Rabu, April 29, 2026
Beranda blog Halaman 346

Urus BPJS Lama, Pemkot Depok Tanggung Biaya Persalinan Pasien RS Bunda Aliyah

BERIMBANG.COM, Depok – Seorang ibu yang bernama Leni Marlina Alamat di Kelurahan Kukusan, Beji Kota Depok meninggal dunia saat  melahirkan bayi di RS Bunda Aliya di jalan kartini  pada hari Selasa, 2 Januari 2018 pukul 21.00 WIB dan sampai sekarang bayi tersebut masih masih dalam perawatan di ruang NICU di RS dikarenakan pihak keluarga harus membuat kartu BPJS dengan biaya persalinan perkiraan sebesar 13 Juta dan belum termasuk biaya perawatan bayi sebesar 5 juta rupiah

" Kami diharuskan mengurus kartu BPJS sedangkan lama, bagaimana dapat megeluarkan anak saya bilamana saya terlalu mengurus BPJS, " terang Janik selaku suami pasien di RS  Bunda Aliya. Kamis ( 4/1/2018).

Sementara itu, Direktur Utama, Siti Khadijah dalam keterangan pers mengatakan membantah telah menahan bayi tetapi bayi masih dalam perawatan di ruang NICU untuk menjalani proses pemulihan.

" Alhamdulillah bayi sekarang ini dalam keadaan sehat dan masih dalam perawatan," ujar Siti.

Lanjutnya, terkait biaya pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Depok.

Hal yang sama dikatakan Kepada Dinas Kesehatan, dr Lies Karmawati, membenarkan biaya perawatan ibu dan anak ditanggung oleh Pemerintah Depok dari bantuan sosial.

" Ya, kami dari Pemkot memang ada bantuan sosial untuk membiayai pasien yang kurang mampu, asalkan memang betul – betul warga Depok," ucap Lies.( Iik).

Ada Dugaan Paksaan Terhadap Pembelian Lahan Garapan Milik Kementrian Keuangan Di Jasinga

BERIMBANG.COM, Bogor – Lahan seluas kurang lebih 500  Hektar di Desa Negrasari dan Cikopomayak Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor dijadikan jual beli lahan garapan dengan masing – masing Desa Negrasari seluas kurang lebih  280 Hektar sedangkan Desa Cikopomayak seluas kurang lebih 200 Hektar.

 Kavling lahan garapan untuk perumahan ( Foto :Ist )

Menurut  informasi dari beberapa sumber, lahan garapan milik Kementrian Keuangan c.q Direktorat Jenderal Kekayaan Negara ( DJKN) Propinsi Jawa Barat sudah melakukan pemberitahuan melalui surat Nomor : S – 647/ WKN.08/2017 Kepada pemilik garapan agar segera dilakukan pengosongan tanah dan bangunan tetapi pembebasan lahan dilakukan oleh oknum – oknum tertentu dengan melakukan pembayaran kepada pemilik lahan garapan yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani sebesar antar 1,500 rupiah sampai 4000 rupiah / meternya.

Oknum masyarakat yang membeli lahan garapan dari warga setempat di duga memanfaatkan surat dari Kementrian Keuangan perihal pengosongan lahan dan bangunan untuk kepentingan investor dalan meraup keuntungan yang sebesar-besarnya.

Selanjutnya dalam melakukan pembebasan terhadap warga setempat yang mempunyai garapan seakan – akan dipaksa untuk menjual lahan garapan kepada oknum tertentu dengan melakukan intimidasi karena lahan tersebut menurutnya akan segera dimanfaatkan untuk perumahan Departemen Pertahanan dan dijadikan lahan pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Cikopomayak, Muis ketika dikonfirmasi berimbang.com membenarkan bahwa ada seseorang memberikan surat dari DJKN Propinsi Jawa Barat perihal pengosongan lahan dan bangunan untuk segera melakukan pembebasan lahan garap yang dimiliki warga.

" Kami memang betul menerima surat tersebut tetapi saya lihat hanya foto copynya saja yang diberikan kepada kami seharusnya kami diberikan surat asli dari DJKN," ujar Muis di kantor Kepala Desa Cikopomayak. Selasa (2/1/2018).

Lanjutnya, Muis juga mendengar adanya penekanan dan intimidasi kepada warga pemilik garapan agar segera diambil alih garapan oleh oknum tertentu dengan harga murah sebagai dana kerohiman untuk warga.

" Lahan garapan tersebut memang tidak ada secara tertulis atau mengetahui dari aparat desa dan kamipun tidak tahu yang menggarap itu siapa saja, apakah dari warga sekitar atau dari wilayah lain, sedangkan yang kami tahu, lahan garapan di Desa Cikopomayak saja sudah sekitar 120 Hektar," terang Muis. ( Iik/ Ahmad ).

Tak Tahan Godaan Uang, 900 Kades Terjerat Korupsi Dana Desa

BERIMBANG COM, Depok –Sejak pertama kali digelontorkan pada 2015, Pemerintah sudah mengucurkan dana desa sebanyak Rp 127,74 triliun. Dana tersebut sudah diterima 74.910 desa dengan rincian pada 2015 sebesar Rp 20,76 triliun, 2016 Rp 49,98 dan 2017 Rp 60 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan setiap desa pada tahun pertama kira-kira dapat Rp 300 juta, tahun kedua Rp 600 juta, tahun ketiga Rp 800 jutaan.

Menurut Presiden Jokowi, dari sekitar 74.000 desa yang menerima Dana Desa, tahun ini ada kurang lebih 900 desa yang mempunyai masalah, kepala desanya ditangkap, karena menyelewengkan Dana Desa. Untuk itu, Jokowi meminta agar hati-hati menggunakan dana ini.

“Silakan dipakai untuk membangun infrastruktur silakan, jalan desa silakan, dipakai untuk embung silakan, dipakai untuk irigasi yang kecil-kecil silakan, dipakai untuk membendung sungai kecil silakan. Yang paling penting yang tidak boleh, hanya satu, jangan ada yang ngantongin untuk kepentingan pribadi, ini yang tidak boleh,” tegas Jokowi.

Salah satu contoh kasus ialah Kun Hidayat (KH), pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat sebagai kasi pemberdayaan masyarakat, di Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ditangkap tim saber pungli Polda Jatim. Kun diduga kuat telah melakukan pemotongan uang alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) di wilayah Kecamatan Kedundung.

Saat dilakukan penangkapan di halaman kantor Bank Jatim, cabang Sampang, Senin (5/12), tim saber pungli mengamankan uang sebesar Rp 1,5 miliar. Modus pungutan liar yang dilakukan tersangka adalah dengan melakukan pemotongan uang ADD dan DD, yang cair diperuntukkan 18 Desa di Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Seperti di Desa Kramat, uang cair seharusnya Rp 118,6 juta, tapi oleh tersangka dipotong dan hanya diberikan sebesar Rp 65 juta. Kemudian, Desa Nyeloh pencairan sebesar Rp 139,3 juta, hanya diberikan hanya Rp 21,2 juta.


Alasan tersangka ke desa, pemotongan itu diperuntukkan pembayaran pajak, pelatihan. Seharusnya tidak ada pemotongan, tapi itu dilakukan oleh tersangka, dengan untuk mencari keuntungan.

Selain itu, ada kejadian penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada lima tersangka dalam kasus suap Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan terkait penanganan perkara penyalahgunaan dana desa. KPK menetapkan Bupati Pamekasan, Achmad Syafii Yasin dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Rudi Indra Prasetya sebagai tersangka kasus suap senilai Rp 250 juta.

Suap tersebut bertujuan untuk menghentikan penyelidikan serta penyidikan oleh Kejaksaan Negeri dalam kasus korupsi proyek infrastruktur. Proyek senilai Rp 100 juta tersebut menggunakan dana desa. KPK juga menetapkan Kepala Inspektorat Kabupaten Pamekasan, Sucipto Utomo, Kepala Desa Dasuk Agus Mulyadi dan Kepala Bagian Administrasi Inspektorat Kabupaten Pamekasan Noer Solehhoddin sebagai tersangka dalam kasus yang sama.


Akan tetapi, tak semua kepala daerah senang wilayahnya mendapatkan jatah dana tersebut. Sebagian dari mereka justru resah menggunakan dana tersebut karena takut berurusan dengan hukum.

Seperti 97 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sidoarjo. Mereka takut dalam membelanjakan, membangun maupun mengelola keuangan desa yang ada hingga akhirnya memilih meminta pengawalan dan pengamanan pengelolaan keuangan desa dengan pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Kewenangan desa untuk mengelola dana Rp 1 miliar dinilai oleh peneliti Pusat Kajian Anti korupsi (Pukat) UGM, Hifdzil Alim, membuat perangkat desa gagap. Sebab, sejauh ini belum banyak desa yang memiliki rekam jejak dalam mengelola dana dengan jumlah yang besar.


Besarnya kucuran dana desa membuat KPK punya tugas besar mengawasinya. Semakin besar dananya, semakin besar pula kemungkinan penyalahgunaannya.

“Kamu bayangkan, Rp 120 triliun itu bisa bikin apa? 120 km MRT tuh, Rp 1 triliun 1 km. besar sekali. Makanya KPK memperhatikan betul,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

KPK memberikan wejangan kepada para kepala desa sebagai salah satu cara agar penggunaan dana desa tidak disalahgunakan. Terpenting, kata Saut, penggunaannya dilakukan dengan transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya bakal lebih mengetatkan sistem pengawasan penyaluran dan penggunaan dana desa agar dapat lebih dirasakan manfaatnya. Selain itu, pemerintah akan menyederhanakan sistem pelaporan penggunaan dana desa agar tidak malah menjadi rumit dan justru memberatkan masyarakat.

“Kita juga akan lakukan simplifikasi pelaporan dana desa. Pelaporan yang berkali-kali juga tidak menghasilkan output yang baik atau kinerja yang baik juga,” kata Sri Mulyani. (ARN)

Sumber: Merdeka

Pengamanan Malam Tahun Baru, Polsek Cijeruk -Cigombong Dibantu Ormas Laskar Dewa

0

BERIMBANG.COM, Bogor – Situasi malam pergantian Tahun, jalur lalu – lintas di wilayah Cijeruk – Cigombong hingga saat ini terpantau cukup lancar. Dalam melaksanakan pengamanan malam tahun baru ini, Anggota Polsek Cijeruk- Cigombong dibantu oleh aparat Koramil Cijeruk – Cigombong, Satpol PP Kecamatan, Ormas Laskar Dewa, dan Ormas Banser. Giat pengamanan diawali dengan apel siaga pada pukul 20.00 Wib. Hal itu dikatakan Kanit Lantas Polsek Cijeruk-Cigombong, Iptu Ma'ruf, minggu (31/12/17) malam.

Ma'ruf menerangkan, Situasi jalur saat ini wilayah Cigombong mulai dari perbatasan Sukabumi sampai perbatasan Caringin lancar, kedua arah kecepatan lalu lintas rata – rata mencapai 40 hingga 50 km/jam.

"Situasi jalur pada malam ini cukup lancar, untuk sementara ini tidak ada titik-titik yang menimbulkan kemacetan. Jadi pengamanan dipusatkan di Pos Pengamanan yang berlokasi depan Hotel Lido Resort wilayah Cigombong," terangnya.

Ditempat yang sama, Sekjen Ormas Laskar Dewa, Dadang DKH mengatakan, Ormas Laskar Dewa ikut serta dalam pengamanan penggantian  tahun baru sejak dua hari sebelumnya.

"Kita Ormas Laskar Dewa sudah melibatkan diri dalam pengamanan selama dua hari, pengamanan ini langsung diperintahkan oleh Ketua Dewan Pembina Laskar Dewa, Gus Fauzi Ali Hanafi. Yang diutamakan dalam pengamanan, Anggota Satgas sebanyak 20 orang. Apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk kerja sama dengan aparat yang berada  diwilayah setempat," ujarnya. (Na/ Wan)

Farhat Abas Silaturahmi Ke Tokoh Masyarakat Desa Wates Jaya

0

BERIMBANG.COM, Bogor- Pengacara Kondang, Farhat Abbas kunjungi kediaman Tokoh Kabupaten Bogor, Gus Fauzi Ali Hanafi yang juga Ketua Dewan Pembina Laskar Demokrasi Warga (Laskar Dewa) yang bertempat di Kampung Pasirkuda, Rt 02 Rw 03, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jumat ( 29/12/17) malam. Kedatangan Farhat Abbas disambut baik oleh Ketua Dewan Pembina Laskar Dewa, Gus Fauzi Ali Hanafi, Sekjen Laskar Dewa Dadang Dkh, Bendahara Umum Laskar Dewa, Asep Supriadi, beserta jajaran DPP Laskar Dewa.

Menurut Ketua Dewan Pembina Laskar Dewa, Gus Fauzi Ali Hanafi, Silaturahmi merupakan salah satu anjuran Rasulullah SAW. Karena dalam silaturahmi banyak terkandung berbagai hikmah.

"Dari sini terlihat jelas, betapa pentingnya menyambung tali silaturahmi dan memperkuat nilai persaudaraan kita sebagai manusia, sehingga meningkatkan rasa kebersamaan dan mempererat persahabatan," ucapnya.

Sementara itu, Farhat menyampaikan,  kedatangannya hanya silaturahmi dan ramah tamah kepada teman teman Laskar Dewa dan sekaligus meminta petunjuk dari Dewan Pembina Laskar Dewa.

" Saya kesini hanya silaturahmi ketempat kediamannya orang tua saya, Gus Fauzi Ali Hanafi, selaku tokoh yang dikenal dari semua kalangan masyarakat, sekaligus meminta petunjuk dari segi pengalaman beliau selama ini," ujarnya. (Na)

Pemdes Tugu Jaya Adakan Isbat Nikah Masal Gratis

0

BERIMBANG.COM, Bogor-Pemerintah Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cgombong gelar Isbat Nikah Masal gratis bagi 54 pasangan pengantin yang belum memilik Akte Nikah, jumat (29/12/17) bertempat di Aula Kantor Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Acara Isbat Nikah tersebut di hadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Hj. Ade Munawaroh, Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Edwin Sumarga, Camat Cigombong Basrowi, serta dari Pengadilan Agama, 

Menurut Sugandi Sigit,  Kepala Desa Tugu Jaya, tujuan dari isbat nikah masal ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, karena dirinya merasa prihatin dengan banyaknya warga yang belum memiliki akte nikah.

"Banyaknya warga yang belum memiliki akte nikah, saya sebagai Kepala Desa sangat prihatin, sehingga kita adakan Isbat Nikah gratis ini, karena begitu pentingnya akte nikah untuk persyaratan pengurusan berbagai macam adminitrasi," ujarnya.

Awalnya kita adakan perekaman e-ktp dan pembuatan akte kelahiran secara masal, disitulah kita mengetahui banyaknya warga yang belum memiliki akte nikah. Bentuk pedulinya kami, pemerintah Desa Tugu Jaya terhadap warga, maka kami bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama Kecamatan Cigombong untuk mengadakan program isbat nikah secara masal.

"Diadakannya isbat nikah ini, kita bekerja sama dengan kantor urusan agam, sehingga banyak masyarakat yang mendaftar sekitar ratusan pasangan, namun karena jumlah yang terbatas kami hanya baru bisa menerima 54 pasangan, di tambah dari desa lain sebanyak 18 pasang. Insha Allah Kedepanya program ini akan menjadi program tahunan desa tugu jaya," pungkasnya. (Na)

DPP Ormas Laskar Dewa Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

0

BERIMBANG.COM, Bogor-Organisasi Massa (Ormas) Laskar Demokrasi Warga (Laskar Dewa), gelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, dihalaman Kontor Sekertariat Laskar Dewa, yang bertempat di Kampung Lengis, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kamis (28/12/17) malam

Peringatan Maulid Nabi  Muhammad SAW, diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Dewa dan dihadiri, Ketua Dewan Pembina Laskar Dewa, Gus Fauzi Ali Hanafi, Para Pengurus serta Anggota Laskar Dewa, Kapolsek Cijeruk, Danramil Cijeruk, perwakilan pemerintah Kecamatan Cijeruk- Cigombong, Babinsa, Babinmas, sejumlah Kepala Desa, para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat setempat serta para tamu undangan.

Nabi Besar Muhammad SAW merupakan Nabi Akhir Zaman yang harus menjadi panutan bagi umat muslim di seluruh dunia. Dari sisi kepemimpinannya, kebijaksanaannya, kearifannya, kesabarannya dan berbagai sisi baik lainnya. Hal itu juga menurutnya yang mendasari Visi dan Misi hadirnya Laskar Dewa yang berada ditengah masyarakat. 

"Salah satu dasar dari Visi dan Misi kami Keluarga Besar Laskar Dewa hadir ditengah masyarakat adalah meneladani akan kemuliaan sikap, prilaku dari jungjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami hadir untuk membangun mental serta spiritual bangsa bersama masyarakat," ujar Ketua Umum Laskar Dewa, Henky Hedo saat sambutannya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an, sambutan dari Muspika dan Ketua Umum Laskar Dewa, serta pencerahan rokhani yang disampaikan oleh sejumlah ulama dan Habaib Umar Bin Shahab dari Taman Sari. Selain itu, acara dimeriahkan juga dengan penampilan rampak gendang dan seni bela diri pencak silat. (Na/Wan)

Penempatan Kabel PLN Dikeluhkan

BERIMBANG.COM, DEPOK- Sekitar 1650 meter ruas jalan yang ada di wilayah Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, sedang dilakukan pekerjaan pembangunan dan penempatan jaringan kabel TM 20 kV milik PT PLN. Sayangnya, kegiatan itu jadi keluhan para pengendara dan warga.

Disepanjang jalan terdapat gundukan tanah galian dan membuat jalan di wilayah sekitar pekerjaan jadi berdebu dari ceceran tanah galian.

"Sepanjang jalan ini jadi sering berdebu dan licin saat hujan karena tumpukan galian tanah yang ada disepanjang jalan,", keluh warga Jatijajar, Anto Minggu,(24/12)

Menurutnya, sejak ada pekerjaan galian kabel, jalan itu jadi sering macet karena tiap beberapa meter, ada gundukan dan tumpukan karung berisi tanah galian.

"Harusnya ada orang dari PLN yang ditempatkan untuk mengatur lalulintas karena selain tidak lebar, jalan itu termasuk jalur ramai dilintasi kendaraan.", katanya. 

Sementara dikatakan Adit, tumpukan dan ceceran tanah menjadikan kondisi jalan licin. Kondisi itu bisa membahayakan pengendara roda dua.

"Saat hujan, kondisi jalan jadi licin dan rawan untuk pengendara roda dua. Apa lagi kalau yang melintasi jalan beton dengan tanah seperti itu masih tergolong anak-anak," katanya yang juga jadi warga Jatijajar. 

Sekitar satu minggu lalu aktifitas kerja galian tanah itu sudah berjalan. Selama itu juga halaman depan rumah warga sekitar jalur galian jadi kerap dipenuhi debu dan dikeluhkan para ibu rumah tangga.

"Debu dari tanah galiannya jadi sering masuk dalam rumah dan bahayakan kesehatan anak – anak saya juga soalnya. Apa lagi besok sudah hari Natal, jalan dan debu bisa sama padatnya", keluh seorang ibu rumah tangga, Lamria Hutabarat.

Kesempatan terpisah, salah seorang pekerja dari pihak perusahan, Mustaqim mengatakan jauh hari sebelumnya sudah ada pemberitahuan tentang pelaksanaan pekerjaan pemasangan kabel dari PLN ini. 

"Surat pemberitahuan pada Lurah, LPM, RT/RW bahkan ijin dari Pemda sudah ada sejak akhir November kemarin,", jelasnya.

Karena jalanya sempit, Mustaqim mengaku pekerjaan sepanjang 1650 meter jadi ada kendala dengan penempatan lokasi tumpukan karung berisi galian tanah. "Memang, kalau kendalanya karena badan jalan yang tidak lebar dan mepet rumah warga. Galian dan tumpukan karung tanah jadi ada yang di jalan ini,", katanya.

Sesuai peraturan, antara lain, UU No 38 tentang Jalan, Peraturan Pemerintah No 34 tentang Jalan, Perda No 16 tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, dan Perda No 13 tahun 2013 tentang Ijin Mendirikan Bangunan, dimungkinkan adanya pelanggaran saat aktifitas pekerjaan berlangsung mengingat pelaksanaan kerja galian, pemasangan, perbaikan jaringan kabel dari PLN telah menganggu ketertiban umum. (Ko)

Ribuan Buruh Gelaŕ Aksi Demo Di Alun – Alun Sukabumi

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Ribuan buruh di Sukabumi Tadi pagi menggelar aksi demo di alun alun Kota Sukabumi, Kamis (21/12/2017).

Seruan Aksi ini merupakan aksi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SPSI) yang merupakan gabungan buruh dari beberapa Perusahaan di sukabumi diantaranya salah satunya PT Youngjin,GSI 1 dan GSI 2,dll,

Sejak  tadi ribuan buruh dari beberapa Perusahaan berkumpul dan terpusat di alun alun Kota sukabumi Depan pendopo balaikota.

Para Buruh menyerukan, menentang dan menolak Upah Padat Karya yang menurut mereka selama ini telah merugikan kaum buruh.

Buruh menuntut Upah Minimum Sektoral UMSK ditahun 2018 bisa ditetapkan di Sukabumi, dan buruh menuntut UMSK  merupakan harga mati di Sukabumi.

Menurut mereka, UMSK Sudah 5 tahun ditetapkan, namun UMSK tidak dijalankan di kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya aksi ini telah dilakukan sejak 3 tahun terakhir, semua buruh meminta Bupati untuk segera membentuk dewan pengupahan dan mengesahkan UMKS bagi buruh ditahun 2018.

Seruan Aksi ini diperkirakan dihadiri kurang lebih 6000 peserta dari perwakilan berbagai perusahan garment ,sebelumnya buruh mengajukan surat aksi demo yang akan diikuti sekiatar 10.000 buruh dalam aksinya.( Yosep )

Aparat Gabungan Amankan Eksekusi Lahan Pembangunan Tol Bocimi

BERIMBANG.COM –  Bogor – Jajaran Pengamanan Gabungan TNI,Sat Pol PP dan Polresta Bogor Kota Mengamankan pelaksanaan Exsekusi bidang Tanah di Lahan Pembangunan Tol Bocimi(Bogor,Ciawi,Sukabumi) Kamis(21/12/2017) 06.30 Wib.

Exsecusi berlangsung pada hari Kamis , 21 Desember 2017. Pkul 06.30 Wib s/d pukul 10,30 Wib , bertempat di Kmp  Bojong kaler Rt. 04/04 Kel. Bojong Kerta Kec. Bogor Selatan

Telah dilaksanakan Pengamanan pelaksanaan Eksekusi yang dilakukan Juru sita dari PN Bogor dengan Enam Objek sebagai berikut,

1. Sebidang Tanah Seluas 315 M2 dan Bangunan diatasnya ats nama termohon NANA TRIANA yang terletak terletak di Ds. Bojong kaler Rt. 04/04 Kel. Bojong Kerta Kec. Bogor Selatan
2. Sebidang Tanah Seluas 909 M2 dan Tananaman diatasnya
3. Sebidang Tanah Seluas 570 M2 dan Tananaman diatasnya
4. Sebidang Tanah Seluas 428 M2 dan Tananaman diatasnya
5. Sebidang Tanah Seluas 998 M2 dan Tananaman diatasnya yang semuanya atas nama termohon Ny. GANDES WATI
6. Sebidang Tanah Seluas 173 M2 dan Tananaman diatasnya atas nama termohon LUKMAN HAKIM
( Tanah Atas Nama Termohon Ny. Gandes Wati dan Lukman Hakim berada di Kp. Setubeureum Kel. Bojongkerta Kec. Bogor Selatan dimana Ny. Gendes wati dan Lukman hakim merupakan suami Istri)

Sebelum menuju lokasi tempat exsekusi lahan Pada Pukul 06.35 wib (21/12 ) telah dilaksanakan Apel kesiapan Pengamanan Pelaksanaan Eksekusi yang dipimpin oleh Kapolresta Bogor Kota Kombesa Pol Ulung Sampurna Jaya . S.IK. MH yang diikuti oleh 250 Personil gabungan Polresta Bogor Kota serta Personil Gabungan dari TNI, Denpom dan satpol PP Kota Bogor Dengan pengambil apel Kabag Ops Polresta Bogor Kota, arahan apel sebagai berikut : :

1. Bahwa jajaran TNI-Polri berikut stake holder yg hadir dlm pelaksanaan Apel hari ini dlm rangka memberikan pendampingan Keamanan kpd pihak Eksekutor (PN) dlm rangka pengamanan eksekusi pengosongan atas lahan.
2. Pada saat pelaksanaan dilapangan kita tdk boleh underestimate namun hrs senantiasa overestimate dgn melakukan perkiraan terburuk tethadap apa yg akan terjadi dilapangan.
3. kita melakukan upaya pengamanan yg cukup dengan melibatkan dari TNI dan Sat Pol PP
4. Formasi pengamanan Yg terdepan adalah Sat Pol PP, kemudian jajaran dalmas, dan rekan2 dari TNI. Untuk pam tup (Reskrim & Intel) berada di samping kanan & kiri sat pol PP.  Sekitar pukul 07.10 wib dilaksanakan Pembacaan Penetapan eksekusi dilokasi pertama Tanah milik Ny. Nana Triana oleh Petugas Juru Sita Pengadilan Negeri Kota Bogor yang dibacakan oleh bpk. Hermann (juru sita) dgn Penetapan Eksekusi nomor : 31/Pdt/Eks/2017/PN.Bgr.jo.Nomor:12/Pdt.P/Cons/2016/PN.Bgr. selepas pembacaan Berita Acara oleh Juru Sita dilakukan Pengerukan Tanah objek eksekusi dengan menggunakan eskavator.

Dan sekitar pukul 07.12 wib dilaksanakan Pembacaan Penetapan eksekusi dilokasi kedua Tanah milik Lulman Hakim dan Gandeswati oleh Petugas Juru Sita Pengadilan Negeri Kota Bogor yang dibacakan oleh bpk. Djarot Pangestu (juru sita) dgn Penetapan Eksekusi nomor : 32/Pdt/Eks/2017/PN.Bgr.jo.Nomor:13/Pdt.P/Cons/2016/PN.Bgr milik Gamdeswati dan penetapan eksekusi nomor : 33/Pdt/Eks/2017/PN.Bgr.jo.Nomor:14/Pdt.P/Cons/2016/PN. selepas pembacaan Berita Acara oleh Juru Sita dilakukan Pengerukan Tanah objek eksekusi dengan menggunakan eskavator.

Pada pukul 11.00 Wib, kegiatan Eksekusi lahan selesai, selanjutnya dilakukan apel konsolidasi di lokasi semula, yang dipimpin oleh Kapolsek Bogor Selatan, selama kegiatan Eksekusi berlangsung dengan Kondusip.( yosep/santo)