BERIMBANG.COM, Bandung – Sebanyak 130 calon advokat resmi dilantik dan diambil sumpah dalam acara yang berlangsung khidmat di Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Kota Bandung, pada 30 April 2026.
Di antara para calon advokat tersebut, terdapat 7 orang calon advokat yang diangkat sumpahnya dan dikawal langsung oleh Persatuan Advokasi Indonesia (PERSADIN).
Acara ini menjadi momen penting bagi dunia hukum di Jawa Barat, menandai masuknya generasi baru praktisi hukum yang siap mengemban tugas dan tanggung jawab profesi. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menegaskan komitmen para advokat baru untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, integritas, dan profesionalisme.
Kehadiran perwakilan PERSADIN dalam acara ini turut memberikan dukungan dan penguatan bagi anggota barunya. Delegasi PERSADIN dipimpin langsung oleh Ketua DPW PERSADIN Jawa Barat, Bapak Ahmad Yazid, S.E., S.Pd.I., S.H., M.M.
Turut hadir mendampingi mewakili Ketua Umum PERSADIN, Bapak DR. KRT. Oking Gandamiharja, S.H., M.H., yang di wakili Sekretaris Jenderal DPN, Ibu N. Mariyah Yazid, S.H., M.H. serta wakil ketua DPW persadin jabar bapak haidy Arsyad S. H.,C.P.L Kepala Bidang pengembangan organisasi Hendra Sudrajat S. H., Kepala Bidang Pendidikan, Ibu Ayu Larasati, S.H., M.H.
Kehadiran para pimpinan organisasi ini menunjukkan perhatian dan komitmen kuat PERSADIN dalam memfasilitasi serta mendampingi proses legalisasi profesi bagi anggotanya, sekaligus memastikan standar kompetensi dan etika yang tinggi dalam menjalankan tugas advokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Para Pemimpin PERSADIN menyampaikan harapannya agar para advokat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah profesi dengan penuh tanggung jawab, menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum, serta memberikan pelayanan hukum yang berkualitas bagi masyarakat. PERSADIN juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kapasitas dan kesejahteraan anggota, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan supremasi hukum di Indonesia.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia, menjadi bukti solidaritas dan semangat kebersamaan dalam dunia advokasi.
(NA)
