Beranda blog Halaman 267

Kementan: Hewan Kesayangan Tidak Menularkan COVID-19

0

BERIMBANG.com Jakarta – Menyikapai pemberitaan dan informasi yang beredar di masyarakat tentang potensi penularan COVID-19 dari hewan ke manusia,

Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukan bahwa hewan, khususnya hewan kesayangan sebagai sumber penularan COVID-19.

“Sudah ditegaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), bahwa penyebaran COVID-19 terjadi dari manusia ke manusia dan belum ada bukti yang kuat bahwa hewan dapat menyebarkan penyakit ini,” jelas I Ketut Diarmita, Dirjen PKH Kementan, Kamis, 12/03/2020.

Oleh karena itu, Ia berpesan agar masyarakat tidak khawatir untuk memelihara hewan kesayangan seperti kucing dan anjing, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kesejahteraan hewan, seperti membuang atau menerlantarkan hewan kesayangannya.

Ketut juga meminta agar masyarakat terus menjaga kesehatan hewan miliknya dengan memastikan penyediaan pakan dan minum yang sehat serta mencukupi, termasuk memastikan kesehatannya dengan berkonsultasi ke petugas kesehatan hewan.

“Saat menangani hewan, pastikan mencuci tangan dengan air menggunakan sabun sebelum dan setelah kontak dengan hewan,” pesannya.

Hal tersebut penting menurutnya, sebagai bagian dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pernyataan Ketut tersebut diamini oleh Tri Sayta Putri Naipospos, Ketua Komisi Ahli Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Karantina Hewan.

Menurutnya berdasarkan laporan dari otoritas pemerintah yang membidangi kesehatan hewan di Hongkong, telah ditemukan kasus positif lemah pada anjing milik pasien positif COVID-19, dan anjing tersebut tidak menunjukan gejala sakit.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada bukti penularan COVID-19 dari hewan ke manusia.

“Penularan COVID-19 saat ini terjadi dari manusia ke manusia, fakta awal yang menunjukkan keterkaitan dengan satwa liar, dalam hal ini kelelawar masih dalam penelitian lebih lanjut,” tegasnya.

Informasi yang sama juga disampaikan oleh NLP Indi Dharmayanti, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), Kementan yang menyampaikan juga bahwa masih perlu waktu untuk memastikan apakah virus penyebab COVID-19 (SARS CoV2) berasal dari hewan dan kemudian menulari manusia (bersifat zoonosis).

Ia membeberkan bahwa BBLitvet telah bekerjasama dengan Ditjen PKH dan dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan Depok dalam memeriksa 13 sampel dari 2 anjing dan 1 kelinci milik pasien positif COVID-19 di Depok, dan hasilnya menunjukkan hasil negatif pada bebeberapa kali pemeriksaan.

“Dari beberapa publikasi, memang terdapat data yang menunjukan bahwa virus penyebab COVID-19 mempunyai kedekatan genetik dengan virus yang terdapat pada kelelawar. Namun masih perlu studi lebih lanjut untuk memastikan perannya dalam penularan,” tambahnya.

Ia menegaskan sekali lagi bahwa penularan antar manusia merupakan rute utama penyebaran, namun penelitian di hulu (pada hewan) terkait potensi zoonosis tetap perlu dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan untuk masa yang akan datang.

Mengakhiri pernyataannya, Dirjen PKH menegaskan bahwa situasi COVID-19 berkembang dengan cepat dan infomasi terus bertambah berdasarkan hasil kajian yang dilakukan di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Sebagai bentuk kewaspadaan, tambahnya, Kementan bersama Kemenkes dan KLHK dengan dukungan FAO telah melakukan surveilans triangulasi untuk memonitor peredaran berbagai virus terutama di hewan domestik dan satwa liar, serta kaitannya dengan manusia.

“Apabila ada data/informasi terbaru terkait COVID-19 dari aspek kesehatan hewan, kita akan segera sampaikan ke masyarakat,” pungkas Ketut.

(PBI/Red)

Mantapkan Persiapan Rakernas, PPWI Gelar Rapat Khusus

0

BERIMBANG.com Jakarta – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengagendakan, bakal menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PPWI tahun 2020.

Kegiatan yang akan menghadirkan 300 orang pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia ini akan digelar di Gedung Nusantara V komplek Parlemen DPR/MPR, pada 4-5 April 2020 mendatang.

Untuk memantapkan persiapan pelaksanaan Rakernas dimaksud. Pengurus Nasional PPWI mengundang segenap panitia pelaksana dalam sebuah rapat khusus bertempat di Gora Cafe Sarinah, Jakarta, Rabu (11/03/2020).

Pada rapat ini dibahas secara serius terkait persiapan teknis untuk kelancaran pelaksanaan acara Rakernas PPWI tahun 2020.

Wilson Lalengke selaku Ketua Umum PPWI menyatakan bahwa Rakernas PPWI yang akan dilaksanakan nanti diagendakan membahas dan mencari solusi tentang 3 masalah pokok Bangsa Indonesia yakni: Pembudayaan Ideologi, Ketahanan Pangan, dan Bahaya Narkoba.

“Penting kiranya kita sebagai anak bangsa untuk ikut dapat bekerja sama dan melakukan karya nyata untuk bersama sama mencari solusi agar bangsa Indonesia bisa membudayakan ideologi Pancasila dalam keseharian,”

“ikut bekerja sama dalam membangun ketahanan pangan, dan aktif dalam peran kita sebagai pewarta warga untuk meningkatkan kewaspadaan bersama akan bahaya narkoba” ujar Ketum PPWI Wilson Lalengke.

Pada rapat yang sama, Sekjen PPWI yang juga merupakan Senator DPD asal Aceh, H. Fachrul Razi menyatakan bahwa Rakernas nanti akan menghadirkan pembicara para Tokoh Nasional.

Juga Rakernas ini akan dihadiri oleh para pengurus dan perwakilan anggota PPWI dari seluruh daerah di Indonesia.

“Penting untuk PPWI menunjukkan kiprah kita sebagai organisasi pewarta warga, rakernas nanti akan menghadirkan sejumlah tokoh Nasional untuk menyampaikan gagasannya,” ujar Fachrul Razi.

Para pejabat tingkat nasional yang akan diundang memberikan arahannya antara lain Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

Selain itu, panitia juga akan menghadirkan para pembicara ahli di bidang media dan publikasi, manajemen organisasi, dan entrepreneurship.

Selain Ketua Umum dan Sekjen PPWI, tampak hadir juga dalam rapat kali ini beberapa pimpinan PPWI Nasional, Mung Pujanarko, Danny Siagian, dan Winarsih;

Serta penasehat Hukum PPWI Dolfie Rompas, Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Yusron Fuadi dan belasan aktivis PPWI di seputaran Jabodetabek.

(MUNG/Red)

Bulan Panutan Pajak Daerah 2020, Bupati Bogor Ajak Taat Bayar Pajak

0

BERIMBANG.com Bogor – Bupati Bogor mencanangkan Bulan Panutan Pajak Daerah Tahun 2020, Selasa (10/03/2020) di Audiotrium Bappenda Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor setiap tahunnya.

Bupati Bogor, Ade Yasin menguraikan dihadapan Wakil Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, jajaran Forkopimda, Kepala Bappenda Jawa Barat.

Bahwa Pemerintah Daerah memiliki tugas dan fungsi yang cukup berat dalam penyelenggaraan otonomi daerah,

Antara lain pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah serta peningkatan daya saing daerah,

mengisyaratkan pembangunan yang masif menandingi laju pencapaian pembangunan di tingkat Jawa Barat maupun Nasional,

yang tentunya membutuhkan sumber pendanaan yang kuat, salah satu sumber pendanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD),

dan hingga saat ini pajak daerah merupakan  komponen PAD terbesar yang setiap tahunnya berkontribusi lebih dari 67.78% terhadap PAD Kabupaten Bogor.

“oleh karena itu, bersamaan dengan pencanangan ‘bulan panutan pajak’, saya minta agar kita semua, terutama tokoh masyarakat, pejabat pemerintah serta seluruh aparatur sipil negara dapat memberikan contoh dan teladan yang baik dalam  membayar pajak,” ajak Ade.

Bupati bersama seluruh jajaran Kabupaten Bogor membayar pajak bumi dan bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2), pajak kendaraan bermotor serta mengisi dan melaporkan SPT tahunan.

Kiranya ini dapat segera diiikuti oleh para ASN agar menjadi contoh dan memotivasi masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu

dan mendukung Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kabupaten Bogor.

Selain itu Bupati menjelaskan berkenaan dengan upaya penegakan peraturan perpajakan, beberapa waktu lalu,

Pemerintah Kabupaten Bogor telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Negeri Wilayah Kabupaten Bogor,

yang isinya tentang pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum dan/atau tindakan hukum lain dibidang perdata dan tata usaha negara.

Kesepakatan ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Bappenda Kabupaten Bogor dengan Kejari Kabupaten Bogor.

“Kegiatan pencanangan bulan panutan pajak ini juga akan diisi rangkaian sosialisasi beberapa peraturan bupati terkait kebijakan PBB P2,”

“Program zona integritas taat pajak kendaraan bermotor (zonita pamor), pengisian SPT tahunan melalui e-filing,”

“serta pemberian piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang telah membantu pemerintah kabupaten bogor dalam meningkatkan pendapatan daerah,” terang Ade.

Pesan Bupati Bogor ke bappenda agar meningkatkan terus kapasitas SDM, jaga integritas, sinergi dengan mitra kerja,

serta bangun koordinasi tim yang solid, tingkatkan fasilitas untuk mendukung keterjangkauan (outreach) Bappenda dalam mengumpulkan pendapatan daerah,

Mengingat luasnya cakupan wilayah kerja Bappenda Kabupaten bogor, kelola dengan baik infrastruktur dan prasarana untuk mencapai target dengan memaksimalkan sistem yang telah terkoneksi,

“Lakukan terus inovasi dan terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah kabupaten bogor,” urai Ade Yasin.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Bongkar Home Industri, Polres Bogor Amankan Pelaku Dan 5 Kilo Tembakau Gorila

0

BERIMBANG.com Bogor – Industri rumahan (Home Industri) yang memproduksi Narkoba jenis tembakau sintetis atau gorila, berhasil dibongkar Kepolisian Resort (Polres) Bogor,

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam, mendampingi Kapolres AKBP Roland Ronaldy menjelaskan di Mapolres Bogor, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (10/03/2020).

Andri mengatakan ada 2 pelaku berinisial A, dan D, serta barang bukti 5 kilogram tembakau sintetis siap edar yang telah disita.

“Setelah ditelusuri ternyata dipasok dari sebuah home industri kawasan Jati Sampurna, Bekasi,” ujar Andri, “Saat itu juga kita lakukan penggerebekan,”

Hasil pengembangan, lanjutnya, terungkap salah satu pengedar yang melibatkan anak di bawah umur,

Kinerja Polres Bogor dalam kurun waktu 12 hari sejak 22 Februari hingga 5 Maret, pihaknya berhasil meringkus 12 tersangka lainnya.

“Di antara tersangka tersebut mayoritas sebagai produsen home industri, pengedar dan bandar dari 13 kasus,” terang Andri.

Dari 13 kasus itu peredaran gelap narkotika langka jenis key, magic drug dan ketamine, kata dia, yang paling menonjol adalah home industri gorila,

“Selain 5,022 kilogram tembakau sintetis, barang bukti dari 14 tersangka ini kita menyita sabu 507 gram, 210 tramadol, trihexphenidyl 588 butir dan 514 butir hexymer,” ungkapnya.

Selain kasus Narkoba, lanjut dia, salah satu tersangka ada yang terlibat dalam jaringan kejahatan curanmor bersenjata api di 60 TKP di Kabupaten Bogor.

Pihaknya juga menyita satu buah golok dan satu pucuk senjata api rakitan jenis SNW.

“Bahkan, salah satunya berhasil dilumpuhkan karena melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap petugas,” ungkapnya.

“Peredaran sabu serta farmasi tanpa izin atau obat keras masih mendominasi,” katanya.

Pelaku edar farmasi tanpa izin juga dikenakan dengan pasal 196 dan atau pasal 197 UU No. 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda minimal Rp1,5 miliar.

“Para pelaku akan dijerat pasal 113, 114, 111, 112 UU No. 35/2009 narkotika juncto Permenkes No. 44/2019 dengan ancaman hukuman minimal delapan tahun penjara dan maksimal tahun penjara,” pungkasnya.

(TYr)

Panca Karsa Bukan Hanya Salam, Bupati Bogor: Kegiatannya itu-itu saja

0

BERIMBANG.com Bogor– Dalam membangun Kabupaten Bogor butuh sinergi antar semua pihak, hal tersebut dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin saat membuka Sosialisasi Paket Regulasi tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Gelar dilaksanakan di Aston Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Senin (09/03/2020).

“Membangun sebuah daerah butuh sinergi semua pihak, para kepala dinas dan camat pun harus bersinergi dengan baik, tidak boleh ada lagi ego dari masing-masing pihak. Kita ini pelayan masyarakat, kita bekerja untuk masyarakat dan membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju kedepannya,” kata Ade Yasin.

Ade menekankan, sinergi dan komunikasi harus ditingkatkan. “Setiap dinas itu kan punya program, saya ingin program-program yang dimiliki oleh masing-masing dinas bersinergi dengan dinas lain.”

“Yang paling penting juga jangan kegiatan yang sudah biasa setiap tahun dilaksanakan, dimunculkan kembali. Kegiatannya itu-itu saja, pesertanya pun itu lagi,.. itu lagi,.. tidak efisien dan membuang-buang waktu, tenaga dan biasa, kita harus coba mulai berbenah dan lebih maju lagi,” tegas Ade.

Lebih lanjut ia pun menambahkan, slogan Panca Karsa bukan hanya untuk salam saja, tapi kita semua harus mengimplementasikan Panca Karsa itu sendiri.

“Ketika para pejabat salam panca karsa saya sama sekali tidak bangga, karena saya ingin panca karsa bukan hanya menjadi slogan atau salam saja, yang terpenting kita semua disini mampu mengimplementasikan panca karsa itu sendiri.”

“Mulai dari karsa bogor membangun, karsa bogor cerdas, karsa bogor sehat, karsa bogor maju dan karsa bogor berkeadaban, semuanya itu harus dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Acara sosialisasi paket regulasi tentang pengelolaan keuangan daerah ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, para Kepala Perangkat Daerah, para Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), seluruh Camat se-Kabupaten Bogor dan BUMD.

(Derima/Parman/Humas Diskominfo Kab. Bogor)

Sambut Kedatangan FIFA, Bupati Bogor: Kita serius

0

BERIMBANG.com Bogor – Bupati Bogor Ade Yasin memastikan, setelah PSSI melakukan tinjauan awal pekan ini, FIFA bakal datang ke Indonesia, untuk melihat kesiapan stadion-stadion yang jadi venue perhelatan dua tahun sekali itu. Termasuk ke Kabupaten Bogor.

“FIFA enggak ngurungkan niatnya datang ke Indonesia. Insya Allah rencana ke Jakarta itu 10 Maret. Ke Bogor sekitar tanggal 15 Maret. Udah fiks lah itu nggak keganggu Corona,” katanya, di Pendopo Bupati Cibinong, Jumat (06/03/2020).

Rapat persiapan kedatangan FIFA dengan dinas-dinas terkait itu, sambung dia, merupakan bentuk keseriusan Pemkab Bogor menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia tingkat junior itu.

Ia mengatakan hal itu saat PSSI datang ke Stadion Pakansari, awal pekan ini. Maka, perbaikan teknis lapangan hingga fasilitas dan infrastruktur akan dipenuhi.

“Kita serius, sangat serius untuk jadi tuan rumah World Cup ini,” tegasnya.

Lanjut Ade Yasin, kunjungan akan didahului ke Ibukota Jakarta terlebih dahulu sebelum ke Kabupaten Bogor.

Sebab, kata dia, beberapa pemangku kebijakan nasional dipastikan bakal melewati serangkaian agenda rapat. Termasuk dengan Presiden RI Joko Widodo.

“Jadi saat mereka kesini, saya ingin saat mereka tanya, semua harus sudah siap. Termasuk kondisi lapangan, kesiapan lingkungan  Stadion Pakansari juga,”

“Karena semua lapangan penunjang ada di Pakansari, satu lagi di Stadion Persikabo. Untuk Stadion Pajajaran jadi lapangan latihan nggak jadi karena dianggap kejauhan oleh PSSI,” ucapnya.

Untuk penyambutan kedatangan FIFA, dirinya mengakui bakal ada semacam gala dinner di pendopo Bupati Bogor, untuk makin meyakinkan kesiapan Bumi Tegar Beriman.

Lalu Ia masih belum memastikan FIFA bakal diwakil Presiden FIFA Gianni Infantino. “Kita belum tahu bisa saja itu, tapi bisa saja diwakili. Intinya kita ingin memperlihatkan kita siap jadi tuan rumah yang baik,” pungkas Ade Yasin.

(Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Hendrik Jelaskan Tertunda Bongkar Pagar Beton di Sukaraja Kabupaten Bogor

0

BERIMBANG.com Bogor – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Bogor, melalui Kepala Seksi Ketentraman Masyarakat (Kasi Tranmas) Hendrik Edmond Seumahu,SE menjelaskan bahwa bongkar pagar beton di Kecamatan Sukaraja ditunda.

Hendrik memberi keterangan diruangannya, kepada berimbang.com pada jumat 6 maret 2020, di Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut Hendrik tertundanya pembongkaran karena keputusan para petinggi atau pimpinannya di Pemda Kabupaten Bogor, serta belum rampung pelimpahan dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor.

Hendrik juga menunjukan surat warga yang menolak adanya pemagaran, menjadi dasar pembongkaran, “ini dari warga masyarakat protes,” katanya, “keberatan dengan adanya pagar,”

Pengakuan Hendrik, ada surat pembongkaran yang ia terima tapi belum tuntas dilakukan. Saat akan melakukan pembongkaran lagi beberapa waktu lalu di Sukaraja,

“Memang kemaren (beberapa waktu lalu,-red) kita (Sat Pol PP) sempat membongkar pak,” katanya,

Jarak pemagaran oleh perusahaan, “Yang saya tahu itu kurang lebih 7 kilo (meter) pagarnya, bukan satu hamparan, dia panjang,” ujar Hendrik.

Dengan bekal Hendrik untuk melakukan pembongkaran, “surat tugas kita (Sat Pol PP) turun,” katanya, “Yang penting tahapan sudah dilalui,” katanya.

Menurut Hendrik, prosedur telah dilalui sesuai aturan teknis untuk menghentikan pemagaran, Ia menceritakan tahapan prosedur teknis yang sudah dilakukan Sat Pol PP.

“Cuma dari Pemda, dari pemda ni pak,” katanya, “Minta sebelum dilakukan pembongkaran rapat dulu, dan kita rapat, kita tangguhkan, kita rapat dulu pak,” ucap Hendrik.

Lalu, Hendrik mendapat perintah dari para petingginya di Pemda Bogor, agar tidak melakukan pembongkaran, ia mengatakan, “Jangan dulu turun (pembongkaran) rapatkan dulu,”

“Nah disitu semua, dari bagian hukum hadir, ‘kalau bisa Pol PP tunda dulu’ (pembongkaran,-red), dalam rapat itu,” ucap Hendrik.

Perintah itu, kata Hendrik, “Hasil pertemuan pak Burhan sama Tapem (Tata Pemerintahan) ketemu Bupati,” ujarnya. “kalau Bapak tanya kenapa?.. kita gak tau urusan beliau-beliau, urusan diatas,”

Hendrik menjelaskan dalam surat pembongkaran pagar yang tertunda, hanya membongkar di Kecamatan Sukaraja saja, sedangkan lokasi pemagaran masuk dalam dua Kecamatan yang berbeda,

“Cuma disitu ada (Kecamatan) Megamendung, ada (Kecamatan) Sukaraja, kecamatannya beda,” terang Hendrik.

Menurut Hendrik menghentikan pembongkaran itu rasional, “Justeru kalau kita bongkar Sukaraja aja, Megamendung enggak, malah kita (Sat Pol PP) dituding macam-macam,” ujar dia.

“dibawah itu, Kenapa kok yang dibongkar itu masuk sukaraja doang, karena itu pagar ada (sebagian,- red) di Megamendung,” katanya. “Sukaraja aja, Megamendung enggak,” ungkap Hendrik.

“Nah, ini kita (Sat Pol PP meminta Dinas,-red), Tata Bangunan untuk tegur lagi yang Megamendung, makanya kita akan bongkar bareng,” terang Hendrik.

Namun ia tidak menjelaskan tepatnya kapan, “Sampai beres ini aja teguran yang ke 3, pelimpahan dari Tata Bangunan ke kita (Sat Pol PP) yang Megamendung, kalau dia (Dinas Tata Bangunan) limpahkan baru,”

“Begini, kita kan punya tahapan, sebelum kita melakukan pembongkaran tuh mesti ada teguran awal dari Tata Bangunan, dia (Dinas Tata Bangunan) juga tegur 1,2,3,” jelas Hendrik.

Selanjutnya pihak Sat Pol PP menunggu, “Kita sudah tangguhkan dulu, kita lagi proses yang Megamendung,” katanya, “jadi, kalau nanti pembongkaran disatuin,” jelas Hendrik.

Selain pembongkaran yang tertunda, menurut Hendrik, Sat Pol PP hanya menjalankan tugas, dan tidak ikut campur soal lainnya.

“Saya hanya incer pagarnya tanpa izin,” katanya, “itu pagar siapa punya bangun tanpa izin, saya juga gak tahu tanahnya punya siapa,” ucap Hendrik.

Dia juga menegaskan tidak adanya tekanan dari pihak manapun, “Gak ada intervensi kita mah, ini kewenangan kita,” ujarnya.

“Dan kita, tidak ada urusan dengan pihak pengusaha siapapun,” katanya, “gak ada urusan masalah tanah,” ujarnya, lalu ia menekankan fokus, “masalah bangunan itu tanpa izin,”

“Ini pasti bongkar,” katanya, dan mengulang, “Pasti kita akan bongkar, cuma kita (Akan bongkar), waktunya aja belum pas,” Pungkas Hendrik Edmond.

Sebagaimana diketahui, masyarakat Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, menolak pemagaran beton oleh pihak perusahaan.

(TYr)

Wardi Calon Kades Incumbent Terpilih Lagi Pimpin Desa Batumarta II OKU

0

BERIMBANG.com OKU – Kepala Desa (Kades) Batumarta II, kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatra Selatan, kembali dimenangkan incumbent calon Kades nomor urut 01 atas nama Wardi.

Kandidat yang ikut bertarung pada kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Batumarta II 2020 ini yakni, incumbent pemegang nomor urut 01 bersama rivalnya nomor urut 02 Irsyad, Nomor urut 03  Amdan kamil.

Berdasarkan data yang dihimpun dilokasi pada Kamis (05/03/2020) kemarin, dari pemungutan suara hingga proses perhitungan suara berjalan kondusif, lancar dan demokratis.

Hasil rekapitulasi perhitungan suara, incumbent Wardi no urut 01 berhasil mengantongi suara sebanyak 852 suara sah,

di susul lawannya no urut 02 Irsyad mendapat 489 suara, calon nomor urut 03 Amdan kamil 257 suara. Jika dijumlahkan secara keseluruhan suara dari ke tiga calon total sebanyak 1.598  suara sah.

Incumbent nomor urut 01 Wardi menang dengan selisih angka 363 suara sah atas penantang barunya calon nomor urut 02 Irsyad pada Pilkades 2020 di Desa Batumarta II.

Wardi mengucap syukur dan berterimakasih kepada masyarakat, karena telah diamanahkan kembali untuk memimpin Desa Batumarta II pada priode 2020-2026.

“Ini merupakan kemenangan semua masyarakat Desa Batumarta II yang telah memilih saya kembali menjadi Kepala Desa,”

“Niat saya dengan ikhlas melaksanakan Visi dan Misi saya untuk melakukan perubahan demi kemajuan desa Batumarta II  kedepannya yang sudah baik akan lebih baik lagi dan lebih tertata dari priode-priode sebelumnya,” ucap Wardi.

Ia melanjutkan, setelah dilantik nanti, dirinya sesegera mungkin akan merangkul semua masyarakat untuk bersatu dan tak ada pengkotak-kotakan lagi, agar kemajuan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Batumarta II.

(Fahry)

KPK dan Badiklat Kejaksaan Tingkatkan Kapasitas SDM

0

BERIMBANG.com Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengandeng Badan Diklat Kejaksaan RI guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi aparat penegak hukum pada sektor Sumber Daya Alam (SDA).

Kordinator Wilayah Pencegahan KPK Dian Patria mengatakan kerjasama dengan Badiklat terkait dengan tindak lanjut program peningkatan kapasitas penegakan hukum dan Penyidik PNS di sektor SDA.

“Tadi Pak Kaban Diklat, membuka diri siap untuk menindaklanjuti, kira-kira apa saja model modulnya dan termasuk spesifik kebutuhan pelatihan,” kata Dian usai audensi dengan Kepala Badan Diklat Setia Untung Arimuladi, di Kompleks Badiklat, Ragunan, Jakarta, Kamis (05/03/2020).

Kata Dian, alasan bersinergi dengan Badiklat Kejaksaan lantaran SDM yang mampuni, terkait sistem modul pelatihan, pihaknya siap bersinergi dalam penyusunan modul yang disesuaikan dengan kondisi riil saat ini, khususnya sektor SDA. Rencananya sasaran tempat pelatihan dilakukan di 12 Propinsi yang berbeda.

“Misalnya di Papua kita bicara illegal logging, di Kalimantan pun demikian, kita juga bersama-sama temen Kejaksaan, Kepolisian dan Penyidik PNS dari lembaga lainnya,” ujarnya.

Rencana pelatihan terpadu ini ditargetkan mulai pertengahan tahun 2020 atau sekitar September 2020 sudah terlaksana pelatihan bersama Diklat Terpadu.

“ya KPK siap selain panitia Kordinasi perprovinsi, termasuk juga Widyaiswaranya,” terang Dian.

Ditempat sama, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Setia Untung Arimuladi, menyambut baik rencana pelatihan Diklat bersama peningkatan SDM bagi aparat penegak hukum pada SDA.

“Kami rapat kordinasi dengan rekan KPK terkait tindak lanjut dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam kediklatan,” ujar Setia Untung.

Lanjut dia, pelaksanaan kegiatan ini nantinya akan disinergiskan, apakah dilakukan di Jakarta atau di daerah lain. Pasalnya hal ini berkaitan dengan para aparat penegakan hukum lainnya.

“Pertemuan ini penekanannya untuk mensinergikan penentuan waktu pelatihan, bentuk modul, materi, jenis kediklatan, pengajar dan tempat pelatihan,” ujar Setia Untung.

“Kontennya (materinya) adalah terkait dengan kejahatan sumber daya alam. Kan kejahatan dibidang SDA itu banyak contohnya Satwa Liar, Karhutla, Illegal fishing, Illegal loging dan lain sebagainya,” papar Untung.

Setia Untung menekankan bahwa kerjasama ini kelanjutan dari MoU antara Jaksa Agung, Ketua KPK dan Kapolri khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia.

(Edo)

Incumbent Unggul Lagi di Pilkades Belatung, Plando Ucapkan Terima Kasih

0

BERIMBANG.com OKU – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, diantaranya di Desa Belatung, Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan (Sumsel), telah usai dilaksanakan Kamis,(05/03/2020),

Salah satunya yang menjadi dan terpilih ialah Plando calon incumbent Kepala Desa Belatung ini terpilih dan diberi kepercayaan lagi oleh warga masyarakat Desa tersebut.

Kepala Desa yang akrab dipanggil Plando ini memperoleh dukungan mutlak dari warganya. Dari 5 calon, calon Kades incumbent ini menang dengan perolehan 342 suara,

Sedangkan perolehan suara dari lawanya sapril mendapatkan 213 suara, Jaya mendapatkan 263 suara,Adi wijaya mendapatkan 32 suara,dan Harawi mendapatkan 31 suara.

Disela bincang-bincang sebagai pemenang dalam pemilihan, Plando mengatakan, “Terima kasih banyak kepada masyarakat telah memberi kepercayaan kepada saya untuk kembali memimpin,”

“Saya siap mengabdi kembali bersama-sama masyarakat dan pemerintahan desa untuk membangun desa Belatung yang lebih baik, mandiri, berkarya dan berkerja bersama-sama membangun desa yang sejahtera dan makmur sesuai program dan tujuan pemerintah,” ujar Plando.

Plando bersyukur suasana pemilihan dalam kondisi aman, “Terima kasih juga atas kerja sama semua elemen baik dari kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, Panitia,”

“serta semua yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu atas suksesnya pemilihan kita yang berjalan secara kondusif dan demokratis,” Pungkas Plando.

(Fahry)