Penulis: Admin Berimbang

Jelajah Desa

Kades Pancawati Genjot Pembangunan Infrastruktur

IMG-20151222-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Pembangunan sarana infrastruktur menjadi prioritas utama dalam program Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Hal itu ditegaskan Kepala Desa Pancawati, H Iqbal Jayadi, kepada berimbang.com, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (22/12/15) siang tadi.

Kades Pancawati menjelaskan, prioritas tersebut didasari oleh realita dilapangan bahwa masyarakatnya sangat memerlukan sarana infrastruktur yang lebih baik dari sebelumnya. Hal itu dihimpun pemerintah desa dari berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan di setiap forum pertemuan.

“Program prioritas kami didasari oleh berbagai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Kami tampung, lalu kami musyawarahkan dan alhamdulillahh hingga di penghujung tahun ini kami sudah merealisasikannya hingga sembilan puluh persen”, jelas H Ikbal Jayadi kepada berimbang.com.

Secara umum, lanjut kades, aspirasi masyarakat yang dihimpun pemerintah desa dibidang pembangunan meliputi pembangunan jalan lingkungan, jembatan dan turap penahan tanah. Karena diakuinya, hal tersebut merupakan kebutuhan yang sangat diharapkan oleh masyarakatnya. Kades menambahkan, selain pembangunan jalan lingkungan, jembatan dan turap, pemerintah desa juga baru saja menyelesaikan beberapa unit sarana Mandi Cuci Kakus (Mck) di beberapa wilayah. Disinggung soal pembiayaan, Kades Pancawati menegaskan bahwa pihaknya tidak terlalu mengandalkan bantuan dari pemerintah.

“Selama saya pribadi masih bisa membiayai sarana infrastuktur bagi masyarakat, kenapa harus mengandalkan dana bantuan dari program pemerintah? Apalagi ini menjadi kewajiban saya sebagai pelayan masyarakat”, tegasnya.

Namun demikian, masih kata kades, saat program bantuan pemerintah diterima, pemerintahnya akan selalu menyalurkannya sesuai dengan juklak dan juknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Berdasarkan pantauan berimbang.com, saat ini pemerintah Desa Pancawati tengah melaksanakan pembangunan kantor dan aula desa, melanjutkan program pembangunan pemerintah sebelumnya yang sempat tertunda. (Raden/Nana)

BogorJabodetabek

Dua Kelompok Imigran Timur Tengah Terlibat Tawuran Di Puncak

images (23)

BERIMBANG.COM, Bogor – Puluhan pemuda imigran asal Afghanistan dan Pakistan terlibat tawuran di depan Hotel Grand Safari, Cisarua, Kabupaten Bogor, pukul 19.00 wib, Senin (21/12/15), malam tadi.

Kejadian berawal ketika beberapa imigran terlibat adu mulut dalam bahasa mereka, di depan pintu masuk Hotel Grand Royal Safari. Melihat hal itu, keamanan hotel mencoba melerai dan mengusir mereka untuk tidak membuat kericuhan di depan hotel, hingga akhirnya para imigran itu bergeser ke depan sebuah mini market, tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

Saat tiba di area parkir mini market, keributan memuncak hingga dua orang diantara imigran itu dikeroyok, sementara yang lainya mencoba melerai. Para pengunjung mini marketpun berteriak dan menghalau mereka untuk pergi dari area parkir. Akhirnya mereka lari kearah villa di samping sebuah bank pemerintah. Mereka kembali saling adu pukul hingga diteriaki tukang ojek setempat. Setelah diteriaki warga, akhirnya mereka membubarkan diri dan membawa teman mereka yang terlibat tawuran.

Ali, salah satu imigran asal Afghanistan yang berhasil dimintai keterangan oleh awak media di lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi pemicu keributan.” Saya tidak tahu kenapa mereka saling serang. Mereka yang terlibat perkelahian itu berasal dari Pakistan dan Afghanistan”. Paparnya kepada wartawan.

Ali menuturkan,  mereka baru saja menghadiri acara konser di Hotel Grand Royal Safari. Acara tersebut dihadiri lebih dari 1000 orang pengungsi asal Timur Tengah. Belum jelas acara apa yang dihadiri mereka di hotel tersebut. Dari beberapa Imigran yang di wawancarai, mereka mengaku tidak bisa berbahasa Inggris maupun Indonesia. (Raden)

BogorJabodetabek

Diduga Korban Perampokan, Petani Ditemukan Tewas Mengenaskan

IMG-20151221-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor  – Warga Kampung Kubang, RT 08/ 02, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki – laki di area pesawahan, Senin (21/12/15) dini hari tadi. Menurut Kapolsek Cileungsi, mayat lelaki yang ditemukan warga itu diduga merupakan korban perampokan.

Saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, Kapolsek Cileungsi Ajun Komisaris Polisi (AKP) Eko menjelaskan, berdasarkan penuturan warga, mayat lelaki itu ditemukan warga sekitar pukul 4.00 WIB, dini hari tadi. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat terlihat menonton hiburan layar tancap di kampung sebelah.

“Kata warga, usai nonton layar tancap, korban langsung ke sawah untuk menjaga traktornya,” tutur Eko menirukan keterangan warga setempat.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut Kapolsek, korban yang ditemukan tidak bernyawa di tengah sawah dalam kondisi tangan dan kaki terikat, dengan kondisi lehernya yang nyaris putus diduga digorok menggunakan senjata tajam itu diketahui bernama Aca Bin Samin (55), warga Kampung Kubang Rt 09/04, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi.

Dugaan sementara, masih kata Kapolsek, Aca merupakan korban perampokan, yang pelakunya diperkirakan lebih dari satu orang, karena  traktor pembajak sawah yang tengah dijaganya hilang, dan yang tersisa hanya banya saja.

“Kami masih memperdalam kasus ini, dan menunggu hasil otopsi jasad korban dari pihak RS Kramat Jati Jakarta. Untuk sementara, dalam kasus ini kami gunakan Pasal 365 ayat 3 tentang pencurian dengan kekerasan”, Pungkasnya. (Raden/Nana)

Jelajah Desa

Kantor Desa Muara Jaya Segera Direhab, Poskamdes Masih Menanti

IMG-20151221-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Aparatur Pemerintahan Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor akhirnya bisa menarik nafas lega. Karena, harapannya untuk memiliki kantor yang lebih representatif akan segera terwujud.

Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Muara Jaya, di awal tahun 2016 mendatang, pihaknya akan menerima bantuan rehabilitasi bangunan kantor desa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Angin segar yang dihembuskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu nampaknya memicu semangat para abdi masyarakat di Desa Muara Jaya. Betapa tidak, selama beberapa tahun terakhir, kondisi sarana prasarana pendukung pelayanan bagi masyarakat di desa ini cukup mengkhawatirkan. Beberapa bagian pada plafond atap di hampir seluruh ruangan kantor desa ini sudah rusak dimakan usia. Belum lagi kontruksi atap yang lapuk di beberapa bagiannya. Beban pemikiran aparatur desa ditambah lagi dengan ambruknya Pos Keamanan Desa (Pos Kamdes) pada tahun 2013 lalu, yang hingga kini belum juga tersolusikan.

Saat ditemui berimbang.com diruang kerjanya, Sekdes Muara Jaya, Wahyudin Sugandi, mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah merespon permohonan bantuan yang diajukan pihaknya. Dikondisi kantor desanya saat ini, Sekdes dan staf lainya mengaku kurang nyaman saat melakukan aktifitas.  Namun menurutnya, hal itu tidak menjadi halangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mewakili masyarakat muara jaya, saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi jawa barat yang telah merespon permohonan kami dan akan merealisasikannya pada tahun depan. Meski kondisi kantor kami seperti ini, namun pelayanan kepada masyarakat tetap kami berikan dengan semaksimal mungkin”, kata Wahyudin kepada berimbang.com, siang tadi.

Ketika disinggung soal bangunan Pos Kamdes yang ambruk, Sekdes mengatakan, saat bencana itu terjadi, pihak desa sudah melaporkannya kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor, untuk ditindaklanjuti. Namun hingga kini belum juga ada penanganan.

“Poskamdes kami ambruk pada tahun 2013, empat bulan setelah pembangunannya selesai. Kami sudah melaporkannya kepada Bpmpd, dan petugasnyapun sudah meninjau, tapi sampai sekarang ya kondisinya tetap begitu”, pungkas Sekdes yang diamini staf lainnya.

Pemerintah Desa Muara Jaya berharap, pemerintah daerah segera memberikan bantuan untuk membangun kembali Pos Kamdes. Karena fasilitas ini sangat diperlukan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakatnya, terutama dikondisi darurat. (Raden/Nana)

BogorJabodetabek

Aparat Gabungan Tertibkan PKL Disepanjang Jalan Raya Bogor

IMG-20151221-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Ratusan tempat usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang bantaran Kali Baru Jalan Raya Bogor – Depok Kabupaten Bogor, Senin (21/12/15) pagi tadi, dibongkar aparat gabungan.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Operasi (Kabid Dalop) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bogor, sebelumnya para PKL sudah diberi surat peringatan, namun tetap membandel, hingga akhirnya aparat bertindak tegas.

“Sebelumnya, kami sudah melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan, namun tidak digubris. Hingga akhirnya pada hari ini kami mengambil tindakan tegas dengan melakukan pembongkaran dan mengamankan barang – barang yang ada di lokasi,” kata Kabid Dalop Pol PP Kabupaten Bogor Asnan, kepada sejumlah awak media di lokasi penertiban.

Lebih lanjut, Asnan menjelaskan, eksekusi bangunan liar milik Pkl di kawasan tersebut dimulai pada pukul 10.30 tadi pagi. Dilakukan oleh aparat gabungan dari Pol PP Kabupaten Bogor dan Kota Depok, dibantu juga oleh Aparat TNI dan Polri.

Asnan menyebutkan, pasukan terdiri atas 415 personel gabungan dari Sat Pol PP kota Depok dengan Kabupaten Bogor, enam personel Polisi Militer (PM), 15 personel Polresta Depok, 15 personel TNI, dan puluhan Satgas Banjir Kota Depok. “Masing-masing pasukan dipimpin oleh perwiranya,” tambah Asnan.

Masih kata Asnan, pada tahun 2010 lalu, lapak – lapak para PKL di kawasan itu sudah pernah ditertibkan.  Saat itu, lapak Pkl di sepanjang Jalan Raya Cilangkap, Cimanggis hingga Jalan Raya Mayor Oking Cibinong, mencapai 173 lapak dan jumlah itu semakin baertambah banyak hingga akhirnya Sat Pol PP melakukan pembongkaran paksa.

“Untuk antisipasi bermunculannya kembali lapak – lapak Pkl di kawasan ini, kami akan terus berkoordinasi dengan sat pol pp kota depok, dengan melakukan patroli bersama secara rutin”, Pungkas Asnan. (Raden/Nana

Depok

Rezky M Noor : Bantuan Program Indonesia Pintar Rekomendasi Anggota Fraksi Partai Gerindra

Anggota Komisi D DPRD, Rezky M Noor saat sosialisasi PIP di SDN 02 Kemirimuka, Beji Depok.     (Foto : Rahmat Budianto )
Anggota Komisi D DPRD, Rezky M Noor saat sosialisasi PIP di SDN 02 Kemirimuka, Beji Depok. (Foto : Rahmat Budianto )

BERIMBANG.COM, Depok – Anggota komisi D DPRD dari Partai Gerindra, Rezky M Noor  sosialisasikan  bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sabtu (19/12/2015) di SDN 02 Kemirimuka Beji Depok.

Menurut Rezky, program yang dilakukan sebanyak 2 kali dalam satu tahun.

“Lebih baik terima kecil, tapi 2 kali dalam 1 tahun dari pada besar hanya 5 tahun sekali,” tutur Rezky.

Lanjutnya, Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan ke sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP dan SMA di Kota Depok dan Bekasi.

” Program ini di perjuangankan dan di rekomendasikan oleh bapak Nuroji, Anggota komisi X DPR RI bidang Pendidikan, ada juga siswa di wilayah lain yang tidak mendapatkan program ini dikarenakan tidak di perjuangankan oleh wakilnya,” ujarnya.

Kedepan, harap Rezky masyarakat mendukungnya, agar bisa terus memperjuangkan program berikutnya.

Rezky menjelaskan, proses pencairan dana PIP bisa secara kolektif atau secara perorangan dengan melengkapi persyaratan administrasi diantaranya, data siswa dan surat keterangan dari sekolah bersangkutan sedangkan untuk  pencairan di lakukan di Bank BRI Cabang Depok dan Bekasi. Besaran bantuan untuk siswa kelas satu 225, 000 rupiah sedangkan untuk  kelas diatasnya sebesar 450.000 rupiah.

Sementara itu Imas, Kepala sekolah SDN O2 kemiri muka menyambut baik Program PIP ini, pihaknya juga tidak mengetahui jika siswanya hampir 90% mendapat bantuan dari program kementrian tersebut.

Saya merasa tersanjung, karena ada 305 siswa yang mendapat bantuan PIP,dan saya sendiri tidak merasa mengusulkan untuk program tersebut, tetapi Alhamdulillah datanya ada di Dipodik dan pihak sekolah hanya melengkapi surat yang di butuhkan untuk pencairan di Bank,” terang Imas. (Rahmat Budianto)

Daerah

SMPN 1 Cicurug Capai Tahun Emas

IMG_20151220_133543

BERIMBANG.COM, Sukabumi – Diusianya yang genap mencapai Lima Puluh Tahun, Ikatan Alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cicurug, Sukabumi, berkomitmen untuk memperkuat ikatan tali silaturahmi antar alumni serta meningkatkan peran aktifnya dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

Hal itu ditegaskan Ketua Pelaksana kegiatan Jalan Sehat dan Santai (Fun Walk) dan Aksi Penanaman Pohon dalam rangka Tahun Emas dan Reuni Akbar Smp Negeri 1 Cicurug Tahun 2015, Minggu (20/12/15) pagi tadi.

Ketua Pelaksana Reuni Akbar Smp Negeri 1 Cicurug Syaeful Tavif mengatakan, kegiatan yang digelarnya pada hari ini merupakan bagian dari sekian banyak rangkaian acara dalam memeriahkan Reuni Akbar, sebagai momentum untuk memupuk kebersamaan antar alumi semua angkatan, agar dapat saling memberikan manfaat. Tavif menyebutkan, kegiatan diawali dengan penampilan Marching Band yang dibawakan oleh siswa siswi sekolah setempat. Dilanjutkan dengan kegiatan olah raga jalan sehat, serta bhakti sosial.

“Sekolah kami berdiri sejak tahun 1965, dan sudah tidak terhitung banyaknya sumber daya manusia berkualitas yang telah dilahirkannya. Aksi penanaman pohon dan donor darah yang kami laksanakan bersama pada hari ini sebagai bentuk nyata kepedulian kami terhadap lingkungan dan sesama”, kata Tavif kepada Berimbang.com, disela kegiatan, pagi tadi.

Pada hari Sabtu (26/12/15) yang akan datang, lanjut Tavif, Ikatan Alumni Smp Negeri 1 Cicurug, akan menggelar seminar Pendidikan dengan menghadirkan narasumber dari Kementrian Pendidikan Republik Indonesia, yang rencananya akan dilaksanakan di Aula Smp Negeri 1 Cicurug.

“Masih dalam rangkaian Reuni, sabtu depan kami akan menggelar seminar pendidikan, kalo tidak ada halangan kami akan menghadirkan mentri pendidikan. Dan puncak acaranya kami laksanakan pada hari minggu tanggal 27 desember”, tambah Tavif.

Usai kegiatan jalan sehat dan santai serta penanaman pohon, ratusan peserta kegiatan dari seluruh alumni Smp Negeri 1 Cicurug, berkumpul di lapangan komplek sekolah, mengikuti kegiatan hiburan musik yang dimeriahkan dengan pembagian hadiah door prize. (Raden/Nana)

Daerah

Ini Kronologis Bentrokan Aremania Tewaskan 1 Orang

8be1232a354a9a4cb79e8f9dd0f291a5f

BERIMBANG.COM, Sragen – Bentrokan antar suporter fanatik yakni Bonek Surabaya dengan Arema Malang terjadi di Sragen, Jawa Tengah Bentrokan itu terjadi Sabtu (19/12/2015) sekitar pukul 04.30 dini hari WIB. Dalam insiden tersebut, dua suporter dikabarkan tewas dalam bentrokan di dua lokasi yang berbeda.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Okezone, Sabtu (19/12/2015, kerusuhan antara dua suporter berawal saat kedua kelompok bertemu di sebuah SPBU di wilayah Jatisuma Sambung Macan, Sragen, Jawa Tengah. Saat itu, bus pariwisata yang mengangkut suporter Arema tengah mengisi bahan bakar di SBPU tersebut.

Saat berhenti, bus yang ditumpangi sekitar 34 orang termasuk satu sopir dan satu kenek berniat mengisi bahan bakar sekaligus istirahat dan menunaikan Salat Subuh.

Saat tengah beristirahat, tiba-tiba rombongan suporter Arema Malang ini justru dikepung oleh rombongan Bonek suporter Surabaya yang juga tiba di SPBU tersebut dengan menggunakan empat unit truk.

“Iki Arema, Iki Arema,” teriak para bonek saat melihat rombongan suporter Arema Malang seperti yang ditirukan petugas SPBU Jatikusuma, Sambung Macan Sragen yang menolak menyebutkan namannya.

Tak hanya berteriak, para Bonek langsung melakukan penganiayaan, pengrusakan dan penjarahan barang milik rombongan Arema.

Para Bonek langsung masuk dalam bus rombongan pendukung Arema kemudian dengan paksa meminta dompet dan handphone tim pendukung Arema. Bahkan salah satu anggota dari pendukung Arema mendapatkan tindakan penganiayaan hingga meninggal dunia.

Kerusuhan tersebut baru bisa dihentikan setelah pihak kepolisian dari Polres Sragen tiba di lokasi kejadian.

Selain di SPBU Sambung Macan, kerusuhan serupa juga terjadi di wilayah Nglorog, Sragen sekitar pukul 05.00 WIB, saat satu mobil bak terbuka dengan Nopol AG 1275 KA yang berisi tujuh orang dan semuanya semuanya warga Blitar menambal bannya karena bocor. Kemudian melintas tiga truk berisikan suporter Bonek dengan jumlah sekitar 500 orang, lalu melakukan pengeroyokan, merusak dan menjarah barang milik suporter Arema yang ada di mobil. Saat itu juga satu suporter dikabarkan tewas.

Salah satu korban tewas bernama Slamet yang sempat dilarikan ke RSUD Sragen. Namun saat dalam perjalanan nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Okezone

Daerah

Mayat Lelaki Tanpa Identitas Tergeletak Di Rumah Warga

fe7fbef209a091b74760ae5dfd5ecd45f

BERIMBANG.COM, Makasar- Seorang laki-laki ditemukan tewas tergeletak di depan rumah warga Jl Mesjid Raya Lr 108 A Kecamatan Bontoala Makassar, Sabtu (19/12/2015) sekitar pukul 06.00 Wita.

Mayat laki-laki tanpa identitas tersebut ditemukan pertama kali oleh salah satu warga sekitar, Hasmawati (53).

Hasmawati yang bertempat tinggal di Jl Mesjid Raya Lr 108 No 16 melihat mayat tersebut saat sedang melintas.

Adapun posisi mayat saat pertama ditemukan dalam posisi telentang dan hanya menggunakan sarung.

Atas dasar laporan Hasmawati, petugas Polsek Bontoala tiba di TKP sekitar pukul 06.30 Wita lalu memasang garis polisi.

Petugas kemudian menghubungi petugas piket identifikasi Polrestabes Makassar.

Pukul 07.30 Wita petugas dari Polrestabes Makassar tiba dan langsung melakukan proses identifikasi.

Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemui tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hingga saat ini mayat laki-laki tanpa identitas itu masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara dan berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” ujar Humas Polrestabes Makassar, Kompol Andi Husnaeni.

Tribunews

Depok

Program Indonesia Pintar Tidak Merata Di Kota Depok

IMG_20151219_102424

BERIMBANG.COM, Depok – Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2015 dari Kementrian Pendidikan yang disalurkan kepada seluruh siswa SD, SMP dan SMA di Kota Depok tidak merata, pasalnya hanya siswa yang datanya terdata  di Kantor Kementrian Pendidikan yang bisa mendapatkan dana bantuan kementrian tersebut, sedangkan yang namanya tidak terdata tidak dapat.

Seperti yang di katakan Jaenudin , Kepala sekolah SDN O3 Beji timur, dirinya menyambut baik program dari Kementerian Pendidikan, sejumlah 426 siswa dari 500 siswa mendapatkan bantuan.

” Sebenarnya kami tidak mengetahui program tersebut tetapi dengan adanya bantuan PIP, siswa dapat terbantu contohnya, dengan dana tersebut bisa untuk dibelikan perlengkapan sekolah, harapan saya, program ini bisa berkelanjutan” ujar Jaenudin kepada berimbang.com diruang kerjanya. Jum’at (18/12/2015).

Hal yang sama dikatakan Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Kota Depok, Tugino mengatakan, Pihaknya tidak mengetahui program PIP dari Kementrian Pendidikan, siswa yang mendapatkan bantuan tidak semua mendapatkannya sedangkan, masih menurut Tugino, pihak sekolah juga tidak mengetahui seperti apa prosedurnya untuk mendapatkan bantuan tersebut.

” Akibatnya banyak siswa tidak mendapatkan bantuan, SMAN 11 hanya 10 siswa yang mendapatkan bantuan tersebut, kami selalu update data siswa ke Dinas Pendidikan Depok karena setiap hari jika ada perbaikan selalu kami laporkan dengan cepat,” ucap Tugino.

Sementara itu, salah satu wali murid di Kecamatan Beji, Ruslan (41) mengatakan, sangat menyayangkan anaknya tidak mendapatkan bantuan, padahal anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah.

” Anak saya dua-duanya tidak mendapatkan bantuan padahal kami sangat sekali membutuhkannya untuk membeli segala perlengkapan sekolah, saya menanyakan, kenapa saya tidak mendapatkan sedangkan yang lain dapat bantuan,” Ujar Ruslan dengan nada kesal. (Rahmat Budianto).