Depok

Depok

Tingkatkan Kerempugan, FBR Gardu 363 Adakan Maulid Nabi SAW

IMG_20160301_203751

BERIMBANG.COM, Depok – Dalam rangka meningkatkan kerempugan Anggota, Forum Betawi Rempug (FBR) Gardu. 363 Cimanggis Kota Depok menggelar acara Maulid Nabi SAW. Selasa (1/3/2016).

Selain silaturahmi dengan anggota, Ketua Gardu. 363 juga menggandeng masyarakat warga sekitar supaya terjalin lebih dekat lagi dengan wilayah kerjanya.

Ketua Gardu.363, Heri Setiawan mengatakan, Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan rutin Gardu FBR yang dilaksanakan setiap bulan sekali dengan rangkaian acara pengajian dan santunan anak yatim piatu.

” Kegiatan yang digelar bukan hanya dari anggota FBR, kami juga mengundang ketua RT dan RW setempat serta warga sekitar supaya rempug dan menjalin persatuan dan kesatuan menjaga wilayah agar tetap kondusif dari berbagai hal yang tidak kita inginkan,” ucap Heri.

” Untuk itu, mari bersama-sama membangun wilayah tanpa membeda-bedakan suku, ras, ormas dan yang lainnya karena dengan kebersamaan, apa yang kita inginkan pasti akan tercapai,” tutur Heri.

Sementara itu, Korwil FBR Depok-Bogor Raya, Nawi mengatakan sangat bangga dengan kegiatan maulid SAW yang diselenggarakan Gardu.0363, untuk itu, Nawi berharap agar semua Gardu FBR yang ada di Depok menyelenggarakan Maulid SAW.

” Saya intruksikan kepada semua Gardu agar mengadakan acara seperti ini agar terlihat FBR di Kota Depok lebih hidup,” Pungkasnya.

Depok

SMPN 3 Situbondo Dan SMPN 3 Besuki Study Banding di SMPN 19 Depok

Kepala Sekolah SMPN 19 menerima kenang-kenangan dari SMPN 3 Situbondo.     (Foto: Rahmat Budianto)
Kepala Sekolah SMPN 19 menerima kenang-kenangan dari SMPN 3 Situbondo. (Foto: Rahmat Budianto)

BERIMBANG.COM, Depok – Alasan Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo memilih SMPN 19 Kota Depok menurut Mu’awanah kepada berimbang.com di sela kegiatan mengatakan, program pertukaran kepala sekolah dari Kementerian Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu yang menjadi acuan SMPN 19 Depok menjadi tujuan study banding bidang pelajaran IT. Karena itu masih Mu’awanah, SMPN 19 adalah salah satu dari sekolah SMPN di Depok yang mempunyai kelas IT dan proses belajar mengajarnya sudah berjalan.Jum’at (26/2/2016).

Lanjutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur melalui surat dinas yang di keluarkan tanggal 17 Februari 2016 meminta kepada SMPN 19  untuk memfasilitasi dua sekolah negeri asal  Kabupaten tersebut dalam rangka Study Banding guna meningkatkan kemampuan dibidang pendidikan IT.

“Proses Belajar Mengajar berbasis perangkat Tablet di dua Sekolah Menengah Pertama Negeri yakni SMPN 3 Situbondo dan SMPN 3 Besuki, jumlah peserta terdiri dari dua orang Kepala Sekolah dan empat orang guru,” ujar Mu’awanah.

Mu’awanah juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada SMPN 3 Situbondo dan SMPN 3 Besuki atas kunjungannya ke SMPN 19.

“Kami merasa bangga, sekaligus terharu atas kepercayaan yg telah di berikan oleh Dinas Kabupaten Situbondo, SMPN 3 Situbondo dan SMPN 3 Besuki kepada SMPN 19 Depok untuk menjadi tutor dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis IT .

“Kami juga membuka layanan untuk tanya jawab seputar IT , penggunaan Tab atau Komputer untuk pembelajaran melalui kelas via Internet dan kelas maya,” tuturnya.

Kedepan, Mu’awanah berharap lebih banyak lagi sekolah berbasis IT dan meminta Pemerintah mendukung agar mampu menghasilkan Gmgenerasi muda Indonesia yang pintar IT sehingga mampu bersaing dengan generasi lain di Era Gloubal. (Rahmat Budianto)

Depok

Jelang RAT Tahun 2015-2016 Koperasi KPPD Depok Jaya Digugat Anggota

sistem-managementkoperasi

BERIMBANG.COM, Depok – Menjelang Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2015/2016 KPPD (Koperasi Pedagang Pasar Depok Jaya) , pengurus dan pengawas Koperasi pasar di gugat oleh  anggota, hal ini terjadi di duga adanya kepentingan .

Menurut seorang anggota koperasi KPPD yang namanya tak mau di sebutkan kepada berimbang.com mengatakan, dua minggu Setelah pelaksanaan RAT, masa bakti kepengurusan habis dan akan di lakukan pemilihan ketua dan pengawas baru.

“Bisa saja gugatan perdata yg di tujukan kepada pengawas dan ketua di lakukan untuk menjegal pengurus dan pengawas mencalonkan diri maju pada Pemilihan Ketua Koperasi KPPD yang akan datang, rapat anggota tahunan di laksanakan dalam beberapa hari kedepan,” ucapnya.Selasa (23/2/2016).

Berkaitan dengan gugatan yang di lakukan  anggota koperasi KPPD, Nasrih Shaleh (53thn) Pengawas KPPD ketika di konfirmasi berimbang. com di ruang kerjanya menyampaikan, gugatan perdata dan pidana sudah pernah di lakukan dan dinyatakan oleh Pengadilan Negeri bahwa pihak tergugat secara seluruhnya  bebas dari segala tuntutan berdasarkan putusan perkara perdata nomor : 182 /Pdt.G/2014/PN. Dpk , dan Perkara  Pidana no 231/ pid/B/2014/PN Dpk .

Di tempat yg sama Ketua KPPD, Abdul wahab mengatakan, akan melakukan yang terbaik.

Seperti diketahui, laporan pengurus Koperasi berkaitan dengan seluruh kegiatan dan aktifitas Koperasi akan dilaporkan dan dipertanggung jawabkan pada rapat tahunan anggota seperti yang telah di atur dalm UU no 25 tahun 1992 tentang koperasi dan berdasarkan AD/ART yg telah di di bakukan yang  menjadi pedoman dasar dalam pelaksanaan Koperasi

Sebagaimana tersebut di dalam peraturan Mentri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia nomor 10/PER/M.KUKM/XII/2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rapat Anggota bab II tentang tujauan dan sasaran, Pasal 2 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rapat Anggota Koperasi adalah untuk memberikan panduan kepada pejabat pemerintah, Pemerintah Propinsi/ Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan partisipasi dan pengawasan atas pengelolaan Koperasi.(Rahmat budianto)

Depok

Baru Sehari Menjabat, Walikota Depok Cabut Program ODNR Dan ODNC

IMG-20160223-WA0000

BERIMBANG COM, Depok – Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad yang baru sehari menjabat Wali Kota Depok mencabut program One Day No Rice (ODNR) dan One Day No Car (ODNC). Alasan pencabutan program yang diusung wali kota terdahulu itu karena dinilai tak efektif.

“Mulai besok, Selasa (23/2), program ONDR dan ODNC tidak berlaku lagi, itu program menurut sudah tidak efektif lagi, ” kata Idris pada awak media, usai serahterima jabatan Wali Kota Depok dari Pj Wali Kota Depok, Arifin Harun Kertasaputra ke Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok terpilih Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna di Balaikota Depok, Senin (22/2).

Program ODNR dan ODNC yang diberlakukan di Balaikota Depok setiap hari Selasa merupakan salah satu program yang diandalkan Wali Kota Depok sebelumnya, Nur Mahmudi Ismail. Menurut Idris, pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap program ODNR dan ODNC dan ternyata tidak efektif. “Kami mendukung program Ketahanan Pagan, tapi bukan melarang orang makan nasi. Kami juga mengajak masyarakat untuk mempertahankan lahan pertanian,” tutur Idris.

Selanjutnya, Idris mengungkapkan program ODNC juga tak efektif. “Banyak masyarakat yang ada keperluan ke Balaikota Depok merasa kesulitan karena tak boleh membawa mobil dan akhirnya parkir di badan jalan di depan Balaikota Depok sehingga menimbulkan kemacetan,” katanya.

Dengan Program ODNR dan ODNC di berlakukan setiap hari Selasa kendaran tidak boleh masuk ke dalam lingkungan Balaikota Depok. Untuk mendukung program ODNC, Nur Mahmudi beberapa kali naik angkutan umum ke kantor Balaikota Depok. Kadang naik motor dan naik sepeda.

Pada setiap Selasa, juga di dalam lingkungan Balaikota Depok dilarang makan nasi dan diganti dengan paganan singkong dan nasi jagung yang di jual di Kantin Balaikota Depok. Karena program ODNR itu pula, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pernah meraih sertifikat atau piagam Ketahanan Pangan oleh Pemprov Jawa Barat (Jabar).

Kabar dicabutnya aturan program ODNR dan ODNC mendapat sambutan dan dukungan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Depok. Ini terdengar saat pembacaan sambutan Idris mengenai pencabutan aturan ODNR dan ODNC disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan yang sebagian besar dihadiri pejabat Pemkot Depok. “Tak lagi efektif, memang lebih baik di cabut aja,” tuturnya (Adi)

Depok

Tak Mau Pindah Ke TPS, Pedagang Daging Sapi Pasar Cisalak Diambil Paksa Dagangannya

Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Depok – Baru saja buka jualan daging sapi tiba – tiba sekelompok orang datang menghampiri tempat dagangan yang langsung mengambil paksa daging sapi  seberat satu kwintal didepan umum disaksikan para pedagang lainnya dan pembeli dipasar koja Cisalak pada Kamis dini hari (18/2/2016) pukul 03:30 belum lama ini.

Kejadian tersebut berlalu tanpa perlawanan demi mempertahankan daging sapi yang digondol gerombolan orang.

Korban yang bernama Jatu Kusuma Ningrum membeberkan peristiwa usai melapor ke Polres Depok

”Saya sudah laporkan kepada pihak kepolisian dengan tuduhan  pencurian dengan pemberatan sesuai pasal 363 KUHP dimana salah satu unsurnya pencurian dua orang atau lebih bersama –sama dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Karena itu menurut Ningrum, para pelaku yang diperkirakan hampir dua puluh orang pantas dihukum sesuai aturan yang berlaku.

”Mereka mengambil paksa dagangan daging sapi yang siap dijual, dilakukan dengan berkelompok tanpa saya bisa berbuat apa – apa begitupun para pedagang lain yang menyaksikan kejadian tersebut merasa takut untuk membela saya,”tukas Ningrum dengan nada kesal saat dijumpai dikantor Polres kota Depok sore harinya.

Ia berharap dengan melapor kepihak kepolisian dapat ditindak lanjuti secepatnya agar komplotan yang dianggapnya mencuri tidak melakukan perbuatan sewenang –wenang.

” Kita sudah lengkapi lapor sekaligus alat bukti berupa foto dan rekaman saat mereka beraksi, dan semoga dapat secepatnya ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang,”harap ningrum.

Informasi lain yang berhasil dihimpun para pelaku yang berkomplot itu merupakan para pedagang daging sapi pasar cisalak yang berasal dari gedung A yang ditempatkan dipenampungan AURI, diduga merasa terganggu kepentingan penjualan sapinya, sehingga mereka para pedagang sapi berkomplot itu melakukan intimidasi dengan pengambilan paksa dagangan daging sapi milik Ningrum. Padahal penjualan daging sapi dipasar koja Cisalak baru dimulai 3 hari yang lalu, dan hanya Ningrum seorang yang berjualan daging sapi.

Sementara itu kerugian dagangan daging sapi yang diambil paksa tersebut diperkirakan seberat 1 kwintal bila dirupiahkan diperkirakan hampir 10 juta rupiah. (Sy)

Depok

Walikota Depok Dan Wakil Walikota Depok Resmi Dilantik

IMG-20160217-WA0009

BERIMBANG.COM, Bandung – Walikota Depok dan Wakil Walikota Depok Periode 2016 -2021 resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang pemberhentian penjabat bupati/walikota sementara, dilanjutkan dengan pengangkatan bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota terpilih.

Pelantikan berlangsung di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung, Rabu (17/02/16) pagi. Pelantikan tersebut bersamaan dengan lima Bupati dan Wakil Bupati di Jawa Barat. Orang pertama di Jawa Barat mengatakan, pelantikan keenam pasangan kepala daerah tersebut merupakan hasil pilkada serentak tahun 2015 lalu. “Selamat kepada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang telah dilantik. Selamat mengemban amanah dan menjalankan tugas. Tempatkan diri sesuai dengan fungsinya sehingga dwitunggal kepemimpinan bisa berjalan sebagaimana mestinya,” tutur Ahmad Heryawan.

Walikota Depok, M Idris Abdul Shomad memanjatkan rasa syukur atas pelantikan yang berjalan lancar dan sesuai dengan harapan Gubernur Jawa Barat. “Kami siap bekerja dan segera melaksanakan program-program yang dicanangkan saat kampanye lalu,” tegas pria kelahiran Jakarta. Beliau menyatakan, hal pertama yang akan dilakukan adalah melaksanakan penyesuaian antara janji kampanye dengan DIPA yang sudah disahkan APBD-nya tahun 2016.

Senada, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna merasa senang karena pelantikan berjalan lancar. “Perasaan senang ini akan menjadi awal yang baik untuk bekerja. Karena kita bekerja dengan senang hati. Untuk pembagian tugas, akan berjalan normatif,” tutur Pradi menambahkan, hal pertama yang akan dilakukan adalah menyesuaikan diri karena dirinya dan siap bekerja konkrit.

Pelantikan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi, unsur Muspida Pemprov Jabar, Dirjen Otda Kemendagri, KPU Jabar, Bawaslu Jabar dan Sekretaris Daerah serta pimpinan OPD Kota dan Kabupaten di Jawa Barat.

 

Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Depok, M Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna ke Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika NO65, Sumur Bandung, Bandung Jawa Barat (Jabar), bakal aman.

IMG-20160217-WA0008

Pasalnya, selama keberangkatan dan pulang akan dikawal puluhan anggota gabungan. Asisten Tata Praja Kota Depok, Dudi Mi’raz mengatakan, proses pelantikan sepenuhnya akan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun, Pemerintah Kota Depok akan memberlakukan pengawalan terhadap Idris-Pradi mulai dari Depok.

“Proses pelantikan akan berbarengan dengan enam kepala daerah lainnya di Jawa Barat,” ujar Dudi kepada Wartawan, menggelar jumpa pers terkait mekanisme dan format acara pelantikan Jumat (12/2/2016).

Lebih lanjut, Dudi menjelaskan, keberangkatan dan kepulangan walikotawakil walikota akan menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Depok. Mereka akan dikawal dari Polres, Satpol PP, Humas dan Protokol.

Setiba di Bandung pada Selasa siang, lanjutnya, walikota-wakil walikota akan melakukan persiapan untuk gladi yang akan dimulai pada pukul 16.00 WIB.

Gladi tersebut, kata Dudi, harus dilakukan karena Gubernur Jawa Barat menginginkan pelantikan berjalan sukses tanpa ekses.

“Ketika walikota-wakil walikota sudah tiba di Bandung, itu akan menjadi tanggungjawab Polda Jawa Barat dan Polwiltabes Bandung, dari mulai gladi kemudian bermalam dan besoknya ketika menuju Gedung Merdeka,” paparnya.

Setelah pelaksanaan pelantikan, sambungnya semua sudah difasilitasi oleh Pemerintah Kota Depok dari mulai atribut PDUB, tanda pangkat dan tanda jabatan semua itu tanggungjawab Pemerintah Kota Depok.

“Termasuk kendaraan dinas dan ajudan beserta pengawalan. Dengan demikian, walikota-wakil walikota sudah melekat tugas dari pemerintah kota untuk memfasilitasi semuanya. Sampai kembali ke Depok itu menjadi tanggungjawab kami,” tegasnya.

Ketika ditanya terkait besaran anggaran untuk pelantikan tersebut. Dia menyatakan, semua anggaran pelantikan dibebankan dari APBD Provinsi Jawa Barat.

“Depok tidak mengeluar uang, semua APBD Provinsi, karena dibarengi dengan enam kepala daerah lainnya di Jawa Barat,” ucapnya.

Sementara itu, Pj Walikota Depok, Arifin H Kertasaputra mengungkapkan, permohonan maafnya dikarenakan undangan yang disediakan terbatas. Dalam hal ini Kota Depok hanya mendapatkan 250 undangan.

“Kami berharap prosesi pelantikan dari pergi hingga kembali ke Depok dalam keadaan aman dan lancar. Kami juga telah berkoordinasi dengan tim Humas agar informasi terkait prosesi pelantikan juga bisa dapat oleh media,”tandasnya.(*)

Depok

Turap Jebol Di Taman Laguna Cimanggis, Anak-Anak Nyaris Tertimpa Longsor

IMG-20160212-WA0017
Tanah longsor di kolam renang, Jalan Radar Auri, Cimanggis, Depok. (Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Hujan lebat di sebagian Kota Depok mengakibatkan tanah longsor menimpa kolam renang Taman Laguna di Jalan Radar Auri, Cimanggis Kota Depok. Tidak ada korban jiwa terkait kejadian tersebut. Jum’at (12/2/2015) kemarin.

Menurut pengelola kolam renang, Nur mengatakan hujan deras menyebabkan turap menjadi jebol ke arah kolam renang, biasanya walaupun hujan deras belum pernah jebol dan air mengalir seperti biasanya tanpa ada tetesa air kebawah, padahal masih Nur, turap baru dibuat tahun 2013.

” Untung saja tidak membahayakan anak-anak yang sedang berenang karena arah longsor persis kebawah kolam renang hingga anak – anak nyaris tertimpa longsor ,” ujar Nur kepada berimbang.com kepada berimbang.com di area kolam renang.

Nur juga mengatakan akan menyelidiki penyebab terjadinya longsor dan akan memeriksa aliran air.

” Kami akan selidiki penyebabnya, soalnya biasanya juga tidak seperti ini, air mengalir seperti biasanya,” Pungkasnya. (Yuli Efendi)

Depok

Drainase buruk, TPS Pasar Cisalak Kebanjiran

IMG-20160212-WA0001

BERIMBANG.COM, Depok – Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Cisalak yang berada di lokasi di Jalan Auri, Cimanggis mengalami kebanjiran. Jum’at (12/2/2016)

Air menggenangi setiap lantai  toko sehingga menyulitkan para pedagang untuk beraktifitas seperti biasanya. Para pedagangpun sibuk menguras air yang berada didalam toko.

Salah satu pedagang, Astiah Winata mengatakan, buruknya drainase mengakibatkan disetiap musim penghujan. Apalagi dengan hujan deras, lantai tokonya selalu kebanjian dan dagangannya terendam air.

” Setiap hujan deras, saya dan pedagang lain selalu mengalami kebanjiran, tingginya air di tengah sebatas dengkul orang dewasa, di depan semata kaki dan di tempat sayuran sebatas betis,” Ujar Astiah.

Astiah mengharapkan Pemerintah Kota Depok segera memperbaikinya  karena menghambat aktifitas pedagang.

” Kami pedagang menginginkan TPS nyaman berdagang sehingga tidak merepotkan kami untuk berjualan,” ucap Astiah. (Iik)

Depok

IMB Tak Kunjung Selesai, Pegawai Kelurahan Depok Dikeluhkan

images (35)

BERIMBANG.COM, Depok – Salah satu warga. RT 006 RW 12 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, K. Tomiko mengeluhkan pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dilakukan oleh salah satu pegawai di Kelurahan Depok.

Awalnya, Tomiko ingin mengurus IMB tempat tinggalnya kepada pegawai kelurahan karena dikwitansi dibubuhi stempel/cap kelurahan dan ditandatangani RH akhirnya Tomiko percaya pengurusan ijin dipercayakan kepadanya.

Lurah Depok ketika akan dikonfirmasi berimbang.com dikantornya sedang tidak ada ditempat.

” Pak lurah tidak ada pak, sedang rapat di walikota,” ujar salah staff Kelurahan Depok. Kamis, (11/02/2016).

Sementara itu, Camat Pancoranmas, Utang Wardaya mengatakan akan menanyakan langsung lurah terkait stempel Kelurahan Depok yang ada dikwitansi pembayaran sebesar 5 juta rupiah.

” Coba nanti kita tanyakan kepada lurahnya, bila memang ada pelanggaran akan kami tindak sesuai sanksi yang berlaku, pembubuhan stempel kelurahan di kwitansi tidak dibenarkan apalagi terkait pengurusan IMB,” ucap Utang.

” Pengurusan IMB sudah ditentukan retribusinya tergantung luas bangunan dan bukan pakai kwitansi yang harganya sudah ditentukan secara pribadi,” tambah Utang. (iik)

Depok

Korban Pengeroyokan Anak Belum Ada Tindak Lanjut Dari Polsek Cimanggis

Korban pengeroyokan, Rakha Adi Pratama.   (Yuli Efendi)
Korban pengeroyokan, Rakha Adi Pratama. (Yuli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Depok, Rakha Adi Pratama (17), korban pengeroyokan pada hari minggu 7 Februari 2016 sekira jam 23.30, tempat kejadian di Pentong RT 01/02 Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok belum ada tindak lanjut dari Kepolisian Sektor Cimanggis, korban dituduh mencari sepatu.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka dibagian kepala, bibir dan wajah hingga luka dengan kejadian ini melaporkan ke Polsek Cimanggis dengan Surat Tanda Bukti Laporan Nomor : LP/23/  N/K/II/2016/SEK.CMG.

Kronolgis kejadian, korban dikeroyok di tiga tempat berbeda yaitu di warnet Heng, depan Mall Cimanggis dan di gang petong lalu korban dibawa pelaku ke rumah korban dalam kondisi babak belur dan korban hanya mengenakan celana dalam.

Ayah korban, M. Amin Sumarta menyesalkan perbuatan pelaku atas kejadian yang menimpa anaknya sehingga mengalami trauma yang sangat mendalam, untuk itu masih menurut Amin, pihak Kapolsek Cimanggis untuk segera melakukan tindakan secepatnya atas penganiayaan yang dilakukan pelaku.

” Kami menyayangkan pihak kepolisian bertindak lambat dalam menangani kasus yang menimpa anak saya,” ujar Amin kepada berimbang.com. Kamis (11/02/2015).

Sementara itu, pemerhati anak yang juga sebagai Anggota DPRD Kota Depok, Sri Kustiani mengatakan, kejadian yang menimpa korban harus segera ditindaklanjuti secara serius oleh pihak kepolisian karena menyangkut tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur.

” Kami mengharapkan keseriusan pihak kepolisian dalam mengungkap pelaku agar pelaku segera diadili sesuai hukum yang berlaku,” Pungkas Sri. (Yuli Efendi)