Categories: Bogor

Banyak Anggaran Untuk Puskesmas Kota Bogor, LSM: 11 Poin Itu Kejelasan Teknisnya Apa?

BERIMBANG.com Bogor – Pelayanan Kesehatan Khusus yang tertera dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) di Kota Bogor dengan anggaran Rp 176juta, masih menjadi pertanyaan Warga Kota Bogor, dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkiprah pada Penelitian Aset Negara.

“11 poin itu kejelasan teknisnya apa?, kalau yang saya baca dari uraian itu, seorang pegawai teknis menjelaskan seperti seorang politikus,” kata Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Bogor Raya, Aminudin. Jumat (15/11/2019)

“Ini poin ’10. Kegiatan pendampingan Puskesmas Rawat Inap, pembinaan dan Monev Puskesmas Rawat Inap’, dan poin ‘5. Manajemen puskesmas, kegiatan peningkatan dan monev capaian kinerja dan manajemen puskesmas’, apakah ini bisa dikatakan khusus, khusus apanya?” tanyanya.

Pemerintah itu, kata dia, sudah memprioritaskan anggaran untuk puskesmas, terbukti dengan banyaknya anggaran yang tertera di RUP untuk kebutuhan Puskesmas, serta anggaran Monev itu ada entah untuk Puskesmas atau bukan, ia pun memperlihatkan anggaran lainnya.

“Contoh, ada itu anggaran di RUP judul ‘Pelaksanaan DAK Non Fisik Bantuan Operasional Kesehatan’, dengan anggaran Rp 14.079.000.000,- dan Deskripsi: Operasional Kesehetan di Puskesmas dan Manajemen Dinas Kesehatan Kota Bogor,” ungkapnya.

“Itu jelas peruntukan mengatasnamakan Puskesmas, coba dipertanyakan hal itu, sudah ada itu undang-undang KIP (Keterbukaan Informasi Publik) apalagi kamu sudah dilindungi UU Pers,” Pungkas Aminudin

Sebelummya Dinas Kesehatan Kota Bogor melalui Kepala Sub Bagian Rencana dan Pelaporan, Bai Kusnadi menjelaskan 11 poin uraian Pelayanan Kesehatan khusus. https://berimbang.com/kasubagrenlap-menjelaskan-11-poin-pelayanan-kesehatan-khusus/

Di hari yang sama, berimbang.com menelusuri program pelayanan kesehatan itu di salah satu kelurahan, Warga Kota Bogor seorang nenek lansia, Nyai (68), tidak mengerti program pemerintah apalagi pelayanan kesehatan khusus yang tertera di RUP.

Yang dia tahu program kesehatan pemerintah, hanya ada di Posyandu ditempatnya, Nyai tidak pernah mendengar program pelayanan kesehatan khusus, ia menegaskan, setahu dirinya program kesehatan adanya di Posyandu,

“Sebulan sekali, menimbang badan & mengukur tinggi badan, kadang dapat telor 1 butir, dari Posyandu,” katanya.

“Kalau gak telor 1 butir, diganti susu sashet kalau dijual diwarung itu Rp 1500,-  sama biskuit, itu juga ada keropak sumbangan, sebulan sekali dapatnya, terus tensi darah,” terangnya.

(TYr)

Recent Posts

Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun 2020 di Sampaikan Wabup Bogor

BERIMBANG.com - Wakil Bupati (Wabup) Bogor menyampaikan Nota Keuangan dan Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun… Read More

16 jam ago

Dede Malvina Calon Kepala Desa Bojonggede Kabupaten Bogor: Lanjutkan Gerakan Perubahan

BERIMBANG.com - Dede Malvina, yang telah menjadi mantan Kepala Desa, ia resmi mendaftakan dirinya menjadi Calon Kepala Desa Bojong Gede,… Read More

19 jam ago

Jembatan Menuju Pemakaman Umum Dikampung Palalangon Terputus Akibat Banjir

BERIMBANG.COM, Bogor - Pasca bencana banjir bandang yang menimpa Wilayah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (21/9/20) mengakibatkan beberapa akses jalan… Read More

19 jam ago

Pradi Afifah Didukung Organisasi Satria Kita Pancasila

BERIMBANG.com, Depok - Pada acara Deklarasi Organisasi Nasional Satria Kita Pancasila (SKP), Ketua Umum (Ketum) Yusdasari, SE menyatakan dukungan penuh… Read More

20 jam ago

Badrul Kamal : Pradi Pengalaman Di Birokrasi, Afifah Di Dunia Teknik

BERIMBANG.com, Bogor -- Mantan Wali Kota Depok pertama periode 2000-2005. HajiBadrul Kamal membenarkan, bahwa dirinya tidak pernah menyatakan dukungannya kepada… Read More

24 jam ago

Badrul Kamal : Pradi Afifah Pantas Untuk Membangun Depok

Mantan Walikota Depok, Badrul Kamal Bersama Pradi Afifah BERIMBANG.com, Depok - Mantan orang nomor satu di Kota Depok, Badrul Kamal… Read More

1 hari ago