Bogor

Bogor

Rampung Diselesaikan Land Clearing Jalan Poros Tengah Timur

BERIMBANG.com Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menghadiri penutupan Karya Bakti Skala Besar Kodim 0621 Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2020, di Desa Hambalang, pada Rabu (23/12/2020).

Ditemui selesai acara, Sekda Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan Program Karya Bakti Skala Besar tahun 2020 telah rampung.

Dengan selesainya pembukaan jalan atau land clearing, lebar 30 M dan panjang 1,1 Km berarti telah melalui tahap awal dan melangkah semakin maju untuk mewujudkan jalur Poros Tengah Timur yang didambakan sebagai solusi kemacetan Puncak dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Jalan Poros Tengah Timur nantinya akan menghubungkan Simpang Sirkuit Sentul dan Jalan Raya Transyogi di Tanjungsari dengan panjang kurang lebih 50 KM, untuk titik awal yang masih di wilayah Babakan Madang dan tembusnya sampai ke Kabupaten Cianjur,” katanya.

Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh jajaran Kodim 0621/Kabupaten Bogor dan semua pihak yang telah mendukung terselesaikannya Program Karya Bakti Skala Besar tahun 2020.

“Kebersamaan ini hendaknya terus dipelihara dengan semangat gotong royong antara TNI-Polri-Pemerintah Daerah dan segenap elemen masyarakat di Kabupaten Bogor untuk membangun bersama mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Burhanudin juga berharap semoga dengan telah dilakukannya land clearing jalan Poros Tengah Timur, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat akan semakin yakin pada niat dan keseriusan kita dan berkenan melakukan intervensi anggaran untuk pembangunan jalan secara maksimal.

(Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Bogor

Peringatan Hari Ibu Secara Virtual, Jadi Momen Tingkatkan Kualitas diri Kaum Perempuan

BERIMBANG.com Peringati hari ibu ke 92 tingkat Kabupaten Bogor yang dipimpin Bupati Bogor Ade Yasin, secara virtual yang dikuti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor di Aula Diskominfo Kabupaten Bogor, Selasa (22/12/2020).

Kegiatan itu menjadi sarana dalam meningkatkan pegawai Diskomifo, khususnya pegawai perempuan yang mandiri, berkualitas dan berdaya saing.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan menuturkan, sesuai amanah Bupati Bogor, perempuan harus mengupgrade diri meningkatkan kualitas dan aktif berpartisipasi dalam mendukung pembangunan khususnya di Kabupaten Bogor.

Untuk itu momen peringatan hari ibu diharapkan mampu meningkatkan semangat para ibu untuk berkiprah mengabdikan diri baik didalam pemerintahan, masyarakat dan keluarga.

“Terus kembangkan diri, mudah-mudahan hari ibu ini bisa memberikan semangat kepada seluruh pegawai Diskominfo Kabupaten Bogor, untuk pelaksanaan tugas dan fungsinya. Dalam berkontribusi mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Bogor,” tegas Irwan.

Selanjutnya, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, diera kesetaraan gender seperti saat ini menjadi satu keharusan kaum perempuan dalam meningkatkan kualitas diri. Supaya tidak tertinggal, lebih maju, mandiri dan berani dalam berkontribusi terhadap kemajuan bangsa ini.

“Peran perempuan saat ini sudah dianggap sama, untuk itu terus tingkatkan kemampuan diri. Karena dalam menentukan Kepala SKPD saja, saya tidak melihat laki-laki atau perempuan. Tetapi dilihat dari prestasi dan kinerja yang dimiliki,”

“Bahkan sebelumnya ada Kepala SKPD DP3AP2KB dipimpin oleh kaum laki-laki, karena memang berkompeten, tidak selalu yang menangani perempuan harus perempuan. Itulah pentingnya perempuan melakukan upgrating diri,”  ungkapnya.

Tambah Ade, momen hari ibu ini jadikan sarana untuk meningkatkan prestasi dan mengembangkan kemampuan kaum perempuan. Agar perempuan bisa mandiri dan berdiri sendiri, tentunya giat dalam membela dan memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Saya berharap di hari ibu ini menjadi sarana untuk melahirkan kartini-kartini Kabupaten Bogor khususnya yang berkualitas. Yang mampu berperan dan berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Bogor,” ujar Ade Yasin.

(Dewi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bupati Bogor Pantau TPS: Calon Kades, Siap Menang dan Siap Kalah

BERIMBANG.com Kunjungan Bupati Bogor Ade Yasin, memantau Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, di dua tempat Pemilihan Suara (TPS), menyerukan sportif menerima kekalahan dan kemenangan.

Lokasi TPS yang dikunjungi Bupati di TPS 02 Desa Cipambuan Kecamatan Babakan Madang, TPS 4  Desa Cimandala Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, kemarin, pada Minggu (20/12/2020).

“Alhamdulillah saya pagi ini memantau Pilkades di Desa Cipambuan dan Desa Cimandala Sukaraja. Prokes sudah ketat, pemilih dibagi jamnya jadi tidak sekaligus 500 orang yang hadir.”

“Antrean sudah bagus, jaga jarak, diukur thermo gun dan menerapkan 3M,” ujar Bupati Ade Yasin saat ditemui di lokasi.

Ade bersyukur masyarakat mengerti pentingnya menerapkan protokol kesehatan ketat. Ia berharap TPS lainnya juga menerapkan hal serupa.

Dari sisi keamanan, Pilkades Serentak juga masih terpantau kondusif. “Insyaallah protokol kesehatan ini kita terapakan dan masyarakat alhamdulillah paham,” terangnya.

Penilaiannya, dari sisi keamanan masih cukup bagus, tetapi yang harus diwaspadai saat rekapitulasi perhitungan suara jangan sampai terjadi kerumunan karena ingin melihat calonnya menang atau tidak, namun hanya disyaratkan bagi saksi yakni satu calon satu saksi.

“Ini kan pencalonan yang menang hanya satu, jadi para calon harus siap menang dan siap kalah,”ujarnya.

Ade Yasin juga berpesan kepada calon Kepala Desa yang terpilih untuk tidak jumawa dan yang kalah jangan marah karena ini semua pilihan masyarakat yang harus dihormati, masyarakat percaya kepada pilihannya.

“Saya minta tidak ada lagi protes-protes di lapangan,kalau ingin protes dan gugat ada tempatnya untuk mengadu jadi tidak melakukan protes di lapangan karena akan menimbulkan kerumunan dan sanksi terhadap Protokol kesehatan,” tegasnya.

Sebagai informasi, Pilkades Serentak Kabupaten Bogor kali ini diikuti 88 desa yang tersebar di 34 kecamatan.

(Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Musda Dekopinda Kabupaten Bogor, Koperasi Harus Siap Menuju Era Digital

BERIMBANG.com Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bogor, Asep Mulyana Sudrajat membuka Musyawarah Daerah Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bogor tahun 2020.

Asep mengatakan banyaknya koperasi yang tidak aktif membuat optimalsisasi program yang bersentuhan langsung dengan pengembangan kewirausahaan dan koperasi perlu digalakan.

“Pandemi covid-19 telah berdampak pada semua sektor termasuk koperasi. Untuk itu pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi,”

“Ditengah perjuangan memutus penyebaran dan penularan covid-19 melalui berbagai program kegiatan seperti bansos, hibah, stimulus dan pinjaman lunak untuk meredam dampak pandemi,” kata Asep, di Auditorium Setda, Kamis (17/12/2020).

Lanjut Asep, koperasi harus siap menuju era digital. “Saya harap forum ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal, agar kedepan Dekopinda mampu memperjuangkan cita-cita, nilai dan prinsip gerakan koperasi Indonesia,” katanya.

“Dekopinda harus bisa menjadi sumber inspirasi, harapan dan kekuatan gerakan koperasi dalam mengembangkan dan meningkatkan kinerja serta menyiapkan koperasi menuju digitalisasi koperasi maupun koperasi moderen 5.0 berbasis komunitas,” ujarnya.

Sekedar diketahui, Berdasarkan data tahun 2020 terdapat total 1.651 unit koperasi di Kabupaten Bogor. Dari jumlah tersebut, 589 unit merupakan koperasi aktif dan sisanya 1.062 unit tidak aktif.

Sedangkan jumlah anggota koperasi yang tercatat sebanyak 91.555 orang dengan volume usaha koperasi mencapai 550 milyar dengan sisa hasil usaha mencapai 42,6 milyar.

(Derima/Parman/Tim Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Bogor

Pemkab Bogor Gelar Operasi Pasar Murah Kebutuhan Pokok Masyarakat

BERIMBANG.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Operasi Pasar dalam usaha menekan lonjakan harga kebutuhan bahan pokok dengan tetap menggunakan protokol kesehatan, bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Cibinong, Kamis (17/12/2020).

Ditemui selesai acara Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, kenaikan harga bahan pokok di pasar memang lumrah terjadi. Terlebih pada momen-momen tertentu, seperti jelang pergantian tahun.

“Biasanya menjelang lebaran, bulan puasa dan natal, tahun baru, atau waktu-waktu tertentu, harga bahan pokok sering mengalami kenaikan. Makannya kami menggelar bazar ini untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya,

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat di saat harga bahan pokok naik, bazar pasar murah ini juga bertujuan untuk menekan lonjakan harga bahan pokok di pasaran.

“Karena pada waktu-waktu tertentu harga bahan baku di pasar sering mengalami kenaikan, makannya kita ada bentuk subsidi kepada masyarakat supaya meringankan beban masyarakat juga,” ucapnya.

Selain di Kecamatan Cibinong, Pemkab Bogor juga berencana bakal menggelar bazaar pasar murah di kecamatan lainnya.

“Ada sekitar 15 kecamatan yang akan kami gelar kegiatan serupa. Tujuannya tentu jelas untuk membantu dan meringankan beban masyarakat di zona merah Covid-19, dalam memenuhi kebutuhannya,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, Nuradi melaporkan untuk tahun 2020 kegiatan Operasi Pasar kebutuhan pokok masyarakat tersebar pada 15 Kecamatan,

yakni Cibinong, Citeureup, Sukaraja, Cariu, Dramaga, Ciampea, Leuwisadeng, Cibungbulang, Jasinga, Sukajaya, Nanggung, Tenjolaya, Cariu, Sukamakmur dan Cigombong.

Total Rumah Tangga Miskin yang diberikan pada Operasi Pasar Murah Kebutuhan Pokok Masyarakat ini adalah 12.855 RTM, masing masing Kecamatan mendapatkan 857 Paket RTM.

“Komoditi sembako yang diberikan adalah berupa beras 10 Kg, minyak goreng 1 liter, 1 Kg gula bervitamin A dan nugget 4 pak. Dalam hal ini masyarakat hanya membayar Rp. 50.000  dari harga keseluruhan sebesar Rp. 201.980 per paket,” ujarnya.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bupati Bogor Minta Perangkat Desa Kawal Program Samisade Tahun 2021

BERIMBANG.com Bupati Bogor, Ade Yasin menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bogor, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, pada Kamis, (17/12/2020).

Dalam sambutannya Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa di Kabupaten Bogor sudah ada Perda Nomor 6 Tahun 2018 tentang perubahan atas Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Desa,

Kemudian tanggal 10 Desember telah ditetapkan persetujuan bersama DPRD Kabupaten Bogor dengan Kepala Daerah terhadap Peraturan Daerah tentang Perangkat Desa.

“Perda ini bertujuan untuk memperkuat perangkat desa agar menjadi aparatur desa yang profesional dalam membantu kepala desa melaksanakan kewenangan di desa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa,”

“Serta hasil pertimbangan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait adanya fenomena pembersihan/pemberhentian perangkat desa dalam setiap suksesi Kepala Desa,” terangnya.

Pembangunan desa memerlukan kolaborasi, kata Ade, guna mewujudkan keterpaduan antar pihak yang berkepentingan seperti Pemerintah Pusat, Provinsi, Daerah, Akademisi, Dunia Usaha dan pihak yang berkepentingan lainnya.

“Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mencapai keberhasilan dalam membangun desa adalah merencanakan pembangunan desa yang akurat dan berkualitas agar pembangunan tepat sasaran, sesuai kebutuhan dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Bupati berharap kepada seluruh perangkat desa agar mendukung sepenuhnya kepala desa dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa, meningkatkan koordinasi dan berperan aktif dalam mengidentifikasi dan memetakan kebutuhan perencanaan pembangunan desa secara lebih akurat dan terintegrasi.

“Pada tahun 2021 akan ada program Samisade (satu milyar satu desa), saya minta ini dapat betul-betul dikawal dan direncanakan dengan baik agar realisasinya tepat sasaran, berhasil guna dan bermanfaat bagi masyarakat dengan pengelolaan keuangan yang profesional dan transparan,” harapnya.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Wanti-wanti Bupati Bogor Penuhi Prokes Saat Pilkades 20 Desember Nanti

BERIMBANG.com Rapat evaluasi persiapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Forkopimda Kabupaten Bogor di pimpin Bupati Bogor Ade Yasin, di Ruang Serbaguna 1 Setda, Kabupaten Bogor, Rabu (16/12/2020).

Dalam pelaksanaan Pilkades 88 Desa, di 34 Kecamatan pada 20 Desember 2020 nanti, Ade yasin mengarahkan, harus memenuhi protokol kesehatan (Prokes) di Tempat Pemungutan Suara (TPS),

Seperti melakukan penyemprotan disinfektan sebelum pelaksanaan pemungutan suara, menyediakan peralatan kesehatan, jarak tempat duduk hak pilih di ruang tunggu TPS 1-2 meter dan di beri tanda.

“Saya juga minta hari Jum’at petugas TPS harus di rapid test sebelum Pilkades dilaksanakan dan saat pelaksanaan harus terus melaksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak)”

“Untuk para Camat standby di Kecamatan dan terus mengawal protokol kesehatan , termasuk alat protokol kesehatan sudah harus siap,” pintanya.

Harapan Ade, saat pelaksanaan Pilkades, berjalan lancar dan tidak ada kerumunan massa yang dapat menjadikan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu Kepala DPMD, Renaldi Yushab mengatakan bahwa pelaksanaan tahapan Pilkades sudah sesuai timeline yang disusun,

Dia menguraikan, Ada beberapa perubahan terkait dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 141/6698/SJ Tanggal 10 Desember 2020, Tentang Jumlah Pemilih di TPS PILKADES Serentak di Era Pandemi Covid-19,

yaitu 1 TPS dibatasi maksimal 500 pemilih, sehingga jumlah TPS bertambah dari 703 menjadi 1.614, dengan jumlah hak pilih sesuai DPT sebanyak 753.798 hak pilih.

Selanjutnya dari hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa semua pihak harus mampu mengatasi dan menjaga untuk memastikan jangan sampai terjadi kerumunan baik saat kampanye, pencoblosan dan penghitungan suara,

Penerapan SOP pada saat Pilkada Serentak di berbagai daerah, bisa menjadi contoh dan bahan antisipasi untuk Pilkades nanti.

Sedangkan yang terakhir adalah keberhasilan pelaksanaan Pilkades saat pandemi ditentukan oleh 3 hal, yaitu ketersediaan APD untuk penyelenggara dan pemilih, pengaturan waktu kedatangan pemilih serta konsistensi aparat menegakkan aturan.

(Andi/Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Gubernur Jabar Serahkan Dokumen DOB Kabupaten Bogor Barat ke Pemerintah Pusat

BERIMBANG.com Bogor – Gubenur  Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyerahkan berkas dokumen calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat kepada Pemerintah Pusat di Ponpes Asaefurrohim Sulaimaniyah Jasinga, kemarin, Selasa (15/12/2020).

Setelah dokumen calon DOB diserahkan ke Pemerintah pusat, diharapakan pada bulan Maret 2021, ada jawaban dari pemerintah pusat, apakah moratorium bisa di cabut atau tidak.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan pihak yang sudah menyerahkan usulan untuk calon DOB adalah Kabupaten Bogor Barat yang sudah lulus dari proses administrasi dan kapasitas. Mulai dari persetujuan DPRD Kabupaten Bogor dan DPRD Jawa Barat. Sekarang dokumennya di pemerintah pusat.

“Ada harapan di bulan Maret 2021, menghasilkan sebuah keputusan yang jelas. Bagaimana DOB baru bisa disetujui dan diresmikan, ” ujarnya.

Menurut Kang Emil sapaan akrabnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat  mendukung adanya DOB. Seharusnya ada 40 daerah di Jawa Barat tetapi sekarang hanya ada 27 daerah.

Pihaknya menyampaikan ke pemerintah pusat, daerah yang paling realistis dan siaplah yang bisa dilakukan pemekaran.

“Penyerahkan dokumen DOB Kabupaten Bogor Barat ke Pemerintah Pusat di Ponpes Asaefurrohjm Sulaimaniyah Jasinga diharapkan bisa melahirkan kemaslahatan dan kemudahan bagi masyarakat ,” pintanya.

Ia sangat mendukung adanya DOB, sebab sesuai dengan visi misi sebagian Gubernur yakni memekarkan daerah-daerah yang ada di Jabar.

“Saya akan mengawal sesuai aturan . Minimal ada tiga dulu yang akan dilakukan DOB. Antrian yang mengusulkan DOB sampai ada 20 daerah, namun belum siap baru ada tiga daerah, salah satunya Kabupaten Bogor Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanuddin mengaku kesiapan DOB Kabupaten Bogor Barat dari Kabupaten Bogor Sudah sangat siap, tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Kesiapan tersebut diantaranya dari mulai administrasi, batas wilayah, aset, prasarana dan anggaran.

“DPRD Kabupaten Bogor menyutujui anggaran operasional ketika ditetapkan sebagai calon persiapan. Sedangkan penggajian ASN, tetap masih di induk, ” tukasnya.

(Tim Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Bupati Bogor Ajak ASN: Mari Kita Ubah Cara Biasa Menjadi Luar Biasa

BERIMBANG.com Bupati Bogor, Ade Yasin bersama wakilnya dan Sekretaris Daerah, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 49 tahun 2020 tingkat Kabupaten Bogor, di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Kamis (10/12/2020).

Dalam amanatnya Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan dalam era normal baru, kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor untuk terbiasa memanfaatkan teknologi.

“Pada saat ini sebagian dari kita harus bekerja dari rumah untuk menekan penyebaran Covid-19, oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, transformasi digital harus dilaksanakan,” katanya.

“Jadilah birokrat yang adaptif, terampil dan melek teknologi. Kondisi pandemi jangan dijadikan sebagai halangan, tapi tantangan untuk menjadi ASN yang lebih inovatif dan kreatif memanfaatkan teknologi untuk mencapai hasil kerja yang tepat sasaran dan berdaya guna,” ujarnya.

Ia meminta agar ASN Kabupaten Bogor harus menjadi motor penggerak pembangunan, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, menjadi teladan di masyarakat serta senantiasa mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.

Bupati mengapresiasi upaya Korpri Kabupaten Bogor mengadakan Peringatan Hari Ulang tahun Korpri ke-49, kata dia, untuk menjaga soliditas dan solidaritas anggota Korpri dalam melakukan pengabdian kepada negara dan masyarakat.

“Mari jadikan Hari Ulang tahun Korpri ke 49 sebagai momentum untuk melakukan perubahan mendasar dalam menerapkan cara kerja baru budaya kerja baru, semangat baru,mari kita ubah cara biasa menjadi luar biasa,” katanya.

Pandemi Covid 19 telah membuat keluarga besar Korpri Kabupaten Bogor terpaksa kehilangan beberapa orang anggotanya,

Dalam hal itu Bupati Bogor mengucapkan turut belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran dan kekuatan, semoga pengabdian, kontribusi dan dedikasi dari Almarhum & Almarhumah bagi masyarakat untuk pembangunan di Kabupaten Bogor tercatat sebagai amal baik.

Sementara itu, Ketua Korpri Kabupaten Bogor, Zulkifli mengatakan situasi Pandemi Covid 19 diharapkan tidak melemahkan semangat Korpri untuk tetap berkinerja tinggi.

“Bahkan keadaan ini harus menjadi pemicu kita untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meningkatkan profesionalisme, serta menumpuk rasa persaudaraan serta kepedulian kepada sesama,” katanya.

“Berbagai bentuk kepedulian unit Korpri yang difokuskan kepada aksi peduli ASN, khususnya masyarakat terdampak Covid-19 seperti layanan dokumen administrasi kependudukan, pelayanan KB, bakti sosial, pemberian bantuan bibit, penyemprotan disinfektan dan pembagian APD dan donor darah,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut juga Ketua Korpri Kabupaten Bogor menyampaikan santunan bagi anak yatin, bantuan pendidikan bagi putra dan putri anggota Korpri yang meninggal dunia karena Covid 19.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

BogorDepok

Aturan Berubah, Bappedalitbang Kabupaten Bogor Lakukan Perubahan RPJMD

BERIMBANG.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, menghadiri Forum Konsultasi Publik perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, di Ruang Rapat Ciliwung, Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin Senin (07/12/2020).

Sekda Bogor mengatakan bahwa perubahan aturan ini terjadi di akhir tahun 2019 pasca terbitnya peraturan Pemerintah  Nomor 12 tahun tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri nomor 70 tahun tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah dan Permendagri Nomor 90 tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

“Adanya perubahan pada nomenklatur struktur APBD serta program-program pembangunan daerah yang wajib mengacu pada sub urusan dalam undang-undang momor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah mengharuskan Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan pemetaan program yang telah ditetapkan dalam RPJMD sesuai dengan program-program  yang baru,” terangnya.

Ia juga menambahkan Perubahan RPJMD dapat dilakukan mengingat penanganan dampak pasca covid-19, merupakan prioritas penanganan utama pemerintah pada 2021 mendatang.

“Dalam aturan tersebut kan jelas, perubahan RPJMD bisa terjadi karena bencana alam, goncangan politik, krisis ekonomi, konflik sosial dan budaya, gangguan keamanan, pemekaran daerah, atau perubahan kebijakan nasional,” ujarnya.

Selain persoalan ekonomi, kemiskinan juga menjadi salah satu kisi-kisi yang diberikan pemerintah untuk menjadi fokus penanganan masyarakat. Sebab, tidak sedikit masyarakat mengalami keterpurukan ekonomi, lantaran dampak covid-19 ini.

Setidaknya, perubahan RPJMD Kabupaten Bogor membuat sejumlah program dan indikator pembangunan mengalami perubahan. Dari yang semula 429 program, menjadi 355 program.

“Tahun 2019 – 2020 program di RPJMD ada sebanyak 429 program dengan jumlah indikator 646. Tapi setelah revisi RPJMD nanti program Kabupaten Bogor akan menjadi 355 program dengan 412 indikator. Atau berkurang 74 program dan 234 indikator,” pungkasnya.

(Diskominfo)