Categories: BogorJabodetabek

Aset Budaya “Ngabungbang” Cimande Minim Perhatian Pemda

BERIMBANG.COM, Bogor – Sudah menjadi tradisi, jika ritual “Ngabungbang” yang dilaksanakan setiap 14 Maulid, di kawasan Cimande, Kecamatan Caringin,  kerap dipadati masyarakat. Sepanjang jalan dari perempatan Kampung Cikodok hingga menuju kawasan Kampung Tarikolot, selalu dipadati oleh para pedagang kaki lima, yang menjual berbagai macam barang dagangannya.

Untuk menjaga pelaksanaan “Ngabungbang” berjalan lancar, Organisasi Pemuda Cimande Tarikolot (OPCT) pimpinan Ahmadi melakukan tugas pengamanan yang melibatkan semua pemuda dari sejumlah desa yakni Desa Cimande Jaya dan Desa Lemahduhur.

 “Kami mengerahkan hingga 250 pemuda yang bertugas melakukan pengamanan, mulai dari parkir hingga antisipasi tindak kejahatan,” kata Ahmadi.

Ahmadi menambahkan, tradisi ritual “Ngabungbang” bagi masyarakat Cimande sangat penting. Karena selain didatangi pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia juga didatangi tamu mancanegara.

Sementara itu, mantan Kades Lemah Duhur, yang baru saja mengakhiri masa jabatannya Selasa (22/12/15) kemarin, Ujang Najmudin menuturkan, setiap peringatan “Ngabungbang” pihaknya menyiagakan ratusan petugas, terutama dalam mengatur arus lalulintas di jalan yang padat baik oleh pedagang maupun pengunjung.

Selain itu, lanjut Ujang, pihak selalu berkoordinasi dengan unsur Muspika Kecamatan Caringin dan aparat kepolisian setiap pelaksanaan “Ngabungbang”.

“Ngabungbang tahun ini lebih ramai, bahkan banyak tamu yang datang dari luar negeri, seperti Jepang, Malaysia, Singapura dan Amerika. Umumnya para tamu asing itu, datang ke Cimande karena sudah mengetahui kelestarian budaya tradisi ritual Ngabungbang milik Cimande,” ujarnya.

Ujang menambahkan, kebanyakan peziarah yang datang sudah melakukan tradisi tersebut selama bertahun-tahun.

“Menurut mereka tradisi ini sebagai kegiatan positif, berziarah ke makam keramat para Kesepuhan Cimande yang diyakini membawa kemaslahatan dan kebarokahan bagi yang meyakininya,” kata Ujang.

Namun yang sangat disayangkan, masih menurut Ujang, tradisi “Ngabungbang” yang merupakan salah satu aset budaya ini kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, meskipun pemerintah desa selama dalam kepemimpinannya sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).(Nana)

Recent Posts

Bupati Bogor Lantik Lagi 50 Orang Pejabat Administrator

BERIMBANG.com - Bupati Bogor, Ade Yasin kembali melantik 50 orang pejabat administrator (pejabat struktural eselon iii) dan pejabat pengawas (pejabat… Read More

1 jam ago

Kenang Jasa Pejuang Kemerdekaan, Jas Merah: “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”

BERIMBANG, COM, BOGOR - Indonesia akan memperingati kemerdekaan yang ke-75, tahun ini. Meski di tengah keterbatasan karena pandemik COVID-19, kemerdekaan… Read More

2 jam ago

Plt Camat Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat Sebagai Pembina Pada Apel HUT Pramuka

BERIMBANG.COM, Bogor - Plt Camat Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Pramuka Kecamatan Cigombong, sekaligus sebagai… Read More

2 jam ago

10 tahun Proses Pemecahan Alas Hak, Pengacara Beri Waktu 3 Hari Kembalikan Sertifikat Kliennya

BERIMBANG.com - Kantor Hukum MUHAMAD IKBAL, S.H., M.H. & PARTNERS (MIP), melayangkan surat somasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan… Read More

4 jam ago

Koramil 2123 Cijeruk-Cigombong Siapkan Wi-Fi Gratis Untuk Pendidikan Secara Daring

BERIMBANG.COM, Bogor - Untuk membantu siswa-siswi sekolah di Kecamatan Cigombong, dalam melaksanakan pendidikan secara daring, Koramil 2123 Cijeruk-Cigombong menyediakan Wi-Fi… Read More

20 jam ago

Bupati Bogor Lantik 57 Pejabat Eselon III

BERIMBANG.com - Bupati Bogor, Ade Yasin melantik 57 orang  Pejabat Administrator (Pejabat Struktural Eselon III) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor… Read More

2 hari ago