Jabodetabek

BogorJabodetabek

MNC Bantah Pembangunan Taman Rekreasi Tidak Bekerjasama Dengan Disneyland

IMG-20160430-WA0004

BERIMBANG.COM, Bogor – Manajemen MNC Group, konglomerasi milik taipan Hary Tanoesudibjo membantah pemberitaan yang mengabarkan bahwa theme park atau taman rekreasi yang bakal dibangun di kawasan Lido, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, adalah Disneyland. MNC juga menegaskan, untuk pembangunan taman rekreasi tersebut, pihaknya tidak menggandeng Donald Trump.

Bantahan tersebut disampaikan oleh Vice President of Business Development MNC Land, Ivan Casadevall yang menyatakan bahwa kerja sama dengan pihak Donald Trump hanya untuk proyek pembangunan golf course, resor, hotel bintang enam dan country club.

“Untuk theme park, kami tidak bekerja sama dengan pihak Donald Trump. Ada perusahaan dari Los Angeles, Amerika Serikat yang khusus untuk menggarap theme park dengan kami,” ungkapnya.

Dikatakan Ivan kepada berimbang.com pihaknya belum bisa membeberkan nama perusahaan asal AS tersebut, karena masih bersifat rahasia. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa taman rekreasi tersebut juga tidak menggunakan lisensi Disneyland.

“Theme park ini tidak bekerjasama dengan Disneyland. Tapi akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia,” kata Ivan kepada berimbang.com .

Lanjutnya, Sementara terkait nilai investasinya, Ivan menyatakan manajemen belum bisa membeberkan angka pasti. Musababnya, proses konsep lanjutan masih berjalan, hal itu menyebabkan nilai pembangunan proyek tersebut belum final.

“Untuk nilai investasi belum bisa kami ungkapkan, karena kemungkinan masih ada perubahan. Jadi belum final,” imbuh Ivan.

Seperti diketahui, Trump Hotel Collection baru saja mengumumkan bahwa pihaknya menyetujui kerjasama dengan MNC Group untuk mengelola resor di kawasan Lido, Bogor, Jawa Barat. Trump – MNC Group bakal mengelola resor dengan fasilitas bintang enam kedua di Asia. (Yosef/Irwan/Nana)

BogorJabodetabek

Pemerintah Kecamatan Cijeruk Laksanakan Lomba MTQ 2016

IMG-20160427-WA0004

BERIMBANG.COM, BOGOR – Mengusung tema “Dengan Musabaqoh Tilawatil Qur’an, Kita Pelihara Keagungan dan Kemurnian Al – Qur’an, Sebagai Wahyu Allah SWT”, lomba MTQ Tingkat kecamatan di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (27/4/16) pagi, secara resmi dibuka oleh Camat Hidayat Saputradinata, yang ditandai dengan penabuhan rebana oleh Jajaran Muspika.

Dalam sambutannya, Camat Cijeruk Hidayat Saputradinata mengatakan, bahwa kegiatan MTQ ini bukan hanya sebagai ajang perlombaan saja. Namun sebagai media untuk menimba ilmu bagi masyarakat Kecamatan Cijeruk,  dengan menggali dan memahami intisari yang terkandung dalam Ayat – ayat Suci Al – Qur’an.

Lebih lanjut, Hidayat mengatakan, kegiatan MTQ sudah tidak asing bagi umat Islam di tanah air, yang diselenggarakan setiap tahun, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional. “Apabila desa mampu menyelenggarakan kegiatan pembelajaran Al – Qu’an di lingkungannya masing – masing, berarti desa tersebut dapat melakukan pengkaderan kepada Qori dan Qoriah berprestasi secara mandiri”, ujar Camat Cijeruk, dalam sambutannya.

Camat berharap kepada para khafilah untuk memaksimalkan kemampuannya demi membawa nama baik desanya masing – masing,  dan pada akhirnya yang terbaik akan membawa nama baik Kecamatan Cijeruk pada event MTQ Tingkat Kabupaten Bogor mendatang.

Lomba MTQ Tingkat Kecamatan Cijeruk ini diikuti oleh 100 peserta perwakilan dari sembilan desa di wilayah Cijeruk. Kategori perlombaan meliputi, lomba Morotal, Syahril, Tahfidz dan Tilawah, memperebutkan Trophy bergilir dari Camat, dana pembinaan serta berbagai hadiah menarik lainnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kegiatan Lomba MTQ Kecamatan Cijeruk Latifah, mengatakan, animo masyarakat dalam mengikuti lomba ini disetiap tahunnya terus meningkat. Dari seratus kartu pendaftaran yang disediakan sudah habis.  “Semua desa mengirimkan perwakilannya. Namun jumlah berbeda – beda sesuai dengan potensi yang dimilikinya”, tandas Latifah.

Hadir dalam kesempatan ini, Kapolsek Cijeruk – Cigombong Kompol Suhartono, Danramil Cijeruk – Cigombong Mayor Oma Kurniawan, unsur pemerintahan desa dan para tokoh masyarakat. (Raden)

BogorJabodetabek

Staf Kecamatan Cijeruk Persiapkan Lomba MTQ Tingkat Kecamatan

IMG-20160426-WA0007

BERIMBANG.COM, BOGOR – Jelang pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan tahun 2016 yang akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Barkah, Kampung Cibadak, Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Rabu (27/4/16), jajaran Pemerintah Kecamatan Cijeruk, mulai melakukan berbagai persiapan. Menurut panitia Dudi Juanda,  kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, sebagai tahap penjaringan untuk lomba MTQ tingkat kabupaten.

“Lomba MTQ tahunan ini akan diikuti oleh Qori dan Qoriah perwakilan dari seluruh desa. Panitia sudah membuka pendaftaran sejak satu minggu lalu, hingga hari pelaksanaan besok”, ujar Dudi Juanda, anggota panitia MTQ Kecamatan Cijeruk, kepada berimbang.com, Selasa (26/4/16).

Lebih lanjut Dudi menjelaskan, lomba MTQ akan dibuka pada pukul 6.30 Wib esok hari, dan akan dibagi dalam empat cabang perlombaan. “Cabang yang akan diperlombakan dalam MTQ ini yakni, Morotal, Syahril, Tahfidz dan Tilawah”, jelas Dudih yang juga selaku Staf pada Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Cijeruk itu.

Sementara itu, Kasubag Keuangan Kecamatan Cijeruk Yedi R, menambahkan, meski pelaksanaan lomba MTQ sudah dibiayai oleh APBD Kabupaten Bogor. Namun, Pemerintah Kecamatan Cijeruk juga akan memberikan berbagai hadiah tambahan.

“Lomba MTQ dibiayai oleh APBD Kabupaten Bogor, namun sebagai penghargaan kepada para peserta yang telah berpartisipasi mensukseskan kegiatan ini kami juga telah menyiapkan hadiah tambahan bagi para peserta”, tandas Yedi. (Raden)

BogorJabodetabek

Jelang Lomba Tingkat Provinsi, FIK – R Mitra Remaja Cigombong Direchecking

IMG-20160420-WA0014

BERIMBANG.COM, BOGOR – Setelah menyandang predikat sebagai juara pertama dalam lomba Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK – R) Tingkat Kabupaten, PIK – R Mitra Remaja Kecamatan Cigombong (MRC) diRechecking oleh Tim Penilai Lomba dari tingkat Provinsi Jawa Barat, yang digelar di Gedung Serbaguna area kantor Kecamatan Cigombong, Rabu (20/4/16).

Dihadapan Tim Penilai dalam kegiatan ini, Ketua PIK – R – MRC Cigombong Mega Puspitasari, memaparkan sejauhmana langkah serta peran PIK – R MRC yang telah dilakukan di wilayah Cigombong.  Dalam paparannya, Mahasiswi jurusan Tehnik di sebuah universitas ternama di Jakarta ini menjelaskan, bahwa TRIAD KRR merupakan tiga resiko permasalahan yang dihadapi remaja di seputar kesehatan reproduksinya, yang meliputi seksualitas, HIV-AIDS, dan NAPZA.

Lebih lanjut, Mega menjelaskan sebagai wadah yang peduli dan peka terhadap permasalahan remaja tersebut, PIK – R MRC Kecamatan Cigombong memberikan 5 kiat dalam menanggulangi TRIAD KRR.  Cara ini dinilai ampuh dan dapat dicoba,  diterapkan,  oleh para remaja dalam memproteksi diri dari permasalahan remaja yang kian hari kian mengancam.

“Pandai memilih pergaulan yang sehat, terbuka dan kritis dalam menerima informasi dan wawasan baru, berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, berprinsip dan berpegang teguh kepada pedoman agama, tunjukan kepedulianmu terhadap remaja disekitarmu”, Papar Mega.

Sementara itu, Camat Cigombong Basrowi menyatakan dukunganya terhadap keberadaan PIK – R MRC Cigombong yang selama ini sangat aktif dalam menjalankan fungsinya. Bahkan, berbagai prestasi telah berhasil diraih PIK – R MRC dalam berbagai perlombaan, yang semakin mengharumkan nama Kecamatan Cigombong. “Salah satu prestasi yang berhasil diraih PIK – R Cigombong yakni menjadi juara dalam lomba PIK – R tingkat kabupaten. Dan saat ini mereka tengah mempersiapkan diri dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Barat, melalui tahap rechecking ini”, tandas Basrowi.

Basrowi berharap, PIK – R MRC Cigombong dapat meraih predikat juara dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Barat, mendatang.

Hadir juga dalam rechecking ini, Kapolsek Cijeruk – Cigombong, Dan Ramil, unsur Muspika, para kader PKK, siswa siswi anggota PIK – R MRC dan perwakilan UPT Kesehatan. (Raden)

BogorJabodetabek

Tiga Jenazah Gurandil Ditemukan

IMG-20160416-WA0015

BERIMBANG.COM, BOGOR – Pencarian empat  jenazah penambang emas tanpa izin (Peti atau Gurandil)   yang tertimbun tanah longsor dalam lubang Balon Front level CGA di Gunung Butak, Area PT Antam, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Bogor, Jawa Barat, akhirnya membuahkan hasil. Tim evakuasi gabungan berhasil menemukan tiga jenazah dari empat gurandil yang tertimbun dalam lubang.

Kapolsek Nanggung AKP Dody Rosjadi yang memimpin langsung pencarian tersebut mengatakan, tim evakuasi terdiri dari kepolisian, TNI, keamanan PT Antam, dan warga. “Tiga jenazah ditemukan sekitar pukul 15:30 WIB, dengan pencarian selama 2 hari,” kata Dody kepada awak media, Sabtu (16/4/16).

Ia menerangkan, jenazah ditemukan terkubur di kedalaman 300 meter dalam lubang balon level CGA Gunung Butak. “Kami telah mengetahui identitas ketiga korban,”tuturnya.

Ia menjelaskan, ketiga korban bernama Gugun Gunawan (30), warga Kampung Ciketug Tengah, RT 02/04, Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, Faqihudin Bin Sonip Ali Akbar (24), warga Kampung Ciketug, RT 01/11, Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, dan Ajum (20), warga Kampung Pongkor, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung.

Masih ada satu korban lagi,  lanjut Dody, yang belum ditemukan, yang diketahui bernama Koboi, warga Kampung Pasir Walang, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya.

Ia menambahkan, ketiga jenazah yang berhasil dievakuasi di serahkan ke PT Antam, agar segera dikebumikan oleh pihak keluarga. (Raden)

BogorJabodetabek

Dandim : Anggota TNI yang Terlibat Narkoba Akan Dipecat Tidak Hormat

IMG-20160415-WA0012

BERIMBANG.COM, BOGOR – Anggota TNI yang terlibat dalam jaringan Narkoba akan dipecat dengan tidak terhormat. Hal itu ditegaskan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor, Letnan Kolonel (Letkol) Corp Zeni (Czi) Dwi Bima Nurahmat.

Dandim 0621/Kabupaten Bogor mewanti – wanti kepada anggotanya agar tidak terlibat dalam jaringan narkoba, baik secara langsung, maupun tidak langsung. Dalam hal itu, dirinya tidak akan ragu dan tidak akan memberikan pengecualian, untuk merekomendasikan pemecatan dengan tidak hormat anggotanya yang kedapatan terlibat jaringan Narkoba.

“Saya akan rekomendasikan pemecatan dengan tidak hormat dan proses hukum terhadap oknum pun akan tetap berjalan, tanpa ada pengecualian,” tegas Bima kepada berimbang.com, Jum’at (15/4/16).

Perwira TNI itu menjelaskan, pemberantasan penyalah gunaan narkoba harus dilakukan di semua lapisan masyarakat dan semua instansi, tak terkecuali di  jajaran TNI termasuk jajaran Kodim 0621. “Prajurit TNI harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, dan ikut berperan aktif dalam pemberantasan jaringan narkoba bersama Polres Bogor,” tandasnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Lagi, Warga Cigombong Jadi Korban Perampokan

IMG-20160415-WA0009

BERIMBANG.COM, BOGOR – Rentetan peristiwa kriminal terus terjadi di wilayah Cigombong Kabupaten Bogor. Belum juga terungkap kasus dugaan perampokan yang akhirnya merenggut jiwa seorang pensiunan perwira Polisi di Kampung Cibandawa Desa Srogol, pekan lalu, seorang ibu rumah tangga warga Kampung Ciletuh Girang, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, kembali menjadi korban perampokan dengan kekerasan hingga mengalami luka serius dan kehilangan uang puluhan juta rupiah.  Saat ini, korban tengah dirawat intensif karena luka serius yang dideritanya. Keluarga korban berharap, aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dibalik peristiwa yang terjadi.

Saat ditemui berimbang.com, Jumat (15/4/16), Dian (25) salah satu keluarga korban,  menuturkan kronologis perampokan seperti yang diceritakan korban kepadanya.  Pada hari Selasa (12/4/16) lalu, sekitar pukul 11.30 Wib, korban yang bernama Hj. Siti Nurhanifa (33), pergi ke Bank BCA Cicurug untuk mengambil uang sebesar 50 juta rupiah. Saat itu korban pergi sendiri dengan menggunakan sepeda motornya. Sesampainya di Bank BCA, setelah melengkapi administrasi dan menerima uang dari kasir, korban kemudian memasukan uang yang dambilnya itu ke dalam kantong plastik dan dimasukan ke dalam tasnya. Saat akan pulang, korban menyimpan tas berisi uang tersebut ke dalam bagasi sepeda motornya.

Ditengah perjalanan pulang, lanjut Dian,  di perbatasan antara wilayah Bogor dengan Sukabumi di jalan alternatif,  tepatnya di Kampung Manggis Girang RT 1/5 Desa Benda,  Kecamatan Cicurug, tiba – tiba korban dipepet orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX warna hitam biru. Orang tak dikenal itu langsung menendang korban hingga terjatuh. Saat korban terjatuh, datang lagi dua orang pengendara sepeda motor yang berboncengan mengendarai sepeda motor Satria FU warna hitam putih. “Awalnya bibi saya mengira dua orang yang pake motor satria itu mau nolongin, soalnya mereka teriak maling. Eh taunya kedua orang itu kawanan rampok juga. Mereka langsung ngambil paksa tas bibi saya yang berisi uang di dalam bagasi motor”, kata Dian, menirukan cerita Hj. Siti Nurhanifa kepadanya.

Meski dalam keadaan terluka, masih kata Dian, Hj. Siti Nurhanifa tidak mau menyerah begitu saja. Bersama dua orang warga yang menolongnya, Hj. Siti memaksakan diri untuk mengejar para pelaku. Namun naas menimpa kedua warga yang membantu korban. Saat mengejar pelaku di jalan alternatif Agro Wisata Taman Rekreasi Hotel Lido, sepeda motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan,  hingga keduanya mengalami luka – luka dan patah tulang. “Ya, akhirnya perampok itu lolos, soalnya yang ngejar juga akhirnya pada jadi korban”, imbuh Dian.

Kasus ini sudah ditangani jajaran kepolisian sektor Cicurug. Namun aparat kepolisian belum bisa dimintai keterangan terkait perkembangan kasus tersebut.  Sementara, keluarga korban mendesak agar aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dari aksi perampokan tersebut. Karena berdasarkan kronologis kejadian, para pelaku sepertinya sudah mengetahui bahwa korban membawa uang dengan jumlah yang banyak. (Raden)

BogorJabodetabek

Dua Napi Lapas Pondok Rajeg Kabur

IMG-20160415-WA0003

BERIMBANG.COM, BOGOR – Dua narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pondok Rajeg Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/4/16) malam,  dikabarkan melarikan diri.

Kepala Kesatuan Keamanan Lapas (KKLP) Pondok Rajeg, Supriyanto saat dikonfirmasi awak media, membenarkan tentang hal tersebut. Namun belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kaburnya kedua tahanan.

“Ya, betul ada tahanan kami yang kabur. Tapi lebih jelasnya besok saja temen media datang ke lapas”, kata KKLP Pondok Rajeg, kepada awak media, saat dikonfirmasi melalui pesawat telponnya, Kamis malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun berimbang.com,  kedua narapidana yang melarikan diri itu bernama Dedy Hermanto bin Firman yang terjerat pasal 363 KUHP terkait pencurian, dan Sufento bin Min Kiong yang terjerat pasal 114 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Raden)

BogorJabodetabek

Purnawirawan Perwira Polisi Korban Perampokan Meninggal

IMG-20160411-WA0013

BERIMBANG.COM, BOGOR – Setelah menjalani perawatan intensif di Rs. Madicare Cicurug selama beberapa hari, Wantoro, seorang Purnawirawan Polisi korban penganiayaan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya, Selasa (6/4/16) malam lalu, di Kampung Cibandawa RT 6 RW 2, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, akhirnya meninggal dunia pada Minggu (10/4/16) dini hari.  Jenazah pensiunan instruktur di Sekolah Kepolisian Negara berpangkat Perwira Menengah ini dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (Tpu) Perumahan Lido Permai Ciburuy, Minggu siang.

Almarhum Letnan Satu (istilah kepangkatan pada masanya, red) Purnawirawan Polisi Wantoro dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami sejumlah luka bacokan di kepala dan beberapa bagian ditubuhnya,  saat melakukan perlawanan terhadap aksi kawanan perampok, yang diduga berjumlah lebih dari dua orang. Aksi kawanan perampok bersenjata tajam itu diketahui tetangga almarhum yang mendengar suara gaduh dari dalam rumah korban.

Lusy, salah satu anak korban menuturkan, ayahandanya meninggal dunia pada minggu dini hari sekitar pukul 4.30 wib. Dikatakannya, almarhum mengalami luka bacokan cukup serius di bagian kepala sehingga mengakibatkan pendarahan hebat. “Minggu subuh, bapak meninggal dunia, selain atas kuasa Allah juga akibat luka luka yang dideritanya”, katanya.

Menurut Lusy, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik hati, taat beribadah dan diakuinya cenderung tertutup dalam hal apapun. Semasa dinasnya sebagai Instruktur di SPN Lido yang kini dikenal Sekolah kePolisian Negara Polda Metro Jaya (SPN PMJ), almarhum Wantoro dikenal sebagai sosok yang disiplin dan fokus pada pekerjaannya. “Bapak itu kalau selesai dinas langsung pulang dan gak kemana mana selain urusan kerja. Ya, bisa dibilang bapak itu orang rumahan”, imbuh Lusy.

Keluarga almarhum Wantoro berharap agar aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang pelaku dibalik peristiwa berdarah yang menimpa keluarganya. “Kami sudah ikhlas atas kepergian bapak,  tapi kami sangat geram atas apa yang telah dilakukan para pelaku. Kami berharap kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap apa motifnya dan siapa pelaku keji yang membunuh bapak kami”, tandas keluarga korban lainnya. (Raden)

BogorJabodetabek

Kisruh di TPA Galuga, Forsa dan Ormas Nyaris Bentrok

IMG-20160407-WA0010

BERIMBANG.COM, BOGOR – Puluhan Warga dari tiga desa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Sekitar TPS Galuga (FOSGA) Rabu (6/4/16), kembali melakukan unjuk rasa.  Pengunjuk rasa menghadang truk pengangkut sampah  yang melintas dijalan raya Bojong Rangkas Warung Borong, Kecamatan Ciampea, tepatnya di depan kantor UPT Bina Marga Ciampea.

Namun, aksi pengunjuk rasa itu memicu kemarahan anggota salah satu ormas yang biasa meraih keuntungan dari keberadaan TPA Galuga hingga nyaris terjadi bentrokan. Anggota ormas yang tidak terima truk sampah dihentikan, memaksa para sopir truk sampah yang berjejer di depan kantor UPT Bina Marga Ciampea untuk menerobos hadangan para pendemo.

“Apa-apaan ini, tadi gua udah bilang truk ini enggak boleh lewat,” teriak pengunjuk rasa saat menghadang truk sampah yang nekat melintas.

Teriakan itu dibalas oleh anggota ormas yang mengawal truk sampah milik Pemkot Bogor. ”Mau kamu apa?” balas anggota ormas.

Keributan tidak terhindarkan,  hingga berujung saling dorong antara masa pendemo dengan anggota ormas. Namun ketegangan itu tak berlangsung lama,  setelah sejumlah personel TNI dan Polri yang mengawal aksi tersebut berhasil meredam emosi kedua belah pihak.

Koordinator aksi Nanang mengungkapkan, warga menuntut Pemkot Bogor segera membayar ganti rugi terhadap lahan pertanian dan pemukiman warga setempat yang tercemar sampah TPA Galuga, serta menghentikan pembuangan sampah ke TPA Galuga.

“Pemkot Bogor harus menghentikan membuang sampah ke TPA Galuga sebelum mendapatkan izin dari Bupati,” terangnya.

Nanang meminta agar bupati bogor bersikap tegas dan tidak mengeluarkan izin perpanjangan TPA Galuga, sebelum menurunkan tim teknis untuk memeriksa kelengkapan sarana dan prasarana TPA Galuga.

Ia menambahkan, FOSGA sudah mengadukan Wali Kota Bima Arya ke Mabes Polri untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan adanya kejahatan lingkungan dalam pengelolaan TPA Galuga yang dilakukan oleh Pemkot Bogor. (Raden)