Bogor

Bogor

Merunut Data BPS, Bupati Bogor: Perekonomian Kabupaten Bogor Membaik

BERIMBANG.com – Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan bahwa perekonomian Kabupaten Bogor tahun 2021 mulai menampakkan geliatnya. Secara perlahan, ekonomi mulai menunjukkan pergeseran ke arah perbaikan yang signifikan.

Tahun 2021 PDRB Kabupaten Bogor tercipta sebesar 245,22 trilyun rupiah, meningkat dari tahun 2020 yang tercipta 236,15 trilyun rupiah, dimana perekonomian tahun 2020 mengalami penurunan dibanding tahun 2019.

“Berdasar pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, tanda-tanda perbaikan ekonomi Kabupaten Bogor tahun 2021 mulai terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan positif (3,48%), setelah sebelumnya tahun 2020 mengalami pertumbuhan negatif (-1,77%). Terjadi kenaikan sebesar 5,25 % (dari -1,77 % menjadi 3,48%),” ungkap Ade Yasin. (12/11/2021)

Selanjutnya, kata Ade Yasin, dari sisi ketenagakerjaan, tahun 2021, di Kabupaten Bogor terjadi penurunan tingkat pengangguran yang sangat signifikan. Tercatat pengangguran tahun 2021 sebesar 12,22%, setelah sebelumnya (2020) terjadi kenaikan yang cukup tinggi (14,29%). Terjadi penurunan yang sangat tajam, telah berkurang 2,07% dari 14,29% menjadi 12,22%.

“Selisih penurunan ini merupakan penurunan tertinggi se-Jawa Barat. Jumlah pengangguran tahun 2020 sebanyak 390.731 orang menjadi 340.604 orang, berkurang sebanyak 50.127 orang,” kata Ade.

Ade menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bogor tahun 2021 juga menunjukkan kenaikan dibanding tahun 2020. Tahun 2021 sebesar 70,48, dimana sebelumnya sebesar 70,40. Kenaikan IPM menunjukkan kenaikan sebesar 0,08 poin.

“Kenaikan ini masih tertahan oleh daya beli masyarakat yang masih belum stabil di masa pandemi. Akan tetapi secara perlahan, daya beli menunjukkan ke arah perbaikan,” tambahnya.

Berikutnya, Ade Yasin menjelaskan, dengan program-program penanggulangan kemiskinan di masa pandemi, Kabupaten Bogor telah berhasil menahan laju kemiskinan tidak terlalu dalam. Kemiskinan Kabupaten Bogor tahun 2021, diperkirakan masih menunjukkan kenaikan, dengan kenaikan yang tidak terlalu dalam.

“Tahun 2021 diperkirakan kemiskinan sebesar 7,99%, sebelumnya sebesar 7,69%. Sebelumnya pada tahun 2019 ke 2020 terjadi kenaikan kemiskinan sebesar 1,03%. Akan tetapi di tahun 2021 artinya dari tahun 2020 ke 2021 kenaikannya berhasil ditahan agar tidak terlalu dalam yakni sebesar 0,30%.

(Diskominfo Kab. Bogor)

Bogor

Memasuki Puncak Bencana Hidrometeorogi, Bupati Bogor Himbau Siap Siaga

BERIMBANG.com – Bupati Bogor Ade Yasin menghimbau agar masyarakat dengan jajaran penanganan kebencanaan meningkatkan kesiapsiagaan bencana guna mengantisipasi resiko bencana. Kamis (11/11/2021).

Puncak ancaman atau resiko bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin kencang yang kerap terjadi di Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, per 1-10 November 2021 bahwa terdapat 91 kejadian bencana alam yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Dengan rincian sebagai berikut, tanah longsor 39 kejadian, banjir 9 kejadian, angin kencang 35 kejadian, pergeseran tanah 4 kejadian, dan lain-lain 4 kejadian.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan beberapa waktu lalu, mengajak masyarakat Kabupaten Bogor untuk bersiaga dengan potensi terjadinya bencana alam akibat hujan lebat, terutama masyarakat yang berada di daerah rawan bencana.

“Namun meski dalam kondisi siaga, masyarakat tidak perlu panik dan tetap tenang, berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah, mencari informasi valid melalui pihak-pihak terkait kebencanaan, serta tetap menjaga Protokol Kesehatan, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19” ungkap Ade Yasin.

Selanjutnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Yani Hassan, mengatakan selain melakukan mitigasi bencana, pihaknya juga menyiagakan 105 personel yang ditugaskan untuk bersiaga setiap hari.

Ia dan ratusan personelnya terus melakukan koordinasi dengan instansi lain, dalam upaya mitigasi bencana. Terutama di musim penghujan, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor berpotensi dilanda banjir, longsor atau terkena angin puting beliung.

Tak hanya itu, BPBD Kabupaten Bogor juga membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) agar dapat bertindak cepat untuk mengantisipasi bencana yang terjadi. “TRC itu personelnya ada 105 orang yang dibagi menjadi tiga regu. Mereka terus bersiaga untuk mengantisipasi bencana yang terjadi, apalagi saat ini sudah mulai memasuki musim hujan,” jelas Yani.

Dalam melakukan mitigasi bencana ini, BPBD pun memasang CCTV di beberapa lokasi yang dianggap rawan banjir. Diharapkan dengan dipasangnya CCTV tersebut dampak bencana wilayah yang menjadi ‘langganan’ banjir dapat diminimalisasi.

“Tahun ini kita mendapatkan bantuan delapan CCTV yang sudah dipasang di lokasi rawan karena di Bogor ini cukup banyak wilayah yang menjadi rawan banjir, termasuk Kecamatan Cibinong,” ujarnya.

Sementara itu, sambung dia, BPBD Kabupaten Bogor juga memasang tiang sensor di beberapa lokasi yang menjadi wilayah rawan longsor.

Yani menyebutkan, wilayah yang rawan tanah longsor yakni Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, dan sekitarnya. Kemudian sensor tersebut dapat mendeteksi pergerakan tanah, sehingga BPBD Kabupaten Bogor dapat memantaunya dan melakukan antisipasi.

“Jadi dengan tiang itu kita bisa pantau, dengan melihat tiang sensor. Jika tiang itu terus bergerak nantinya akan ada informasi yang masuk ke kami untuk kami teruskan sebagai antisipasi dini potensi bencana,” tandasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor).

Bogor

Festival UMKM Milenial, Wabup Bogor: Dapat Meningkatkan Ekonomi Berdaya Saing

BERIMBANG.com – Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan membuka acara Festival UMKM Milenial 2021 dengan tema “Satukan Tekad, Bangkitkan Ekonomi yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bogor, di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Rabu (10/11/2021).

Harapan Wabup Festival UMKM Milenial 2021, dapat meningkatkan kreasi, inovasi, ekonomi kreatif sehingga lebih berdaya saing serta dapat membangkitkan ekonomi di Kabupaten Bogor.

“Upaya penguatan UMKM bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga swasta dan masyarakat. Saya ucapkan terima kasih kepada HIPMI yang turut aktif mengembangkan UMKM khususnya kalangan milenial,” terangnya.

Penguatan sektor UMKM, lanjut Iwan, menjadi sangat krusial untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi, UMKM harus kita bantu dari depan, tengah, belakang karena potensi dan kontribusinya yang sangat besar dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakan perekonomian nasional.

UMKM juga lebih dikenal lebih tahan terhadap krisis karena mempunyai segmentasi konsumen yang solid, banyak menggunakan bahan baku lokal, dan skala usahanya kecil sehingga lebih agile (lincah) dan adaptif dalam menghadapi tekanan.

“Kabupaten yang besar dari segi produksi maupun kebutuhan konsumsi masyarakat dengan kualitas yang baik dan harga bersaing. Jadi Kabupaten Bogor UMKM-nya banyak karena penduduknya juga banyak, mudah-mudahanlah UMKM ini bisa jadi penopang di tengah-tengah krisis,” harapnya.

Iwan Setiawan menyatakan, kegiatan UMKM milenial ini dapat mendorong dalam meningkatkan ekonomi di Kabupaten Bogor. Pada dasarnya pemerintah sangat mensupport bagi siapa saja yang memiliki ide gagasan yang inovatif dalam upaya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor.

“Kalau butuh bantuan, kami pemerintah siap bantu. Ke depan UMKM milenial ini kalau ada pameran keluar daerah bisa diikuti untuk mengenalkan produk lokal Kabupaten Bogor, hasil produksi UMKM,” terang Wabup.

Wabup menambahkan, kegiatan festival UMKM milenial, semoga dapat melahirkan para pelaku UMKM berkualitas, ” Apalagi ada embel-embel milenial berarti harus kekinian, harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern dengan produk yang bisa merepresentasikan Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Peringati Hari Pahlawan, Wakil Bupati Bogor Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana

BERIMBANG.com – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan memimpin upacara Hari Pahlawan Ke-76 Tahun 2021, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (10/11/2021).

Dalam amanatnya, Iwan Setiawan mengingatkan seluruh pihak menyiapkan langkah-langkah dan upaya kesiapsiagaan guna mengantisipasi resiko bencana. Selesai upacara Wakil Bupati Bogor langsung mengecek kesiapan kesiapsiagaan bencana.

Hadir pada upacara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Komandan Lanud Atang Sanjaya, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Danyon 14 Grup I Kopasus Kemang, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah, Ketua PKK Kabupaten Bogor, sejumlah pimpinan organisasi masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan relawan sosial.

“Saya mengingatkan pada kita semua, bahwa prakiraan bulan Oktober 2021 sampai dengan Februari 2022, merupakan puncak ancaman atau risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang seperti yang kerap terjadi di Kabupaten Bogor,” kata Wakil Bupati Bogor.

“Saya minta kepada segenap jajaran penanganan kebencanaan agar meningkatkan koordinasi antar dinas, kementerian serta TNI-Polri. Siapkan langkah-langkah dan upaya kesiapsiagaan guna mengantisipasi resiko bencana,” tandas Iwan.

Iwan Setiawan menyerukan, lakukan sosialisasi, edukasi dan mitigasi pada masyarakat khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, melalui media elektronik atau media sosial. Identifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumberdaya serta menyiapkan tempat evakuasi yang aman sebagai langkah antisipasi, dengan mempertimbangkan Protokol Kesehatan selama masa pandemi Covid 19.

Sementara itu, memimpin upacara Hari Pahlawan Ke-76 Tahun 2021 tingkat nasional, Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini memberikan amanatnya

“Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan tahun 2021 ini marilah kita jadikan nilai–nilai kepahlawanan sebagai inspirasi di setiap langkah yang penuh dengan inovasi dan daya kreasi. Setiap orang bisa menjadi pahlawan di bidang apapun, dan bahkan bisa pula memulai dengan menjadi pahlawan bagi ekonomi keluarga dan komunitasnya,” katanya.

“Kita membuka kesempatan keluarga para penerima bansos yang berusia muda untuk keluar dari kemiskinan. Untuk itu, kita akan mengupayakan program graduasi yang sesungguhnya, melalui pendidikan vokasi, serta peningkatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan berbasis peluang yang ada atau peluang yang bisa diciptakan atau minat dan bakatnya,” ungkap Risma.

Selanjutnya Menteri Risma mengajak seluruh warga bangsa untuk menyatukan tekad dan langkah, secara aktif dalam membangun Indonesia lebih baik. Kobarkan semangat, tekad, dan keyakinan para pahlawan. Jadikanlah pahlawan sebagai inspirasi di setiap langkah kehidupan kita.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Inisiatif RT Benahi Jalan Umum, Tanpa Anggaran Pemerintah Kabupaten Bogor

BERIMBAMG.com – Benahi atau Perbaikan jalan umum di Desa Bojongbaru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, tanpa bantuan anggaran pemerintah. Tepatnya dijalan utama 2 perbatasan lintas RT 02 dan RT 05 di RW 05, yang diapit dua perumahan persis disamping pos keamanan.

Perbaikan itu di inisiasi oleh Ketua Rukun Tetangga atau RT, Mudrikah akrab disapa RT Mid, yang sering dikomplen warga akibat banyak korban jatuh dari kendaraan roda dua atau motor dari jalan yang rusak itu.

Sebelumnya RT Mud sempat membenahi dengan mengurug atau menimbun jalan dengan puing, namun namanya puing tidak bertahan lama, apalagi dimusim hujan.

RT Mud telah berkirim surat ke Desa, namun jawaban Desa tidak jelas. Perbaikan yang hanya membutuhkan anggaran Rp 4.400.000 itu, Mud Inisiatif mencari pendana.

“Alhamdulilah sudah beres, ada pendana yang membiayai,” kata RT Mud. Senin (8/10/2021)

Beberapa waktu lalu, Kepala Desa yang mewakilkan jawaban ke Sekretaris Desa mengatakan, “Pengajuannya (RT).. kan baru tahun ini (2021), otomatis gak bisa langsung buat tahun ini,”

“Baru bisa dirapatkan tahun ini untuk tahun depan (2022 pelaksanaannya)” kata Sekdes Aji, yang mengaku masih ada hubungan darah atau saudara dengan kepala desa. Senin (25/10/2021).

Disisi lain, Sekdes meminta jawaban kepada Bendahara saat ditanya Anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang didapat Desa Bojongbaru, Aji selaku Sekdes tidak hafal skala prioritas anggaran tersebut, “Gak tahu saya.. itu bendahara (urusannya), banyak perubahan,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi, kepala seksi aparatur Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, kabupaten Bogor, Achmad Munawar, Achmad Munawar menegaskan kewajiban Kades, apalagi Sekdes selaku penanggung jawab.

“Harusnya Sekdes wajib tahu (tentang anggaran ADD, DD dan lainnya), karena Sekdes itu verifikator setiap laporan dari Kaur (kepala urusan),” katanya. Senin 8 November 2021.

(TYr)

Bogor

Bupati Bogor: Selamatkan Puncak Dari Komersialisasi

BERIMBANG.com – Bupati Bogor, Ade Yasin dengan tegas mengatakan kita harus menyelamatkan Puncak ini dari komersialisasi. Pada kegiatan Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (HANTARU) 2021, di Puncak, Cisarua, Senin (8/11/2021).

Ade menyampaikan pada kesempatan momentum HUNTARU 2021, Kementerian ATR/BPN akan menjadikan upaya penyelamatan kawasan Puncak lebih masif.

Kementerian ATR/BPN telah menginisiasi fasilitasi penanaman pohon dan pembangunan sumur resapan di kawasan Puncak, dengan konsep perlindungan lingkungan hidup sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Hadir pimpinan daerah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta dari Depok, Bekasi, Tangerang, Cianjur, dan Sukabumi.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, kondisi Puncak saat ini semakin memprihatinkan, kita harus menyelamatkan Puncak dari komersialisasi.

Sebetulnya, kata Ade, Puncak itu punya fungsi kehutanan, fungsi perkebunan. Kita minta kepada pemerintah pusat, fungsi-fungsi hutan ini dikembalikan, karena khawatir ketika kita terlalu lepas, terlalu mengkomersialisasikan, terlalu asyik, akhirnya malah timbul hal-hal yang tidak diinginkan seperti bencana dan lain-lain.

“Kita harus bersama-sama melakukan perlindungan di sini, hutan-hutan di sini, kebun-kebun di sini, dikembalikan fungsinya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH),”

“Insyaallah kalau semua dikembalikan secara masif, saya kira Puncak akan selamat. Tentunya, tanpa mengurangi esensi pariwisata, pariwisata alam seperti tea walk, cross country kan menarik juga, tanpa harus membangun bangunan kokoh dan betonisasi,” ujar Ade.

Ade menambahkan, wilayah Puncak itu terdiri dari Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan Cisarua. Kebutuhan RTH nya seharusnya 55%, tapi seiring berkembangnya kawasan Puncak, sulit sekali untuk sampai 50%. Yang HGU nya habis, tidak terawat, tidak dipelihara, terlantar, harus cepat-cepat diambil alih negara,

Yang jelas, lanjut Ade, fungsinya dikembalikan kepada fungsi awalnya. Jika hutan, fungsi harus hutan, tidak lagi dieksploitasi untuk hal-hal yang memang lebih kepada sifatnya komersial.

“Jadi kami juga perlu berkolaborasi dengan pihak pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota lain untuk sama-sama mengawasinya,”

“Alhamdulillah hari ini hadir ada tiga provinsi dan kota-kota yang terdekat seperti Depok, Bekasi, Tangerang, Cianjur, Sukabumi, nah ini harus kerjasama, kalau tidak akan sulit mengawasinya,” kata Ade.

Ade menerangkan bahwa Provinsi DKI Jakarta adalah salah satu pihak yang sangat berkepentingan dengan Puncak. Pemprov DKI juga harus turun, karena dampaknya dari Puncak pasti ke Jakarta.

Pemkab Bogor minta juga DKI Jakarta agar berperan terhadap pelestarian lingkungan. Soal keterbatasan kawasan RTH yang sebelumnya sempat dibahas, mereka bisa punya RTH di Bogor.

“Karena kan Bogor itu penyangga ibu kota. Jadi RTH nya di Bogor, tidak masalah sebetulnya. RTH yang memang tidak diapa-apakan hanya khusus untuk penghijauan,”

“Sebetulnya dalam pelestarian lingkungan itu tidak ada batas wilayah, karena lingkungan itu milik kita semua. Itu saya kira juga salah satu upaya penyelamatan,” terang Ade.

Sehubungan dengan Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (HANTARU) 2021, Kementerian ATR/BPN akan menjadikan upaya penyelamatan kawasan Puncak ini dengan lebih masif.

Target yang diharapkan adalah sebanyak 50.000 pohon dapat ditanam hingga akhir 2021 dan sebanyak 500 sumur resapan dapat disiapkan. Hari ini dilaksanakan penanaman 5.000 pohon dan pembangunan 100 sumur resapan secara serentak dengan melibatkan komunitas masyarakat.

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra menjelaskan, Kementerian telah menginisiasi fasilitasi penanaman pohon dan pembangunan sumur resapan di Kawasan Puncak, dengan konsep perlindungan lingkungan hidup sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan penanaman ini simbolik, kita mau menghutankan lagi kawasan Puncak. Hari ini secara simbolik, kita juga jalan kaki atau tea walk. Hari ini juga berkumpul Wagub Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Banten, dan dari daerah sekitar Bogor juga hadir dalam upaya penyelamatan kawasan Puncak lebih masif,” katanya.

Ia melanjutkan, seluruh Direktur Jenderal (Dirjen) kami juga hadir disini, dari IPB University dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga bergabung.

Yang paling kongkrit, kata Surya, untuk Puncak ya menanam pohon, memang problemnya disitu. Kedua dalam jangka panjang kita beresin tata ruangnya, intinya kita kerja kolaboratif.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum, mengungkapkan, persoalan banjir itu sudah biasa di wilayah Jawa Barat Bagian Selatan, penyebabnya semua antara lain karena di hulunya pohon-pohon ditebang, dialihfungsikan untuk jadi pendapatan masyarakat.

“Itu yang kami khawatirkan, jadi ketegasan pemerintah pusat akan sangat dibutuhkan, dan kami siap mendorong,”

“Yang jelas ini kerja sama lintas sektor yang sangat krusial. Kita kolaborasi supaya jadi kesepakatan bersama, mumpung masih ada waktu untuk menyelamatkan kawasan Puncak, kita lakukan langkah konkrit yang nyata,” ungkap UU.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Program DP3, Bupati Bogor Berharap Dapat Menciptakan Masyarakat Melek Politik

BERIMBANG.com – Bupati Bogor berharap kehadiran Program DP3 mampu ciptakan masyarakat melek politik dan jadi pemilih cerdas, dalam Launching Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) serta Rumah Pintar Pemilu Digital (RPP Digital), di Auditorium Setda, Kamis (4/11/2021).

Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, diluncurkannya Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) serta Rumah Pintar Pemilu Digital (RPP Digital) dengan konsep Bogor Electoral Technology & Research (BETTER).

Tentunya, kata Ade, ini adalah acara yang harus kita kembangkan semua dan tentunya harus terus disosialisasikan agar masyarakat melek politik serta jadi pemilih cerdas baik memilih Caleg maupun Kepala Daerah.

“Kami sangat mengapresiasi program KPU ini dalam menyongsong Pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 untuk mendorong tumbuhnya kader-kader perubahan dan pemilih cerdas,”

“Program desa peduli pemilu dan pemilihan dan rumah pintar pemilih digital yang tadi di Desa Rawa Panjang Kecamatan Bojonggede ini akan dikolaborasikan dengan konsep Bogor electoral, technology, and research dengan pemanfaatan platform web yang terdiri dari beberapa sistem,” ungkapnya.

Lanjut Ade Yasin menyatakan bahwa, Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia dan hak pilihnya pun terbanyak di Indonesia, tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk dapat menyelenggarakan tata kelola Pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Pada pemilu 2019, Kabupaten Bogor dibagi kedalam 6 Dapil dan jumlah TPS sebanyak 15.000 TPS, dengan jumlah PPK dan sekretariat berjumlah 320 orang, PPS dan sekretariat sebanyak 2.610 orang, serta KPPS dan anggota Linmas berjumlah 135.000 orang, saat ini sudah dilakukan juga pemutakhiran data pemilih oleh KPU sebanyak 3.488.985 jiwa pemilih.

“Semoga dengan adanya program ini, masyarakat pemilih semakin cerdas, kritis, dan tidak terjebak oleh praktik politik uang. Politik uang ini mudah-mudahan tidak ada lagi setelah dilakukan Pemilu, sehingga mereka bisa cerdas dan rasional yang memilih calonnya berdasarkan apa yang ditawarkan oleh calonnya, seperti visi-misi, program-program dan lainnya,” bebernya.

Menurutnya, pendidikan politik mengharuskan masyarakat lebih peka dalam mendengar apa yang disampaikan oleh calon, tidak lagi dengan berupa materi atau sesuatu yang sifatnya konsumtif.

ini kemajuan yang sudah dirasakan, termasuk juga yang mengganggu seperti hoax. Semuanya harus diantisipasi, karena Medsos ini tidak hanya di kota tetapi di daerah pun, apalagi dengan difasilitasi 240 titik wifi di semua desa.

“Saya kira orang lebih senang membuka gadget daripada buku, sehingga hoax ini lebih cepat sampai. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi hoax, kampanye SARA, konflik, dan juga kekerasan, sehingga partisipasi politik semakin meningkat, bukan hanya sekedar kuantitas tetapi juga kualitas,”

“Kita dukung Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan agar berjalan sukses dan melahirkan pemilih-pemilih cerdas untuk demokrasi yang bermartabat,” tandasnya.

Sementara Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni mengungkapkan, Kabupaten Bogor menjadi penyelenggara yang memiliki beban tertinggi dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 15.000 yang tersebar di 40 kecamatan, 435 desa dan kelurahan.

“Kita punya badan adhoc sampai tingkat bawah di KPPS, kemarin sejumlah 135.000 dan penyelenggaraan Pemilu kemarin jadi penyelenggara terbanyak se-Indonesia,”

“Ikhtiar kami dalam melakukan optimalisasi kinerja terwujud dalam BETTER (Bogor Electoral, Technology, and Research), ini kami lakukan jadi 4 pilot project, salah satunya Bogor Electoral Maps berbasis GIS, jadi ketika teman-teman peserta Pemilu mencari lokasi TPS Kabupaten Bogor, sudah tersedia di Bogor Electoral Maps secara detail hingga alamat,” tegasnya.

Ummi menambahkan, bahwa Bogor Electoral Information System, terdiri dari Sigap, Sicoklit, dan Sipitung. Aplikasi itu digunakan untuk mempermudah rekan-rekan dalam mengakses semua data yang diambil dan dibutuhkan, khususnya partai politik dan umumnya teman-teman masyarakat Kabupaten Bogor.

Sedangkan untuk Bogor Electoral Games ini dedikasikan untuk para pemilih pemula, karena berdasarkan data ada 212.000 pemilih pemula yang potensinya nanti ikut pada Pemilu pada tahun 2024.

“Kemudian untuk Bogor Electoral Education, Kabupaten Bogor, saat ini kami sedang mempersiapkan dua buku berbasis research. Pertama adalah buku penataan Dapil dan kedua buku persiapan manajemen logistik,”

“Ikhtiar perbaikan terus kami lakukan untuk menjadi lebih baik agar selaras dengan slogan KPU Kabupaten Bogor, yaitu better, better, and better atau lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi,” imbuh Ummi.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Kabupaten Bogor Fokus Pembangunan di Level Desa

BERIMBANG.com – Dalam Seminar Nasional (Semnas) Universitas Djuanda Bogor, Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa pembangunan di Kabupaten Bogor difokuskan pada level Desa dengan beberapa prioritas.

Ade Yasin menjadi narasumber pada Semnas secara virtual, di Pendopo Bupati, Cibinong, Rabu (3/11/2021).

Semnas Universitas Djuanda mengusung tema menjawab tantangan pembangunan daerah pasca pandemi melalui program Desa membangun dan optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bogor.

Kabupaten Bogor, kata Ade, secara mayoritas wilayah perdesaan (416 desa), sebagian besar potensi dan kekayaan daerah berada di Desa seperti usaha mikro kecil menengah atau UMKM, petani dan BUMDes, sehingga keberhasilan pembangunan akan dinilai baik jika Desa telah berkembang dan mandiri.

Beberapa prioritas pembangunan Ade Yasin, di Desa antara lain, peningkatan SDM dan digitalisasi Desa melalui sekolah pemerintahan Desa dan Desa presisi.

“Sekolah pemerintahan Desa adalah pertama dan satu-satunya di Indonesia. Data presisi dikumpulkan dengan teknologi 4.0, berbentuk data citra desa dengan resolusi tinggi hingga 5 cm sehingga memiliki tingkat akurasi tinggi untuk menggambarkan potensi Desa,”

“Seperti vegetasi, biodiversity, konsumsi pangan per bulan, uang berputar, sebaran rumah tidak layak huni, peta infrastruktur, dan lain-lain. Data ini akan jadi acuan untuk merencanakan program pembangunan di Desa agar efektif dan tepat sasaran,” jelas Ade Yasin.

Selanjutnya, kata Ade, meningkatkan perekonomian melalui penguatan BUMDes dan festival wisata Desa, percepatan pembangunan infrastruktur Desa dengan program wifi gratis di 240 titik blank spot, bedah kampung, perbaikan Rutilahu, program hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah kerjasama dengan Unida dan The Hud Institute, penuntasan 215 jembatan rawayan kerjasama dengan TNI.

“Kemudian ada program Stimulus Satu Milyar Satu Desa (Samisade). Di masa pandemi Ini, program Samisade dengan pola padat karya diharapkan dapat membawa dampak penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan sektor riil di akar rumput dan menciptakan multiplier effect yang mendorong pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian SDG’s desa,” ungkap Ade.

Ade menambahkan, program pendukung Desa membangun juga diluncurkan seperti bantuan sewa toko dan bantuan peralatan pemasaran UMKM, bantuan bibit tanaman dan ikan, pembangunan lumbung pangan dan lantai jemur padi, bantuan mesin peralatan pertanian, asuransi tani, fasilitas Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), termasuk optimalisasi Graha Pancakarsa sebagai jaring pengaman sosial.

“Dalam rangka pemulihan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus mendorong Desa untuk mengoptimalkan BUMDes,”

“416 Desa di Kabupaten Bogor sudah memiliki BUMDes dengan kategori, 6 BUMDes mandiri, 16 BUMDes maju, 63 BUNDes berkembang, 331 BUMDes dasar. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 25 BUNDes di Kabupaten Bogor yang sudah memperoleh keuntungan, 18 BUMDes sudah berkontribusi pada perekonomian desa,” tambahnya.

Alhamdulillah, lebih lanjut kata Ade, hasilnya Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Bogor tahun 2021 yang ditetapkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi adalah 29 Desa mandiri, 131 Desa maju, 256 Desa berkembang, dan nol desa tertinggal.

“Saya berharap, perguruan tinggi punya Desa binaan secara aktif dan fokus. Saya rasa ini dampaknya akan sangat besar untuk mempercepat pembangunan Desa,”

“Karena pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh pemangku kepentingan termasuk akademisi dan perguruan tinggi, dunia usaha, pers dan segenap komponen civil society harus berperan dan ikut bertanggung jawab dalam pembangunan bangsa,” tandas Ade.

Bupati Ade yasin juga mengajak para lulusan perguruan tinggi yang berasal dari Desa, kembalilah ke Desa. Berusaha di Desa dan optimalkan BUMDes dengan manajemen yang baik, kreativitas dan berbagai inovasi.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bogor

Capaian Vaksinasi COVID-19 Kabupaten Bogor 50,54%, Bupati: Wilayah Kami Luas

BERIMBANG.com – Upaya percepatan vaksinasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Sinergi dengan TNI, Polri dan seluruh stakeholder dilakukan untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok wilayah.

Pemerintah pusat menargetkan Kabupaten Bogor melaksanakan vaksinasi 4.225.790 orang atau sebanyak 8.451.580 dosis sampai dengan Desember 2021.

Capaian vaksin Kabupaten Bogor, data per 2 November 2021, dosis pertama sebanyak 2.135.630 atau setara 50,54%, dosis kedua 1.403.332 atau setara 33,21%, dosis ketiga untuk tenaga kesehatan 11.896 atau setara 90,57%. Total tercapai 3.550.858 dosis.

Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan bahwa vaksinasi terkendala wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang mencapai 5,4 juta jiwa, atau 11,24 persen penduduk Jawa.

Maka Kabupaten Bogor, kata Ade, tidak bisa dibandingkan dengan kota kabupaten lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit.

Perlu diketahui saat ini Kabupaten Bogor berstatus PPKM level 3. Walaupun capaian vaksin lebih dari 50% tapi vaksinasi lansia dibawah 40%.

Sedangkan syarat turun ke level 2 harus 50 persen vaksinasi dan 40 persen vaksinasi lansia. Jadi penentuan level PPKM yang menentukan adalah pemerintah pusat.

Ade mengungkapkan, dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, Kabupaten Bogor memiliki target vaksinasi terbanyak di tingkat daerah, yakni 4,2 juta jiwa, atau 8,5 juta dosis vaksin.

“Saat ini kami juga mengalami, keterbatasan Nakes untuk menjangkau pelosok-pelosok desa,” katanya. “Jumlah penduduk kami terbanyak se-Indonesia, selain itu wilayahnya pun sangat luas,”

“Masih ada warga kami yang harus berjalan kaki sejauh 2 km hingga 4 km dari dusun untuk menjangkau lokasi vaksinasi, baik itu di kantor desa maupun kecamatan,” ungkap Ade Yasin.

Ketersediaan vaksin, lanjut Ade, cukup, hanya saja ada kendala berkaitan dengan kesulitan jangkauan, karena luasnya wilayah kami, sehingga jauh untuk mengadakan vaksinasi di desa-desa, terutama di daerah pelosok dan harus dilakukan secara jemput bola.

“Kesulitan ini juga telah dikeluhkan oleh para kepala desa seperti di Kecamatan Sukamakmur, Jonggol, Cariu, Tanjungsari, dan Nanggung. Mereka mengeluh tentang jangkauan masyarakat ke desa,”

“Jadi ada masyarakat yang kalau jalan kaki, mereka mungkin tidak sanggup karena jauh. Jadi saya kira perlu penjemputan dari desa ke lokasi mereka,” ujar Ade.

Meski demikian, Ade Yasin tetap optimistis bisa mencapai target 70 persen di akhir tahun, meskipun ada kendala jangkauan luas wilayah tersebut.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengakselerasi vaksinasi dengan cara kolaborasi dan sinergitas dengan TNI, Polri, dan seluruh stakeholder,”

“Untuk itu kepada pemerintah pusat, selain terus membantu memenuhi kebutuhan dosis vaksinasi, harus juga dapat membantu memenuhi kebutuhan Nakes beserta biayanya,” kata Ade.

(Diskominfo Kabupaten Bogor)