Jabodetabek

BogorJabodetabek

Diguyur Hujan, 2 Rumah Desa Ciadeg Dihantam Longsor

IMG-20160120-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Masyarakat hendaknya lebih waspada saat menghadapi musim penghujan saat ini.  Karena tanpa bisa diprediksi,  setiap saat bencana alam selalu mengancam. Seperti yang dialami warga Kampung Dukuh Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong,  yang tertimpa bencana longsor, akibat hujan deras yang mengguyur, Senin (19/01/16) lalu.

Rumah milik Ikah (62) dan Empud (56) yang berlokasi di Kampung Dukuh rt 02/14 Desa Ciadeg itu porak poranda dihantam longsoran tanah hingga salah satunya nyaris roboh. Meski tidak ada korban jiwa,  namun kerugian yang ditimbulkannya mencapai puluhan juta rupiah.

“Saat kejadian saya sedang berada di dalam rumah.  Tapi alhamdulillah keluarga saya selamat,  hanya motor anak saya rusak tertimpa bangunan yang roboh”, tutur Ikah, salah satu korban saat ditemui Berimbang.com dikediamannya.

Paska bencana, warga secara bahu membahu bersama aparat membantu memperbaiki rumah korban,  dan mengevakuasi puing –  bangunan yang tertimpa longsor. Sementara, pemerintah setempat memberikan bantuan tanggap darurat bencana.

“Kami sudah melaporkan kejadian bencana ini kepada pemerintah daerah melalui desa dan kecamatan.  Kami berharap pemerintah daera segera turun tangan dan memberikan bantuan kepada para korban”, kata Buyung, ketua Rw setempat kepada Berimbang.com, kemarin.

Reporter : Nana Suryana

Editor      : Raden Supriyadi

BogorJabodetabek

Antisipasi Teror, Muspika Cijeruk Sisir Rumah Kontrakan

IMG-20160119-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyusul giat operasi Cipta Kondisi (Cipkon) pemeriksaan kendaraan roda empat dan penumpangnya di jalur alternatif Cigombong – Cijeruk – Batu Tulis kemarin, guna mengantisipasi pergerakan para pelaku teror,  jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cijeruk, Kabupaten Bogor, menyisir rumah – rumah kontrakan di Desa Sukaharja dan Desa Palasari, Selasa (19/01/16).

Dalam giat ini, para warga pendatang yang tinggal di rumah rumah kontrakan diperiksa kelengkapan identitasnya oleh aparat gabungan.

Kapolsek Cijeruk – Cigombong Kompol Suhartono, mengatakan giat ini melibatkan personil gabungan dari tiga unsur yang dibagi menjadi dua tim.

“Giat ini melibatkan unsur Polri dari Polsek setempat, TNI dari Koramil Cijeruk – Cigombong, dan unsur pemerintahan dari kecamatan juga desa”, kata Kompol Suhartono kepada berimbang.com disela kegiatan siang tadi.

Lebih lanjut Kaposek Suhartono menjelaskan, tim 1 yang dipimpinnya berjumlah 18 personil, terdiri dari 8 anggota Polsek, 3 anggota Koramil,  4 anggota Unit Pol PP Cijeruk dan 3 orang aparat pemerintah desa.  Tim 1 menyisir rumah kontrakan di Kampung Pondok Bitung Rw 03 dan Rw 02 Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk.

Sementara itu, lanjut Kapolsek, Tim 2 dibawah pimpinan Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Cijeruk – Cigombong, Ma’ruf Murdianto, berjumlah 10 personil. Yakni, 5 anggota Polsek, 1 anggota Koramil dan 4 orang staf desa. Tim ini melakukan pemeriksaan warga pendatang yang tinggal di rumah kontrakan di Kampung Geblug Rt 02/01 dan Kampung Cijeruk Rt 03/03 Desa Palasari.

“Pemeriksaan berjalan lancar dan tidak ditemukan warga pendatang yang mencurigakan. Namun demikian,  kami beserta jajaran akan terus melaksanakan operasi Cipkon ini secara berkala”,  Pungkas Kapolsek Cijeruk – Cigombong Kompol Suhartono. (Yosef Bonang)

BogorJabodetabek

Polsek Cijeruk-Cigombong Gelar Operasi Cipta Kondisi

IMG-20160118-WA0007

BERIMBANG.COM,  Bogor – Sepekan terakhir, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cijeruk – Cigombong menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di sejumlah titik di wilayah tugasnya.  Menurut Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Cijeruk –  Cigombong, Komisaris Polisi (Kompol) Suhartono, giat yang dilaksanakannya itu sebagai langkah antisipasi pergerakan para pelaku teroris.

Kompol Suhartono mengatakan, operasi dikonsentrasikan pada pemeriksaan kendaraan roda empat dan penumpangnya yang diduga pelaku teror. “Setiap kendaraan kami periksa.  Mulai dari kelengkapan kendaraan, identitas penumpang, serta barang bawaan dalam kendaraannya”, kata Kapolsek Cijeruk – Cigombong usai memimpin Operasi Cipkon di jalur alternatif Cigombong – Batu Tulis, tepatnya di depan kantor Pemerintah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/01/16).

Dalam giat yang dimulai pada pukul 9.30 hingga pukul 11.00 waktu setempat ini,  jajaran Kepolisian menerjunkan lima belas personilnya, dibantu tiga personil TNI dan lima personil Pol PP Kecamatan Cijeruk. Hingga Operasi usai,  tidak ditemukan barang atau orang yang diduga pelaku teror. Usai giat tersebut,  aparat gabungan melanjutkan operasi penyisiran rumah kontrakan di wilayah desa Palasari dan Sukaharja.

Reporter : Nana Suryana

Editor      : Raden Supriyadi

JabodetabekJakarta

Polwan Cantik Ringkus Pemukul Polisi di Palmerah

Polwan ringkus

BERIMBANG.COM, Jakarta – Polisi telah menangkap HR (28) (sebelumnya ditulis IR), seorang wartawan media online yang memukuli polisi hingga jatuh di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Diketahui, HR ditangkap oleh seorang Polisi Wanita (Polwan) saat hendak kabur.

“Ia ditangkap oleh seorang Polwan bernama Brigadir Tisna,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) dari Polsek Metro Tanah Abang, Komisaris Polisi Mustakim, di Mapolsek Metro Tanah Abang, Selasa, 5 Januari 2016.

Hebatnya lagi, lanjut Mustakim, Brigadir Tisna menangkap HR hanya menggunakan tangan kosong.

“Polwan itu mengejarnya saat pelaku mencoba kabur. Pelaku berhasil ditangkap bersama dengan bantuan penjaga perlintasan rel kereta api Palmerah, bernama Ahmad Usni dan M Ilham,” ujar Mustakim.

Setelah pelaku diborgol, lanjut Mustakim, Tisna dibantu beberapa petugas polisi yang ada di Pos Polisi (Pospol), yang tak jauh dari lokasi.

“Kemudian oleh Brigadir Tisna dibantu beberapa petugas polisi yang lain, pelaku dibawa atas perbuatannya,” ucap dia.

Akibat perbuatannya tersebut, HR dikenakan Pasal 351 dan 213 KUHP dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara.

Pria 28 tahun itu memukul Brigadir Sulikan, yang merupakan anggota Patroli Pengawal (Patwal) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Senin malam 4 Januari 2016 sekira pukul 22.00 WIB. HR memukul Sulikan lantaran tak terima saat ditegor karena melawan arus ketika mengendarai sepeda motor di perlintasan rel kereta api Palmerah.

Viva.co.id

JabodetabekJakarta

Kisah “Cabe-Cabean” Dibalik Tembok Komplek DPR Kalibata

f1d7809b8a215ccfa84d85e27d251bd6f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Banyak cerita yang terjadi di rumah dinas (rumdin) anggota DPR dan sekitarnya. Diantaranya cerita di pinggiran kompleks hunian menengah-atas yang terletak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan ini, tidak jarang dijadikan tempat mesum bagi ABG perempuan yang biasa disebut cabe-cabean.

Sebagai salah satu akses utama untuk menuju rumdin itu, ada jalan utama yang bernama Jalan DPR Raya yang menghubungkan Jalan Pengadegan dengan Jalan Kalibata. Pinggiran jalan tersebut pada jam tertentu situasinya tidak begitu ramai.

Karena situasi yang tidak begitu ramai dan letaknya yang cukup strategis, pinggiran tembok pembatas Rumdin DPR itu, kerap dimanfaatkan oleh para remaja tanggung untuk nongkrong.

Bahkan, tidak hanya sekadar nongkrong, mereka juga sering didapati melakukan tindakan mesum. Sejumlah pengguna jalan dan penghuni rumdin mengaku pernah melihat aksi tidak senonoh anak-anak tanggung itu.

“Itu sering dijadikan tempat mesum, pas banget di samping kompleks rumah dinas,” kata salah satu staf anggota DPR yang menempati rumah dinas DPR kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (24/11/2015).

Hal senada dikatakan Rohman, mantan pedagang sekitar wilayah tersebut. Ia mengungkapkan, hampir setiap malam para anak-anak ABG tersebut berkumpul dan banyak juga yang datang berpasangan, terlebih jika malam minggu atau malam akhir pekan.

“Banyak, malam minggu apalagi. Ya pada begitu di atas motor, ada yang di jalan sambil duduk. Ada yang pelukan, ciuman macem-macem,” ungkap Rohman.

Pria yang berjualan sekitar tahun 2008 hingga 2010 ini mengaku sudah tidak aneh dengan kelakuan anak-anak muda tersebut. Bahkan menurut dia, mereka tidak merasa canggung meskipun banyak orang di sekitarnya.

“Ada orang lewat juga mereka biasa aja, orang yang sekitarnya banyak juga pada sama begitu juga mesum,” ujar dia.

Selain itu, Rohman mengatakan, polisi bukan tidak sering membubarkan para cabe-cabean tersebut. Namun tak berselang lama, anak-anak mayoritas menggunakan sepeda motor itu kembali ke tempat semula.

“Saya sendiri pernah lihat polisi bubarin yang lagi gitu langsung bubar tuh, tapi ya balik lagi kalau polisinya sudah pergi. Sudah lama ini dijadiin tempat begitu,” tutup Rohman.

Salah satu ABG perempuan yang sering nongkrong di pinggiran tembok rumdin DPR, Mona (16) mengaku, aktitivitas nongkrong di kawasan pinggir rumdin itu sudah dilakukannya sejak setahun lalu bersama teman-teman sebayanya.

“Ya sebetulnya karena banyak temen-temen pada ke situ ya kita ke situ, enggak sengaja diniatin juga,” ujar siswi salah satu SMA swasta di kawasan Jakarta Selatan itu.

Mona juga beberapa kali bersama pacarnya nongkrong di daerah itu. Tapi ketika ditanya soal banyaknya anak-anak yang berbuat mesum di tempat tongkrongan itu, dia mengaku tidak tahu.

“Ya namanya juga orang pacaran mas, ya masing-masing ajalah. Ngapain juga kita ngepoin (pengin tahu) temen,” ucap Mona.

BogorJabodetabek

Aset Budaya “Ngabungbang” Cimande Minim Perhatian Pemda

IMG-20151223-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Sudah menjadi tradisi, jika ritual “Ngabungbang” yang dilaksanakan setiap 14 Maulid, di kawasan Cimande, Kecamatan Caringin,  kerap dipadati masyarakat. Sepanjang jalan dari perempatan Kampung Cikodok hingga menuju kawasan Kampung Tarikolot, selalu dipadati oleh para pedagang kaki lima, yang menjual berbagai macam barang dagangannya.

Untuk menjaga pelaksanaan “Ngabungbang” berjalan lancar, Organisasi Pemuda Cimande Tarikolot (OPCT) pimpinan Ahmadi melakukan tugas pengamanan yang melibatkan semua pemuda dari sejumlah desa yakni Desa Cimande Jaya dan Desa Lemahduhur.

 “Kami mengerahkan hingga 250 pemuda yang bertugas melakukan pengamanan, mulai dari parkir hingga antisipasi tindak kejahatan,” kata Ahmadi.

Ahmadi menambahkan, tradisi ritual “Ngabungbang” bagi masyarakat Cimande sangat penting. Karena selain didatangi pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia juga didatangi tamu mancanegara.

Sementara itu, mantan Kades Lemah Duhur, yang baru saja mengakhiri masa jabatannya Selasa (22/12/15) kemarin, Ujang Najmudin menuturkan, setiap peringatan “Ngabungbang” pihaknya menyiagakan ratusan petugas, terutama dalam mengatur arus lalulintas di jalan yang padat baik oleh pedagang maupun pengunjung.

Selain itu, lanjut Ujang, pihak selalu berkoordinasi dengan unsur Muspika Kecamatan Caringin dan aparat kepolisian setiap pelaksanaan “Ngabungbang”.

“Ngabungbang tahun ini lebih ramai, bahkan banyak tamu yang datang dari luar negeri, seperti Jepang, Malaysia, Singapura dan Amerika. Umumnya para tamu asing itu, datang ke Cimande karena sudah mengetahui kelestarian budaya tradisi ritual Ngabungbang milik Cimande,” ujarnya.

Ujang menambahkan, kebanyakan peziarah yang datang sudah melakukan tradisi tersebut selama bertahun-tahun.

“Menurut mereka tradisi ini sebagai kegiatan positif, berziarah ke makam keramat para Kesepuhan Cimande yang diyakini membawa kemaslahatan dan kebarokahan bagi yang meyakininya,” kata Ujang.

Namun yang sangat disayangkan, masih menurut Ujang, tradisi “Ngabungbang” yang merupakan salah satu aset budaya ini kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, meskipun pemerintah desa selama dalam kepemimpinannya sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).(Nana)

BogorJabodetabek

Jelang Puncak Ritual Ngabungbang Cimande, PKL Padati Lokasi

IMG-20151222-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Jelang puncak acara ritual budaya “Ngabungbang” di kawasan Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at (25/12/15) mendatang, ratusan Pedagang Kaki Lima (Pkl) memadati bahu jalan di wilayah Desa Lemah Duhur dan Desa Cimande Jaya. Ritual budaya “Ngabungbang” menjadi agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan warga Cimande selama ratusan tahun, setiap bulan Maulid tepat di tanggal 14.

Para Pkl yang hadir dikawasan Cimande itu berasal dari berbagai daerah, dengan maksud mengadu peruntungan dagangnya dengan memanfaatkan keramaian saat rangkaian prosesi “Ngabungbang” berlangsung. Pasalnya, selain dilaksanakan oleh warga setempat, “Ngabungbang” juga diikuti oleh ribuan jamaah ziarah dari berbagai daerah, dalam dan luar jawa, bahkan jamaah ziarah dari luar negeri. Sejumlah pedagang mengaku mendapat keuntungan yang lumayan saat berjualan di area “Ngabungbang” pada tahun – tahun sebelumnya. Dan berharap mendapat keuntungan yang sama di tahun ini.

“Mudah – mudahan ditahun ini rejeki keuntungan dagang saya sama seperti tahun tahun sebelumnya”, ujar anton, pedagang pakaian muslim dan kelengkapan ibadah, saat ditemui berimbang.com di lokasi.

Ditempat terpisah, Gun, pedagang peci dan pernak pernik mengaku agak pesimis jika usaha dagangnya di tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Saya agak khawatir dagangan saya kurang laku, karena saat ini kan lagi susah duit. Tapi mudah – mudahan sih enggak kayak gitu”, imbuhnya.

Berdasarkan pantauan berimbang.com di lokasi, kepadatan pedagang di sepanjang jalur tempat tempat ziarah Cimande, lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Diprediksi, mulai besok kendaraan roda empat yang akan melintas dari arah talang Cimande ke arah Tarikolot akan sulit melintas, terlebih dipadatnya para peziarah yang semakin banyak berdatangan. (Raden/Nana)

BogorJabodetabek

Tiga Minggu Hilang, Wanita Setengah Baya Tewas Di Gunung Salak

IMG-20151222-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Warga Kampung Tapos Rt 2/3, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita di tengah perkebunan blok Pambutan di kaki gunung salak, Selasa (22/12/15) petang tadi. Mayat wanita separuh baya dengan kondisi sudah membusuk ini pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari rumput. Kondisi mayat yang sudah membusuk, sehingga menyulitkan warga untuk dapat mengenalinya.

Setelah menerima laporan dari warga tentang penemuan mayat tersebut, aparat kepolisian sektor Cijeruk – Cigombong dibantu aparatur pemerintahan kecamatan, desa serta warga setempat, segera meluncur ke lokasi untuk melakukan identifikasi.

Saat dikonfirmasi berimbang.com diruang kerjanya, Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Rekrim) Polsek Cijeruk – Cigombong, Iptu Ma’ruf Murdianto menjelaskan, bahwa mayat wanita itu ditemukan pertama kali oleh Hidayat, warga kampung Tajur Halang Rt 2/3 Desa Tajur Halang, pada Senin (21/12/15) sekitar pukul 17.00 waktu setempat dan baru dilaporkan Selasa (22/12/15) pagi tadi.

“Setelah menerima laporan dari warga, kami segera meluncur ke lokasi untuk melakukan identifikasi jenazah yang ditemukan. Beberapa saat ketika kami dilokasi ada warga yang mengenali sosok itu sebagai orang tuanya yang telah meninggalkan rumah selama tiga minggu”, kata Kanit Reskrim Polsek Cijeruk – Cigombong, kepada berimbang.com sore tadi.

Lebih lanjut Ma’ruf menjelaskan, anak korban bernama Samsudin (22) warga  Kampung Sawah Rt 2/5, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Samsudin mengenali sosok mayat itu adalah ibunya yang bernama Sapni (48) dari ciri – ciri pakaian yang dikenakan. Menurut keterangan Samsudin, ibunya mengalami gangguan kejiwaan dan telah meninggalkan rumah sejak tiga minggu lalu.

“Atas permintaan anaknya, kami tidak melakukan otopsi rumah sakit dan  jasad korbanpun langsung dibawa pulang kerumah duka untuk dimakamkan”, pungkas Ma’ruf. (Raden/Nana)

BogorJabodetabek

Dua Kelompok Imigran Timur Tengah Terlibat Tawuran Di Puncak

images (23)

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan pemuda imigran asal Afghanistan dan Pakistan terlibat tawuran di depan Hotel Grand Safari, Cisarua, Kabupaten Bogor, pukul 19.00 wib, Senin (21/12/15), malam tadi.

Kejadian berawal ketika beberapa imigran terlibat adu mulut dalam bahasa mereka, di depan pintu masuk Hotel Grand Royal Safari. Melihat hal itu, keamanan hotel mencoba melerai dan mengusir mereka untuk tidak membuat kericuhan di depan hotel, hingga akhirnya para imigran itu bergeser ke depan sebuah mini market, tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

Saat tiba di area parkir mini market, keributan memuncak hingga dua orang diantara imigran itu dikeroyok, sementara yang lainya mencoba melerai. Para pengunjung mini marketpun berteriak dan menghalau mereka untuk pergi dari area parkir. Akhirnya mereka lari kearah villa di samping sebuah bank pemerintah. Mereka kembali saling adu pukul hingga diteriaki tukang ojek setempat. Setelah diteriaki warga, akhirnya mereka membubarkan diri dan membawa teman mereka yang terlibat tawuran.

Ali, salah satu imigran asal Afghanistan yang berhasil dimintai keterangan oleh awak media di lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi pemicu keributan.” Saya tidak tahu kenapa mereka saling serang. Mereka yang terlibat perkelahian itu berasal dari Pakistan dan Afghanistan”. Paparnya kepada wartawan.

Ali menuturkan,  mereka baru saja menghadiri acara konser di Hotel Grand Royal Safari. Acara tersebut dihadiri lebih dari 1000 orang pengungsi asal Timur Tengah. Belum jelas acara apa yang dihadiri mereka di hotel tersebut. Dari beberapa Imigran yang di wawancarai, mereka mengaku tidak bisa berbahasa Inggris maupun Indonesia. (Raden)

BogorJabodetabek

Diduga Korban Perampokan, Petani Ditemukan Tewas Mengenaskan

IMG-20151221-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor  – Warga Kampung Kubang, RT 08/ 02, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki – laki di area pesawahan, Senin (21/12/15) dini hari tadi. Menurut Kapolsek Cileungsi, mayat lelaki yang ditemukan warga itu diduga merupakan korban perampokan.

Saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, Kapolsek Cileungsi Ajun Komisaris Polisi (AKP) Eko menjelaskan, berdasarkan penuturan warga, mayat lelaki itu ditemukan warga sekitar pukul 4.00 WIB, dini hari tadi. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat terlihat menonton hiburan layar tancap di kampung sebelah.

“Kata warga, usai nonton layar tancap, korban langsung ke sawah untuk menjaga traktornya,” tutur Eko menirukan keterangan warga setempat.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut Kapolsek, korban yang ditemukan tidak bernyawa di tengah sawah dalam kondisi tangan dan kaki terikat, dengan kondisi lehernya yang nyaris putus diduga digorok menggunakan senjata tajam itu diketahui bernama Aca Bin Samin (55), warga Kampung Kubang Rt 09/04, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi.

Dugaan sementara, masih kata Kapolsek, Aca merupakan korban perampokan, yang pelakunya diperkirakan lebih dari satu orang, karena  traktor pembajak sawah yang tengah dijaganya hilang, dan yang tersisa hanya banya saja.

“Kami masih memperdalam kasus ini, dan menunggu hasil otopsi jasad korban dari pihak RS Kramat Jati Jakarta. Untuk sementara, dalam kasus ini kami gunakan Pasal 365 ayat 3 tentang pencurian dengan kekerasan”, Pungkasnya. (Raden/Nana)