Bogor

Bogor

Rakor Virtual Wabup Bogor Bersama Gubernur Jabar, Sinergi Tangani Covid-19

BERIMBANG.com Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan hadir melalui video conference di Ruang Rapat Satgas Penanganan Covid-19 Setda Kabupaten Bogor, Senin (21/6/2021).

Dirinya menyatakan akan segera menindaklanjuti treatment penambahan kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit Kabupaten Bogor sebanyak 30% bagi pasien Covid-19, serta melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 melalui vaksinasi massal di Stadion Pakansari.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, berdasarkan hasil rapat koodinasi secara virtual yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui Sekda Jabar.

Pertama adanya kenaikan kasus aktif Covid-19 di Jawa Barat yang berada diangka 8,34%  (per tanggal 20 Juni 2021) angka tersebut terjadi karena kenaikan sebesar 1,59% dari minggu sebelumnya.

Ada tiga kota/kabupaten dengan tingkat kasus positif tertinggi yakni, Kabupaten Garut 24,02%, Kabupaten Kuningan 16,64%, dan Kabupaten Bandung sebesar 13,03%.

Kemudian berkaitan dengan Tingkat Keterisian Tempat Tidur (TT) Isolasi Covid-19 di Rumah Sakit (BOR), total rumah sakit di Jawa Barat 382, dengan jumlah TT sebanyak 54.458, TT Covid-19 existing di Jawa Barat 14.065, Pemprov Jabar melalui kota/kabupaten akan melakukan penambahan/konversi TT Covid-19 sebanyak 2.272.

“Berdasarkan zoom hari ini, memang semua trennya naik termasuk BOR yang sudah mencapai angka 70-80%. Ada tiga Kabupaten/kota yang jumlah kasus positifnya tertinggi,” kata Wabup Bogor.

“Alhamdulilah Kabupaten Bogor masih berada di posisi sedang, tetapi kita tidak boleh terlena kita harus segera tindaklanjuti terutama berkaitan dengan Surat Edaran Bupati Bogor supaya ketersediaan tempat tidur isolasi pagi pasien Covid-19 itu benar-benar dilaksanakan oleh seluruh rumah sakit,” tegas Iwan Setiawan.

Iwan juga menjelaskan, berkaitan dengan penambahan Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit telah tertuang dalam Inmendagri 13 dan Kepgub Jabar 306, bahwa seluruh RS di Kab/Kota se-Jawa Barat untuk melakukan penambahan kapasitas ruang Isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19 sesuai standar, minimal 30% dari jumlah seluruh TT.

“Kita akan lihat apakah seluruh RS di Kabupaten  Bogor sudah menindaklanjuti  Surat Edaran Bupati Bogor tersebut. Kemudian kedua bagaiaman akselerasi percepatan vaksinasi ini akan kita genjot bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk vaksinasi massal di Pakansari atas rekomendasi Presiden Joko Widodo,” imbunya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Dengan Melaksanakan Prokes, PAUDQu Kharisma Gelar Wisuda

BERIMBANG.COM, Bogor – Dengan mengusung tema, ‘melalui seni kita tumbuhkan generasi yang mandiri, berbakat dan berprestasi’ puluhan siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (PAUDQu) Kharisma, yang beralamat di jalan Mayjen H.E Sukma No.53 RT 01/03 Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa barat, pada Minggu (20/6/2021) pagi mengikuti wisuda. Acara yang di mulai pukul 08.00-11.30 WIB tersebut dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (prokes).

Sebelum acara, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan penyemprotan disinfektan ke semua ruangan, dan yang hadir pun dibatasi dan juga harus mengikuti aturan protokol kesehatan yang terbilang cukup ketat, itu semua guna memutus mata rantai covid-19.

Dalam sambutannya kepala PAUDQu Kharisma, R.Sri Sunarti, S.Pd sekaligus mewakili dewan guru, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, khususnya kepada bapak dan Ibu orantua wali murid yang telah berkenan menitipkan putra-putrinya kepada lembaga pendidikan PAUDQu Kharisma.

“Tak lupa pula kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan belajar mengajar kami kurang maksimal, dikarenakan oleh wabah covid-19,” kata R.Sri Sunarti, S.Pd.

Selain mewisuda siswa-siswinya, dalam acara ini juga ditampilkan beberapa kreasi seni, seperti tarian tradisional Daerah, puisi dan kreasi seni lainnya. “Selain dari acara pelantikan ini, kami pun menampilkan kreasi seni yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan bakat anak-anak, berkreasi dan berekspresi khususnya dalam bidang seni,” ujarnya.

Pada hari ini saya akan menyerahkan putra dan putri bapak dan ibu yang telah dititipkan kepada kami. Lanjut Sri, Semoga apa yang telah kami berikan berguna di kemudian hari, dan atas kekurangannya kami mohon maaf.

“Untuk anak-anak sekalian yang selalu ibu banggakan, ibu ucapkan selamat melanjutkan di sekolah yang baru, doa ibu menyertai kalian. Untuk anak-anak kelompok A, ibu ucapkan selamat naik di kelompok B,” tukasnya.

Acara wisuda dan pentas seni tersebut juga dihadiri langsung oleh ketua ikatan Guru Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (IGTKA) kecamatan Ciawi, Neneng Hasanah SH., S.Pd. dalam kata sambutannya, ketua IGTKA mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar yayasan Nur Rizki, dan orantua wali murid.

“Alhamdulillah wa syukurilah atas izin Allah kita dapat berkumpul di pagi hari ini di PAUDQu Kharisma,” ujar Neneng Hasanah, SH., S.Pd.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan beberapa informasi dan perubahan nama, yang awalnya bernama taman kanak-kanak Al-Qur’an menjadi PAUDQu. Kita sudah berubah nama, sudah keluar SK PAUDQu. PAUDQu adalah, pendidikan anak usia dini Qur’an.

“Kenapa ditambah Qur’an, karena kita khusus membina anak-anak generasi Al-Qur’an, yang awalnya bernama taman kanak-kanak Al-Qur’an menjadi PAUDQu. Yang didalamnya adalah mayoritas mengajarkan baca tulis Al-Qur’an dan tentang Islam,” terangnya.

Kurikulumnya sudah turun. Sambung Neneng, kemarin dari pihak departemen agama yang di dampingi saya sudah visitasi ke ke 15 sekolah PAUDQu di kecamatan Ciawi. “Alhamdulillah semuanya dinyatakan sah, menerima SK. Untuk kemarin, SK PAUDQu Kharisma sudah saya serah terimakan kepada kepala sekolah,” ucapnya.

Ditempat yang sama orantua wali murid PAUDQu Kharisma, Rita mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak sekolah yayasan Nur Rizki, khususnya ibu guru yang telah mendidik dan memberikan bekal ilmu kepada anaknya.

“Saya mewakili orantua wali murid mengucapkan kasih kepada ibu guru yang sudah mendidik, dan memberikan bekal ilmu, selain bisa membaca dan menulis juga ilmu yang lainnya selama anak-anak kami sekolah di sini,” pungkasnya.

(yosef/Na)

Bogor

Sat Pol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 153 Bangli Ditanah Irigasi

BERIMBANG.com 153 bangunan liar (Bangli) yang berdiri di atas tanah irigasi, di Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Jumat (18/6). ditertibkan  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah menjelaskan, kegiatan penertiban ini penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku di Kabupaten Bogor.

Camat Kemang, Kepala Desa Parakan Jaya, Kapolsek, serta perwakilan dari Koramil dan Lanud Atang Sanjaya hadir dalam Penertiban bangunan liar.

“Kegiatan hari ini adalah bagian dari penegakan Perda. Di sini ada 153 bangunan yang berdiri di pinggir-pinggir jalan, di atas tanah irigasi,” terang Agus.

“Lahan irigasi ini harus kita kembalikan lagi pada fungsi nya. Irigasi di sini sudah menyempit dan banyak sumbatan, kalau tidak segera kita lakukan tindakan, akan menimbulkan persoalan, salah satunya potensi banjir,” tandas Agus.

Kemudian, lanjut Agus, setelah penertiban ini, pemerintah daerah akan berupaya untuk menata kawasan hijau.

Lahan yang akan ditanami pohon-pohon, kemudian juga akan ada trotoar sekitar satu kilometer, sehingga, kata Agus, diharapkan daerah ini akan menjadi area baru bagi masyarakat, menjadi area yang lebih nyaman.

“Banyak sekali daerah-daerah yang memang bangunannya itu menggunakan tanah-tanah perbatasan dengan sungai, perbatasan jalan, yang tentunya ini sangat mengganggu ketertiban umum. Selain pengguna jalan terganggu, juga aliran sungai terganggu,” tandas Agus.

Ia menambahkan, selanjutnya akan menertibkan wilayah puncak, dengan harapan bisa berjalan dengan lancar,

“Kemudian nanti juga akan ada kerja sama (penertiban) dengan Satpol PP Kota Bogor di perbatasan, yakni di Villa Bogor Indah. Di sana juga banyak pelanggaran,” katanya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

TTP Cigombong Sebagai Wahana Edukasi Pertanian Untuk Mewujudkan Suksesnya Membangun Perekonomian

BERIMBANG.COM, Bogor – Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cigombong merupakan Wahana Edukasi Pertanian yang ingin mewujudkan sukses membangun perekonomian Desa lewat Program Kampung Edukasi Pertanian. Pada TTP dilakukan budidaya hortikultura di lahan sempit, sejak 2015 juga membuka pelatihan teknologi pertanian dan peternakan.

TTP tersebut bisa membangkitkan perekonomian Desa dengan menginspirasi masyarakat maupun pengunjung untuk berwirausaha di bidang Pertanian dan Peternakan.  TTP didesain sebagai Kampung Edukasi Pertanian.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat, mengatakan, TTP Cigombong berdiri di atas lahan seluas delapan hektare, yang dibagi menjadi tujuh zonasi pengembangan. Yakni, zona pengembangan tanaman Hortikultura, tanaman Perkebunan, Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), Kambing Perah Compass Agrinak, Domba Savera Ampera, Pengembangan Tanaman Hijauan Pakan Ternak, serta Area Percontohan Mandiri Pangan dan Energi.

“TTP ini telah melibatkan masyarakat sekitar untuk mengelola di setiap zona. Keberadaan TTP berimbas positif bagi masyarakat sekitar. Sebelum TTP hadir, hampir semua warga hanya menaman singkong. Namun berkat pembinaan komoditas yang ditanam bervariasi,” ujarnya kepada Berimbang.com, kamis (17/6/2021)

Untuk lahan datar. Misalnya, masyarakat mulai berani menanam Durian Matahari dan Pala Banda, Sedangkan di lahan berlereng ditanami Kopi Robusta, Bibitnya memanfaatkan bantuan dan   fasilitas  teknologi unggulan. Selain berbagai keberhasilan tersebut, juga fokus Pengembangan Ayam KUB.

TTP Cigombong sukses membangun berbagai Kelompok Peternakan. Hingga kini, sudah terbentuk sekitar 23 kelompok peternak Ayam KUB, lima kelompok peternak Domba Savera Ampera, dan satu kelompok Kambing Perah Compass Agrinak.

“Sebagian besar kebutuhan pakan ternak yang dikembangkan di TTP juga dipasok oleh masyarakat sekitar. Bila melihat jumlah kelompok ternak yang terbentuk, nampak jelas jika ayam KUB merupakan komoditas favorit, bahkan menjadi ikon TTP,” jelasnya

Mengenai Lahan TTP, Asep juga menerangkan, Lahan tersebut milik Pemerintah Kabupaten Bogor, Bangunannya merupakan hibah dari Kementerian. Hingga saat ini tata kelolanya berada di bawah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor.

Harapannya TTP menjadi motor penggerak dalam melatih para Petani, terutama para Pemuda agar terbentuk Kelompok Tani Milenial. Sementara ini, pemerintah Kecamatan Cigombong sedang merancang kegiatan pelatihan bagi para Santri dan Pemuda untuk mendapatkan ilmu Pertanian modern sebagai keterampilan hidup (life skill). Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Manajer TTP, para pengelola Pondok Pesantren, dan Karang Taruna Kecamatan Cigombong. Semoga, dalam waktu tidak lama lagi bisa terlaksana.

“Kedepannya diharapkan para Santri dan Pemuda menjadi pelopor Petani Milenial yang dapat menghasilkan produk unggulan yang bisa dipasarkan keluar Cigombong dan menjadi pemasok kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus Lido,” terangnya.

(Na)

Bogor

Antusias Warga Kab. Bogor Tinggi, Presiden Akan Penuhi Kebutuhan Vaksin

BERIMBANG.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan kegiatan vaksinasi massal untuk masyarakat usia 18 hingga 59 tahun yang ber-KTP Kabupaten Bogor di sejumlah titik, salah satunya di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (17/6/2021). Warga terlihat antusias menerima dosis vaksin tahap pertama di Stadion.

Vaksinasi massal di Kabupaten Bogor yang diikuti kelompok pekerja yakni, pendidik, pedagang pasar, transportasi publik, tokoh agama, atlet, keamanan, pelayan publik, pekerja media, TNI, Polri, ASN, dan masyarakat umum lainnya.

Pemkab Bogor menghimbau warga yang akan divaksin menggunakan seragam kebanggaannya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, pendaftar vaksin online tercatat sebanyak 16.857 orang, namun yang sudah terverifikasi datanya sebanyak 10.361.

Hari ini (17/6) yang diundang untuk melaksanakan vaksinasi di Stadion Pakansari sebanyak 5.001 orang, sisanya 5.380 orang rencananya diundang melalui WA atau SMS untuk vaksinasi lanjutan. Peserta vaksinasi di 50 Puskesmas sebanyak 8.281 orang,

Peserta vaksinasi di tiga rumah sakit swasta sebanyak 700 orang. Total peserta vaksinasi massal tanggal 17 Juni 2021 sebanyak 13.982 orang.

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, Presiden melihat tingkat antusias warga yang ikut vaksinasi tinggi, oleh karena itu beliau akan memenuhi kebutuhan vaksin di Kabupaten Bogor.

Presiden minta, kata Ade, Pemkab Bogor terus lakukan percepatan vaksinasi, nanti katanya kalau ada kekurangan vaksin bisa difasilitasi Kementerian Kesehatan.

“Beliau juga paham kalau jumlah penduduk Kabupaten Bogor terbesar di Indonesia, makanya beliau juga meminta Kemenkes untuk terus penuhi kebutuhan vaksin di Kabupaten Bogor,”

“Saya bilang, kami siap meneruskan kegiatan vaksinasi massal di Kabupaten Bogor,” kata Bupati Bogor Ade Yasin.

Ade menambahkan keinginannya  minimal tahun ini sebanyak 20% persen dari jumlah penduduk sudah tervaksin, yakni sebanyak 1,2 juta jiwa, tapi itu tergantung kebaikan dari pusat juga, apakah mau mengalokasikan vaksin lebih banyak dari daerah lain.

Kabupaten Bogor ini lebih banyak jumlah penduduknya, jadi harus dimaksimalkan vaksinasinya. “Saya juga sudah rencanakan, termasuk bagaimana supaya ada insentif untuk tenaga vaksinasi,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang peserta vaksinasi, Marzuki, warga Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja menuturkan, Alhamdulillah, Pemkab Bogor mengadakan program vaksinasi massal.

“Mudah-mudahan dengan program vaksinasi massal ini, semua masyarakat khususnya warga Kabupaten Bogor lepas dari masalah Covid-19. Mari kita tetap jaga protokol kesehatan. Mudah-mudahan program vaksinasi ini juga bisa mencapai warga yang berada di daerah yang terpencil,” katanya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Jokowi Minta Pemkab Bogor Lanjutkan Percepatan Vaksinasi, Bupati: Kami Siap

BERIMBANG.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hari ini, Kamis (17/6/2021) melaksanakan vaksinasi massal di sejumlah titik, yakni di Stadion Pakansari, 50 Puskesmas, dan 3 rumah sakit swasta. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Stadion Pakansari.

“Hari ini (17/6) saya bersama dengan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor melihat langsung vaksinasi massal yang diadakan di Kabupaten Bogor, baik yang ada di Stadion Pakansari dan beberapa rumah sakit serta Puskesmas,” tutur Jokowi.

“Saya kira vaksinasi massal ini harus terus dilanjutkan, karena kita membutuhkan percepatan. Kecepatan vaksinasi ini dalam rangka mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Dengan herd immunity, kita harapkan penyebaran Covid bisa kita hambat, kita hilangkan dari negara kita,” tandas Presiden.

Jokowi mengucapkan terima kasih kepada semuanya, harapannya semua tetap bekerja keras mempercepat program vaksinasi ini secepat-cepatnya. Paling tidak di Kabupaten Bogor ini bulan Agustus itu sudah tercapai kekebalan komunal.

Sementara, Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan targetnya sebanyak 10.000 dosis vaksin, 5.000 dosis di Stadion Pakansari, 5.000 dosis lainnya tersebar di 50 Puskesmas dan rumah sakit swasta.

“Presiden sudah meninjau secara langsung di Stadion Pakansari dan virtual di beberapa Puskesmas dan rumah sakit,” katanya.

“Pak Jokowi mengungkapkan, ternyata di Stadion Pakansari tempatnya ideal, udara berputar bebas, jadi disarankan diteruskan disini. Jadi nanti akan kami atur kembali kegiatan vaksinasi selanjutnya,” terang Ade.

Ade menambahkan, Presiden minta Pemkab Bogor terus lakukan percepatan vaksinasi, nanti katanya kalau ada kekurangan vaksin bisa difasilitasi Kementerian Kesehatan. Presiden melihat tingkat antusias warganya tinggi, dan beliau akan memenuhi kebutuhan vaksin di Kabupaten Bogor.

“Beliau juga paham kalau jumlah penduduk Kabupaten Bogor terbesar di Indonesia, makanya beliau juga meminta Kemenkes untuk terus penuhi kebutuhan vaksin di Kabupaten Bogor. Saya bilang, kami siap meneruskan kegiatan vaksinasi massal di Kabupaten Bogor,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

BogorDaerah

Bupati Bogor Minta Kapolsek dan Danramil Tangkap Oknum Wartawan Bodrek

BERIMBANG.com Bupati Bogor Ade Yasin merasa geram terhadap oknum yang mengatasnamakan LSM tidak jelas dan wartawan yang tidak memiliki identitas alias “Bodrek”, yang selama mengganggu kinerja Kepala Desa dengan mencari-cari kesalahan.

Ia meminta, jika ada oknum seperti itu segera adukan ke pihak kepolisian. Hal tersebut dikatakannya kepada sejumlah Kepala Desa yang hadir pada kegiatan Rebo Keliling (Boling) di Club House PT. SBI, Klapanunggal, kemarin Rabu (16/6/2021).

Ade Yasin mengungkapkan bahwa ada laporan selama ini, kepala desa diganggu sehingga tidak bisa kerja, anggaran diotak atik, misalnya bantuan satu milaar Satu Desa atau Samisade,

Kata dia, uangnya belum turun sudah didatangi oleh oknum yang mengaku wartawan tapi tidak jelas identitasnya alias “bodrek”.

“Jadi Kepala Desa sering didatangi oleh wartawan bodrek, atau LSM yang tidak jelas identitasnya, atau juga oknum yang mengatasnamakan aparat penegak hukum,” terang Ade.

Ade menambahkan, “Memang keberadaan oknum-oknum ini mengganggu kinerja kita, mencari-cari kesalahan, yang tadinya tidak ada salahnya, kalau terus dicari-cari kesalahannya, bisa saja jadi salah,” ujar Ade.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Bogor, dan akan ditangkap oknum-oknum tersebut. Kita akan jamin keamanan kepala desa, jika ada yang mengganggu apalagi melakukan tindak pemerasan, akan kita tindak,” terangnya.

Untuk urusan pembangunan yang bersumber dari dana Samisade, atau anggaran lainnya, Ade mengatakan, “Kepala Desa harus berani kalau tidak merasa salah hadapi saja, jika ada wartawan “bodrek” yang mengganggu laporkan ke Kapolsek dan Danramil,”

Lanjut Ade Yasin, “Hari ini saya bawa wartawan asli untuk meliput kegiatan Boling ini, biar mereka tahu kondisi di wilayah seperti apa. Nantinya yang merasa wartawan ‘bodrek’ kalau liat wartawan asli pasti minggir. Dengan begitu bisa mengikis keberadaan wartawan ‘bodrek’, sehingga lama kelamaan akan habis,”

Sementara itu, untuk diketahui, Bupati Bogor Ade Yasin, Wakil Bupati Iwan Setiawan, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah hadir secara luring di Club House PT. SBI, Klapanunggal, Rabu (16/6). Boling dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Agus Rustandi Nahkodai FPK Kota Bogor Periode 2021 – 2026, Gantikan Mendiang TB Berry

BERIMBANG.com Bogor – Setelah sebelumnya pada (29/5) Forum Pembauran dan Kebangsaan (FPK) Kota Bogor melakukan pemilihan ketua periode 2021 – 2026 dan Almarhum TB Berry Harimurti terpilih secara aklamasi.

Hari ini (16/6) dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat, FPK Kota Bogor kembali melakukan pemilihan ketua untuk menggantikan posisi Ketua terpilih yang sebelumnya telah berpulang ke Rahmatullah.

Setelah melalui diskusi yang cukup seru namun masih dalam suasana kekeluargaan, terpilihlah Agus Rustandi sebagai Ketua FPK periode 2021-2026.

“Ini merupakan kehormatan bagi saya, dipercaya untuk menjadi Ketua FPK periode 2021 – 2026. Terima Kasih kepada kawan-kawan di FPK yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya,” ungkap Agus, Rabu (16/6/2021).

Agus melanjutkan, hal yang pertama akan dilakukannya adalah mensolidkan kawan-kawan di FPK, setelah itu mencari lokasi untuk Sekretariat guna memaksimalkan program, lalu dirinya akan melanjutkan ide dan gagasan Almarhum yang belum terlaksana.

“Kami akan bekerja keras dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor juga instansi lainnya sesuai dengan tugas dan fungsi FPK,” tukasnya.

Sementara, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Kesatuan Kebangsaan dan Politik Kota Bogor Aep Syaefudin mengatakan, “saya ucapkan terima kasih kepada semua tokoh suku – suku yang telah hadir dari sabang sampe marauke pada pembentukan Forum Pembauran dan Kebangsaan,”

“Keberadaan FPK ini sangat membantu untuk menyatukan semua etnis dan suku di Kota Bogor sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa semakin meningkat lagi,” ungkap Aep.

Aep melanjutkan, harapan keberadaan FPK Kota Bogor akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di indonesia dan Kota Bogor harus menjadi pelopor dalam wujud bhinneka tunggal ika serta Indahnya perbedaan yang harus harmonis dan di Kota Bogor potensi indahnya sudah tersedia.

“Kita akan buat rencana aksinya untuk 5 tahun kedepan selain itu dengan forum ini juga diharapkan terdapat multifungsi, salah satunya dalam meningkat kunjungan wisatawan ke kota bogor dengan event-event wisata berbasis kesukuan /etnis di Kota Bogor,” ujarnya.

Aep yakin, jika kota bogor bisa mengalahkan wilayah lain meskipun wilayah lain memiliki pantai, namun Kota Bogor memiliki kebun raya dengan didukung banyak kegiatan kegiatan kerukunan antar suku, agama, etnis.

“Melalui FPK ini maka akan tercipta indahnya negara kesatuan republik indonesia yang kita cintai dari Kota Bogor untuk jabar juara dan untuk NKRI,” pungkasnya. (*)

Bogor

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dinkes Kab. Bogor Ajak Seluruh Puskesmas Lakukan 3T

BERIMBANG.com – Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor ajak 101 Puskesmas di wilayahnya untuk aktif melakukan 3T yakni Testing, Tracking dan Treatment terhadap masyarakat Kabupaten Bogor.

Itu ditegaskan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dedi Syarif, usai rapat di Setda Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021).

Dedi Syarif menegaskan, telah menginstruksikan kepada 101 Puskesmas yang tersebar di 40 Kecamatan untuk aktif menangani dan merespon cepat pengendalian Covid-19 di Kabupaten Bogor,

Salah satunya, lanjut dia, dengan aktif melakukan testing, tracking dan treatment, sesuai dengan Standar Operasional (SOP) penanganan Covid-19 yang ada, “Testing, tracking dan treatment ini harus aktif dilakukan,”

“Sehingga ketika ada masyarakat yang terkonfirmasi, akan langsung dilakukan tracking keluarga dan lingkungan, selanjutnya akan dilakukan treatment baik itu isolasi mandiri dirumah masing-masing, maupun isolasi di Pusat Isolasi ataupun isolasi di Rumah Sakit apabila memang pasien tersebut mempunyai gejala,” kata Dedi.

Dedi menyatakan bahwa, Dinkes Kabupaten juga telah menyediakan aplikasi SITEGAR untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, apabila ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Selain lapor ke Puskesmas terdekat, masyarakat bisa langsung menghubungi call center yang tertera di laman SITEGAR yang aktif 24 jam untuk pelayanan evakuasi,” tegasnya.

Selanjutnya, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana mengaku bahwa, hingga kini dirinya belum menerima laporan secara langsung, terkait beredarnya aduan masyarakat mengenai lambannya respon disalah satu Puskesmas terhadap pelaporan masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. Juga adanya aduan PCR di Puskesmas berbayar.

“Sampai saat ini Dinas Kesehatan belum ada laporan terkait hal tersebut. Saya tekankan bahwa  test PCR di seluruh Puskesmas itu gratis, jika ada Puskesmas yang tidak merespon dan meminta bayaran untuk PCR segera laporkan kepada kami” pungkas Adang.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Somasi Debitur B Residence, Camat Boteng Akan Dalami Dugaan Apartemen Alih Fungsi

BERIMBANG.com Apartemen B Residence di Kelurahan Tegallegal, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, kembali menjadi perbincangan.

Belakangan, pihak pengembang hunian vertikal yang menjulang setinggi 18 lantai itu dikabarkan belum menyelesaikan sejumlah kewajibannya terhadap pelanggannya.

Mulai dari tak kunjung melakukan serah terima unit kepada mereka yang telah melunasi kewajibannya hingga mengacuhkan sejumlah somasi yang menutut pengembalian uang pembelian.

Dari dokumen yang didapat redaksi, salah satu pihak pembeli unit di B Residence, Deswaty Diningsih melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Infitada pada 12 April 2021 lalu.

Deswaty melayangkan surat somasi kepada Yan Cahyadi Mulianto selaku Direktur PT Laksana Eka Marga selaku pengembang B Residence.

“Kami meminta konfirmasi sekaligus memberikan somasi berkaitan dengan wanprestasi saudara (Yan Cahyadi, red) terkait pembelian satu unit apartemen di B Residence sejak 2015 sampai dengan sekarang belum terealisasi. Bahkan terkesan tidak ada keseriusan dalam penyelesaiannya,” dikutip surat somasi LBH Infitada.

LBH Infitada menyatakan, Deswaty telah melunasi kewajibanya secara bertahap hingga total pembayaran Rp422 juta pada 28 November 2017.

Kendati demikian, Deswaty tak mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh pihak developer B Residence hingga empat tahun ini. “Empat tahun berlangsung tanps itikad baik.”

LBH Infitada juga menjelaskan bahwa kerugian kliennya bertambah lantaran bangunan B Residence diduga telah beralih fungsi.

Sebagaimana diketahui, fungsi dalam perizinan bangunan B Residence sebelumnya adalah hunian rumah susun.

Namun dua tahun belakangan, di bangunan yang sama diduga telah beroperasi penginapan alias hotel bernama Bigland Hotel & Convention.

“Sementara unit yang klien kami telah lunasi tak kunjung terwujud. Oleh karena itu kami bakal telusuri hal ini kepada pihak yang berwenang,” jelasnya.

Tidak hanya Deswaty. Sejumlah pembeli unit di B Residence juga mengalami hal yang sama.

Kabarnya, pihak pengembang tak kunjung melakulan serah terima kunci meski pelanggan telah melunasi pembayarannya.

Bahkan ada yang mendapat hardikan dari pihak manajemen ketika pihak pembeli terus menanyakan kapan unit yang telah mereka lunasi pembeliannya dapat ditempati.

Direktur Eksekutif LBH Konsumen Jakarta, Zentoni mengaku pernah mendengar keluhan konsumen tersebut.

Ia pun meminta para pembeli unit apartemen B Residence segera melakukan somasi layaknya Deswaty.

“Saran saya segera gugat pihak pengembang ke PN Kota Bogor dan Pegadilan Niaga di Jakarta. Gugatannya perdata,”

“Kenapa harus segera, saya yakin developer akan terus tidak serius dalam menyelesaikan kewajibannya jika para pembeli hanya melayangkan protes biasa,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Bogor Tengah (Boteng) Abdul Wahid mengaku mendapat tembusan surat somasi yang dilayangkan Deswaty kepada manajemen B Residence.

Terkait hal ini, Wahid mengaku tak mau ikut campur lantaran itu persoalan internal B Residence.

Namun, Wahid bakal mendalami sebuah informasi terkait dugaan alih fungsi bangunan yang dilakukan pihak B Residence.b

“Senin (Besok 14/6/2021) nanti saya dalami informasi ini. Sedangkan soal somasi, kami tidak akan masuk ke dalam persoalan itu dulu,” tuturnya.

Terpisah, kuasa hukum Apartemen B Residence, Yudhi Johan, belum bisa memberikan keterangan ketika dihubungi tadi malam.

Perlu diketahui, semenjak awal pembangunannya pada medio 2013 lalu, B Residence terus dipopor masalah. Dari mulai protes penolakan pembangunan oleh warga RW 04, Kelurahan Tegallega, hingga kemudian izinnya dibekukan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya.

(Nay)