Bulan: Desember 2015

BogorJabodetabek

Aparat Gabungan Tertibkan PKL Disepanjang Jalan Raya Bogor

IMG-20151221-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Ratusan tempat usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang bantaran Kali Baru Jalan Raya Bogor – Depok Kabupaten Bogor, Senin (21/12/15) pagi tadi, dibongkar aparat gabungan.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Operasi (Kabid Dalop) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bogor, sebelumnya para PKL sudah diberi surat peringatan, namun tetap membandel, hingga akhirnya aparat bertindak tegas.

“Sebelumnya, kami sudah melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan, namun tidak digubris. Hingga akhirnya pada hari ini kami mengambil tindakan tegas dengan melakukan pembongkaran dan mengamankan barang – barang yang ada di lokasi,” kata Kabid Dalop Pol PP Kabupaten Bogor Asnan, kepada sejumlah awak media di lokasi penertiban.

Lebih lanjut, Asnan menjelaskan, eksekusi bangunan liar milik Pkl di kawasan tersebut dimulai pada pukul 10.30 tadi pagi. Dilakukan oleh aparat gabungan dari Pol PP Kabupaten Bogor dan Kota Depok, dibantu juga oleh Aparat TNI dan Polri.

Asnan menyebutkan, pasukan terdiri atas 415 personel gabungan dari Sat Pol PP kota Depok dengan Kabupaten Bogor, enam personel Polisi Militer (PM), 15 personel Polresta Depok, 15 personel TNI, dan puluhan Satgas Banjir Kota Depok. “Masing-masing pasukan dipimpin oleh perwiranya,” tambah Asnan.

Masih kata Asnan, pada tahun 2010 lalu, lapak – lapak para PKL di kawasan itu sudah pernah ditertibkan.  Saat itu, lapak Pkl di sepanjang Jalan Raya Cilangkap, Cimanggis hingga Jalan Raya Mayor Oking Cibinong, mencapai 173 lapak dan jumlah itu semakin baertambah banyak hingga akhirnya Sat Pol PP melakukan pembongkaran paksa.

“Untuk antisipasi bermunculannya kembali lapak – lapak Pkl di kawasan ini, kami akan terus berkoordinasi dengan sat pol pp kota depok, dengan melakukan patroli bersama secara rutin”, Pungkas Asnan. (Raden/Nana

Depok

Rezky M Noor : Bantuan Program Indonesia Pintar Rekomendasi Anggota Fraksi Partai Gerindra

Anggota Komisi D DPRD, Rezky M Noor saat sosialisasi PIP di SDN 02 Kemirimuka, Beji Depok.     (Foto : Rahmat Budianto )
Anggota Komisi D DPRD, Rezky M Noor saat sosialisasi PIP di SDN 02 Kemirimuka, Beji Depok. (Foto : Rahmat Budianto )

BERIMBANG.COM, Depok – Anggota komisi D DPRD dari Partai Gerindra, Rezky M Noor  sosialisasikan  bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sabtu (19/12/2015) di SDN 02 Kemirimuka Beji Depok.

Menurut Rezky, program yang dilakukan sebanyak 2 kali dalam satu tahun.

“Lebih baik terima kecil, tapi 2 kali dalam 1 tahun dari pada besar hanya 5 tahun sekali,” tutur Rezky.

Lanjutnya, Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan ke sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP dan SMA di Kota Depok dan Bekasi.

” Program ini di perjuangankan dan di rekomendasikan oleh bapak Nuroji, Anggota komisi X DPR RI bidang Pendidikan, ada juga siswa di wilayah lain yang tidak mendapatkan program ini dikarenakan tidak di perjuangankan oleh wakilnya,” ujarnya.

Kedepan, harap Rezky masyarakat mendukungnya, agar bisa terus memperjuangkan program berikutnya.

Rezky menjelaskan, proses pencairan dana PIP bisa secara kolektif atau secara perorangan dengan melengkapi persyaratan administrasi diantaranya, data siswa dan surat keterangan dari sekolah bersangkutan sedangkan untuk  pencairan di lakukan di Bank BRI Cabang Depok dan Bekasi. Besaran bantuan untuk siswa kelas satu 225, 000 rupiah sedangkan untuk  kelas diatasnya sebesar 450.000 rupiah.

Sementara itu Imas, Kepala sekolah SDN O2 kemiri muka menyambut baik Program PIP ini, pihaknya juga tidak mengetahui jika siswanya hampir 90% mendapat bantuan dari program kementrian tersebut.

Saya merasa tersanjung, karena ada 305 siswa yang mendapat bantuan PIP,dan saya sendiri tidak merasa mengusulkan untuk program tersebut, tetapi Alhamdulillah datanya ada di Dipodik dan pihak sekolah hanya melengkapi surat yang di butuhkan untuk pencairan di Bank,” terang Imas. (Rahmat Budianto)

Daerah

SMPN 1 Cicurug Capai Tahun Emas

IMG_20151220_133543

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Diusianya yang genap mencapai Lima Puluh Tahun, Ikatan Alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cicurug, Sukabumi, berkomitmen untuk memperkuat ikatan tali silaturahmi antar alumni serta meningkatkan peran aktifnya dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

Hal itu ditegaskan Ketua Pelaksana kegiatan Jalan Sehat dan Santai (Fun Walk) dan Aksi Penanaman Pohon dalam rangka Tahun Emas dan Reuni Akbar Smp Negeri 1 Cicurug Tahun 2015, Minggu (20/12/15) pagi tadi.

Ketua Pelaksana Reuni Akbar Smp Negeri 1 Cicurug Syaeful Tavif mengatakan, kegiatan yang digelarnya pada hari ini merupakan bagian dari sekian banyak rangkaian acara dalam memeriahkan Reuni Akbar, sebagai momentum untuk memupuk kebersamaan antar alumi semua angkatan, agar dapat saling memberikan manfaat. Tavif menyebutkan, kegiatan diawali dengan penampilan Marching Band yang dibawakan oleh siswa siswi sekolah setempat. Dilanjutkan dengan kegiatan olah raga jalan sehat, serta bhakti sosial.

“Sekolah kami berdiri sejak tahun 1965, dan sudah tidak terhitung banyaknya sumber daya manusia berkualitas yang telah dilahirkannya. Aksi penanaman pohon dan donor darah yang kami laksanakan bersama pada hari ini sebagai bentuk nyata kepedulian kami terhadap lingkungan dan sesama”, kata Tavif kepada Berimbang.com, disela kegiatan, pagi tadi.

Pada hari Sabtu (26/12/15) yang akan datang, lanjut Tavif, Ikatan Alumni Smp Negeri 1 Cicurug, akan menggelar seminar Pendidikan dengan menghadirkan narasumber dari Kementrian Pendidikan Republik Indonesia, yang rencananya akan dilaksanakan di Aula Smp Negeri 1 Cicurug.

“Masih dalam rangkaian Reuni, sabtu depan kami akan menggelar seminar pendidikan, kalo tidak ada halangan kami akan menghadirkan mentri pendidikan. Dan puncak acaranya kami laksanakan pada hari minggu tanggal 27 desember”, tambah Tavif.

Usai kegiatan jalan sehat dan santai serta penanaman pohon, ratusan peserta kegiatan dari seluruh alumni Smp Negeri 1 Cicurug, berkumpul di lapangan komplek sekolah, mengikuti kegiatan hiburan musik yang dimeriahkan dengan pembagian hadiah door prize. (Raden/Nana)

Daerah

Ini Kronologis Bentrokan Aremania Tewaskan 1 Orang

8be1232a354a9a4cb79e8f9dd0f291a5f

BERIMBANG.COM, Sragen – Bentrokan antar suporter fanatik yakni Bonek Surabaya dengan Arema Malang terjadi di Sragen, Jawa Tengah Bentrokan itu terjadi Sabtu (19/12/2015) sekitar pukul 04.30 dini hari WIB. Dalam insiden tersebut, dua suporter dikabarkan tewas dalam bentrokan di dua lokasi yang berbeda.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Okezone, Sabtu (19/12/2015, kerusuhan antara dua suporter berawal saat kedua kelompok bertemu di sebuah SPBU di wilayah Jatisuma Sambung Macan, Sragen, Jawa Tengah. Saat itu, bus pariwisata yang mengangkut suporter Arema tengah mengisi bahan bakar di SBPU tersebut.

Saat berhenti, bus yang ditumpangi sekitar 34 orang termasuk satu sopir dan satu kenek berniat mengisi bahan bakar sekaligus istirahat dan menunaikan Salat Subuh.

Saat tengah beristirahat, tiba-tiba rombongan suporter Arema Malang ini justru dikepung oleh rombongan Bonek suporter Surabaya yang juga tiba di SPBU tersebut dengan menggunakan empat unit truk.

“Iki Arema, Iki Arema,” teriak para bonek saat melihat rombongan suporter Arema Malang seperti yang ditirukan petugas SPBU Jatikusuma, Sambung Macan Sragen yang menolak menyebutkan namannya.

Tak hanya berteriak, para Bonek langsung melakukan penganiayaan, pengrusakan dan penjarahan barang milik rombongan Arema.

Para Bonek langsung masuk dalam bus rombongan pendukung Arema kemudian dengan paksa meminta dompet dan handphone tim pendukung Arema. Bahkan salah satu anggota dari pendukung Arema mendapatkan tindakan penganiayaan hingga meninggal dunia.

Kerusuhan tersebut baru bisa dihentikan setelah pihak kepolisian dari Polres Sragen tiba di lokasi kejadian.

Selain di SPBU Sambung Macan, kerusuhan serupa juga terjadi di wilayah Nglorog, Sragen sekitar pukul 05.00 WIB, saat satu mobil bak terbuka dengan Nopol AG 1275 KA yang berisi tujuh orang dan semuanya semuanya warga Blitar menambal bannya karena bocor. Kemudian melintas tiga truk berisikan suporter Bonek dengan jumlah sekitar 500 orang, lalu melakukan pengeroyokan, merusak dan menjarah barang milik suporter Arema yang ada di mobil. Saat itu juga satu suporter dikabarkan tewas.

Salah satu korban tewas bernama Slamet yang sempat dilarikan ke RSUD Sragen. Namun saat dalam perjalanan nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Okezone

Daerah

Mayat Lelaki Tanpa Identitas Tergeletak Di Rumah Warga

fe7fbef209a091b74760ae5dfd5ecd45f

BERIMBANG.COM, Makasar- Seorang laki-laki ditemukan tewas tergeletak di depan rumah warga Jl Mesjid Raya Lr 108 A Kecamatan Bontoala Makassar, Sabtu (19/12/2015) sekitar pukul 06.00 Wita.

Mayat laki-laki tanpa identitas tersebut ditemukan pertama kali oleh salah satu warga sekitar, Hasmawati (53).

Hasmawati yang bertempat tinggal di Jl Mesjid Raya Lr 108 No 16 melihat mayat tersebut saat sedang melintas.

Adapun posisi mayat saat pertama ditemukan dalam posisi telentang dan hanya menggunakan sarung.

Atas dasar laporan Hasmawati, petugas Polsek Bontoala tiba di TKP sekitar pukul 06.30 Wita lalu memasang garis polisi.

Petugas kemudian menghubungi petugas piket identifikasi Polrestabes Makassar.

Pukul 07.30 Wita petugas dari Polrestabes Makassar tiba dan langsung melakukan proses identifikasi.

Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemui tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hingga saat ini mayat laki-laki tanpa identitas itu masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara dan berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” ujar Humas Polrestabes Makassar, Kompol Andi Husnaeni.

Tribunews

Depok

Program Indonesia Pintar Tidak Merata Di Kota Depok

IMG_20151219_102424

BERIMBANG.COM, Depok – Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2015 dari Kementrian Pendidikan yang disalurkan kepada seluruh siswa SD, SMP dan SMA di Kota Depok tidak merata, pasalnya hanya siswa yang datanya terdata  di Kantor Kementrian Pendidikan yang bisa mendapatkan dana bantuan kementrian tersebut, sedangkan yang namanya tidak terdata tidak dapat.

Seperti yang di katakan Jaenudin , Kepala sekolah SDN O3 Beji timur, dirinya menyambut baik program dari Kementerian Pendidikan, sejumlah 426 siswa dari 500 siswa mendapatkan bantuan.

” Sebenarnya kami tidak mengetahui program tersebut tetapi dengan adanya bantuan PIP, siswa dapat terbantu contohnya, dengan dana tersebut bisa untuk dibelikan perlengkapan sekolah, harapan saya, program ini bisa berkelanjutan” ujar Jaenudin kepada berimbang.com diruang kerjanya. Jum’at (18/12/2015).

Hal yang sama dikatakan Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Kota Depok, Tugino mengatakan, Pihaknya tidak mengetahui program PIP dari Kementrian Pendidikan, siswa yang mendapatkan bantuan tidak semua mendapatkannya sedangkan, masih menurut Tugino, pihak sekolah juga tidak mengetahui seperti apa prosedurnya untuk mendapatkan bantuan tersebut.

” Akibatnya banyak siswa tidak mendapatkan bantuan, SMAN 11 hanya 10 siswa yang mendapatkan bantuan tersebut, kami selalu update data siswa ke Dinas Pendidikan Depok karena setiap hari jika ada perbaikan selalu kami laporkan dengan cepat,” ucap Tugino.

Sementara itu, salah satu wali murid di Kecamatan Beji, Ruslan (41) mengatakan, sangat menyayangkan anaknya tidak mendapatkan bantuan, padahal anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah.

” Anak saya dua-duanya tidak mendapatkan bantuan padahal kami sangat sekali membutuhkannya untuk membeli segala perlengkapan sekolah, saya menanyakan, kenapa saya tidak mendapatkan sedangkan yang lain dapat bantuan,” Ujar Ruslan dengan nada kesal. (Rahmat Budianto).

Nasional

Menhub Larang Angkutan Berbasis Online

a5b1a6d27db8f850d66f4016be069721f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Kementerian Perhubungan melarang ojek maupun taksi yang berbasis daring (online) beroperasi. Layanan itu dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/12) mengatakan pelarangan beroperasi tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, tertanggal 9 November 2015.

“Sehubungan dengan maraknya kendaraan bermotor bukan angkutan umum dengan menggunakan aplikasi internet untuk mengangkut orang dan/atau barang, perlu diambil langkah bahwa pengoperasiannya dilarang,” katanya.

Djoko mengatakan surat tersebut juga ditujukan untuk Korps Lalu Lintas Polri, para Kapolda dan Gubernur di seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan pengoperasian ojek dan uber taksi tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan.

“Ketentuan angkutan umum adalah harus minimal beroda tiga, berbadan hukum dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum,” katanya.

Djoko mengaku pihaknya tidak masalah dengan bisnis “start-up” (pemula) namun menjadi bermasalah apabila menggunakan angkutan pribadi untuk angkutan umum yang tidak berizin dan tidak memenuhi ketentuan hukum.

“Apapun namanya, pengoperasian sejenis, Go-Jek, Go-Box, Grab Bike, Grab Car, Blue Jek, Lady-Jek, dilarang,” katanya.

Kementerian Perhubungan melarang ojek berbasis online seperti Go-Jek Cs untuk beroperasi. Hal tersebut dinilai tidak memenuhi ketentuan operasional sebagai angkutan umum.

Epin, seorang pengemudi Grab Bike mengeluhkan keputusan tersebut. Menurutnya, keputusan itu akan berdampak pada sulitnya para pengemudi ojek online cs memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya kalau bisa jangan lah, itu pekerjanya udah ribuan. Nanti gimana kita bisa makan,” kata Epin di Pondok Bambu Jakarta Timur, Jumat (18/12/2015).

Ia menambahkan, sebelum ada tindakan dari aparatur maka dirinya akan tetap beroperasi. Pasalnya, hanya ini yang menjadi mata pencaharian bagi keluarganya.

“Ya mau gimana lagi, kita mah tetep narik aja. Kalau keputusan itu keluar apa menteri mau tanggung jawab sama makan kita?,” pungkasnya.

Okezone

Depok

Gedung Serba guna Kelurahan Kemirimuka Hampir Rampung

Lurah Kemirimuka, Ramdani.       (Foto : Rahmat Budianto )
Lurah Kemirimuka, Ramdani. (Foto : Rahmat Budianto )

BERIMBANG.COM, Depok – Pembangunan gedung Serba Guna Kelurahan Kemirimuka hampir rampung, Hasil pantauan wartawan berimbang.com di lokasi terlihat pengerjaan fisik sudah mencapai 100%.

Lurah Kemirimuka, Ramdani mengatakan, jika tidak ada halangan di perkirakan sekitar 2 minggu lagi selesai, gedung serba guna ini nantinya akan di peruntukan untuk Ruangan PKK,LPM dan  kesekretariatan LKM.

Lanjut Ramdani, kegiatan pembangunan ini bersumber dari APBD tahun 2015 dengan nilai Rp180 juta. Lurah berharap dengan adanya gedung baru serba guna ini, pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal lagi nantinya,

” Dengan adanya gedung yang baru dapat meningkatkan pelayanan, termasuk segala kegiatan bisa dipergunakan, karena selama ini, kegiatan kita lakukan dengan  meminjam gedung dari Putra bangsa dan gedung lainnya yg ada di sekitar. Setelah gedung ini jadi, kami persilahkan kepada karang taruna dan generasi muda untuk mempergunakan gedung ini sebaik baiknya,” tutur Ramdani kepada berimbang.com di ruang kerjanya belum lama ini.

” Walaupun sebelumnya gedung belum rampung tetapi di setiap kegiatan OPD masih dibilang layak dipergunakan seperti contoh dengan adanya setiap rapat kegiatan Pilkada baru-baru ini,” terangnya.

Sementara itu viktor Pelaksana Pembangunan gedung kelurahan di lokasi mengatakan, sebenarnya SPK turun tanggal 28 Nopember 2015 karena berkaitan dengan pilkada harus ditunda dan baru bisa di laksanakan sekarang.

“Kita hanya melaksanakan pengerjaan proyek ini dengan sebaik baiknya, kalau tidak ada hambatan akhir Desember selesai,” Ujar Viktor.(Rahmat budianto)

BogorJabodetabek

Truk Pengangkut BBM Meledak, Sopir Dan kernet Hangus Terbakar

IMG-20151216-WA0001

BERIMBANG.COM,  Bogor – Evakuasi jasad sopir dan kernet truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbakar hebat di kawasan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, Rabu, (16/12/2015) siang tadi, berlangsung dramatis. Jasad kedua korban ditemukan warga dalam keadaan mengenaskan, diantara puing kendaraan yang terbakar.

Kecelakaan maut yang terjadi di tikungan Kampung Cilame RT 02/RW 12 Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor ini berawal saat Truk PT Pertamina pengangkut ribuan liter bahan bakar jenis premium yang diduga mengalami rem blong dan kehilangan kendali hingga terperosok ke dalam jurang, dan akhirnya terbakar.

Kapolsek Cigudeg Kompol M. Imam S kepada sejumlah awak media mengatakan,  sekitar pukul 9.00 waktu setempat, truk naas bermuatan bahan bakar premium sebanyak 24.000 liter melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bogor menuju Jasinga. Ditikungan maut ini sang sopir tidak dapat mengendalikan kemudinya, hingga truk terbalik dan masuk jurang, meledak dan terbakar hebat.

“Sopir dan kernet tidak dapat diselamatkan karena saat truk terbakar keduanya terhimpit diantara bodi Truk yang ringsek”, kata Kapolsek Cigudeg, di lokasi kejadian.

Kapolsek menambahkan, api baru bisa dipadamkan setelah empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, diterjunkan ke lokasi.  Sopir dan kernet dievakuasi warga dibantu petugas pemadam kebakaran serta aparat kepolisian.

“Untuk sementara, identitas kedua korban dalam kecelakaan ini belum Diketahui”, Pungkas Imam. (na/rad/yos)

DepokJabodetabek

Ratusan PKL Pasar Cibinong Ditertibkan

Penertiban PKL di pasar cibinong.   (Foto : Raden)
Penertiban PKL di pasar cibinong. (Foto : Raden)

BERIMBANG.COM, Bogor, – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) disepanjang jalan di kawasan Pasar Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (15/12/15) siang tadi ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan ini, aparat Penegak Peraturan Daerah (Gakperda) juga membongkar Pos pantau miliknya yang selama ini disalah gunakan oleh para PKL.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi (Kabid Dalop) Satpol PP Kabupaten Bogor, Asnan mengatakan, bahwa penertiban yang dilakukan jajarannya berdasarkan Peraturan Daerah (Perda).

“Penertiban ini dilakukan berdasarkan peraturan daerah nomor empat tahun dua ribu lima belas tentang ketertiban umun,” ujar Kasi Dalop kepada sejumlah awak media di lokasi penertiban.

Lebih lanjut, Asnan mengatakan, pada hari ini jajarannya menertibkan sekitar lima ratus PKL yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Raya Jakarta – Bogor, dan akan dilanjutkan esok hari. Pada penertiban kali ini, sejumlah pedagang sudah membongkar bangunannya sendiri. Sementara yang masih bertahan terpaksa ditertibkan secara paksa.

“Kami akan terus melakukan penertiban agar kawasan Cibinong yang masuk sebagai zona satu harus tetap steril,” pungkas Asnan. (Raden/Nana)