Penulis: Admin Berimbang

Berita Utama

Kemenhan Laksanakan Program Bela Negara hari Ini

bela negara

BERIMBANG.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan mulai melaksanakan program Bela Negara hari ini, Senin (19/10/2015), di 45 kabupaten/kota.

 Untuk tahap awal, program bela negara ini dilaksanakan bagi kader pembina yang dilakukan selama satu bulan.

Dirangkum dari berbagai sumber, Para peserta program akan mendapat pelatihan dari instruktur sipil dengan materi berupa 80 persen teori dan 20 persen praktik di lapangan.

Adapun, materi inti terdiri dari bela negara dan cinta tanah air, yang mencakup masalah nilai kebangsaan, pengetahuan sistem pertahanan, dan wawasan nusantara.

Kader pembina diharapkan memiliki klasifikasi memahami, mengerti dan mampu mengimplementasikan nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, yang terutama, kader pembina harus mampu mensosialisasikan konsep bela negara yang dipelajari kepada orang lain.

Peserta dalam pelatihan ini dibatasi hanya 100 orang per kabupaten/kota, sehingga total peserta 4.500 orang. Karena keikutsertaan peserta secara sukarela, jumlah pendaftar seringkali melebihi kuota yang ditentukan, sehingga Kemenhan perlu membuat seleksi kecil.

Program yang dimulai hari ini adalah semacam program percontohan terkait konsep bela negara yang diinisiasi Kemenhan.

Setelah dilaksanakan selama satu bulan, tim dari Kemenhan baru akan mengevaluasi program bela negara tersebut.(rn)

Daerah

Dua Mahasiswa Asal UINSA Meninggal Saat Orientasi

Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Malang – Sepertinya penyelengara pendidikan di negeri ini enggan untuk belajar dari sejumlah kasus pilu yang sebelumnya sudah banyak terjadi. Dua mahasiswa asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) meninggal sia-sia saat menjalani orientasi dan diklat UKM pecinta alam Mapala.

Meski keluarga korban menolak diotopsi, polisi menyatakan akan tetap mengusut kasus ini. “Sekarang kasus masih ditangani Polsek Pagak, tapi akan segera kami pusatkan di Polres,” kata AKP Adam Purbantoro, Kasat Reskrim Polres Malang, Minggu 18 Oktober 2015.

Pemusatan penyelidikan akan dilakukan di Polres Malang agar penanganan lebih cepat dan terpusat. Saat ini polisi telah memeriksa tiga panitia kegiatan diklat Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel (Mapalsa). Polisi akan mengembangkan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi lain terkait kejadian itu.

Sebelumnya, Dua mahasiswa meninggal saat menjalani pendidikan dan pelatihan unit kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel (Mapalsa) di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (17/10/2015).

Keduanya adalah Yudi Akbar Rizky (18), mahasiswa UINSA semester 1, warga Sukilolo Park Regency 1/16 Surabaya; dan Lutfi Rahmawati (19), warga Jalan Barata Jaya 7/41 Surabaya.(Rima)

Depok

Incaran Klub Besar Eropa, Arsenal Lirik Aubameyang

arsenal-logo

BERIMBANG.COM – Penyenrang Borussia Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang benar-benar akan menjadi komoditas panas di bursa transfer Januari mendatang. Penyerang asal Gabon ini tengah menjadi incaran banyak klub besar di Eropa.

Terbaru, Arsenal dikabarkan tengah menyiapkan dana hingga 35 juta pounds untuk bisa memakai servis Aubameyang.

Namun sodoran dana dari Arsenal tersebut tidak otomatis menjadi jaminan bahwa Aubameyang akan segera berkostum The Gunners. Saat ini masih banyak klub yang juga menyiapkan dana segar untuk mendapatkan jasanya.

Tak kurang dari Barcelona dan Liverpool juga dikabarkan menjadikan penyerang 26 tahun ini sebagai target idaman mereka.

Sementara itu, kabar terakhir menunjukkan bahwa Aubameyang masih merasa nyaman berada di Dortmund. Ia sedang menikmati masa-masa terbaiknya bersama Die Borussien.

Daerah

Kepala Sekolah dan 10 Tetangga Kampung Gagahi ABG Hingga Hamil

Ilustrasi Pemerkosaan1

BERIMBANG.COM, Medan – Seorang ABG asal Samosir IS (16) yang tengah hamil sekitar 8 bulan, kini berada di bawah perlindungan Dinas Kesejahteraan dan Sosial Pemprov Sumut di Medan. Anak di bawah umur ini merupakan korban perkosaan 11 orang di kampungnya.

Informasi dihimpun, IS merupakan warga Desa Lumban Suhi-suhi Toruan, Pangururan, Samosir, Sumut. Dia anak petani miskin yang putus sekolah saat duduk di kelas 1 SMP.

Pelaku pemerkosaan terhadap IS disebutkan berjumlah 11 orang. Perbuatan itu dilakukan dalam waktu yang berbeda. Perkosaan pertama kali dilakukan J. Laki-laki itu mengancam akan memerkosa adik korban jika tidak menuruti permintaannya.

Kemudian 10 pelaku lain juga memperkosa IS. Salah seorang pelaku merupakan oknum kepala SD berinisial BS.

“(Dia melakukannya) waktu mengambil ijazah,” kata IS kepada Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait yang menemuinya di Dinas Kesejahteraan dan Sosial Pemprov Sumut, Jalan Sampul, Medan, Sabtu (10/10).

Peristiwa perkosaan ini sudah dilaporkan ke polisi pada 31 Juli 2015 siang dengan bukti laporan bernomor STPL/127/VII/2015/SPKT/SMR. Laporan diterima Bripda Rizky Wahyudi.

Seorang pelaku dilaporkan sempat kabur ke Jakarta karena dilaporkan ke polisi. Namun dia meninggal di pelarian karena sakit.

Kapolres Samosir AKBP Jonni Sihaloho mengatakan, kasus yang dilaporkan IS masih diselidiki. Mereka sudah menetapkan seorang terlapor sebagai tersangka, yaitu JS alias K (45), seorang petani.

“Penetapan tersangka itu berdasarkan gelar perkara dan minimal 2 alat bukti yakni visum et repertum, keterangan korban dan saksi kakak korban serta 1 unit kendaraan roda dua dan sandal milik tersangka,” jelasnya.

Namun saat ini tersangka sudah tidak ada lagi di tempat tinggalnya. Polisi masih melakukan pencarian. “Akan segera dilakukan penerbitan DPO,” sambungnya.

Sementara para terlapor lain mulai diperiksa Senin (12/10) hingga Rabu (14/10). Surat panggilan pemeriksaan sudah dikirim sejak seminggu lalu.

“Kita juga ada kesulitan, karena si pelapor ada keterbelakangan mental. Keterangannya juga berubah-ubah. Laporan dibuat dua kali, yang pertama disebut pelaku si anu, kemudian dia ingat lagi, pelakunya si anu,” ucapnya

Selain itu, lanjut Eko, dalam laporan visum tidak ada disebutkan IS dalam keadaan hamil. “Yang ada hasil visum, selaput daranya memang rusak,” ujarnya.

Salah seorang dari 11 yang dilaporkan IS (16) ke polisi merupakan oknum kepala sekolahnya yang berinisial BS. Dia diperkosa saat mengambil ijazah di rumah pelaku.

Berdasarkan pengakuan IS, BS memang bukan yang pertama memerkosanya. Namun, dia melakukan perbuatan itu sampai tiga kali.

Menurut IS, peristiwa itu terjadi pada Desember 2014. Kejadiannya berawal ketika dia dipanggil BS yang menawarinya ijazah SD-nya yang belum diambil karena tidak ada uang.

Tanpa curiga, IS tak menolak. Dia kemudian dibawa ke rumah BS yang ketika itu memang sedang sepi. Laki-laki itu kemudian membawanya ke rumah kosong di sebelah rumahnya kemudian memperkosanya di sana.

BS disebutkan tiga kali menggagahi IS dengan ancaman, karena ijazahnya belum juga diberikan. Perbuatan itu dilakukan pada hari yang berbeda.

Nama BS juga disebut sebagai salah seorang dari 11 pelaku yang memerkosa IS. Namun, keluarga korban menyebut putra BS merupakan personel kepolisian sempat mengancam mereka. Belakangan BS bahkan disebutkan menari-nari mengejek keluarga korban karena kasusnya tidak diproses.

“Itu perbuatan keji dan sangat menjijikkan dan sangat melecehkan seorang anak perempuan. Apalagi pelaku sempat menari-nari dan mengusir keluarga korban dari kampung. Polisi harus segera menangkap pelaku. Menjijikkan jika laporan ini tidak ditindaklanjuti,” kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait.

Kapolres Samosir AKBP Jonni Sihaloho membantah penanganan perkara ini lambat karena putra salah seorang terlapor merupakan oknum kepolisian. “Nggak begitu. Memang korban melaporkan seorang mantan kepala sekolah. Cuma kita kesulitan karena dia ada keterbelakangan mental dan keterangannya berubah-ubah,” tandasnya.(mdk)

Sejarah

Kematian Kennedy Dengan Penggalian Emas PT. Freeport Di Papua ?

freeport

BERIMBANG.COM – Presiden John F Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Kematian Kennedy masih menjadi misteri hingga saat ini. Dia adalah sahabat dekat Presiden Soekarno. Kematian Kennedy langsung mengubah peta politik dunia.

“Kennedy berpikiran progresif. Ketika aku membicarakan masalah bantuan kami, dia mengerti. Dia setuju. Seandainya Presiden Kennedy masih hidup tentu kedua negara tak akan berseberangan sejauh ini,” kata Soekarno menyesali tragedi ini dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams.

Sebagian pihak menilai pembunuhan Kennedy penuh nuansa politis. Apa hubungan Kennedy dengan penggalian emas PT Freeport?

Lisa Pease membeberkan hal itu dalam artikel berjudul ‘JFK, Indonesia, CIA, and Freeport’ di majalah Probe tahun 1996. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC.

Freeport ternyata sudah lama mengincar Papua. Tahun 1959, perusahaan Freeport Sulphur nyaris bangkrut karena tambang mereka di Kuba dinasionalisasi oleh Fidel Castro. Dalam artikel itu disebut berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Di tengah kondisi perusahaan yang terancam hancur itu pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur menemui Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen.

Gruisen bercerita dirinya menemukan laporan penelitian di Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Disebutkan tembaga di gunung ini tak perlu susah-susah digali. Ibarat kata tinggal meraup, karena tembaga berada di atas tanah.

Wilson tertarik dan mulai mengadakan survei ke Papua. Dia setengah gila kegirangan karena menemukan gunung itu tak hanya berisi tembaga tapi emas! Ya, dia menemukan gunung emas di Papua.

Tahun 1960, suasana di Papua tegang. Soekarno berusaha merebut Papua dari Belanda lewat operasi militer yang diberi nama Trikora. Freeport yang mau menjalin kerjasama dengan Belanda lewat East Borneo Company pun belingsatan. Kalau Papua jatuh ke Indonesia bisa runyam urusannya. Mereka jelas tak mau kehilangan gunung emas itu.

Wilson disebutkan berusaha meminta bantuan John F Kennedy. Tapi si Presiden AS itu malah kelihatan mendukung Soekarno. John pula yang mengirimkan adiknya Bob Kennedy untuk menekan pemerintah Belanda agar tak mempertahankan Papua. JFK juga yang mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa menurut.

Agaknya Belanda pun tak tahu ada gunung emas di Papua sehingga mereka menurut saja disuruh mundur oleh AS.

Kontrak Freeport pun buyar. Apalagi Soekarno selalu menolak perusahaan asing menancapkan kaki mereka di Papua. Pada perusahaan minyak asing yang sudah kadung beroperasi di Riau, Soekarno meminta jatah 60 persen untuk rakyat Indonesia.

Kekesalan mereka bertambah, Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia.

Sebutir peluru menghentikan langkah Kennedy. Kebijakan pengganti Kennedy langsung bertolak belakang. Indonesia pun makin jauh dari AS dan semakin mesra dengan Blok Timur yang berbau komunis.

Tragedi September 1965 menghancurkan Soekarno. Dia yang keras menolak modal asing, digantikan Soeharto.

Setelah dilantik, Soeharto segera meneken pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing pada 1967. Freepot menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto.

Ironisnya, pemerintah Indonesia hanya dapat jatah 1 persen. Kontras sekali dengan apa yang diperjuangkan Soekarno.

Kalau JFK dan Soekarno masih ada, tak akan ada Freeport di Papua.(mdk)

Daerah

Paslon Pilkada Tasikmalaya Tunggal

Ilustrasi Kepala daerah

BERIMBANG.COM, Tasikmalaya – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin memimpin langsung konsolidasi pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tasikmalaya yang dihadiri seluruh partai pengusung yakni, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan.

 “Kami melakukan konsolidasi Pilkada dengan internal partai dan partai pengusung. Istilahnya merapatkan barisan dan memenangkan strategi pemenangan pasangan kita UU-Ade. Kita bersepakat dengan partai pengusung untuk berbagi tugas sampai pilkada nanti berakhir,” ujarnya seusai acara di di Rumah Makan Gunung Jati 2 Jalan Mangunreja, Singaparna, Tasikmalaya (10/10/2015).

Tak hanya itu, menurut Politikus senior PDI Perjuangan ini acara yang berakhir sabtu petang ini mendiskusikan informasi terakhir dari Komisi Pemilihan Umum terutama tata cara kampanye dan cara memilih pada 9 Desember. Hal ini penting mengingat Pilkada Kabupaten Tasikmalaya hanya ada calon tunggal yakni, UU-Ade Sugianto.

“Informasi dari KPU khusus untuk pilkada yang calonnya tunggal itu pencoblosannya tidak memakai nomor,” tambahnya.

Dijelaskan Wakil Ketua Komisi I DPR ini, PDI Perjuangan bersama partai pengusung memiliki komitmen bergotong-royong mensukseskan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Ia pun mengingatkan bagi siapa saja yang menghalang-halangi pesta demokrasi di Kabupaten Tasikmalaya akan berurusan dengan hukum.

“Siapapun yang menghalang-halangi proses demokrasi di Kabupaten Tasikmalaya bisa dikategorikan pelanggaran hukum dan masuk ranah pidana. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk seluas-luasnya memberikan kepada masyarakat Tasikmalaya untuk menentukan sikap,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Kang TBH ini pun menyinggung kerugian bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya jika Pilkada Diundur. Kerugian yang paling siginifikan dan dirasakan oleh masyarakat yakni program pembangunan yang sekarang berjalan akan terhambat.

“Untuk itu, semua elemn di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan bisa mendukung Pilkada Kabupaten Tasikmalaya yang akan digelar pada Desember mendatang,” himbaunya.

Khusus untuk calon tunggal di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya yakni UU-Ade, Kang TBH berharap mereka bisa meningkatkan program-program pro rakyat.

“Kedepan, jika dipercaya kembali memimpin Kabupaten Tasikmalaya, kita berharap pasangan UU- Ade bisa bekerja dengan semua pihak untuk meningkatkan pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (rn)

Depok

PT. Brantas Melempar Sepenuhnya Pembangunan Kios Ke Dinas Tarkim

Papan nama proyek pembangunan kios Pasar Cisalak.    ( Foto : Yuli Efendi)
Papan nama proyek pembangunan kios Pasar Cisalak. ( Foto : Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Pelaksana PT. Brantas Abipraya melemparkan sepenuhnya pekerjaan Proyek Pembangunan Pasar Semi Modern Cisalak kepada Dinas Tata Ruang Pemukiman Kota Depok.

PT. Brantas Abipraya selaku pemenang lelang ketika dikonfirmasi berimbang.com terkait laporan LPM Cimanggis mengenai tembok sekolah yang dimanfaatkan pelaksana pembangunan kios relokasi di Jalan Radar Auri mengatakan agar menanyakan langsung kepada Dinas Tarkim untuk mengetahui lebih jelasnya.

Kepala Dinas Tarkim, Kania Parwanti menjelaskan bahwa mengenai tembok sekolah yang dipakai pembangunan kios akan dibuatkan tembok baru dirinya juga sudah koordinasi dengan pihak sekolah terkait hal ini.

” Nanti akan dibuatkan tembok baru karena sekarang pembangunan belum selesai dikerjakan perlu ada proses dalam pengerjaannya,” ujar Kania kepada berimbang.com ketika sedang melakukan pengecekan di lokasi penbangunan kios bersama dengan Dinas Pasar di Jalan Radar Auri. Kamis (8/10/2015)

Menurut Kania, Pembangunan kios sudah sesuai dengan perencanaan awal untuk itu kata Kania sudah tidak ada permasalahan dalam pengerjaannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 7, Paeran mengatakan tembok sekolah yang menyatu dengan kios tidak ada konfirmasi kepada pihak sekolah dan beberapa wali murid juga menanyakan hal itu karena untuk menjaga keamanan bila tembok sekolah dipakai, lalu Paeran mendatangi mandor pelaksana untuk konfirmasi.

” Saya langsung mendatangi mandor proyek sebab kalau tembok sekolah dipakai tidak akan kuat, ditendang saja mungkin langsung roboh.” Ujar Paeran. (Yuli Efendi)

Depok

Saluran Pembuangan Air Pasar Cisalak Di Soal

Saluran Air dipenuhi dengan sampah.   (iik)
Saluran Air dipenuhi dengan sampah. (iik)

BERIMBANG.COM, Depok – Saluran pembuangan air sekitar RW 05 dari  pembangunan proyek Pasar semi modern Cisalak disoal, pasalanya saluran pembuangan air yang berada di lingkungan RW 05 Cisalak Pasar tidak berfungsi dengan baik disebabkan saluran air dipenuhi dengan sampah dan sudah tertimbun tanah.

Pantauan berimbang.com, saluran pembuangan air dari pasar dipenuhi dengan sampah dan sudah tertimbun dengan tanah sehingga air dan limbah  bila pembangunan pasar Cisalak sudah selesai dilaksanakan akan tersumbat.

Saluran air sudah hampir rata dengan tanah
Saluran air sudah hampir rata dengan tanah

Ketua RW 5 Cisalak pasar, Hasbulloh mengatakan saluran pembuangan air pasar cisalak tidak berfungsi sama sekali sedangkan menurut Hasbullah saluran pembuangan air dari pasar Cisalak hanya satu-satunya.

” Itu pembuangan air satu-satunya dari pasar cisalak, bila nanti bangunan selesai akan bermasalah bagi lingkungan kami, sedangkan pihak Dinas Tata Ruang dan Pemukiman tidak sama sekali melibatkan RW 5 untuk sosialisasi dampak lingkungan  pembangunan pasar Cisalak,”kata Hasbullah di sekitar lokasi pembanguna Pasar. Sabtu (8/10/2015)

“Bilamana terjadi hujan dengan intensitas tinggi dipastikan akan terjadinya banjir, yang jelas akan merugikan warga sekitar,” Ucap Hasbullah.

Ditempat terpisah Ketua Karang Taruna Unit RW 05, H Ido  menyatakan hal yang sama, dia menyesalkan dengan tidak dilibatkannya warga RW 05 karena menurut Ido, saluran air dari pasar cisalak tidak berfungsi dengan baik.

” Kami mendorong agar pihak Dinas Tarkim memberhentikan dahulu proyek Pasar Cisalak sebelum saluran air diperbaiki,” Ujar Ido salah satu tokoh pemuda dilingkungan Pasar Cisalak. (Iik)

Depok

Perizinan PT Megapolitan Cinere Menjadi Sengketa Informasi Publik

Apartment Cinere Business District.   (Foto : Yuli Efendi)
Apartment Cinere Business District. (Foto : Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Pemohon informasi salinan dokumen perijinan PT Megapolitan Cinere mendapatkan tanggapan dari Komisi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Propinsi Jawa Barat di Jalan Turangga No. 25 Bandung, Jawa Barat tanggal 7 Oktober 2015.

Menurut salah satu pemohon yang hadir, Bambang, setelah melakukan pengajuan informasi kepada Pejabat Pembuat Informasi Daerah (PPID) Kota Depok akhirnya KIP Jabar merespon permohonan Warga Komplek AL untuk melakukan sidang Klarifikasi antara termohon Pemerintah Kota Depok.

” Kami baru kemarin melakukan sidang pertama klarifikasi pemeriksaan berkas dan berkas kami diterima untuk melakukan sidang KIP selanjutnya.” Ujar Bambang melalui telpon selularnya ketika dihubungi berimbang.com.(8/10/2015)

Ditempat terpisah Ketua KIP Propinsi Jawa Barat, Dan Satria mengatakan sidang yang dilakukan adalah klarifikasi antara pemohon dan termohon agar supaya cepat diselesaikan dan Satria menyayangkan kesempatan sidang pertama pihak Pemerintah Kota Depok (Termohon) tidak hadir dalam sidang pertama.

” Ketidakhadiran termohon sangat disayangkan karena kesempatan termohon berhak mengklarifikasi kepada pemohon sebab dengan tidak hadirnya termohon sidang ke dua tetap akan dilanjukan dengan agenda mediasi yang akan dilaksanakan tanggal 13 Oktober 2015.

Lanjut Satria, bilamana termohon tetap tidak hadir dalam sidang selanjutnya maka KIP Jabar akan menyerahkan sepenuhnya kepada pengadilan untuk lakukan eksekusi pengambilan salinan dokumen perijinan secara paksa kepada Pemerintah Kota Depok.

” Nanti pihak pengadilan yang akan eksekusi kepada termohon, dikami hanya melaksanakan sengketa informasi saja, selanjutnya kita serahkan ke pengadilan,” Jelasnya.

Sementara itu salah satu warga Elnard Peter menyatakan siap mendampingi Juru Sita PN atau PTUN agar proses eksekusi berjalan lancar. “Sebaiknya DPRD Kota Depok terutama pimpinan Fraksi PDI-P membujuk Walikota agar SETDA menyerahkan seluruh Informasi Publik terkait perijinan Apartemen & Mal di Cinere sesuai keinginan warga” ujarnya. (Iik)

Depok

LPM Cimanggis Minta Pembangunan Relokasi Pasar Cisalak Di Bongkar

Bangunan kios relokasi pasar cisalak yang berdekatan langsung dengan SMPN 7 di Jalan Radar AURI Cimanggis Depok.  ( Foto Onez)
Bangunan kios relokasi pasar cisalak yang berdekatan langsung dengan SMPN 7 di Jalan Radar AURI Cimanggis Depok. ( Foto Onez)

BERIMBANG.COM, Depok – Ketua LPM Cimanggis, Eddy Rochandi minta Bangunan kios yang berdekatan langsung dengan tembok SMP Negeri 7 segera dibongkar karena menurutnya, bangunan relokasi pasar cisalak menempel dengan pagar tembok SMP Negeri 7 sedangkan bangunan relokasi tidak membuat tembok baru.

” Ini jelas menyalahi aturan, bangunan yang seharusnya membuat tembok baru, ini malah memanfaatkan tembok yang ada,” ungkap Edy kepada berimbang.com di Kantornya Jalan Radar Auri No. 15 Cimanggis Kota Depok. Rabu (7/10/2015).

Atas hal itu, masih menurut edi masyarakat dan pihak SMPN 7 sudah pernah melakukan koordinasi dan komunikasi namun namun belum juga ada tanggapan dari pelaksana proyek untuk ditindak lanjuti.

Lanjut Edy, Tanggapan yang belum dilaksanakan pihak pelaksana proyek adalah Bangunan yang dibangun untuk kios berjarak 4 meter dari dinding sekolah, dampak psikologis siwa dan guru dan bangunan kios menempel dengan memanfaatkan tembok sekolah.

Sementara itu Ketua Forum Pemantau Pembangunan Kota Depok, M. Roje’i biasa dipanggil dengan sapaan Jeje mengatakan bangunan kios samping SMPN 7 tidak terlihat pasangan slup dan tidak adanya saluran pembuangan air untuk SMPN 7.

” Untuk itu bangunan kios harus di bongkar secepatnya karena walaupun ditembok, bangunan tidak akan kuat nantinya dan harus dibuat bangunan baru,” Tegas Jeje.

Ditempat terpisah, Pelaksana PT. Brantas Abipraya, Candra mengatakan pembangunan kios sudah sesuai bestek dan tembok samping SMP akan segera kami buatkan baru.

” Kami akan buatkan tembok baru nantinya, untuk lebih jelasnya tanya saja ke Dinas Tarkim,” Ucap Candra melalui telepon selularnya. (Iik)