Depok

DepokJabodetabek

Walikota Depok Meresmikan Pemancang Tiang RSIA Bunda Aliyah

Peresmian Pemancangan tiang RSIA Bunda Aliyah Kota Depok di Jalan Kartini, Pancoranmas Depok.    (Yuli Efendi)
Walikota Depok meresmikan Pemancangan tiang RSIA Bunda Aliyah Kota Depok di Jalan Kartini, Pancoranmas Depok. (Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Untuk meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan yang semakin dibutuhkan warga Kota Depok kedepan khususnya Ibu dan Anak, Rumah Sakit Islam Anak (RSIA) meresmikan pemasangan tiang pemancang Gedung RSIA Bunda Aliyah di Jalan Kartini, Pancoranmas Kota Depok. Senin ( 7/9/2015).

Direktur RSIA Bunda Aliyah, dr. Yanuar Jak,spog menyampaikan agar pembangunan Gedung RSIA Bunda Aliyah dapat diterima oleh masyarakat Kota Depok dan dapat menurunkan tingkat kematian Ibu dan Anak karena menurutnya kurang adanya fasilitas Picu, Nicu dan ICU anak di Kota Depok sangat sedikit di RS di Kota Depok.

” Banyaknya tingkat kematian bayi disebabkan kurangnya fasilitas ICU bayi dan Kami berharap dengan adanya fasilitas yang kami sediakan dapat lebih membantu warga Depok bila memerlukan pertolongan bisa langsung ditangani,”Jelas Yanuar

Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail dalam sambutannya mengatakan pelayanan kesehatan dasar sangat penting bagi masyarakat Depok, angka kematian bayi di Kota Depok dibawah 4 orang dari 1000 orang dan termasuk yang terbaik ditingkat nasional.

Walikota Depok juga menyikapi konsep pembangunan gedung RSIA adalah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, meningkatkan tenaga-tenaga medis trampil dibidang kesehatan agar lebih maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Depok.

” Mudah- mudahan dengan pembangunan RSIA Bunda Aliyah di Kota Depok dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada warga Depok dan sekitarnya dengan fasilitas dari Rumah Sakit yang memadai,” Ucap Nur Mahmudi. (Yuli Efendi)

Depok

Bus Transjabodetabek Hadir Di Kota Depok

Launching Bus Transjabodetabek di Kota Depok     (Yuli Efendi)
Launching Bus Transjabodetabek di Kota Depok (Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Kebutuhan transportasi yang nyaman dan aman sangat diharapkan masyarakat Kota Depok, dengan launchingnya moda transportasi transjabodetabek di wilayah Kota Depok diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta mengurangi kemacetan di jalan raya.Senin (7/9/2015)

Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengharapkan dengan adanya moda transportasi baru, dapat mengurangi masyarakat Kota Depok untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi.

” Yang paling penting adalah dalam hal kenyamanan dan keamanan  penumpang dijamin karena pihak Bus Transjabodetabek dilengkapi dengan CCTV untuk memudahkan pemantauan aktivitas penumpang,” Ujar Nur Mahmudi.

Lanjutnya, nantinya bus Transjabodetabek akan terintegrasi dengan jalur busway sehingga tidak akan terkena  macet dijalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, R.Gandara Budiana mengatakan masyarakat Kota Depok diminta untuk menggunakan bus Transjabodetabek karena dinilai lebih efisien bagi penumpang dan lebih murah biayanya.

Nantinya juga, menurut Gandara akan dibuatkan rute pemberhentian agar memudahkan masyarakat jalur mana saja yang akan dilewati.

“Ya, nanti akan kami buat rutenya, jadi penumpang akan mudah melalu jalur mana saja yang dilewati,” Ucap Gandara.

” Bus Transjabodetabek jurusan Depok-Grogol ini juga bisa menampung kapasitas 70 penumpang dan kami juga berencana akan dibuatkan halte di Jalan Margonda,” Tambah Gandara.(Yuli Efendi)

DepokJabodetabek

Rumah Dan Kios Di Depok Dilalap Sijago Merah

IMG_20150903_165324
Lokasi terjadinya kebakaran di Jalan Raya Kalimulya, Depok. (Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Dua buah kios dan dua rumah di Jalan Raya kalimulya RT 001/04 Kampung Kebon Duren, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong  dilalap sijago merah tadi sore pada pukul 16.00 WIB.

Pantauan berimbang.com, dua kios teralis habis terbakar dan dua rumah di sampingnya pun ikut terbakar dibagian atap.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Depok dengan mengerahkan 3 buah unit mobil pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang sudah membesar.

Sementara itu pemilik rumah yang rumahnya ikut terbakar, Wawat mengatakan, kira- kira pukul 16.00 WIB mendengar suara ledakan dilokasi kebakaran.

“Saya mendengar suara ledakan dari kios teralis , gak tahu dari mana penyebab ledakan tersebut, tiba- tiba api sudah mulai membesar,” Ujar Wawat.

Setelah berita ini diturunkan belum diketahui apa penyebab terjadinya kebakaran.(Yuli Efendi)

DepokJabodetabek

Guna Mencegah kebakaran, Pemkot Depok Adakan Pelatihan

IMG_20150902_112635

BERIMBANG.COM, Depok – Untuk meminimalisasi kebakaran, Pemerintah Kota Depok melalui UPT Puskesmas Kecamatan Tapos menyelenggaran pencegahan dan penanganan kebakaran kepada masyarakat Kecamatan Tapos di Kinasih Resort, Tapos Kota Depok. Selasa (2/9/2015).

Acara tersebut melibatkan Pemadam Kebakaran Depok sekaligus memberikan edukasi tatacara pencegahan kebakaran di kalangan masyarakat agar masyarakat memahami secara betul bilamana terjadi kebakaran.

Simulasi tindak pencegahan kebakaran yang dilakukan Pemadam Kebakaran Kota depok.    ( Foto : Yuli Efendi )
Simulasi tindak pencegahan kebakaran yang dilakukan Pemadam Kebakaran Kota depok. ( Foto : Yuli Efendi )

Pemadam Kebakaran Depok juga memberikan simulasi pencegahan kebakaran dengan mempergunakan karung basah dan pemadam api ringan.

Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Tapos, dr. Mamik Juniarti mengatakan dengan adanya pencegahan kebakaran adalah sebagai wujud menjalankan Implementasi tentang RW Siaga dalam pencegahan bencana.

” Dimana masyarakat dapat diberikan pelatihan pencegahan terhadap bencana termasuk kebakaran yang sekarang ini dilaksanakan,” Ucap Mamik.

Lanjutnya, dengan diadakannya pelatihan, UPT Puskesmas mempunyai kewajiban terhadap masyarakat khususnya Kecamatan Tapos dalam setiap pencegahan bencana.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengharapkan agar masyarakat lebih hati-hati terhadap bahaya kebakaran.

“Kebakaran bisa terjadi di sekitar kita,dengan adanya sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, masyarakat akan lebih mengetahui apa yang perlu dilakukan bilamana terjadi.kebakaran,” Ujar Idris. (Yuli Efendi)

DepokJabodetabek

Kecamatan Tapos Gelar Pelatihan Dan Peningkatan Kapasitas DKM

IMG_20150902_103924

BERIMBANG.COM, Depok –  Demi meningkatkan kualitas Para pengurus  ( Dewan Kemakmuran Masjid )DKM, Kecamatan Tapos mengadakan acara kegiatan dalam rangka Pelatihan dan meningkatkan Kapasitas DKM di Aula Kecamatan Tapos. Selasa (2/9/2015)

Camat Tapos, Mucksin Mawardi mengatakan dalam sambutannya, Pelatihan dan peningkatan kapasitas DKM adalah untuk mengetahui tata cara pengelolaan Zakat, Infak, tata cara imam serta cara memandikan mayat serta yang lainnya menyangkut soal kerohanian.

” Para pengurus masjid maupun Mushola yang ada di kecamatan Tapos diharapkan dapat lebih membawa Kota Depok ke arah masyarakatnya lebih religius,” Ucap camat

Sementara itu Wakil Walikota Depok, KH Idris Abdushomad mengingatkan akan peran Masjid kepada masyarakat untuk memakmurkan masjid dan yang bisa memakmurkan masjid adalah orang yang beriman.

” Memakmurkan Masjid bukan hanya meramaikan masjid semua masyarakat harus terlibat dalam memkmurkan masjid,”Ujar Idris

Wakil Walikota Depok juga menginginkan masjid menjadikan base camp umat islam.

” Banyak yang kita perbuat di dalam masjid seperti kegiatan sosial, pengajian dan lain-lain, sertakan juga remaja sekitar masjid untuk berkarya dan memikirkan hal-hal yang positif.

” Dalam memakmuran masjid, jangan hanya jamaah saja yang dimakmurkan tapi pengurus masjidnya juga perlu dimakmurkan kesejahteraan.

Lanjutnya, Masjid juga merupakan tempat pertama dizamannya perjuangan Islam sebagai wadah berkumpul para pejuang-pejuang islam terdahulu.

Wakil walikota juga akan mengupayakan supaya pelaku kerohanian juga mendapat insentif agar pelaku kerohanian diperhatikan oleh Pemerintah Kota Depok. (Yuli Efendi)

DepokInternasional

Dharma Wanita Persatuan Kota Depok Gelar Musda

IMG_20150901_110055

BERIMBANG.COM, Depok – Musyawarah Daerah (Musda) Dharma Wanita Persatuan Kota Depok menggelar Musda Tahun 2015 periode 2015-2019, Acara dilaksanakan di Ruang Teratai  Balaikota Depok. Selasa (1/9/2015).

Turut hadir Walikota Depok Nurmahmudi Ismail sekaligus membuka acara Musda, Sekretaris Daerah Kota Depok serta Unsur OPD lainnya.

IMG_20150901_102752

Penasehat Dharma Wanita Persatuan, Nur Azizah Tamhid dalam sambutannya mengingatkan kepada anggota untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

” Kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah agar ketaatan kita makin bertambah seperti mengaji dan melakukan ibadah-ibadah lainnya supaya kita mempunyai keimanan,” Ujar Azizah.

Sementara itu Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail mengharapakan meningkatkan kesejahteraan diri bukan dari pendapatan. Nur juga menyampaikan harus banyak bersyukur kepada Allah SWT.

” Berapapun pendapatan suami, para istri harus bersyukur, para suamipun harus memberi pemahaman Tupoksi kerjanya kepada istri agar mengetahui apa pekerjaan suami,” Ucap Nur

” Para anggota juga harus menjadi pelopor rumah tangga dan jangan menanggapi isu-isu yang gak baik dari pihak manapun,” Ucap Nurmahmudi Ismail.

Nurmahmudi juga mengusulkan untuk bercocok tanam di lingkungan rumahnya masing-masing.

” Jangan di rumah Walikota saja banyak tanaman, anggota Dharma Wanita juga harus bisa seperti saya, main-mainlah kerumah saya,” Canda Nur.(Yuli Efendi)

DepokJabodetabek

Pemkot Depok Deklarasikan Pilkada Damai

Deklarasi Damai Pilkada Kota Depok di Pondok Salaras.   ( Foto : Yuli Efendi )
Deklarasi Damai Pilkada Kota Depok di Pondok Salaras. ( Foto : Yuli Efendi )

BERIMBANG.COM, Depok – Deklarasi Damai yang diselenggarakan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok di Pondok Salaras, Kalimulya Kota Depok mendapat aspirasi dari kalangan elemen masyarakat yang menghadiri acara tersebut untuk menjaga keamanan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).Kamis (27/8/2015).

Acara Deklarasi Damai dibuka langsung Oleh Walikota Depok Nurmahmudi Ismail dan juga penandatanganan Deklarasi Damai oleh elemen masyarakat Kota Depok.

Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Aparat Kepolisian, TNI, Elemen masyarakat serta unsur lainnya untuk mendukung pelaksanaan Pilkada Kota Depok agar berjalan dengan baik dan juga Nurmahmudi Ismail menyarankan kepada para media untuk menginformasikan kepada masyarakat sesuai dengan fakta selama pemilukada berlangsung.

Kepala Kesbangpol Kota Depok, Taufan Abdul Fatah dalam sambutannya mengajak  masyarakat Kota Depok harus menjaga suksesnya Pilkada Kota Depok supaya tetap kondusif dan aman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

” Kepada semua elemen masyarakat seperti Ormas, LSM, Kepemudaan dan unsur lainnya agar membantu terselenggaranya Pilkada Kota Depok agar berjalan lancar dan tidak ada kendala,” Ujar Taufan dalam sambutannya

Sementara itu Kapolres Kota Depok, Kombes Dwiyono mengatakan Aparat kepolisian siap mempertaruhkan jiwa raganya dalam mengamankan Pilkada Kota Depok dengan mempersiapkan anggota sebanyak 1500 personil dibantu oleh TNI, Polda Metrojaya  untuk mengamankan pilkada Depok.

“Mari kita saling menghormati dan menghargai pasangan calon dan tim sukses bahwa kita bersaudara, siapapun yang menang kita dukung,” Ucap Dwiyono. (Yuli Efendi)

Depok

Hutang Mencapai Triliuna Dollar, AS Akan Bangkrut Seperti Yunani

Bendera Amerika

BERIMBANG.COM, Jakarta – Pengamat valuta asing (valas) Nico Omer menilai, Amerika Serikat (AS) perlahan akan bangkrut seperti Yunani‎ mengingat utang Negeri Paman Sam tersebut mencapai triliunan dolar Amerika Serikat (USD), dan termasuk negara dengan utang paling tinggi di dunia.

Menurutnya, saat ini utang AS mencapai USD18,2 triliun‎ dan itu belum termasuk tanggungan pemerintah kepada masyarakat berupa tunjangan kesehatan dan tunjangan pensiun (unfunded liabilities).

‎”Kalau kita jumlahkan semuanya, utang AS sebetulnya sudah lebih dari USD100 triliun. Mereka tidak mungkin bayar kembali, kalau kita melihat per kapita utangnya per orang di AS bahkan lebih tinggi dari Yunani,” katanya di Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Nico menilai, Indonesia atau negara berkembang lainnya tidak harus memandang AS sebagai negara adidaya yang menakutkan. Sebab, kemajuan yang dirasakannya berasal dari tumpukan utang.

“‎Saya pikir kita tidak usah membanggakan atau menakutkan AS sebagai negara adidaya. Karena mereka bukan maju dalam apa, tapi maju dalam penumpukan utang. Itu sebenarnya bukan suatu kebanggaan,” tutur dia.

‎Menurutnya, Indonesia secara makro ekonomi jauh lebih sehat ketimbang AS. Hal ini terlihat dari rasio utang terhadap GDP, tingkat pertumbuhan, tingkat pertumbuhan GDP per kapita, inflasi, hingga suku bunga yang lebih baik di Tanah Air dibanding AS.

Kondisi ini, lanjut Nico, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan akan menguntungkan Indonesia. Sebab, investor akan berbondong-bondong menanamkan modalnya ke Indonesia, dibanding ke negara maju seperti AS yang terlilit utang puluhan triliun.

“‎Saya pikir kita dalam posisi yang jauh lebih bagus ketimbang AS. So 5-10 tahun ke depannya saya yakin investor asing justru akan berbondong untuk berinvestasi di Indonesia. Bukan di negara maju yang sudah jenuh. Karena populasinya sudah tua dan utangnya terlalu banyak,” tandasnya.

Depok

Lambatnya Ekonomi Membuat Kurs Rupiah Terhadap Dollar Menurun

menko-perekonomian-optimis.172

BERIMBANG.COM – Saat ini, banyak yang menyampaikan rasa pesimistisnya terhadap kinerja perekonomian Indonesia. Kondisi menurunnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), ditambah perlambatan ekonomi yang ada, membuat semua orang was-was.

Lalu bagaimana direktur utama tiga bank BUMN terbesar di Indonesia melihat situasi saat ini?

Hal itu akhirnya terbuka saat tiga dirut bank BUMN itu menyampaikan sikapnya dalam forum dialog yang digelar Taruna Merah Putih (TMP), organisasi sayap PDI Perjuangan.

Forum yang diselenggarakan di Kantor DPP TMP, Menteng, Jakarta itu, bertema “Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Sekarang dan 2016”.

Peserta acara ini adalah Gubernur BI Agus Martowardoyo, Ketua OJK Muliaman Hadad, Wamenkeu Mardiasmo. Hadir juga Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia, dan Waketum Kadin bidang Perbankan dan Keuangan Rosan P. Roeslani. ‎

Selain itu, ada Dirut BEI Tito Sulistiyo, Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno, Dirut BNI Baiquni, Dirut Mandiri Budi Sadikin, Dirut BRI Asmawi, pengusaha Erwin Aksa, pelaku ekonomi seperti perwakilan dari Real Estate Indonesia dan INSA, pengamat ekonomi, politisi, dan aktivis gerakan mahasiswa.

Dirut Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kondisi Indonesia saat ini dibandingkan tahun 2008 lalu adalah jauh lebih baik.

Saat krisis 2008, pasar saham jatuh, namun kali ini tidak. Dengan kurs yang jatuh, obligasi pemerintah masih diminati, terbukti dengan imbal 8-9 persen berbanding dobel digit di masa dahulu.

Dahulu, inflasi jatuh ke angka dobel digit, sementara saat ini tidak, lanjut Budi. Sementara Credit Default Swap yang dulunya ribuan persen, kini hanya 100-an persen.

“Dulu likuiditas minta ampun susahnya. Dolar kering kerontang. Sekarang banyak semua. NPL perbankan 2008, masih 4 persen, sekarang 2 persen. Kondisi lebih jelek kayak gitu di 2008, bank tutup cuma dua. Bank Indover dan Bank Century. Itu bank jelek sekali. Insya allah, kali ini bank takkan tutup,” tutup Budi mengenai pandangan soal kondisi Indonesia saat ini.

Dirut Bank BNI, Ahmad Baiquni, menegaskan bahwa cukup banyak kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, dan semuanya positif merespons kondisi saat ini.

Misalnya, BI tak menaikkan BI rate, yang sebelumnya selalu menjadi resep apabila kurs rupiah tertekan.

“Kali ini BI agak bijak, ada cara lain. Antara lain, operasi pasar membeli USD, tanpa underlying berbatas 25 ribu. Kalau dulu 100 ribu. Ini hal positif, paling tidak demand bisa dikendalikan,” kata Baiquni.

“Begitu juga OJK mengeluarkan respons positfi. Namun mungkin masih perlu kebijakan lain. Bagi kami, BI dan OJK selalu memanggil dan mendengarkan kami,” tambah dia.

Ke depan, dia mengusulkan agar sikap hati-hati perlu dikedepankan. Plus ditambah berbagai kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Yang pasti, jangan ragukan kondisi perbankan. Kondisi perbankan saat ini beda. Dulu cadangan tipis, sekarang rata-cara di atas 100 persen, CAR di atas 16 persen,” kata Baiquni.

Sementara Asmawi Syam, Dirut Bank BRI, mengatakan, sebagai bank yang mengurusi rakyat kecil, pihaknya bisa melihat bahwa di tengah klaim perlambatan ekonomi, pertumbuhan kredit rata-rata di atas 10 persen. Dan di micro finance, yakni masyarakat di daerah, angkanya bahkan mencapai 17-18 persen.

“Artinya ekonomi kita di desa tak terpengaruh krisis. Kalau orang di desa ditanya kurs, dia tak mengerti. Pokoknya dia tetap beraktivitas. Mungkin yang beda adalah daya beli masyarakat. Ini yang kalau boleh agar terus dijaga,” jelas Asmawi.

Kata dia, BI, OJK, maupun Kementerian Keuangan, sudah komit menjaga pertumbuhan itu agar tetap tinggi.

Pemerintah juga masih memberikan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR). BRI yang terlibat di dalamnya baru saja melaksanakan launching program itu.

“Pemerintah hari ini memberi likuiditas kepada pelaksana KUR. Lewat BRI nilainya RP 21 Triliun, sisanya Rp9 Triliun itu lewat bank lain. Kita harap, akhir tahun Rp21 Triliun itu habis. Kita harap bisa naik angka kredit jadi 18-19 persen,” kata Asmawi.

Dia memastikan pihaknya kerap diajak berdiskusi oleh BI dan OJK mengenai situasi saat ini. Diharapkan selalu ada pembaruan kebijakan, semisal soal restrukturisasi kredit, yang bisa makin mendorong pertumbuhan kredit usaha.

“Kita tahu hari ini, perbankan likuiditasnya bagus dan terjaga. Saya ibaratkan kita pesawat siap take off, menunggu cuaca bagus karena kondisi cuaca memang lagi buruk. Pilihannya ada dua. Kita terbang dengan cuaca buruk, atau menunggu cuaca baik lalu take off,” kata Asmawi.(sp)

DepokJabodetabek

Depok Raih Peringkat Keempat Kota Cerdas Indonesia 2015

depok cerdas

BERIMBANG.COM, Depok – Kamis, 13 Agustus 2015, Kota Depok bersama 15 Kabupaten Kota lainnya yang masuk dalam nominasi Kota Cerdas Indonesia 2015 hadir di Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta untuk menerima penghargaan dalam acara malam Penganugerahan Kota Cerdas 2015 yang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) yang diluncurkan pada 24 Maret 2015. Pada acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia H. M. Yusuf Kalla diumumkan peringkat Kota Cerdas 2015 sebagai berikut: Kategori Kota berpenduduk kurang dari 200 ribu jiwa:

  1. Magelang
  2. Madiun
  3. Bontang
  4. Mojokerto
  5. Salatiga

Kategori Kota berpenduduk di atas 200 ribu jiwa dan di bawah 1 juta jiwa:

  1. Yogyakarta
  2. Balikpapan
  3. Surakarta
  4. Pontianak
  5. Malang

Kategori Kota berpenduduk di atas 1 juta jiwa:

  1. Surabaya
  2. Tangerang
  3. Bandung
  4. Depok
  5. Semarang

IMG-20150813-WA0034

Harian Kompas dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didukung PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan mengumumkan penganugerahan Kota Cerdas 2015. Penganugerahan yang digelar di Grand Ballroom, Hotel Shangri-La, Jakarta, iin akan dihadiri Wakil Presiden republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Penghargaan Kota Cerdas merupakan puncak rangkaian penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2015 yang telah diluncurkan pada 24 Maret 2015 lalu. Penyusunan IKCI 2015 dilatarbelakangi semakin banyaknya penduduk di perkotaan dan kompleksitas permasalahan kota.

Kondisi inilah yang kemudian melahirkan tantangan bagaimana cara mengelola kota dengan cerdas dan bertujuan akhir meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup penduduknya. Perbaikan-perbaikan dan penerapan konsep kota cerdas pun muncul, termasuk di Indonesia.

Inovasi yang berhasil memperbaiki kualitas hidup warga inilah yang kemudian patut diapresiasi lewat penyusunan IKCI 2015 dan kegiatan penganugerahan Kota Cerdas 2015. Penghargaan ini diberikan untuk menghargai daerah yang sudah berhasil, sekaligu mendorong kota-kota lain untuk ikut bergerak bersama menerapkan konsep kota cerdas.

Adapun faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan IKCI 2015 meliputi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Sebuah kota dianggap bisa menerapkan konsep cerdas dalam perekonomian apabila kota tersebut ditopang perekonomian yang berjalan dengan baik, termasuk kegiatan industri, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, terutama manusia sebagai aset dan aktor utama penggerak ekonomi.

Sementara dalam segi pengelolaan aspek sosial, sebuah kota dinilai berhasil jika masyarakat bisa menikmati keamanan, kemudahan dan kenyamanan di kota tersebut. Warga mendapatkan layanan kesehatan, transportasi, serta layanan publik lainnya yang mudah diakses dan layak.

Pengelolaan lingkungan yang cerdas juga dapat digambarkan sebagai kota yang bisa menyediakan hunian yang sehat, pengelolaan energi dengan prinsip hemat, dan kesesuaian tata ruang.

 

IMG-20150813-WA0036

Bobot penilaian

Pengelolaan ekonomi, sosial, dan lingkungan tersebut harus didukung oleh teknologi informasi komunikasi, tata kelola, dan peran sumber daya manusia (SDM) yang baik. Ketiga hal yang disebut terakhir ini merupakan aspek enabler yang juga dipertimbangkan dalam penilaian. Aspek enabler adalah hal-hal yang dianggap bisa mempercepat munculnya inovasi dan solusi cerdas, juga dinilai.

Indikator di dalam masing-masing aspek diberi bobot dengan nilai bobot diperoleh dari pendapat 15 akademisi dan profesional yang terkait dengan kota cerdas. Agar semakin sesuai dengan kondisi perkotaan di Indonesia, isu-isu strategis nasional yang dirujuk dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional juga dimasukkan dalam pertimbangan penyusunan bobot.

Pada tahap awal, data sekunder dari 93 kota otonom yang meliputi aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan enabler dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan juga ditambah dengan data dari pemerintah kota diolah. Hasilnya, muncul 15 kota nomine yang terbagi dalam tiga kelompok, yakni 5 kota untuk kategori kota berpenduduk sampai dengan 200.000 jiwa, 5 kota dengan penduduk di atas 200.000 sampai dengan 1 juta jiwa, dan 5 kota dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa.

Survei

Untuk mendapatkan penilaian dari masyarakat, Litbang Kompas melakukan survei tatap muka kepada 6.000 responden di 15 kota tersebut. Sebanyak 755 tenaga lapangan lepas terlibat dalam survei ini.

Pendapat masyarakat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penilaian IKCI 2015. Masyarakat memiliki peranan sentral dalam proses pengindeksan karena berhak memberikan penilaian langsung terhadap kinerja pelayanan birokrasi dan berbagai fasilitas yang disediakan oleh pemerintah kota. Sementara, tim dari ITB juga melakukan verifikasi terhadap data-data sekunder yang sebelumnya sudah dikumpulkan, terutama aspek enabler.

Hasil survei masyarakat dan olahan data sekunder yang diverifikasi dikombinasikan dan menjadi dasar pemeringkatan kota dalam IKCI 2015. Ke-15 kota nomine kemudian menduduki peringkat pertama hingga kelima Kota Cerdas Indonesia 2015 yang terbagi dalam tiga kategori kota, yakni kelompok kota berpenduduk sampai dengan 200.000 jiwa, kota berpenduduk di atas 200.000 sampai dengan 1 juta jiwa, dan kota berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa.

Hasil penilaian juga memunculkan kota-kota yang unggul di aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kota yang mendapatkan nilai terbesar sehingga layak menjadi kota terbaik di antara 3 kategori kota juga akan disampaikan.

Menariknya, hasil survei membuahkan tingkat kematangan kota yang duduk di peringkat pertama hingga kelima di masing-masing kategori. Tingkat kematangan kota memperlihatkan sejauh mana konsep kota cerdas telah diterapkan oleh kota tersebut bidang ekonomi, sosial, lingkungan, serta aspek enabler.

Saat ini, seluruh proses penyusunan indeks kota cerdas sudah dirampungkan oleh Litbang Kompas dan ITB. Harian Kompas, ITB, PGN berikut Telkom sebagai mitra di bidang informasi, komunikasi dan teknologi siap mengumumkan 15 kategori Kota Cerdas di Indonesia.

15 Kota Cerdas

Ulasan mengenai 15 kategori Kota Cerdas Indonesia, dapat diikuti secara lengkap di  Harian Kompas edisi 14 Agustus 2015. Selain acara penganugerahan Kota Cerdas 2015, harian Kompas dan PGN juga menyelenggarakan diskusi panel dan sharing session. Pada sesi pertama, diskusi bertajuk “Tantangan dan Solusi Pengembangan Kota Cerdas Indoensia”.

Hadir sebagai narasumber dalam topik ini ialah Komara Djaya, Ketua Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan UI; Danang Parikesit, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia; dan Suhono Harso Supangkat, Ketua Lembaga Inovasi dan Kewirausahaan ITB.

Diskusi panel dan sharing session di sesi kedua akan membahas tema “Implementasi Pengembangan Kota Cerdas”.(*)