Senin, April 27, 2026
Beranda blog Halaman 375

Ancaman Narkoba Lebih Mengerikan Daripada Serangan Militer

0

549299_620

BERIMBANG.COM, Kalimantan –  Penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang atau narkoba adalah ancaman paling serius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wakil Ketua DPR RI Oesman Sapta mengatakan narkoba akan melumpuhkan pola pikir, nilai budaya, dan segala yang menyangkut kepribadian bangsa Indonesia.

“Upaya untuk mengintervensi bangsa Indonesia adalah dengan cara merusak moral generasi bangsa. Kalau intervensi fisik merebut kedaulatan, itu dilakukan TNI. TNI kita luar biasa, mampu mengatasi hal-hal yang bersifat keamanan,” kata Oesman saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di aula Makodam XII Tanjungpura di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat pagi, 21 Oktober 2016.

Sosialisasi ini diikuti 530 peserta, terdiri atas para perwira, tamtama, dan bintara se-garnisun Pontianak.

Lebih lanjut, Oesman mengatakan ancaman narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tapi juga menghancurkan martabat bangsa. Sebab, keluarga korban atau pelaku penyalahgunaan narkoba akan berupaya melindungi diri mereka sendiri agar tidak diketahui orang lain, khususnya penegak hukum.

“Ancaman narkoba ini lebih mengerikan daripada serangan militer. Musuhnya tidak ketahuan," katanya.

Karena itu, sosialisasi Empat Pilar penting dilakukan. Sebab, dinding pertahanan bagi bangsa dan generasi muda dalam mencegah ancaman narkoba adalah Empat Pilar.

Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andhika Perkasa menyatakan acara sosialisasi ini merupakan peristiwa istimewa untuk Kodam XII Tanjungpura karena dihadiri oleh pimpinan lembaga tinggi negara beserta anggota MPR, juga Sekjen MPR.

Turut hadir anggota MPR Bachtiar Aly, anggota MPR Zainut Tauhid Sa'adi, dan Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono. (*)

Babinsa dan Binmas Kelurahan Kemirimuka Gagalkan Pencurian

0

Babinsa, Binmas, RT dan RW setempat ( Foto : Juli Efendi)
Babinsa, Binmas, RT dan RW setempat ( Foto : Juli Efendi)

BERIMBANG.COM, Depok – Babinsa dan Binmas Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji Kota Depok  gagalkan pencurian diwilayah jalan kemirimuka, pelaku yang diamankan sedang masuk ke warung bumbu, aksi tersebut diketahui langsung oleh aparat keamanan lalu diamankan ke sekretariat RT 02 komplek PJKA.

Babinsa Kelurahan Kemirimuka,  Serka, A. Suhana menuturkan, awalnya dirinya melihat wanita yang mencurigakan, lalu karena gerak gerik pelaku dan ada petugas babinsa dan Bimas kelurahan kemirimuka, Aiptu Rojuddin, pelaku yang seorang wanita paruh baya tersebut lari meninggalkan sasarannya warung yang akan dicuri ke arah komplek PJKA dan hampir tertabrak kereta yang sedang melintas, beruntung wanita tersebut ditolong oleh penjaga rel.

" Kami berdua sedang melaksanakan tugas untuk kontrol wilayah, karena kami lihat ada wanita mencurigakan akhirnya saya hampiri pelaku dan dia langsung kabur ke arah komplek PJKA, hampir saja dia tertabrak kereta," ujar Suhana kepada berimbang.com. Jum'at 21 Oktober 2016.

Lanjutnya, Serka A.Suhana menghimbau kepada warga masyarakat agar lebih waspada dan curigai orang yang  belum dikenal dan bergaya aneh.

" Apabila masyarakat menemukan hal tersebut segera melaporkan kepada RT RW setempat selanjutnya kepada pihak yang  berwajib," pungkasnya.

Ketua RT 02 RW 10, Aji Sudrajat mengatakan, dengan hadirnya Babinsa dan Bimas sangat membantu untuk meminimalkan angka kriminalitas yang ada diwilayah.

" Kami berharap kepada masyarakat untuk lebih hati – hati dan waspada terhadap orang yang mencurigakan.

Sementara itu Ketua RW 13, Mulyono berharap agar lebih hati- hati kepada pedagang untuk tidak menjaga dagangannya karena pelaku kejahatan akan melakukan aksinya bila ada kesempatan. (Iik)

Linda Nuryani, Pengagum Ahok Rela Puasa Satu Hari Jika Ahok Menang

0

Linda Nuryani ( Foto : Rahmat Budianto )
Linda Nuryani ( Foto : Rahmat Budianto )

BERIMBANG.COM, Depok- Sosok Basuki Cahaya Purnama (Ahok) dalam kaca mata Linda Nuryani seorang pekerja sosial bidang kesehatan  di yayasan Kusuma Bangsa dari Bekasi  adalah seorang yang Fenomenal Sensasional dan Multy Praktek islami itu ada di diri Ahok 

"saya melihat beliau ini sebaga warga negara Indonesia yg menginginkan Jakarta itu Bersih, rapih dan indah, bukan saja indah dari pandangan sampah akan tetapi indah dari cara berpikirnya manusia dan tatanan hidup itu harus di atur, dari dulu saya suka dengan kebersihan dan keindahan," ujar Linda di Depok. (18/10/2016).

" Saya tidak mendukung ahok Ahok ataupun mendukung teman karena  tidak ada kepentingan apalagi hak suara untk memilih dia karena alamat tempat tinggak saya saja diwilayah di Bekasi, saya hanya pengagum sosok seorang Ahok dari Hati Nurani dan ingin sebuah pembenaran, ucapnya.

Karena lanjut Linda, sebelum adanya peristiwa yang terkait kemarin yang sedang ramai di bicarakan saat ini baik di media massa atau pun elektronik, dari dulu memang dirinya mengagumi sosok ahok .

Kalau di lihat dari kaca mata sebagai seorang muslim dirinya bangga dengan Islam. "Agama ku Alqur'an kitab ku sampai kapan pun aku tidak akan merubah Aqidahku karena pandangan secara islam ini lah akhirnya saya kagum dan mendukung Ahok secara pribadi bukan sebagai warga pemilih," lanjut Linda.

Linda menerangkan dirinya hanya penonton, entah kenapa tiba -tiba hatinya tergelitik dengan adanya hal seperti ini bahwa memang ahok di luar islam tetapi yang sama agamanya belum tentu sama pemahamannya tentang suatu ayat yang terkandung di dalam suatu surat di dalam Alqur'an.

Ketika ditanyakan  terkait penistaan Agama yg di tuduhkan kepada Ahok, Linda menuturkan, Ahok punya pemikiran yang lebih besar dan memang sudah dibuktikan program kerja berjalan dengan baik, dirinya yakin Ahok seorang yang brilian dan di diri Ahok ada tangan Tuhan sehingga dia mampu melakukan perubahan.

" Kita tidak bisa mengatakan seseorang itu kafir atau menistakan agama kalau kita belum mengerti benar tentang Agama kita, jika kita mendapatkan yang layak dari seorang Ahok, kenapa tidak?.

" Saya belum bisa melihat yang lain mampu untuk bisa bergerak, Kita melihat ahok ingin meningkatkan kehidupan yang layak,  tempat tinggal yang layak bukan tinggal di daerah yang kumuh ,serta mendapatkan pendidikan yg layak.

" Jadi buat kita seorang yg berilmu itu dia harus berprilaku baik tidak berprilaku Barbar," jelas linda  yang juga pernah menjadi Caleg di Dapil bekasi tahun 2014 lalu.

"Marilah yg merasa beragama dengan benar kita duduk bersama sama dan bertanya kepada hati masing-masing apakah kita pantas melakukan ini.

" Jika hal ini terjadi maka islam sama dengan menghancurkan diri sendiri karena Indonesia harus bisa menerima Agama yang berbeda beda, karena negara kita berdasarkan UUD 45 dan pancasila bukan negara berdasarkan agama," Pungkas Linda (Rahmat budianto)

Gelar Razia, Polres Bogor Sita 154 Unit Sepeda Motor Bodong

161461_620

BERIMBANG.COM, Bogor – Kepolisian resor Bogor, Jawa Barat, berhasil menyita 154 unit sepeda motor 'bodong' tanpa surat resmi kendaraan dari warga masyarakat. Kendaraan bermotor yang diduga hasil pencurian sepeda motor itu disita petugas saat kepolisian menggelar razia September- 17 Oktober di wilayah hukum Kabupaten Bogor. "Ratusan sepeda motor ini kami sita dari masyarakat dalam rangka menekan tindak pencurian sepeda motor yang kian marak di wilayah hukum Polres Bogor," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Bambang Waskito, Senin 17 Oktober 2016.

Dia mengatakan, penyitaan ratusan sepeda motor bodong hasil curian ini sebagai bentuk penindakan yang dilakukan petugas kepolisian langsung dari hilir atau dari masyarakat yang membeli sepeda motor tanpa dilengkapi surat resmi karena merupakan hasil curian. "Dari hilir dulu atau langsung dari penadah sepeda motor curian kami tertibkan dulu karena meningkatnya tindak curanmor karena masih tingginya permintaan dari pasar," kata dia

Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar tidak membeli kendaraan tanpa surat resmi karena diduga merupakan kendaraan curian, "Bagi masyarakat yang membeli dan menggunakan barang hasil curian, maka bisa masuk dalam kategori penadah," kata dia.

Bambang Waskito mengakui jika wilayah Kabupaten Bogor merupakan daerah tujuan pelarian dan penjualan sepeda motor curian, "Wilayah Bogor merupakan penyangga ibu kota Jakarta sehingga menjadi tujuan untuk penjualan sepeda motor curian dari Jakarta, Bekasi dan Depok," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Polisi Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicky mengatakan, untuk menekan kejahatana curanmor roda dua dan roda empat, pihaknya sudah memerintahkan seluruh Kapolsek jajaran Polres Bogor dan Sat Reskrim melaksanakan razia khusus motor bodong yang dilaksanakan pada pagi hari, siang, sore, malam dan menjelang pagi "Buktinya ada sebanyak 3 unit kendaraan roda empat dan 154 unit kendaraan bermotor roda dua berbagai merek yang tidak dilengkapi dengan surat yang sah berhasil kami sita," kata dia.

Dalam operasi terhadap kasus terkait curanmor, Polres Bogor telah memproses 6 tersangka pelaku curanmor (pemetik) dan 20 orang pelaku kasus penjual/ penadah curanmor. "Kami juga memproses 25 orang pengguna motor bodong hasil curian, " kata dia

Kapolres menambahkan, untuk pelaku curanmor akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 13 tahun penjara, selanjutnya untuk penadah dan pengguna akan dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. "Para pengguna motor bodong membeli motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat yang sah alias motor bodong dengan harga murah dari penadah, yang mereka beli melalui media sosial seperti Facebook atau langsung dari penadah pelaku pencurian," kata dia

Dia mengatakan, pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat, tidak membeli motor bodong yang harganya relatif murah, karena Kepolisian tidak segan-segan akan menindak tegas dan memasukkannya ke dalam kategori penadah. "Masyarakat yang akan membeli motor bekas diharapkan untuk mengecek terlebih dahulu nomor mesin dan nomor rangka Samsat untuk memastikan apakah motor tersebut sudah diblokir karena tindakan kejahatan atau tidak," kata dia. *

Dewan Kesenian Dan Kebudayaan Kota Bogor Gelar Rakerda

img-20161017-wa0024

BERIMBANG.COM, Bogor – Dewan Kesenian Dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) siang tadi Minggu, (16/10/2016) menggelar Rakerda yang bertempat di ruang Paseban sri Baduga Balaikota Bogor. Rapat kerja daerah yang pertama tersebut dihadiri oleh Usmar Hariman ketua umum dewan kesenian Kota Bogor jajaran pengurus, Kadisbudpar, perwakilan Dinas pendidikan, seniman, Budayawan, pelaku seni, peserta dan tamu undangan lainnya.

Agenda rapat kerja daerah (rakerda) yang dimulai pukul 09.00 Wib sampai dengan siang itu menjelaskan seputar tata tertib sidang, membentuk komisi – komisi, diantaranya bidang kesenian, kebudayaan dan bidang organisasi. Setiap komisi diberikan kesempatan untuk mengusulkan program kemudian menyampaikannya kepada ketua sidang.

Dalam amanatnya, ketua umum dewan kesenian Kota Bogor Usmar Hariman dihadapan peserta raker mengatakan, yang ingin saya katakan pada kesempatan berbahagia ini hanya sedikit orang-orang yang akan terpanggil keranah yang  mungkin disatu sisi kurang menjanjikan apa-apa, hanya sedikit hanya kita-kita saja yang hadir diruangan inilah yang telah tertakdirkan untuk bersama-sama memajuselaraskan agar kesenian.

"Agar nilai-nilai apa yang menjadi buah pikiran pak eman sulaeman, buah pikiran para inohong kebudayaan kota bogor itu bisa kita padukan menjadi sebuah yang betul-betul berarti bagi masyarakat kota bogor khsususnya, nusantara pada umumnya," kata Usmar.

Lanjutnya, begitu syarat kebudayaan kesenian dikota bogor ini menjadi sesuatu yang menjanjikan bagi kita jadikan sebagai upaya pemberdayaan secara keseluruhan baik itu untuk menjadi tontontonan, baik itu menjadi tuntunan.

"bahkan yang lebih nilai berkembang lagi itu akan menghasilkan sebuah karya ekonomi kreatif," ujarnya.(andy/yosep)

Milad Ke 29, Olah Raga Tarung Derajat Adakan Baksos Dan Santunan Yatim

Kegiatan Milad Tarung Derajat di Cimande Bogor ( Foto : Ist)
Kegiatan Milad Tarung Derajat di Cimande Bogor ( Foto : Ist)

BERIMBANG.COM, Bogor –  Keluarga Olah Raga Tarung derajat (Kodrat) Kota Depok memperingati hari jadinya yang ke 29 tahun. Keluarga Olah Raga Tarung Derajat (KODRAT) lahir di Kota Depok di cetuskan oleh seorang putra daerah bernama Kang H.Dede Gempar Kurnia,  biasa di sapa dengan sebutan Kang Gempar.

Kang Gempar sebagai pelatih utama dan sekaligus  pencetus KODRAT di beberapa wilayah khususnya Jabodetabek, pada perayaan Milad ke 29 kali ini, Kodrat Depok melaksanakan acara latihan sekaligus Baksos yangg dilaksanakan di wilayah Cimande Bogor pada tanggal 15 Oktober 2016.  Hal ini dilaksanakan dengan tujuan agar semua anggota Keluarga KODRAT Depok agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dengan alam semesta.

Kang Sugeng Riyadi selaku ketua pelaksana Milad kodrat Depok berharap ada output yang dihasilkan dari agenda Milad yang dirangkai Baksos untuk membentuk pribadi mandiri serta peka terhadap lingkungan sosial sesuai Pokok Pokok ajaran Tarung Derajat yaitu Kekutan, Kecepatan, Ketepatan, Keberanian dan Keuletan, selain itu kang Sugeng berharap generasi Kodrat Depok pada masa sekarang dapat lebih kuat mempunyai jiwa militansi dan loyalitas terhadap Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) khususnya di kota Depok dan umumnya di nusantara.

Sementara itu, kang H.Dede Gempar Kurnia mempunyai  harapan Kodrat Depok dapat lebih berjaya di kancah lokal maupun internasional, selain itu pelatih utama yang biasa disapa kang Dede berharap semua anggota keluarga KODRAT dapat menghayati serta mengamalkan dari setiap ajaran luhur yg diwariskan dari H. Achmad Drajat yang biasa di sapa AA BOXER,  diantaranya moto Keluarga Kodrat "Jadikanlah Dirimu Oleh Diri Sendiri" serta "Aku Ramah Bukan Berati Takut,  Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk" demikian  harapan yg disampaikan Kang H. Dede selaku pelatih Utama Kodrat Depok.

Adapun acara baksos yang dilaksanakan adalah santunan kepada anak yatim yang berada di wilayah tempat Milad dilangsungkan. 

Agenda Milad selain Baksos dan Silaturahmi antara anggota Kodrat Depok dirangkai dengan latihan gabungan seluruh anggota 16 Satlat Kodrat yang ada di Kota depok. (*).

Reklame Tidak Berizin Paling Banyak Di Jakarta Pusat

547513_620

BERIMBANG.COM,Jakarta – Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Harlem Simanjuntak mengatakan reklame tidak berizin paling banyak menempel di jembatan penyeberangan yang berada di wilayahnya. Setidaknya, ada 74 reklame yang menempel di JPO ternyata tidak memiliki izin. "Dari 74 reklame tidak berizin, sebanyak 32 reklame terpasang di Jakarta Pusat," kata Harlem saat dijumpai di JPO Tosari, Jakarta Pusat, Sabtu dini hari, 15 Oktober 2016. Sejak pukul 21.00 WIB kemarin, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencopot dua reklame yang berada di dua lokasi, yakni di JPO Tosari, Jakarta Pusat, dan JPO Setia Budi, Jakarta Selatan. Empat mobil crane dari Dinas Perhubungan dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan digunakan untuk membantu pembongkaran reklame. Setidaknya 120 personel dikerahkan untuk membongkar dua reklame tersebut. Pembongkaran melibatkan Wali Kota Jakarta Selatan, Wali Kota Jakarta Pusat, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Penataan Kota, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kebersihan. Sementara untuk keamanan, Dishub mengandeng Satuan Kepolisian Pamong Praja (Satpol PP), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisan RI (Polri). Selain itu, juga tampak Komando Rayon Militer (Koramil) Setia Budi. Rencananya, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat akan kembali mengawal pembongkaran reklame tak berizin pada Selasa pekan depan. Target berikutnya adalah pembongkaran reklame di antara dua JPO, yakni di JPO Gajah Mada atau Kramat. "Tergantung hasil evaluasi nanti," kata Harlem.(Far)

Polda Metro Jaya Siapkan 2800 Personil Amankan Unjuk Rasa

polisi8BERIMBANG.COM, Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan 2.800 personel untul mengamankan unjuk rasa Organisasi Keagaaman di sejumlah titik di Jakarta. Rencananya FPI akan menggelar unjuk rasa hari ini, Jumat 14 Oktober 2016.

Kepala bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, 2.800 personel yang diturunkan terbagi dalam 28 satuan tingkat Kompk(SSK). "Kami menyiapkan 28 SSK. Sewaktu-waktu bisa ditambah sesuai kekuatan massa," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat.

Awi mengimbau para pengunjuk rasa agar tetap menaati peraturan saat menyampaikan aspirasinya. "Kami berharap aturan dan koridor yang sudah jelas bisa ditaati," ujarnya. 

Polda Metro Jaya juga tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Namun hal itu masih beraifat situasional, tergantung kondisi di lapangan saat unjuk rasa berlangsung. 

"Kalau tidak cukup, besok atau lusa bisa dilakukan lagi. Demokrasi kan bisa dibicarakan," ujarnya menjelaskan. 

Rencananya, ada sekitar 5.000 orang yang akan ikut dalam injuk rasa ini. Mereka akan berkumpul di Masjid Istiqlal dan berniat long march ke Gedung Balai Kota DKI Jakarta. (Har)

Pesta Narkoba, Kapolresta Depok Grebek Kantor Damkar

0

479956_620

BERIMBANG.COM, Depok – Kapolresta Depok mengamankan oknum  tiga pegawai negeri sipil Kota Depok yang sedang menggelar pesta narkoba di Unit Pelayanan Teknis Terpadu Dinas Pemadam Kebakaran Cipayung, Rabu, 12 Oktober 2016. Kantor yang berada di Jalan TPA Kampung Benda Barat RT 5 RW 6, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, itu diduga kerap dipakai untuk berpesta narkoba. 

Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Putu Kholis mengatakan total tersangka empat orang dan tiga di antaranya PNS di Depok. Ketiga PNS tersebut adalah Musa Al Asyari, 43 tahun, Purwandi (37), dan Cucun (42). 

"Mereka ditangkap tadi malam pukul 23.00. Satu lagi karyawan swasta bernama M. Nur, usianya 41 tahun," kata Putu, Kamis, 13 Oktober 2016.

Keempat tersangka sedang berpesta sabu dan ganja saat digerebek. Adapun barang bukti yang ditemukan adalah 3 paket sabu ukuran hemat, 4 linting ganja, 1 bong, dan 1 korek api.

Putu mengatakan polisi mendapatkan informasi dari warga bahwa lokasi tersebut sering digunakan untuk berpesta narkoba. Setelah polisi melakukan pemantauan dan penggerebekan di lokasi, ditemukan mereka sedang berpesta narkoba.

"Mereka berpesta di lantai atas. Saat digeledah, Musa mengantongi ganja empat linting," ucapnya.

Keempat tersangka ditahan di Kepolisian Sektor Pancoran Mas. Hari ini, kata dia, keempat tersangka bakal menjalani tes urine. "Kami sayangkan PNS memberi contoh buruk dan berpesta narkoba di kantor mereka," ujarnya. (Far)

Gara – Gara Makelar Tanah, Pengusaha Ikan Muara Baru Protes Keputusan Menteri

546037_620

BERIMBANG.COM, Jakarta – Pengusaha ikan Muara Baru mogok kerja sejak Senin lalu. Mereka memprotes keputusan Menteri Keuangan menaikkan tarif sewa lahan di pelabuhan di Jakarta Utara itu menjadi Rp 61.500 per meter persegi mulai Agustus lalu.

Tarif ini hanya sekali naik pada 2013 menjadi Rp 41.318 per meter persegi dari tarif yang tak berubah sejak 1989 sebesar Rp 865 per meter. “Kami sudah mensosialisasikan tarif baru ini berkali-kali,” kata Sekretaris Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perindo) Agung Pamujo seperti dikutip Koran Tempo edisi 12 Oktober 2016. Perindo merupakan pemilik lahan tersebut.

Agung menduga penolakan pengusaha itu dipengaruhi makelar tanah. Selama ini, menurut dia, pengusaha ikan banyak yang mencari untung tambahan dengan menyewakan lagi tanah ke pihak lain dengan harga mahal. "Kami pernah mendengar ada penawaran Rp 1 juta per tahun. Padahal harga dari kami hanya Rp 60 ribu," kata Agung.

Dari 70 hektare lahan kawasan pelabuhan itu, 26 hektare di antaranya disewakan untuk 20 perusahaan perikanan swasta. Mulai dari perusahaan penyewaan ruang pendingin, industri pengolahan ikan, dan perusahaan ekspor-impor ikan. Dari jumlah itu hanya lima perusahaan yang menguasai sepertiga lahan di sana.

Sebanyak 15 pengusaha bahkan memiliki kavling yang diisi perusahaan lain dan sebagian kavling kosong menunggu penyewa baru. "Mereka tidak mengoptimalkan pemakaian lahannya karena mau disewakan ke pihak ketiga," kata Agung.

Setelah mogok itu, kawasan industri perikanan di Muara Baru sepi. Tak ada bongkar muat hasil laut seperti biasanya. Kapal nelayan juga terparkir di pelabuhan.

Akibat mogok pekerja dan pengusaha perikanan ini, Komisi Pangan Dewan Perwakilan Rakyat mengunjungi Muara Baru, kemarin. Wakil Ketua Komisi Daniel Johan dan anggota Ono Surono mendatangi direksi Perum Perikanan untuk meminta penjelasan. Salah satunya perihal makelar tanah tersebut. "Kenapa Perum Perindo tidak mengawasi peralihan penggunaan lahan ke pihak ketiga?" tanya Ono.

Direktur Usaha Pelabuhan dan Pengembangan Usaha Dendi Anggi Gumilang mengakui makelar tanah pengusaha bekerjasama dengan pejabat di perusahaannya. Soalnya, peralihan hak guna bangunan harus atas persetujuan direksi. "Kami mengakui ini kesalahan praktik zaman dulu. Makanya kami sekarang mau menata dengan baik," katanya.

Selain itu, kata Dendi, aturan direksi lama memperbolehkan sewa maksimal 30 tahun tanpa perpanjangan. Harusnya, menurut dia, sewa tanah diperpanjang setiap lima tahun sehingga harga bisa mengikuti perkembangan pasar.

Di depan Daniel dan Ono, Dendi meyakinkan kenaikan harga sewa akan memberantas makelar tanah dengan tak lagi menerbitkan hak guna bangunan baru. Agung menjelaskan kenaikan harga sewa lahan penting karena Perum memiliki rencana memperbarui kawasan Muara Baru. "Kalau uang sewanya hanya segini, untuk operasional saja tidak cukup," kata Agung.

Seharusnya, kata Agung, sewa lahan di kawasan itu adalah Rp 351 ribu per tahun. Ini sesuai aturan Menteri Keuangan bahwa sewa wajar tanah negara adalah 3,3 persen dari nilai aset. Untuk Muara Baru, berdasarkan aturan itu adalah Rp 241 ribu. Sedangkan berdasarkan penilaian lembaga appraisal adalah Rp 351 ribu.

Ketua Umum Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru Tachmid Ridiasto adalah satu pengusaha yang disebut Perindo sebagai makelar tanah. Ia menyewa lima kavling seluas 20.177 meter persegi sejak 1989. Hanya setengahnya yang digunakan untuk usaha. "Saya siapkan lahan untuk ekspansi pengolahan ikan," kata pemilik PT Indo Thai Fishery Value itu. "Apakah itu salah?"

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai kenaikan harga sewa wajar agar pelabuhan bisa untuk orang banyak. “Bukan lima atau sepuluh orang yang menguasai hampir 80 persen tanah negara," ujar dia. (Abd)