Bogor

Bogor

Koramil 2123 Cijeruk Melaksanakan Penyemprotan Disinfektan Cegah Virus Corona

BERIMBANG.COM, Bogor – Komando Rayon Militeh (Koramil) 2123 Cijeruk Melaksanakan Giat Penyemprotan Disinfektan beberapa titik diwilayah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kamis (26/3/20) pagi

Giat penyemprotan Disinfektan yang dilaksanakan Koramil 2123 Cijeruk tersebut bersama Unsur Muspika Kecamatan Cigombong, Polsek Cijeruk, dan UPT Puskesmas Cigombong dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Covid 19 (Corona)

Danramil 2123 Cijeruk, Mayor INF Suparno mengatakan, Giat pelaksanaan Penyemprotan Disinfektan sesuai perintah Komando Atas bahwa hari ini dilaksanakan secara serentak oleh jajaran TNI Angkatan Darat dari mulai tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Covid 19 (Corona) yang sekarang ini beredar di tanah air

“Pelaksanaan penyemprotan Disinfektan ini kita lakukan di tempat – tempat pelayanan publik dan sarana umum, seperti yang hari ini kita laksanakan di Kantor Koramil kita sendiri, Kantor Kecamatan Cigombong, Kantor KUA Kecamatan Cigombong, Stasiun Kereta Api Cigombong, Masjid Al’Azim Cigombong, Puskesmas Cigombong, dan Pasar Cigombong,” ujar Danramil 2123 Cijeruk kepada media

Untuk agenda hari besok, Mayor INF Suparno menambahkan, Pihaknya juga akan melaksanakan penyemprotan Disinfektan diwilayah Kecamatan Cijeruk.

” Hari besok kita juga akan melaksanakan giat yang sama diwilayah Kecamatan Cijeruk. Karena, Koramil 2123 Cijeruk ini membawahi dua Kecamatan, yaitu Cijeruk dan Cigombong. Disamping giat penyemprotan Disinfektan ini kami juga terus menerus menghimbau kepada masyarakat, kususnya Cijeruk- Cigombong untuk mentaati kebijakan peraturan pemerintah pusat, untuk tidak ada kerumunan warga, selalu jaga jarak dan tidak bersentuhan, untuk tidak bepergian, selalu gunakan masker, sering cuci tangan, dan jaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.

(Na)

Bogor

Pemkot Bogor Bantah Undang Wartawan Saat Wawancara Bima Arya

BERIMBANG.com Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, membantah telah mengundang wartawan saat wawancara dengan Walikota Bogor, Bima Arya yang tertular virus corona.

Yang saat ini belasan wartawan yang mewawancarai Walikota Bogor Bima Arya itu telah menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona atau COVID-19. (22/03/2020).

Keterangan tersebut beredar dikalangan wartawan Kota Bogor, secara tertulis melalui aplikasi WhatsApp, yang ditujukan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor. berikut tulisannya:

Rekan-rekan PWI Kota Bogor yang saya banggakan,

1. Humas (Hubungan Masyarakat,-red) Pemkot Bogor tidak pernah mengundang acara Konferensi Pers Walikota Bogor pada hari Senin, 16 Maret 2020 di Kediaman Pribadi (Pendopo) Walikota Bogor,

wawancara antara Walikota Bogor dengan beberapa wartawan pada waktu itu adalah atas permintaan wartawan itu sendiri ditengah waktu istirahat Walikota Bogor setelah melakukan perjalanan panjang dari luar negeri.

Walaupun pada saat itu, kami tengah menyiapkan perangkat video conference di Balaikota dan Pendopo, yang dapat digunakan sebagai media komunikasi untuk wawancara.

Wartawan yang hadir tersebut sudah mengetahui status Orang Dalam Pemantauan (ODP) Walikota Bogor karena pernah mengunjungi salah satu negara terjangkit Covid-19 dalam 14 hari terakhir,

oleh karena itu sebelum wawancara dilakukan, Walikota Bogor sengaja untuk membersihkan diri dan ganti pakaian untuk meminimalisir resiko,

selain itu, sesuai protokol kesehatan, kami memberikan masker kepada semua wartawan yang hadir dan mewajibkan untuk dipakai, lalu jarak antara Walikota Bogor dengan wartawan antara 1 hingga 2 meter.

Saat Walikota Bogor memberikan keterangan terlihat tidak memakai masker semata-mata agar suaranya jelas terdengar walaupun menggunakan sound system yang sederhana, karena saat itu hujan dan lokasinya diteras rumah yang cukup terbuka.

2. Pada kemudian hari, Walikota Bogor melaksanakan aktivitasnya didalam rumah. Justru disaat Walikota Bogor melaksanakan Protokol Kesehatan, beberapa wartawan tetap ingin menemui Walikota Bogor untuk wawancara.

Karena begitu perhatiannya Walikota Bogor terhadap eksistensi dan profesionalisme wartawan, Walikota Bogor bersedia untuk membantu sang wartawan tersebut untuk menunaikan tugas jurnalistiknya.

Padahal pada saat yang bersamaan, wartawan telah sepakat dengan Humas Pemkot Bogor untuk melaksanakan e-interview yaitu menampung pertanyaan hingga jam 10.00,

lalu kami mencari jawaban ke Walikota Bogor dan pihak lainnya kemudian menyampaikan kembali jawaban itu ke wartawan pada pukul 14.00 setiap harinya baik tertulis dalam Whatsapp maupun rekaman suara.

Khusus wartawan TV, kami merekam video statemen dari narasumber yang diinginkan.

3. Jum’at, 20 Maret 2020 sekira jam 01.00 dini hari kami merilis berita Walikota Bogor Positif Covid-19.

Pada hari itu juga, Humas Pemkot Bogor langsung membuat list wartawan yang kontak dengan Walikota Bogor dan membuat Whatsapp Grup (WAG) khusus terdiri dari saya, tim humas, wartawan dan dokter dimana semua anggota WAG tersebut berstatus ODP.

Dalam WAG tersebut kami meminta biodata tiap wartawan untuk tujuan medis, dokter yang ada dalam WAG tersebut pun memantau kondisi kesehatan tiap wartawan setiap waktu.

Dengan segala keterbatasan yang ada, pada hari Sabtu, 21 Maret 2020, kami memprioritaskan semua wartawan untuk test Swab di RSUD Kota Bogor kecuali kami dan dokter. Semoga hasil test rekan-rekan wartawan negatif Covid-19.. Aamiin.

Sabtu, 21 Maret 2020
Kabag Prokompim Pemkot Bogor,
Rudiyana.

Demikian keterangan tertulis Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Pemerintah Kota Bogor. Rudiyana.

Sebelumnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor melalui Tim Advokasinya, Bagus Harianto meminta Pemkot Bogor bertanggung jawab terhadap para wartawan yang telah menjadi ODP usai wawancara Bima Arya.

Menurutnya, Kegiatan jumpa pers pada hari senin 16 maret 2020 atas undangan Humas Pemkot Bogor yang dilakukan oleh Bima Arya selaku Pimpinan Daerah tidak sesuai dengan protokoler yang berlaku dengan mengundang wartawan kerumah.

“Untuk itu kami tim Advokasi PWI Kota Bogor mendesak Pemerintah Kota Bogor dalam hal ini Walikota Bogor untuk bertanggung jawab terhadap penanganan medis sepenuhnya soal kondisi kesehatan para jurnalis yang telah melakukan jumpa pers dengan Walikota,” Katanya, melalui keterang tertulis.

(TYr)

Bogor

Wartawan ODP Usai Wawancara Bima, PWI Kota Bogor Minta Tanggung Jawab Pemkot

BERIMBANG.com Bogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Jawa Barat, melalui Tim Advokasinya merilis pernyataan meminta tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor,

terhadap para wartawan yang telah menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Virus Corona atau COVID-19, saat meliput Walikota Bogor, Bima Arya, berikut pernyataannya:

Menyikapi rekan-rekan jurnalis yang telah menjadi Orang Dalam Pantauan (ODP) setelah melakukan jumpa pers dengan Walikota Bogor Bima Arya, kami tim Advokasi PWI Kota Bogor menegaskan bahwa:

1. Kegiatan jumpa pers pada hari senin 16 maret 2020 atas undangan humas pemkot bogor yang dilakukan oleh Bima Arya selaku Pimpinan Daerah tidak sesuai dengan protokoler yang berlaku dengan mengundang wartawan kerumah.

2. Seyogjanya setelah kepulangannya dari luar negeri dan dinyatakan sebagai ODP Bima Arya membatasi diri untuk tidak berjumpa dg banyak orang termasuk wartawan.

3. Tidak mengindahkan faktor keamanan pada saat jumpa pers pada hari senin tgl 16 maret 2020 Bima Arya tidak menggunakan Masker.

3. Begitupun saat kegiatan live disalah satu tv nasional Bima Arya pada hari rabu 18 maret 2020, Walikota Bima Arya juga tidak menggunakan masker padahal sudah jelas sebagai ODP.

4. Kamis 19 Maret 2020 Walikota Bima Arya dinyatakam positif terpapar Covid-19.

5. Dan akhirnya berdampak secara psikologis terhadap beberapa wartawan untuk mengisolasi dirumah.

Untuk itu kami tim Advokasi PWI Kota Bogor mendesak Pemerintah Kota Bogor dalam hal ini Walikota Bogor untuk bertanggung jawab terhadap penanganan medis sepenuhnya soal kondisi kesehatan para jurnalis yang telah melakukan jumpa pers dengan Walikota.

Bogor,  21 Maret 2020,
Tim Advokasi Kota Bogor,
Bagus Harianto.

Cc
KETUA PWI KOTA BOGOR
Aritha Utama Surbakti

Demikian isi pernyataan PWI Kota Bogor melalui rilis tertulis yang diterima redaksi, bukan undangan jumpa pers atau mengumpulkan orang banyak.

(TYr)

Bogor

Manfaatkan Lahan Kosong, Kalapas Cibinong Bersama Warga Binaan Panen

BERIMBAMG.com Bogor – Pemberdayaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong, Kabupaten Bogor, tergolong sukses dengan pembinaan pelatihan budidaya tanaman.

Menjadi tepat peribahasa “Siapa yang menanam, ia yang menuai,” bagi warga binaan, dalam konteks memanfaatkan lahan kosong dilingkungan Lapas.

Hal itu dikatakan Kepala Lapas Cibinong Adrian Nova Christiawan, di area Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa kemarin, (17/03/2020).

“Warga binaan Lapas itu merupakan peserta pelatihan pertanian dan pupuk organik yang dikelola oleh unit Giatja Lapas Cibinong,” kata Adrian.

Area yang sebelumnya tak terurus dengan baik itu cukup luas, kata dia, inilah yang dimanfaatkan warga binaan dan unit Giatja untuk kegiatan kerja dan pelatihan.

“Dilahan dinding area terluar yang mengelilingi Lapas itu dibudidayakan tanam dengan jenis pohon cabai,” ujarnya.

Kalapas bersama jajaran, serta para warga binaan memanen cabai di lahan Brandgang. dalam panen menghasilkan 10-15 Kilo Gram Cabai Hijau.

kata Adrian, kegiatan panen tersebut merupakan hasil pembinaan yang dapat bermanfaat bagi warga binaan.

Harapannya, “Setelah bebas dari Lapas, warga binaan dapat kembali kepada masyarakat dengan bekal yang cukup,” katanya.

“Setidaknya kemampuan dalam bercocok tanam serta pupuk organik dapat menjadi sumber kehidupan oleh warga binaan,” pungkas Adrian Nova Christiawan.

(Humas L’Cibi/TYr)

Bogor

Hadapi Virus COVID-19, Bupati Bogor: Tak Hanya Menghindari Tapi Memerangi

BERIMBANG.com Bogor – Bupati Bogor gelar rapat dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait antisipasi penyebaran virus Corona COVID-19, yang bersifat umum dan program.

“Pemerintah kabupaten Bogor bersikap tidak hanya menghindari tetapi memerangi, ini yang penting,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, di Pendopo Cibinong, Jawa Barat, Minggu (15/03/2020).

“memerangi yang dimaksud tetap berkegiatan kantor, rapat-rapat tetap berjalan, ” Kata Ade Yasin.

Perintah Ade, namun prosedur pencegahan seperti menyediakan handsanitizer dan sabun kesehatan wajib dilakukan.

Arahan dari pusat dan provinsi yang diikuti Bupati, untuk menangguhkan kegiatan yang sifatnya umum. Meliburkan sekolah atau mengikuti kegiatan belajar dari rumah terhitung mulai besok, senin 16 hingga 28 maret 2020,

“semua dari TK, (SD, SMP, dan SMA) sampai keperguruan tinggi diliburkan, mundur selama 2 minggu,” terang Ade Yasin.

Sementara aktifitas bersifat program, kata Ade, tetap dijalankan, seperti Musrembang, pelayanan publik dan rapat kedinasan.

“tidak menutup pelayanan KTP, posyandu, puskesmas, harus tetap siaga. Rapat dikantor saja, perjalanan dinas kita hindari, dan menolak studi banding (dari luar ke kabupaten Bogor),” terang Ade,

Juga, ia memerintahkan anak buahnya, “Dilarang keluar negeri, termasuk saya,” kata Ade,

Lanjutnya, Tempat wisata tetap dibuka, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang masih tergantung dengan penghasilan harian,

“Kalau kita tutup semua, saya khawatir ekonomi kita mati, sama saja mematikan usaha orang,” ujar Ade.

Namun, pengawasan terhadap turis asing ditingkatkan, prosedur menjaga kebersihan terus disosialisasikan kepada pengelola dan pengunjung tempat wisata. “Ada pengawasan khusus untuk orang asing,” kata Ade.

Kesiapan seluruh fasilitas kesehatan, siaga untuk menangani kasus corona maupun penyakit lain seperti demam berdarah, “Semua persiapan, hingga ambulan sudah dipersiapkan,” kata Ade.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor sudah disiapkan, menjadi rujukan dalam penanganan kasus corona, tenaga medis, serta sarananya.

“Rumah sakit negeri kita ada 4 yang kita persiapkan,” katanya, “Tetapi saya himbau juga semua rumah sakit harus siap menerima pasien dan harus punya ruang isolasi (untuk corona),” ujar Ade.

Sementara, antisipasi langkanya cairan pencuci tangan Bupati memerintahkan untuk membuat produk sendiri tanpa merk, dari dinas kesehatan, sudah disiapkan, “dibotol botol kecil untuk dibagikan kepada masyarakat,” katanya.

Terkait ramainya penonton, “bola liga 1 ini memang PSSI sudah membatalkan beberapa jadwal pertandingan,” kata Ade. “kalaupun ada jadwal pertandingan, saya sudah himbau pertandingan tanpa penonton,”

Bupati mengatakan bahwa masyarakatnya, “dikabupaten belum ada kasus meninggal (karena corona) belum, suspek juga (belum),”

“masih dalam pengawasan 1 orang dari parung, dalam pantauan ada 7 orang, tetapi belum tersuspek,” terang Ade.

Bupati Bogor Meminta Warga masyarakat Kabupaten Bogor tetap tenang namun waspada, selalu jaga kesehatan tubuh, jaga kebersihan seperti selalu mencuci tangan setelah beraktifitas,

“Bila ada gejala infeksi virus corona segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat,” pungkas Ade Yasin.

(TYr)

Bogor

Tim Fasilitator TJSL Dukung Tanam 1juta Pohon, Yusfitriadi: PWRI Akan Kami undang

BERIMBANG.com Bogor – Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI), Rohmat Selamat SH, M.Kn, gencar suarakan tanam satu juta pohon di wilayah Bogor Raya,

Kemarin, kamis 12 maret 2020, Rohmat bersama rombongan anggotanya menemui Tim Fasilitator Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kabupaten Bogor, untuk menyampaikan programnya.

Tim Fasilitator TJSL atau Corporate Sosial Responsibility (CSR) untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang diwakilkan oleh Wakil ketua Yusfitriadi, mendukung program PWRI itu.

Dalam bincang-bincang itu saat ditemui di Beskem Yustriadi, dibilangan wilayah Kabupaten Bogor, ia menjelaskan kinerja Tim Fasilitator TJSL yang baru dijabat beberapa bulan itu.

Yusfitriadi membeberkan mekanisme kerja agar mendapat Program CSR, serta menceritakan pengalamannya dalam mendistribusikan program TJSL perusahaan,

Tim TJSL, kata dia, akan memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh PWRI dengan program tanam sejuta pohon itu, “Kami akan bantu,” kata Yusfitriadi.

“kami akan sampaikan, perusahaan mana yang akan kita dorong,” katanya, “Langsung kerjasamanya dengan PWRI, kita mengetahui saja,”

Dia menjanjikan akan mengagendakan perusahaan mana saja yang akan bekerjasama, “Dan nanti PWRI akan kami undang secara resmi dalam forum sosialisasi,” terang Yusfiriadi.

Kembali, Ketua DPC PWRI menyampaikan terimakasihnya kepada Wakil Ketua Tim Fasilitator TJSL Kabupaten Bogor yang telah mendukung program tanam satu juta pohon,

“Semoga dalam agenda nanti bisa mendapatkan apa yang kami harapkan, saya apresiasi dukungan dari Tim Fasilitator TJSL telah mendukung kami,” tutup Rohmat Selamat.

Untuk diketahui, Gelar yang akan dilaksanankan pada 27 dan 28 Maret 2020 nanti, bertitik pusat di kecamatan Cariu, satu diantaranya di Green Cayon nya Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

(TYr)

Bogor

Bulan Panutan Pajak Daerah 2020, Bupati Bogor Ajak Taat Bayar Pajak

BERIMBANG.com Bogor – Bupati Bogor mencanangkan Bulan Panutan Pajak Daerah Tahun 2020, Selasa (10/03/2020) di Audiotrium Bappenda Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor setiap tahunnya.

Bupati Bogor, Ade Yasin menguraikan dihadapan Wakil Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, jajaran Forkopimda, Kepala Bappenda Jawa Barat.

Bahwa Pemerintah Daerah memiliki tugas dan fungsi yang cukup berat dalam penyelenggaraan otonomi daerah,

Antara lain pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah serta peningkatan daya saing daerah,

mengisyaratkan pembangunan yang masif menandingi laju pencapaian pembangunan di tingkat Jawa Barat maupun Nasional,

yang tentunya membutuhkan sumber pendanaan yang kuat, salah satu sumber pendanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD),

dan hingga saat ini pajak daerah merupakan  komponen PAD terbesar yang setiap tahunnya berkontribusi lebih dari 67.78% terhadap PAD Kabupaten Bogor.

“oleh karena itu, bersamaan dengan pencanangan ‘bulan panutan pajak’, saya minta agar kita semua, terutama tokoh masyarakat, pejabat pemerintah serta seluruh aparatur sipil negara dapat memberikan contoh dan teladan yang baik dalam  membayar pajak,” ajak Ade.

Bupati bersama seluruh jajaran Kabupaten Bogor membayar pajak bumi dan bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2), pajak kendaraan bermotor serta mengisi dan melaporkan SPT tahunan.

Kiranya ini dapat segera diiikuti oleh para ASN agar menjadi contoh dan memotivasi masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu

dan mendukung Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kabupaten Bogor.

Selain itu Bupati menjelaskan berkenaan dengan upaya penegakan peraturan perpajakan, beberapa waktu lalu,

Pemerintah Kabupaten Bogor telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Negeri Wilayah Kabupaten Bogor,

yang isinya tentang pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum dan/atau tindakan hukum lain dibidang perdata dan tata usaha negara.

Kesepakatan ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Bappenda Kabupaten Bogor dengan Kejari Kabupaten Bogor.

“Kegiatan pencanangan bulan panutan pajak ini juga akan diisi rangkaian sosialisasi beberapa peraturan bupati terkait kebijakan PBB P2,”

“Program zona integritas taat pajak kendaraan bermotor (zonita pamor), pengisian SPT tahunan melalui e-filing,”

“serta pemberian piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang telah membantu pemerintah kabupaten bogor dalam meningkatkan pendapatan daerah,” terang Ade.

Pesan Bupati Bogor ke bappenda agar meningkatkan terus kapasitas SDM, jaga integritas, sinergi dengan mitra kerja,

serta bangun koordinasi tim yang solid, tingkatkan fasilitas untuk mendukung keterjangkauan (outreach) Bappenda dalam mengumpulkan pendapatan daerah,

Mengingat luasnya cakupan wilayah kerja Bappenda Kabupaten bogor, kelola dengan baik infrastruktur dan prasarana untuk mencapai target dengan memaksimalkan sistem yang telah terkoneksi,

“Lakukan terus inovasi dan terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah kabupaten bogor,” urai Ade Yasin.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bongkar Home Industri, Polres Bogor Amankan Pelaku Dan 5 Kilo Tembakau Gorila

BERIMBANG.com Bogor – Industri rumahan (Home Industri) yang memproduksi Narkoba jenis tembakau sintetis atau gorila, berhasil dibongkar Kepolisian Resort (Polres) Bogor,

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam, mendampingi Kapolres AKBP Roland Ronaldy menjelaskan di Mapolres Bogor, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (10/03/2020).

Andri mengatakan ada 2 pelaku berinisial A, dan D, serta barang bukti 5 kilogram tembakau sintetis siap edar yang telah disita.

“Setelah ditelusuri ternyata dipasok dari sebuah home industri kawasan Jati Sampurna, Bekasi,” ujar Andri, “Saat itu juga kita lakukan penggerebekan,”

Hasil pengembangan, lanjutnya, terungkap salah satu pengedar yang melibatkan anak di bawah umur,

Kinerja Polres Bogor dalam kurun waktu 12 hari sejak 22 Februari hingga 5 Maret, pihaknya berhasil meringkus 12 tersangka lainnya.

“Di antara tersangka tersebut mayoritas sebagai produsen home industri, pengedar dan bandar dari 13 kasus,” terang Andri.

Dari 13 kasus itu peredaran gelap narkotika langka jenis key, magic drug dan ketamine, kata dia, yang paling menonjol adalah home industri gorila,

“Selain 5,022 kilogram tembakau sintetis, barang bukti dari 14 tersangka ini kita menyita sabu 507 gram, 210 tramadol, trihexphenidyl 588 butir dan 514 butir hexymer,” ungkapnya.

Selain kasus Narkoba, lanjut dia, salah satu tersangka ada yang terlibat dalam jaringan kejahatan curanmor bersenjata api di 60 TKP di Kabupaten Bogor.

Pihaknya juga menyita satu buah golok dan satu pucuk senjata api rakitan jenis SNW.

“Bahkan, salah satunya berhasil dilumpuhkan karena melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap petugas,” ungkapnya.

“Peredaran sabu serta farmasi tanpa izin atau obat keras masih mendominasi,” katanya.

Pelaku edar farmasi tanpa izin juga dikenakan dengan pasal 196 dan atau pasal 197 UU No. 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda minimal Rp1,5 miliar.

“Para pelaku akan dijerat pasal 113, 114, 111, 112 UU No. 35/2009 narkotika juncto Permenkes No. 44/2019 dengan ancaman hukuman minimal delapan tahun penjara dan maksimal tahun penjara,” pungkasnya.

(TYr)

Bogor

Panca Karsa Bukan Hanya Salam, Bupati Bogor: Kegiatannya itu-itu saja

BERIMBANG.com Bogor– Dalam membangun Kabupaten Bogor butuh sinergi antar semua pihak, hal tersebut dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin saat membuka Sosialisasi Paket Regulasi tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Gelar dilaksanakan di Aston Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Senin (09/03/2020).

“Membangun sebuah daerah butuh sinergi semua pihak, para kepala dinas dan camat pun harus bersinergi dengan baik, tidak boleh ada lagi ego dari masing-masing pihak. Kita ini pelayan masyarakat, kita bekerja untuk masyarakat dan membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju kedepannya,” kata Ade Yasin.

Ade menekankan, sinergi dan komunikasi harus ditingkatkan. “Setiap dinas itu kan punya program, saya ingin program-program yang dimiliki oleh masing-masing dinas bersinergi dengan dinas lain.”

“Yang paling penting juga jangan kegiatan yang sudah biasa setiap tahun dilaksanakan, dimunculkan kembali. Kegiatannya itu-itu saja, pesertanya pun itu lagi,.. itu lagi,.. tidak efisien dan membuang-buang waktu, tenaga dan biasa, kita harus coba mulai berbenah dan lebih maju lagi,” tegas Ade.

Lebih lanjut ia pun menambahkan, slogan Panca Karsa bukan hanya untuk salam saja, tapi kita semua harus mengimplementasikan Panca Karsa itu sendiri.

“Ketika para pejabat salam panca karsa saya sama sekali tidak bangga, karena saya ingin panca karsa bukan hanya menjadi slogan atau salam saja, yang terpenting kita semua disini mampu mengimplementasikan panca karsa itu sendiri.”

“Mulai dari karsa bogor membangun, karsa bogor cerdas, karsa bogor sehat, karsa bogor maju dan karsa bogor berkeadaban, semuanya itu harus dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Acara sosialisasi paket regulasi tentang pengelolaan keuangan daerah ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, para Kepala Perangkat Daerah, para Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), seluruh Camat se-Kabupaten Bogor dan BUMD.

(Derima/Parman/Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Bogor

Sambut Kedatangan FIFA, Bupati Bogor: Kita serius

BERIMBANG.com Bogor – Bupati Bogor Ade Yasin memastikan, setelah PSSI melakukan tinjauan awal pekan ini, FIFA bakal datang ke Indonesia, untuk melihat kesiapan stadion-stadion yang jadi venue perhelatan dua tahun sekali itu. Termasuk ke Kabupaten Bogor.

“FIFA enggak ngurungkan niatnya datang ke Indonesia. Insya Allah rencana ke Jakarta itu 10 Maret. Ke Bogor sekitar tanggal 15 Maret. Udah fiks lah itu nggak keganggu Corona,” katanya, di Pendopo Bupati Cibinong, Jumat (06/03/2020).

Rapat persiapan kedatangan FIFA dengan dinas-dinas terkait itu, sambung dia, merupakan bentuk keseriusan Pemkab Bogor menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia tingkat junior itu.

Ia mengatakan hal itu saat PSSI datang ke Stadion Pakansari, awal pekan ini. Maka, perbaikan teknis lapangan hingga fasilitas dan infrastruktur akan dipenuhi.

“Kita serius, sangat serius untuk jadi tuan rumah World Cup ini,” tegasnya.

Lanjut Ade Yasin, kunjungan akan didahului ke Ibukota Jakarta terlebih dahulu sebelum ke Kabupaten Bogor.

Sebab, kata dia, beberapa pemangku kebijakan nasional dipastikan bakal melewati serangkaian agenda rapat. Termasuk dengan Presiden RI Joko Widodo.

“Jadi saat mereka kesini, saya ingin saat mereka tanya, semua harus sudah siap. Termasuk kondisi lapangan, kesiapan lingkungan  Stadion Pakansari juga,”

“Karena semua lapangan penunjang ada di Pakansari, satu lagi di Stadion Persikabo. Untuk Stadion Pajajaran jadi lapangan latihan nggak jadi karena dianggap kejauhan oleh PSSI,” ucapnya.

Untuk penyambutan kedatangan FIFA, dirinya mengakui bakal ada semacam gala dinner di pendopo Bupati Bogor, untuk makin meyakinkan kesiapan Bumi Tegar Beriman.

Lalu Ia masih belum memastikan FIFA bakal diwakil Presiden FIFA Gianni Infantino. “Kita belum tahu bisa saja itu, tapi bisa saja diwakili. Intinya kita ingin memperlihatkan kita siap jadi tuan rumah yang baik,” pungkas Ade Yasin.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)