Bogor

BogorJabodetabek

Antisipasi Bencana Susulan, Pemdes Srogol Buka Posko Tanggap Darurat

IMG-20160205-WA0004

BERIMBANG.COM, Bogor – Proses evakuasi di lokasi bencana tanah longsor di Desa Srogol dilakukan aparat gabungan. Satu Unit mobil Pemadam Kebakaran Ciawi, diterjunkan ke lokasi membantu operator alat berat milik MNC Line serta aparat dari BPBD Kabupaten Bogor. Penanganan bencana juga melibatkan Jajaran Polsek dan Koramil Cijeruk-Cigombong,  aparat Pemerintah Desa dan Sat Pol PP Kecamatan Cigombong.

“Evakuasi di lokasi bencana serta perbaikan akses jalan dimaksimalkan bisa selesai malam ini juga.  Karena jalur ini merupakan satu satunya akses jalan yang dipergunakan masyarakat di beberapa kampung”, kata Kepala Desa Srogol ditengah proses evakuasi.

Sementara itu, sebagai antisipasi terjadinya bencana susulan, Kades Srogol juga membuka Posko Tanggap Darurat Bencana dengan mensiagakan anggota Linmas yang dikomandoi langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes). “Kami mensiagakan enam orang personil Linmas untuk berjaga jaga jika terjadi bencana susulan”, tandas Sekdes Srogol, Muhamad Suharna, kepada berimbang.com. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

BogorJabodetabek

Terjebak Tawuran Pelajar, Kakek Ini Kena Bacok

Sohi, Korban Pembacokan.    (Foto: Raden Supriyadi)
Sohi, Korban Pembacokan. (Foto: Raden Supriyadi)

BERIMBANG.COM, Bogor – Seorang kakek berusia 75 tahun menjadi korban sasaran pembacokan saat terjadi perkelahian antar pelajar di kawasan Cisempur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jum’at (5/2/16), siang. Korban mengalami luka bacok di bagian dada sebelah kiri dan dilarikan warga ke klinik terdekat.

Sohi, warga Kampung Ranji RT 2 RW 6, yang menjadi korban pembacokan, menuturkan, saat kejadian dirinya tengah menunggu angkutan umum untuk menuju pulang. Saat angkutan umum yang distopnya berhenti tiba – tiba sekelompok pelajar SMK Bhakti Taruna yang sedang nongkrong langsung merangsak masuk kedalam angkutan dan bermaksud menyerang pelajar SMK YZA 2 yang berada di dalam angkutan dengan menggunakan senjata tajam. Namun naas, sabetan senjata tajam pelajar Smk tersebut malah mengenai Sohi yang hendak naik angkutan.

“Saya kaget waktu anak sekolah yang lagi pada nongkrong itu tiba tiba menyerang dan membacok saya”, tutur Korban, saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, dikediamanya sambil menahan sakit di lukanya yang mendapat lima jahitan itu.

Identitas pelaku pembacokan yang melarikan diri diketahui warga berasal dari SMK Bhakti Taruna. Bertempat tinggal di wilayah Tajur, dan saat ini dalam pengejaran petugas. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang)

BogorJabodetabek

Proyek Perataan Tanah MNC Line Picu Bencana Longsor

IMG-20160205-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Hujan deras yang mengguyur kawasan Cigombong dan sekitarnya memicu terjadinya bencana alam.  Jum’at (5/2/16), sekitar pukul 15.30 sore tadi,  telah terjadi bencana alam tanah longsor di Kampung Sungapan RT 3 RW 1, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong yang mengakibatkan jalan menuju Kampung Sungapan dan Lengkong terputus.

Akses jalan di lokasi ini lumpuh total, tidak bisa dilewati oleh orang maupun kendaraan karena tertimbun longsoran tanah dan lumpur sepanjang 20 meter dengan ketebalan sekitar 1 meter. Selain memutuskan akses jalan, bencana ini juga memporak porandakan tanaman padi di lahan pesawahan milik warga Kampung Srogol RT 14 RW 5, Desa Srogol.

Menurut warga,  longsoran tanah dan lumpur itu berasal  berasal dari Proyek MNC Line yang tengah melaksanakan pemerataan tanah. Saat hujan turun deras, luapan air disertai tanah lumpur dan material lainnya menghantam tanggul penahan tanah hingga akhirnya ambrol.

“Sebelum ada proyek MNC tidak pernah ada kejadian seperti ini. Bencana ini yang kedua kalinya dan paling parah”, ungkap Kus, warga setempat kepada berimbang.com di lokasi bencana.

Sementara itu, Wawan, perwakilan MNC Line mengatakan, setelah mengetahui terjadinya bencana, pihaknya seger meninjau ke lokasi dan berupaya melakukan penanganan dengan menurunkan alat berat. “Kami tidak menyangka hujan akan turun sangat deras hingga berakibat seperti ini.  Kami akan berupaya memulihkan akses jalan malam ini juga”, kata Ujar Wawan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat Pemerintah Desa, jajaran Muspika dan warga masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Selain alat berat milik MNC Line, pemerintah daerah juga menerjunkan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciawi. (Raden Supriyadi/Yosef Bonang).

BogorJabodetabek

FPI Dan LPI Caringin Serahkan Ribuan Obat Sitaan Ke Polsek

IMG-20160201-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wilayah Caringin, menyerahkan ribuan butir  obat keras yang disita dari toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 Cisempur, Desa Cinagara, kepada Unit Reskrim Polsek Caringin, Senin (01/02/16).

Barang bukti obat obatan tersebut diserahkan Ketua DPC FPI Wilayah Caringin, Kabupaten Bogor, Jamaludin. Diterima oleh Kepala Tim (Katim) Unit 1 Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Caringin, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) M Arifin dalam Berita Acara (BA) penerimaan, Nomor : STP/30/II/Sektor.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan (STP) Polsek Caringin tersebut, DPC FPI dan LPI Wilayah Caringin menyerahkan sebanyak 1381 butir obat dari empat jenis. Diantaranya, Hexymer 455 butir, Trihexyphenidyl 884 butir, Alprazolam 12 butir dan Mersi Merlopam Lorazepam 4 butir.

Kepada awak media Jamaludin mengatakan, hal yang dilakukannya itu sebagai tindak lanjut dari laporan  masyarakat tentang adanya penjualan bebas obat obatan keras kepada anak remaja. Walhasil, saat jajarannya melakukan monitoring ke toko obat Sasaka 2, Kamis (28/01/16) lalu, didapati ribuan obat dari berbagai jenis yang selanjutnya dijadikan barang bukti.

“Kami akan terus melakukan monitoring sebagai antisipasi peredaran dan penyalah gunaan obat obatan, miras dan penyakit masyarakat lainnya di wilayah kami, sesuai dengan agenda monitoring kami yang sudah ditetapkan,  yakni mingguan, bulanan,  dan tiga bulanan”, kata Ketua DPC FPI Wilayah Caringin yang juga Sekjen DPW FPI itu, kepada Wartawan.

Sementara itu, Katim Unit 1 Reskrim Polsek Caringin, Aiptu M Arifin, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena batasan kewenangannya. “Saya hanya menerima obat obatan yang diserahkan oleh FPI dan membuatkan berita acara penerimaannya. Kalo untuk keterangan lebih lanjutnya nanti saja ke Kanit Reskrim atau Kapolsek”, tandasnya.  (Raden Supriyadi/Nana)

BogorJabodetabek

Peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat Mulai Praktek Lapangan

IMG-20160131-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Usai dibekali materi pelatihan di hotel  Duta Berlian, Sabtu (30/01/16), para peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 22 tahun 2016 yang diselenggarakan PT Sidat Indonesia melanjutkan praktek lapangan di lokasi budidaya di Kampung Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (31/01/16) siang. Di lokasi ini, para peserta diberikan pembekalan praktek secara langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Sidat Indonesia, Hery.

Para peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu antusias mengikuti pelatihan tahap kedua yang digelar panitia. Dirut PT. Sidat Indonesia, Hery,  menjelaskan, dipelatihan tahap ke dua ini, para peserta mengikuti tahapan kegiatan pengenalan ikan sidat kedua, pendederan 1, persiapan media budidaya, persiapan kebutuhan pendederan tahap 2 dan 3, praktek perawatan dan penanggulangan penyakit pada ikan Sidat. Kegiatan diakhiri dengan Ishoma sambil mencicipi Shirayaki dan cara pengemasan ikan Sidat. “Usai pelatihan, seluruh peserta kami berikan sertifikat pelatihan, kartu anggota dan surat pernyataan membeli dari perusahaan kami”, ujar Hery.

Sementara itu, I Gede Sarjana, salah satu peserta dari Denpasar Bali, kepada berimbang.com mengatakan, motivasinya dalam mengikuti pelatihan untuk menimba ilmu tentang budidaya dan pengolahan ikan Sidat. “Saya mengetahui usaha ikan sidat dari internet. Setelah membaca artikelnya saya tertarik sehingga mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Sidat Indonesia, dengan harapan ketika saya sudah mendapatkan ilmu dan bisa mempraktekan,  saya akan mengembangkan usaha tersebut di kampung halaman saya untuk mensejahterakan masyarakat”, Pungkas I Gede Sarjana, yang juga seorang pengusaha jasa Tourism di daerahnya itu. (Raden Supriyadi/Nana)

BogorJabodetabek

Tiga Pengunjung Curug Hejo Sukamakmur Tertimpa Longsor

Ilustrasi
Ilustrasi

BERIMBANG.COM, Bogor – Tiga orang pengunjung obyek wisata Curug Hejo, di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor mengalami luka – luka setelah tertimpa tebingan batu yang longsor di area wisata, Sabtu (30/01/16). Salah satu korban diantaranya mengalami luka serius di bagian kepala.

Ogi (35) warga asal Desa Gunungsari Kecamatan Citeureup dan Ayu (25) warga perumahan Kenari asal Desa Puspasari, Citeureup Bogor, mengalami Cedera dibagian tangan dan kaki setelah tertimpa runtuhan tebing. Sementara Siska (30) Warga Bantar Gebang Bekasi, mengalami cedera yang cukup serius dibagian kepala karena tertimpa material bebatuan di lokasi yang sama.

Menurut Rusnandi, anggota Jaringan Komunikasi Udara (JKU) Puspasari Citeureup, peristiwa terjadi sekitar  pukul 15.30 WIB. “Saat kejadian, hujan mengguyur deras. Naas, ketiga pengunjung itu tertimpa tebingan batu yang longsor,” kata Rusnandi, yang mengaku mendapat informasi peristiwa itu dari anggota JKU sukamakmur.

Rusnandi menambahkan, setelah dievakuasi, ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Husada Cibinong dan Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta.

“Guna mendapat penanganan medis,  para korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Dua orang korban warga Citeureup yang mengalami luka ringan dilarikan ke RS Husada Cibinong, dan 1 orang korban lagi warga Bantargebang Bekasi yang mengalami luka serius dj bagian kepala dibawa ke RS Gatot Subroto Jakarta”, pungkasnya. (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Sidat Indonesia Berikan Pelatihan Budidaya Ikan Sidat

IMG-20160130-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Budidaya Ikan Sidat tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Sidat Indonesia di Hotel Duta Berlian,  Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/01/16).

Menurut Direktur Utama Sidat Indonesia, pelatihan ini bertujuan untuk membangun usaha kerakyatan yang membagi keuntungan usaha untuk rakyat indonesia.

Heri, Direktur Utama PT Sidat Indonesia mengatakan, Sidat Indonesia merupakan strategi alternatif yang dapat diandalkan. Selain tahan terhadap gempuran krisis ekonomi yang menyerang bertubi-tubi, Sidat Indonesia juga menyerap tenaga kerja yang minim pendidikan namun memiliki keahlian di bidang tertentu.

“PT Sidat Indonesia adalah perusahaan di bidang perikanan budidaya ikan sidat, yang saat ini kebutuhannya cukup tinggi, terutama untuk negara Jepang. Kami mengajak kepada investor untuk bersama-sama membangun usaha ini. Dengan sistem usaha bersama, kita tidak harus mengeluarkan modal cukup tinggi dan tidak perlu repot untuk mengelola usaha tersebut. Usaha ini sudah berjalan dan memiliki pasar tetap yaitu negara Jepang dan negara maju lainnya”, kata Heri, kepada berimbang.com,  disela pelatihan.

Lebih lanjut Heri menjelaskan, perusahaannya didirikan pada 19 Agustus 2013 dengan satu jenis usaha, berlokasi di Jl. Raya KH. Abdul Hamid KM. 17, Kp. Purwabakti, Rt 03 Rw 02, Kabupaten Bogor. Saat ini telah memiliki anggota sebanyak 250 orang, dan telah mengekspor Sidat sebanyak 10 ton per bulan. “Usaha ini saya rintis dari nol. Saat ini kami memiliki kolam pembesaran seluas 500m2 dan rumah pendederan  seluas 100m2. Hari ini peserta akan kami beri pelatihan teori dan dilanjutkan besok untuk pelatihan praktek secara langsung di lapangan”, jelasnya.

Peserta Pelatihan Budidaya Ikan Sidat ke 4 tahun 2016 dari berbagai kalangan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya dari Bogor, Bekasi, Tanggerang, Bandung, Bengkulu, Makasar, Sidoarjo, dan sejumlah daerah lainnya. Para peserta diberikan materi pelatihan seputar pembudidayaan, pemberdayaan Budidaya Ikan Sidat, produk olahan, pelayanan turunan dan dan materi penunjang lainnya. Dengan tujuan utama memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan bagi pemilik, karyawan, mitra usaha dan masyarakat. Hadir juga dalam kesempatan ini narasumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI). (Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

DBMP Minta Pemdes Waspada Dalam Melaksanakan Pembangunan

DBMP-KAB-BOGOR

BERIMBANG.COM, Bogor – Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor mewanti-wanti agar seluruh Pemerintah Desa (Pemdes) waspada dalam melaksanakan pembangunan. Pemdes diminta berhati-hati khususnya dalam membangun infrastruktur jalan, jembatan, drainase, tembok penahan tebing (TPT), dan saluran irigasi khususnya yang menggunakan anggaran dari pusat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknik Jalan dan Jembatan (TJJ) DBMP Wilayah II Ciawi, Eko Sulistyo, mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Pemdes memiliki kewenangan membangun Desanya sendiri menggunakan Dana Desa yang tercatat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Sehingga, jalan atau infrastruktur milik Desa tidak bisa lagi dibiayai oleh APBD.

“Nah, Pemdes harus hati-hati misalnya ketika melakukan pengaspalan jalan desa. Karena sampai sekarang juklak juknisnya belum jelas. Sedangkan anggaran Dana Desa kan dari APBN yang dipantau KPK dan BPK,” katanya kepada PAKAR (29/1)

Eko menegaskan, DBMP juga bakal menolak kalau diminta oleh Pemdes untuk melaksanakan pengaspalan jalan desa. “Maka solusinya pihak Pemdes harus rajin berkonsultasi dengan DBMP, kami selalu siap dan welcome. Kami sudah memiliki acuan harga satuan pekerjaan. Jadi bisa diketahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengaspal jalan dengan panjang 200 atau 300 meter kali lebar empat meter misalnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Tata usaha, Karlan Affendi sangat menyayangkan, dari  delapan Kecamatan di bawah kewenangan UPT TJJ Ciawi, baru Desa-desa di Kecamatan Caringin dan Cisarua yang sudah intens berkonsultasi.

Sekadar informasi, sejumlah desa sedang berupaya menyerahterimakan jalan desa agar menjadi milik Kabupaten Bogor sehingga bisa dibiayai oleh APBD.

Terkait hal ini, pihak UPT DBMP menegaskan bahwa hal ini bisa dilakukan, namun harus menempuh prosedur yang bisa diserahterimakan ke Pemkab Bogor

“Itu hanya jalan desa yang pernah dibangun dengan APBD. Kualifikasinya pun jalan yang kapasitas lebarnya minimal tujuh meter. Empat meter badan jalan, dua meter bahu jalan di kanan-kiri dan satu meter drainase di kanan-kiri,” ujarnya.

Usulan tersebut harus diusulkan oleh Pemdes ke Gubernur melalui Bupati dan ditembuskan melalui persetujuan dan rekomendasi UPT, DBMP, dan Bappeda.(Raden Supriyadi)

BogorJabodetabek

Antisipasi Peredaran Obat Terlarang, Kalangan Pendidikan Perketat Pengawasan

IMG-20160129-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Menyikapi maraknya peredaran obat terlarang dikalangan pelajar, kalangan pendidikan di wilayah Selatan Kabupaten Bogor perketat pengawasan terhadap peserta didik. Menurut Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  Nuansa Cigombong, pengawasan terhadap peserta didik butuh peran serta aktif dari orang tua dan masyarakat.

Kepala SMK Nuansa Cigombong, Lean Munuk Soblely S.E, mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada para peserta didik di sekolahnya. “Dalam setiap kesempatan,  kami selalu memberikan penyuluhan kepada para peserta didik tentang banyak hal.  Salah satunya tentang bahaya mengkonsumsi obat – obatan terlarang. Selain itu  kami juga melakukan pengawasan secara langsung melalui sikap para peserra didik”, kata Kepala SMK Nuansa yang juga menjabat selaku Sekretaris Komisariat 10 SMK Wilayah Caringin itu,  saat ditemui berimbang.com diruang kerjanya Jum’at (29/01/16) siang tadi.

Lean juga mengatakan, terkait rumor maraknya peredaran obat terlarang dikalangan pelajar akan menjadi bahasan dalam rapat komisariat. “Rumor itu akan kami bahas dalam rapat komisariat,  agar disikapi juga oleh para kepala sekolah lainya”, tambah Lean.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala SMP Negeri Caringin H Yusuf Maksudi mengatakan, bahwa dampak mengkonsumsi obat terlarang berpengaruh besar terhadap mental siswa, yang memicu terjadknya penyimpangan prilaku.  Sehingga perlu disikapi serius dengan berbagai upaya.

“Kami akan terus melakukan pengawasan bahkan pemeriksaan terhadap siswa. Termasuk isi dalam handphone yang dibawa siswa, sebagai antisipasi berbagai penyimpangan prilaku para siswa”, tandas Yusuf. (Raden Supriyadi/Nana Suryana)

BogorJabodetabek

FPI Dapatkan Bukti, Ketua MWC NU Caringin : “Tutup Toko Obat Sasaka 2 Si Penjual Obat Terlarang !!!”

IMG-20160129-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Belasan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) DPC Caringin, Kamis (28/01/16) sore, mendatangi toko Obat dan Kosmetik Sasaka 2 di kampung Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Menurut ketua FPI Wilayah Caringin,  aksi yang dilakukannya ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat akan adanya penjualan obat terlarang. Walhasil, ratusan butir berbagai jenis obat-obatan terlarang ditemukan di toko itu.

“Ternyata informasi yang kami dapatkan bukan hisapan jempol belaka.  Kami temukan berbagai jenis obat terlarang yang dijual bebas di toko ini”, kata Ketua DPC FPI Wilayah Caringin, Jamal, kepada wartawan.

Lebih lanjut Jamal mengatakan, obat terlarang yang didapati itu selanjutnya disita sebagai barang bukti untuk ditindak lanjut. FPI meminta kepada pengelola toko tersebut untuk tidak menjual lagi obat obatan yang sama.  “Kami minta kepada pengelola toko agar tidak menjual lagi obat terlarang. Jika masih melakukan,  jangan salahkan kami dan masyarakat jika terpaksa menutup paksa toko ini dengan tindakan tegas”, ujar Jamal dengan tegasnya.

Nasir,  si penjaga toko, tidak bisa berbuat banyak ketika massa FPI dan LPI memintanya menunjukan obat – obatan terlarang yang selama ini diperjual belikan secara bebas di toko yang dijaganya. Satu persatu obat – obatan jenis penenang seperti alprazolam, hexymer dan trihexyphenidyl diserahkan Nasir kepada massa FPI dan LPI. Seperti saat dikonfirmasi wartawan, kepada FPI dan LPI juga, Nasir mengaku bahwa pemilik toko sudah berkoordinasi dengan aparat polsek, polres dan polda

“Ya saya cuma penjaga toko saja, soal koordinasi kata pemilik udah berkoordinasi dengan pihak aparat mulai dari kanit dan polsek, polres dan polda, ” ujar Nasir

Aktifitas toko obat itu pun memancing reaksi keras jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Caringin. Ketua MWC NU Caringin, Sarif Hidayat, S. Ag mendesak agar aparat berwenang segera bertindak dan menutup toko tersebut. “Sudah banyak Buktinya Klo memang toko obat itu menjual obat terlarang. sy dan kami sebagai masyarakat Cisempur Desa Cinagara meminta kepada aparat yg berwenang untuk segera menutup toko tersebut. Kami bersama masyarakat akan melakukan pengawasan terhadap toko itu,  jika masih ada aktifitas,  kami akan bertindak tegas”, tandas Ketua MWC NU Caringin,  yang akrab disapa Kang Endud ini. (Raden Supriyadi)