaya ini, aman dan sukses tanpa ekses," Ucap Nurjaman kepada berimbang.com, Minggu (19/2/17) pagi tadi.

Di tempat yang sama, Wawan Calon Kades No urut 5 mengatakan, Dirinya benar-benar siap dengan mencalonkan sebagai Kades, di tambah banyak dorongan-dorongan dari Para Tokoh dan Masyarakat. Apapun yang terjadi dirinya siap untuk berjuang demi kemenangan dalam Pilkades mendatang, ia berharap adanya perubahan kearah yang lebih baik lagi di Desa Wates Jaya ini,.

" Saya harap kedepanya desa wates jaya lebih baik lagi, dan itu tekad saya mencalonkan diri menjadi Kades. Saya akan berjuang semaksimal mungkin tentunya dengan tim sukses saya, insya Allah apa bila terpilih saya akan berbuat yang terbaik bagi kemajuan Desa ini" Ujarnya. (Na/Wan)

 

Tingkatkan Kamtibmas, Polsek Caringin Adakan Sayembara Kepada Warga

IMG-20170215-WA0174

BERIMBANG.COM, Bogor – Untuk mewujudkan  keamanan lingkungan serta menumbuhkan rasa menjaga Keamanan, Polsek Caringin membuat Sayembara bagi warga di wilayah hukum Polsek Caringin, Siapa yang dapat menangkap dan memberi Informasi tentang pelaku (C3) diberi hadiah 1 juta rupiah. Sayembara tersebut dilakukan untuk merangsang warga untuk berpartisipasi mejaga Kantibmas di Lingkungan.

Kapolsek Caringin, AKP Fitra Zuanda mengatakan, pihaknya akan memberikan hadiah secara langsung kepada Warga yang memberikan informasi atau menangkap pelaku Curas, Curat, dan Curanmor (C3) tersebut. Secara jelas, Akurat, barang bukti (BB ) harus ada, 

"Tujuan kami adakan Sayembara untuk meningkatkan kesadaran Masyarat mengenai Kantibmas terutama yang C3. Kita berikan Apreasi dan penghargaan kepada Masyarakat yang penting info tersebut harus A1 maka kita beri hadiah, namun jangan di lihat dari nominal karena ini sebagai bentuk penghargaan bagi warga yang berhasil membantu memberantas kejahatan, kejahatan yang terjadi di lingkungan kita, keamanan merupakan tanggung jawab bersama, kami penegak hukum hanya bisa mengurangi Kejahatan, dengan bantuan dari Masyarakat yang kami sangat hargai," ucapnya Fitra kepada berimbang.com, Rabu (15/3/17)

Masih Fitra,  Sayembara yang dilakukan adalah  sebagai bentuk rangsangan kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan di lingkungannya dari pelaku kejahatan. Maka Polsek Caringin memasang Baner (pengumuman) di lima titik yang Strategis yaitu, di Pasar, Pangkalan Ojeg, Puskesmas, serta di Daerah Rawan Kejahatan.

" Kami sudah pasang di titik strategis, kami akan pasang lagi di lima titik nanti. Untuk Saimbara itu bukan tujuan kami memberikan hadiah, namun sebagai bentuk kerja sama antara Warga dan Polisi, untuk menjaga keamanan agar bisa mengurangi kriminal di wilayah kami ini, mudah-mudahan dengan adanya Saimbara ini angaka Kriminal di Wilayah Hukum Polsek Caringin dapat berkurang," tutupnya. (Na/Wan)

 

Anggota DPRD Fraksi PKS Kab Bogor Gelar Reses Di Desa Pasir Jaya

0

IMG-20170214-WA0088

BERIMBANG.COM, Bogor – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Dapil  3 dari Partai Keadilan Sejahtra(PKS) Dedy Aroza mengadakan Reses di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Reses di laksakan di ruang Aula kantor Desa, di hadiri oleh Kepala Desa Pasir Jaya Gina Garmina, BPD, LPM, Babinsa, Babinmas, Ketua Rt/Rw, serta Ibu pkk dan kader Posyandu. Selasa (14/2/17) pagi tadi

Dedy Aroza mengatakan, Kedatangan dirinya ke Desa Pasir Jaya untuk mengadakan Reses, ia ingin mendengar langsun usulan dan keinginan warga Desa Pasir Jaya, ia juga sebagai Anggota Dewan hanya bisa menyampaikan keinginan warga tersebut, "Kami dengar dan kami akan sampaikan apa yang jadi keinginan warga, untuk keingainan warga ini kami hanya bisa menyampaikannya saja, adapun untuk eksekusinya ada di pemerintah daerah," ujar Dedy kepada berimbang.com

Dedy menambahkan, Dana aspirasi yang di terima oleh Pemerintah Desa Pasir Jaya beberapa waktu lalu telah di Realisasikan dengan baik, Dana Aspirasi tersebut digunakan untuk membangun posyandu sehingga bermanfaat bagi masyarakatnya.

" Saya lihat pembangunannya telah selesai semoga dengan adanya peningkatan posyandu di Desa ini bermanfaat bagi masyarakat untuk kesehatan bayi dan ibu hamil", tutupnya.

Di tempat yang sama, Gina Garmina Kepala Desa Pasir Jaya, mengatakan, Program Dana Aspirasi di Desa Pasir Jaya telah di gunakan untuk membangun dua Posyandu di Rw 05 dan 07, dan pembangunan jalan lingkungan. Semua telah selesai di bangun dan di bantu oleh warganya, dan ia mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD  yang telah memperhatikan warga desa pasir jaya.

"Alhmdulilah Dana Aspirasi dari Dewan sudah terealisasikan dengan lancar, saya berharap anggota DPRD,  Dedy Aroza untuk kedepannya akan memberikan lagi Dana Aspirasi, karena dana aspirasi ini sangat di rasakan betul manfaatnya bagi masyarakat bawah," ujarnya. (Na/Wan)

 

Anggota DPRD Kab Bogor Fraksi Gerindra Lakukan Reses Di Desa Sukamakmur

0

IMG-20170214-WA0020

BERIMBANG.COM, Bogor – ketua PAC Fraksi Partai Gerindra kecamatan Sukamakmur bersama anggotanya gelar acara Silaturahmi Dalam Rangka Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 2 Anggota Komisi 3 di Kantor Desa Sukamakmur, tepatnya di Jalan Raya Sukamakmur, Kampung Cihanjawar RT 002/003 Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor (13/02/3017).

Wakil Ketua PAC Fraksi Partai Gerindra  Kecamatan Sukamakmur, Abuy Samsuri mengatakan, acara ini di hadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 2 Anggota komisi 3 Fraksi Partai Gerindra, Adi Suwardi, ketua PAC, Ketua Ranting Sekecamatan Sukamakmur bersama anggotanya, Kepala Desa bersama jajarannya, Danpos, Babinmas, tokoh masyarakat beserta masyarakat Desa Sukamakmur, Pemuda Pancasila, Ibu-ibu PKK, acara ini di hadiri kurang lebih 200 orang. 

Kepala Desa Sukamakmur, Ansori Setiawan mengatakan, mengucapkan selamat datang kepada anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Gerindra, ini salah satu kerja, salah satu profesi beliau silaturahmi atau reses mendatangi kewarga masyarakat yang memilih. 

"Ini merupakan suatu tanggung jawab beliau datang kesini karna beliau sudah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor, kami sanget dekat bahkan menurut kami tidak asing lagi dengan beliau, ini suatu kesempatan bagi warga masyarakat untuk langsung mengajukan atau tuntutan-tuntutan yang ingin disampaikan guna mensejahterakan warga desanya masing-masing," Ucap Ansori.

Lanjutnya, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Partai Gerindra,  Adi Suwardi mengatakan, warga masyarakat Kecamatan Sukamakmur pada dasarnya kebanyakan hampir tidak mengetahui berapa semua anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 2 yang ada, tetapi hanya tahu partainya saja. 

" Maka kami menghimbau dengan di adakannya silaturahmi atau reses ini, semua warga masyarakat Kecamatan Sukamakmur ini mengetahui semua jumlah anggota dewan yang ada, mengenai pengajuan atau tuntutan warga masyarakat Kecamatan Sukamakmur akan kami perjuangkan, bahkan di tahun 2017 ini ada anggaran-anggaran yang segera dicairkan dan mudah-mudahan tidak ada kendala demi kemajuan bersama," ujar Ansori.

" Kedepannya Fraksi Partai Gerindra bisa membantu masyarakat sekecamatan Sukamakmur lebih maju lagi, " harapnya. (Ahmad)

 

Ormas Gempa Dorong Kapolsek Agar Tutup Tempat Hiburan Di Wilayah Cigombong

IMG-20170213-WA0117

BERIMBAMG.COM, Bogor- Puluhan Anggota Ormas Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) mendatangi Polsek Cijeruk-Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Kedatangan tersebut untuk melakukan Audensi bersama Kapolsek terkait dengan adanya Tempat Hiburan Malam (THM) yang berada di Wilayah Kecamatan Cigombong.

Ketua DPD Gempa, Al-Haidar mengatakan, Tujuan mendatangi dan berkumpul di Polsek untuk di adakannya Audensi, dirinya ingin Tempat Hiburan Malam (THM) yang berada di Wilayah Cigombong Ditutup, ada tiga THM di wilayah kecamatan Cigombong ini, yaitu Cafe Bambu dan dua Ruko yang di jadikan tempat Karaoke Korea yang diduga menyalahi perijinan.

" Kami ke sini  mengadakan Audensi dengan Kapolsek yang baru, di mana dalam Audesi ini kami meminta agar THM yang di jadikan tempat Maksiat segera ditutup, kami sebagai Ormas tidak mau wilayah kami ada tempat maksiat, makanya kami ingin ada tindakan dari pihak Polsek Cijeruk ini, apa bila tidak ada tindakan maka kami akan bertindak sendiri, jadi jangan salahkan kami apa bila sewaktu-waktu kami akan lakukan Sweping ke tiga tempat tersebut", kata Haidar kepada berimbang.com Senin (13/2/17) siang tadi.

Haidar menambahkan, pihak  kepolisian dan Ormas yang di pimpinnya telah melakukan kesepakatan, akan diadanya Klarifikasi ke pemilik tiga THM tersebut,

" Permintaan kami tidak akan berubah tetap pada tujuan semula  THM itu harus ditutup, kami juga telah kordinasikan dengan pihak Polres Bogor dan Kecamatan Cigombong, dalam Audensi ini pihak Polsek siap menutup tempat tersebut," tutupnya.

Kompol Saifudin Ibrahim, Kapolsek Cijeruk yang baru menjabat dua hari ini mengatakan, audensi yang dilaksanakan hari ini adalah terkait mengenai rencana aksi Sweping yang akan dilakukan pihak Ormas Gempa, maka sebagai penegak hukum akan berkomitmen dirinya seirama dan seaqidah dengan ormas gempa, karena tempat maksiat tidak ada nilainya di wilayah hukum polsek Cijeruk-Cigombong, diri nya dan jajarannya akan memperbaiki kultur budaya, sosial masyarakat, karena ini adalah langkah awal dirinya sebagai kapolsek Cijeruk- Cigombong.

" Langkah selanjutnya kami akan berkordinasi dengan pihak Danramil, Kecamatan, dan Pemerintan Desa. Karena saya  pribadi baru menjabat di sini, sejauh mana mengenai perijinannya, dan kami pun tidak bisa bertindak sendiri tanpa ada Kordinasi dengan pemerintah yang ada di wilayah kecamatan Cigombong. yang saya tahu dari anggota saya, perijinan itu adalah sebagai warung bukan THM, makanya kita akan tanyakan dulu perijinannya, apa bila di salah gunakan maka akan kita tutup," paparnya. (Na/Wan)

 

Polres Bogor Terus Dalami Praktik Pungli Proyek Tol Bocimi

IMG-20170213-WA0051

BERIMBANG.COM, Bogor – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor terus mendalami kasus dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pembebasan lahan untuk pembangunan proyek jalan Tol Bogor – Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Senin (13/02/2017) 

Penyidik dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor direncanakan akan memanggil sejumlah warga penerima Uang Ganti Rugi (UGR) alias korban pungli untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Kasubbag Humas Polres Bogor, AKP, Ita Puspita Lena menuturkan, kasus dugaan pungli dalam pembebasan lahan untuk proyek Tol Bocimi di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong  awalnya ditangani Satreskrim Polsek Cigombong kini diambil alih Satreskrim Polres Bogor dan proses penyidikan sedang berjalan. Untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, menurutnya, membutuhkan keterangan saksi dan alat bukti sehingga dibutuhkan proses waktu.

" Kasus dugaan pungli dalam proyek tol Bocimi, kini ditangani Satreskrim Polres Bogor dan penyidik sedang melakukan penyidikan dengan memanggil sejumlah saksi," Ujar AKP Ita Puspita saat dihubungi via selulernya. Minggu (12/2/17)

Sementara itu, fakta mengejutkan terjadi dilapangan. Sejumlah warga penerima UGR gelombang 1 (satu) korban praktik pungli mengaku diancam bakal dituntut balik oleh pihak yang  melakukan pemotongan jika memberikan kesaksian dalam kasus tersebut sehingga mereka meminta perlindungan dari aparat hukum.

" Kalau memberikan kesaksian kami akan dituntut balik. Kami siap membantu aparat hukum dengan menjadi saksi agar kasus ini bisa diungkap, tapi perlu juga perlindungan pemerintah supaya merasa aman," ungkap DN (47) warga asal Kampung Pangatian, Desa Wates Jaya.

Upaya pengancaman terhadap warga penerima UGR yang menjadi korban pungli ini langsung mendapat reaksi dari Anggota Dewan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan meminta agar warga yang menjadi korban agar tidak terpengaruhi ancaman dari pihak yang diduga terlibat pungli, karena akan ada perlindungan dari pemerintah maupun lembaga terkait. Ia juga mendesak jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, turun tangan membantu penyidik dari Polres Bogor agar kasus itu segera terungkap.

" Jangan takut diancam. Kesaksian warga yang menjadi korban dibutuhkan aparat hukum dalam membongkar kasus ini. Semua elemen masyarakat harus ikut mengawasi proses penanganan atau penyidikan yang sedang dilakukan Polres Bogor, termasuk anggota dewan," ujarnya.

Politis partai Gerinda itu berharap ada keseriusan aparat hukum dalam membongkar kasus pungli tersebut. Pasalnya, nominal pemotongan yang dilakukan oknum terhadap penerima UGR sangat tinggi sehingga merugikan masyarakat.

" Saya sudah menerima laporan adanya pungli tersebut saat menghadiri rapat Musrembang di wilayah Cijeruk dan Cigombong. Bahkan ada warga penerima yang dipotong hingga puluhan juta, jadi kasus ini harus diusut tuntas," tegasnya. (Na)

 

Rawan Bentrok, Bukit Alisano Cipelang Ditutup

IMG-20170213-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cijeruk melaksanakan Patroli di sekitaran Bukit Alisano dalam rangka mengantisipasi kerawanan bentroknya para pengunjung dengan Warga Desa Cijeruk dan Desa Cipelang yang sering melakukan Sweping di lokasi Bukit Alisano di Wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Belum lama ini.

Pasalnya setelah di tutupnya Bukit Alisano oleh pihak Muspika Kecamtan Cijeruk beberapa minggu lalu, masih saja banyak para pengunjung yang datang kelokasi untuk melaksanakan kemah.

Kepada berimbang.com, Rony Komandan Regu (Danru) Pol PP mengatakan, Patroli di laksanakan selama 24 jam, dari pukul 8.00 (sabtu) pagi, sampai pukul 11.00 (minggu) siang. " Di laksanakannya Patroli ini, karena Ratusan Warga Kawung Luwuk Desa Cijeruk sering melakukan Sweping ke Bukit Alisano setiap hari sabtu malam minggu," ujar Rony.

Lebih lanjut Rony menjelaskan, anggotanya jaga 24 jam dari sabtu pagi hingga minggu siang, karena para pengunjung yang datang ke bukit ini paling banyak hari sabtu sampai minggu, sebelum adanya sweping dari warga seperti minggu-minggu kemarin maka instasinya melakukan antisipasi sebelumnya. 

" Masyarakat mempercayakan kepada kami mengenai keamanan bukit ini. Setelah di laksanakannya Patroli tidak ada satu orang pun warga yang datang kelokasi untuk melakukan sweping. Kami juga sebagai Petugas Trantibum, karena Bukit ini sudah di tutup maka yang datang ke sini kami berikan pengertian dan arahan agar mereka balik lagi untuk tidak mengadakan kegiatan Kemping di Bukit Alisano ini," ucap Rony.

"Alhamdulilah semalaman jaga situasi aman terkendali, karena masyarakat sudah mempercayakan kepada kami, dan tugas ini sudah sesuai kesepakatan hasil rapat di Desa Cijeruk sebelumnya", Pungkas  Rony. Minggu (12/2/17)

Wahyu, Warga Desa Cipelang mendukung dengan ada Patroli di sekitar Bukit Alisano sehingga tidak ada lagi pengunjung yang melaksanakan kemah di Bukit Alisano. 

Sebelumnya Wahyu sering terganggu  karena rumahnya yang menjadi lintasan pintu masuk, dirinya dan warga lainnya mempercayai sepenuhnya Trantibum di kawasan Bukit Alisano kepada Satpol pp, karena selama ini menurutnya, kawasan alisano sudah sangat meresahkan, dan mengganggu kenyamanan warga.

" Kami percaya kepada Satpol PP dengan Tupoksinya sebagai petugas trantibum, kami serahkan sepenuhnya kepada mereka, jadi ketika Wisatawan mau kemping akan mengerti bahwa bukit alisano ditutup untuk umum, karena kami khawatir terjadi hal yang tidak di inginkan antara pengunjung dan warga, kami berharap ini ditutup seterusnya kalau pun ini akan di buka kembali harus ada alternatif yang terbaik, kita bangun Agro Wisata di Kecamatan Cijeruk dengan benar dan profesinal, untuk kesejahtraan warga," ujarnya. (Na/Wan).