Penulis: Admin Berimbang

Nasional

Jika Tak Berani Memberhentikan, Presiden Bisa Non Aktifkan Jaksa Agung

bddae95b8f83e93227f28a624514698ef

BERIMBANG.COM, Jakarta – Aktivis sekaligus mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi mengatakan Presiden Joko Widodo mempunyai pilihan untuk menonaktifkan sementara Jaksa Agung HM Prasetyo, jika tak berani memberhentikannya.

Hal ini terkait dengan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Sumatera Utara, yang menyeret mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella dan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho beserta istri Evy Susanti.

Menurutnya, jika politisi Nasdem itu dipanggil penegak hukum untuk bersaksi atas kasus tersebut, maka hal itu akan mencederai wibawa Kejaksaan Agung sebagai lembaga hukum negara.

“Presiden yang bisa menonaktifkan dulu jaksa agung untuk diperiksa sehingga ada jaksa agung Plt (pelaksana tugas). Karena selama dia menjadi jaksa agung memang agak riskan kalau ada pemeriksaan-pemeriksaan, karena bisa meruntuhkan wibawa hukum kita,” kata Adhie di bilangan Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (26/12/2015).

Namun menurutnya, langkah menonaktifkan Prasetyo dari jabatan jaksa agung sangat bergantung pada keberanian presiden. Jika hal ini dilakukan, maka akan mempermudah proses hukum yang berjalan.

“Jadi ini sangat bergantung kepada keberanian presiden untuk menonaktifkan. Jadi kalau enggak bisa diberhentikan, dinonaktifkan dulu, agar proses hukum bisa jalan karena bagaimanapun jaksa agung ini orang tertinggi di lembaga penegak hukum,” lanjutnya.

Lebih lanjut Adhie menegaskan, KPK atau pengadilan memiliki wewenang untuk memanggil Prasetyo dalam kasus terkait. Namun, jika tak dilakukan penonaktifan, kredibilitas dan integritas Kejaksaan akan terganggu.

“Kan ada equality before the law, semua warga negara sama dihadapan hukum, cuma memang dari sisi ketatanegaraan ini bisa menganggu kredibilitas dan integritas lembaga hukum sekelas kejaksaan agung,” jelasnya.

“Jadi yang paling tepat adalah setelah mendengar panggilan dari KPK atau dari pengadilan, presiden harus menonaktifkan dulu sehingga tidak ada beban moral apapun dari jaksa agung untuk dilakukan pemeriksaan,” tukas Adhie.

Okezone

Daerah

Sore Hari, Sejumlah Ruas Tol Di Jawa Barat Mulai Lancar

5f8872e735c384117781ed1ddf141396f

BERIMBANG.COM – Arus lalu lintas sejumlah tol di Jawa Barat pada Jumat(25/12/2015) petang mulai lancar.

Mulai dari Tol Cipali, Pasteur, hingga Cileunyi tidak lagi ada kemacetan panjang.

“Sekarang relatif lancar di pintu transaksi tol, antrean kendaraan kurang lebih hanya 50 sampai 100 meter,” ujar Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Sugihardi melalui sambungan telepon kepada Tribunnews.

Menurut Sugihardi, pengendara harus tetap waspada dengan pulihnya arus lalu lintas.

Dalam memacu kendaraan pengemudi harus mematuhi rambu lalu lintas untuk menghindari kecelakaan.

Hal senada juga disampaikan Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Condro Kirono usai melakukan patroli udara, Jumat Petang.

Menurutnya antrean panjang kendaraan hanya terjadi di Tol pejagan.

Kepadatan yang terjadi di tol tersebut sekitar 1 Kilometer.

“Di wilayah Brebes dan di Tol pejagan itu, Polda Jateng belum bisa memfungsikan jalur tol darurat seperti lebaran kemarin dikarenakan masih ada proses pengecoran untuk mengejer operasional lebaran 2016,” ujar Condro di Mabes Polri.

Selain itu menurutnya dari pantauan udara terdapat beberapa titik kepadatan di daerah Purwokerto.

Kepadatan tersebut disebabkan persimpangan jalan yang mempertemukan jalur dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Namun semuanya relatif lancar,” paparnya.

Sementara itu Kanit PJR Tol Cipali Polda Jabar, AKP Taufik yang dihubungi melaui telepon mengatakan meskipun terjadi kecelakaan di KM 121.

Arus kendaraan baik dari arah Cikopo maupun Palimanan, relatif lancar.

“Sekarang sudah tidak ada lagi antrian kendaraan, lancar,” pungkasnya.

Tribunews

JabodetabekJakarta

Kisah “Cabe-Cabean” Dibalik Tembok Komplek DPR Kalibata

f1d7809b8a215ccfa84d85e27d251bd6f

BERIMBANG.COM, Jakarta – Banyak cerita yang terjadi di rumah dinas (rumdin) anggota DPR dan sekitarnya. Diantaranya cerita di pinggiran kompleks hunian menengah-atas yang terletak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan ini, tidak jarang dijadikan tempat mesum bagi ABG perempuan yang biasa disebut cabe-cabean.

Sebagai salah satu akses utama untuk menuju rumdin itu, ada jalan utama yang bernama Jalan DPR Raya yang menghubungkan Jalan Pengadegan dengan Jalan Kalibata. Pinggiran jalan tersebut pada jam tertentu situasinya tidak begitu ramai.

Karena situasi yang tidak begitu ramai dan letaknya yang cukup strategis, pinggiran tembok pembatas Rumdin DPR itu, kerap dimanfaatkan oleh para remaja tanggung untuk nongkrong.

Bahkan, tidak hanya sekadar nongkrong, mereka juga sering didapati melakukan tindakan mesum. Sejumlah pengguna jalan dan penghuni rumdin mengaku pernah melihat aksi tidak senonoh anak-anak tanggung itu.

“Itu sering dijadikan tempat mesum, pas banget di samping kompleks rumah dinas,” kata salah satu staf anggota DPR yang menempati rumah dinas DPR kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (24/11/2015).

Hal senada dikatakan Rohman, mantan pedagang sekitar wilayah tersebut. Ia mengungkapkan, hampir setiap malam para anak-anak ABG tersebut berkumpul dan banyak juga yang datang berpasangan, terlebih jika malam minggu atau malam akhir pekan.

“Banyak, malam minggu apalagi. Ya pada begitu di atas motor, ada yang di jalan sambil duduk. Ada yang pelukan, ciuman macem-macem,” ungkap Rohman.

Pria yang berjualan sekitar tahun 2008 hingga 2010 ini mengaku sudah tidak aneh dengan kelakuan anak-anak muda tersebut. Bahkan menurut dia, mereka tidak merasa canggung meskipun banyak orang di sekitarnya.

“Ada orang lewat juga mereka biasa aja, orang yang sekitarnya banyak juga pada sama begitu juga mesum,” ujar dia.

Selain itu, Rohman mengatakan, polisi bukan tidak sering membubarkan para cabe-cabean tersebut. Namun tak berselang lama, anak-anak mayoritas menggunakan sepeda motor itu kembali ke tempat semula.

“Saya sendiri pernah lihat polisi bubarin yang lagi gitu langsung bubar tuh, tapi ya balik lagi kalau polisinya sudah pergi. Sudah lama ini dijadiin tempat begitu,” tutup Rohman.

Salah satu ABG perempuan yang sering nongkrong di pinggiran tembok rumdin DPR, Mona (16) mengaku, aktitivitas nongkrong di kawasan pinggir rumdin itu sudah dilakukannya sejak setahun lalu bersama teman-teman sebayanya.

“Ya sebetulnya karena banyak temen-temen pada ke situ ya kita ke situ, enggak sengaja diniatin juga,” ujar siswi salah satu SMA swasta di kawasan Jakarta Selatan itu.

Mona juga beberapa kali bersama pacarnya nongkrong di daerah itu. Tapi ketika ditanya soal banyaknya anak-anak yang berbuat mesum di tempat tongkrongan itu, dia mengaku tidak tahu.

“Ya namanya juga orang pacaran mas, ya masing-masing ajalah. Ngapain juga kita ngepoin (pengin tahu) temen,” ucap Mona.

Daerah

Sedang Memperbaiki, Kernek Bus Malah Terlindas

48dc869351eb99a04fecdbc6a9550733f

BERIMBANG.COM, Bantul – Nasib tragis dialami oleh Asnawi (36), warga asal Kendal Jawa Tengah. Pria tambun ini meregang nyawa setelah kepalanya dilindas bus PO Nusantara, Jum’at (25/12). Ia tewas ketika tengah memperbaiki armada bus bernomor polisi K 1629 BB yang selama dua hari ini diikutinya kemanapun pergi.

Slamet (37), warga Semudaran, Kecamatan Kasihan yang sejak pagi bersama korban memperbaiki bus ini mengungkapkan, bus tersebut masuk ke bengkel truk di Dusun Jadag, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan sejak Kamis 24 Desember 2015 sore.

Bus dikemudikan oleh Nur dan Asnawi yang bertindak sebagai kernet sekaligus mekanik. Bus masuk ke bengkel sekaligus istirahat dan memperbaiki rem belakang yang agak bermasalah. “Saya kurang tahu datangnya jam berapa,” ungkapnya, sesaat setelah kejadian.

Menurut Slamet ia bersama korban mulai memperbaiki rem belakang bus tersebut. Sekitar pukul 08.00 WIB, pekerjaan memperbaiki rem sudah hampir selesai.

Saat itu, roda belakang bus dalam keadaan menggantung karena sedang didongkrak. Biasanya, ketika memperbaiki rem memang kondisi mesin selalu menyala. Tujuannya, agar angin dari rem tersebut terisi sehingga bisa untuk mengoperasikan rem.

Slamet mengungkapkan, karena sudah selesai, korban lantas menyalakan mesin bus untuk mencoba hasil perbaikan tersebut.

Korban lupa, ketika mesin menyala posisi perseneleng sudah mundur ke belakang. Korban lantas turun dan masuk ke kolong bus untuk mengambil dongkrak pengganjal ban.

Korban tidak tahu saat itu posisi perseneleng mundur ke belakang, sehingga saat diambil dongkraknya bus langsung berjalan mundur.

“Saat itu busnya menyala tetapi tidak ada sopirnya. Bus mundur langsung melindas tubuh korban,” jelasnya.

Sopir bus, Nur (41) mengatakan, korban baru ikut dirinya menjadi kru bus selama dua hari ini. Meski menjadi kru bus yang ia bawa, namun ia mengaku kesulitan mengetahui identitas korban.

Sebab, ketika turut serta dari Kendal, korban sama sekali tidak membawa kartu identitas. Ia hanya mengetahui jika korban bernama Asnawi. “Saya tanya teman-teman sesama kru bus lain juga tidak ada yang tahu,” pungkasnya.

Sindonews

Depok

Jelang Natal dan Tahun Baru, Penumpang Di Terminal Depok Stabil

IMG_20151223_191750

BERIMBANG.COM, Depok – Lonjakan penumpang di Hari Natal dan Tahun baru di Terminal Depok stabil dan tidak ada peningkatan yang berarti, kernek armada bus masih seperti biasanya melayani penumpang tanpa adanya penambahan armada.

Seperti dikatakan Kepala Terminal Depok, Jhon Leander,  menjelang Natal dan Tahun Baru, penumpang tidak ada peningkatan yang signifikan.

” Dilihat dari armada bus tidak ada peningkatan atau penambahan bus oleh perusahaan bus, kalau ada peningkatan, pasti perusahaan akan menambah armadanya, kecuali bus jurusan bandara ada sedikit peningkatan yang biasanya 500 penumpang menjadi 700 penumpang perhari,” Kata Jhon di ruang kerjanya kepada berimbang.com. Rabu (23/12/2015).

Lanjutnya, sebanyak 18 unit kendaraan Armada bus disiapkan untuk penumpang yang menuju bandara.

Jhon menghimbau kepada calon penumpang agar berhati-hati bila melakukan perjalanan.

” Jangan memakai perhiasan yang berlebihan dan jangn terlalu percaya dengan orang yang baru dikenal,” Himbau Jhon.(Rahmat Budianto)

BogorJabodetabek

Aset Budaya “Ngabungbang” Cimande Minim Perhatian Pemda

IMG-20151223-WA0000

BERIMBANG.COM, Bogor – Sudah menjadi tradisi, jika ritual “Ngabungbang” yang dilaksanakan setiap 14 Maulid, di kawasan Cimande, Kecamatan Caringin,  kerap dipadati masyarakat. Sepanjang jalan dari perempatan Kampung Cikodok hingga menuju kawasan Kampung Tarikolot, selalu dipadati oleh para pedagang kaki lima, yang menjual berbagai macam barang dagangannya.

Untuk menjaga pelaksanaan “Ngabungbang” berjalan lancar, Organisasi Pemuda Cimande Tarikolot (OPCT) pimpinan Ahmadi melakukan tugas pengamanan yang melibatkan semua pemuda dari sejumlah desa yakni Desa Cimande Jaya dan Desa Lemahduhur.

 “Kami mengerahkan hingga 250 pemuda yang bertugas melakukan pengamanan, mulai dari parkir hingga antisipasi tindak kejahatan,” kata Ahmadi.

Ahmadi menambahkan, tradisi ritual “Ngabungbang” bagi masyarakat Cimande sangat penting. Karena selain didatangi pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia juga didatangi tamu mancanegara.

Sementara itu, mantan Kades Lemah Duhur, yang baru saja mengakhiri masa jabatannya Selasa (22/12/15) kemarin, Ujang Najmudin menuturkan, setiap peringatan “Ngabungbang” pihaknya menyiagakan ratusan petugas, terutama dalam mengatur arus lalulintas di jalan yang padat baik oleh pedagang maupun pengunjung.

Selain itu, lanjut Ujang, pihak selalu berkoordinasi dengan unsur Muspika Kecamatan Caringin dan aparat kepolisian setiap pelaksanaan “Ngabungbang”.

“Ngabungbang tahun ini lebih ramai, bahkan banyak tamu yang datang dari luar negeri, seperti Jepang, Malaysia, Singapura dan Amerika. Umumnya para tamu asing itu, datang ke Cimande karena sudah mengetahui kelestarian budaya tradisi ritual Ngabungbang milik Cimande,” ujarnya.

Ujang menambahkan, kebanyakan peziarah yang datang sudah melakukan tradisi tersebut selama bertahun-tahun.

“Menurut mereka tradisi ini sebagai kegiatan positif, berziarah ke makam keramat para Kesepuhan Cimande yang diyakini membawa kemaslahatan dan kebarokahan bagi yang meyakininya,” kata Ujang.

Namun yang sangat disayangkan, masih menurut Ujang, tradisi “Ngabungbang” yang merupakan salah satu aset budaya ini kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, meskipun pemerintah desa selama dalam kepemimpinannya sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).(Nana)

Sejarah

Ngabungbang, Warisan Leluhur Budaya Cimande

IMG-20151222-WA0003

BERIMBANG.COM, Bogor – Setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat selalu dipadati oleh para peziarah yang datang dari berbagai daerah. Tradisi ziarah ini disebut “Ngabungbang”. Menurut beberapa sumber dikalangan tokoh masyarakat setempat, tradisi ini sudah berlangsung lebih dari 100 tahun.

KH Abdul Latief, salah satu tokoh masyarakat Cimande mengatakan, Ritual ziarah “Ngabungbang” adalah warisan budaya leluhur dari Kesepuhan Cimande.

Ritual ziarah tersebut berlangsung setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, selama dua hari, yakni setiap tanggal 14 dan 15 bulan Maulid. Dahulu kala, ritual ziarah “Ngabungbang” dimanfaatkan para guru padepokan – padepokan Pencak Silat di Cimande sebagai moment untuk mematangkan tingkatan ilmu para muridnya.

“Hingga kini setiap tanggal 14 dan 15 bulan Mualid tradisi ziarah “Ngabungbang” masih terus dilaksanakan dan dilestarikan oleh para keturunan Cimande. Tapi tradisi para guru pencak silat yang seperti dulu saat ini semakin tidak terlihat”, kata KH Abdul Latief kepada berimbang.com, Selasa (22/12/15) siang.

Lebih lanjut, KH Abdul Latief menjelaskan, dalam tradisi ziarah “Ngabungbang”, ribuan peziarah mendatangi beberapa lokasi pemakaman kesepuhan Cimande. Diantaranya, makam Kesepuhan Eyang Sarean Kertasinga di Kampung Cikodok tidak jauh dari pertigaan kantor Desa Lemah Duhur, makam Mbah Ace dan Mbah Abdul Somad di Tarikolot, Mbah Rangga Wulung Tarikolot,  Mbah Angguh dan beberapa makam kasepuhan lainnya. Menurutnya, ritual “Ngabungbang” mulai ramai dikunjungi peziarah dari luar Cimande sekitar tahun 1950 – an hingga kini.  Ritual “Ngabungbang” juga merupakan waktu yang dianggap tepat untuk memandikan berbagai jenis benda pusaka peninggalan leluhur, bagi masyarakat yang meyakininya.

Saat dipadati peziarah, suasana di Kampung Cimande ramai dan tampak meriah. Suasana ramai ini terasa di sepanjang jalan raya Desa Cimande. Hampir semua warga membuka pintu rumahnya sejak siang hingga malam hari, karena banyak kedatangan tamu atau saudaranya yang berkunjung.

Hari puncak “Ngabungbang” pada 14  dan 15 Maulid, ramainya pengunjung menyebabkan jalan sejauh lima kilometer padat, hingga tidak dapat dilalui kendaraan, para peziarah pun harus rela berjalan kaki untuk sampai ke lokasi ziarah yang dikeramatkan.

Sebagai tokoh masyarakat Cimande yang juga selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (Mui) Kecamatan Caringin, KH Abdul Latief menghimbau kepada para paziarah agar menjaga tata krama dan tidak salah dalam berniat ketika berada di peziarahan.

“Saya hanya mengingatkan saja, agar para peziarah tidak meminta segala sesuatu kepada makam, akan tetapi tetap berpegang teguh pada keyakinan dan kekuasaan Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa”, pungkasnya. (Raden)

Depok

KPUD Depok Tetapkan Paslon M.Idris Dan Pradi Walikota Dan Wakil Walikota Terpilih

unnamed (3)

BERIMBANG.COM, Depok – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok secara resmi mengumumkan penetapan pasangan calon terpilih, pemilihan walikota-wakil walikota Depok tahun 2015. Ketua KPU Kota Depok, Titik Nurhayati membacakan langsung surat keputusan tersebut.

“Menetapkan pasangan calon walikota-wakil walikota Depok dalam pemilihan walikota-wakil walikota Depok tahun 2015 nomor urut dua saudara KH DR Mohammad Idris, MA dan saudara Pradi Supriatna dengan perolehan suara sebanyak 411.367 suara atau 61,91 persen dari total suara sah pasangan calon,” ujar Titik saat membacakan SK KPU Nomor 83/kpts/KPU-Kota-011.329181/2015, Selasa (22/12).

Kedua, lanjutnya, pasangan calon walikota-wakil walikota Depok sebagaimana dimaksud dalam diktum ke satu ditetapkan sebagai walikota-wakil walikota Depok terpilih periode 2016-2021.

“Keputusan ini mulai berlaku pada saat ditetapkan, salinan keputusan disampaikan kepada Ketua KPU RI, Ketua KPU Provinsi Jabar, Ketua DPRD Kota Depok, Walikota Depok, pimpinan partai politik atau gabungan partai politik pengusung pasangan calon, serta pasangan calon walikota-wakil walikota Depok terpilih,” paparnya.

Menanggapi keputusan tersebut Walikota Depok terpilih, Mohammad Idris menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh warga Depok. Dikatakannya, bahwa kemenangan tersebut merupakan kemenangan warga Depok.

“Ini sebuah kemenangan, kejayaan bagi seluruh warga Kota Depok. Untuk itu, kami mohon doa restu mudah-mudahan kami mampu mengemban amanah, harapan dan cita-cita masyarakat Kota Depok,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa dirinya akan menyampaikan program kinerja 100 hari pertama pasca adanya pengumuman resmi waktu pelantikan.

Tak hanya itu, dirinya juga merasa bersyukur bahwa pilkada Depok tidak ada upaya hukum lainnya seperti gugatan. Hal itu merupakan suatu kebanggan bagi dirinya dan masyarakat Depok.

“Semua ini membuktikan kedewasaan bagi warga Depok yang telah berpartisipasi dalam pilkada, memang dari sisi peningkatan terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, ini sebuah bukti kedewasaan, serta dari sisi ekses terhadap hal-hal yang kita tidak inginkan,” paparnya.

Senada, Wakil Walikota Depok terpilih, Pradi Supriatna mengungkapkan bahwa jabatan yang akan diemban oleh dirinya merupakan sebuah amanah yang luar biasa dan dirinya berkomitmen untuk menjaga amanah tersebut.

“Kami secepatnya ingin bertemu Bang Babai dan Pak Dimas, karena dalam visi-misinya juga terdapat hal-hal yang baik, Bang Babai tau persis perkembangan di Depok,” terangnya.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Depok, Ketua DPRD Depok, Kapolresta Depok, Dandim 0508 Depok, KPU Jawa Barat, Panwaslu Kota Depok, PPK se Kota Depok, dan ketua serta komisioner KPU Kota Depok.(red)

BogorJabodetabek

Jelang Puncak Ritual Ngabungbang Cimande, PKL Padati Lokasi

IMG-20151222-WA0001

BERIMBANG.COM, Bogor – Jelang puncak acara ritual budaya “Ngabungbang” di kawasan Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at (25/12/15) mendatang, ratusan Pedagang Kaki Lima (Pkl) memadati bahu jalan di wilayah Desa Lemah Duhur dan Desa Cimande Jaya. Ritual budaya “Ngabungbang” menjadi agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan warga Cimande selama ratusan tahun, setiap bulan Maulid tepat di tanggal 14.

Para Pkl yang hadir dikawasan Cimande itu berasal dari berbagai daerah, dengan maksud mengadu peruntungan dagangnya dengan memanfaatkan keramaian saat rangkaian prosesi “Ngabungbang” berlangsung. Pasalnya, selain dilaksanakan oleh warga setempat, “Ngabungbang” juga diikuti oleh ribuan jamaah ziarah dari berbagai daerah, dalam dan luar jawa, bahkan jamaah ziarah dari luar negeri. Sejumlah pedagang mengaku mendapat keuntungan yang lumayan saat berjualan di area “Ngabungbang” pada tahun – tahun sebelumnya. Dan berharap mendapat keuntungan yang sama di tahun ini.

“Mudah – mudahan ditahun ini rejeki keuntungan dagang saya sama seperti tahun tahun sebelumnya”, ujar anton, pedagang pakaian muslim dan kelengkapan ibadah, saat ditemui berimbang.com di lokasi.

Ditempat terpisah, Gun, pedagang peci dan pernak pernik mengaku agak pesimis jika usaha dagangnya di tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Saya agak khawatir dagangan saya kurang laku, karena saat ini kan lagi susah duit. Tapi mudah – mudahan sih enggak kayak gitu”, imbuhnya.

Berdasarkan pantauan berimbang.com di lokasi, kepadatan pedagang di sepanjang jalur tempat tempat ziarah Cimande, lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Diprediksi, mulai besok kendaraan roda empat yang akan melintas dari arah talang Cimande ke arah Tarikolot akan sulit melintas, terlebih dipadatnya para peziarah yang semakin banyak berdatangan. (Raden/Nana)

BogorJabodetabek

Tiga Minggu Hilang, Wanita Setengah Baya Tewas Di Gunung Salak

IMG-20151222-WA0002

BERIMBANG.COM, Bogor – Warga Kampung Tapos Rt 2/3, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita di tengah perkebunan blok Pambutan di kaki gunung salak, Selasa (22/12/15) petang tadi. Mayat wanita separuh baya dengan kondisi sudah membusuk ini pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari rumput. Kondisi mayat yang sudah membusuk, sehingga menyulitkan warga untuk dapat mengenalinya.

Setelah menerima laporan dari warga tentang penemuan mayat tersebut, aparat kepolisian sektor Cijeruk – Cigombong dibantu aparatur pemerintahan kecamatan, desa serta warga setempat, segera meluncur ke lokasi untuk melakukan identifikasi.

Saat dikonfirmasi berimbang.com diruang kerjanya, Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Rekrim) Polsek Cijeruk – Cigombong, Iptu Ma’ruf Murdianto menjelaskan, bahwa mayat wanita itu ditemukan pertama kali oleh Hidayat, warga kampung Tajur Halang Rt 2/3 Desa Tajur Halang, pada Senin (21/12/15) sekitar pukul 17.00 waktu setempat dan baru dilaporkan Selasa (22/12/15) pagi tadi.

“Setelah menerima laporan dari warga, kami segera meluncur ke lokasi untuk melakukan identifikasi jenazah yang ditemukan. Beberapa saat ketika kami dilokasi ada warga yang mengenali sosok itu sebagai orang tuanya yang telah meninggalkan rumah selama tiga minggu”, kata Kanit Reskrim Polsek Cijeruk – Cigombong, kepada berimbang.com sore tadi.

Lebih lanjut Ma’ruf menjelaskan, anak korban bernama Samsudin (22) warga  Kampung Sawah Rt 2/5, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Samsudin mengenali sosok mayat itu adalah ibunya yang bernama Sapni (48) dari ciri – ciri pakaian yang dikenakan. Menurut keterangan Samsudin, ibunya mengalami gangguan kejiwaan dan telah meninggalkan rumah sejak tiga minggu lalu.

“Atas permintaan anaknya, kami tidak melakukan otopsi rumah sakit dan  jasad korbanpun langsung dibawa pulang kerumah duka untuk dimakamkan”, pungkas Ma’ruf. (Raden/Nana)