Depok

Depok

THE 42nd  Jazz Goes To Campus   

BERIMBANG.COM, Depok – Acara tahunan “Jazz Goes To Campus” kembali dilaksanakan pada tanggal 24 November 2019 yang bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok.

Jazz Goes To Campus yang di sponsori oleh Coca-cola ini telah lama dibentuk selama hampir 42 tahun silam, acara ini tentunya sangat mengundang perhatian publik untuk dapat menghadirinya, dengan biaya yang dapat terjangkau oleh semua para penikmat jazz kini tidak perlu mengeluarkan keuangan yang banyak untuk dapat menghadiri acara tersebut. Acara yang sangat asik ini tentunya dilengkapi dengan stand makanan yang sangat banyak hingga stand-stand yang menjual berbagai macam merchandise dari setiap produk sponsorship.

Acara ini menampilkan banyak sekali artis-artis ternama Indonesia seperti Raisa, Ardhito Pramono, Aditia Sofyan, Barasuara, Dengarkan Dia, Nidji, Pamungkas, Ran, Marion Jola, Maliq & D’Essentials dan tentunya ada juga artis luar negeri yang tidak kalah menariknya yaitu Keith Martin yang sangat terkenal dengan lagu “Because of You”

Acara tersebut dilengkapi juga dengan kerjasama dari berbagai macam Sponsorship Official Bubble Drink Partner oleh Chatime, Official Beauty Partner oleh Wardah, Official Ticketing oleh Gotix, Official Venue Partner oleh One Bel Park, Official Cultural Partner oleh Institut Francais Indonesia, Official Candy Partner oleh Chupa Chups, dan Official Sound System Partner oleh DDS dan sponsorship lainnya. Tidak hanya itu, kerjasama dari media partner tentunya juga ada seperti Official Digital Media Partner oleh Kumparan, Official TV Partner MetroTV, dan Official Radio Partner oleh 102,2FM Prambors Jakarta.

Penampilan dari adanya artis-artis ternama, kini Fakultas FEB Universtas Indonesia sangat padat dikunjungi oleh masyarakat dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung hingga masyarakat Depok yang sangat ramai. Walaupun Open Gate yang dimulai pukul jam 1 siang dengan keadaan cuacanya yang sangat panas, tetapi tetap membakar semangat para pengunjung untuk ikut acara tersebut sampai acara selesai dan mereka rela antri untuk menunggu antrian penukaran tiket dengan gelang Jazz Goes To Campus.

Acara Jazz Goes To Campus sangat seru walaupun dipenuhi oleh orang banyak, tetapi hal yang paling penting sih karena stage panggungnya terbagi menjadi banyak jadi tidak terlalu padat, sangat tidak terbayang kalo stagenya cuma 1 atau 2, akan lebih crowded dari ini pastinya – Ramadhany, pengunjung acara Jazz Goes To Campus –

Selain dipenuhi dengan berbagai macam stand makanan hingga stand yang menjual merchandise, tempat-tempat stand tersebut juga menjadi salah satu tempat untuk bermain permainan, kian kini sangat menarik perhatian para pengunjung. Tidak hanya itu setelah bermain para pengunjung akan mendapatkan hadiah seperti kipas tangan, produk sponsorshipnya dan masih banyak lagi hadiah-hadiah yang sangat seru dan menarik.

Jazz Goes To Campus ini keren banget untuk level anak kuliahan dari segi konten, teknis, dan semuanya regardless of their business on college, jadi acara ini pastinya seru banget dan cukup ideal untuk sebuah festival –Audria Detta, panitia volunteer Jazz Goes To Campus –
Tetap saksikan Jazz Goes To Campus di tahun-tahun berikutnya, dan nantikan setiap keseruan penampilan dari artis-artis ternama yang akan selalu  mengguncangkan panggung Jazz.

Penulis : Cicilia Rosalinda Ndoi, Mahasiswa Vokasi Program Studi Hubungan Masyarakat Universitas Indonesia.

Depok

Pekerjaan Drainase Di Jalan H Usman Kukusan Ganggu Aktivitas Warga

BERIMBANG.COM, Depok – Pekerjaan Drainase di Jalan Raya H Usman Kukusan tidak mementingkan keselamatan para pengguna jalan yang melintas melewati galian, pelaksana pekerjaan melakukan pembiaran tanah hasil galian menumpuk tanpa adanya pengangkutan tanah.

Sekretaris Tamperak Depok, Yakub mengatakan, hasil penggalian pembuatan drainase sepanjang jalan H Usman, Kukusan yang dilakukan pemborong sangat membahayakan warga sekitar dan pengguna jalan.

” Tanah yang sudah di gali tidak langsung diangkut sehingga terjadi penumpukan tanah sehingga dapat menyebabkan berdebu dan jalanan jadi licin setelah hujan turun, ” ujar Yakub belum lama ini.

Yakub juga berharap, Kontaktor yang mengabaikan keselamatan lingkungan wajib diberikan sangsi karena dapat merugikan masyarakat yang sedang beraktivitas.

” Ditambah lagi setelah melakukan aktivitas galian, kontraktor tidak memasang peringatan bagi pengguna jalan serta tidak dipasang garis polisi, ” ungkap Yakub.

Hal yang sama dikatakan warga kukusan, Andri, pekerjaan yang dilakukan kontraktor jelas merugikan sebab warga yang melintas saluran tersebut bila hujan menjadi becek sehingga para pejalan kaki merasa terganggu

Iik

Depok

Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Tahun Baru 2020 Di Depok Masih Stabil

BERIMBANG.COM, Depok — Harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan tahun baru 2020 di sejumlah Pasar Tradisional di Kota Depok walaupun ada kenaikkan sekitar Rp 2000 hingga Rp 5000/Kg namun dinilai masih stabil serta stok barang dipastikan aman dan terkendali.

“Secara umum kenaikkan harga barang kebutuhan pokok sebetulnya hal biasa menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 karena masih sifatnya wajar karena berbagai faktor seperti kemarau panjang akibatnya hasil mpertanian menggalami gagal panen dan sebagainya,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Asloeah Madri didampingi Staf Ahli Perdagangan Ahmad Kafrawi, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kania Purwanti, Kepala Diskominfo Sidik Mulyono, Kasatpol PP Lienda R dan Kadishub Depok Dadang Wihana, Kamis (19/12).

Kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Pasar Tradisional di Kota Depok tentunya berkaitan dengan antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 ini agar masyarakat dapat mengetahui akan stok barang di sejumlah pasar yang cukup tersedia.

Menurut dia, sebetulnya harga bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Kota Depok dapat dilihat dari aplikasi yang sudah ada seperti ‘Depok Single Window’ karena harga kebutuhan pokok sekitar 53 komiditi dapat dilihat di aplikasi ini yang berada di tujuh pasar tradisional Kota Depok. “Memang ada kenaikkan harga komiditi namun masih sangat wajar kalau pun ada kenaikkan hanya sekitar Rp 2000 hingga Rp 5000/Kg saja,” tuturnya yang diharapkan warga juga harus berani menawar jika ingin membeli kebutuhan pokok yang terlalu mahal.

Sejumlah komiditi atau kebutuhan pokok yang merangkak naik antara lain Cabe Hijau dari Rp 24.786/Kg menjadi Rp 25.042/Kg, cabe merah kriting Rp 39.438 menjadi Rp 41.063/Kg, bawang merah Rp 39.563 menjadi Rp 40.125/Kg, telor Rp 23.000 menjadi Rp 24.000/Kg, daging sapi lokal Rp 77.000 menjadi Rp 80.000/Kg, daging sapi murni Rp 120.000 menjadi Rp 125.000/Kg, teri medan Rp 123.000 menjadi Rp 125.000/Kg, minyak goring Rp 10.500 menjadi Rp 12.500/Kg, ayam ras Rp 45.000 menjadi Rp 50.000 hingga Rp 55.000/Kg dan lainnya.

Sedangkan untuk enam makanan yaitu seblak, kerupuk padang, tahu, cumi asin, gula merah dan ikan kembung segar yang diambil sampel melihat ada kandungan bahan berbahaya ternyata usai diperiksa sama sekali aman dan tidak mengandung zat berbahaya, katanya.

Red

Depok

Milad Ke 5 FSR, Hamzah Ingin Berkontribusi Untuk Masyarakat Depok

BERIMBANG.COM, Depok-Milad ke 5 Forum Silaturahmi Raya (FSR), Hamzah ingin selalu berkontribusi untuk masyarakat Kota Depok. Sebagai dewan pembina FSR, dirinya mengatakan bahwa FSR dapat menjalankan program-program sosial ditengah-tengah masyarakat.

“Banyak program dari FSR untuk masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Tapos dan Cilodong. Rutinitas yang selalu dilakukan adalah menyantuni anak yatim piatu serta kaum dhuafa serta membantu pembangunan sarana dan prasarana tempat ibadah,” kata Hamzah yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Kota Depok di Lapangan Bola RW08 Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos pada Ahad (08/12/2019).

Selain kegiatan sosial, dirinya memaparkan bahwa FSR juga ingin memajukan pelaku usaha kecil yang ada, sehingga memajukan perekonomian di Kota Depok.

“Sejak berdiri tahun 2014, FSR berupaya memajukan pelaku usaha kecil dengan selalu menggelar kegiatan bazar rakyat. Tentunya dengan kegiatan bazar tersebut dapat memperkenalkan produk-produk hasil dari pelaku usaha kecil,” paparnya.

Dikesempatan yang sama, ketua panitia Bazar Akbar 2019 FSR, Roni mengucapkan terimakasih kepada dewan pembina FSR yang selalu mensupport setiap kegiatan yang dilakukan untuk warga Depok.

“Semoga FSR tetap eksis dalam menjalankan program sosial ditengah masyarakat,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Tuti, salah seorang warga RW09 Kelurahan Cimpaeun yang mendapatkan hadiah doorprise utama berupa mesin cuci mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan bazar akbar yang dilakukan oleh FSR.

“Alhamdulillah, saya dapat doorprice mesin cuci. Semoga FSR terus dapat berkontribusi dengan melakukan kegiatan sosial serta dapat mengangkat perekonomian melalui giat bazar,” tandasnya.(iik).

Depok

Sambut Akhir Tahun 2019, PDAM Tirta Asasta Depok Berikan Diskon 50 Persen

BERIMBANG.COM, Depok – Sambut kemeriahan akhir tahun 2019, PDAM Tirta Asasta Kota Depok memberikan program diskon 50 persen khusus untuk pelanggan domestik (kelompok sosial dan rumah tangga), yang diberlakukan untuk masyarakat yang belum mendaftar sebagai pelanggan.

“Dengan adanya program diskon 50 persen ini kami berharap warga Kota Depok dapat memanfaatkan kesempatan untuk berlangganan PDAM dengan membayar biaya sambungan setengahnya dari harga normal,” ujar Manager Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Imas Dyah Pitaloka, Kamis (28/11/2019).

Imas mengutarakan, untuk luas bangunan rumah di bawah 70 m2 dikenakan biaya penyambungan sebesar Rp.750 ribu dari harga normal Rp 1.500.000 dan untuk luas bangunan rumah di atas 70 m2 dikenakan biaya penyambungan sebesar Rp 1 juta dari harga normal Rp 2 juta.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk beralih dari air tanah menjadi air perpipaan,” harap dia.

Menurut Imas, Promo diskon yang berlangsung dari 1 Desember 2019 hingga 31 Desember 2019 ini berlaku untuk para calon pelanggan yang mendaftar online maupun offline dengan langsung ke kantor PDAM dengan mengisi form pendaftaran, foto cpy KTP, Foto copy SPT PBB terbaru dan materai 6.000.

Selain datang langsung ke loket-loket PDAM calon pelanggan bisa juga mendaftar secara online melalui website resmi PDAM Tirta Asastq Kota Depoj www.pdamdepok.co.id. Adapun syarat khusus promo diskon diperuntukan bagi para calon pelanggan untuk pemasangan sambungan PDAM pada lokasi-lokasi yang sudah terdapat jaringan pipa PDAM.

“Kami berharap warga Kota Depok untuk segera berlangganan PDAM karena dengan kita memakai air PDAM berarti kita ikut menyelamatkan dalam penggunaan air tanah. Selamatkan air tanah gunakan air PDAM,” pungkas Imas

Depok

Penyempitan Saluran Air Situ Pladen Di Soal Warga

BERIMBANG.COM, Depok – Pekerjaan pembangunan Saluran Instalasi Pengolahan Limbah Domestik Situ Pladen yang dikerjakan PT. Putra Gunung Mandiri dengan nilai proyek hampir 600 juta di soal warga, pasalnya pekerjaan  saluran irigasi yang terhubung Jalan Arif Rahman Hakim dengan Setu Pladen menjadi menyempit.

Pantauan berimbang.com di lokasi, penyempitan terjadi sekitar 50 CM berdampingan dengan Pembangunan Instalasi Pengolahan air limbah sedangkan lebar saluran air awalnya 2 meter.

Menanggapi hal tersebut warga di sekitar menyayangkan dengan adanya penyempitan saluran yang dilaksanakan kontraktor  sebab dapat menimbulkan banjir bilamana terjadi hujan lebat.

Karena penyempitan saluran kearah situ Pladen dapat mengakibatkan air ke arah situ Pladen akan berbalik karena tidak dapat menampung air dari arah jalan A R. Hakim.

” Akan terjadi banjir bila tidak dilakukan sodetan ke arah situ Pladen sedangkan sebelum saluran itu dipersempit tinggi air saluran hampir menggenangi rumah warga, ” ujar Mbah Kuncir. Rabu ( 27 Nopember 2019).

Lanjutnya, Mbah Kuncir berharap agar segera mungkin ada tindakan kepada dinas terkait untuk melakukan solusi sebelum dampaknya terjadi terhadap warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat ( PUPR), Dadan Rustandi ketika di konfirmasi sudah mendatangi lokasi pekerjaan yang ada di situ Pladen beberapa waktu lalu, Dadan menyayangkan dengan saluran air yang seharusnya sesuai dengan awal ternyata malah di persempit oleh pihak pelaksana.

” Kami sudah tanyakan kepada pihak konsultan perencana tetapi tidak ada tanggapan dan sudah ditegur secara keras, ” ucap Dadan.

Pihaknya juga tidak mengetahui pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh pihak Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkoordinasi dengan dinas mana.

” Kami Dinas PUPR tidak ada tembusan untuk pekerjaan yang di laksanakan Kementrian dan kami tanyakan kebawahan saya juga tidak mengetahuinya, ” Pungkasnya.

Iik

Depok

Siswa SMPN 26 Antusias Peringati Hari Guru Ke 74

BERIMBANG.COM, Depok – Ini menjadi momen untuk kembali mengingat cita-cita luhur para pendiri bangsa dalam memajukan pendidikan tanah air.

Guru, yang menjadi ujung tombak pendidikan, disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Jasanya dalam membangun pendidikan para generasi penerus bangsa, diabadikan melalui Hari Guru, yang dirayakan setiap 25 November.

Siswa dan Siswi SMPN 26 Depok bersama para guru serta Komite Sekolah memperingati hari guru yang Ke 74, acara tersebut digelar dengan berbagai macam acara, diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan pemberian sekuntum bunga mawar sebagai bentuk penghargaan kepada guru.

Para siswa yang hadir nampak sangat antusias mengikuti acara demi acara dilapangan SMPN 26 walaupun cuaca agak panas menjelang siang.

Salah satu guru, Suryadi mengatakan, sangat berterima kasih kepada semua pihak termasuk para siswa dan komite sekolah sehingga dapat memperingati hari guru yang ke 74 yang menurutnya sangat meriah dan sangat berarti buat para guru.

” SMPN 26 sangat luar biasa para pihak dapat bersinergi dengan baik dan mudah – mudahan kami dapat di percaya mengemban amanah untuk dapat mencerdaskan bangsa, ” ujar Suryadi.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Fitra Jaya menyampaikan banyak terima kasih kepada para guru yang telah tulus ikhlas mendidik siswa tanpa mengenal lelah dalam mencerdaskan bangsa serta dapat memberikan yang terbaik bagi anak didik.

Iik

Depok

Pemkot Depok Dapat Penghargaan Tertinggi Kota Sehat 2019 Swasti Saba Wistara

BERIMBANG.COM, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok baru saja menerima penghargaan tertinggi kota sehat 2019, Swasti Saba Wistara. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada kota yang dianggap memenuhi kriteria sebagai kota bersih. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad.

Depok mendapat penghargaan tersebut karena dianggap berhasil memenuhi standar kota sehat 2019 yang mengacu pada tujuh tatanan. Yaitu kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, dan kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi. Selain itu juga terdapat tatanan kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pariwisata sehat, kawasan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat.

Idris mengatakan, penghargaan ini diraih Pemkot Depok yang berkolaborasi dengan Forum Kota Depok Sehat (FKDS). Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat karena berkat partisipasi dan kolaborasi dengan Pemkot Depok bisa meraih capaian ini.

“Pencapaian ini bukan hanya milik Pemkot Depok semata. Namun, milik seluruh masyarakat Kota Depok,” katanya, Kamis (21/11).

Setelah menerima penghargaan ini, Pemkot Depok tak hanya diam begitu saja. Ke depan Pemkot Depok berkomitmen menciptakan banyak inovasi dalam rangka pengembangan kota sehat.

“InsyaAllah akan lebih banyak inovasi lagi untuk kota sehat, termasuk kolaborasi dengan semua perangkat daerah di Pemkot Depok,” ujarnya.

Kota Depok mendapat Swasti Saba Wistara bersama dengan 88 kabupaten/kota lain se-Indonesia. Sedangkan yang mendapatkan Swasti Saba Wiwerda sebanyak 29 kabupaten/kota, serta Swasti Saba Padapa sebanyak 60 kabupaten/kota.

Depok

Sekda Kota Depok Dukung Program Gerakan Zero Plastic PPWI

BERIMBANG.com Depok – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono, menyambut baik dan mendukung program pengurangan sampah plastik yang dilakukan PPWI Depok.

Bentuk kegiatan berupa aksi simpatik membagikan tas belanja non-plastik kepada masyarakat akan diselenggarakan di halaman Gedung Dibaleka Kota Depok, Kamis, 21 November mendatang.

Sambutan dan dukungan Sekda Kota Depok tersebut diungkapkan Hardiono saat menerima kunjungan jajaran pengurus PPWI Depok di ruang kerjanya, Senin (18/11/2019).

Hardiono mengatakan, persoalan dampak sampah plastik dan sedotan plastik, setidaknya menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan dan menakutkan saat ini, jika tidak cepat ditanggulangi.

Dalam rangka mengatasi persoalan sampah tersebut, pada Maret 2019 lalu, Pemerintah Kota Depok telah melakukan upaya pengurangan kantong belanja plastik di retail modern, melalui Surat Edaran Nomor 060/244-Disperdagin tentang Penggunaan Kantong Belanja Plastik di Toko Retail Seluruh Wilayah Kota Depok.

“Kegiatan PPWI Depok dalam mengurangi sampah plastik sejalan dengan upaya Pemkot Depok dalam menanggulangi persoalan sampah. Saya sangat mendukung kegiatan tersebut,” kata Hardiono.

Ketua PPWI Depok, Tombang Tarihoran, didampingi Wakil Ketua, Budiman Panjaitan, Sekretaris, Ivan. M, dan Bendahara, Riki, menyampaikan menyampaikan bahwa bentuk kegiatan pengurangan penggunaan sampah plastik yang akan dilaksanakan nanti adalah berupa pemberian sedotan yang terbuat dari bambu dan tas kantong belanja terbuat dari kain belacun. Kedua benda tersebut dapat digunakan berulang kali pakai (reusable).

“Kegiatan kami ini sebagai bentuk dukungan PPWI Depok terhadap program Pemerintah dalam menangani persoalan sampah plastik,” terang Ketua DPC PPWI Depok, Tombang Tarihoran.

Tombang menuturkan, pemberian sedotan bambu dan kantong belanja kain gratis tersebut difokuskan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Depok, pasalnya mereka bisa menjadi contoh bagi masyarakat.

“Kita laksanakan di lingkungan Pemkot Depok, targetnya adalah para ASN agar dapat memberikan contoh kepada masyarakat, baik di rumah maupun saat bertugas melayani masyarakat,” tukasnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Sekda Kota Depok Hardiono, telah menerima dan mendukung kegiatan PPWI Depok tersebut. Usai pertemuan, para pengurus PPWI Depok berfoto bersama Sekda Hardiono.

(IVN/Red)

Depok

Pekerja Pembangunan Puskesmas Beji Tidak Dilengkapi K3, Ini Sanksinya

BERIMBANG.COM, Depok – Tenaga Kerja Pembangunan Rehabilitas dan penataan lingkungan Puskesmas Beji tidak dilengkapi Kesehatan, Keselamatan Kerja ( K3) saat melakukan aktivitas kerja dilantai 1 dan 2, pelaksana pembangunan seakan menghiraukan atas keselamatan kerja para pekerja yang melakukan aktivitas di proyek.

Pantauan berimbang.com dilapangan, tenaga kerja pembangunan rehabilitasi Puskesmas hampir semua pekerjanya tidak mengenakan alat pengaman kerja dari pekerjaan lantai 1 dan 2. Jum’at (8/11).

Tenaga kerja selalu berhadapan dengan berbagai potensi bahaya di tempat kerja yang berisiko kecelakaan kerja dan PAK.

Perlindungan K3 diberikan untuk mencegah atau mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja dan PAK serta meningkatkan produktivitas.

Hal yang sama dikatakan Yakub selaku Sekretaris LSM Tamperak Kota Depok, Penerapan K3 semenjak mulai dibangunnya rehabilitasi Puskesmas Beji memang tidak pernah dilengkapi alat pengaman.

” Pelaksana pembangunan tidak tegas terhadap para pekerjanya dan dinilai melakukan pembiaran, padahal ini sangat penting untuk keselamatan kerja, ” ucap Yakub.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Teknis, Dimas mengakui bahwa para pekerja yang sedang mengerjakan pembangunan Rehabilitasi Puskesmas Beji tidak dilengkapi dengan K3 , tidak sesuai dengan arahannya, padahal pihaknya sudah menganjurkan untuk memakai alat pengaman.

” Kami sudah anjurkan agar kelengkapan K3 diterapkan , tapi pekerja malah tidak menggunakannya, dia bilang gerah kalo dipakai, ” ujar Dimas.

Direktur Pengawasan Norma K3 Kemenaker Herman Prakoso Hidayat mengatakan penerapan sanksi denda kecelakaan kerja selama ini mengacu pada Undang Undang (UU) nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Dalam UU tersebut denda yang harus dibayar hanya sebesar Rp100.000 atau kurungan penjara 3 bulan.

Namun, nantinya acuan denda K3 akan diubah seiring revisi UU no 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Besaran denda pada revisi UU tersebut diusulkan akan jauh lebih besar sehingga memberikan efek jera bagi perusahaan yang tak menerapkan K3.

“UU No 1 tahun 1970 memang terlalu ringan karena sifatnya preventif. Nanti sanksi larinya ke UU Ketenagakerjaan, pidana sekitar 2-4 tahun, denda Rp200 juta-Rp400 juta. Sekarang masih diproses (revisi aturan UU 13 tahun 2013) Ini agar K3 menjadi perhatian perusahaan,” ujarnya, Selasa (17/7/2018).

Hingga saat ini, lanjut Herman, K3 belum banyak menjadi perhatian baik sisi pengusaha maupun sisi pekerja. Hal itu terbukti aduan K3 yang diterima oleh Kemenaker terbilang masih minim.

Iik