Bogor

Bogor

Inisiatif Ketua RT Bakal Perbaiki Jalan Rusak Tanpa Dana Pemerintah Kabupaten Bogor

BERIMBANG.com – Jalan Umum Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, rusak hingga mengakibatkan pengendara roda dua atau motor sering terjatuh. inisiatif ketua RT 02 RW 03, bakal memperbaikinya.

Tepatnya dijalan utama 2 perbatasan lintas RT 02 dan RT 05, yang diapit dua perumahan persis disamping pos keamanan.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 02/RW 03, Mudrikah yang akrab disapa RT Mud, mengaku sering mendapat keluhan dan komplen warga akibat jalan rusak yang memakan korban itu belum juga diperbiki.

Inisiatif RT Mud meminta warga bagi yang mampu agar bisa berkontribusi salah satunya menyumbang rupiah untuk memperbaiki jalan rusak itu.

Perannya sebagai ketua RT mendapat tanggapan warga dan diacungi jempol, karena peduli dengan kepentingan umum tanpa harus menunggu kucuran anggaran pemerintah.

“Bagus ini pak RT ngasih tahu warga, saya dukung, datang kerumah masing-masing warganya, jadi mengetahui jalan itu rusak diperhatikan oleh RT,” kata Ela, warga pendatang dilingkungan setempat.

Ia pun mengeluh jalan yang diperbaiki itu sebelumnya rusak parah, “Emang ngeri, saya pernah jatuh lewat jalan itu. Sudah setahun saya tinggal didaerah sini belum ada perbaikan, setiap hari lewat jalan rusak itu,” kata Ela.

Permintaan sumbangan oleh ketua RT itu pun resmi diberitahukan kepada warga melalui surat Nomor: 06/III/X/2021, diteken dan di cap basah oleh Mud ketua RT 02 dan ketua RW 03, Perihal: Permohonan Bantuan, yang ditembuskan ke Kepala Desa, Kasatgas, serta ulama dan tokoh masyarakat di Desa Bojongbaru. Disertai print foto-fotonya.

“Kalau yang mengerjakan sih sudah siap, yang pentingkan dananya, makanya saya buat ini, sumbangan seiklasnya.. kan untuk warga juga,” kata Mud, ketua RT yang baru menjabat beberapa bulan, sambil menunjukan lampiran surat.

Kebutuhan perbaikan jalan itu terinci lengkap dengan total anggaran Rp 4.400.000,- yang tertera dalam lembaran list. Untuk perbaikan jalan penghubung RT 02 dan RT 05, RW 03, Desa Bojongbaru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Laporan mengenai jalan rusak ke Desa Bojong Baru, telah RT Mud lakukan berulang-ulang melalui lisan, tetapi, “Tanggapannya.., begitu dah, belum ada anggaran, makanya saya buat surat ini,” katanya.

Sebelum membuat surat resmi memohon bantuan warga, RT Mud berupaya menambal jalan rusak itu beberapa kali dengan puing-puing yang tak terpakai, tetapi namanya puing tanpa disemen atau diaspal pasti berantakan dan puing itu menyebar. Ongkos angkut puing, “pakai kas RT 02,” katanya.

“Ini harus di semen atau di aspal, gak bener kalau cuma diurug doang,” ucap RT Mud.

Secara terpisah, Kepala Desa Bojong Baru, yang sedang sibuk dengan pelayanan vaksinasi tahap satu dan dua, dikantornya, ia mewakilkan tanggapannya ke Sekretaris Desa (Sekdes), Aji. Menurutnya pembenahan atau perbaikan infrastruktur jalan harus direncanakan setahun sebelumnya.

“Pengajuannya (RT).. kan baru tahun ini (2021), otomatis gak bisa langsung buat tahun ini, baru bisa dirapatkan tahun ini untuk tahun depan (2022 pelaksanaannya)” kata Sekdes Aji, yang mengaku masih ada hubungan darah atau saudara dengan kepala desa. Senin (25/10/2021).

“Kalau dari Desa ada prosedurnya,” katanya, “(Dana Rp 4.4juta) Itu mah, kebijakan kepala desa, paling dari kantong kepala desa, kalau yang begitu begitu (receh _Red)),” ujarnya, “Itungannya Swadaya Kades,”

Laporan RT Mud melalui lisan dan surat ke Desa, Aji mengatakan, “Bukan gak ditanggapin, mungkin lupa kali ya, soalnya lagi banyak ini (Fokus Vaksin),”

Anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang didapat Desa Bojongbaru, Aji selaku Sekdes tidak hafal skala prioritas anggaran tersebut, “Gak tahu saya.. itu bendahara (urusannya), banyak perubahan,” katanya.

Kemudian, disinggung program andalan Bupati Bogor, Satu Milyar Satu Desa atau Samisade yang memprioritaskan salah satunya infrastruktur, Desa Bojongbaru yang telah melengkapi admintrasi yang disaratkan, menurut keterangan Aji, “untuk tahun ini (2021) sudah diajukan dibulan April.. Sudah diajukan,” terangnya,

“(Anggaran Samisade) Sampai sekarang dua bulan lagi (tahun 2021 habis memasuki 2022) belum ada kepastian dari Bupati Bogor,” ujar Aji.

Dihari yang sama terpisah, Kepala Bidang sarana dan prasarana kewilayahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi mengungkap banyaknya anggaran untuk Desa di Kabupaten Bogor, seharusnya bisa lebih cepat ditanggapi karena tidak membutuhkan anggaran besar.

“Sebenarnya kalau sifatnya tidak besar, bisa dialokasikan dari Dana Desa, Dan itu dilakukan swakelola dari masyarakat Desa, pak Kadesnya yang menganggarkan dari Dana Desa itu,” katanya, “kan ada untuk infrastruktur ya. Kalau Dana Desa itu saya kurang begitu faham alokasi infrastruktur itu kemana,”

“Tapi kalau cuma Empat (4) juta gitu kan, masuk Samisade juga gak bisa, sebenarnya itu seperti pemeliharaan jasa aja,” ujarnya.

Menurut Edi, pemeliharaan jalan umum yang seharusnya menjadi skala prioritas dalam perencanaan DD dan ADD untuk pembangunan Desa, Sekdes seharusnya mengetahui, “kepala desa dan Sekdesnya Harusnya tahu, (Skala) prioritasnya,” terangnya.

“Secara umum mungkin tidak ada istilah pemeliharaan, tapi bantuan infrastrukturnya.. kan ada,” kata Edi, menegaskan usulan perbaikan jalan umum di Desa wajib diperhatikan dari dana-dana lain.

Dalam anggaran Samisade pun, Edi menekankan untuk pembangunan infrastruktur, “Fokus akses dijalan,” katanya, dengan sarat, “Minimal pengajuan (Rp) 200juta maksimal satu milyar,” terang Edi. “kalau 5 juta ya selesaikan sendiri (oleh Desa),” ujarnya (25/10).

Keterangan foto: jalan rusak dijalan utama 2, yang didokumentasikan RT 02/03, Desa Bojongbaru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (TYr)

(Tengku Yusrizal)

Bogor

Piala Danrem 061 Cup ke VIII 2021 Diperebutkan 1200 Atlet Pencak Silat Pelajar di Bogor

BERIMBANG.com – Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Piala Danrem 061 Cup ke VIII tahun 2021, salah satu event akbar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bogor, bekerja sama dengan Korem 061/Suryakancana, di Lapangan Outdoor Korem 061/SK, Jalan Merdeka Kota Bogor, pada 23 hingga 24 Oktober 2021.

“Kejuaraan pencak silat ini tidak hanya unsur pelajar Kota Bogor. Akan tetapi melibatkan pelajar dari Kabupaten Bogor, Kabupaten/Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Depok,” ungkap Ketua IPSI Kota Bogor Subono Widoyoko kepada awak media.

“Ada 1200 atlet yang ikut serta, kurang lebih 60 Paguron atau sekolah yang tampil diajang ini,” tambah pria yang akrab disapa Bono tersebut.

Acara yang diselenggarakan dengan tetap menjaga protokoler kesehatan (Prokes) ketat, turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, jajaran DPRD Kota Bogor, dan Jajaran Polresta Bogor Kota.

“Hari pertama kejuaraan ini, yang melibatkan pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA, tentunya dengan prokes yang ketat. Para peserta yang mendaftar khususnya kategori pelajar SMP dan SMA diwajibkan melampirkan hasil swab antigen dan sertifikat vaksin, dilokasipun baik panitia dan tamu undangan diwajibkan PCR,” jelas Bono.

Sementara Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi mengapresiasi kejuaraan Danrem Cup ke VIII tahun 2021 yang diselenggarakan IPSI Kota Bogor.

“Saya sangat apresiasi penyelenggaraan kejuaraan ini, dimana ini merupakan kerjasama yang sangat baik antara IPSI Kota Bogor dengan jajaran kami (Korem 061/SK), hingga hari ini terselenggara dengan baik, ditambah prokes yang sangat baik,” ungkap Achmad Fauzi dalam sambutannya.

Danrem juga berharap semoga kejuaraan Danrem Cup ini dapat memberikan dampak yang besar bagi seni beladiri pencak silat di Kota Bogor.

“Harapan saya event kejuaraan ini, dapat memberikan dampak yang baik terhadap seni beladiri pencak silat, dan juga menjadikan para atlet beladiri yang tangguh dan dapat berprestasi di ajang yang lebih besar,” tegas Achmad Fauzi.

Ditempat yang sama Humas IPSI Kota Bogor Muhammad Hafiizh Ramanda Siregar, yang akrab disapa Ki Wulung Tunggal menyampaikan, kejuaraan Danrem 061 Cup tahun ini merupakan salah satu bentuk sinergi positif antara Danrem 061 Suryakancana dan IPSI Kota Bogor.

“Ini bentuk kegiatan sinergi positif, dimana bertujuan untuk meningkatkan kwalitas mental para atlet pencak silat untuk menjadi petarung yang berjiwa ksatria, dengan akhlak mulia untuk NKRI tercinta,” kata Ki Wulung.

Alhamdulillah, lanjut Ki Wulung, saat ini peserta yang hadir dari berbagai wilayah terdiri dari 60 kontingen sekolah dan paguron pencak silat, dari wilayah Bali, Jateng, Lampung, DKI dan Jabar.

“Dan untuk tingkatan sekolah dari mulai SD, SMP dan SMA yang menjadi persertanya dengan sistem pemasalan dan prestasi.” Target kami agar event ini bisa mencetak atlet-atlet terbaik, serta kami berharap event kami ini bisa menjadi contoh positif, pelaksanaan event dalam situasi pandemi,” tutup Ki Wulung.

(Ddi)

Berita UtamaBogor

Kisah Samin (67) Memikul Gerobak Mengais Rejeki Menjajakan Cuanki Bakso

BERIMBANG.com – Samin (67) asal Desa Sadeng, Kecamatan Lewisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang harus menanggung beban hidup keluarga beserta dua cucu, ia mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahunya menjual produk makanan berkuah cuanki, baso dan tahu putih,

Gerobak beserta perlengkapan mangkuk, sendok, garpu, botol isi ulang penyedap rasa dan produk makanan, juga bumbu yang Samin pikul bukan miliknya atau bukan modal sendiri, ia hanya mengandalkan tenaga. Usai menjajakan dagangan, dirinya harus setoran sesuai yang terjual.

Samin, satu diantara 20 pedagang pikul keliling produk baso cuanki yang hanya bermodal tenaga. Disediakan oleh pemodal sebagai bosnya, yang juga menyiapkan mes atau tempat tinggal sementara sekaligus tempat menaruh gerobak, serta stok produk, di Bojonggede Kabupaten Bogor, juga kediaman bosnya.

Pengakuan Samin, produk makanan cuanki itu dibeli bosnya dari Bandung, tidak memproduksi sendiri, menurutnya rasa berbeda.

Mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahu, Samin tidak ada pilihan. Sebelumnya berdagang roti keliling, hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarga, lalu ia beralih menjual makanan siap saji dimangkuk berkuah “Bakso cuanki”.

Agar tetap panas kuah yang disajikan, dalam satu gerobak khusus menaruh kompor berbahan bakar minyak tanah, bukan kompor gas. Dan satu gerobaknya untuk menaruh stok cuanki, baso, dan tahu, serta bumbu-bumbu penyedap rasa lainnya yang harus ia pikul berkeliling.

“Yang disediakan bos pakai kompor minyak tanah,” kata Samin, sepengetahuannya memakai kompor minyak tanah lebih irit, “Kalau pakai kompor gas gak nutup (tidak ada untung),” ucapnya.

Kebersihan gerobak yang ia pikul selalu terjaga, “Kalau pagi saya bersihin gerobak ini, kalau gak dibersihkan suka bau (tak sedap) apalagi habis hujan pasti kotor,” katanya. Bumbu yang harus dibeli sama, melalui bosnya yang telah disiapkan, “Terus meracik bumbu (khusus cuanki),” katanya.

Selepas Ashar atau sekira jam 15.30 WIB, Samin memulai mengais rejeki berangkat memikul dua gerobak dibahunya, berkeliling mencari penggemar baso cuanki, itupun dibatasi jarak tempuh perjalanan sesuai dengan kemampuan fisik diusianya.

Samin menyasar pembeli penggemar cuanki didaerah Bojonggede, Desa Bojong baru, Kabupaten Bogor yang tidak jauh dari mes, “Kejauhan nanggungnya (memikul dua gerobak), cape,” kata Samin. Waktu berjualan ia membatasi, “Paling sampai jam 11 (23.00 WIB), tergantung ramainya pembeli, kadang jam 12 (24.00 WIB),”

Masa pandemi COVID-19 yang beresiko terpapar, tidak mengendorkan semangat tanggung jawab Samin menafkahi keluarga mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahunya, walau keluhan sepi pembeli menghiasi disela ceritanya.

“Belum ada Covid ramai (dagangannya), sekarang beda, bisa setengahnya yang beli, tapi jalani aja, alhamdulalih ada aja yang beli mah,” kata Samin, yang selalu bersyukur.

Omset dagangan Samin, bisa mencapai 500ribu itu pun kalau habis. Setelah setoran hasil yang ia terima setiap harinya tidak menentu, “Namanya dagang, kalau lagi habis, ya bisa ada lebih 100ribu, kalau lagi sepi 50ribu, alhamdulilah,” terangnya,

Penghasilannya itu tanpa dibarengi order online, bahkan ia tidak mempunyai hape, “Kalau punya.. kan harus di isi pulsa, nambah pengeluaran, bisa habis lebihnya,” katanya, yang hanya mengandalkan penjualan langsung.

Diusianya yang telah senja Samin harus menafkahi istri dan dua cucunya. Kisah cucu Samin yang harus ditanggung karena menantu atau suami anaknya telah meninggal dunia, ia merasa bertanggung jawab untuk menafkahi anak dan cucunya itu.

Selama dua pekan Samin bisa mengumpulkan uang satu juta sampai 1,5 juta, ia pun harus pulang ke Lewisadeng, memberi uang belanja dan biaya kebutuhan cucunya yang masih sekolah dasar dan dipondok pesantren.

“Selama dua minggu, istri saya kasih satu juta, alhamdulilah cukup,” kata Samin, sisanya ia sisihkan untuk kebutuhan sekolah cucunya, “Kadang 500 buat biaya anak yang SD dan yang lagi pesantren,”

Pulang kekampung dimanfaatkan Samin untuk rehat dan bercengkrama menemani keluarga, paling lama 5 hari. Kemudian ia harus kembali ke Bojonggede, menggendong dua gerobak dibahunya.

Mengais rejeki dengan memikul dua gerobak dibahunya, dijalani Samin lebih dari 10 tahun, Bantuan sosial atau Bansos apapun selama pandemi COVID-19 dari pemerintah, tidak pernah ia dapatkan, apalagi pemberdayaan pemerintah bagi usaha ultra mikro seperti dirinya.

Anggaran penanganan terdampak pandemi COVID-19 di Kabupaten Bogor seperti Kesehatan, Dampak Ekonomi, Jaring Pengaman, Samin tidak pernah mendapatkannya, “Gak ada,” katanya, dengan mimik bingung ia malah balik bertanya, “Emang ada,”

Bantuan sosial yang pernah ia dapatkan hanya beras, itu pun sebelum ada COVID-19 dua tahun yang lalu, “Pernah dulu ada 10 liter beras, Setelah ada Covid gak dapat,” kata Samin.

Samin yang selalu bersukur dengan kondisi tubuhnya yang selalu sehat, “Alhadulilah sehat, paling sakit lutut,” kata Samin. Vaksin COVID-19, “Belum pernah, yang penting sehat bisa usaha,” ujarnya.

Seperti diketahui, dilansir situs Kabupaten Bogor pada April ditahun 2020 mengalokasikan anggaran terdampak COVID-19 sebesar Rp 384 milyar lebih, dengan program refocusing anggaran untuk optimalisasi penanganan covid-19.

Ketua Bappeda Kabupaten Bogor yang masih dijabat Syarifah Sofiah, pada April 2020 menjelaskan anggaran untuk penanganan kesehatan senilai Rp191.050.108.590, penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 4.028.000.000, dan anggaran jaring pengamanan sosial sebesar Rp188.994.600.000,-

Namun anggaran tersebut dibulan Agustus 2020, hanya terserap setengahnya, “Evaluasi serapan anggaran COVID sudah hampir 50 persen,” kata Bupati Bogor, saat koordinasi daya serap anggaran penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi (31/8/2020), dikutip berimbang dari Antaranews.com

Hingga bulan Desember, dalam laman resmi Kabupaten Bogor menyoroti realisasi anggaran program prioritas tahun 2020, kala itu waktu efektif pelaksanaan tinggal 16 hari lagi sampai dengan 23 Desember.

“Seluruh kepala perangkat daerah, saya perintahkan untuk melakukan pengawasan ketat pelaksanaan dan proses pencairannya setiap hari, bahkan kalau bisa tiap jam,” kata Bupati Bogor Ade Yasin, kala itu.

Kemudian pada Desember 2020, Ade Yasin meminta kepada Kadiskop UMKM dan Kadisnaker, agar segera merealisasikan bantuan Bansos, UMKM dan untuk korban PHK, dengan ekstra hati-hati dalam proses penyalurannya dan pengadministrasiannya.

Kembali ke Samin, dari sekian banyak anggaran, hingga tulisan ini terbit, Samin selaku pedagang yang memikul beban gerobak dibahunya berkeliling setiap hari menjajakan produk makanan cuanki, ia tidak pernah mendapatkan bantuan penanganan penanganan dampak COVID-19.

“Pernah dimintai KTP dan KK (didesanya), tapi gak ada (tak pernah dapat bantuan dari anggaran penanganan terdampak COVID-19 _Red)” katanya, yang mempunyai harapan membuka warung dengan sendiri, “Gak ada modal,” katanya lirih, Jumat malam, 22/10/2021.

Keterangan foto: Samin memikul dua gerobak keluar dari halaman rumah penduduk, usai melayani pembeli. (22/10/2021)TYr.

(Tengku Yusrizal)

Bogor

Hari Santri Nasional 2021, Bupati Bogor Apresiasi Pondok Pesantren dan Lembaga Islam

BERIMBANG.com – Apresiasi dan terima kasih disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin kepada Pondok Pesantren dan Lembaga Islam di Kabupaten Bogor atas kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat, bersinergi mendukung dalam upaya peningkatan keimanan dan kesalehan sosial masyarakat Kabupaten Bogor.

Diungkapkan Bupati Bogor saat memperingati Hari Santri Nasional 2021, di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Jumat (22/10/2021).

Bentuk apresiasi terhadap Ponpes dan lembaga Islam, dilakukan Pemkab Bogor dengan membangun beberapa sarana dan prasarana keagamaan, pemberian insentif guru agama sebesar 2,4 juta pertahun, lalu insentif guru ngaji 2,4 juta pertahun,

serta insentif guru madrasah 3 juta pertahun. Kemudian beasiswa Pancakarsa untuk 1.200 salah satu kriterianya adalah hafizd Quran, program 1.000 hafizd Quran, juga Kartu Bogor Sehat untuk marbot masjid.

“Ada 1.400 pondok pesantren di Kabupaten Bogor, mudah-mudahan kami bisa memberikan kontribusi, selain membantu beberapa pesantren untuk membangun ruang kelas baru, madrasah, dan juga insentif guru agama, guru ngaji, dan untuk RT/RW.”

“Ada juga bantuan beras, nasi dan lainnya, kita berusaha membantu menyediakan itu semua walaupun tidak semuanya. Kita usahakan bisa membantu berkoordinasi dengan para kyai dan semoga kondusif,” terang Ade Yasin.

Dalam mendukung dan memperingati hari santri, Bupati Bogor telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 061-763-Org tentang Penggunaan Pakaian Muslim untuk ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Ini kami lakukan untuk membudayakan kembali semangat santri bagi ASN, dimulai dari cara berpakaian,” tandasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Atlet Kabupaten Bogor Tutup PON XX Papua 2020 Raih 34 Medali Emas

BERIMBANG.com – Penutupan perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional PON XX Papua 2020, atlet Kabupaten Bogor berhasil meraih 75 medali yang terdiri dari 34 medali emas, 16 medali perak, 25 medali perunggu.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengapresiasi para atlet Kabupaten Bogor yang berhasil menyumbangkan medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

“Saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada kawan-kawan atlet Kabupaten Bogor yang berjuang keras dan menyumbangkan medali untuk kontingen Jawa Barat di PON 2020 di Papua,” ungkap Ade Yasin.

Kepala Bidang Humas KONI Kabupaten Bogor, Otray Sugiarto, mengatakan bahwa atlet Kabupaten Bogor telah memberikan apa yang diinginkan Bupati Bogor bahkan melebihi dari target 30 emas yang ditentukan tetapi berhasil meraih 34 medali emas.

Indeks Prestasi Olahraga Kabupaten Bogor mencapai 90,36%, karena dari 83 atlet, 75 atlet berhasil meraih medali.

Total raihan medali yakni, Cabor Aerosport Gantole 3 emas, Atletik 5 emas Dayung 8 emas, 5 perak, 2 perunggu, Menembak 2 emas, Tae Kwon Do 2 emas. Bermotor 1 perak, Bulu Tangkis 2 perak 1 perunggu
Catur 4 emas 1 perak 2 perunggu,

Selam 1 perak, Anggar 1 perunggu, Panjat Tebing 3 perunggu, Renang Perairan 1 emas dan 3 perak serta 5 perunggu. Cabor Selam 3 perunggu, Tenis Lapangan 1 perunggu, Wushu 1 perunggu.

Kemudian, Cabor Tarung Derajat 2 emas dan 3 perunggu, Bola Volly Putra 1 emas, Bola Volly Putri 1 emas. Cabor Tinju 2 emas dan 3 perunggu, Sepak Bola Putri 1 perak, Bola tangan putri 1 perak, Billiard 1 emas dan Cabor Karate 2 emas.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

‘Makin Cakap Digital’, Bupati Bogor Mengajak Masyarakat Manfaatkan Teknologi

BERIMBANG.com – Dalam acara Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, di Kabupaten Bogor Untuk Indonesia, dengan tagar ‘Makin Cakap Digital’ yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, pada Senin (11/10/2021).

Bupati Bogor, Ade Yasin menyebut Agar siap menjadi kabupaten cakap digital. Pembangunan di Kabupaten Bogor diarahkan untuk semaksimal mungkin memanfaatkan perkembangan teknologi informasi digital,

Presiden Joko Widodo mengatakan, pandemi membuka kesempatan luas bagi kita untuk melakukan transformasi secara besar-besaran, pembangunan infrastruktur digital terus kita percepat,

Ekonomi digital terutama untuk UMKM terus diperbanyak dan terus ditingkatkan, pemerintahan digital juga diperkuat, dan masyarakat disiapkan agar lebih cakap digital.

“Program Gerakan Nasional Literasi Digital ini merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi digital khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia digital,”

“Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkrit di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” kata Presiden Jokowi.

Webinar yang diisi narasumber, diantaranya Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Jawa Barat, Faiz Rahman, Head Of Digital Marketing Paragon Pictures, Whisnu bakker, Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, serta Content Creator, Ayu Imanda.

Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan, berbicara tentang era digital, pembangunan di Kabupaten Bogor diarahkan untuk semaksimal mungkin memanfaatkan perkembangan teknologi informasi digital. Pemkab Bogor berupaya memenuhi ketersediaan dan penggunaan berbagai bentuk teknologi informasi dan komunikasi.

“Salah satunya dengan pemasangan akses internet menggunakan fiber optik di seluruh kecamatan dan program wifi gratis di 240 titik di ruang publik terutama pada lokasi blank spot. Kini total terdapat 264 titik free wifi yang tersebar di berbagai kecamatan,” jelas Ade.

Saat ini, ungkap Ade Yasin, Kabupaten Bogor sudah memiliki 1.615 menara telekomunikasi, dan wilayah Kabupaten Bogor 91,26 % coverage area telekomunikasi. Dari 416 desa, 326 desa yang sudah memiliki web desa sebagai sarana sosialisasi informasi dan 186 desa yg memiliki Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

“Pemkab Bogor juga berkomitmen untuk mendorong dan membangun budaya inovasi melalui kolaborasi dan kompetisi di berbagai sektor, salah satunya dengan kebijakan one institution, one innovation and one village, one innovation,” ujar Ade.

Ade menambahkan rasa sukurnya, Pemkab Bogor telah berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi inovasi tingkat nasional antara lain Innovative Government Award (IGA) dari Kemendagri selama dua tahun berturut-turut sebagai kabupaten terinovatif dan menjadi best practice bagi daerah lain di Indonesia dalam hal inovasi.

“Tahun 2021 ini, kita ikut kembali dalam kompetisi Innovative Government Award (IGA), sampai hari ini proses validasi oleh Kemendagri masih berlangsung dengan nilai sementara 92,07 dengan menghimpun sebanyak 199 inovasi dan Kabupaten Bogor sampai saat ini masih berada di peringkat kesatu,” terang Ade.

Selanjutnya, Ade Yasin mengajak masyarakat Kabupaten Bogor agar memanfaatkan internet dan teknologi digital untuk hal-hal yang positif dan kreatif, menambah daya saing, meningkatkan perekonomian, dan membangun Kabupaten Bogor.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Intruksi Bupati Bogor: Seluruh Camat Lakukan Percepatan Capaian Vaksinasi

BERIMBANG.com – Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati Bogor, Ade Yasin dengan camat se-Kabupaten Bogor bahas percepatan vaksinasi di Kabupaten Bogor, di Ruang Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, Senin (11/10/2021).

Bupati Bogor tegaskan saat ini seluruh stakeholder mulai dari tingkat Kabupaten, TNI, Polri, Kecamatan dan Desa sedang gencar melakukan percepatan vaksinasi agar target 70% vaksinasi di Kabupaten Bogor bisa segera tercapai.

Dalam Rakor Hadir juga mendampingi Bupati Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0621, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor.

Vaksinasi di Kabupaten Bogor, kata Ade, sudah mencapai 2.635.404 dosis atau 31,18% dengan rincian dosis pertama 1.800.605 atau setara 42,61 %, dosis kedua 824.660 atau setara 19,51 %, dosis ketiga 10.139 atau setara 77,26 %.

Saat ini sedang gencar dilakukan agar target 70% vaksinasi di Kabupaten Bogor bisa tercapai. Ia juga terus menggerakan seluruh camat dan para kepala desa se-Kabupaten Bogor terutama di titik yang belum tervaksin seperti wilayah yang berada di pelosok.

“Kami menggerakan Perangkat Daerah, TNI, Polri, PD Pasar, sektor pendidikan dengan vaksinasi di sekolah-sekolah agar bisa mempercepat vaksinasi di Kabupaten Bogor,”

“Sekolah-sekolah seperti SMP, SMA lalu madrasah, pondok pesantren dan perguruan tinggi, jika sekolah tidak mau melaksanakan vaksinasi maka Pembelajaran Tatap Muka-nya bisa ditunda. Sasaran kita masyarakat terpencil, pasar juga petani dan kelompok tani, kita sasar semua,” tegas Ade Yasin.

Menurutnya, untuk percepatan vaksinasi masyarakat lanjut usia, ia akan lakukan dengan jemput bola, terlebih Pemkab Bogor memiliki 111 Nakes untuk bisa diturunkan ke desa-desa, bila perlu mereka tinggal sementara dirumah para kepala desa, bagi wilayah yang sulit menjangkau vaksinasi.

“Semua harus kita sasar, target 70% harus tercapai, karena kalau belum bisa mencapai 70% vaksinasi kita belum bisa turun ke level 2, karena minimal 50% vaksinasi untuk bisa ke level 2, kita akan kejar 20% di 1 bulan ini agar 70% vaksinasi di Desember 2021 bisa tercapai,”

“Kita akan naikan dari 50 ribu vaksinasi perhari jadi 70 ribu vaksinasi per hari. Alhamdulilah untuk ketersediaan vaksin, kita aman ada di Dinkes, TNI, Polri dan gotong royong,” ungkap Ade Yasin.

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan, selain vaksinasi Pemkab Bogor juga tengah meningkatkan proses pembangunan melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) saat ini sudah terbangun infrastruktur di 545 titik, 356 desa dan 39 kecamatan.

Kemudian penuntasan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang diberikan langsung kepada penerima bantuan melalui APBD dengan memberikan buku tabungan kepada mereka dengan saldo sebesar 15 juta rupiah.

“Termasuk persiapan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Bogor, persiapan penyelenggaraan pemilihan umum 2024, dengan memutakhirkan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB), jumlah DPB sebelumnya 3.480.019, jumlah data pemilih bulan berjalan menjadi 3.488.985, serta penghapusan Koordinator Layanan Satuan Pendidikan di wilayah, sebagai tindak lanjut Permendagri 12 tahun 2017,” tandasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Inovasi “SI PIPIT”, Disnakan: Sebagai Pusat Informasi Bidang Perikanan Kabupaten Bogor

BERIMBANG.com – Inovasi aplikasi sistem pelaporan produksi perikanan yang berbasis informasi teknologi di tingkat Kabupaten Bogor melaui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan), dengan nama Sistem Informasi Produksi Perikanan Terintegrasi atau “SI PIPIT”.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bogor tetap berupaya melayani masyarakat dengan optimal dengan berbagai inovasi, diantaranya menghadirkan sebanyak 199 inovasi.

“Kami berkomitmen untuk mendorong dan membangun budaya inovasi melalui kolaborasi dan kompetisi di berbagai sektor, salah satunya dengan kebijakan one institution, one innovation dan one village, one innovation,” terang Ade Yasin.

“Salah satunya Disnakan Kabupaten Bogor menghadirkan inovasi berupa aplikasi sistem pelaporan produksi perikanan yang berbasis informasi teknologi (web) di tingkat Kabupaten Bogor dengan nama Sistem Informasi Produksi Perikanan Terintegrasi atau “SI PIPIT”,” kata Ade Yasin.

Ade menambahkan, hal ini dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi agar keterlambatan dan kurang akuratnya data produksi perikanan bisa diminimalisir.

Kehadiran aplikasi ini dapat menjadi salah satu landasan bagi instansi untuk memberikan pembinaan, dukungan, serta langkah-langkah dalam pengolahan data produksi perikanan.

“Potensi perikanan di Kabupaten Bogor, prospeknya dapat dikatakan menjanjikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,”

“baik dari perikanan tangkap, perikanan budidaya dan juga kesehatan lingkungan bidang perikanan sangat potensial untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor,” tambah Ade Yasin.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Oetje Subagdja, menyampaikan bahwa aplikasi ini disediakan sebagai pusat media informasi khususnya dunia perikanan.

Menu yang disediakan dalam aplikasi SI PIPIT, berupa pengolahan data dari berbagai bidang usaha perikanan di Kabupaten Bogor.

“Selain sebagai media informasi bagi instansi, aplikasi SI PIPIT berbasis web ini juga sebagai sarana pemenuhan kebutuhan informasi terkait pengolahan data dan pelaporan,” ujarnya.

Oetje berharap, dengan adanya sistem informasi produksi perikanan (SI PIPIT) dapat menghasilkan data yang berkualitas dengan lebih akurat dan tepat waktu serta bisa dijadikan sebagai salah satu media komunikasi yang efektif untuk membangun perikanan di Kabupaten Bogor.

“Adapun sistem aplikasi data statistik yang tersedia saat ini yaitu one data Kementerian Kelautan dan Perikanan yang hanya dapat mengakses sampai tingkat kabupaten dalam satu provinsi,” ungkap Oetje.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Dinkes Kabupaten Bogor Luncurkan Inovasi “Si Oke” Kelola Obat dan Perbekalan

BERIMBANG.com – Pemerintah Kabupaten Bogor terus berkomitmen mendorong segenap perangkat daerah untuk berinovasi agar inovasi semakin membudaya dan pelayanan terhadap masyarakat semakin berkualitas.

Seiring dengan komitmen tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor meluncurkan inovasi “Si Oke” Sistem Pengelolaan Obat dan Perbekalan Kesehatan berbasis web.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, Pemkab Bogor berkomitmen untuk mendorong dan membangun budaya inovasi melalui kolaborasi dan kompetisi di berbagai sektor, salah satunya dengan kebijakan one institution, one innovation dan one village, one innovation.

“Begitu besar komitmen dan perhatian Pemkab Bogor terhadap inovasi, kini kami memiliki 199 inovasi. Salah satunya untuk mengatasi masalah kesehatan, Dinas Kesehatan meluncurkan Sistem Pengelolaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Berbasis Web atau “Si Oke”,” terang Ade Yasin. Jumat (8/10/2021).

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menjelaskan, permasalahan yang timbul terkait manajemen gudang farmasi di Dinkes adalah manajemen waktu dan keakuratan data.

Hal itu disebabkan, pengelolaan yang dilakukan masih menggunakan metode sederhana yaitu dengan menggunakan aplikasi Microsoft Office Excel.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinkes meluncurkan inovasi “Si Oke” pada 101 Puskesmas, 1 Klinik Pusyankesja dan 1 Gudang Farmasi Kesehatan Kabupaten Bogor.

Aplikasi tersebut bertujuan untuk menghasilkan pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan meliputi perencanaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, pemantauan dan evaluasi gudang farmasi kesehatan yang sudah terintegrasi, lebih cepat, tepat guna, efektif dan efisien.

“Penerima manfaat dari aplikasi ini tentu saja bukan hanya instansi kesehatan di wilayah Dinkes saja, namun juga masyarakat sebagai pengguna pelayanan publik. Dengan adanya aplikasi “Si Oke” diharapkan pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan gudang farmasi kesehatan dapat terlaksana dengan baik, efektif dan efisien,” ujar Mike.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

BSSN Kolaborasi Dengan Diskominfo Tingkatkan Pengamanan Informasi

BERIMBANG.com – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor terima kerjasama dari pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Aula Diskominfo Kabupaten Bogor, Kamis (7/10/2021).

Hal Itu dilakukan untuk mendorong meningkatkan pengamanan informasi maupun pengembangan aplikasi di Diskominfo Kabupaten Bogor.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan mengungkapkan, sangat mengapresiasi dengan kehadiran BSSN Kabupaten Bogor karena di era saat ini semua serba digital terutama dalam memberikan informasi.

Untuk itu keamanan informasi merupakan sebuah keharusan untuk menjaga dan memproteksi dengan berbagai sistem yang memang memenuhi standar.

“Kerjasama ini berkaitan dengan Praktek Kerja Lapangan (PKL) para taruna dari Politeknik Siber dan Sandi Negara,”

“Ini sudah diawali beberapa hari yang lalu semoga hal ini dapat dilakukan berkelanjutan, dan kita berharap tidak hanya momen-momen PKL saja namun kami juga bisa meningkatkan kerjasama yang lebih intens lagi,” jelas Kadiskominfo.

Menurut Irwan Purnawan, melalui kerjasama ini Diskominfo juga bisa berkonsultasi, dengan para taruna, sehingga secara kelembagaan bisa bekerjasama, pada akhirnya Diskominfo menjadi yang terbaik dari yang lainnya.

“Mudah-mudahan kita menjadi pionir bagaimana menggerakan sistem yang dibangun oleh sandi negara,” katanya.

Sementara, Ketua Jurusan Keamanan Siber Politeknik Siber dan Sandi Negara, Obrina Candra Aprilian mengungkapkan, kerjasama dan kolaborasi ini dilakukan dalam rangka mendorong meningkatkan pengamanan informasi maupun pengembangan aplikasi di Diskominfo Kabupaten Bogor melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL).

“Tahun ini Taruna dan Taruni kami memasuki tahun ke-4 di semester 7 ini ada kurikulum PKL. Kami pilih Diskominfo Kabupaten Bogor, Karena sebagai salah satu stakeholders yang cukup dekat bahkan kita satu regional sebetulnya,”

“tapi belum pernah bekerjasama, salah satu tujuan selain PKL memang kita akan mempererat kerjasama dalam hal keamanan informasi dan keamanan cyber,” ungkapnya.

Tambah Obrina, jadi apa yang dibutuhkan Diskominfo Kabupaten Bogor bisa mendapatkan profit dalam hal akademik, substansi keamanan cyber dan keamanan informasi,

sementara pihaknya bisa mendapatkan pengalaman praktik kerja dari Diskominfo Kabupaten Bogor untuk para taruna dan taruni, sehingga mereka tahu bagaimana the real world situation keamanan cyber terutama di pemerintahan daerah.

“Kami berharap kedepan tidak berhenti di PKL saja, ada ide, kerjasama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak, karena kami juga selain pendidikan, ada penelitian, ada pengabdian masyarakat, dalam penelitian kami mengembangkan aplikasi maupun sistem dan manajemen tata kelola untuk keamanan informasi dan keamanan cyber,”

“Kalau di bidang pengabdian masyarakat kami sering menyelenggarakan webinar, sosialisasi, penyuluhan. Mudah-mudahan kerjasama ini dapat terus berlanjut dan Diskominfo Kabupaten Bogor dapat menjadi percontohan atau menjadi pilot project pengamanan informasi terbaik,” terang Obrina Candra Aprilian.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)