Categories: Nasional

Jika Tak Berani Memberhentikan, Presiden Bisa Non Aktifkan Jaksa Agung

BERIMBANG.COM, Jakarta – Aktivis sekaligus mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi mengatakan Presiden Joko Widodo mempunyai pilihan untuk menonaktifkan sementara Jaksa Agung HM Prasetyo, jika tak berani memberhentikannya.

Hal ini terkait dengan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Sumatera Utara, yang menyeret mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella dan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho beserta istri Evy Susanti.

Menurutnya, jika politisi Nasdem itu dipanggil penegak hukum untuk bersaksi atas kasus tersebut, maka hal itu akan mencederai wibawa Kejaksaan Agung sebagai lembaga hukum negara.

“Presiden yang bisa menonaktifkan dulu jaksa agung untuk diperiksa sehingga ada jaksa agung Plt (pelaksana tugas). Karena selama dia menjadi jaksa agung memang agak riskan kalau ada pemeriksaan-pemeriksaan, karena bisa meruntuhkan wibawa hukum kita,” kata Adhie di bilangan Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (26/12/2015).

Namun menurutnya, langkah menonaktifkan Prasetyo dari jabatan jaksa agung sangat bergantung pada keberanian presiden. Jika hal ini dilakukan, maka akan mempermudah proses hukum yang berjalan.

“Jadi ini sangat bergantung kepada keberanian presiden untuk menonaktifkan. Jadi kalau enggak bisa diberhentikan, dinonaktifkan dulu, agar proses hukum bisa jalan karena bagaimanapun jaksa agung ini orang tertinggi di lembaga penegak hukum,” lanjutnya.

Lebih lanjut Adhie menegaskan, KPK atau pengadilan memiliki wewenang untuk memanggil Prasetyo dalam kasus terkait. Namun, jika tak dilakukan penonaktifan, kredibilitas dan integritas Kejaksaan akan terganggu.

“Kan ada equality before the law, semua warga negara sama dihadapan hukum, cuma memang dari sisi ketatanegaraan ini bisa menganggu kredibilitas dan integritas lembaga hukum sekelas kejaksaan agung,” jelasnya.

“Jadi yang paling tepat adalah setelah mendengar panggilan dari KPK atau dari pengadilan, presiden harus menonaktifkan dulu sehingga tidak ada beban moral apapun dari jaksa agung untuk dilakukan pemeriksaan,” tukas Adhie.

Okezone

Recent Posts

Pemkot Depok Dapat Penghargaan Tertinggi Kota Sehat 2019 Swasti Saba Wistara

BERIMBANG.COM, Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok baru saja menerima penghargaan tertinggi kota sehat 2019, Swasti Saba Wistara. Penghargaan tersebut… Read More

11 jam ago

Koramil 2123 Cijeruk Laksanakan Giat Penghijauan Program Kerja Kodim 0621 Kab Bogor Tentang Binter Terpadu 2019

BERIMBANG.COM, Bogor -  Koramil 2123 Cijeruk - Cigombong melaksanakan giat Penghijauan di kawasan Danau Lido, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong,… Read More

14 jam ago

PKL di Warjak, Dinas UMKM Menunggu Design Dari PUPR Kota Bogor

BERIMBANG.com Bogor - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bogor, Anas S Rasmana, menanggapi soal pedagang mikro/Pedagang… Read More

16 jam ago

Bupati Bogor Bersama Dandim 0621 Kab. Bogor Tinjau Monumen Tugu Pertempuran Maseng

BERIMBANG.COM, Bogor - Usai melaksanakan Boling di Kecamatan Cijeruk, Bupati Bogor, Hj. Ade Yasin bersama Komandan Kodim (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor,… Read More

1 hari ago

Laskar Dewa Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Dengan Dihadiri Bupati Bogor Serta Muspika

BERIMBANG.COM, Bogor - Ormas Laskar Demokrasi Warga (Laskar Dewa) menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW, acara tersebut juga sekaligus… Read More

2 hari ago

Wilson Lalengke: Polisi Lebih Peduli Anjing dari Manusia

BERIMBANG.com Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Wilson Lalengke merasa prihatin dan menyesalkan pola kerja sebagian aparat polisi… Read More

2 hari ago