Penulis: Admin Berimbang

BogorJabodetabek

Jajaran Polres Bogor Intens Perangi Narkoba

narkoba2

BERIMBANG.COM, Bogor – Niat jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor dalam memberantas jaringan narkotika di kawasan Bumi Tegar Beriman, ternyata bukan isapan jempol belaka. Sepekan terakhir, sejumlah jaringan Narkotika di beberapa wilayah Kabupaten Bogor berhasil diungkap. Salah satunya, operasi penggerebegan gudang penyimpanan Ganja di Kampung Sinapeul, Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, yang dipimpin langsung oleh Kepala Polisi Resort (Ka Polres) Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suyudi Ario Seto, bersama Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yuni Purwanti Kusuma Dewi.

Dalam operasi ini, jajaran Polres Bogor berhasil mengamankan 21 kilo gram ganja siap edar.

“Pemilik barang haram ini merupakan Target Operasi Sat Narkoba Polres yang sudah lama. Setelah menghimpun informasi dan melakukan pengintaian, maka kami lakukan penangkapan”, ujar Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto, kepada awak media di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kamis (2/3/16).

Selanjutnya, ke 21 paket ganja yang dibungkus koran, dilakban dalam pelastik itu berikut pelaku digelandang ke Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Bogor untuk diproses lebih lanjut.

Sehari sebelumnya, Selasa (1/3/16) sekitar pukul 23.30 waktu setempat,  Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Citeureup dipimpin Kepala Unit (Kanit) Reskrim, menangkap empat orang yang diduga sedang melakukan pesta narkoba di Instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bogor, Cabang Citeureup di Desa Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup. Di lokasi ini, Polisi mendapatkan dua paket sabu sabu berikut alat hisapnya beserta sejumlah barang bukti lain yang diamankan berikut keempat pelaku untuk diproses.

Sementara itu, pekan lalu, Uni Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Cijeruk Cigombong juga berhasil membongkar jaringan narkoba di wilayahnya. Sejumlah pelaku berikut barang bukti berhasil diamankan, untuk diproses lebih lanjut dalam pengembangan. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Pemberlakuan UU No 23 Tahun 2014 Masih Menuai Polemik

IMG-20160302-WA0008

BERIMBANG.COM, Bogor – Kebijakan Pemerintah terkait pemberlakuan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang mengharuskan penerima bantuan hibah berbadan hukum, terus menuai polemik. Karena akibat kebijakan tersebut, banyak pengajuan di tingkat daerah yang gagal direalisasikan.

Persoalan tersebut menjadi salah satu bahasan penting dalam kegiatan Reses ke Satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Tahun Sidang 2016, di Desa Ciadeg, Selasa (1/3/16).

Anggota Komisi Empat DPRD Provinsi Jawa Barat, Ricky Kurniawan, mengatakan, akibat kebijakan tersebut sekitar delapan puluh persen aspirasi yang diserap di tingkat desa gagal direalisasikan. “Sekitar delapan puluh persen aspirasi dari desa gagal direalisasikan. Hal ini diakibatkan oleh minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah tentang kebijakan pemberlakuan undang – undang tersebut. Persoalan lainnya, karena banyaknya lembaga atau calon penerima bantuan yang masih mengabaikan aspek legal”, kata Wakil Ketua DPD Jawa Barat Partai Gerindra itu.

Namun, Ketua Fraksi Partai Gerindra ini mengakui bahwa hal ini tetap menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya, untuk tetap konsisten mengawal setiap aspirasi yang muncul dari masyarakat maupun pemerintah desa.

Disisi lain, bertolak dari sejumlah kasus penyelewengan dana yang dilakukan oleh oknum aparatur pemerintahan desa, Ricky menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawasi kucuran dana yang diterima pemerintah desa yang sumber anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten, Provinsi maupun dari Pusat.

“Semua elemen mesyarakat harus turut mengawasi kucuran dana yang diterima pemerintah desa. Karena saat ini Pemerintah tengah konsen memberikan perhatiannya kepada desa dalam hal bantuan anggaran”, pungkasnya. (Raden Supriyadi)

Jelajah Desa

Kades Ciburuy Fasilitasi Rumah Kontrakan Bagi Korban Longsor Cihateuri

IMG-20160302-WA0005

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyikapi kondisi warganya yang tertimpa bencana di Kampung Cihateuri RT 3 RW 9, Pemerintah Desa Ciburuy mulai melakukan berbagai langkah penanggulangan tanggap bencana.

Kepala Desa Ciburuy, Iwan Sofwan Zaqi, mengatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan ketua RT setempat untuk mencari rumah kontrakan untuk tempat tinggal sementara keluarga korban. Karena, selain kondisi rumahnya yang mengkhawatirkan, perbaikannya pun diprediksi akan memakan waktu lama dengan biaya yang cukup besar.

“Saya sudah perintahkan ketua rt untuk mencari kontrakan untuk keluarga supardi. Karena kondisi rumahnya saat ini sangat mengkhawatirkan dan rawan ambruk”, kata Kades Iwan, saat dihubungi berimbang.com siang tadi.

Lebih lanjut, Kades Iwan menjelaskan, untuk penanganan ringan, paska kejadian, aparat desa bersama sama dengan warga sudah bergotong royong melakukan evakuasi di lokasi longsor dan langsung melaporkannya ke pemerintah kecamatan.

“Dalam menangani kondisi ini, kami harus melakukan berbagai pertimbangan dan perhitungan tentunya. Dan laporan secara tertulis ke BPBD baru dilayangkan hari ini”, tandasnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Korban Longsor Cihateuri Ciburuy Butuh Penanganan Cepat

IMG-20160302-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Supardi (48) dan Irah (43) pasangan suami istri warga tidak mampu di Kampung Cihateuri RT 3 RW 9 Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, hanya bisa pasrah setelah sebagian bangunan rumah sederhananya ambruk tergerus longsor, yang terjadi Selasa (1/3/16). Hujan deras yang mengguyur sepekan terakhir, diduga menjadi pemicu utama terjadinya bencana.

Korban longsor menuturkan, bencana terjadi Selasa pagi, sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Saat itu dirinya bersama sang istri tengah berada di halaman belakang rumahnya yang kini amblas.

“Saat kejadian saya sedang membetulkan kandang ayam dan istri saya sedang mencuci baju. Tiba – tiba tanah yang kami pijak longsor dan menarik tubuh istri saya ke dasar tebingan. Untungnya istri saya selamat meskipun tangannya patah dan luka luka”, tutur lelaki setengah baya, yang kesehariannya menjadi pengurus mesjid di Perumahan Lido Permai itu.

Karena terbentur kondisi ekonominya yang pas pasan, keluarga Supardi hanya bisa pasrah dengan bencana yang dialaminya. Meskipun kondisi rumahnya saat ini rusak dan rawan terjadinya longsor susulan, Supardi terpaksa harus bertahan di tempat tinggalnya, meski diakuinya dihantui perasaan was was.

Sementara itu, Ida, Ketua RT setempat, mengatakan, paska bencana pihaknya sudah melaporkan ke pemerintah desa, yang langsung melakukan peninjauan ke lokasi.  Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penanganan dan bantuan dalam bentuk apapun yang diterima korban.

“Staf desa kemarin sudah ada yang meninjau lokasi, tapi sampai hari ini belum ada bantuan yang datang”, kata ketua RT.

Saat dikonfirmasi, pemerintah kecamatan setempat melalui Kepala Unit Polisi Pamong Praja (Kanit Pol PP) Kecamatan Cigombong, mengaku telah melakukan penanganan di lokasi bencana. “Kami sudah melakukan evakuasi korban, mengadakan gotong royong memperbaiki rumah korban dan telah melaporkannya ke BPBD”, kilah Kanit Pol PP, Somantri, dalam pesan singkatnya.

Ironisnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengaku belum menerima laporan. “Waduh, kami belum ada laporan. Tar dicek via pemerintah desa”, tandas Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo. (Raden Supriyadi)

Depok

Tingkatkan Kerempugan, FBR Gardu 363 Adakan Maulid Nabi SAW

IMG_20160301_203751

BERIMBANG.COM, Depok – Dalam rangka meningkatkan kerempugan Anggota, Forum Betawi Rempug (FBR) Gardu. 363 Cimanggis Kota Depok menggelar acara Maulid Nabi SAW. Selasa (1/3/2016).

Selain silaturahmi dengan anggota, Ketua Gardu. 363 juga menggandeng masyarakat warga sekitar supaya terjalin lebih dekat lagi dengan wilayah kerjanya.

Ketua Gardu.363, Heri Setiawan mengatakan, Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan rutin Gardu FBR yang dilaksanakan setiap bulan sekali dengan rangkaian acara pengajian dan santunan anak yatim piatu.

” Kegiatan yang digelar bukan hanya dari anggota FBR, kami juga mengundang ketua RT dan RW setempat serta warga sekitar supaya rempug dan menjalin persatuan dan kesatuan menjaga wilayah agar tetap kondusif dari berbagai hal yang tidak kita inginkan,” ucap Heri.

” Untuk itu, mari bersama-sama membangun wilayah tanpa membeda-bedakan suku, ras, ormas dan yang lainnya karena dengan kebersamaan, apa yang kita inginkan pasti akan tercapai,” tutur Heri.

Sementara itu, Korwil FBR Depok-Bogor Raya, Nawi mengatakan sangat bangga dengan kegiatan maulid SAW yang diselenggarakan Gardu.0363, untuk itu, Nawi berharap agar semua Gardu FBR yang ada di Depok menyelenggarakan Maulid SAW.

” Saya intruksikan kepada semua Gardu agar mengadakan acara seperti ini agar terlihat FBR di Kota Depok lebih hidup,” Pungkasnya.

BogorJabodetabek

Polri Kejar Target Perekrutan Anggota Polwan

IMG-20160301-WA0006

BERIMBANG.COM, Bogor – Jumlah Anggota Kepolisian Wanita (Polwan) Republik Indonesia masih belum mencapai angka ideal. Menurut Karo Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Asep Suhendar M.Si, saat ini, jumlah Polwan di Indonesia baru mencapai Sepuluh Persen dari total anggota Polri.

“Saat ini, jumlah Polwan di Indonesia baru sekitar 45.000 personil dari total 420.000 personil Polri”, Ujar Brigjen Pol Asep Suhendar M.Si, saat dijumpai di Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ) Lido, Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/02/16).

Lebih lanjut, Brigjen Pol Asep Suhendar, menjelaskan, bahwa kebutuhan anggota Polri setiap tahunnya selalu bertambah. Terlebih, banyak anggota Polri yang pensiun. Sehingga perekrutan dilakukan secara berlanjut. Menurutnya, target perekrutan minimal mengembalikan jumlah anggota, bahkan kalau mungkin bisa lebih.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami mengejar perekrutan anggota Polwan di tiga SPN, dengan harapan bisa mencapai target, minimalnya tiga puluh persen dari total jumlah anggota Polri saat ini”, ujar Karo Kurikulum Lemdiklat Polri.

Disinggung soal komitmen Polri dalam memerangi Narkoba, Jenderal Bintang Satu itu menegaskan bahwa dalam perekrutan anggota Polri telah menerapkan seleksi ketat untuk antisipasi adanya indikasi pengguna Narkoba. “Dalam perekrutan anggota Polri, kami melakukan berbagai tes. Mulai dari tes urine, tes darah, bahkan jika mungkin kami melakukan tes rambut. Karena kandungan narkoba dalam rambut pengguna bisa bertahan lama, hingga mencapai lima belas tahun meskipun si pengguna sudah tidak aktif mengkonsumsi lagi”, tandasnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

SD Negeri Campedak Cijeruk Minim Ruang Kelas dan Sarana Air Bersih

IMG-20160301-WA0005

BERIMBANG.COM, Bogor – Selama puluhan tahun, peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Campedak di Kampung Babakan RT 1 RW 7, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggabungkan dua Rombongan Belajar (Rombel) dalam satu ruang kelas.

Menurut Kepala Sekolah, hal itu terpaksa dilakukan karena terbatasnya ruang kelas yang dimilikinya. Selain itu, Sekolah ini juga tidak memiliki sarana air bersih. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air, setiap hari para siswa dan guru disekolah ini terpaksa membawa air dari rumah masing – masing.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Campedak, Yati Maryati S.Pd, mengatakan, bahwa pihaknya terpaksa menggabungkan dua Rombel dalam satu ruangan, dengan memberi dinding penyekat dari kayu diantaranya. Hal itu terpaksa dilakukan, karena sekolahnya hanya memiliki tiga ruang kelas bagi enam Rombel.

“Ya, sebenarnya kondisi ini membuat tidak kondusif kegiatan belajar mengajar. Tapi apa boleh buat terpaksa kami lakukan agar hak didik para peserta didik di sekolah kami terlayani”, Ujar Yati Maryati, kepada Berimbang.com.

Lebih lanjut Kepala Sekolah itu menjelaskan, sebenarnya lahan SD Negeri Campedak masih cukup luas untuk membangun ruang kelas baru. Namun, entah kenapa hingga kini bantuan yang diharapkan belum juga kunjung datang ke sekolah ini.

“Luas tanah yang dimiliki sekolah kami mencapai dua ribu meter lebih dengan tiga ruang kelas, satu kantor guru dan wc. Dalam menyelenggarakan KBM, Kami memiliki enam orang guru,tiga orang PNS termasuk saya dan empat guru honorer. Sementara jumlah peserta didik kami sebanyak delapan puluh delapan orang”, jelas Kepala Sekolah.

Sementara itu, Apit Dahniar S.Pd, salah satu guru senior di SD Negeri Campedak menambahkan, sejak berdiri pada tahun 1983, sekolah ini tidak memiliki sarana air bersih. “Setiap hari kami bersama para siswa membawa air bersih dari rumah masing – masing. Kalo anak – anak bawa di botol kecil, kalo kami kadang bawa di dalam jerigen air. Selain itu, selama musim penghujan ini kami juga terpaksa menampung air hujan, untuk memenuhi kebutuhan cuci kakus”, tambah Apit.

Pihak sekolah berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah untuk dua point kesulitan yang dihadapinya selama ini. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Ka SPN PMJ Bangun Komitmen Kemitraan

IMG-20160229-WA0012

BERIMBANG.COM, Bogor – Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ), berkomitmen untuk membangun Program kemitraan dengan Stakeholder penampu pimpinan. Hal tersebut ditegaskan Kepala SPN PMJ Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M.Si, saat dijumpai usai Upaca Penutupan Diktuk Polwan Tahun Ajaran 2015, Senin (29/02/16).

Kombes Pol Ruslan Efendi mengatakan, bahwa program strategis membangun kemitraan dengan para stakeholder merupakan salah satu dari program percepatan dalam program kerjanya sebagai Kepala SPN Polda Metro Jaya.

“Ada beberapa program yang harus mendapat percepatan dari saya, diantaranya program strategis membangun kemitraan saya dengan stakeholder terutama Icitap melaui e learning dan lebrerinya”, kata Ka SPN PMJM

Selain itu, lanjut Ka SPN PMJ, dirinya juga akan mengembangkan program pendidikan non Polri. Karena menurutnya, SPN PMJ selain mendidik dan melatih anggota Kepolisian Republik Indonesia, juga mendidik dan melatih para staf Kementrian dan Lembaga. Seperti yang saat ini sedang berlangsung yakni pendidikan dan pelatihan bagi staf Kantor Imigrasi, KKP dan Karantina. Minggu depan, masih kata Ka SPN PMJ, pihaknya akan melatih para siswa dan siswi yang terlibat tawuran di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Minggu depan, kami akan mendidik sekitar tiga ratus orang siswa siswi jakarta yang terlibat tawuran. Mereka akan menjadi duta anti tawuran”, jelasnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Ruslan Efendi menjelaskan, SPN PMJ juga menjalin kemitraan dengan Perbankan di wilayah DKI Jakarta yang mengikut sertakan tenaga keamanannya dalam berbagai pelatihan. Kombes Pol Ruslan Efendi menambahkan, melalui revitalisasinya SPN PMJ juga membuat program Kreatif Briptu, yakni ijin bertanya. “Para alumni SPN Polda Metro Jaya diperkenankan mengikuti program belajar jarak jauh, melalui program Ijin Bertanya”, Tandas Ka SPN PMJ. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

713 Brigadir Polwan Remaja Diktuk SPN PMJ Tahun Ajaran 2015 Dilantik

IMG-20160229-WA0010

BERIMBANG.COM, Bogor – Ratusan Siswi Didik Pembentukan Brigadir Polisi Wanita (Diktuk Polwan) di Sekolah Kepolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ) Lido, Bogor, Jawa Barat, tahun ajaran 2015, telah selesai mengikuti masa pendidikan selama tujuh bulan.

Ke tujuh ratus tiga belas orang siswi itu dinyatakan telah lulus dan dilantik oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Drs Nandang Jumantara SH dan Kepala (Ka) SPN PMJ Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Drs. Ruslan Efendi, M. Si, Minggu (28/02/16) kemarin.

Masa pendidikan para Brigadir Polisi Wanita itu ditutup pada Senin (29/02/16), dengan rangkaian Upacara Penutupan yang dipimpin oleh Karo Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Brigjen Pol Drs. Asep Suhendar M.Si, selaku Inspektur Upacara.

Menurut Ka SPN PMJ, Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M. Si, pendidikan para Brigadir Polwan yang berasal dari berbagai daerah ini berjalan lancar hingga bisa diwisuda di tahun ajaran ini. Setelah dilantik, para Brigadir remaja ini akan dikembalikan ke Poldanya masing – masing untuk siap mengabdikan dirinya kepada masyarakat, sesuai penempatan tugasnya. Sementara Sepuluh Brigadir itu telah diseleksi oleh Korlantas Polri dan akan ditempatkan di National Traffic Management Centre (NTMC)

“Para Brigadir remaja ini berasal dari Polda Aceh, Polda Bengkulu, Polda Kalimantan Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, Polda Bali, dan Polda Batam. Mereka akan dikembalikan ke wilayahnya masing – masing untuk menerima penempatan tugas, kecuali yang sepuluh orang yang terseleksi oleh Korlantas Polri untuk ditempatkan di NTMC”, kata Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M. Si, kepada awak media.

Usai dilaksanakan rangkaian giat sibolis, Rangkaian Upacara Penutupan Diktuk Polwan SPN PMJ Tahun Ajaran 2015 ini dimeriahkan juga oleh berbagai atraksi memukau yang ditampilkan oleh Brigade Sepeda Motor Polwan Polda Metro Jaya, Antraksi devile pasukan bersenjata, beladiri, pasukan borgol dan berbagai antraksi menarik lainnya. Usai melaksanakan perhelatan Upacara Penutupan, para Brigadir Polwan remaja ini dijemput oleh kedua orang tua dan keluarganya. (Raden Supriyadi/Joay)

Depok

SMPN 3 Situbondo Dan SMPN 3 Besuki Study Banding di SMPN 19 Depok

Kepala Sekolah SMPN 19 menerima kenang-kenangan dari SMPN 3 Situbondo.     (Foto: Rahmat Budianto)
Kepala Sekolah SMPN 19 menerima kenang-kenangan dari SMPN 3 Situbondo. (Foto: Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Alasan Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo memilih SMPN 19 Kota Depok menurut Mu’awanah kepada berimbang.com di sela kegiatan mengatakan, program pertukaran kepala sekolah dari Kementerian Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu yang menjadi acuan SMPN 19 Depok menjadi tujuan study banding bidang pelajaran IT. Karena itu masih Mu’awanah, SMPN 19 adalah salah satu dari sekolah SMPN di Depok yang mempunyai kelas IT dan proses belajar mengajarnya sudah berjalan.Jum’at (26/2/2016).

Lanjutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur melalui surat dinas yang di keluarkan tanggal 17 Februari 2016 meminta kepada SMPN 19  untuk memfasilitasi dua sekolah negeri asal  Kabupaten tersebut dalam rangka Study Banding guna meningkatkan kemampuan dibidang pendidikan IT.

“Proses Belajar Mengajar berbasis perangkat Tablet di dua Sekolah Menengah Pertama Negeri yakni SMPN 3 Situbondo dan SMPN 3 Besuki, jumlah peserta terdiri dari dua orang Kepala Sekolah dan empat orang guru,” ujar Mu’awanah.

Mu’awanah juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada SMPN 3 Situbondo dan SMPN 3 Besuki atas kunjungannya ke SMPN 19.

“Kami merasa bangga, sekaligus terharu atas kepercayaan yg telah di berikan oleh Dinas Kabupaten Situbondo, SMPN 3 Situbondo dan SMPN 3 Besuki kepada SMPN 19 Depok untuk menjadi tutor dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis IT .

“Kami juga membuka layanan untuk tanya jawab seputar IT , penggunaan Tab atau Komputer untuk pembelajaran melalui kelas via Internet dan kelas maya,” tuturnya.

Kedepan, Mu’awanah berharap lebih banyak lagi sekolah berbasis IT dan meminta Pemerintah mendukung agar mampu menghasilkan Gmgenerasi muda Indonesia yang pintar IT sehingga mampu bersaing dengan generasi lain di Era Gloubal. (Rahmat Budianto)