Sorotan Menyeruak Dugaan Korupsi di Tubuh Dinas Damkar Kota Depok

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 676 Views

BERIMBANG.com – Bermula, wartawan berbincang soal sepatu tak ada besi pengamannya dengan anggota honorer Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) atau akrab disingkat Damkar Kota Depok, Jawa Barat.

Usai ramai pemberitaan didunia maya diantaranya berimbang.com dengan judul, “Dugaan Koruptif pengadaan Sepatu boot PDL Damkar Kota Depok”. menjadi sorotan nasional.

Sebelumnya hendak dikonfirmasi wartawan dugaan koruptif itu pada Selasa (23/3/2021). Kepala Dinas (Kadis), Sekretaris dinas (Sekdis) dan Bagian Pengadaan, tak ada ditempat.

“Pak Kadis dan Sekdis lagi pada di luar, gak tau kapan balik kantor lagi,” ujar salah satu staff Dinas Damkar Kota Depok, Jawa Barat. (23/3) yang lalu.

Seiring berjalannya waktu, Dugaan koruptif Dinas DPKP semakin menyeruak. Satu diantara petugas honorer Damkar, Sandi Butar Butar berani mengungkap dugaan koruptif melalui media sosial, yang meminta Menteri dan Presiden turun tangan.

Ungkapan dugaan koruptif itu menjadi lebih viral dan melebar ke hal selain pengadaan sepatu yang diduga markup. Hingga Kejaksaan dan kepolisian menyelidiki dugaan korupsi dalam tubuh Dinas Damkar.

Sandi pun didampingi oleh pengacara ternama Razman Arif Nasution untuk memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resort Metro (Polrestro) Depok, kemarin Senin (26/04/2021)

“Kedatangan kami untuk memenuhi panggilan penyidik guna menyerahkan beberapa bukti yang sudah kami bawa. Saudara Sandi diperiksa pada bagian strategis termasuk diantaranya pengadaan sepatu, baju dan honor,” ujar Razman.

“Ini suatu kemajuan yang luar biasa yang dilakukan pihak Kepolisian. Ini pintu masuk untuk mengungkap tentang kasus-kasus yang ada di Pemerintahan Kota Depok,”

Menurut Razman, persoalan pengadaan baju, sepatu dan honor dana yang kecil beginipun diduga ada penyelewengan, kata dia, tidak tertutup kemungkinan pengadaan mobil pemadam ini juga ada dugaan korupsi.

“Depok ini merupakan daerah penyangga Ibukota DKI Jakarta karena itu harus signifikan penanganannya,” kata Razman Arif Nasution.

Disisi lain terpisah, komentar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) menyoroti dugaan korupsi Dinas DPKP atau Damkar.

“Dugaan kasus korupsi di Dinas Damkar, Kota Depok sangat menyakiti hati masyarakat Kota Depok. Karena, PAD dan APBD Kota Depok itu hasil dari pungutan pajak masyarakat Kota Depok,” kata Ketua GIAK Kota Depok, Vince Roosmery, kemarin. senin (26/4).

Vince mendukung penuh proses penegakan hukum oleh Polrestro dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, “GIAK mendukung proses penegakan hukum terkait adanya dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok,” kata dia, Senin (26/04).

Menurut Vince, perlu adanya pembenahan diruang lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sehingga, hal serupa tak terjadi lagi.

“Kedepannya GIAK berharap Pemerintahan Kota Depok untuk melakukan kajian hukum agar permasalahan korupsi di Kota Depok tidak terulang lagi,” ujarnya.

Editor: Tengku Yusrizal

Tinggalkan Balasan